PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM
Satuan Pendidikan : SDN 25 Sabbamparu
Mata Pelajaran : Pendidikan Pancas
Fase/Kelas : B (Kelas 4)
Penyusun :
Jumlah Pertemuan : 2 Pertemuan (2 x 35 Menit)
IDENTIFIKASI
Dimensi Profil Lulusan
Keimanan dan
Ketakwaan Terhadap Penalaran Kritis Kolaborasi Kesehatan
Tuhan YME
Kemandiria
Kewargaan Kreativitas Komunikasi
n
DESAIN PEMBELAJARAN
Capaian Pembelajaran :
Mengidentifikasi makna sila-sila Pancasila, dan penerapannya dalam kehidupan
sehari-hari; mengenal karakter para perumus Pancasila; menunjukkan sikap bangga
menjadi anak Indonesia yang memiliki bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan di
lingkungan sekitar.
Tujuan Pembelajaran
1. Setelah membaca teks, menyimak video singkat, dan berdiskusi
kelompok, murid kelas 4 dapat menjelaskan secara
kronologis peristiwa sejarah kelahiran Pancasila, termasuk
tokoh-tokoh penting yang terlibat dalam perumusan dasar
negara, dengan runtut dan akurat.
Praktik Pedagogis
Model pembelajaran : Inquiry Learning
Lingkungan Pembelajaran
Ruang kelas, video, papan tulis
Pemanfaatan Digital
Tayangan video youtube
PENGALAMAN BELAJAR
Kegiatan Awal :
1. Guru memberi salam dan mengecek kehadiran murid.
2. Murid memimpin doa
3. Apersepsi: Mengajak siswa mengingat kembali makna warna
Pancasila, bunyi dan lambang sila Pancasila.
4. Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai hari ini.
5. Ice breaking singkat terkait materi untuk membangkitkan
semangat.
Kegiatan Inti:
1. Memahami (Berkesadaran & Bermakna):
- Guru mengajak murid melakukan fokus singkat (menutup mata, menarik napas
dalam, dan menyiapkan diri untuk belajar).
- Guru menayangkan video singkat tentang sidang BPUPKI dan kelahiran
Pancasila.
- Murid diminta mencatat urutan penting (misalnya: sidang BPUPKI, usulan tokoh,
rumusan dasar negara, pengesahan Pancasila).
- Guru memperkenalkan tokoh-tokoh penting (Soekarno, Mohammad Yamin,
Soepomo, dll) melalui gambar tokoh agar murid lebih mengenal wajah dan
perannya.
2. Mengaplikasi (Menggembirakan dan Bermakna)
- Murid dibagi menjadi beberapa kelompok kecil. Setiap kelompok mendapatkan
potongan kartu peristiwa sejarah.
- Tugas kelompok: menyusun kronologi peristiwa kelahiran Pancasila sesuai
urutan yang benar.
- Setelah tersusun, tiap kelompok mempresentasikan urutan peristiwa di depan
kelas.
- Permainan “Siapa Aku?” “Tokoh Sejarah”: murid menempelkan nama tokoh di
dahi (misalnya Soekarno), teman lain memberikan clue tentang peran tokoh
tersebut, lalu murid menebak.
3. Merefleksi (Berkesadaran dan Bermakna):
- Murid menuliskan di buku catatan:
Peristiwa penting apa yang paling mereka ingat hari ini?
Tokoh siapa yang menurut mereka paling berperan penting? Mengapa?
- Guru mengajak murid duduk melingkar (sharing circle) untuk berbagi
pemahaman dan perasaan tentang belajar sejarah hari ini.
- Guru menegaskan kembali makna Pancasila sebagai dasar negara yang lahir
dari semangat persatuan dan gotong royong.
Kegiatan Penutup:
1. Guru dan murid melakukan refleksi bersama tentang pembelajaran
hari ini (apa yang dipahami dan apa yang masih membingungkan).
2. murid menyampaikan kesan atau pendapat singkat tentang
pembelajaran.
3. Guru memberi umpan balik positif dan saran untuk perbaikan
belajar.
4. Menyampaikan rencana pembelajaran berikutnya.
5. Menutup pelajaran dengan doa bersama.
ASESMEN
1. Asesmen Formatif Awal (Pre-Assessment)
Tes singkat membaca
2. Asesmen Formatif Proses (Selama Pembelajaran)
3. Asesmen Sumatif (Akhir Pembelajaran)