0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
14 tayangan8 halaman

Panduan Penelitian: Model 8 Langkah

Dokumen ini menjelaskan proses penelitian menggunakan model 8 langkah, mulai dari merumuskan masalah penelitian hingga menyusun laporan akhir. Setiap fase mencakup langkah-langkah penting seperti menentukan tujuan, menyusun desain penelitian, dan mengumpulkan data, serta menekankan pentingnya validitas dan reliabilitas instrumen. Selain itu, dokumen juga membahas tata cara penulisan referensi dan etika dalam penelitian.

Diunggah oleh

Viskirizh Ainun
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
14 tayangan8 halaman

Panduan Penelitian: Model 8 Langkah

Dokumen ini menjelaskan proses penelitian menggunakan model 8 langkah, mulai dari merumuskan masalah penelitian hingga menyusun laporan akhir. Setiap fase mencakup langkah-langkah penting seperti menentukan tujuan, menyusun desain penelitian, dan mengumpulkan data, serta menekankan pentingnya validitas dan reliabilitas instrumen. Selain itu, dokumen juga membahas tata cara penulisan referensi dan etika dalam penelitian.

Diunggah oleh

Viskirizh Ainun
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

kisi-kisi EAS metopen: • Analisis jadi salah arah.

• 8-steps model dan merumuskan penelitian Tentukan Tujuan Penelitian (Objectives):


(referensi pdf) • Tujuan utama (main objective): Apa fokus
• Tata cara penulisan terkait referensi dan tinjauan utamamu?
pustaka • Tujuan khusus (sub-objectives): Bagian-bagian
• Etik dalam penulisan, memulai hipotesis, dan kecil yang ingin kamu teliti.
menyusun DOE Gunakan kata kerja aktif saat menulis tujuan,
• Case study penulisan seperti: mengukur, menganalisis,
Proses Penelitian: Model 8 Langkah membandingkan, mengevaluasi, dst.
langkah-langkah yang harus kamu ikuti dari awal sampai
akhir supaya hasilnya jelas dan valid.
PHASE I: Menentukan Apa yang Akan Diteliti
Langkah 1: Merumuskan Masalah Penelitian
Ini adalah langkah paling penting. Masalah penelitian
adalah pondasi utama dari seluruh proses penelitian. Ini
seperti tujuan utama dalam perjalananmu—tanpa tujuan • Mengidentifikasi Variabel
yang jelas, kamu akan bingung arah. Konsep adalah ide atau persepsi mental (misalnya:
Fungsi utama dari merumuskan masalah penelitian: stres, motivasi).
1. Menentukan apa yang ingin kamu cari tahu. Variabel adalah konsep yang bisa diukur, secara
subjektif atau objektif.
2. Memberi arah dan fokus pada seluruh
Jenis Variabel Berdasarkan:
penelitianmu.
1. Hubungan sebab-akibat:
3. Menjadi dasar untuk menyusun desain penelitian,
o Variabel independen: penyebab
pengambilan sampel, alat ukur, dan metode
o Variabel dependen: akibat
analisis.
o Variabel antara/intervening
Hal-hal yang perlu diperhatikan saat merumuskan
o Variabel pengganggu (extraneous)
masalah penelitian:
2. Jenis studi:
• Sumber daya: Apakah kamu punya cukup waktu,
o Aktif: bisa dimanipulasi
dana, dan kemampuan (termasuk kemampuan
o Atribut: karakteristik tetap (misal usia, jenis
dosen pembimbing)?
kelamin)
• Pengetahuan: Apakah kamu cukup memahami
3. Skala pengukuran:
teori, statistik, atau software yang akan kamu
o Nominal (kategori: pria/wanita)
gunakan?
o Ordinal (tingkatan: puas/sangat puas)
• Literatur terdahulu: Apakah sudah ada penelitian o Interval (skala suhu)
sebelumnya yang relevan? Kalau iya, apa celah o Rasio (berat badan, umu
atau kekurangannya?
• Menyusun Hipotesis
Tahapan Perumusan Masalah:
Apakah harus selalu pakai hipotesis?
• Meninjau Literatur
• Tidak wajib.
Tinjauan pustaka membantu:
Penelitian eksploratif (misalnya kualitatif) sering
1. Memperjelas dan memfokuskan masalah
tidak memakai hipotesis.
penelitianmu.
• Tapi kalau kamu ingin menguji hubungan atau
2. Meningkatkan metodologi yang akan kamu
perbedaan, maka hipotesis penting.
gunakan.
Jenis Hipotesis dalam Kuantitatif:
3. Memperluas wawasan di bidang yang kamu teliti.
1. Hipotesis nol (H₀): Tidak ada
4. Menghubungkan penelitianmu dengan hasil
hubungan/perbedaan.
penelitian sebelumnya.
2. Hipotesis alternatif (H₁): Ada
• Merumuskan Masalah
hubungan/perbedaan.
Masalah yang tidak dirumuskan dengan baik
3. Hipotesis asosiasi, hipotesis prevalensi, dll.
bisa menyebabkan:
Kesalahan Umum dalam Pengujian Hipotesis:
• Penelitian jadi tidak valid atau tidak akurat.
• Type I error: Menolak H₀ padahal seharusnya
• Data yang dikumpulkan tidak relevan. diterima.
• Type II error: Menerima H₀ padahal seharusnya
ditolak.

PHASE II: Merencanakan Penelitian


Langkah 2: Menyusun Desain Penelitian
Rencana detail tentang bagaimana penelitian dilakukan.
Termasuk jenis penelitian, cara pengambilan data, metode
analisis, hingga jadwal waktu. Tujuannya supaya
penelitianmu bisa dipercaya dan hasilnya benar-benar
menjawab masalah yang kamu ajukan.
Tahapan Menyusun Desain Penelitian:
1. Research Desain :
Fungsi utama desain penelitian:
1. Menjabarkan secara rinci prosedur pelaksanaan
penelitian
➤ Jenis penelitian, siapa respondennya,
bagaimana datanya dikumpulkan, sampai
bagaimana datanya akan dianalisis.
➤ menjelaskan alasan dan justifikasi ilmiah di
balik setiap keputusan
2. Mengontrol variabel luar (extraneous variables)
➤ Untuk menjamin hubungan sebab-akibat
(kausalitas), desain harus memaksimalkan
pengaruh variabel bebas (independen) dan
meminimalkan pengaruh variabel luar atau
kebetulan.
➤ Prinsip ini dikenal sebagai maxmincon
(maximize, minimize, control).
2. Selecting a Study Desain:
Desain studi adalah inti dari desain penelitian: seperti
apakah eksperimen atau tidak, berapa lama waktunya,
dll. Langkah 3: Menyusun Alat Pengumpulan Data
Desain penelitian mencakup desain studi + detail teknis • Membuat alat untuk mengumpulkan data: kuesioner,
lainnya: jadwal waktu, sumber daya, metode analisis, panduan wawancara, formulir observasi, dll.
dll. • Jika menggunakan data primer, harus membuat atau
memilih alat yang sesuai.
• Jika menggunakan data sekunder, perlu format
ekstraksi data.
• Uji coba alat (pre-test) penting untuk memastikan
keefektifan dan keandalan.
Tahapannya:
1. Memilih metode pengumpulan data
Sumber Data
• Data Primer: Dikumpulkan langsung dari
responden untuk tujuan penelitian tertentu.
o Contoh: wawancara, observasi,
kuesioner.
• Data Sekunder: Sudah tersedia sebelumnya.
o Contoh: laporan pemerintah, publikasi,
penelitian terdahulu.
Jenis Validitas dalam Kuantitatif:
• Face & Content Validity: Kesesuaian isi
instrumen.
Pemilihan Metode Pengumpulan Data Dipengaruhi • Concurrent & Predictive Validity: Hubungan
oleh: hasil dengan ukuran lain.
• Tujuan pengumpulan data • Construct Validity: Kesesuaian antara konsep
• Jenis informasi dan pengukuran.
• Sumber daya & keahlian peneliti Uji Reliabilitas dalam Kuantitatif:
• Karakteristik sosial-ekonomi responden • Eksternal: Test-retest, parallel forms
Pertanyaan Terbuka vs Tertutup • Internal: Split-half
• Pertanyaan terbuka: Memberi kebebasan Faktor yang Mempengaruhi Reliabilitas:
menjawab, cocok untuk eksplorasi. • Ambiguitas pertanyaan
• Pertanyaan tertutup: Jawaban sudah ditentukan, • Kondisi fisik saat pengumpulan data
cocok untuk pengukuran yang terstandar. • Suasana hati responden
Instrumen Penelitian • Interaksi pewawancara–responden
• Sangat krusial, karena instrumen menentukan • Efek regresi instrumen
kualitas input (data) yang akan menghasilkan
output (kesimpulan). Langkah 4: Menentukan Sampel
• Dalam kuantitatif, instrumen harus sesuai dengan • Sampling adalah proses memilih sebagian
tujuan penelitian. elemen dari populasi penelitian untuk dijadikan
• Dalam kualitatif, tidak ada instrumen baku tapi
sumber informasi.
disarankan buat kerangka konseptual area
bahasan, dengan ruang untuk hal-hal baru • Ini merupakan bentuk trade-off antara akurasi
muncul. dan keterbatasan sumber daya.
[Link] data menggunakan skala sikap • Tujuannya adalah mengestimasi informasi dari
Pengukuran Sikap (Attitude Measurement) populasi, bukan mendapatkan nilai populasi yang
a. Kuantitatif: sebenarnya.
• Gunakan skala sikap (attitudinal scales) → bisa
menggabungkan berbagai aspek jadi indikator
umum.
• Tiga jenis utama:
1. Skala Likert: Paling umum, tiap
pernyataan dianggap sama penting.
2. Skala Thurstone: Pentingnya tiap
pernyataan ditentukan oleh panel ahli. Prinsip Sampling dalam Kuantitatif
3. Skala Guttman: Pernyataan berurutan
• Semakin besar ukuran sampel, semakin akurat
dari yang paling sederhana ke paling
kompleks. estimasi rata-rata populasi (jika variabel lain
b. Kualitatif: tetap).
• Tidak ada metode terstandar untuk mengukur • Variasi dalam populasi dan ukuran sampel
sikap. memengaruhi ketepatan inferensi dari sampel.
• Fokus pada eksplorasi keragaman sikap, bukan Jenis-Jenis Desain Sampling
intensitas atau angka.
1. Random / Probability Sampling
[Link] validitas dan reliabilitas instrumen
penelitian Setiap elemen memiliki peluang sama dan independen
untuk terpilih.
• Simple Random Sampling (acak sederhana)
• Stratified Random Sampling (berdasarkan
strata/lapisan)
• Cluster Sampling (berdasarkan kelompok)
Teknik pemilihan:
• Teknik fishbowl
• Tabel angka acak
• Program komputer

2. Non-Random / Non-Probability Sampling


Digunakan ketika pemilihan acak tidak memungkinkan.
• Quota Sampling: berdasarkan proporsi tertentu
• Accidental Sampling: siapa saja yang kebetulan
ada
• Judgemental Sampling: berdasarkan penilaian
peneliti
• Expert Sampling: berdasarkan keahlian
• Snowball Sampling: dari satu responden ke
responden lainnya (cocok untuk populasi
tersembunyi)

3. Mixed Sampling
• Systematic Sampling: gabungan metode acak Proposal penelitian bukan sekadar formalitas, tapi
dan tidak acak. Elemen dipilih berdasarkan merupakan dokumen penting yang menunjukkan
interval tetap dari daftar populasi. kesiapan dan kejelasan metodologis dari rencana
Penentuan Ukuran Sampel penelitian yang akan dilakukan.
• Dalam kuantitatif, ukuran sampel penting dan
dihitung berdasarkan rumus statistik. PHASE III: Melaksanakan Penelitian
• Dalam kualitatif, tidak ada jumlah pasti. Langkah 6: Mengumpulkan Data
Penelitian terus dilakukan hingga tidak ada • Mengimplementasikan metode pengumpulan data
informasi baru muncul (data saturation). yang telah dirancang (wawancara, kuesioner,
Langkah 5: Menulis Proposal Penelitian observasi, FGD, dll).
• Proposal penelitian adalah rencana operasional • Perlu memperhatikan etika penelitian, seperti
untuk menjawab pertanyaan penelitian. persetujuan partisipan dan kerahasiaan.
Langkah 7: Mengolah dan Menyajikan Data
• Tujuannya adalah untuk menjelaskan apa yang
Setelah data terkumpul, kamu harus mengedit,
akan dilakukan, bagaimana cara melakukannya,
mengkode, dan mengolah data itu. Cara analisis
dan mengapa strategi tersebut dipilih.
tergantung jenis data (angka, opini, perilaku, dll). Bisa
• Proposal juga memberikan jaminan validitas
dilakukan manual atau pakai software. Tujuannya supaya
metodologi yang digunakan secara akurat dan
data siap dianalisis dan hasilnya bisa dipahami dengan
objektif.
mudah.
Struktur Umum Proposal Penelitian
Langkah-Langkah Pengolahan Data Kuantitatif
1. Editing Data (Membersihkan Data):
Mengecek apakah data lengkap, masuk akal, dan
sesuai.
2. Coding (Menyandi Data):
Mengubah jawaban menjadi bentuk angka/simbol
agar bisa dihitung.
o Butuh kode buku (codebook) sebagai
panduan.
o Harus diuji coba dulu, lalu diterapkan,
dan dicek ulang.
3. Contoh Coding: • Diagram batang 100% (persentase)
Disediakan dalam bentuk langkah-langkah, • Polygon frekuensi
termasuk untuk: • Stem-and-leaf (batang dan daun)
o Pertanyaan tertutup (pilihan ganda) • Pie chart (diagram lingkaran)
o Pertanyaan terbuka (jawaban bebas) • Garis tren (line chart)
Pengolahan Data Kualitatif • Area chart
Gunakan metode seperti: • Scattergram (diagram sebar)
• Content Analysis (Analisis Isi): Menyusun dan
membaca isi data secara sistematis. Langkah 8: Menulis Laporan Penelitian
• Pendekatan Naratif dan Tematik: Menyusun Langkah terakhir adalah menyusun laporan penelitian. Di
cerita atau tema dari hasil wawancara, observasi, sini kamu menjelaskan: apa yang kamu lakukan, apa yang
dsb. kamu temukan, dan apa kesimpulannya. Laporan harus
• Statistik bisa membantumu untuk: ditulis rapi, akademis, dan logis. Biasanya dibagi dalam
o Membaca dan memahami data. bab-bab sesuai alur penelitianmu dari awal sampai akhir.
o Melihat hubungan antar variabel.
o Menentukan seberapa kuat hubungan
tersebut.
o Meyakinkan orang lain bahwa hasilmu
bisa dipercaya.

Menyampaikan Temuan Penelitian


Dalam penelitian, hasil (temuan) biasanya disampaikan
lewat tulisan (teks).
• Penelitian Kualitatif: Hanya pakai teks.
• Penelitian Kuantitatif: Selain teks, juga bisa
pakai tabel, grafik, dan statistik supaya lebih
jelas dan mudah dipahami.
TABEL
Kelebihan:
• Bisa menampilkan banyak informasi dalam ruang
kecil.
• Membuat pembaca bisa membandingkan data Referensi (Referencing)
dengan rapi. Dalam penulisan laporan penelitian, kamu harus
Struktur Umum Tabel: menggunakan gaya referensi akademik. Ini penting
1. Judul (Title) supaya:
2. Stub (bagian kiri yang menunjukkan • Sumber-sumber yang kamu kutip terlihat jelas
kategori/baris) dan valid,
3. Kolom Judul (Column Headings) • Pembaca tahu dari mana kamu mengambil
4. Isi Tabel (Body) informasi.
5. Catatan Tambahan (Footnotes jika perlu) Menurut Butcher (1981), ada empat sistem utama dalam
Jenis Tabel: penulisan referensi:
• Univariat: 1 variabel (misal: jumlah mahasiswa 1. Short-title system
tiap jurusan). – Biasanya dipakai di buku-buku umum.
• Bivariat: 2 variabel (misal: jurusan vs jenis – Contoh: (Smith, History of Science, 1980)
kelamin). 2. Author–date system (sistem nama-tahun)
– Paling sering digunakan dalam ilmu sosial dan
• Polyvariat: lebih dari 2 variabel.
sains.
GRAFIK
– Contoh: (Smith, 1980)
Jenis-jenis Grafik Umum:
– Sistem ini juga dikenal sebagai Harvard Style.
• Histogram
3. Reference by number system
• Diagram batang (bar chart)
– Sumber ditulis dalam daftar berdasarkan urutan
• Diagram batang bertumpuk (stacked bar)
munculnya dalam teks, bukan alfabet. Menulis Ulasan Literatur
– Contoh dalam teks: [1]
4. Author–number system Setelah kamu membaca dan mengumpulkan banyak
– Kombinasi antara nama penulis dan nomor sumber (literatur), langkah selanjutnya adalah menulis
ulasan literatur (literature review).
referensi.
– Lebih jarang digunakan.
Tujuan dari Literature Review:
Daftar Pustaka (Bibliography)
Setelah kamu menggunakan referensi dalam teks, kamu Ada dua tujuan utama dari ulasan literatur:
juga harus menuliskan semua sumber dalam daftar
pustaka di akhir laporan. • Memberikan landasan teori untuk penelitianmu
Beberapa sistem penulisan daftar pustaka yang umum – Ini artinya kamu menjelaskan teori-teori atau
di bidang ilmu sosial (menurut Longyear, 1983): konsep yang mendasari penelitianmu.
1. Harvard System – Kamu juga menunjukkan apa yang sudah diteliti,
apa yang belum (gap), dan perkembangan terbaru
– Nama-tahun, disusun alfabetis
di bidangmu.
– Contoh:
• Menghubungkan hasil penelitianmu dengan
Smith, J. (1980). History of Science. Oxford University penelitian sebelumnya
Press. – Ini dilakukan nanti, setelah kamu selesai
2. APA (American Psychological Association) menganalisis data.
– Banyak digunakan di psikologi, pendidikan, dan – Tujuannya: melihat apakah hasil penelitianmu
ilmu sosial lainnya sejalan atau bertentangan dengan penelitian
lain.
– Contoh:

Smith, J. (1980). History of science. Oxford, UK: Oxford Contoh subjudul dalam tinjauan pustaka dapat berupa:
University Press. • Sejarah dan filosofi topik
3. AMA (American Medical Association) • Alasan pentingnya topik
– Banyak dipakai di bidang kedokteran • Tren global dan lokal
– Contoh: • Masalah atau celah dalam penelitian terdahulu
Smith J. History of Science. Oxford University Press; 1980. ETIK DALAM PENULISAN, MEMULAI HIPOTESIS, DAN
4. McGraw-Hill System MENYUSUN DOE
Etik dalam Penulisan
– Khusus buku-buku teknis/terbitan McGraw-Hill
1. Ethical Issues to Consider Concerning Research
5. MLA (Modern Language Association)
Participants
– Banyak dipakai di bidang bahasa, sastra, dan Fokusnya adalah perlindungan hak dan kesejahteraan
seni partisipan. Poin-poin utama:
– Contoh: a. Collecting Information
Smith, John. History of Science. Oxford University Press, • Informasi harus dikumpulkan secara terbuka,
1980. jujur, dan tidak manipulatif.
b. Seeking Consent
6. Footnote System
• Persetujuan bebas dan sadar (informed consent)
– Referensi ditulis di catatan kaki (bawah
harus diperoleh sebelum partisipasi.
halaman), bukan di dalam teks. c. Providing Incentives
– Contoh: • Jika memberi insentif, harus proporsional dan
¹John Smith, History of Science (Oxford: Oxford University tidak memaksa partisipan untuk ikut.
Press, 1980), 45. d. Seeking Sensitive Information
Tinjauan Pustaka • Jika menanyakan hal pribadi, harus ada alasan
Langkah-langkah menyusun tinjauan pustaka: ilmiah yang kuat dan kerahasiaan dijaga ketat.
• Menelusuri literatur yang relevan dari buku, jurnal, e. The Possibility of Causing Harm to Participants
dan internet. • Peneliti harus menghindari kerugian fisik,
• Meninjau literatur yang dipilih secara kritis. psikologis, sosial, atau emosional terhadap
• Mengembangkan kerangka teoritis dan partisipan.
konseptual. f. Maintaining Confidentiality
• Menulis dengan pendekatan tematik: • Identitas dan informasi partisipan harus
mengelompokkan isi berdasarkan tema atau topik dirahasiakan dan tidak digunakan untuk tujuan
penting, bukan secara kronologis. lain tanpa izin.
2. Ethical Issues to Consider Relating to the Etika dalam Memulai Hipotesis
Researcher Dalam menyusun hipotesis, peneliti harus mematuhi
Berfokus pada perilaku etis peneliti sendiri: prinsip-prinsip etika berikut:
a. Avoiding Bias 1. Berdasarkan Bukti Ilmiah
• Peneliti harus objektif, tidak memanipulasi data • Hipotesis harus muncul dari kajian pustaka yang
atau interpretasi untuk mendukung hasil tertentu. jujur dan menyeluruh, bukan sekadar asumsi
b. Provision or Deprivation of a Treatment pribadi tanpa dasar.
• Tidak boleh menolak perlakuan atau layanan • Menghindari plagiat dalam merumuskan hipotesis
penting kepada kelompok kontrol demi dari penelitian sebelumnya.
eksperimen. 2. Tidak Menyesuaikan Hipotesis dengan Hasil yang
c. Using Inappropriate Research Methodology Diinginkan
• Harus menggunakan metode yang sesuai, sahih, • Tidak etis menyusun hipotesis agar mendukung
dan dapat diuji, bukan metode yang memperkuat sponsor, instansi, atau kepentingan pribadi.
hasil tertentu secara tidak etis. • Peneliti harus terbuka terhadap kemungkinan
d. Incorrect Reporting hasil yang menolak hipotesisnya sendiri.
• Tidak boleh mengubah, menyembunyikan, atau 3. Dapat Diuji Secara Objektif
menyesatkan dalam pelaporan data dan hasil • Hipotesis tidak boleh dirancang sedemikian rupa
penelitian. agar hasilnya pasti benar.
e. Inappropriate Use of the Information • Etis hanya jika bisa diuji, diverifikasi, atau
• Informasi yang dikumpulkan tidak boleh dibantah (falsifiable) secara empiri
disalahgunakan atau digunakan untuk menyakiti
partisipan atau kelompok tertentu. Menyusun DoE
3. Ethical Issues Regarding the Sponsoring Desain eksperimen membahas bagaimana menguji
Organisation pengaruh suatu perlakuan terhadap hasil tertentu secara
Menyoroti potensi konflik dengan lembaga/instansi terstruktur dan sistematis.
pemberi dana: Jenis desain eksperimen menurut Kumar:
a. Restrictions Imposed by the Sponsoring Organisation • Eksperimen murni (true experimental design):
• Peneliti tidak boleh tunduk pada pembatasan Ada perlakuan dan kontrol dengan pengacakan
yang mengganggu kebebasan akademik atau (randomization).
integritas penelitian. • Quasi-eksperimen: Mirip eksperimen tapi tanpa
b. The Misuse of Information pengacakan.
• Peneliti harus memastikan bahwa informasi hasil • Desain kontrol ganda (double-control design):
penelitian tidak disalahgunakan oleh sponsor, Menggunakan dua grup kontrol untuk
misalnya untuk tujuan politik atau bisnis yang memisahkan efek perlakuan dari efek alat ukur
merugikan pihak lain. atau efek psikologis.
• Desain komparatif: Untuk membandingkan
Memulai Hipotesis beberapa perlakuan terhadap outcome yang
Hipotesis adalah pernyataan tentatif mengenai hubungan sama.
antar variabel, yang bisa diuji melalui data. Komponen penting dalam DOE:
Ciri-ciri hipotesis yang baik menurut Kumar: • Randomisasi: Menghindari bias sistematis.
• Spesifik, jelas, dan terukur (operationalisable). • Kontrol: Membandingkan dengan kelompok yang
• Berakar pada literatur/pengetahuan yang ada. tidak diberi perlakuan.
• Harus bisa diuji dan diverifikasi secara statistik. • Pengukuran sebelum dan sesudah (pre-test &
Jenis hipotesis: post-test): Untuk mengetahui dampak perlakuan.
• Hipotesis penelitian (H₁): Menyatakan ada • Validitas internal: Sejauh mana perubahan pada
hubungan atau perbedaan. variabel dependen benar-benar disebabkan oleh
• Hipotesis nol (H₀): Menyatakan tidak ada perlakuan.
hubungan atau perbedaan (null hypothesis). Etika dalam Menyusun Desain Eksperimen (DOE)
Contoh: Desain eksperimen menyangkut perlakuan terhadap
"Tingkat kematian bayi pada kelompok yang menerima subjek, sehingga harus sangat memperhatikan aspek etis:
layanan MCH lebih rendah dibanding kelompok kontrol." 1. Prinsip Informed Consent
→ Ini adalah hipotesis yang dapat diuji melalui data dalam • Partisipan harus tahu bahwa mereka bisa
desain eksperimental. menerima atau tidak menerima perlakuan
Fungsi utama hipotesis: tertentu dalam studi eksperimen.
• Memberikan fokus dan arah dalam penelitian. • Peneliti wajib menjelaskan prosedur, risiko, dan
• Membantu merumuskan data yang akan manfaat.
dikumpulkan dan metode analisi 2. Tidak Merugikan atau Membahayakan Partisipan
• Desain tidak boleh melibatkan perlakuan yang
bisa menimbulkan bahaya fisik, psikologis, atau
sosial bagi subjek.
• Harus ada justifikasi ilmiah yang kuat untuk
semua perlakuan dan kontrol yang diterapkan.
3. Penggunaan Kelompok Kontrol secara Etis
• Tidak etis menahan pengobatan atau layanan
yang terbukti efektif demi eksperimen (contoh:
withholding therapy in medical studies).
• Bila ada kontrol plasebo, harus disertai standar
etika klinis.
4. Pengacakan dan Objektivitas
• Harus menghindari manipulasi hasil eksperimen.
• Tidak boleh merekayasa proses randomisasi demi
hasil tertentu.
5. Kerahasiaan dan Perlindungan Data
• Data yang dihasilkan dari eksperimen harus dijaga
kerahasiaannya.
• Hasil tidak boleh digunakan untuk
mendiskreditkan individu atau kelompok.

Anda mungkin juga menyukai