0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan14 halaman

Manajemen Risiko Radiologi RS Bhayangkara

Dokumen ini menjelaskan Program Manajemen Risiko Radiologi di Rumah Sakit Bhayangkara Balikpapan, yang bertujuan untuk meningkatkan keselamatan pasien dan tenaga kesehatan melalui pengelolaan risiko yang proaktif. Program ini mencakup identifikasi risiko, penanggulangan bencana, proteksi kebakaran, serta pemeliharaan alat dan sistem penunjang di unit radiologi. Pelaksanaan kegiatan dan evaluasi dilakukan secara rutin untuk memastikan efektivitas program.

Diunggah oleh

Ahmad
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan14 halaman

Manajemen Risiko Radiologi RS Bhayangkara

Dokumen ini menjelaskan Program Manajemen Risiko Radiologi di Rumah Sakit Bhayangkara Balikpapan, yang bertujuan untuk meningkatkan keselamatan pasien dan tenaga kesehatan melalui pengelolaan risiko yang proaktif. Program ini mencakup identifikasi risiko, penanggulangan bencana, proteksi kebakaran, serta pemeliharaan alat dan sistem penunjang di unit radiologi. Pelaksanaan kegiatan dan evaluasi dilakukan secara rutin untuk memastikan efektivitas program.

Diunggah oleh

Ahmad
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

KEPOLISIAN DAERAH KALIMANTAN TIMUR

BIDANG KEDOKTERAN DAN KESEHATAN


RUMAH SAKIT BHAYANGKARA BALIKPAPAN

PROGRAM MANAJEMEN RESIKO RADIOLOGI


RS BHAYANGKARA BALIKPAPAN

Balikpapan, Juli 2022


2
KEPOLISIAN DAERAH KALIMANTAN TIMUR LAMPIRAN KEPUTUSAN KARUMKIT BHY BPN
BIDANG KEDOKTERAN DAN KESEHATAN NOMOR : KEP / 643 / V / 2022
RUMAH SAKIT BHAYANGKARA BALIKPAPAN TANGGAL : 19 MEI 2022

PROGRAM MANAJEMEN RESIKO RADIOLOGI


RUMAH SAKIT BHAYANGKARA BALIKPAPAN

I. PENDAHULUAN

Pelayanan kesehatan merupakan sector yang sangat cepat


berkembangnya. Di US terdapat 18 juta pekerja terlibat didalamnya, dan
wanita merupakan 80% darinya. Bahaya (Hazard) dan insiden yang
terlibat dalam aktifitas ini sangat bragam, seperti needlestick injuries,
back injuries, latex allergy, violonce dan stress. Walaupun hal ini sangat
mungkin dicegah, namun kejadian injury maupun infeksi tetap saja
terjadi. Upaya pelayanan kesehatan seperti pemeriksaan kesehatan
selama bekerja belum banyak dilakukan.
Menurut WHO, dari 35 juta petugas kesehatan, ternyata 3 juta
diantaranya terpajan oleh bloodborne pathogen dengan 2 juta
diantaranya tertular hepatitis B, dan 170.000 tertular virus HIV/AIDS.
Menurut NIOSH, untuk kasus-kasus yang non-fatal baik injury maupun
penyakit akibat kerja, sarana kesehatan sekarang semakin meningkat,
berbanding terbalik dengan sector konstruksi dan agricultural yang dulu
paling tinggi, sekarang sudah sangat menurun.
Selain itu infeksi nosokomial masih menjadi isu cukup signifikan
dikalangan pelayanan kesehatan, sehingga pengembangan program
patiet safety sangat relevan untuk dilakukan. Karena itu pengembangan
program keselamatan dan kesehatan kerja disarana kesehatan seperti
rumah sakit dan sarana kesehatan lainya harus dilaksanakan dengan
sungguh-sungguh dalam upaya melindungi diri baik tenaga kesehatan
sendiri maupun pasien. Kesehatan dan keselamatan kerja (K3) adalah
suatu program yang dibuat sebagai upaya mencegah timbulnya

1
kecelakaan dan penyakit akibat kerja serta tindakan antisipatif apabila
terjadi kecelakaan dan penyakit akibat kerja.
Upaya penanganan factor potensi berbahaya yang ada di rumah
sakit serta metode pengembangan program kesehatan dan keselamatan
kerja perlu dilaksanakan, seperti misalnya;
1. Perlindungan baik terhadap infeksi maupun non-infeksi
2. Penanganan limbah medis
3. Penggunaan alat pelindung diri dan lain sebagainya.
Selain terhadap pekerja difasilitas medis/klinik maupun rumah
sakit kesehatan dan keselamatan kerja dirumah sakit juga “concern”
keselamatan dan hak-hak pasien, yang masuk kedalam program patient
safety. Dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2003 tentang
Kesehatan, pasal 23 dinyatakan bahwa upaya Kesehatan dan
Keselamatan Kerja (K3) harus diselenggarakan disemua tempat kerja,
khususnya temapt kerja yang : mempunyai resiko bahaya kesehatan ,
mudah terjangkit penyakit atau mempunyai karyawan paling sedikit 10
orang.
Jika memprhatikan isi dari pasal diatas maka jelaslah rumah sakit
termasuk kedlaam kriteria tempat kerja dengan berbagai ancaman
bahaya yang dapat menimbulkan dampak kesehatan, tidak hanya
terhadap pelaku yang bekerja langsung di Rumah Sakit, tapi juga
terhadap pasien maupun pengunjung Rumah Sakit. Sehingga sudah
seharusnya pihak pengelola rumah sakit menerapkan upaya-upaya
penanganan risiko-risiko di rumah sakit.

II. LATAR BELAKANG


Rumah Sakit Bhayangkara Balikpapan merupakan suatu
oganisasi yang memberikan layanan kesehatan pada pasien, dalam hal
ini adalah memberikan usaha jasa kesehatan yang akan berhadapan
dengan tantangan yang setara antara pertumbuhan pendapatan dan
pengelolaan resiko, sebab setiap keputusan usaha yang diambil
mengambil elemen resiko didalamnya.

2
Terdapat resiko yang saling meniadakan satu sama lain, ada juga
yang tidak saling terkait, namun ada yang saling menguatkan. Untuk
dapat mengelola resiko secara efektif, maka kita tidak hanya harus
mengenali risiko-risiko yang mendasar, tetapi juga keterkaitan antara
risiko-risiko tersebut. Pada dasarnya risiko (potensi risiko klinik- non
klinik) tidak dapat dihindari dari setiap aktifitas kegiatan perumah sakitan,
oleh karenanya diperlukan suatu manajemen risiko yang cukup
komprehensif untuk mengelolanya karena rumah sakit sebagai corporat
dan sebagai peneglola pasien, penuh dengan risiko.
Oleh karena itu Rumah sakit Bhayangkara Balikpapan
melaksanakan program manajemen risiko di tiap unit dilingkup rumah
sakit melaui tahapan : Identifikasi Daftar Risiko, Penyusunan Prioritas
Risiko, Malakukan Analisis, Pengelolaan Unit dan Evaluasi,
Pengumpulan Laporan Manajemen Risiko unit ke Komite PMKP dan
Rapat Koordinasi denagn komite PMKP, PPI dan K3 mangenai risiko di
Rumah Sakit Bhayangkara Balikpapan.

III. TUJUAN
A. Tujuan Umum
Meningkatkan keselamatan pasien Rumah Sakit Bhayangkara
Balikpapan melalui pendekatan proaktif dan pengendalian risiko-
risiko yang ada pada lingkungan kerja rumah sakit.
B. Tujuan Khusus
1. Unit Radiologi melakukan identifikasi keselamatan dan
keamanan radiasi untuk petugas radiologi.
2. Unit Radiologi melakukan penanggulangan bencana di
Radiologi.
3. Unit Radiologi melakukan menanggulangi proteksi kebakaran
di Radiologi.
4. Unit Radiologi melakukan penggunaan, pemeliharaan, dan
pemilihan peralatan medis Radiologi.
5. Unit Radiologi mengurangi risiko kegagalan operasional sistem
penunjang.
3
IV. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN
A. Keselamatan dan keamanan di unit radiologi.
B. Penanggulangan bencana di unit radiologi.
C. Proteksi kebakaran di unit radiologi.
D. Pemilihan, penggunaan, pemeliharaan alat di unit radiologi
E. Pemeliharaan sistem penunjang di unit radiologi.

V. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN


A. Keselamatan dan keamanan di unit radiologi.
Berikut ini adalah daftar risiko yang ada di radiologi dan cara
pencegahanya :

N Jenis Cara Pencegahan Pertolongan yang


o Kecelakaan Diberikan
1 Terpapar Menggunakan APD Segera meninggalkan
radiasi seperti apron timbal ruangan radiologi an
hambur mengkonsumsi makanan
atau minuman yang
berprotein tinggi
2 Syok listrik Menggunakan Matikan sumber listrik,
sandal atau sepatu cabut sambungan
saat sumber, jangan
menghubungkan memegang korban
listrik ke sumbernya kesetrum, tenangkan
korban, dan bawa ke
dokter

B. Identifikasi jenis symbol yang digunakan di unit Radiologi


Berikut adalah daftar jenis symbol yang ada di unir Radiologi beserta
fungsinya :

4
N NAMA SIMBOL FUNGSI
o
1 Bahaya Ketika radiasi sedang
Radiasi berlangsung, orang yang
tidak berkepentingan harus
menjauh dari ruang X-Ray
2 Ibu Hamil Seorang ibu hamil wajib
dilarang memberitahukan kepada
masuk petugas radiologi

3 Lampu Apabila lampu indicator


indicator menyala menandakan
sedang dilakukan foto
rontgen

1. Penanganan limbah radiologi


Radiologi dapat menjadi salah satu sumber penghasil limbah
padat. Karena itupengolahan limbah harus dilakukan dengan
semestinya agar tidak menimbulkan dampak negatif.
a. Bentuk limbah yang dapat dihasilkan radiologi berupa :
 Limbah padat :
Peralatan habis pakai seperti masker, handscoon, kapas
alcohol yang digunakan untuk membersihkan kaset.

5
b. Penanganan limbah radiologi
Prinsip pengelolaan limbah adalah pemisahan dan
pengurangan volume. Jenis limbah harus diidentifikasi dan
dipilah-pilah dan mengurangi keseluruhan volume limbah
secara continue.
Dalam memilah dan mengurangi volume limbah harus
mempertimbangkan hal-hal seperti kelancaran dan
penampungan limbah.
c. Penampungan limbah radiologi
Harus diperhatikan sarana penampungan limbah harus
memadai, diletakkan pada tempat yang pas, aman dan
hygienis.
d. Pemisahan limbah radiologi
Untuk memudahkan mengenai jenis limbah yang akan
dibuang adalah dengan cara menggunakan kantong berkode
warna.
Berikut kode warna yang digunakan untuk pemisahan limbah
radiologi:

Warna Jenis Limbah


Hitam Limbah rumah tangga biasa, tidak digunakan
menyimpan atau mengangkut limbah medis
Kuning Semua limbah medis yang akan dibakar

C. Penanggulangan Bencana di Unit Radiologi


Untuk mencegah timbulnya bahaya yang lebih luas wajib disediakan
informasi mengenai cara penanganan yang benar jika terjadi
kecelakaan di radiologi. Selain itu harus pula disediakan peralatan
untuk menangani keadaan tersebut seperti :
1. Pakai pelindung diri, apron dan TLD
2. Menyediakan untuk mengetahui ada tidaknya kebocoran radiasi.
Tindakan yang harus dilakukan jika terdapat bencana yaitu :

6
1. Beritahu petugas keamanan radiologi dan jauhkan pasien dari
ruangan radiologi
2. Jika terjadi syok listrik segera matikan tegangan listrik.

D. Proteksi Kebakaran di Unit Radiologi


Guna mencegah terjadinya kebakaran yang sangat hebat, radiologi
diwajibkan menyediakan alat pemadam kebakaran di Radiologi
(APAR), dan petugas radiologi diberi elatihan cara penggunaan
APAR yang benar agar dapat menanggulangi kejadian kebakaran di
Radiologi.

E. Pemilihan, Penggunaan dan Pemeliharaan Alat di Unit Radiologi


1. Pemilihan Alat di Unit Radiologi
Berikut beberapa factor yang menjadi pertimbangan dalam
pemilihan alat yaitu :
a. Kebutuhan
b. Fasilitas yang tersedia
c. Tenaga yang ada
d. Sistem alat
e. Pemasuk atau Vendor
f. Nilai Ekonomis
g. Terdaftar di Departemen Kesehatan
2. Penggunaan alat di Unit Radiologi
Setiap peralatan radiologi harus dilengkapi dengan petunjuk
penggunaan (Instruction manual) yang disediakan oleh pabrik
yang memproduksi alat tersebut. Petunjuk penggunaan tersebut
umumnya memuat cara operasional dan hal-hal lain yang harus
diperhatikan. Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan pada
pemakaian peralatan radiologi yaitu :
a. Persyaratan kecukupan peralatan
b. Persyaratan kemampuan alat
c. Penandaan peralatan
d. Persyaratan pengoperasional alat
7
e. Jaminan keamanan kerja alat
f. Penanganan terhadap alat yang rusak
g. Pemindahan alat

3. Pemeliharaan alat di unit Radiologi


Pada setiap peralatan di unit radiologi juga harus dilakukan
pemeliharaan sesuai dengan petunjuk penggunaan. Kegiatan
pemeliharaan alat alat harus dilakukan secara rutin untuk semua
jenis alat, sehingga diperoleh peningkatan kualitas produksi, dan
peningkatan keamanan kerja. Untuk itu setiap alat harus
mempunyai kartu pemeliharaan alat yang diletakkan disamping
alat tersebutdan mencatat setiap tindakan pemeliharaan yang
dilakukan dan kelaianan-kelainan yang ditemukan.
Berikut adalah table pemeliharaan alat di unit Radiologi :

No Jenis Peralatan Jenis kegiatan Frekuensi


1 Pesawat Xray Bersihkan pesawat Setiap pagi
dan peralatan
2 Kaset Bersihkan dengan Setiap pagi dan
gerakan memutar dari sore/pergantian
luar kedalam shift
3 Monitor DR/CR Bersihkan dengan Setiap pagi
mengelap/pakai kain
bersih
4 Ruang Xray Bersihkan dan catat Setiap pagi
suhu serta
kelembapan ruangan
5 Ruang CT Scan Bersihkan dan catat Setiap pagi
suhu serta
kelembapan ruangan

F. Pemeliharaan Sistem Penunjang Di Unit Radiologi

8
Pemeliharaan sistem penunjang seperti sistem arus listrik harus
berjalan dengan baik untuk mengurangi risiko kegagalan listrik harus
mempunyai aliran tersendiri dengan tegangan stabil, kapasitas harus
cukup. Kualitas arus tegangan dan frekuensi sesuia dengan
ketentuan yang berlaku. Keamanan dan pengamanan jaringan listrik
terjamin, harus tersedia grounding/arde. Harus tersedia cadangan
listrik (genset/UPS) untuk mengatasi listrik mati.

VI. SASARAN

No SASARAN TARGET
1 Keselamatan dan Keamanan Petugas radiologi mengetahui
di Unit Radiolgi resiko, dan pertolongan yang
diberikan apabila terjadi insiden
keselamatan dan keamanan kerja
2 Penanggulangan Bencana di Petugas radiologi mengetahui
Unit Radiologi cara penggunaan APD, serta
tindakan yang harus dilakukan
jika terjadi bencana atau
kecelakaan di unit radiologi
3 Proteksi kebakaran di unit Petugas radiologi mengerti tata
radiologi cara penggunaan Alat Pemadam
Api Ringan (APAR)
4 Pemilihan, penggunaan dan Petugas radiologi mengerti
pemeliharaan alat di unit tentang proses pemilihan,
radiologi penggunaan dan pemeliharaan
alat medis di unit radiologi
5 Pemeliharaan sistem Tersedianya sistem penunjang
penunjang di unit radiologi yang bejalan baik di unit radiologi

VII. JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN

9
Tahun 2022 Penang
No Kegiatan Bulan gung
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Jawab
1 Identifikasi
daftar
resiko unit
dan
koordinasi
dengan
komite
PMKP,
PPI,dan
K3 Rumah
Sakit
2 Pelatihan
penggunaa
n APD
Radiologi
3 Pelatihan
penggunaa
n APAR
4 Pelatihan
penggunaa
n dan
pemelihara
an alat
medis
Radiologi

VIII. EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN DAN PELAPORAN


Evaluasi program dilaksanakan pada setiap akhir tahun dan rapat
koordinasi tiap tribulan dengan komite PMKP rumah sakit.

10
IX. PENCATATAN PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN
Hasil program dicatat dan hasilnya dilaporkan kepada komite PMKP
rumah sakit Bhayangkara Balikpapan setiap akhir tahun

Mengetahui,
Karumkit Bhayangkara Balikpapan

dr. H. Yudi Prasetyo, Sp P, M Kes


AKBP NRP 73120879

Balikpapan, Juli 2022


Kepala Ruang Radiologi

Ahmad Tholibin, [Link]


PENDA NIP 199008112019021005

11
12

Anda mungkin juga menyukai