MODUL AJAR DEEP LEARNING
MATA PELAJARAN : IPA (BIOLOGI)
BAB 6 : MOBILITAS PADA MANUSIA
A. IDENTITAS MODUL
Nama Sekolah : SMA Negeri 1 Nisam
Nama Penyusun : Yenni Ernita
Mata Pelajaran : IPA (Biologi)
Kelas / Fase /Semester : XI/ F / Ganjil
Alokasi Waktu : 2 JP (1 Pertemuan)
Tahun Pelajaran : 2025 / 2026
B. IDENTIFIKASI
Dimensi Profil Lulusan Pembelajaran
Berdasarkan tujuan pembelajaran, dimensi profil lulusan yang akan dicapai adalah:
● Penalaran Kritis: Peserta didik mampu menganalisis mekanisme kerja sistem gerak,
mengidentifikasi hubungan antara komponen, dan mengevaluasi informasi tentang
gangguan sistem gerak.
● Kreativitas: Peserta didik mampu merancang model atau poster edukasi tentang
sistem gerak atau upaya menjaga kesehatannya dengan cara yang inovatif.
● Kolaborasi: Peserta didik bekerja sama dalam kelompok untuk mengumpulkan
informasi, melakukan diskusi, dan menyajikan hasil.
● Kemandirian: Peserta didik mampu mencari informasi, menganalisis, dan
menyimpulkan materi secara mandiri dengan bimbingan.
● Kesehatan: Peserta didik memahami pentingnya menjaga kesehatan sistem gerak dan
mampu menerapkan kebiasaan hidup sehat.
● Komunikasi: Peserta didik mampu mengomunikasikan pengetahuan tentang sistem
gerak secara lisan dan visual dengan jelas.
DESAIN PEMBELAJARAN
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
● Peserta didik mampu mengidentifikasi komponen penyusun rangka manusia (tulang)
beserta jenis-jenisnya dengan tepat.
E. KERANGKA PEMBELAJARAN
PRAKTIK PEDAGOGIK:
● Diskusi Kelompok: Mendorong kolaborasi dan berbagi ide dalam memahami konsep
dan menganalisis kasus.
● Eksplorasi Lapangan (atau Observasi Terarah): Melakukan observasi terhadap
aktivitas fisik di lingkungan sekolah (misal: saat jam istirahat, olahraga) untuk
mengidentifikasi gerakan yang melibatkan sistem gerak.
MITRA PEMBELAJARAN:
● Lingkungan Sekolah: Guru mata pelajaran lain (PJOK, Fisika, Kimia), Petugas
UKS.
● Lingkungan Luar Sekolah: Ahli fisioterapi (jika memungkinkan untuk
diundang/dihubungi), Puskesmas/klinik kesehatan terdekat, klub olahraga/kebugaran
(untuk studi kasus gerakan).
● Masyarakat: Orang tua (sebagai narasumber pengalaman cedera atau penanganan),
anggota keluarga yang memiliki masalah mobilitas.
LINGKUNGAN BELAJAR:
● Ruang Fisik: Laboratorium Biologi (untuk observasi model/rangka), ruang kelas
yang memungkinkan pengaturan kelompok dan diskusi, lapangan olahraga (untuk
observasi gerakan).
● Ruang Virtual: Platform Google Classroom untuk berbagi materi, pengumpulan
tugas, dan forum diskusi daring. Akses ke perpustakaan digital (contoh: jurnal
kesehatan, situs web organisasi kesehatan).
● Budaya Belajar: Mendorong budaya kolaboratif, partisipasi aktif, dan
menumbuhkan rasa ingin tahu yang tinggi terhadap anatomi, fisiologi, dan pentingnya
menjaga kesehatan tubuh.
PEMANFAATAN DIGITAL:
● Perpustakaan Digital: Untuk mencari referensi, jurnal ilmiah, artikel berita terkait
kesehatan sistem gerak, model 3D anatomi tubuh.
● Forum Diskusi Daring (Google Classroom): Untuk berbagi ide, bertanya, dan
memberikan umpan balik antarpeserta didik dan guru.
● Penilaian Daring: Menggunakan Google Forms untuk kuesioner asesmen awal atau
tes diagnostik, atau untuk self-assessment.
● Video Animasi/Simulasi (misal: YouTube, aplikasi anatomi): Untuk visualisasi
struktur dan mekanisme kerja sistem gerak.
● Kahoot/Mentimeter (opsional): Untuk kuis interaktif atau umpan balik cepat guna
memicu joyful learning.
F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
● Mindful Learning: Guru memulai dengan salam dan menanyakan kabar peserta
didik. Guru dapat meminta peserta didik untuk melakukan peregangan ringan atau
mengamati gerakan tangan mereka sendiri untuk merasakan fungsi otot dan sendi. Ini
akan menumbuhkan kesadaran tubuh.
● Meaningful Learning: Guru mengajukan pertanyaan pemantik: "Bagaimana tubuh
kita bisa bergerak? Apa saja bagian tubuh yang terlibat?" atau "Mengapa kita perlu
menjaga kesehatan tulang dan otot kita?" untuk mengaitkan materi dengan
pengalaman dan pengetahuan awal peserta didik. Guru dapat menunjukkan gambar
orang yang sedang berolahraga atau menari.
● Joyful Learning: Guru dapat memutar klip video singkat tentang berbagai jenis
gerakan manusia (misal: atlet, penari) yang memukau. Guru menyampaikan tujuan
pembelajaran dan aktivitas yang akan dilakukan.
KEGIATAN INTI
PERTEMUAN 1: STRUKTUR DAN FUNGSI TULANG (70 MENIT)
Memahami (Meaningful Learning):
● Guru menjelaskan secara interaktif komponen-komponen rangka manusia dan fungsi
tulang (sebagai penopang, pelindung, tempat melekat otot, pembentuk sel darah).
Guru menggunakan model rangka manusia atau gambar anatomi.
● Peserta didik dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil. Setiap kelompok diberikan
studi kasus atau pertanyaan terkait fungsi spesifik tulang (diferensiasi konten:
kelompok dapat menerima fokus kasus yang berbeda, misal: kasus tulang patah, peran
tulang belakang).
● Guru memfasilitasi diskusi kelompok untuk mengidentifikasi jenis-jenis tulang
berdasarkan bentuk dan letaknya.
Mengaplikasi (Joyful Learning):
● Kelompok melakukan kegiatan eksplorasi (misal: mengamati gambar X-ray, video
3D anatomi tulang) untuk melihat lebih dekat struktur tulang.
● Peserta didik membuat rangkuman visual sederhana (mind map atau sketsa) tentang
jenis dan fungsi tulang yang paling menarik bagi mereka.
● Guru berkeliling memberikan bimbingan dan umpan balik (diferensiasi proses:
Peserta didik yang membutuhkan dukungan lebih diberikan scaffolding, sementara
yang sudah mahir dapat diberi tantangan tambahan).
Merefleksi (Mindful Learning):
● Setiap kelompok berbagi satu fakta menarik yang mereka temukan tentang tulang.
● Peserta didik secara individu menuliskan satu hal yang membuat mereka bersyukur
atas fungsi tulang dalam tubuh mereka.
KEGIATAN PENUTUP (15 MENIT)
● Memberikan Umpan Balik yang Konstruktif: Guru memberikan apresiasi atas
partisipasi dan capaian peserta didik dalam memahami sistem gerak. Guru menyoroti
kekuatan-kekuatan yang ditunjukkan peserta didik dan memberikan saran untuk
pengembangan lebih lanjut.
● Menyimpulkan Pembelajaran: Guru bersama peserta didik merangkum poin-poin
penting dari seluruh bab "Mobilitas pada Manusia", menekankan pentingnya menjaga
kesehatan sistem gerak untuk kualitas hidup yang baik.
● Perencanaan Pembelajaran Selanjutnya: Guru memberikan kesempatan kepada
peserta didik untuk menyampaikan ide atau pertanyaan yang masih mengganjal. Guru
menginformasikan tentang materi yang akan dipelajari di bab selanjutnya.
G. ASESMEN PEMBELAJARAN
ASESMEN AWAL PEMBELAJARAN
● Tujuan: Mengidentifikasi pengetahuan awal peserta didik tentang anatomi dan
fisiologi dasar tubuh manusia, serta pengalaman mereka terkait aktivitas fisik.
● Kuesioner: Kuesioner singkat daring (misalnya melalui Google Forms) atau tertulis
yang berisi pertanyaan tentang:
"Bagian tubuh apa saja yang Anda gunakan saat bergerak?"
"Apa yang Anda ketahui tentang tulang, otot, dan sendi?"
"Mengapa penting untuk berolahraga dan menjaga postur tubuh?"
"Apakah Anda pernah mengalami cedera terkait gerak tubuh? Jika ya, apa yang
Anda lakukan?"
● Observasi: Mengamati respons peserta didik terhadap pertanyaan pemantik dan
aktivitas peregangan awal.
Soal Asesmen Awal:
1. Sebutkan tiga organ tubuh yang Anda gunakan saat Anda melompat.
2. Apa perbedaan utama antara tulang dan otot dalam fungsi gerak tubuh?
3. Menurut Anda, mengapa orang tua seringkali mengalami masalah pada tulang atau
sendi?
4. Berikan satu contoh aktivitas sehari-hari yang membutuhkan kerja sama antara
tulang, sendi, dan otot.
5. Apa yang Anda harapkan bisa pelajari dari materi tentang sistem gerak manusia ini?
ASESMEN PROSES PEMBELAJARAN
● Tujuan: Memantau partisipasi, kolaborasi, pemahaman konsep, dan keterampilan
yang berkembang selama pembelajaran.
Tugas Harian (Lembar Kerja Kelompok): Penilaian lembar kerja kelompok
yang berisi hasil identifikasi jenis tulang, sendi, otot, atau draf rangkuman visual.
Diskusi Kelompok: Observasi guru terhadap partisipasi aktif setiap anggota
kelompok dalam diskusi, kemampuan berargumentasi, dan penyelesaian masalah.
Presentasi (Mini-Presentasi/Kuis Kelompok): Penilaian singkat terhadap
kemampuan kelompok menjelaskan konsep atau menjawab pertanyaan terkait
materi yang sedang dibahas.
Soal Asesmen Proses (contoh soal untuk observasi/diskusi/ceklis):
1. (Observasi Diskusi Kelompok) Apakah setiap anggota kelompok berpartisipasi aktif
dalam mengidentifikasi jenis-jenis tulang dan fungsinya?
2. (Tugas Harian - Lembar Kerja) Sebutkan tiga perbedaan antara otot lurik dan otot
polos.
3. (Presentasi Mini) Jelaskan bagaimana sendi engsel memungkinkan gerakan pada
bagian tubuh tertentu.
4. (Diskusi Kelompok) Mengapa kita perlu mengonsumsi makanan yang kaya kalsium
untuk menjaga kesehatan tulang?
5. (Observasi) Apakah kelompok Anda menunjukkan kerja sama yang baik saat
melakukan simulasi gerakan otot?
ASESMEN AKHIR PEMBELAJARAN
● Tujuan: Mengukur pemahaman komprehensif peserta didik tentang struktur, fungsi,
mekanisme gerak, dan kesehatan sistem gerak manusia, serta kemampuan
menerapkan pengetahuan.
● Jurnal Reflektif: Individu menuliskan refleksi tentang seluruh pengalaman belajar,
termasuk pengetahuan, keterampilan, dan nilai yang diperoleh dari memahami
mobilitas manusia.
● Tugas Akhir (Proyek/Poster Edukasi): Penilaian terhadap produk proyek (misal:
model sistem gerak, poster digital, infografis) yang dibuat kelompok, meliputi
keakuratan konsep, kreativitas, dan pesan yang disampaikan.
● Tes Tertulis: Esai atau pertanyaan singkat yang menguji pemahaman konsep dan
kemampuan analisis.
Soal Asesmen Akhir (terintegrasi dalam rubrik proyek/esai/jurnal):
1. (Tes Tertulis/Proyek) Jelaskan secara terintegrasi bagaimana tulang, sendi, dan otot
bekerja sama untuk menghasilkan gerakan seperti "melompat" atau "mengangkat
beban".
2. (Tes Tertulis/Proyek) Anda menemui seseorang yang mengalami osteoporosis.
Jelaskan secara singkat penyebab umum osteoporosis dan dua langkah pencegahan
atau penanganan yang dapat disarankan.
3. (Proyek/Presentasi) Desainlah sebuah infografis atau poster edukasi tentang "Tips
Menjaga Kesehatan Sistem Gerak untuk Remaja". Sertakan minimal 3 tips dan
penjelasannya.
4. (Jurnal Reflektif) Apa nilai paling penting yang Anda peroleh dari mempelajari Bab
Mobilitas pada Manusia, dan bagaimana Anda akan menerapkannya dalam kehidupan
sehari-hari Anda?
5. (Tes Tertulis/Esai) Apabila ada kelainan seperti kram otot yang sering terjadi pada
seseorang yang kurang berolahraga, jelaskan mekanisme penyebabnya secara
biologis.