Journal of Student Research
Volume. 3 Nomor 1, Tahun 2025
e-ISSN : 2963-9859; dan p-ISSN : 2963-9697; Hal. 53-60
DOI: [Link]
Available online at: [Link]
Islam Sebagai Rahmatan Lil Alamin
Ardelia April Soneli1, Nadiratul Salsabila2, Tiara Amarsa3, Olivia Dea Angraini4,
Wismanto5, Fitria Mayasari6
Email : ardeliaapril@gmail.com1, nadiratulsalsabila58@gmail.com2, ttiaraamarsa@gmail.com3,
deaolivia522@gmail.com4, wismanto29@[Link].id5, fitriamayasari@[Link].id6
1-6
Universitas Muhammadiyah Riau, Indonesia
Abstract: The background to the Islamic concept as rahmatan lil alamin or mercy for all of nature has a broad
and deep meaning. Islam is expected to make a positive contribution to all living creatures and ecosystems on
earth, not just limited to Muslims. The challenges faced today, such as the social, economic and environmental
crises, demand a deeper understanding and real application of this principle. However, in reality, the
understanding and application of this concept is often limited or distorted, thus hampering Islam's role in
creating a peaceful, just and prosperous life. The research aims to clarify and expand understanding of the
concept of Islam as rahmatan lil alamin and to explore its application in the modern era. This research aims to
explore the core values of Islamic teachings that support this concept, including the principles of humanity,
tolerance and solidarity. The methods used include literature studies, in-depth interviews with religious and
community leaders, as well as case study analysis from various Islamic communities. The research results show
that the application of Rahmatan Lil Alamin's values can overcome various social challenges, such as
intolerance and discrimination, as well as encourage interfaith dialogue. It is hoped that this research can
provide insight and practical recommendations to strengthen the role of Islam in creating a more peaceful and
just world
Keyword : Islam, Rahmatan Lil Alamin, Love in Islam
Abstrak: Latar belakang konsep islam sebagai rahmatan lil alamin atau rahmat bagi seluruh alam memiliki
makna yang luas dan mendalam. Islam diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi semua makhluk
hidup dan ekosistem yang ada di bumi, bukan hanya terbatas pada umat islam. Tantangan yang dihadapi saat ini,
seperti krisis sosial, ekonomi, dan lingkungan, menuntut pemahaman yang lebih mendalam dan aplikasi nyata
dari prinsip ini. Namun, pada kenyataannya, pemahaman dan penerapan konsep ini sering kali terbatas atau
terdistorsi, sehingga menghambat peran islam dalam menciptakan kehidupan yang damai, adil, dan sejahtera.
Penelitian bertujuan untuk memperjelas dan memperluas pemahaman mengenai konsep Islam sebagai rahmatan
lil alamin serta untuk mengeksplorasi penerapannya di era modern. Penelitian ini bertujuan untuk menggali
nilai-nilai inti ajaran Islam yang mendukung konsep tersebut, antara lain prinsip kemanusiaan, toleransi, dan
solidaritas. Metode yang digunakan antara lain studi literatur, wawancara mendalam dengan tokoh agama dan
masyarakat, serta analisis studi kasus dari berbagai komunitas islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
penerapan nilai-nilai Rahmatan Lil Alamin dapat mengatasi berbagai tantangan sosial, seperti intoleransi dan
diskriminasi, serta mendorong dialog antaragama. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan dan
rekomendasi praktis untuk memperkuat peran Islam dalam menciptakan dunia yang lebih damai dan adil.
Kata Kunci : Islam, Rahmatan Lil Alamin, Kasih Sayang dalam Islam
1. PENDAHULUAN
Konsep Islam Rahmatan Lil Alamin adalah merupakan tafsir dari ayat 107 surat al-
Ambiya (21) oleh Ahmad Mushthafa al-Maragy yang memiliki makna yakni tidaklah aku
mengutus engkau Muhammad dengan al-Qur’an ini dan yang serupa dengan itu berupa
syari’at dan hukum yang menjadi pedoman kehidupan bahagia di dunia dan akhirat,
melainkan sebagai rahmat dan petunjuk bagi kehidupan mereka di dunia dan akhirat (Aziz,
Febriyani, & Asshiddiqei, Muhammad Rifki, 2024; Aziz, Febriyani, Wismanto, et al., 2024).
Received November 11, 2024; Revised November 25, 2024; Accepted Desember 09, 2024; Online Available
Desember 11, 2024
Islam Sebagai Rahmatan Lil Alamin
Sementara H.M. Quraish Shihab dalam Tafsirnya al-Mishbah menafsirkan ayat
tersebut dengan mengatakan: Rasul adalah rahmat, bukan saja kedatangan beliau membawa
ajaran, tetapi juga sosok dan kepribadian beliau adalah rahmat yang dianugerahkan Allah Swt
kepada beliau. Ayat ini tidak menyatakan bahwa kami Tidak mengurus engkau untuk
membawa rahmat tetapi sebagai rahmat atau agar engkau menjadi rahmat bagi seluruh alam
(Alhamida & Kusuma, Atik Devi, 2024; Azzahra & Azzahra, Mutia, 2024; Hasan et al., n.d.;
Wismanto., Zuhri Tauhid., 2023). Kepribadian Rasulullah SAW yang demikian itu dijelaskan
lebih lanjut dalam surat Ali Imran, (3) ayat 159 yang artinya:
Maka berkat rahmat Allah engkau (Muhammmad) berlaku lemah lembut terhadap
mereka. Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri
dari sekitarmu. Karena itu maaafkanlah mereka dan mohonkan ampun mereka dalam urusan
itu(Dewanda et al., 2024; Faturrchman saleh, Fauzan mubarok, Muhammad Nabil Ayussi,
wahyu rayan kenedi, 2024; Fitri et al., 2023; Sari et al., 2024). Kemudian apabila engkau
telah membulatkan tekad, maka bertawakkalah kepada Allah. Sungguh Allah mencintai
orang-orang yang bertawakkal.” Dengan ayat ini, menurut H.M. Quraish Shihab, Allah
sendiri yang mendidik dan membentuk kepribadian Nabi Muhammad Saw. Hal ini sesuai
pula dengan pernyataan belau” Aku dididik oleh Tuhanku, maka sungguh baik hasil
pendidikan-Nya. Beliau adalah rahmat yang dihadiahkan Allah pada seluruh alam.
Islam adalah agama yang sempurna, karena Islam hadir sebagai pelengkap dari agama
yang telah ada sebelumnya. Oleh karena itu, Islam merupakan salah satu agama yang diridhoi
Allah SWT (Dwi Ananda, Husnul Khotimah, Nadzani Pramudya Ibni, Rizka Nanda Utari,
2024; Fitri et al., 2023; Mahessa et al., 2024; Rahmasari et al., 2024; Rinaldho & Pratama,
Robi Agus, 2024; Susanto & Lasmiadi, A. Muallif, Wismanto, 2023). karena dalam Islam
mengajarkan nilai-nilai kearifan, kebajikan, kesucian, kejujuran, keterbukaan, kerja keras,
toleransi, serta kedamaian yang dapat diterima oleh masyarakat. Islam memiliki prinsip
sebagai agama Rahmatan Lil’Alamin yang dapat didefinisikan sebagai agama yang mengatur
tata kelola kehidupan manusia secara keseluruhan baik dengan Tuhan-Nya, antar sesama, dan
antar makhluk hidup lainnya (Aryandika Firmansyah et al., 2024; Ramadhani et al., 2024;
Wismanto Abu Hasan, 2018).
Prinsip Rahmatan Lil’Alamin
Agama Islam mengajarkan tentang nilai-nilai kedamaian, kesejahteraan, dan
ketenangan bagi seluruh umat di alam semesta. Akan tetapi, Islam Rahmatan Lil’Alamin
datang bukan hanya untuk umat Islam saja, tetapi juga makhluk hidup lainnya seperti
54 JSR - VOLUME. 3 NOMOR 1, TAHUN 2025
e-ISSN : 2963-9859; dan p-ISSN : 2963-9697; Hal. 53-60
hewan, tumbuhan, dan lainnya, mereka mendapatkan rahmat dari pencipta-Nya serta
diperuntukkan bagi seluruh umat manusia yang ada di muka bumi ini tanpa memandang
perbedaan yag ada. Dalam Islam, manusia memiliki kedudukan tertinggi di muka bumi
ini, oleh karena itu manusia disebut sebagai khalifah di muka bumi ini yang memiliki
tugas menjaga, melindungi, dan melestarikan alam semesta tanpa merusaknya untuk
mendapatkan kemaslahatan hidup di dunia maupun di akhirat nanti.
Tuntunan Rahmatan Lil’Alamin
Menegaskan kepada manusia di dalam kehidupan sehari-harinya, umat manusia
dapat menerapakan prinsip Rahmatan Lil’Alamin dengan berpedoman kepada Al-Qur’an
dan As [Link] sebagai rahmatan lil alamin ini secara normatif dapat dipahami dari
ajaran Islam yang berkaitan dengan akidah, ibadah dan akhlak. Akidah ataukeimanan
yang dimiliki manusia harus melahirkan tata rabbaniy (sebuah kehidupan yang sesuai
dengan aturan Tuhan), tujuan hidup yang mulia, taqwa, tawakkal, ikhlas, ibadah. Aspek
akidah ini, harus menumbuhkan sikap emansipasi,mengangkat harkat dan martabat
manusia, penyadaran masyarakat yang adil, terbuka, demokratis, harmoni dalam
pluralisme.
2. METODE PENELITIAN
Kajian dari peneltian ini menggunakan kajian literatur yang mana literatur yang
diambil sesuai dengan pokok pembahasan dan di analisis secara mendalam sehingga dapat
diambil kesimpulan dan temuan dalam penelitian. Proses awal penelitian melibatkan studi
literatur yang menyeluruh. Peneliti menelusuri berbagai sumber, termasuk literatur akademis
yaitu mengumpulkan artikel, jurnal, dan buku yang mengeksplorasi hubungan antara islam
dan isu-isu sosial serta kemanusiaan. Yang kedua triangulasi data yaitu membandingkan hasil
dari berbagai sumber untuk memastikan validitas dan kredibilitas temuan. Yang terakhir ada
diskusi kelompok yaitu mengadakan diskusi dengan kelompok fokus yang terdiri dari
akademisi dan praktisi untuk membahas hasil penelitian dan mengidentifikasi implikasi
praktis.
Islam Sebagai Rahmatan Lil Alamin
3. HASIL DAN PEMBAHASAN
a. Pengertian Rahmatan Lil alamin
Rahmatan berasal dari kata "rahmah" yang berarti kasih sayang, anugerah,
dan kebaikan. Lil’Alamin: berarti seluruh alam, mencakup semua makhluk dan
ciptaan Allah, tidak hanya manusia tetapi juga alam semesta secara keseluruhan.
Rahmatan lil alamin adalah konsep dalam agama Islam yang menjelaskan bahwa
Islam membawa kedamaian dan kasih sayang bagi manusia dan alam semesta. hal
ini di tulis di dalam Al Qur'an An-nabiya ayat 107 yang berbunyi "Dan Kami tidak
mengutus kamu (Muhammad), melainkan sebagai rahmat bagi semesta alam". Ayat
tersebut menjelaskan bahwa islam dilakukan secara benar maka akan mendatangkan
rahmat, baik itu untuk orang islam maupun untuk seluruh alam. Rahmat merupakan
karunia yang terbagi menjadi dua yaitu :
Rahmat rahma : Rahmat ini bersifat amma kulla syak, sehingga orang
nonmuslim juga memiliki hak "rahman".
Rahmat Rahim : Hak atas surga ada pada sifat rahimnya Allah Swt, maka yang
mendapat kerahiman ini adalah orang mukminin.
Kata "islam sebagai Rahmatan Lil’Alamin" berarti Islam sebagai rahmat atau
karunia bagi seluruh alam semesta, termasuk manusia, hewan, tumbuhan, dan
seluruh ciptaan Allah. Islam rahmatan lil alamin memiliki beberapa makna, di
antaranya:
1. Islam adalah agama yang membawa kedamaian dan kasih sayang bagi manusia
dan alam.
2. Islam mengajarkan sikap toleran, moderat, saling menghargai, dan menyayangi.
3. Islam mengajarkan untuk tidak diskriminatif, melindungi kaum yang lemah, dan
memedulikan semua orang.
4. Islam mengajarkan untuk bersikap ihsan terhadap semua makhluk, baik
makhluk hidup maupun makhluk spiritual.
5. Islam mengajarkan untuk tidak melakukan kekerasan, menghina, merendahkan,
atau memberi label negatif.
6. Islam mengajarkan untuk memaafkan, mendoakan, musyawarah, dan tawakkal.
56 JSR - VOLUME. 3 NOMOR 1, TAHUN 2025
e-ISSN : 2963-9859; dan p-ISSN : 2963-9697; Hal. 53-60
b. Prinsip-Prinsip Islam Rahmatan Lil Alamin
Islam sebagai rahmatan lil alamin memiliki prinsip-prinsip dasar yang
menjadi ciri khas ajarannya dalam menyebarkan kasih sayang dan kedamaian ke
seluruh dunia. Menurut pandangan para ulama, terdapat beberapa prinsip utama
dalam konsep ini, antara lain:
1) Berperikemanusiaan (al-Insaniyah)
Prinsip kemanusiaan dalam Islam berarti bahwa ajaran-ajarannya selalu
sejalan dengan kebutuhan dan sifat alami manusia. Setiap bentuk ibadah,
hukum, perintah, dan larangan dalam syariat Islam dirancang agar sesuai dengan
kemampuan serta kebutuhan manusia. Tidak ada ajaran yang bertentangan
dengan nilai-nilai kemanusiaan, dan seluruh syariat Islam mengandung manfaat
bagi kehidupan manusia. Syariat ini diberikan oleh Allah dengan hikmah dan
tujuan, bukan tanpa makna atau manfaat. Sebagaimana firman Allah, “Dan
Kami tidak menciptakan langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya
dengan sia-sia. Itu anggapan orang-orang kafir, maka celakalah orang-orang
yang kafir itu karena mereka akan masuk neraka.” (QS. Shad: 27).
2) Mendunia (al-alamiyah)
Makna mendunia atau global (al-alamiyah) menunjukkan bahwa syariah
Islam bersifat universal, tidak terbatas oleh batas geografis, etnis, ras, bangsa,
atau faktor iklim dan geopolitik tertentu. Syariah Islam berlaku untuk semua
makhluk dan bagi siapa saja yang ingin mengikutinya. Tidak ada perbedaan
dalam tujuan dan ajaran syariah antara di Arab dan di luar Arab. Keyakinan
umat Islam terhadap syariah tetap sama di mana pun, bahwa ia berasal dari
Allah dan untuk kesejahteraan seluruh alam. Pokok-pokok syariah (ushul)
dijalankan tanpa perbedaan, kecuali pada aspek cabang dan rinciannya
(furu’iyah), di mana pun umat Islam berada di dunia. Hal ini berlaku pula dalam
pelaksanaan ibadah, muamalah, hukum, serta nilai-nilai moral bagi seluruh umat
Islam di seluruh dunia.
3) Komprehensif (as-syumul)
Komprehensif atau as-syumul merujuk pada keseluruhan ajaran syariah
Islam yang mencakup semua aspek kehidupan manusia, baik di dunia maupun
di akhirat. Islam tidak mengakui adanya pembatasan atau pemisahan ajarannya
Islam Sebagai Rahmatan Lil Alamin
dalam bidang tertentu, karena syariah Islam bersumber dari Allah SWT yang
Maha Sempurna. Ajaran Islam berfungsi untuk mengatur dan membimbing
kehidupan manusia di seluruh dimensi, baik duniawi maupun ukhrawi. Aspek
yang paling utama adalah ibadah, yang berhubungan dengan akhirat, sedangkan
muamalah mengatur interaksi antar manusia dan hubungan mereka dengan
lingkungan sekitar. Inilah karakteristik syariah Islam yang bersifat
komprehensif, mencakup hubungan vertikal (dengan Allah) dan horizontal
(dengan sesama). Dalam Al-Qur'an Allah berfirman, “Pada hari ini telah Aku
sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu,
dan telah Aku ridhai Islam sebagai agamamu.” (QS. Al-Maidah: 3).
c. Nabi Muhammad SAW sebagai Teladan Rahmat
Nabi Muhammad SAW adalah contoh utama bagaimana islam menjadi
rahmat bagi semua. Beliau merupakan sosok dengan sikap kasih sayang, pemaaf,
serta perhatian terhadap sesama manusia, bahkan terhadap orang-orang yang
memusuhinya. Di dalam kehidupan sehari-hari, beliau selalu menekankan
pentingnya menjaga hubungan baik dan saling tolong menolong. Beberapa contoh
sikap Nabi Muhammad SAW yang mencerminkan Islam Rahmatan Lil Alamin:
1) Menunjukkan kasih sayang kepada seluruh umat, termasuk kepada mereka yang
menyerangnya
2) Menjamin hidup bersama secara damai dengan umat agama lain
3) Menjamin keamanan dan kenyamanan bagi setiap orang, termasuk musuh yang
ditaklukkannya
4) Menjaga sopan santun dalam berucap dan bertindak
5) Menjaga hubungan baik antarsesama manusia
6) Peduli dan menolong sesama
d. Aplikasi dalam Kehidupan Sehari-hari
Agar Islam benar-benar menjadi rahmatan lil’alamin, umat islam perlu
menerapkan beberapa prilaku dalam kehidupan sehari-hari:
1) Berperilaku baik dan jujur.
2) Menyebarkan perdamaian dan kasih sayang.
3) Membantu orang lain tanpa memandang perbedaan.
4) Menjaga kelestarian alam dan lingkungan.
58 JSR - VOLUME. 3 NOMOR 1, TAHUN 2025
e-ISSN : 2963-9859; dan p-ISSN : 2963-9697; Hal. 53-60
5) Islam sebagai rahmatan lil’alamin adalah ajakan untuk mengimplementasikan
ajaran Islam dalam bentuk yang membawa manfaat, kedamaian, dan kebaikan
bagi seluruh makhluk di alam
4. KESIMPULAN
Dari hasil penelitian, peneliti dalam menyimpulkan bahwa islam hadir sebagai agama
yang membawa kedamaian, kasih sayang, dan manfaat bagi semua makhluk di alam semesta,
bukan hanya bagi umat Muslim saja. Islam mengajarkan nilai-nilai keadilan, toleransi, kasih
sayang, dan penghormatan terhadap keberagaman. Prinsip ini mendorong umat Islam untuk
hidup berdampingan secara harmonis dengan semua orang, menjaga lingkungan, dan menjadi
contoh kebaikan yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
Islam sebagai rahmatan lil 'alamin diturunkan sebagai rahmat bagi seluruh alam
semesta, membawa ajaran yang penuh kasih sayang, keadilan, perdamaian, dan kesejahteraan
bagi seluruh makhluk, baik manusia, hewan, maupun alam. Ajaran ini mendorong terciptanya
harmoni sosial, toleransi, serta hubungan yang baik dengan sesama manusia dan lingkungan,
menjadikan Islam sebagai agama yang membawa kebaikan dan berkah untuk semua tanpa
batasan.
DAFTAR PUSTAKA
Alhamida, A., & Kusuma, A. D. W. (2024). Analisis metode pendidikan Islam dalam sudut
pandang Al-Qur'an. 5(2), 58–69.
Aryandika Firmansyah, M., Fathoni, M. Y., Wismanto, W., Bangun, D. H., & Nasution, M. H.
(2024). Pandangan Islam dalam memaknai hakikat manusia. Jurnal Manajemen Dan
Pendidikan Agama Islam, 2(1), 88–103. [Link]
Aziz, F. A., Febriyani, F., & Asshiddiqei, M. R. W. (2024). Analisis nilai-nilai dasar
Keislaman sebagai agama rahmatan lilalamin. 758–766.
Aziz, F. A., Febriyani, F., Wismanto, W., & ... (2024). Analisis nilai-nilai dasar Keislaman
sebagai agama rahmatan lilalamin. MARAS: Jurnal …, 758–766.
[Link]
Azzahra, I. N., & Azzahra, M. W. (2024). Analisis tentang konsep dasar pendidikan Islam
(perspektif Al-Hadits). 5(2), 122–129.
Dewanda, A. A., Lubis, C. A., Zahara, H., & Putri, R. E. W. (2024). Analisis kaidah metode
pembelajaran Al-Qur'an dalam pendidikan Islam. 2(3).
Dwi Ananda, H., Khotimah, H., Pramudya Ibni, N., & Utari, R. N. W. (2024). Analisis
tentang permasalahan kekinian yang timbul dalam penyelenggaraan ibadah haji
Islam Sebagai Rahmatan Lil Alamin
sebagai bentuk pengabdian tertinggi pada Allah dalam agama Islam. Dalam buku The
Hajj: Pilgrimage in Islam oleh Eric Tagliacozzo. 2(3), 52–60.
Faturrchman Saleh, F., Mubarok, F., Ayussi, M. N., & Kenedi, W. R. W. (2024). Lemahnya
pengetahuan dan penerapan ilmu tentang bahayanya syirik bagi kehidupan. 2(1).
Fitri, A., Nursikin, M., & Amin, K. W. (2023). Peran ganda guru pendidikan agama Islam
dalam membimbing siswa bermasalah di SD Islam Al-Rasyid Pekanbaru. Journal on
Education, 5(3), 9710–9717. [Link]
Hasan, W. A., Ibadah, F., & Muamalah, A. (n.d.). AL-ISLAM.
Mahessa, A., Zakir, Z. L., Pratiwi, Y., & Dayati, R. W. (2024). Model pembelajaran agama
Islam pada pendidikan inklusi anak berkebutuhan khusus (autis). 2(2).
Rahmasari, R., Rahmasari, R., Gimri, F. D., & Dewianti, A. F. W. (2024). Penanaman nilai-
nilai Islam dalam upaya pembentukan karakter melalui pendidikan agama Islam. 2(3).
Ramadhani, W. A., Novita, N., Sari, A. P., Fakhlefi, S., & Wismanto. (2024). Analisis tentang
perspektif guru sebagai pendidik dalam tinjauan Al-Qur’an. IHSANIKA: Jurnal
Pendidikan Agama Islam, 2(2), 1–16.
Rinaldho, R., & Pratama, R. A. W. (2024). Penerapan pembelajaran pendidikan agama Islam
terhadap anak berkebutuhan khusus di sekolah luar biasa. 3(2), 13–25.
Sari, R. K., Ulfani, S. M., Lestari, A., Hasanah, D. P., & Wismanto. (2024). Kesempurnaan
akhlak dan pribadi Nabi Muhammad Rasulullah Sallallahu ’alaihi Wasallam.
Muhammad penelitian ini dilakukan dengan menggali berbagai dimensi sosial
keagamaan. 2, 253–265.
Susanto, B. W., Lasmiadi, A. M., & Wismanto, A. Z. (2023). Strategi guru pendidikan agama
Islam dalam membentuk akhlak berkomunikasi peserta didik. 12, 327–337.
Wismanto, A. H. (2018). Iman kepada hari akhir. In Pendidikan Agama Islam (Cahaya
Firdaus Pekanbaru).
Wismanto, W., & Tauhid, Z. A. (2023). Upaya pencegahan budaya syirik di media sosial
melalui pendidikan Islam berbasis Al-Islam Kemuhammadiyahan. 12, 338–350.
60 JSR - VOLUME. 3 NOMOR 1, TAHUN 2025