0% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
179 tayangan9 halaman

PPM Aljabar

DEEP LEARNING MATEMATIKA MATERI ALJABAR

Diunggah oleh

AOV Grielish
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
179 tayangan9 halaman

PPM Aljabar

DEEP LEARNING MATEMATIKA MATERI ALJABAR

Diunggah oleh

AOV Grielish
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM

(DEEP LEARNING)

Satuan Pendidikan : UPTD SMPN 1 Labuhan Maringgai


Mata Pelajaran/Sub : Matematika/ Aljabar
Nama Guru : Dardiyo,[Link]
Kelas/ Fase/Semester : VII/ D / Ganjil
Alokasi Waktu : 18 JP
Tahun Ajaran : 2025 /2026

IDENTIFIKASI Pengetahuan Awal Murid


Murid telah mampu memahami operasi hitung dasar (penjumlahan,
pengurangan, perkalian, pembagian) pada bilangan bulat dan
pecahan. Murid memiliki pemahaman awal tentang pola sederhana
dari barisan benda atau bilangan.
Minat
Sebagian besar Murid memiliki minat dalam memecahkan teka-teki
atau masalah yang menantang logika. Sebagian lainnya lebih tertarik
pada aplikasi praktis matematika dalam kehidupan sehari-hari.

Latar Belakang
Murid berasal dari latar belakang sosial ekonomi yang beragam
dengan akses yang bervariasi terhadap teknologi dan sumber belajar
di luar sekolah.
Kebutuhan Belajar
 Visual: Murid yang belajar dengan baik melalui gambar,
diagram, dan video. Mereka akan mendapat manfaat dari
penggunaan diagram alur, kartu warna untuk suku sejenis, dan
video pembelajaran.
 Auditori: Murid yang lebih mudah memahami melalui
penjelasan lisan dan diskusi. Diskusi kelompok dan penjelasan
guru yang jelas akan sangat membantu.
 Kinestetik: Murid yang belajar melalui praktik langsung.
Mereka akan termotivasi dengan aktivitas menggunakan alat
peraga seperti lidi, balok, atau permainan matematika interaktif.
KARAKTERISTIK Jenis Pengetahuan yang akan Dicapai
MATERI  Konseptual: Memahami konsep variabel sebagai pengganti
PELAJARAN
bilangan, makna suku, koefisien, konstanta, dan bentuk aljabar
linear. Memahami hubungan antar besaran yang dinyatakan
dalam bentuk aljabar.
 Prosedural: Mampu menuliskan bentuk aljabar dari suatu
masalah, melakukan substitusi nilai ke dalam bentuk aljabar,
serta menyederhanakan bentuk aljabar melalui operasi
penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian
Relevansi dengan Kehidupan Nyata Murid
Aljabar digunakan untuk memecahkan masalah sehari-hari, seperti
menghitung total belanja, memperkirakan biaya, memahami resep,
membuat perencanaan keuangan sederhana, dan sebagai dasar untuk
memahami ilmu pengetahuan lain seperti fisika dan ekonomi
Tingkat Kesulitan
Sedang. Materi ini memperkenalkan pemikiran abstrak yang
merupakan transisi dari aritmetika (konkret) ke aljabar (abstrak),
yang mungkin menjadi tantangan bagi sebagian Murid.
KARAKTERISTIK Struktur Materi
MATERI ALJABAR DALAM KALIMAT MATEMATIKA
PELAJARAN
■ Menggunakan Huruf sebagai Variabel
■ Menuliskan Berbagai Bentuk Aljabar (Perkalian, Pembagian,
Pangkat)
■ Substitusi Nilai pada Bentuk Aljabar

MENYEDERHANAKAN BENTUK ALJABAR


■ Suku dan Koefisien
■ Menyederhanakan Bentuk Aljabar Linear (Penjumlahan dan
Pengurangan)
■ Perkalian dan Pembagian Bentuk Aljabar dengan Bilangan
■ Aplikasi Bentuk Aljabar

DIMENSI Penalaran Kritis


PROFIL Mengembangkan kemampuan menganalisis informasi, membuat
LULUSAN generalisasi dari pola, dan memvalidasi argumen matematis.
Kreativitas
Menghasilkan gagasan orisinal dalam memodelkan masalah
matematika.
Kolaborasi
Bekerja efektif dalam kelompok untuk mencapai tujuan
pembelajaran bersama.

DESAIN Capaian Pembelajaran (CP)


PEMBELAJARAN Pada akhir Fase D, pada elemen Aljabar, murid mengenali,
memprediksi dan menggeneralisasi pola dalam bentuk susunan
benda dan bilangan; Menyatakan suatu situasi ke dalam bentuk
aljabar; menggunakan sifat-sifat operasi (komutatif, asosiatif, dan
distributif) untuk menghasilkan bentuk aljabar yang ekuivalen.
Murid dapat memahami relasi dan fungsi (domain, kodomain,
range) serta menyajikannya dalam bentuk diagram panah, tabel,
himpunan pasangan berurutan, dan grafik; membedakan beberapa
fungsi non linear dari fungsi linear secara grafik; menyelesaikan
persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel; menyajikan,
menganalisis, dan menyelesaikan masalah dengan menggunakan
relasi, fungsi dan persamaan linear; serta menyelesaikan sistem
persaman linear dua variabel melalui beberapa cara untuk
penyelesaian masalah.

Lintas Disiplin Ilmu


 Ilmu Pengetahuan Alam (Fisika): Menggunakan rumus-
rumus fisika yang dinyatakan dalam bentuk aljabar (contoh:
rumus kecepatan, v=s/t).
 Ilmu Pengetahuan Sosial (Ekonomi): Menghitung untung-
rugi, diskon, dan bunga sederhana menggunakan variabel.
 Seni Rupa: Mengenali pola dalam karya seni dan
menggambarkannya secara matematis.
 Informatika: Logika aljabar merupakan dasar dari
pemrograman dan algoritma.
DESAIN Tujuan Pembelajaran
PEMBELAJARAN  Pertemuan 1 (2 JP): Murid mampu memahami arti huruf
sebagai pengganti bilangan dan menggunakan bentuk aljabar
untuk menyelesaikan masalah kontekstual.
 Pertemuan 2 (2 JP): Murid dapat menuliskan bentuk aljabar
dari operasi perkalian dan pembagian, serta menyatakan
berbagai besaran menggunakan bentuk aljabar.
 Pertemuan 3 (2 JP): Murid dapat memahami makna substitusi,
dan dapat menghitung nilai dari suatu bentuk aljabar dengan
mensubstitusikan bilangan pada huruf.
 Pertemuan 4-5 (4 JP): Murid dapat mengidentifikasi suku dan
koefisien pada bentuk aljabar, serta mampu menyederhanakan
bentuk aljabar linear dengan menggabungkan suku-suku
sejenis (penjumlahan dan pengurangan).
 Pertemuan 6-7 (4 JP): Murid dapat melakukan operasi
perkalian dan pembagian antara bentuk aljabar linear dengan
bilangan.
 Pertemuan 8-9 (4 JP): Murid dapat menerapkan berbagai
bentuk aljabar untuk menjelaskan dan menyelesaikan masalah
kontekstual

Topik Pembelajaran Kontekstual


"Misteri Batang Lidi": Murid diajak untuk memecahkan masalah
tentang berapa banyak lidi yang dibutuhkan untuk membuat
sejumlah persegi yang disusun berdampingan. Topik ini digunakan
untuk mengenalkan konsep variabel dan bagaimana suatu pola
dapat digeneralisasi menjadi sebuah kalimat matematika (bentuk
aljabar).
KERANGKA Model Pembelajaran
PEMBELAJARAN Problem Based Learning (PBL), Blended Learning.
(Praktik
Pedagodik) Pendekatan (Deep Learning)
 Mindful Learning: Murid diajak untuk fokus dan cermat
dalam mengamati pola (kegiatan lidi), mengidentifikasi suku-
suku sejenis, dan memperhatikan tanda positif/negatif dalam
operasi aljabar.
 Meaningful Learning: Murid menghubungkan konsep aljabar
dengan masalah nyata yang relevan (menghitung harga, jarak,
dll.), sehingga mereka memahami kegunaan dan makna dari
apa yang dipelajari.
 Joyful Learning: Pembelajaran dirancang melalui kerja
kelompok yang kolaboratif, permainan, dan tantangan
pemecahan masalah yang menarik agar suasana belajar
menjadi menyenangkan.
Metode Pembelajaran
Diskusi kelompok, tanya jawab, presentasi, penugasan,
eksperimen (alat peraga).
Strategi Pembelajaran Berdiferensiasi:
 Diferensiasi Konten: Menyediakan materi dalam berbagai
format (teks di buku, video pembelajaran, artikel online).
Diferensiasi Proses: Murid dapat bekerja secara individu,
berpasangan, atau kelompok.
 Diferensiasi Produk: laporan tertulis, presentasi
menggunakan slide, poster infografis, atau video penjelasan.
Komponen Deskripsi

KEMITRAAN  Lingkungan Sekolah: Berkolaborasi dengan guru mata


PEMBELAJARAN pelajaran lain (IPA, IPS, Informatika) untuk proyek lintas
disiplin. Memanfaatkan perpustakaan sekolah sebagai sumber
belajar.
 Lingkungan Luar Sekolah/Masyarakat: Mengajak orang tua
untuk mendukung proses belajar anak di rumah. Mengundang
praktisi (misal: pengusaha kecil) untuk berbagi cerita tentang
bagaimana matematika digunakan dalam pekerjaan mereka.
 Mitra Digital: Memanfaatkan platform pembelajaran online
dan sumber daya dari internet.

LINGKUNGAN  Ruang Fisik: Pengaturan tempat duduk yang fleksibel


BELAJAR (klasikal, berkelompok) untuk mendukung berbagai mode
belajar. Papan tulis atau dinding dimanfaatkan untuk
menempelkan hasil karya siswa dan kata kunci materi.
 Ruang Virtual: Menggunakan Google Classroom atau
WhatsApp Group sebagai platform untuk berbagi materi, tugas,
dan forum diskusi di luar jam pelajaran.
 Budaya Belajar: Menciptakan suasana yang aman dan positif
di mana siswa berani bertanya, berpendapat, dan membuat
kesalahan sebagai bagian dari proses belajar. Menumbuhkan
budaya saling menghargai dan kerja sama.

PEMANFAATAN
DIGITAL  Perpustakaan Digital/Sumber Daring: Khan Academy,
YouTube Edukasi, Rumah Belajar Kemdikbud.
 Forum Diskusi Daring: Google Classroom, Padlet, atau
WhatsApp Group.
 Penilaian Daring: Google Forms, Quizizz, atau Kahoot! untuk
kuis formatif.
 Media Presentasi Digital: Canva, Google Slides, atau
PowerPoint.
 Media Publikasi Digital: Blog kelas atau media sosial sekolah
untuk mempublikasikan proyek terbaik siswa.

PENGALAMAN BELAJAR
Langkah-langkah Pembelajaran

 Pertemuan ke-1 (2 JP : 80 Menit)


Topik : Menggunakan Huruf sebagai Variabel

Kegiatan  Pembukaan: Guru membuka pelajaran dengan salam, doa, dan


Pendahulua memeriksa kehadiran.
n (15 Menit)  Mindful: Guru mengajak siswa melakukan teknik stop sejenak
(berhenti, tarik napas, amati, lanjutkan) untuk memfokuskan pikiran.
 Apersepsi: Guru menampilkan gambar beberapa barang dengan label
harga (misal: 3 buku tulis = Rp 12.000). Guru bertanya, "Bagaimana
cara mengetahui harga satu buku?".
 Motivasi: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan mengaitkan
materi dengan manfaatnya, "Hari ini kita akan belajar cara
menggunakan 'simbol rahasia' untuk menyelesaikan masalah seperti
ini dengan lebih mudah."
Kegiatan  Eksplorasi (Meaningful): Guru menyajikan masalah kontekstual
Inti "Misteri Batang Lidi". Siswa diminta mengeluarkan lidi atau stik es
(55 Menit) krim yang sudah disiapkan.
 Diskusi Kelompok (Joyful): Siswa dibagi menjadi beberapa
kelompok. Setiap kelompok diminta untuk menyusun 1 persegi, 2
persegi berdampingan, 3 persegi, dst., dan menghitung jumlah lidi
yang dibutuhkan, lalu mencatatnya dalam tabel.
 Bernalar Kritis: Guru mengajukan pertanyaan pemantik: "Berapa
lidi untuk 4 persegi? 10 persegi? Adakah pola yang kalian temukan?
Bagaimana cara menuliskannya?"
 Presentasi: Setiap kelompok mempresentasikan cara mereka
menemukan jumlah lidi. Guru mengapresiasi semua ide yang muncul.
 Generalisasi: Guru membimbing diskusi untuk sampai pada
kesimpulan bahwa kita bisa menggunakan huruf (misal: a) untuk
mewakili jumlah persegi. Contoh: 1 + 3a atau 4 + 3(a-1).
 Pembelajaran Berdiferensiasi:
o Proses: Kelompok yang cepat paham diberi tantangan:
"Bagaimana jika perseginya disusun ke atas dan ke samping
membentuk persegi panjang besar? Temukan rumusnya!".
Kelompok yang kesulitan dibimbing guru langkah demi langkah.
o Konten: Siswa kinestetik menggunakan lidi, siswa visual dapat
menggambarnya di buku
Kegiatan  Refleksi: Siswa diminta menuliskan satu hal baru yang dipelajari dan
Penutup satu hal yang masih membingungkan.
(10 Menit)  Rangkuman: Guru bersama siswa menyimpulkan bahwa huruf dapat
digunakan untuk mewakili suatu bilangan yang belum diketahui
(variabel).
 Tindak Lanjut: Guru memberikan 1-2 soal latihan sederhana untuk
dikerjakan di rumah.
 Penutup: Salam dan doa.

 Pertemuan ke-2 (2 JP : 80 Menit)


Topik : Menuliskan Bentuk Aljabar (Perkalian & Pembagian)
Kegiatan  Pembukaan: Salam, doa, dan presensi.
Pendahuluan  Apersepsi: Guru mereview materi sebelumnya, "Jika a adalah
(15 Menit) jumlah persegi, kita punya rumus 1+3a. Sekarang, bagaimana jika
harga 1 buku adalah x rupiah, bagaimana cara menuliskan harga 5
buku?"
 Motivasi: "Hari ini kita akan belajar aturan menulis yang lebih
singkat dan cepat dalam aljabar, agar perhitungan kita efisien.
Kegiatan  Eksplorasi (Meaningful): Guru menjelaskan aturan penulisan
Inti perkalian aljabar (angka di depan huruf, tanda kali dihilangkan) dan
(50 menit) pembagian (menggunakan bentuk pecahan). Contoh: 5×a ditulis 5a;
x÷3 ditulis 3x.
 Diskusi Kelompok (Joyful): Siswa dalam kelompok mengerjakan
LKPD yang berisi berbagai situasi nyata untuk diubah ke bentuk
aljabar. Contoh: "Nyatakan luas persegi panjang dengan panjang p
dan lebar l." atau "Nyatakan kecepatan rata-rata jika jaraknya s km
ditempuh dalam t jam."
 Permainan "Cepat Tepat": Guru menyebutkan kalimat matematika,
kelompok yang paling cepat dan benar menuliskan bentuk
aljabarnya di papan tulis kecil mendapat poin.
 Pembelajaran Berdiferensiasi:
o Konten: LKPD menyediakan soal dari yang paling dasar
(misal: a×(−1)×b) hingga yang lebih kompleks (misal: total
harga dari a barang seharga 5000 rupiah dan b barang seharga
7000 rupiah).
o Proses: Siswa yang kesulitan dapat fokus pada aturan dasar,
sementara siswa yang cepat dapat melanjutkan ke soal-soal
aplikasi yang lebih menantang
Kegiatan  Refleksi: "Aturan penulisan mana yang menurutmu paling penting
Penutup untuk diingat? Mengapa?"
(15 menit)  Rangkuman: Guru bersama siswa merangkum aturan penulisan
perkalian dan pembagian dalam aljabar.
 Tindak Lanjut: Memberikan beberapa soal latihan untuk penguatan.
 Penutup: Salam dan doa

 Pertemuan ke-3 (2 JP : 80 Menit)


Topik : Substitusi Nilai pada Bentuk Aljabar

Kegiatan  Pembukaan: Salam, doa, dan presensi.


Pendahuluan  Apersepsi: Guru bertanya, "Kita punya rumus jumlah lidi 1 + 3a.
(10 Menit) Jika kita ingin membuat 50 persegi, apa yang harus kita lakukan
dengan huruf a?"
 Motivasi: "Kemampuan substitusi ini sangat hebat, karena dengan
satu rumus saja, kita bisa menghitung nilai untuk berbagai kondisi."

Kegiatan Inti  Penjelasan (Mindful): Guru menjelaskan konsep substitusi


(60 Menit) (mengganti huruf dengan nilai yang diberikan). Guru menekankan
pentingnya penggunaan tanda kurung, terutama saat mensubstitusi
bilangan negatif. Contoh: Jika x=−4, maka 5−2x menjadi 5−2(−4).
 Latihan Terbimbing (Meaningful): Guru memberikan contoh soal
kontekstual: "Suhu udara di puncak gunung pada pagi hari adalah T
derajat Celcius. Pada siang hari, suhunya naik 5 derajat. Jika suhu
pagi hari adalah -2°C, berapakah suhu pada siang hari?". Siswa
dibimbing untuk membuat bentuk aljabar (T+5) lalu mensubstitusi
nilai T.
 Latihan Mandiri: Siswa mengerjakan soal-soal di LKPD dengan
tingkat kesulitan bertingkat.
 Pembelajaran Berdiferensiasi:
o Proses: Siswa yang kesulitan diperbolehkan menggunakan
kalkulator untuk mengecek hasil akhir, agar bisa fokus pada
proses substitusi yang benar. Siswa yang cepat bisa membuat
soal substitusi sendiri dan menukarkannya dengan teman.
o Produk: Siswa bisa menuliskan jawaban di buku atau
beberapa siswa maju untuk menjelaskan jawabannya di papan
tulis.
Kegiatan  Refleksi: "Apa bagian tersulit saat mengganti huruf dengan
Penutup bilangan negatif?"
(10 menit)  Rangkuman: Guru menegaskan kembali bahwa substitusi adalah
proses mengganti variabel dengan nilai numerik.
 Tindak Lanjut: Memberikan PR soal cerita yang melibatkan
substitusi.
 Penutup: Salam dan doa

 Pertemuan 4-5 (4 JP : 160 Menit)


Topik : Menyederhanakan Bentuk Aljabar (Penjumlahan & Pengurangan)

Kegiatan  Pembukaan: Salam, doa, dan presensi.


Pendahuluan  Apersepsi (Kinestetik): Guru menggunakan analogi: "Jika saya
(15 Menit) punya 5 pulpen dan 3 buku, lalu temanmu memberi 2 pulpen lagi
dan 1 buku, berapa total pulpen dan buku yang saya miliki
sekarang? Mengapa kita tidak bisa menjumlahkan pulpen dan buku
menjadi satu?"
 Motivasi: "Sama seperti merapikan barang, dalam aljabar kita juga
bisa 'merapikan' bentuk yang panjang menjadi lebih sederhana agar
mudah dipahami."
Kegiatan Inti  Eksplorasi: Guru memperkenalkan istilah suku, koefisien,
(50 Menit) konstanta, dan suku sejenis.
 Aktivitas Kelompok (Joyful): Siswa diberi "Kartu Aljabar" (kartu
dengan tulisan suku-suku seperti 5x,−3y,8,2x,7y,−1). Dalam
kelompok, mereka harus mengelompokkan kartu-kartu yang
merupakan suku sejenis.
 Latihan Terbimbing: Guru menunjukkan cara menyederhanakan
bentuk aljabar dengan menggabungkan koefisien dari suku-suku
sejenis. Contoh: 8a+4−3a−1=(8a−3a)+(4−1)=5a+3.
 Pembelajaran Berdiferensiasi:
o Proses: Siswa visual dapat menggunakan spidol warna-warni
untuk menandai suku-suku yang sejenis sebelum
menjumlahkan atau mengurangkannya.
o Konten: LKPD berisi soal yang bervariasi, mulai dari 2 suku
hingga bentuk aljabar yang lebih kompleks dengan beberapa
variabel.

Kegiatan  Refleksi: "Bagaimana kamu tahu bahwa dua suku itu sejenis?"
Penutup  Rangkuman: Guru dan siswa menyimpulkan bahwa hanya suku-
(15 menit) suku yang memiliki variabel dan pangkat yang sama persis yang
dapat disederhanakan.
 Tindak Lanjut: Latihan soal penyederhanaan.
 Penutup: Salam dan doa.

 Pertemuan 6-7 (4 JP : 160 Menit)


Topik : Perkalian dan Pembagian Bentuk Aljabar dengan Bilangan

Kegiatan  Pembukaan: Salam, doa, dan presensi.


Pendahuluan  Apersepsi: Guru mengingatkan kembali sifat distributif pada
(15 Menit) bilangan: 4×(5+2)=(4×5)+(4×2). Lalu bertanya, "Bagaimana jika
kita terapkan pada aljabar, misalnya 4×(x+2)?"
 Motivasi: "Kemampuan ini akan membuka jalan untuk
menyelesaikan bentuk-bentuk aljabar yang lebih rumit lagi."
Kegiatan Inti  Eksplorasi (Meaningful): Guru menggunakan masalah luas persegi
(50 Menit) panjang untuk menjelaskan perkalian. "Sebuah kebun lebarnya 3
meter dan panjangnya (x+5) meter. Bagaimana cara menyatakan
luasnya?". Siswa dibimbing menemukan 3(x+5)=3x+15.
 Latihan Terbimbing (Mindful): Guru memandu pengerjaan soal
perkalian dan pembagian, dengan menekankan perhatian pada tanda
positif dan negatif. Contoh: −2(a−4)=−2a+8 dan (8x−12)÷4=2x−3.
 Kerja Kelompok: Siswa mengerjakan LKPD yang berisi soal-soal
perkalian dan pembagian bentuk aljabar dengan bilangan.
 Pembelajaran Berdiferensiasi:
o Konten: Soal bervariasi dari yang sederhana seperti 5×3y
hingga yang lebih kompleks seperti 3(2x−1)−4(x+2).
o Proses: Siswa yang cepat selesai dapat mencoba membuat
soal sendiri dan menantang temannya. Guru memberikan
bimbingan ekstra bagi kelompok yang kesulitan.
Kegiatan  Refleksi: "Kesalahan apa yang paling mudah terjadi saat
Penutup mengerjakan soal perkalian dengan bilangan negatif di depan
(15 Menit) kurung?"
 Rangkuman: Menyimpulkan langkah-langkah perkalian (distributif)
dan pembagian (membagi setiap suku).
 Tindak Lanjut: Memberikan soal latihan kombinasi.
 Penutup: Salam dan doa.

 Pertemuan 8-9 (4 JP : 160 Menit)


Topik : Aplikasi Bentuk Aljabar
Kegiatan  Pembukaan: Salam, doa, dan presensi.
Pendahuluan  Apersepsi: "Kita sudah punya banyak 'senjata' aljabar: menulis,
(15 Menit) substitusi, menyederhanakan, mengalikan, dan membagi. Hari ini
kita akan gunakan semuanya untuk memecahkan sebuah kasus!"
 Motivasi: "Kalian akan melihat betapa bergunanya aljabar untuk
menyelesaikan masalah di dunia nyata."
Kegiatan Inti  Problem Based Learning (Meaningful): Guru menyajikan sebuah
(50 Menit) masalah kontekstual yang kompleks di LKPD. Contoh: "Sebuah
keluarga berencana berlibur. Biaya sewa mobil adalah Rp 300.000
per hari (h). Biaya penginapan adalah Rp 400.000 per malam.
Mereka akan berlibur selama h hari, artinya menginap selama h-1
malam. Mereka juga menganggarkan uang makan Rp 150.000 per
hari. Buatlah bentuk aljabar total biaya liburan mereka! Lalu, jika
mereka berlibur selama 3 hari, berapa total biayanya?"
 Kerja Kelompok (Joyful): Siswa dalam kelompok berdiskusi untuk
memecahkan masalah tersebut, mulai dari memodelkan,
menyederhanakan, hingga mensubstitusi.
 Presentasi & Diskusi: Perwakilan kelompok mempresentasikan
hasil kerja dan alur berpikir mereka. Kelompok lain memberikan
tanggapan.
 Pembelajaran Berdiferensiasi:
o Konten: Guru dapat menyiapkan 2-3 pilihan masalah dengan
tingkat kerumitan yang berbeda. Kelompok bisa memilih
masalah yang sesuai dengan kemampuan mereka.
o Produk: Hasil kerja bisa disajikan dalam bentuk poster
sederhana, paparan di papan tulis, atau presentasi slide.
Kegiatan  Refleksi: "Langkah mana yang paling menantang dalam
Penutup memecahkan masalah tadi? Memodelkan, menyederhanakan, atau
(15 menit) menghitung?"
 Rangkuman: Guru menguatkan kembali langkah-langkah sistematis
dalam menyelesaikan masalah menggunakan aljabar.
 Tindak Lanjut: Menginformasikan siswa untuk mereview semua
materi Bab 2 sebagai persiapan asesmen sumatif, salam & Do’a.
ASESMEN PEMBELAJARAN

Asesmen  Tanya Jawab: Di awal bab, guru mengajukan pertanyaan lisan


Diagnostik terkait pemahaman pola dan operasi hitung dasar. Contoh: "Jika 1
pulpen harganya Rp3.000, berapa harga 5 pulpen? Bagaimana
kamu menghitungnya?".
 Kuis Singkat: Kuis 3-5 soal di Google Forms mengenai konsep
prasyarat (misal: menghitung luas persegi, operasi bilangan
bulat)
Asesmen  Tanya Jawab: Selama proses pembelajaran, guru mengajukan
Formatif pertanyaan untuk mengecek pemahaman, seperti “Mengapa suku
3x dan 5y tidak bisa dijumlahkan?”.
 Diskusi Kelompok: Guru mengobservasi keaktifan, kemampuan
kerja sama, dan kontribusi siswa dalam diskusi menggunakan
lembar observasi.
 Latihan Soal/LKPD: Menganalisis hasil pengerjaan Lembar
Kerja Murid (LKPD) untuk mengidentifikasi miskonsepsi.
 Observasi: Mengamati kemampuan siswa dalam bernalar kritis
dan berkomunikasi saat presentasi.
 Produk (Proses): Menilai draf atau proses pengerjaan tugas
proyek, memberikan umpan balik untuk perbaikan

Asesmen  Produk (Proyek):


Sumatif ○ Tugas: Secara berkelompok, siswa diminta mencari satu
masalah nyata di lingkungan sekolah (misal: menghitung
kebutuhan dana untuk acara kelas, menghitung bahan untuk
membuat mading) dan menyelesaikannya menggunakan
konsep aljabar.
○ Penilaian: Laporan proyek dinilai berdasarkan ketepatan
pemodelan matematika, kebenaran perhitungan, dan
kejelasan penjelasan.
 Praktik (Kinerja):
○ Tugas: Siswa diminta menjelaskan langkah-langkah
penyederhanaan bentuk aljabar yang kompleks di depan
kelas.
○ Penilaian: Dinilai berdasarkan kelancaran, ketepatan konsep,
dan kemampuan menjawab pertanyaan.
 Tes Tertulis: Tes akhir bab untuk mengukur pemahaman
konseptual dan prosedural.

Labuhan Maringgai, 18 Juli 2025


Mengetahui,

Kepala UPTD SMPN 1 Labuhan Maringgai Guru Mata Pelajaran

Dra. Hj. MURNIATI, [Link]. DARDIYO, [Link].


NIP. 19660525 198807 2 002 NIP.

Anda mungkin juga menyukai