0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
23 tayangan7 halaman

Pembelajaran Barisan dan Deret Matematika

Diunggah oleh

karanthxa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
23 tayangan7 halaman

Pembelajaran Barisan dan Deret Matematika

Diunggah oleh

karanthxa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL AJAR DEEP LEARNING

MATA PELAJARAN : MATEMATIKA


BAB 2 : BARISAN DAN DERET

A. IDENTITAS MODUL
Nama Sekolah : SMK SWASTA GKPS 2 PEMATANGSIANTAR
Nama Penyusun : Rismawati Dahliana Damanik, [Link]
Mata Pelajaran : Matematika
Fase / Kelas /Semester : E / X / Ganjil
Topik : A. Barisan, B. Deret, C. Bunga
Alokasi Waktu : 12 JP @45 menit (3 Pertemuan x 4 JP)
Tahun Pelajaran : 2024 / 2025

B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK


Peserta didik pada umumnya telah memiliki pemahaman dasar tentang pola bilangan dan
operasi hitung dasar (penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian). Beberapa
peserta didik mungkin sudah pernah terpapar konsep barisan dan deret secara intuitif
dalam kehidupan sehari-hari, misalnya dalam melihat pola pertumbuhan tanaman, jumlah
kursi dalam sebuah bioskop, atau perhitungan bunga tabungan sederhana. Keterampilan
yang dimiliki meliputi kemampuan berhitung dasar, membaca dan memahami soal cerita
sederhana, serta kemampuan untuk mengidentifikasi pola. Pemahaman mereka akan
menjadi fondasi untuk membangun konsep barisan dan deret secara lebih formal.

C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN


Materi barisan dan deret meliputi jenis pengetahuan konseptual (definisi barisan
aritmetika dan geometri, deret aritmetika dan geometri) dan prosedural (rumus suku ke-n,
rumus jumlah n suku pertama, aplikasi bunga tunggal dan bunga majemuk). Relevansi
materi dengan kehidupan nyata peserta didik sangat tinggi, seperti dalam perhitungan
investasi, pertumbuhan populasi, perhitungan angsuran kredit, atau bahkan dalam bidang
seni dan arsitektur (pola fraktal). Tingkat kesulitan materi bervariasi, dimulai dari konsep
d a s a r y a n g r e l a t i f m u d a h h i n g g a a p l i k a s i b u n g a y a n g m e m b u t u h k a n p e n a l a ra n l e b i h
kompleks. Struktur materi tersusun secara hierarkis, dimulai dari barisan kemudian deret,
lalu aplikasinya pada bunga. Integrasi nilai dan karakter akan ditekankan pada ketelitian,
kerja sama, kemandirian, dan berpikir kritis dalam memecahkan masalah.

D D IM EN SI PROFIL L U LU SAN PEM BELAJA RAN


D a l a m p e m b e l a j a r a n B a r i s a n d a n D e r e t i n i , d i m e n s i p r o f il l u lu s a n y a n g a k a n d i c a p a i
adalah:
● Penalaran Kritis: Peserta didik ma mpu me nga na lis is pola, mengidentifikasi
hubungan antarbilang an, d a n mena rik kes imp ulan berda sarka n i n fo rma s i yang

diberikan.
● Kreativitas: Peserta didik mampu mengaplikasikan konsep barisan dan deret untuk
memecahkan masalah-masalah kontekstual yang baru dan mengembangkan ide-ide
orisinal dalam proyek mereka.
● Kolaborasi: Peserta didik dapat bekerja sama dalam kelompok untuk menyelesaikan
tugas proyek, berbagi ide, dan saling membantu dalam memahami konsep.
● Kemandirian: Peserta didik memiliki inisiatif dan tanggung jawab dalam belajar
serta mampu mencari sumber belajar tambahan secara mandiri.

A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP) NOMOR : 32 TAHUN 2024


Peserta didik dapat menggeneralisasi sifat-sifat operasi bilangan berpangkat (eksponen)
dan logaritma serta menggunakannya1 untuk menyelesaikan masalah. (Fokus pada
penerapan konsep barisan dan deret dalam konteks bunga tunggal dan majemuk yang
melibatkan eksponen).

B. LINTAS DISIPLIN ILMU


● Ekonomi/Akuntansi: Konsep bunga tunggal dan bunga majemuk sangat relevan
dalam perhitungan investasi, tabungan, pinjaman, dan analisis keuangan.
● Fisika: Beberapa fenomena fisika menunjukkan pola barisan dan deret, misalnya
peluruhan radioaktif (deret geometri) atau gerak benda (barisan aritmetika).

● Biologi: Pertumbuhan populasi makhluk hidup atau pertumbuhan bakteri dapat


dimodelkan menggunakan konsep barisan dan deret.
● Seni/Arsitektur: Pola-pola dalam seni dan arsitektur seringkali menggunakan konsep
barisan dan deret, seperti rasio emas atau pola fraktal.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Pertemuan 1: Barisan (4 JP)
● Peserta didik mampu mengidentifikasi pola bilangan pada barisan aritmetika dan
barisan geometri melalui eksplorasi data konkret dengan tepat.
● Peserta didik mampu menentukan suku ke-n dari barisan aritmetika dan barisan
geometri menggunakan rumus umum dengan benar setelah berdiskusi kelompok.
● Peserta didik mampu menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan dengan
barisan aritmetika dan barisan geometri secara mandiri dan cermat.
Pertemuan 2: Deret (4 JP)
● P e s e r t a d i d ik m a m p u m e m b e d a k a n k o n s e p b a r i s a n d a n d e r e t m e l a l u i s t u d i k a s u s
dengan p ercay a diri.
● Peserta didik mampu menentukan jumlah n suku pertama deret aritmetika dan deret
geometri menggunakan rumus dengan tt ee ll ii tt ii setelah melakukan simulasi.
● Peserta didik mampu menerapkan konsep deret aritmetika dan deret geometri dalam
memecahkan masalah nyata yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Pertemuan 3: Bunga (4 JP)
● Peserta didik mampu menjelaskan konsep bunga tunggal dan bunga majemuk dengan
bahasa sendiri setelah melakukan wawancara dengan narasumber.
● Peserta didik mampu menghitung bunga tunggal dan bunga majemuk dalam berbagai
skenario investasi atau pinjaman dengan akurat melalui analisis data.
● Peserta didik mampu merencanakan proyek sederhana yang melibatkan perhitungan
bunga tunggal dan/atau bunga majemuk (misalnya, simulasi investasi atau tabungan)
secara kolaboratif.

D. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL


● Pertumbuhan Penduduk: Bagaimana pola pertumbuhan penduduk di suatu daerah
dapat dimodelkan dengan barisan atau deret.
● Skema Cicilan Kredit: Bagaimana perhitungan angsuran bulanan pada suatu
pinjaman melibatkan konsep deret.
● Investasi dan Tabungan: Bagaimana uang dapat bertambah seiring waktu dengan
konsep bunga tunggal dan bunga majemuk.
● Pola dalam Seni dan Arsitektur: Contoh-contoh penggunaan barisan dan deret
dalam desain.

E. KERANGKA PEMBELAJARAN
PRAKTIK PEDAGOGIK:
● Metode Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-Based Learning): Peserta didik
akan mengerjakan proyek yang melibatkan aplikasi barisan dan deret, seperti
"Simulasi Rencana Keuangan Masa Depan" atau "Desain Pola Geometris".
● Diskusi Kelompok: Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk berdiskusi,
berbagi ide, dan memecahkan masalah bersama.
● Eksplorasi Lapangan (Opsional/Fleksibel): Mengunjungi bank/lembaga keuangan
untuk wawancara singkat tentang bunga, atau mengamati pola di lingkungan sekitar.
● Wawancara: Peserta didik dapat melakukan wawancara dengan orang tua, guru, atau
ahli ekonomi/keuangan terkait aplikasi barisan dan deret dalam kehidupan nyata
(khususnya bunga).
● Presentasi: Peserta didik mempresentasikan hasil proyek atau temuan diskusi mereka
di depan kelas.
MITRA PEMBELAJARAN:
● Lingkungan Sekolah: Guru mata pelajaran lain (Ekonomi, Seni, Fisika), staf tata
usaha (misal, bagian keuangan sekolah untuk pemahaman anggaran sederhana),
perpustakaan sekolah.
● Lingkungan Luar Sekolah: Bank atau lembaga keuangan, pelaku usaha kecil, orang
tua/wali (sebagai narasumber pengalaman), komunitas lokal yang menunjukkan pola
tertentu (misal, petani dalam menghitung pertumbuhan panen ).
● Masyarakat: M el iba tk an n ar as umbe r d ari m as ya ra ka t (mi sa ln ya , aku ntan ,
pengusaha) untuk memberikan perspektif nyata tentang aplikasi matematika.
LINGKUNGAN BELAJAR:
● Ruang Fisik: Kelas diatur secara fleksibel untuk diskusi kelompok, presentasi, dan
kerja proyek. Tersedia pap an tulis/media visual yang cukup.
● R ua ng Virtual: P em an fa at an p la tf or m G oo gl e C la ss ro om s eb ag ai p us at
pengumuman, pengumpulan tugas, dan forum diskusi.
PEMANFAATAN DIGITAL:
● Perpustakaan Digital: Menggunakan sumber belajar dari perpustakaan digital
sekolah atau Kemendikbud (misalnya, BSE online) untuk mencari referensi
tambahan.
● Forum Diskusi Daring: Pemanfaatan Google Classroom atau platform lain untuk
diskusi asinkron di luar jam pelajaran.
● Penilaian Daring: Menggunakan Google Forms untuk kuis atau asesmen formatif.
● Kahoot!/Mentimeter: Digunakan untuk kuis interaktif atau mengumpulkan umpan
balik secara cepat untuk menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan
(Joyful Learning).

F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI


KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
● Pembelajaran Berkesadaran (Mindful Learning): Guru memulai dengan
mengajak peserta didik melakukan pernapasan dalam atau menenangkan diri sejenak.
Kemudian, guru memantik pertanyaan reflektif: "Pernahkah kalian melihat pola di
sekitar kita? Misalnya, pola susunan keramik di lantai, atau pola pertumbuhan tunas
bambu? Apa yang membuat pola itu menarik?" Hal ini bertujuan untuk mengaktifkan
pra-pengetahuan dan membangun koneksi awal dengan materi.

● Pembelajaran Menggembirakan (Joyful Learning): Guru memberikan teka-teki


sederhana atau kuis ringan (misalnya, menggunakan Kahoot! atau Mentimeter) terkait
pola bilangan untuk membangun suasana ceria dan antusiasme. Guru juga dapat
menanyakan harapan peserta didik terhadap pembelajaran ini.

KEGIATAN INTI (150 MENIT)


PERTEMUAN KE 1:
MEMAHAMI KONSEP (EKSPLORASI DAN PENEMUAN)

E
coknstpolhorkaassiusTekrobnitm
ekbsitnugal ((Jmoiysfaul,l p& olaMsueasunninagnfu
klu)r:siGduiraulm
a,em
pebreturim
kabnuhsaenrabnagktaeirain,
a t a u j u m l a h t a b u n g a n s e d e r h a n a s e t i a p b u l a n ) d a n m e m i n t a p e s e r t a d id i k ( d a la m
k e lo m po k k ec i l) u n tu k m e ng i de nt ifik a si p o la , m e la n ju tka n p ol a , d an m e nc o ba
merumuskan generalisasinya.
● Mindful Exploration: Guru mendorong peserta didik untuk mencatat setiap pikiran
a t au p e rt a ny a an y an g m u nc ul s aa t m e ng a ma t i p o la , d a n m e mb ag i ka n ny a d a la m
kelompok.
● D is k us i Kelompok (Kolaboratif & Bermakna): Peserta didik berdiskusi untuk
m en em uk an d ef in is i b ar i sa n a ri tm et ik a d an g eo me tri s er ta b ag ai ma na c ar a
menentukan suku ke-n. Guru berkeliling, memfasilitasi, dan memberikan scaffolding
sesuai kebutuhan.
● Koneksi dengan Kehidupan Nyata (Meaningful): Guru mengajukan pertanyaan:

"pB
enatginag
imuanntuakpm
oleamin
ahi abm
isiapkoiltaaintei?m"ukan di kehidupan sehari-hari?" atau "M
me n g a p a
PERTEMUAN KE 2:
MENGAPLIKASIKAN KONSEP (PENGEMBANGAN PROYEK)
● Penugasan Proyek (Meaningful & Joyful): Guru memperkenalkan Proyek
"Simulasi Rencana Keuangan Masa Depan" atau "Desain Pola Geometris" (pilih salah
satu atau berikan opsi). Peserta didik dalam kelompok merencanakan proyek mereka,
mengidentifikasi data yang dibutuhkan, dan membagi tugas.
● Wawancara/Studi Kasus (Meaningful): Jika memungkinkan, kelompok melakukan
wawancara singkat (bisa ke orang tua, guru ekonomi, atau secara virtual dengan
narasumber) terkait aplikasi bunga dalam tabungan/investasi.
● Pemanfaatan Digital (Kemandirian & Kolaboratif): Peserta didik mencari
informasi tambahan dari perpustakaan digital, menggunakan kalkulator online, atau
spreadsheet untuk membantu perhitungan dalam proyek mereka. Guru memantau
kemajuan proyek melalui Google Classroom.

PERTEMUAN KE 3:
MEREFLEKSI DAN MENYIMPULKAN (BERKESADARAN & BERMAKNA)
● Presentasi Kelompok (Kolaboratif & Bermakna): Setiap kelompok
mempresentasikan hasil proyek mereka, menjelaskan prosesnya, dan membagikan
tantangan serta solusi yang mereka temukan.
● Refleksi Individu (Mindful): Setelah presentasi, peserta didik menuliskan jurnal
reflektif singkat tentang apa yang mereka pelajari dari proyek, bagaimana perasaan
mereka selama mengerjakan proyek, dan apa yang ingin mereka pelajari lebih lanjut.
● Diskusi Kelas & Penguatan Konsep (Meaningful): Guru memimpin diskusi kelas
untuk mengklarifikasi konsep yang masih membingungkan dan memberikan
penguatan pada pemahaman penting tentang barisan, deret, dan bunga.

KEGIATAN PENUTUP (15 MENIT)


● Umpan Balik Konstruktif (Meaningful): Guru memberikan umpan balik yang
spesifik dan konstruktif terhadap presentasi dan hasil proyek peserta didik. Guru juga
mendorong peserta didik untuk memberikan umpan balik kepada teman sebaya.

● P e re n ca n aa n P e mb e lajaran S e la n ju t ny a ( Mi n df u l & M ea n in g fu l ): Guru


m e ng a ja k p e se rta d i di k u n tu k b e rp a rt isi p as i d a la m p e re n ca n aa n p e mb e la j ar a n
s e l a n j u t n y a , m i s a l n y a d e n g a n m e n a n y a k a n : " T o p i k a p a y a n g p a l i n g m e n a ri k b a g i
kalian hari ini? Apa yang ingin kalian dalami lebih lanjut di pertemuan berikutnya?"
Guru memberikan tugas penguatan atau persiapan untuk materi selanjutnya (jika ada).
● Ap resiasi (Joyful): Gu ru m e mb eri ka n a p re s ia si a t as p art isi p as i d an k e rj a k e ra s
peserta didik selama pembelajaran.

G. ASE SM EN P EM BE LAJA RAN


ASESMEN AWAL PEMBELAJARAN (DIAGNOSTIK)
● Observasi: Guru mengamati partisipasi dan interaksi peserta didik selama kegiatan
pendahuluan (misal, saat kuis Kahoot! atau diskusi awal).
● Kuesioner Singkat: Guru memberikan kuesioner daring (Google Forms) berisi 3-5
pertanyaan pilihan ganda atau isian singkat tentang konsep pola bilangan dasar.
Contoh Soal Kuesioner Awal:
1. Tentukan dua suku berikutnya dari pola bilangan: 2, 5, 8, 11, ... a. 13, 16 b. 14, 17
c. 15, 18 d. 14, 16
2. Jika 1 apel harganya Rp 3.000,-, berapakah harga 5 apel?
3. Jelaskan dengan bahasamu sendiri apa itu "pola bilangan".
4. Menurutmu, di mana kita bisa menemukan pola bilangan dalam kehidupan sehari-
hari?
5. Apa yang ingin kamu pelajari tentang barisan dan deret?

ASESMEN PROSES PEMBELAJARAN (FORMATIF)


● Tugas Harian (Individu/Kelompok): Lembar kerja berisi soal-soal latihan konsep
barisan dan deret yang dikerjakan setelah setiap sub-bab.
Contoh Soal Tugas Harian (Pertemuan 1: Barisan):
1. Tentukan suku ke-10 dari barisan aritmetika 3, 7, 11, 15, ...
2. Suku ketiga suatu barisan geometri adalah 12 dan suku keenamnya adalah 96.
Tentukan rasio dan suku pertama barisan tersebut.
3.
D
padlam
basreisbu
kaeh
dugae,d2u1nkguprseirtpem
adua bna, rtiesrk
daetpiagta,1d5aknusrestiepruad
snayba. rB
iserpaepratabman,y1a8k kursi
pada baris ke-8?
4. Seutas tali dibagi menjadi 5 bagian yang membentuk barisan geometri. Jika
bagian terpendek adalah 4 cm dan bagian terpanjang adalah 64 cm, berapakah
panjang tali semula?
5. Identifikasikan apakah barisan berikut adalah barisan aritmetika atau geometri,
dan jelaskan alasannya: 2, 4, 8, 16, ...
● Diskusi Kelompok: Penilaian observasi terhadap keaktifan, kontribusi ide, dan
kemampuan bekerja sama dalam diskusi kelompok.
● Presentasi: Penilaian terhadap kejelasan penyampaian, penguasaan materi, dan
kemampuan menjawab pertanyaan saat presentasi proyek.

● Jurnal Reflektif (Individu): Peserta didik menuliskan refleksi tentang keseluruhan


p e mb e la j ara n, t e rm a su k p e ma ha m an k o ns e p, t a nt a ng a n y a ng d i ha d ap i , s t ra t eg i
penyelesaian masalah, d an keterkaitan dengan kehidupan nyata.
● Tugas Akhir/Proyek (Kelompok): Penilaian terhadap kualitas proyek "Simulasi
Rencana Keuangan Masa Depan" atau "Desain Pola Geometris" (sesuai pilihan awal),
meliputi ketepatan perhitungan, kreativitas, dan presentasi.
● T e s Te rtu lis ( In d iv i du ) : T es t ul is u nt uk m en gu ji p em ah am an k on se p d an
kemampuan aplikasi secara komprehensif.
Contoh Soal Tes Tertulis Akhir:
1. Suku pertama dari suatu deret aritmetika adalah 5 dan suku terakhirnya adalah 29.
J i k a j u m l a h s e l u r u h s u k u d e r e t t e r s e b u t a d a l a h 1 4 0 , t e n t u k a n b a n y a k n y a s u ku
dalam deret tersebut.
2. Sebuah bola dijatuhkan dari ketinggian 12 meter. Setiap kali memantul, bola
mencapai 32 dari ketinggian sebelumnya. Tentukan panjang lintasan total bola
sampai berhenti.
3. Pak Budi menabung uang di bank sebesar Rp 5.000.000,- dengan bunga tunggal
8% per tahun. Berapakah total tabungan Pak Budi setelah 3 tahun?
4. Ibu Dewi menginvestasikan uang sebesar Rp 10.000.000,- dengan bunga
majemuk 5% per tahun. Berapakah jumlah uang Ibu Dewi setelah 4 tahun jika
bunga dihitung setiap tahun?
5. Jelaskan perbedaan antara bunga tunggal dan bunga majemuk, serta berikan
contoh aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari.

Anda mungkin juga menyukai