TEKNOLOGI DOMPET DIGITAL
Disusun untuk memenuhi tugas kelompok pada mata kuliah Komunikasi dan Perubahan Sosial
Disusun oleh:
Shafa Salsabila N (1503180020)
Jauza Putri H (1503184008)
Angelica Evita (1503184025)
Monalisa Alfitri (1503184133)
Elsa Shafira (1503184151)
PR - 42 - 01
S1 DIGITAL PUBLIC RELATION
FAKULTAS KOMUNIKASI DAN BISNIS
TELKOM UNIVERSITY
2021
I. Fenomena Teknologi Dompet Digital
Melihat pertumbuhan inovasi yang sangat cepat memudahkan kita dalam menjalani
aktivitas yang serba digital ini. Banyak kemudahan yang bisa kita rasakan seiring dengan
perkembangan teknologi yang semakin canggih. Salah satu inovasi teknologi yang sangat
memudahkan masyarakat dalam bertransaksi adalah Dompet Digital (E-Wallet). Adanya
pandemi COVID-19 yang terjadi saat ini membuat masyarakat dianjurkan untuk menghindari
kontak dengan orang lain, baik secara langsung maupun tidak langsung untuk menghindari
penyebaran virus. Uang yang merupakan alat pembayaran yang biasa digunakan oleh
masyarakat bisa menjadi salah satu perantara penyebaran virus. Maka dengan hadirnya
dompet digital atau e-wallet bisa menjadi salah satu alternatif pembayaran nontunai
(cashless).
E-wallet atau dompet digital adalah salah satu bentuk financial technology (fintech) yang
menjadi alternatif metode pembayaran dengan memanfaatkan media internet. Fungsi dari e-
wallet atau dompet digital yaitu berguna untuk menyimpan uang yang bisa digunakan dalam
transaksi online maupun offline. Dompet digital bisa berupa sebuah aplikasi, program
perangkat lunak, aplikasi, atau bisa juga berupa layanan jasa yang dibuat untuk menyimpan
uang digital dan melakukan transaksi secara online antar pengguna. Beberapa penyedia
layanan dompet digital di Indonesia yang sudah umum digunakan oleh masyarakat yaitu
ShopeePay, OVO, GoPay, Dana, dan LinkAja.
Sistem transaksi yang ada pada dompet digital bekerja secara cukup sederhana. Pengguna
yang memiliki akun dan telah melakukan top up atau mengisi saldo bisa melakukan
pembayaran di berbagai tempat atau merchant yang telah melayani pembayaran melalui
dompet digital tersebut. Dompet digital juga dapat digunakan untuk melakukan pembayaran
secara online, serta menerima atau mengirim uang dengan mencantumkan nomor telepon
yang dituju.
Banyak kelebihan yang dimiliki oleh dompet digital dibandingkan dengan menggunakan
uang konvensional. Penggunaan dompet digital lebih praktis karena aplikasi dompet digital
sudah terpasang di smartphone pengguna, sehingga hanya perlu membawa smartphone
tersebut untuk melakukan transaksi tanpa perlu membawa barang atau perangkat lain.
Transaksi yang dilakukan dengan menggunakan dompet digital relatif jauh lebih cepat
daripada transaksi dengan menggunakan uang tunai. Pada kondisi pandemi COVID-19
seperti sekarang ini, penggunaan dompet digital bisa meminimalisir kontak dengan orang lain
sehingga penyebaran virus melalui uang tunai juga bisa dikurangi. Adanya dompet digital
juga dapat mengurangi peredaran uang palsu di masyarakat. Dompet digital menyediakan
fitur yang mencatat riwayat transaksi yang bisa digunakan oleh pengguna dalam
mempermudah melacak setiap transaksi yang dilakukan.
Namun dompet digital juga memiliki kekurangan, diantaranya yaitu tempat atau
merchant yang menerima pembayaran menggunakan dompet digital masih terbatas dan
belum tersebar merata di seluruh daerah Indonesia. Beberapa aplikasi dompet digital juga
masih ada yang membebankan biaya administrasi untuk setiap transaksi yang dilakukan oleh
pengguna. Semakin berkembangnya dan canggihnya aplikasi dompet digital menyebabkan
masyarakat menjadi lebih konsumtif, karena uang digital seperti dompet digital cenderung
tidak terasa pengurangannya setelah digunakan.
II. Penyebaran
Dalam empat tahun terakhir, penggunaan dompet digital dalam kehidupan sehari-hari
berkembang sangat pesat. Awal mula adanya dompet digital dimulai pada tahun 2007 dimana
pada saat itu Telkomsel mengeluarkan aplikasi T-cash, disusul oleh Indosat yang merilis
Dompetku pada 2008 dan pada tahun 2012 XL Axiata merilis XL Tunai. Aplikasi dompet
digital tersebut pada waktu itu belum memiliki layanan yang beragam, masih terbatas pada
top up pulsa dan data internet, serta transfer uang ke bank yang terjalin dengan ATM
Bersama.
Pada tahun 2014 Indonesia meluncurkan kampanye Gerakan Nasional Non-Tunai
(GNNT). Lalu pada 2016 Gojek meluncurkan fitur Gopay yang memberikan kemudahan
dalam bertransaksi dalam aplikasi maupun di kehidupan sehari hari seperti mall, supermarket,
café, bioskop, hingga kantin sekolah. Selain itu Gojek juga memberikan promo-promo
menarik yang sukses menarik minat masyarakat. Lalu disusul dengan promo dari dompet
digital lain seperti Ovo oleh Grab, Dana, dan yang paling baru dan sedang digemari publik
saat ini adalah Shopeepay. Selanjutnya merek melanjutkan layanan mereka ke pelayanan
publik seperti pembayaran PDAM, BPJS, hingga perpanjang SIM dan SKCK. Mulai tahun
2019 pemerintah merilis Quick Response Indonesia Standard (QRIS) yang merupakan upaya
standarisasi pembayaran cashless di Indonesia. Masyarakat Indonesia juga semakin gencar
menggunakan dompet digital semenjak masa pandemi ini. Kemudahan yang diberikan oleh
dompet digital sangat membantu masyarakat untuk beraktifitas seperti berbelanja kebutuhan
sehari-hari.
Ekonom Nailul Huda dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef)
mengatakan berdasarkan data Bank Indonesia pada 2021, masa pandemi memberikan
pertumbuhan nominal uang elektronik yang signifikan hingga mencapai 41,16 persen
dibandingkan tahun sebelumnya. Sepanjang tahun ini pun para ahli memperkirakan akan
pengguna dompet digital akan terus meningkat.
III. Perubahan yang Terjadi
Jauh sebelum mengenal uang, manusia sudah melakukan transaksi dengan menggunakan
praktik barter yaitu, pertukaran barang dan/ atau jasa untuk barang dan/atau jasa yang
diinginkan. Misalnya saja menukar sekarung beras untuk sekantong kacang. Akhirnya sistem
barter ini digantikan dengan commodity currency, masih sama-sama menggunakan barang
namun barang tersebut harus yang sudah diterima secara umum sebagai media pertukaran
maupun sebagai suatu standar nilai yang digunakan dalam pertukaran barang oleh
masyarakat. Contohnya, selama ratusan tahun emas dapat langsung digunakan untuk membeli
barang, namun emas juga memiliki fungsi lain misal sebagai pajangan maupun perhiasan.
Karena perubahan terus berlanjut manusia kemudian menggunakan alat pembayaran yang
lebih efisien yaitu uang. Bentuk uang juga terus berevolusi dari sejak awal kemunculannya.
Yang pertama adalah uang kartal, bentuk uang kartal yang kita kenal ada dua macam yaitu
uang logam dan uang kertas. Uang kartal biasa kita sebut dengan uang tunai.
Pembayaran non-tunai semakin berkembang lagi dengan munculnya pembayaran digital
menggunakan QR Code. QR Code atau kode QR adalah sebuah kode matriks (kode dua
dimensi) yang dibuat pertama kali oleh perusahaan Jepang Denso-Wave pada tahun 1994.
Dengan perubahan zaman, tren belanja masyarakat pun ikut berganti dan berubah, yang
biasanya masyarakat berbelanja dengan metode pembayaran tradisional kini semua bergeser
menjadi online
Karena hal tersebut, metode pembayaran dan transaksi juga ikut berubah. Adanya
pandemi juga memicu masyarakat beralih menggunakan dompet digital atau e-wallet karena
lebih efisien dalam mencegah penyebaran virus COVID-19.
IV. Faktor yang Menyebabkan Perubahan
Seperti yang kita sadari, seiring berjalannya waktu semua aspek kehidupan akan
mengalami perubahan sebagai dampak dari perubahan yang terjadi dalam kehidupan
bermasyarakat. Hal ini juga disebabkan oleh manusia yang pada hakikatnya merupakan
mahluk sosial yang memiliki akal budi untuk berpikir dan bertindak sesuai dengan
keinginannya, dan karena hal ini pula manusia mampu untuk menciptakan pola kehidupan
baru yang didukung oleh rasa ingin tau dan ketidak-puasan yang dimiliki.
Perubahan metode pembayaran tersebut, tidak lepas dari faktor-faktor yang
mendukungnya. Adanya penemuan dan inovasi baru menjadi faktor pendukung utama
perubahan yang terjadi dari transaksi tunai dengan menggunakan uang cash menjadi transaksi
non-tunai yang dapat dilakukan dengan sekali sentuh pada aplikasi-aplikasi yang
menawarkan jasa dompet digital yang dapat diakses di ponsel pintar para pengguna.
Didukung oleh keinginan manusia untuk maju dan berkembang yang disertai oleh sistem
pendidikan yang maju serta orientasi ke masa depan, manusia dapat menciptakan berbagai
macam teknologi yang dirancang untuk mempermudah kehidupan saat ini. Dan ketika
teknologi tercipta, pastinya akan berdampak kepada pola kehidupan masyarakat.
Seperti yang dijelaskan diatas, bahwa manusia mampu untuk menciptakan pola
kehidupan baru dengan penemuan-penemuan yang semakin mutakhir. Salah satunya melalui
adanya dompet digital dalam kegiatan transaksional atau jual beli. Kegiatan jual beli
masyarakat yang terjadi pada saat ini banyak dipengaruhi oleh adanya kehadiran dompet
digital. Metode pembayaran baru ini menjadi cara baru yang dipilih masyarakat dalam
kegiatan transaksi, apalagi dengan banyaknya tawaran menarik seperti potongan harga
maupun cashback yang bisa didapatkan oleh pengguna.
Selain itu kehadiran dompet digital ini sangat mempermudah konsumen atau
masyarakatnya dengan fitur-fiturnya yang mudah untuk dipakai. Ketika dahulu saat kita
berpergian, kita harus membawa atau menyiapkan uang yang seringkali membuat dompet
menjadi tebal. Ataupun kita yang malas untuk menggunakan kartu ATM yang ditawarkan
bank karena biaya admin yang seringkali memotong banyak nominal uang yang kita simpan
di rekening kita. Kedua permasalahan tersebut dapat diselesaikan oleh dompet digital yang
memudahkan kita hanya dengan memindai barcode untuk melakukan pembayaran dan juga
tanpa biaya admin yang memotong uang kita.
V. Bagaimana Menyikapi Perubahan
Banyak masyarakat yang merasa bahwa fenomena serba digital ini hanya untuk generasi
kita sekarang. Transformasi digital dianggap sebagai salah satu hambatan dalam cara-cara
bekerja atau aktivitas orang ke depannya karena kurangnya kesadaran dalam melihat
kesempatan dan ketidaktahuan akan peran kita secara langsung di era transformasi digital ini.
Dengan adanya fenomena dompet digital ini membuat pola konsumsi dan perilaku
masyarakat saat ini telah berubah dalam melakukan transaksi.
Dengan itu kita sebagai pengguna ataupun yang mengalami fenomena dompet digital ini
harus bisa mepergunakan dompet digital dengan sebaik mungkin . Karena dengan munculnya
dompet digital ini, dapat mempermudah masyarakat untuk melalukan transaksi dengan
mudah tanpa harus membawa uang tunai kemanapun mereka pergi. Hanya dengan membawa
smartphone, mereka dapat melakukan transaksi dengan mudah dan praktis. Adanya promo
diskon dan cashback yang diberikan oleh penyedia jasa dompet digital secara berkala,
masyarakat merasa bahwa mereka sangat tergantung pada promo yang diberikan dalam
membuat suatu pesanan. Setidaknya minimal cashback sebesar 30% atau diskon sebesar 20%
dari merchant telah dapat menarik hati mereka untuk bertransaksi dengan dompet digital.
Penggunaan dompet digital kini telah semakin maju dengan persaingan promo yang diberikan
oleh berbagai penyedia jasa dompet digital. Kita sebagai masyarakat harus bisa mengimbangi
fenomena penggunaan dompet digital di zaman teknologi seperti ini dengan kesadaran dan
kontrol diri dalam mengatur keuangan, sehingga tidak terjerumus pada pola hidup yang
konsumtif dan boros.