0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
35 tayangan6 halaman

Desain Kemasan Produk Chickeyto

Chickeyto adalah produk makanan yang menggabungkan ayam dan nasi, dirancang untuk konsumen yang terburu-buru. Proses desain kemasan mengalami beberapa tahap, dari desain awal yang terlalu mewah hingga desain akhir yang lebih minimalis dan efisien, terinspirasi oleh produk lain. Warna merah mendominasi desain untuk menarik perhatian dan merangsang nafsu makan, dengan latar belakang putih sebagai penyeimbang.

Diunggah oleh

Ryuukaito
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
35 tayangan6 halaman

Desain Kemasan Produk Chickeyto

Chickeyto adalah produk makanan yang menggabungkan ayam dan nasi, dirancang untuk konsumen yang terburu-buru. Proses desain kemasan mengalami beberapa tahap, dari desain awal yang terlalu mewah hingga desain akhir yang lebih minimalis dan efisien, terinspirasi oleh produk lain. Warna merah mendominasi desain untuk menarik perhatian dan merangsang nafsu makan, dengan latar belakang putih sebagai penyeimbang.

Diunggah oleh

Ryuukaito
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

DESIGN

PACKAGING
BY AHMAD EKOTITO TILASDHONI HUZALI
DESKRIPSI PRODUK
• Chickeyto adalah sebuah
produk makanan yang
berisikan ayam dan nasi
(paket lengkap orang
Indonesia). Nama Chickeyto
sendiri diambil dari kata slank
ayam dalam Bahasa Inggris
yaitu Chicken menjadi
Chickey. Sedangkan “to” saya
ambil dari akhiran nama saya
sendiri. Produk ini
diperuntukkan biasanya bagi
mereka yang sedang terburu
buru namun belum sempat
makan.
DESAIN AWAL
PACKAGING

Diatas merupakan desain awal dari produk chickeyto. Desain berbentuk kotak dan
menyerupai kebanyakan produk makanan ayam geprek. Namun karena awalnya saya
ingin membuat suatu produk yang dapat disantap saat sedang terburu-buru atau
sedang dalam keadaan terdesak, saya rasa desain kotak seperti kurang cocok
dikarenakan ukurannya yang besar. Selain itu chickeyto merupakan produk yang
dijual di gerai gerai kecil seperti konteiner, namun desain yang saya buat terlalu
mewah (surealis) dan saya rasa lebih cocok untuk nama restoran ayam geprek.

Dikanan adalah desain pembaruan dari


berbagai kekurangan desain yang ada
pada prototype awal. Saya menjadikan
tempat packaging sup restoran ternama
yaitu KFC sebagai desain chickeyto yang
baru. Selain dari ukurannya yang kecil
dan dapat dibawa kemana mana, build
quality nya juga bagus untuk menyimpan
hawa panas dari makanan yang ada
didalam, jadi tidak perlu takut cepat
dingin. Dari desainnya juga saya ubah
menjadi sedikit out of the box. Mirip-
mirip pop art hanya logo chickeyto saya
buat menyerupai grafiti.
DESAIN PACKAGING
TAHAP MENENGAH

Ini adalah desain ketiga dari produk chickeyto. Desain ini saya buat karena menurut saya desain
berbentuk silinder sebelumnya itu terlalu sulit untuk diproduksi, pengeluaran yang dibutuhkan juga
tampaknya lebih besar karena bahan dasarnya meliputi campuran sterofoam, plastic, dan kertas.

Darisitu saya mencoba mengembangkan bentuk kemasan baru yang tentunya masih memiliki
ukuran yang kecil namun biaya pengeluaran murah seperti desain kotak pada kemasan diatas.
Adapun untuk desain nya saya terinpirasi dari produk chicken holic.

Dari segi desain saya menggunakan desain minimalis serta dengan campuran font doodle. Alasan
saya mengubah warna serta desain hanya untuk mencoba melihat produk saya dari sudut pandang
lain.
DESAIN AKHIR
(FIX)

Ini adalah desain akhir yang sudah fix setelah berbagai pertimbangan dari desain sebelumnya. Dari
desain kotaknya saya mengikuti dari desain ketiga yang telah saya buat. Karena menurut saya dari
banyak aspek desain ketiga memiliki kelebihan serta kekurangan yang saya rasa lebih efisien daripada
desain lainnya.

Dari segi logo, saya kembali lagi ke desain kemasan kedua menggunakan campuran pop art dan
graffiti. Bedanya disini logonya sudah saya rapikan karena yang sebelumnya masih hanya
menggunakan tulisan yang saya gambar sendiri tanpa adanya simetrisasi dari bentukan font.

Untuk desain diluar logo saya menyempilkan gambar foto dari produk seperti yang ada di desain
pertama selebihnya saya menghapus desain pop art yang ada pada desain kedua dan hanya
menambah garis garis lurus minimalis dengan background putih
PSIKOLOGI WARNA

• Dari keseluruhan desain yang saya buat banyak di dominasi


dengan warna merah. Adanya percampuran warna mera,
oranye dan kuning disini dengan menyimbolkan nafsu makan
serta energik dan penuh emosi. Warna merah juga efektif
digunakan sbagai penarik perhatian.
• Sedangkan untuk beberapa desain menjadikan warna putih
sebagai background. Bisa dibilang warna putih ini sifatnya
support dan harus ada warna lain disampingnya. Dalam hal
ini saya menjadikan warna putih sebagai support warna
merah agar hal yang ingin dibuat mencolok dengan warna
merah dapat lebih terealisasikan dengan warna putih.
• Untuk desain kemasan prototype yang pertama saya
mencantumkan sedikit garadasi warna hitam untuk
menambah kesan mewah yang ternyata kurang cocok
dengan produk yang saya tawarkan.

Anda mungkin juga menyukai