0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan13 halaman

Operasi Logika dalam Aljabar Boolean

Diunggah oleh

Dhiren Awdiassoleh
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan13 halaman

Operasi Logika dalam Aljabar Boolean

Diunggah oleh

Dhiren Awdiassoleh
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

DASAR TEKNIK DIGITAL

3.1 Aljabar boolean

Rangkaian digital memliki dua tingkatan diskrit. Salah satu contoh termudahnya adalah saklar dengan dua
macam kemungkinan yaitu buka dan tutup. Aljabar Boolean adalah rumusan matematika untuk
menjelaskan hubungan logika antara fungsi pensaklaran digital. Aljabar boolean meiliki dasar dua macam
nilai logika. Hanya bilangan biner yang terdiri dari angka 0 dan 1 maupun pernyataan rendah dan tinggi.

3.2 Operasi logika dasar AND, OR dan NOT

Suatu fungsi logika atau operasi logika yang dimaksud dalam aljabar Boolean adalah suatu kombinasi
variable biner seperti misalnya pada masukan dan keluaran dari suatu rangkaian digital yang dapat
ditunjukkan bahwa di dalam aljabar Boolean semua hubungan logika antara variable-variable biner dapat
dijelaskan oleh tiga operasi logika dasar yaitu :
- Operasi NOT (negation)
- Operasi AND (conjuction)
- Operasi OR (disconjuction)

Operasi operasi tersebut dijelaskan dalam tiga bentuk yaitu :


1. Tabel fungsi (table kebenaran) yang menunjukkan keadaan semua variabel masukan dan keluaran untuk
setiap kemungkinan.
2. Simbol rangkaian untuk menjelaskan rangkaian digital.
3. Persamaan fungsi.

3.2.1 Operasi logika NOT

Fungsi NOT adalah membalik sebuah variable biner, misalnya jika masukannya adalah 0 maka keluarannya
adalah 1. Gambar 3.1. memperlihatkan 3 macam bentuk penggambaran fungsi operasi NOT.

Tabel kebenaran Simbol Rangkaian Persamaan fungsi

Gambar 3.1 Operasi NOT

3.2.2 Operasi logika AND

Operasi AND menghubungkan paling sedikit dua masukan variable dan dapat lebih variabel masukannnya
mulai x0, x1 sampai xn dan satu variabel keluaran y. Variabel keluaran akan berlogika 1 hanya jika semua
masukannya x0, x1 sampai xn dalam keadaan 1.
Gambar 3.2. Menggambarkan 3 macam penggambaran fungsi operasi logika AND.

Gambar 3.2 Operasi AND

3.2.3 Operasi logika OR

Operasi OR juga menghubungkan paling sedikit dua masukan variable dan dapat lebih variabel
masukannnya mulai x 0, x1 sampai xn dan satu variabel keluaran y.
Variabel keluaran akan berlogika 0 hanya jika semua masukannya x0, x1 sampai xn dalam keadaan 0.
Gambar 3.3. Menggambarkan 3 macam penggambaran fungsi operasi logika OR.

Gambar 3.3 Operasi OR

3.3 Operasi logika kombinasi NAND, NOR dan EXclusive OR

3.3.1. Operasi logika NAND


Operasi NAND merupakan kombinasi dua buah operasi logika dasar AND dan NOT. Masukan paling sedikit
dua variable, dan dapat lebih variabel masukannnya mulai x0, x1 sampai xn dan satu variabel keluaran y.
Variabel keluaran akan berlogika 0 hanya jika semua masukannya x0, x1 sampai xn dalam keadaan 1.
Gambar 3.4. Menggambarkan 3 macam penggambaran fungsi operasi logika NAND.

Gambar 3.4 Operasi NAND

3.3.2. Operasi logika NOR

Operasi NOR merupakan kombinasi dua buah operasi logika dasar OR dan NOT. Masukan paling sedikit dua
variable, dan dapat lebih variabel masukannnya mulai x0, x1 sampai xn dan satu variabel keluaran y.
Variabel keluaran akan berlogika 1 hanya jika semua masukannya x0, x1 sampai xn dalam keadaan 0.
Gambar 3.5. Menggambarkan 3 macam penggambaran fungsi operasi logika NOR.
Gambar 3.5. Operasi NOR

3.3.3. Operasi logika EXclusive OR


Operasi Exclusive OR biasanya disebut dengan EXOR menghubungkan dua masukan variable x 0 dan x1 serta
memiliki satu variabel keluaran y.

Gambar 3.6. Menggambarkan 3 macam penggambaran fungsi operasi logika Excclusive OR, x0 dan x1

Gambar 3.6. Operasi EXOR

Tabel kebenaran memprlihatkan bahwa ketika x 0 dan x1 = 0 atau ketika x0 dan x1 = 1, keluaran y akan
berlogika 0. Variabel keluaran akan berlogika 1 hanya jika kondisi logika kedua masukannya x0 dan x1
berbeda.
Pada prakteknya, sebuah operasi EXOR dapat dibangun dari operasi logika AND, OR dan NOT seperti yang
diperlihatkan pada gambar 3.7.

Gambar 3.7. Operasi EXOR yang dibangun dari operasi logika dasar.

Pada Gambar 3.8. suatu operasi EXOR dapat dihubungkan bertingkat (kaskade) sehingga secara
keseluruhan operasi EXOR tersebut menjadi memiliki tiga variable masukan x0 , x1 dan x 2 serta sebuah
variable keluaran y.
Perilaku EXOR dengan tiga masukan tersebut ditunjukkan oleh table kebenaran di bawah ini.

Gambar 3.8. EXOR dengan tiga masukan


3.4. Multiplekser

Multiplekser adalah suatu rangkaian logika yang memiliki banyak masukan dan satu keluaran.
Fungsinya adalah seperti saklar pilih yang dapat dikontrol. Keluaran bergantung dari sinyal kontrol Si, dan
hanya satu dari masukan Xi yang tersambung ke keluaran. Dimana sinyal masukan yang terdiri dari lebih
dari satu jalur diproses sehingga didapatkan satu keluaran.
Jika multiplexer memiliki 4 masukan x0, x1, x2 dan x3 maka sinyal kontrol yang diperlukan sebanyak dua
masukan s0 dan s1 sehingga secara keseluruhan semua masukan multiplexer berjumlah 6 masukan.

Gambar 3.9. Multiplexer dengan empat masukan

3.5. Dekoder
Dekoder adalah suatu rangkaian logika yang memiliki sedikit masukan dan banyak keluaran.

Tabel kebenaran
Gambar 3.10. Dekoder tiga masukan delapan keluaran

Dekoder pada Gambar 3.10. memiliki tiga masukan x0, x1 dan x2 dan delapan keluaran ( y0 – y7 ).
Bergantung dari kombinasi masukan. Keluaran akan berganti ke 0 maupun 1.
Kombinasi masukan dan keluaran yang dikeluarkan bergantung dari jenis atau tipe dekoder yang
digunakan.
Dari tabel Gbr 3.10.a, kita ambil contoh pada keluaran y6 menjadi 1 ketika input x0 = 0, x1= 1, dan x2 = 1.
Pada prakteknya, dekoder yang paling banyak dipergunakan adalah yang keluarannya dibalik.
Rumus umum dekoder adalah memiliki n masukan dan 2 pangkat n keluaran.

3.6. Flip-flop
3.6.1. RS Flip-flop
Flip-flop adalah suatu rangkaian bistabil dengan triger yang dapat menghasilkan kondisi logika 0 dan 1
pada keluarannya. Keadaan dapat dipengaruhi oleh satu atau kedua masukannya. Tidak seperti fungsi
gerbang logika dasar dan kombinasi, keluaran suatu flip-flop sering tergantung pada keadaan sebelumnya.
Kondisi tersebut dapat pula menyebabkan keluaran tidak berubah atau dengan kata lain terjadi kondisi
memory. Oleh sebab itu flip-flop dipergunakan sebagai elemen memory.

Rangkaian flip-flop yang paling sederhana adalah RS Flip-flop yang memiliki dua masukan yaitu R = Reset
dan S = Set serta dua keluaran Q dan Ǭ.

Gambar 3.11. RS Flip-flop

Sesuai dengan namanya, keluaran flip flop Q = 1 dan Ǭ = 0 pada saat S = 1 dan R = 0,dan reset ketika S = 0
dan R = 1 akan menghasilkan keluaran Q = 0 dan Ǭ = 1. Kondisi tersebut adalah kondisi stabil dari RS flip-
flop.
Ketika kedua masukan R dan S berlogika 0, keluaran flip-flop tidak berubah tetap seperti pada kondisi
sebelumnya. Tetapi ketika kedua masukan R dan S berlogika 1 maka keluaran flip-flop tidak dapat
diramalkan karena kondisinya tidak tentu tergantung pada toleransi komponen dan tunda waktu temporal
dan lain sebagainya dan kondisi tersebut dapat diabaikan.
Pada prakteknya sebuah RS Flip-flop dapat dibangun dari rangkaian dua buah gerbang AND yang saling
dihubungkan silang seperti ditunjukan pada Gambar 3.12.

Gambar 3.12. Rangkaian RS Flip-flop dengan gerbang NAND

Berbeda dengan flip flop dengan Gambar 3.11, keluaran dari flip-flop adalah kebalikan dari flip-flop
tersebut. Hal ini dapat dilihat dari adanya garis di atas variabel inputnya. Lebih lanjut tipe yang sangat
penting dari flip-flop adalah master slave flip-flop atau disebut juga dua memory yang pada dasarnya
dibangun dari dua flip-flop yang terhubung secara seri. Jalur kontrol dapat diatur dari sebuah clock melalui
penambahan sebuah gerbang NAND. Gambar rangkaian dasarnya ditunjukkan dalam Gambar 3.13.

Gambar 3.13. Master-Slave Flip-flop menggunakan NAND


Pertama kita lihat pada master flip-flop. Jika masukan clock adalah 0 kedua keluaran dari kontrol clock I
adalah 1. Ini artinya bahwa suatu perubahan keadaan pada masukan S dan R tidak berpengaruh pada
master flip-flop. Flip flop tersebut mempertahankan keadaan. Di sisi lain jika masukan clock adalah 1 maka
keadaan dari S dan R menentukan keadaan master flip-flop.
Slave flip flop memperlihatkan perilaku yang sama. Kadang kontrol clock adalah dibalik oleh sebuah
inverter. Ini artinya bahwa clock 1 dari master flip flop menjadi 0 pada slve flip flop.
Operasi flip-flop ini dijelaskan lebih mudah dari sekuensial temporal dari pulsa clock seperti ditunjukan oleh
Gambar 3.14.

V clock
Gambar 3.14. Sekuensial temporal untuk master slave flip flop

t1 : Ketika pulsa clock muncul dari 0 ke 1 terjadi toleransi daerah 0 ke arah 1 keluaran clock terbalik ke 0.
Misalnya keluaran slave flip flop akan off dan mempertahankan kondisi.
t2 : Ketika pulsa clock muncul dari 0 ke 1 mencapai batas terendah dari toleransi daerah 1 masukan dari
master flip flop adalah dapat diatur, misalnya master flip flop dipengaruhi oleh masukan R dan S.
t3 : Ketika pulsa clock turun dari 1 ke 0 terjadi toleransi daerah 1 ke arah 0 masukan master flip flop
kembali ditahan. Mmisalnya master flip flop menghasilkan keadaan baru.
t4 : Ketika pulsa clock turun dari 1 ke 0 mencapai batas tertinggi dari toleransi daerah 0 masukan dari
master flip flop adalah dapat diatur, misalnya master flip flop dipengaruhi oleh masukan R dan S.
Hasilnya bahwa pengaruh masukan R dan S terjadi pada interval t1 sampai t 2 data dikirim ke flip flop dan
pada saat t 4 baru data dikirim ke keluaran. Selama masukan clock 0 data tersimpan di dalam flip flop.

3.6.2. JK Flip-flop
Pengembangan master slave flip flop pada prakteknya yang terpenting adalah Master slave JK flip flop yang
dibangun dengan menyambungkan keluaran ke masukan gerbang seperti diperlihatkan Gambar 3.15.

Gambar 3.15. Rangkaian JK Flip flop menggunakan NAND


Gambar 3.16. Tabel kebenaran dan symbol JK Flip flop

Keadaan masukan J = 1 dan K = 0 menghasilkan keluaran Q = 1 dan Q = 0 setalh pulsa clock. Untuk J = K = 1
keluaran akan selalu berubah setiap kali pulsa clock diberikan.

Gambar 3.17. Diagram pulsa JK flip flop ketika masukan J = K = 1

3.6.3. D Flip-flop

Suatu flip-flop yang mirip JK Master slave flip-flop untuk J = K = 1 adalah dikenal dengan nama D flip-flop.
Versi yang paling banyak dipergunakan dalam praktek diperlihatkan pada Gambar 3.18.

Gambar 3.18. Rangkaian D Flip flop menggunakan NAND

Gambar 3.19. Tabel kebenaran dan symbol D Flip flop

Kelebihan D flip-flop dibandingkan dengan JK flip-flop bahwa data masukan dikirim ke keluaran selama
pulsa clock berubah dari o ke 1. Jika clock = 1 dan data masukan di D berubah, perubahan tersebut tidak
lama berpengaruh terhadap keadaan keluaran. Suatu perubahan di D selama clock = 1 mengakibatkan
pengaruh ke keluaran hanya pada perubahan 0 ke 1 berikutnya. Karena perlambatan internal
memungkinkan dengan flip flop ini mengenal sebuah umpan balik misalnya dari Q ke D tanpa
menghasilkan oscilasi. Karena kelebihan tersebut sering D flip flop ini disebut sebagai Delay flip-flop.
3.7. Memory
Elemen memory sangat menentukan dalam sistem mikrokomputer.
Memory ini diperlukan untuk menyimpan program yang ada pada komputer dan data. Berbagai macam
tipe memory dibedakan menurut ukuran , mode operasi, teknologi dan lain sebagainya dapat diperoleh
dipasaran. Memori dalam sistem mikrokomputer dapat juga dikatakan sebagai elemen penyimpanan
matriks dua dimensi yang dibentuk dari flip – flop. Gambar 3.20. memperlihatkan suatu rangkaian dasar
memory 8 X 4 bit. Setaiap titik simpul mewakili satu lokasi memory, satu bit (bit adalah singkatan dari
binary digit atau angka dengan dua nilai 0 atau 1).

Data masukan
Gambar 3.20. Struktur dasar suatu memory

Jika data akan dituliskan ataupun dibaca dari suatu kombinasi antara 000 dan 111 yang juga disebut sebagai
alamat yang yang dilalui oleh jalur alamat. Dekoder alamat digunakan untuk memilih satu diantara 8 jalur di
dalam matriks dan isi dari jalur tersebut sehingga data words 4 bits dapat ditulis ataupun dibaca melalui
data masukan ataupun data keluaran.

Penambahan jalur kontrol yang tidak ditunjukkan dalam Gambar 3.20. sangat diperlukan untuk mengontrol
baca, tulis dan lain sebagainya.
Komponen memory konvensional di pasaran pada umumnya memiliki data work dengan ukuran 1, 2, 4 atau
8 bits yang mampu menyimpan data 1, 2, 4 atau 8 bit.
Jumlah jalur pada matrik biasanya 2 pangkat n, yang mana n adalah jalur alamat dari 2n yang dapat dipilih.
Suatu komponen memory seharusnya memiliki spesifikasi sebagai berikut :

Kapasitas 1 kilobit = 1 kb = 1024 bits = 1024 elemen memory


Organisasi 256 x 4, contoh 256 = 28 jalur dari setiap 4 bits

Secara garis besar, memory dibagi menjadi 2 macam tipe :


1. Memory baca/tulis
Memory ini memilki fungsi untuk menulis data yang nantinya akan di baca kembali. Jenis memori seperti ini
disebut juga dengan RAM (Random Access Memory ).

2. Memory hanya baca ( Read Only Memory )


Atau yang disingkat ROM. Data dapat diisikan ke dalam memory ketika proses pembuatan dan kemudian
data dapat dibaca oleh pengguna.
Memory dapat dibedakan berdasarkan teknologinya seperti misalnya bipolar, MOS (Metal Oxide
Semiconductor) atau seperti halnya RAM, perlu tidaknya merefresh simpanan data secara periodic baik
dengan operasi dinamik maupun statis.
Pada jenis memory dinamik, elemen penyimpan pada prinsipnya adalah sesuatu kapasitor yang diisi dan
direfresh secara periodic .
Pada jenis memory statis, elemen penyimpan data pada prinsipnya adalah suatu flip-flop yang tidak
memerlukan refreshing.
Ada dua jenis ROM, yaitu :
- PROM ( Programmable Read Only Memory ) yang hanya dapat diprogram satu kali oleh pengguna.
- RePROM ( Re Programmable Read Only Memory ) Jenis RePROM ini dapat diprogram dan bila tidak
diperlukan akan dapat dihapus diprogram lagi oleh para pengguna.

3.8. Register geser

Pada dasarnya merupakan koneksi seri dari Flip flop yang menggunakan clock untuk memindah data yang
ada pada Flip flop sebelumnya dan dipindah ke data yang ada pada Flip flop selanjutnya.

Gambar 3.21. Diagram blok register geser

Mode Operasinya adalah sebagai berikut :

Dengan mengasumsikan sebelumnya bahwa Clock pertama, semua keluaran dari Q1 sampai dengan Q4
adalah 0 dan masukan input adalah 1. Setelah itu Data ini akan ditampilkan pada output Q1 pada Clock
pertama ( t n+1). Sebelum ke Clock ke 2, Input kembali menjadi 0. Dan pada saat clock kedua ( tn +2 )
keluaran Q1 menjadi 0 dan Q2 menjadi 1.
Setelah Clock t n+3 Q1 = 0, Q2 = 0 dan Q3 menjadi 1. Setelah clock ke (tn+4) , Q4 menjadi kondisi 1.
Kemungkinan diatas dapat diilustrasikan pada tabel kebenaran berikut :

Tabel kebenaran register geser

Pada tabel di atas dijelaskan ketika memasuki clock ke 5 semua keluaran kembali menjadi NOL.
Berikut ini adalah register geser dengan menggunakan JK Flip-flop :

Gambar 3.22. Register geser 4 bit menggunakan JK Flip-flop

Selama Shift regsiter tersebut hanya memasang 4 buah Flip-flop, maka informasi yang akan didapat hanya
sebanyak 4 buah, oleh karena itulah dinamakan sebagai 4-bit Shift register atau register geser 4 bit.
Dengan Shift Register ini ada 2 kemungkinan dasar untuk membaca kembali informasi yang ada, yaitu :

1. Setelah clock ke 4 informasi telah masuk secara simultan yang ditampilkan pada keluaran Q1 sampai
dengan Q4. Informasi ini dibaca secara serial ( satu setelah yang lainnya ) dan dapat juga dibaca secara
parallel.

2. Jika hanya Q4 saja yang digunakan sebagai output keluran, data yang telah dimasukkan secara serial juga
bisa dibaca secara serial.

Shift register ini dapat digunakan sebagai penyimpanan sementara dan atau delay dari deretan informasi.
Hal yang perlu diperhatikan setelah ini adalah aplikasi dari konversi serial / parallel maupun parallel / serial.
Dalam Operasi Parallel / serial data a sampai d dimasukkan bersamaan ke register dengan clock yang telah
ditentukan. Keluaran serial akan muncul satu persatu pada indikator keluaran. Bagaimnapun juga jika data
dimasukkan secara serial pada input dan sinkron dengan clocknya, maka setelah melengkapi barisan input,
keluaran akan dapat dilihat secara parallel pada keluaran Q1 sampai dengan Q4 ( Operasi Serial / Parallel ).

Register geser diterapkan dengan fungsi yang berbeda-beda pada sistem komputer. Dimana macam-
macam tipe yang digunakan adalah sebagai berikut :
· Pergeseran data
· Masukan data serial dengan serial data keluaran
· Masukan data serial dengan keluaran data parallel
· Masukan data parallel dengan keluaran data seri
· Masukan data parallel dengan keluaran data parallel

Mode Operasi Parallel In / Parallel out dapat digunakan sebgai latihan untuk menngunakan register geser
dengan mentransfer data pada masukan parallel ke data keluaran menggunakan pulsa yang telah
ditentukan. Kemudian data ini akan tersimpan sementara sampai ada data yang dimasukkan.
Kemudian Data pada register ini akan dihapus melalui input reset ( operasi memori penyangga ).
Keluaran Paralel
Masukan paralel
Gambar 3.23. Register geser untuk parallel/serial atau serial/parallel

Akhirnya, register geser yang digunakan pada sistem mikroprosesor sebagai memori penyangga.

Keluaran Paralel

Masukan Paralel
Gambar 3.24. Register dengan multiplekser pada masukan D flip-flop

Prinsip dari operasi rangkaian ini ialah, dengan memakai input kontrol S0, S1, ke 4 multiplekser akan dapat
dinyalakan salah satu dari ke 4 masukannya. Kemudian data yang telah dipilih pada input akan muncul pada
keluaran. Contohnya , jika masukan paralel E 3 sampai E 0 dipilih maka data masukan akan dihadirkan
secara parallel pada masukan D dari flip-flop. Dengan tepi clock positif selanjutnya, data dimasukkan ke flip-
flop dan akan ditampilkan pada keluaran Q3 sampai dengan Q0. Data ini akan tersimpan hingga adanya
pulsa clock yang membawa data baru pada E3 s/d E0 ke dalam register.

Dengan kombinasi kontrol S 0, S1 yang lain. Input sebelah kanan pada multiplekser dapat dihubungkan ke
Output. Data yang akan dimasukkan pada sebelah kiri rangkaian dapat dimasukkan secara serial ke dalam
register. Prosesnya adalah sebagai berikut :

Jika kombinasi serial 1010 ada pada masukan sebelah kiri, maka pada saat clock pertama nilai 1 akan
muncul pada keluran Q0 dan pada masukan yang telah dipilih pada multiplekser selanjutnya. Pada saat
clock kedua, keluaran akan menjadi Q0 = 0 dan Q1 =1, sedangkan pada clock ketiga Q0 = 1, Q1 = 0, dan
pada Clock ke 4 Q0 = 0, Q1 = 1 , Q2 = 0 dan Q3 = 1.
Kombinasi masukan serial ini telah dibacakan ke register yang ada di sebelah kiri. Data serial yang ada pada
masukan sebelah kanan akan di bawa secara analog. Masukan x3 sampai x0 tidak dimasukkan pada
contoh ini. Sering untuk menghapus semua flip flop secara bersama sama adalah dengan cara mengeset
semua masukan x 3 sampai x 0 ke logika 0. Jika masukan x semuanya dipilih melalui S0, S1 setelah pulsa
clock berikutnya akan mengeset semua keluarn x3 sampai x0 ke logika 0.

3.9. Counter

Counter adalah rangkaian digital yang didalamnya terdapat hubungan yang telah ditetapkan batasnya
terhadap jumlah pulsa dan keadaan keluarannya. Komponen utama sebuah counter adalah flip-flop.
Mode operasi counter akan dijelaskan dengan bantuan pulsa diagram seperti tampak pada Gambar 3.26.
Sebelum clock pertama, keluaran Q1 sampai dengan Q4 adalah 0. Angka 0 disetarakan dengan kombinasi
biner 0000. Setelah clock pertama bentuk bitnya menjadi 0001 yang diinterprestasikan sebagai angka 1.

Gambar 3.25. Rangkaian counter 4 bit

Gambar 3.26. Diagram pulsa counter 4 bit

Setelah clock kedua, 0010 akan muncul yang sesuai dengan angka 2, dan seterusnya. Seluruhnya terdapat
16 macam kombinasi yang sesuai dengan angka 0 sampai dengan 15. Setelah clock ke 16 seluruh keluaran
akan kembali ke kondisi awal yaitu 0000. Untuk clock selanjutnya, proses diatas akan diulangi kembali.
Secara umum dapat disimpulkan bahwa n-bit counter dapat diasumsikan sebagai 2n kombinasi keluaran
yang berbeda-beda. Sejak angka 0 harus dialokasikan ke salah satu kombinasi ini, counter akan mampu
menghitung hingga 2 n–1 sebelum hitungan diulang kembali. Bila suatu counter terdiri atas 8 flip flop yang
disusun seri, maka akan ada 28 = 256 kombinasi biner yang berbeda yang berarti angka antara 0 sampai
dengan 255.
Dengan mengubah sambungan memungkinkan untuk mereduksi kapasitas hitungan misalnya sebuah
counter 4 bit yang memiliki 16 variasi keluaran dapat dibuat menjadi hanya 10 variasi keluaran. Counter
akan menghitung o sampai 9 secara berulang ulang dan counter jenis ini disebut counter BCD.
Sering pula counter tidak hanya untuk menghitung naik dari 0000 ke 0001 dan seterusnya melainkan dapat
pula dipergunakan sebagai penghitung turun dengan nilai awal adalah 1111 kemudian 1110 dan
seterusnya sampai 0000 kemudian kembali ke 1111, counter yang seperti ini disebut counter down. Suatu
counter akan berfungsi sebagai counter up atau counter down dapat dipilih dengan sebuah kontrol untuk
menentukan arah hitungan.

Beberapa counter dapat dibuat dari berbagai macam variasi. Kriteria penting suatu counter antara lain
adalah :

- Arah hitungan ( naik atau turun)


- Kontrol clock (serentak atau tak serentak)
- Kapasitas hitungan
- Kode hitunan
- Kecepatan menghitung
- Kemampuan counter untuk diprogram, yang artinya hitungan mulai berapa dapat diatur.

Anda mungkin juga menyukai