COVER RKT
DAFTAR ISI
REKOMENDASI PENGAWAS
LEMBAR PENGESAHAN
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
B. Dasar Hukum
BAB II PROFIL DAN RAPOR PENDIDIKAN
A. Profil Pendidikan
B. Rapor Pendidikan
BAB III PERENCANAAN BERBASIS DATA
A. Identifikasi Masalah
B. Refleksi
C. Benahi
BAB IV RENCANA KEGIATAN TAHUNAN
A. Rencana Kerja Tahunan (RKT)
B. Jadwal Kegiatan Tahunan
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
B. Rekomendasi
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan merupakan salah satu bagian yang sangat penting
dalam pembangunan sumber daya manusia, oleh sebab itu sebagai
upaya untuk meningkatkan mutu dan pemerataan pendidikan, maka
dipandang perlu adanya upaya yang dilaksanakan secara terencana,
terarah, dan terpadu untuk menyempurnakan kegiatan-kegiatan
sekolah, sehingga penyelenggaraan Pendidikan apat berjalan lebih
optimal dan memenuhi harapan semua pihak yang berkepentingan
(stakeholders). Upaya-upaya yang terus bergulir dalam rangka
peningkatan kualitas (quality) dan pemerataan kesempatan (equity)
Pendidikan diantaranya melalui penerapan program wajib belajar 9
dan 12 tahun, standarisasi kurikulum, proses, ketenagaan,
pembiayaan, sarana/prasarana, kompetensi lulusan, penilaian, dan
manajemen dan pencitraan publik.
Rencana kerja tahunan adalah perencanaan program kerja
yangakan digunakan sebagai acuan untuk melaksanakan kerja
dalam waktu satu tahun yang akan datang. Rencana kerja tahunan
ini membantu sebuah tim atau kelompok yang lebih besar untuk
mengetahui hal apa saja yang ingin dicapai, memecah pekerjaan
menjadi lebih ringan dan ringkas dan juga mencari cara terbaik
untuk mencapai tujuan tersebut.
MI ......... merupakan satuan pendidikan dasar yang berlokasi di
Desa Gampong Teungoh Kecamatan Samatiga Kabupaten Aceh Barat
yang memiliki pendidik dan tenaga kependidikan yang terdiri dari 1
kepala sekolah, …… guru kelas, ……. orang guru mata pelajaran
PJOK, …….. orang guru mata pelajaran pendidikan agama Islam, dan
…….. orang tenaga kependidikan yaitu penjaga sekolah dan petugas
keamanan. MTs ......... mempunyai jumlah peserta didik pada tahun
ajaran 2024/2025 adalah ……. siswa, sedangkan untuk tahun ajaran
2025/2026 adalah ……… siswa. Berdasarkan data tersebut MTs ……..
mengalami penurunan/peningkatan (pilih) jumlah peserta didik dari
tahun ajaran sebelumnya yakni sejumlah ……. orang siswa.
Pada tahun 2024 telah dilaksanakan Asesmen Nasional
Berbasis Komputer (ANBK) untuk siswa kelas V (lima) sejumlah …….
siswa. Hasil dari asesmen tersebut maka keluarlah profil Pendidikan
yang menjadi laporan rapor pendidikan yang diperoleh melalui
platform rapor pendidikan. Rapor pendidikan inilah yang memberikan
gambaran nilai capaian siswa dari dimensi A, B, C, D dan E yang
selanjutnya oleh satuan pendidikan dasar dijadikan acuan untuk
membuat perencanaan baik rencana kerja tahunan (RKT) maupun
rencana kegiatan dan anggaran sekolah (RKAS). Rencana Kerja
Tahunan MTs ......... Tahun 2025 ini merupakan hasil dari proses
identifikasi, refleksi dan benahi (IRB) dari laporan rapor pendidikan
tahun 2024 yang merupakan hasil dari proses Asesmen Nasional
tahun 2024 yang terkenal dengan istilah ANBK.
Dalam laporan rapor pendidikan yang merupakan indicator
prioritas pendidikan dasar dan menengah meliputi: kemampuan
literasi, kemampuan numerasi, karakter, iklim keamanan sekolah
dan iklim kebhinekaan. Dari indikator prioritas tersebut dianalisis
berdasarkan nilai capaian yang diperoleh berdasarkan proporsi
kemampuan siswa. Selanjutnya dari nilai capaian tersebut dianalisis
melalui proses identifikasi, refleksi dan benahi (IRB) yang akan
menjadi dasar untuk perencanaan berbasis data (PBD). Perencanaan
Berbasi Data (PBD) adalah bentuk pemanfaatan data pada platform
Rapor Pendidikan sebagai bentuk intervenasi satuan maupun Dinas
Pendidikan maupun pemerintah daerah terhadap mutu dan capaian
Pendidikannya dan bertujuan untuk mencapai peningkatan serta
perbaikan mutu Pendidikan yang berkesinambungan. Perencanaan
Berbasis Data (PBD) bertujuan untuk memberikan perbaikan
pembelanjaan anggaran serta pembenahan system pengelolaan
satuan pendidikan yang efektif, akuntabel dan konkret. Selain itu,
Perencanaan Berbasis Data (PBD) juga disesuaikan dengan
kebutuhan satuan pendidikan atau dinas berdasarkan identifikasi
masalah yang berasal dari data pada platform Rapor Pendidikan,
yang kemudian mendorong satuan pendidikan dan dinas Pendidikan
untuk melakukan pembenahan melalui penyusunan kegiatan
peningkatan capaian berdasarkan hasil identifikasi dan refleksi
terhadap capaian di Rapor Pendidikan dan kondisi lapangan.
Terdapat 3 langkah sederhana dalam proses Perencanaan Berbasis
Data (PBD), yaitu Identifikasi, Refleksi, dan Benahi (IRB) yang
selanjutnya disebut RKT
B. Dasar Hukum
1. Dasar Hukum perencanaan berbasis data diatur dalam PP No. 57
tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan :
Pasal 28 berbunyi :
Perencanaan kegiatab Pendidikan bertujuan untuk
meningkatkan kualitas, proses dan hasil belajar secara
berkelanjutan berdasarkan evaluasi diri Satuan Pendidikan.
Perencanaan kegiatan Pendidikan dituangkan dalam rencana
kerja jangka pendek dan rencana jangka menengah.
Pasal 48 berbunyi :
Evaluasi sistem Pendidikan oleh Pemerintah Daerah
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan terhadap:
a. Pendidikan anak usia dini; dan
b. pendidikan dasar dan menengah.
Evaluasi sistem Pendidikan oleh Pemerintah Daerah
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bertujuan untuk
perluasan akses dan peningkatan mutu layanan Pendidikan
daerah sesuai kebutuhan Satuan Pendidikan dan program
Pendidikan.
2. Permendikbud Ristek No. 09 tahun 2022 tentang Evaluasi Sistem
Pendidikan oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah
terhadap Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan
Pendidikan Menengah ;
Pasal 24 berbunyi :
Evaluasi Sistem Pendidikan oleh Pemerintah Daerah
berdasarkan profil pendidikan daerah.
Evaluasi sistem pendidikan oleh Pemerintah Daerah
dilaksanakan terhadap:
a. Pendidikan Anak Usia Dini, dan
b. Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah
Pasal 26 berbunyi :
Hasil Evaluasi Sistem Pendidikan oleh Pemerintah Daerah
dimanfaatkan oleh Pemerintah Daerah sebagai bahan untuk
melakukan penyesuaian kebijakan dan perencanaan program
dalam rangka peningkatan akses, mutu, relevansi, dan tata
Kelola penyelenggaraan pendidikan sesuai dengan
kewenangannya.
Pasal 28 berbunyi :
mengidentifikasi masalah pendidikan yang perlu mendapatkan
prioritas berdasarkan indikator dalam profil Satuan Pendidikan
atau profil program pendidikan kesetaraan;
mendalami hasil identifikasi masalah pendidikan untuk
menemukan akar masalah dan merumuskan langkah
perbaikan; dan
melakukan perencanaan program untuk mengatasi akar
masalah.
BAB II
PROFIL DAN RAPOR PENDIDIKAN
A. Profil Pendidikan
Profil Pendidikan adalah Laporan Komprehensif mengenai
layanan Pendidikan sebagai hasil dari Evaluasi Sistem Pendidikan
yang digunakan sebagai landasan untuk penngkatan mutu layanan
Pendidikan dan penetapan Rapor Pendidikan. Profil Pendidikan terdiri
dari indikator-indikator yang merefleksikan delapan Standar Nasional
Pendidikan dan mencakup area yang berkaitan dengan input, proses,
dan output pembelajaran Rapor Pendidikan.
a. Pengertian
Rapor Pendidikan adalah Indikator terpilih Dari Profil
Pendidikan yang merefleksikan prioritas Kemendikbud Ristek yang
digunakan untuk menilai kinerja daerah dan satuan pendidikan.
Rapor Pendidikan diperoleh dari perbandingan nilai indikator antar
tahun. Untuk mengetahui rapor pendidikan satuan pendidikan maka
Kepala sekolah atau pun admin sekolah dapat melihat dan
mengunduh rapor pendidikan melalui tautan
[Link] atau Platform rapor
pendidikan. Platform Rapor pendidikan adalah aplikasi berbasis web
yang menampilkan informasi Profil Pendidikan dan Rapor Pendidikan.
Platform Rapor Pendidikan dapat diakses oleh pengguna yang
memiliki akun belajar sesuai dengan kewenangannya.
Pada Rapor Pendidikan terdapat indicator yang menjadi
prioritas Pendidikan dasar diantaranya :
1) A.1 Kemampuan Literasi
2) A.2 Kemampuan Numerasi
3) A.3 Karakter
4) D.4 Iklim Keamanan Sekolah
5) D.8 Iklim Kebhinekaan Sekolah
Setelah melihat hasil dari Rapor Pendidikan, satuan pendidikan dapat
melakukan refleksi dan evaluasi atas kualitas dari pendidikannya
Selain itu hasil Rapor Pendidikan juga dapat dijadikan sebagai dasar
Perencanaan Berbasis Data (PBD) yang tepat dan akurat, sehingga
pada akhirnya akan dapat membantu proses dan meningkatkan
kualitas belajar mengajar satuan pendidikan. Adapun tahapan dalam
melakukan perencanaan berbasis data (PBD) adalah dengan
melakukan Identifikasi, Refleksi, dan Benahi (IRB).
a) Tahapan proses identifikasi (memilih dan menetapkan masalah)
yang dilakukan oleh kepala sekolah melalui tahapan sebagai
berikut :
Mengunduh data dari platform Rapor Pendidikan
Merujuk kepada daftar indicator prioritas
Menetapkan indicator rapor sebagai masalah yang akan
diintervensi.
b) Tahapan proses reflekasi (merumuskan akar masalah) yang
dilakukan oleh kepala sekolah melalui tahapan sebagai berikut :
Dari masalah yang akan diintervensi dilakukan analisis untuk
mencari akar masalah.
c) Tahapan proses reflekasi (menentukan program dan kegiatan)
yang dilakukan oleh kepala sekolah melalui tahapan sebagai
berikut :
Membuat program, dan
Menyusun kegiatan sebagai Solusi untuk setiap akar masalah
yang ditetapkan.
b. Rapor Pendidikan
1) Mutu Hasil Peserta Didik
Hasil belajar peserta didik bisa dilihat dari aspek kognitif dan
nonkogntif. Aspek kognitif diukur dari kemampuan literasi dan
numerasi pserta didik, sementara aspek non koknitif diukur dari
karakter dan perilaku yang sejalan dengan nilai Pancasila
a) Kemampuan literasi peserta didik MTs ......... dari 25% peserta
didik telah mencapai kompetensi minimum untuk kompetensi
mengevaluasi dan merefleksikan isi teks mengalami
peningkatan cukup siginifikan yaitu 32,71%. (tulis sesuai
capaian RP)
b) Kemampuan Numerasi peserta didk MTs ......... kurang dari
8,25% sudah mencapai kompetensi minimum untuk numerasi.
c) Indek karakter peserta didik MTs ......... terbiasa menerapkan
nilai-nilai karakter pelajar Pancasila yang berakhlak mulia,
bergotong royong, mandiri, kreatif dan bernalar kritis serta
berkebinekaan global dalam kehidupan sehari-hari. Pada tahun
2024 indeks karakter turun/naik mencapai 3,63% dari tahun
2023.
2) Iklim Keamanan dan iklusivitas di Satuan Pendidikan
Perasaan dan interaksi peserta didik di sekolah sangat
menentukan kualitas pembelajaran. Peserta didik yang merasa tidak
aman, misalnya karena mengalami perundungan atau diskriminasi
agama, ras, sosial ekonomi, atau kondisi fisiknya akan kesulitan
dalam mengikuti Pelajaran.
a) Iklim Keamanan MTs ......... memiliki lingkungan sekolah yang
aman, terlihat dari kesejahteraan psikologis yang baik dan
rendahnya kasus perundungan, hukum fisik, kekerasan seksual,
dan penyalahgunaan narkoba. Satuan Pendidikan dapat
mempertahankan kualitas warga sekolah dalam mencegah dan
menangani kasu untuk menciptakan iklim keamanan di
lingkungan sekolah.
b) Iklim Kebinekaan MTs ......... sudah menghadirkan proses
pembelajaran yang menjunjung tinggi toleransi
agama/kepercayaan dan budaya; mendapatkan pengalaman
belajar yang berkualitas; mendukung kesetaraan
agama/kepercayaan, dan budaya; serta memperkuat
nasionalisme
c) Iklim Inklusivitas di MTs ......... mulai mengembangkan suasana
proses pembelajaran yang menyediakan layanan yang ramah
bagi peserta didik dengan disabilitas dan cerdas berbakat
Istimewa.
3) Kompetensi GTK
Tingkat kompetensi GTK bisa dilihat dari proporsi GTK yang
bersetifikat Pendidik dan nilai Uji Kompetensi Guru (UKG). Sementara
itu, jumlah kehadiran GTK di kelas bisa menggambarkan bagaiman
kinerja mereka sehari-hari. Tak hanya melihat kondisi saat ini, kita
juga perlu melihat potensi perkembangan mutu dengan
keikutsertaan GTK ke berbagai pelatihan dan keterlibatan mereka
menjadi GTK.
a) Nilai Uji Kompetensi Guru di MTs ......... dengan rata-rata UKG
sudah baik.
b) Pengalaman pelatihan guru di MTs ......... telah berkembang
dalam keikutsertaan guru dalam pelatihan.
c) Kehadiran guru dikelas terdiri dari : kehadiran guru menurut
laporan murid dan kehadiran guru menurut laporan kepala
sekolah.
d) Proporsi GTK di MTs ......... berkualifikasi S1 baik dibidang guru
kelas maupun guru bidang studi.
4) Pengelolaan Sekolah yang Partisipatif, Transparan, dan Akuntabel
Dalam pelaksanaan dan pengembangan aktifitas, sekolah
penting untuk melibatkan warga sekolah (orang tua dan peserta
didik). Dari sisi pengelolaan dana, perlu diperhatikan proporsi jenis
belanja yang dilakukan, dan bagaimana Tingkat pemanfaatan TIK
dalam melakukan perencanaan dan pembelajaran anggaran.
a) Partisipasi Warga Sekolah Partispasi warga sekolah terdiri dari :
Partisipasi orang tua dan partisipasi murid,
b) Pemanfaatan Sumber Daya Sekolah Proporsi pemanfaatan
sumber daya sekolah untuk peningkatan mutu terdiri dari :
Proporsi pembelajaan peningkatan mutu guru dan tenaga
kependidikan
Proporsi pembelajaran non personal mutu pembelajaran
c) Pemanfaatan Tik untuk adminitrasi
Pemanfaatan TIK di MTs ......... selain untuk administrasi dan
pembelajaran juga digunakan untuk mengelola anggaran yang terdiri
dari :
Proporsi perencanaan dana bos secara digital
Indeks penggunaan platform sumber daya sekolaj – ketepatan
waktu dan kelengkapan pelaporan
BAB III
PERENCANAAN BERBASIS DATA
Perencaan Berbasis Data adalah bentuk pemanfaatan data pada
platform Rapor Pendidikan sebagai bentuk intervensi satuan
Pendidikan, dinas pendidikanmaupun pemerintah daerah terhadap
mutu dan capaian pendidikannya dan bertujuan untuk mencapai
peningkatan serta perbaikan mutu Pendidikan yang
berkesinambungan. Tahapan yang dilakukan oleh MI ......... dalam
Perencanaan Berbasis Data (PBD) dari rapor Pendidikan adalah
sebagai berikut :
1. Identifikasi Masalah
Identifikasi masalah artinya memilih dan menetapka masalah
yang didapat dari rapor Pendidikan MTs ......... dengan tahapan
sebagai berikut :
Mengunduh profil Pendidikan dari platfrom Rapor Pendidikan
Mempelajarao indicator-indikator yang ada dan petakan indicator yang
masih bermasalah.
Kemendikbud Ristek telah menetapkan indiikator prioritas bagi Satuan
Pendidikan sebagai focus untuk meningkatkan kualitas layanan sebagai
indicator yang perlu diprioritaskan.
Memilih indicator yang ingin diintervensi dengan mempertimbangkan
indicator prioritas dan indicator yang bermasalah.
Dari rapor Pendidikan MI ......... diperoleh data/indicator yang bermaslah
melalui proses identifikasi berdasarkan nilai capai setiap indicator yang
diidentifikasi seperti yang terdapat pada table di bawah ini.
Tabel 1. Proses Indentifikasi
Rapor Pendidikan MTs ………………….. Tahun 2024
Indicator yang Indicator Prioritas Indikator yang akan
bermasalah Dikdasmen diintervens
A.1 K. Literasi A.1 Kemampuan A.1 K. Literasi
Literasi
A.2 K. Numerasi A.2 Kemampuan A.2 K. Numerasi
Numerasi
A.3 Karakter
D.1 Kualitas
Pembelajaran
D.4 Iklim Keamanan
D.5 Iklim Kebhinekaan
Keterangan :
A.1 Kemampuan literasi termasuk indikator bermasalah karena pada rapor
pendidikan nilai capaian di bawah kompetensi minimum (25%) dan
berwarna merah
A.2 Kemampuan Numerasi termasuk indikator bermasalah karena pada
rapor pendidikan nilai capaiannya di bawah kompetensi minimum
(6,25%) dan berwarna merah Definisi Capaian kemampuan Literasi
siswa MI ......... Kurang dari 25% peserta didik sudah mencapai
kompetensi minimum untuk literasi membaca. Definisi Capaian
Kemampuan Numerasi siswa MTs ......... Kurang dari 6,25% peserta
didik sudah mencapai kompetensi minimum untuk numerasi. Dua
indikator tersebut (Literasi dan Numerasi) dari 5 indikator prioritas
yang diintervensi oleh MTs ………………..
2. Refleksi
Refleksi adalah proses merumuskan akar masalah yang dilakukan MTs
………………. dari rapor pendidikan pada indikator prioritas yang masih
bermasalah dan mengakibatkan capaian untuk indikator
A.1 Kemampuan Literasi dan A.2 Kemampuan Numerasi siswa MTs
………………… masih di bawah kompetensi minimum. Adapun tahapan
yang dilakukan MTs ......... dalam melakukan refleksi adalah sebagai
berikut
Dari masalah yang akan diintervensi, cari akar masalah dari setiap masalah
yang dipilih. Metode perumusan akar masalah dapat dilakukan dengan
cara yang beragam dari yang paling sederhana sampai penggunaan
analisis data yang kompleks.
Akar masalah dapat dilakukan dengan :
1) Melihat indicator level 2 yang bermasalah (warna merah dan atau
kuning)
2) Melihat indicator dari dimensi lain yang capaiannya rendah Dari rapor
Pendidikan MI ......... diperoleh akar masalah dari indicator yang
diintervensi seperti yang tertera pada tabel di bawah ini
Tabel 2 Proses Refleksi
Rapor Pendidikan MTs ……………………
PINDAHKAN POINT-POINT YANG TERTERA DI RAPORT PENDIDIKAN PADA
KOLOM BERIKUT ! CONTOH
Identifikasi Refleksi (Akar Masalah)
A.1 K. Literasi A.1 Sebagian besar peserta didik dalam
kategori cakap dan dasar terutama dalam hal
kompetensi membaca teks informasi (34.43)*,
kompetensi membaca teks sastra (38.24)*,
kompetensi mengakses dan menemukan isi
teks (L1) (40.78)*, kompetensi
menginterpretasi dan memahami isi teks (L2)
(36.23)*, dan kompetensi mengevaluasi dan
merefleksikan isi teks (L3) (28.99)*, angka
dalam kurung “0” merupakan nilai domain
tersebut.
D.1 Kualitas Pembelajaran sudah baik
D.2 Refleksi dan perbaikan pembelajaran oleh
guru
Baik
A.2 K. A.2 Sebagian besar peserta didk dalam
Numerasi kategori cakap dan dasar terutama dalam
kompetensi pada domain bilangan (20,57)*,
Aljabar (18,26)*, Geometri (19,96), Data dan
Ketidakpastian (52,86), Kompetensi
mengetahui (L1) (17,96), menerapkan (L2)
(20), menalar (L3) (26,83)
D.1 Kualitas pembelajaran sudah baik
D.2 Refleksi dan Perbaikan pembelajaran oleh
guru
Baik
A.3 karakter A.3 Seluruh Karakter peserta didik dalam
kategori
Sedang dalam karakter Beriman, bertaqwa
kepada
Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia,
Gotong
Royong, kreativitas, Nalar kritis, kebhinekaan
global
dan Kemandirian
D.4 D.4.2 Kesejahteraan psikologis (wellbeing)
Keamanan guru turun 4,44%
3. Benahi
Proses benahi adalah proses menentukan program dan kegiatan dengan
tahapan sebagai berikut :
Dari akar masalah yang sudah dirumuskan MTs ......... menentukan
program dan kegiatan untuk menyelesaikan akar masalah yang
teridentiikasi.
Dalam penentuan program dan kegiatan MTs ......... merujuk pada
contoh program dan kegiatan yang dirumuskan dirumuskan oleh
Kemendikbud Ristek (ada pada lampiran)
Setelah diidentifikasi dan mencari akar masalah melalui proses refleksi
terhadap rapor pendidikan MTs ……………., maka proses benahi atau
menentukan program dan kegiatan bisa dilihat pada tabel di bawah ini.
Tabel 3. Proses Benahi
Rapor Pendidikan MTs .........
PINDAHKAN POINT-POINT YANG TERTERA PADA RAPORT PENDIDIKAN PADA
KOLOM BERIKUT ! CONTOH
Refleksi Benahi
A.1 Sebagian besar Pemanfaatan platfom MOOC PINTAR
peserta Kemenag untuk peningkatan kapasitas guru
didik dalam kategori dan kepala sekolah terkait materi literasi
cakap (Benahi 1)
dan dasar terutama Penguatan pembelajaran literasi dengan
dalam menggunakan modul literasi berbasis tema
hal kompetensi dan sumber lainnya diluar platform MOOC
membaca PINTAR Kemenag (Benahi 2)
teks informasi (34.43)*, Kegiatan membaca dan mendiskusikan
kompetensi membaca beragam buku dari berbagai sumber dan
teks genre secara rutin oleh guru dan siswa
sastra (38.24)*, (Benahi 3)
kompetensi mengakses Pembentukan dan optimalisasi komunitas
dan menemukan isi belajar untuk peningkatan kompetensi guru
teks (L1) (40.78)*, dan kepala sekolah dengan berbagi
kompetensi pengetahuan dan diskusi terkait literasi
menginterpretasi dan (Benahi 4)
memahami isi teks (L2) Refleksi pembelajaran oleh guru dan kepala
(36.23)*, dan sekolah untuk mengidentifikasi tantangan
kompetensi dalam pembelajaran literasi dengan
mengevaluasi dan melibatkan pemangku kepentingan sekolah
merefleksikan isi teks (Benahi 5)
(L3) Penyusunan dan penerapan kurikulum
(28.99)*, angka dalam madrasah yang terkait dengan kebutuhan
kurung “0” merupakan peserta didik dan kondisi sekolah,
nilai contohnya, dengan penerapan kurikulum
domain tersebut. merdeka (Benahi 6)
D.1 Kualitas
Pembelajaran
sudah baik
D.2 Refleksi dan
perbaikan
pembelajaran oleh
guru baik
A.2 A.2 Sebagian besar Pemanfaatan platform MOOC PINTAR
peserta Kemenag untuk peningkatan kapasitas guru
didk dalam kategori dan kepala sekolah terkait materi numerasi
cakap (Benahi 1)
dan dasar terutama Penguatan pembelajaran numerasi dengan
dalam menggunakan modul numerasi berbasis
kompetensi pada tema dan sumber lainnya di luar platform
domain MOOC PINTAR Kemenag (Benahi 2)
bilangan (20,57)*, Pembentukan dan optimalisasi kumunitas
Aljabar belajar untuk peningkatan kompetensi guru
(18,26)*, Geometri dan kepala sekolah dengan berbagi
(19,96), Data dan pengetahuan dan diskusi terkait Numerasi
Ketidakpastian (52,86), (Benahi 4)
Kompetensi Reflekasi pembelajaran oleh guru dan
mengetahui kepala sekolah untuk mengidentifikasi
(L1) (17,96), tantangan dalam pembelajaran numerasi
menerapkan (L2) dengan melibatkan pemangku kepentingan
sekolah (Benahi 5)
Penyusunan dan Penerapan kurikulum
madrasah yang terkait peningkatan
numerasi sesuai dengan kebutuhan peserta
didik dan kondisi sekolah (Benahi 6)
A.3.1 Beriman, Pemanfaatan platform MOOC PINTAR
Bertakwa Kemenag untuk peningkatan kapasitas guru
kepada Tuhan dan kepala sekolah terkait materi beriman,
yang bertakwa kepada Tuhan YME dan
Maha Esa, dan berakhlak mulia (Benahi 1)
Berakhlak Mulia Penguatan pembelajaran karakter terkait
turun tema beriman, bertakwa kepada Tuhan YME
dan Berakhlak mulia dengan sumber
lainnya di luar platform MOOC PINTAR
Kemenag (Benahi 2)
Pembentukan dan optimalisasi kumunitas
belajar untuk peningkatan kompetensi guru
dan kepala sekolah dengan berbagi
pengetahuan dan diskusi terkait karakter
Beriman, bertakwa kepada Tuhan YME dan
berakhlak mulia (Benahi 4)
Reflekasi pembelajaran oleh guru dan
kepala sekolah untuk mengidentifikasi
tantangan dalam pembelajaran karakter
Beriman, bertakwa kepada Tuhan YME dan
berakhlak mulia dengan melibatkan
pemangku kepentingan sekolah (Benahi 5)
Penyusunan dan Penerapan kurikulum
madrasah yang terkait peningkatan
Beriman, bertakwa kepada Tuhan YME dan
berakhlak mulia sesuai dengan kebutuhan
peserta didik dan kondisi sekolah (Benahi
6)
A.3.2 Gotong royong Pemanfaatan platform MOOC PINTAR
turun Kemenag untuk peningkatan kapasitas guru
dan kepala sekolah terkait materi karakter
gotong royong (Benahi 1)
Penguatan pembelajaran karakter terkait
tema karakter gotong royong dengan
menggunakan sumber lainnya di luar
platform MOOC PINTAR Kemenag (Benahi
2)
Pembentukan dan optimalisasi kumunitas
belajar untuk peningkatan kompetensi guru
dan kepala sekolah dengan berbagi
pengetahuan dan diskusi terkait karakter
karakter gotong royong (Benahi 4)
Reflekasi pembelajaran oleh guru dan kepala
sekolah untuk mengidentifikasi tantangan
dalam pembelajaran karakter karakter
gotong royong dengan melibatkan
pemangku kepentingan sekolah (Benahi 5)
Penyusunan dan Penerapan kurikulum
madrasah yang terkait peningkatan karakter
gotong royong sesuai dengan kebutuhan
peserta didik dan kondisi sekolah (Benahi 6)
A.3.3 Kreatifitas turun Pemanfaatan platfom MOOC PINTAR
Kemenag untuk peningkatan kapasitas guru
dan kepala sekolah terkait materi kreatifitas
(Benahi 1)
Penguatan pembelajaran karakter terkait
tema kreatifitas dengan menggunakan
sumber lainnya di luar platform Merdeka
mengajar (Benahi 2)
Pembentukan dan optimalisasi kumunitas
belajar untuk peningkatan kompetensi guru
dan kepala sekolah dengan berbagi
pengetahuan dan diskusi terkait kreatifitas
(Benahi 4)
Reflekasi pembelajaran oleh guru dan
kepala sekolah untuk mengidentifikasi
tantangan dalam pembelajaran kreatifitas
dengan melibatkan pemangku kepentingan
sekolah (Benahi 5)
Penyusunan dan Penerapan kurikulum
madrasah yang terkait peningkatan
karakter kreatifitas sesuai dengan
kebutuhan peserta didik dan kondisi
sekolah (Benahi 6)
A.3.4 Nalar Kritis naik Pemanfaatan MOOC PINTAR Kemenag untuk
peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah
terkait materi Nalar Kritis (Benahi 1)
Penguatan pembelajaran karakter terkait
tema karakter Nalar Kritis dengan
menggunakan sumber lainnya di luar
platform MOOC PINTAR Kemenag
(Benahi 2)
Pembentukan dan optimalisasi kumunitas
belajar untuk peningkatan kompetensi guru
dan kepala sekolah dengan berbagi
pengetahuan dan diskusi terkait karakter
Nalar Kritis (Benahi 4)
Reflekasi pembelajaran oleh guru dan
kepala sekolah untuk mengidentifikasi
tantangan dalam pembelajaran karakter
Nalar Kritis dengan melibatkan pemangku
kepentingan sekolah (Benahi 5)
Penyusunan dan Penerapan kurikulum
madrasah yang terkait peningkatan
karakter Nalar Kritis sesuai dengan
kebutuhan peserta didik dan kondisi
sekolah (Benahi 6)
A.3.5 Kebhinekaan Pemanfaatan platfom MOOC PINTAR
Global Kemenag untuk peningkatan kapasitas guru
naik dan kepala sekolah terkait materi karakter
Kebhinekaan Global (Benahi 1)
Penguatan pembelajaran karakter terkait
tema karakter Kebhinekaan Global dengan
menggunakan sumber lainnya di luar
platform merdeka mengajar (Benahi 2)
Pembentukan dan optimalisasi kumunitas
belajar untuk peningkatan kompetensi guru
dan kepala sekolah dengan berbagi
pengetahuan dan diskusi terkait karakter
Kebhinekaan Global (Benahi 4)
Reflekasi pembelajaran oleh guru dan
kepala sekolah untuk mengidentifikasi
tantangan dalam pembelajaran karakter
Kebhinekaan Global dengan melibatkan
pemangku kepentingan sekolah (Benahi 5)
Penyusunan dan Penerapan kurikulum
madrasah yang terkait peningkatan
karakter Kebhinekaan Global sesuai dengan
kebutuhan peserta didik dan kondisi
sekolah (Benahi 6)
A.3.6 Kemandirian Pemanfaatan platfom MOOC PINTAR
masih Kemenag untuk peningkatan kapasitas guru
turun dan kepala sekolah terkait materi karakter
Kemandirian (Benahi 1)
Penguatan pembelajaran karakter terkait
tema karakter Kemandirian dengan
menggunakan sumber lainnya di luar
platform MOOC PINTAR Kemenag
(Benahi 2)
Pembentukan dan optimalisasi kumunitas
belajar untuk peningkatan kompetensi guru
dan kepala sekolah dengan berbagi
pengetahuan dan diskusi terkait karakter
Kemandirian (Benahi 4)
Reflekasi pembelajaran oleh guru dan
kepala sekolah untuk mengidentifikasi
tantangan dalam pembelajaran karakter
Kemandirian dengan melibatkan pemangku
kepentingan sekolah (Benahi 5)
Penyusunan dan Penerapan kurikulum
madrasah Pendidikan yang terkait
peningkatan karakter Kemandirian sesuai
dengan kebutuhan peserta didik dan
kondisi sekolah (Benahi 6)
D.1 Kualitas Pemanfaatan platfom MOOC PINTAR
Pembelajaran Kemenag untuk peningkatan kapasitas guru
baik dan kepala sekolah terkait materi Kualitas
Pembelajaran (Benahi 1)
Penguatan pembelajaran karakter terkait
tema karakter Kualitas Pembelajaran dengan
menggunakan sumber lainnya di luar
platform merdeka mengajar (Benahi 2)
Pembentukan dan optimalisasi kumunitas
belajar untuk peningkatan kompetensi guru
dan kepala sekolah dengan berbagi
pengetahuan dan diskusi terkait Kualitas
Pembelajaran (Benahi 4)
Reflekasi pembelajaran oleh guru dan kepala
sekolah untuk mengidentifikasi tantangan
dalam pembelajaran Kualitas Pembelajaran
dengan melibatkan pemangku kepentingan
sekolah (Benahi 5)
Penyusunan dan Penerapan kurikulum
operasional satuan Pendidikan yang 20
terkait peningkatan Kualitas Pembelajaran
sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan
kondisi sekolah (Benahi 6)
D.4 Keamanan Pemanfaatan MOOC PINTAR Kemenag untuk
peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah
terkait materi Keamanan (Benahi 1)
Penguatan pembelajaran karakter terkait
tema Keamanan dengan menggunakan
sumber lainnya di luar MOOC PINTAR
Kemenag (Benahi 2)
Pembentukan dan optimalisasi kumunitas
belajar untuk peningkatan kompetensi guru
dan kepala sekolah dengan berbagi
pengetahuan dan diskusi terkait Keamanan
(Benahi 4)
Reflekasi pembelajaran oleh guru dan kepala
sekolah untuk mengidentifikasi tantangan
dalam pembelajaran Keamanan dengan
melibatkan pemangku kepentingan sekolah
(Benahi 5)
Penyusunan dan Penerapan kurikulum
operasional satuan Pendidikan yang terkait
peningkatan Keamanan sesuai dengan
kebutuhan peserta didik dan kondisi sekolah
(Benahi 6)
BAB IV
RENCANA KEGIATAN TAHUNAN
A. Rencana Kerja Tahunan (RKT)
Rencana kerja tahuna adalah perencanaan program kerja yang akan
digunakan sebagai acuan untuk melaksanakan kerja dalam waktu satu
tahun yang akan datang. Rencana kerja tahunan ini membantu sebuah tim
atau kelompok yang lebih besar untuk mengetahui hal apa saja yang ingin
dicapai, memecah pekerjaan menjadi lebih ringan dan ringkas dan juga
mencari cara terbaik untuk mencapai tujuan tersebut.
Rencana Kerja Tahunan (RKT) Tahun 2025 MTs ......... disusun
berdasarkan Perencanaan Berbasis Data (PBD) yang diambil dari Rapor
Pendidikan tahun 2024. Proses penyusunan RKT MTs ......... dirumuskan
mengacu pada hasil Identifikasi, Refleksi dan Benahi dari rapor Pendidikan
tahun 2025/2026.
Alur penyusunan RKT ini dengan cara seperti:
o Dari tahapan Identifikasi, refleksi dan benahi sebelumnya, selanjutya
dimasukkan dalam format RKT.
o Ditambahkan satu kolom untuk menerjemahkan Benahi menjadi
kegiatan yang akan masuk ke dalam RKAS
o Kegiatan yang tidak perlu pembiayaan tetap dijalankan meski tidak ada
di dalam RKAS
o Format RKT ini adalah bentuk yang lebih sederhana dari format RKT yang
ada sebelumnya
o RKT ini disusun dalam bentuk matrik seperti pada tabel di bawah ini.
Tabel 4. Rencana Kerja Tahunan
MTs ......... Tahun 2024
PINDAHKAN POINT-POINT YANG TERTERA PADA RAPORT
PENDIDIKAN PADA KOLOM BERIKUT ! CONTOH
Identifikasi Refleksi Benahi Kegiatan Detail
A.1 Literasi A.1 Sebagian Pemanfaatan peningkatan
besar peserta platform kompetensi secara
didik dalam merdeka mengajar daring. Guru dan
kategori untuk peningkatan kepala sekolah dapat
cakap dan kapasitas guru bersama-sama
dasar dan kepala sekolah menggunakan fasilitas
terutama terkait materi internet untuk
dalam literasi (Benahi 1) mengakses berbagai
hal o Penguatan fitur yang menunjang
kompetensi pembelajaran kompetensi diri.
membaca literasi dengan o Pengadaan
teks menggunakan berbagai referensi
informasi modul literasi untuk guru dan
(34.43)*, berbasis tema siswa yang dapat
kompetensi dan sumber menunjang
membaca lainnya diluar pembelajaran,
teks sastra platform pengembangan
(38.24)*, Merdeka minat baca, dan
kompetensi mengajar Upaya peningkatan
mengakses (Benahi 2) kompetensi literasi
dan o Kegiatan dan numerasi untuk
menemukan membaca dan siswa, guru dan
isi teks (L1) mendiskusikan kepala sekolah.
(40.78)*, beragam buku o Peningkatan
kompetensi dari berbagai kompetensi untuk
menginterpre sumber dan pembelajaran
tasi dan genre secara literasi dan
memahami isi rutin oleh guru numerasi perlu
teks (L2) dan siswa dilakukan guru
(36.23)*, dan (Benahi 3) berbagai mata
kompetensi o Pembentukan pelajaran.
mengevaluasi dan optimalisasi o Peningkatan
dan komunitas kualitas ini dapat
merefleksikan belajar untuk dilakukan secara
isi teks (L3) peningkatan daring maupun
(28.99)*, kompetensi luring, secara
angka guru dan kepala berkelompok atau
dalam kurung sekolah dengan individu.
“0” berbagi o Peningkatan
merupakan pengetahuan wawasan
nilai domain dan diskusi pembelajaran
tersebut. terkait literasi literasi dan
(Benahi 4) numerasi kepala
o Refleksi sekolah perlu
pembelajaran dilakukan dengan
oleh guru dan berbagai cara, baik
kepala sekolah secara daring
untuk maupun luring,
mengidentifikas secara
i tantangan berkelompok
dalam maupun individu.
pembelajaran Tujuan utamanya
literasi dengan adalah agar kepala
melibatkan sekolah dapat
pemangku mengembangkan
kepentingan kebijakan yang
sekolah (Benahi mendukung
5) peningkatan
o Penyusunan kompetensi literasi
dan penerapan dan numerasi
kurikulum siswa.
operasional o Optimalisasi peran
sataun perpustakaan
Pendidikan yang sebagai sentra
terkait dengan pembelajaran
kebutuhan literasi, di
peserta didik antaranya dengan
dan kondisi menyelenggarakan
sekolah, kegiatan forum
contohnya, dan/atau program
dengan diskusi dan
penerapan membuat karya
kurikulum berbasis bukti
merdeka bacaan sesuai
(Benahi 6) minat, konteks,
atau topik tertentu
o Penambahan
dan/atau
perawatan buku
dan koleksi
perpustakaan
o Guru dan kepala
sekolah belajar
bersama dalam
komunitas belajar
di sekolah secara
rutin 2-4 kali setiap
bulannya. Agenda
pertemuan di
anataranya
mendiskusikan
permasalahan atau
peningkatan
kualitas
pembelajaran, iklim
keamanan sekolah,
dan peningkatan
kompetensi guru
secara umum
o Komunitas belajar
merupakan
kelompok pendidik
tenaga Pendidikan
serta berwujud
KKG/KKKS atau
lainnya. Guru dan
kepala sekolah juga
dapat aktif
berkegiatan dalam
KKG/KKKS untuk
meningkatkan
kompetensi diri
melalui interaksi
bersama rekan
sejawat
o Proses refleksi
adalah kegiatan
mengingat kembali
dan menilai strategi
yang sudah
dilakukan dala
proses
pembelajaran.
Tujuannya yaitu
untuk
mengidentifikasi
praktik baik dan
hal-hal yang perlu
diperbaiki serta
strategi yang perlu
dilakukan oleh gutu
dan kepala sekolah
o Secara mandiri
guru dapat
melakukan proses
refleksi bersama
peserta didik setiap
selesai datu tujuan
pembelajaran.
Kepala sekolah bisa
berrefleksi bersama
guru setidaknya
satu semester
sekali serta dapat
melibatkan orang
tua siswa atau
pemangku
kepentinganagar
proses refleksi
dapat lebih
bermakna
o Kegiatan refleksi
juga dapat
dilakukan dengan
melibatkan
pemangku
kepentigan.
Misalnya sebagai
fasilitator yang
memandu proses
refleksi
o Di Tingkat satuan
pendidikankurikulu
m yang
dikembangkan
adalah kurikulum
satuan Pendidikan
tercakup di
dalamnya yaitu
pengembangan,
perencanaan,
pembelajaran dan
asesmen, misalnya
alur tujuan
pembelajaran atau
silabus, rencapa
pembelajaran dan
asesmen,
Perencanaan projek
menguatan profil
pelajar Pancasila,
pengembangan
modul ajar, modul
projek penguatan
profil pelajar
Pancasila dan
lainnnya
D.1 Pemanfaatan Guru mempelajari dan
Kualitas platform merdeka mendiskusikan
Pembelajar mengajr untuk video inspirasi seri
an peningkatan guru abad 21 di
kapsitas guru dan platform merdeka
kepala sekolah mengajar
terkait materi o Guru mempelajari
kualitas pelatihan mandiri
o pembelajaran dalam platform
(benahi 1) merdeka mengajar
Pembentukan dan membahasnya
dan optimalisasi di komunitas
komunitas belajar di topik
belajar, untuk penyesuaian
untuk pembelajaran
peningkatan dengan kebutuhan
kompetensi guru dan karakteristik
dan kepala murid
seklah dengan o Pembentukan
berbagi komunitas belajar
pengetahuan dan o Guru dan kepala
diskusi terkait sekolah belajar
kualitas bersama dalam
pembelajatan komunitas belajar
(benahi 4) di sekolah secara
o Refleksi rutin 2 -4 kali
pembelajaran dalam setiap
oleh guru dan bulannya. Agenda
kepala sekolah pertemuan
untuk diantaranya
mengidetifikasi mendiskusikan
tantangan dalam permasalahan atau
kualitas peningkatan
pebelajaran kompetensi guru
dengan secara umum
melibatkan o Refleksi kepala
pemangku sekolah dan guru
kepentingan terhdapa proses
sekolah (benahi pembelajaran
5) o Proses refleksi
adalah kegiatan
mengingat Kembali
dan menilai strategi
yang sudah
dilakukan dalam
proses
[Link]
nnya yaitu untuk
mengidentifikasi
praktik baik dan
hall 27 yang perlu
diperbaiki serta
strategi yang perlu
dilakukan oleh guru
dan kepala sekolah
o Secara mandiri
guru dapat
melakukan proses
refleksi bersama
peserta didik setiap
selesai
pembelajaran.
Kepala sekolah bisa
berrefleksi bersama
guru setidaknya
satu semester
sekali, serta dapat
melibatkan orang
tua siswa atau
pemangku
kepentingan agar
proses refleksi
dapat lebih
bermakna
o Kegiatan refleksi
juga dapat
dilakukan dengan
melibatkan
pemangku
kepetingan,
misalnya sebagai
fasilitator yang
memandu proses
refleksi
D.2 Pemanfaatan Guru mempelajari
Kemampua platform merdeka topik perencanaan
n guru mengajar untuk pada
melakukan peningkatan PMM dan
refleksi kapasitas guru dan mendiskusikan modul
masih kepala sekolah refleksi
rendah terkait materi pembelajaran dalam
refleksi Komunitas Belajar
pembelajaran Guru di sekolah
(benahi 1) o Furu dan kepala
o Pembentukan sekolah belajar
dan optimalisasi bersama dalam
komunitas komunitas belajar
belajar untuk di sekolah secara
peningkatan rutin 2-4 kali setiap
kompetensi guru bulannya. Agenda
dan kepala pertemuan di
sekolah dengan antaranya
berbagi mendiskusikan
pengetahuan permasalahan atau
dan diskusi peningkatan
terkait kualitas kualitas
kemampuan pembelajaran. Iklim
melakukan kemanan sekolah
refleksi (benahi dan penigkatan
4) kompetensi guru
o Refleksi secara umum
pembelajaran o Proses refleksi
oleh guru dan adalah kegiatan
kepala sekolah mengingat kembali
untuk dan menilai strateg
mengidentifikasi yang sudah
tantangan dalam dilakukan dalam
kualitas proses
pembelajaran pembelajaran.
dengan Tujuannya yaitu
melibatkan untuk
pemangku mengidentifikasi
kepentingan praktik baik dan
sekolah (benahi hal-hal yang perlu
5) diperbaiki serta
strategi yang perlu
dilakukan oleh guru
dan kepala sekolah.
o Secara mandiri
guru dapat
melakukan proses
refleksi bersama
peserta didik setiap
selesai satu tujuan
pembelajaran.
Kepala sekolah bisa
berefleksi bersama
guru setidaknya
satu semester
sekali serta dapat
melibatkan orang
tua peserta didik
atau pemangku
kepentingan agar
proses refleksi
dapat ebih
bermakna
o Kegiatan refleksi
juga dapat
dilakukan dengan
melibatkan
pemangku
kepentingan
misalnya sebagai
fasilitator yang
memandu proses
refleksi
A.2 A.1 Sebagian Penguatan Guru mempelajari
Numerasi besar pembelajaran buku matematika yang
peserta didik Numerasi dengan sudah tersedia di PMM
dalam menggunakan Guru membaca modul
kategori modul numerasi numerasi di laman
cakap dan berbasis tema dan bersama
dasar sumber lainnya di o Guru mempelajari
terutama luar platform asesmen awal
dalam merdeka mengajar pembelajaran dan
hal (benahi 2) akm kelas pada
kompetensi Pembentukan dan domain aljabar
membaca optimalisasi geometri dan data
teks komunitas belajar ketidakpastian
informasi untuk peningkatan kemudian
(34.43)*, kompetensi guru merefleksikan diri
kompetensi dan kepala sekolah kemampuannya
membaca dengan berbagi dan bagaimana
teks sastra pengetahuan dan akan mengajarkan
(38.24)*, diskusi terkait nya
kompetensi numerasi (benahi o Peningkatan
mengakses 4) kapasitas satuan
dan o Refleksi Pendidikan secara
menemukan pembelajaran mandiri untuk
isi oleh guru dan mengajar literasi
teks (L1) kepala sekolah dan numerasi secar
(40.78)*, untuk lebih efektif
kompetensi mengidentifikasi o Pembentukan
menginterpre tantangan dalam komunitas belajar
tasi dan pembelajaran o Refleksi kepala
memahami isi numerasi sekolah dan guru
teks (L2) dengan terhadap proses
(36.23)*, dan melibatkan pembelajaran
kompetensi pemangku o Dalam Kurikulum
mengevaluasi kepentingan Merdeka, projek
dan sekolah (benahi penguatan profil
merefleksikan 5) pelajar Pancasila
isi teks o Penyusunan dan disrancang untuk
(L3) (28.99)*, penerapan mengembangkan
angka kurikulum karakter. Proek
dalam kurung operasional penguatan profil
“0” sataun pelajara Pancasila
merupakan Pendidikan yang dapat diterapkan
nilai domain terkait juga untuk sekolah
tersebut. peningkatan yang menggunakan
numerasi sesuai Kurikulum 2013,
dengan dengan
kebutuhan siswa konsekuensi
dan kondisi penambahan jam
sekolah (benahi Pelajaran.
6)
D.1 Peningkatan Guru mempelajari dan
Kualitas kapasitas guru dan mendiskusikan video
Pembelajar kepala sekolah inspirasi seri Guru
an sudah terkait materi Abad 21 di Platform
Baik kualitas Merdeka Mengajar
pembelajaran Guru mempelajari
(benahi 1) Pelatihan Mandiri
Pembentukan dan dalam Platform
optimalisasi Merdeka Mengajar dan
komunitas belajar membahasnya di
untuk peningkatan komunitas belajar di
kompetensi guru topik Penyusuaian
dan kepala sekolah Pembelajaran dengan
dengan berbagi kebutuhan dan
pengetahuan dan karakteristik murid
diskusi terkait o Pembentukan
kualitas komunitas belajar
pembelajaran o Kegiatan KKG dan
(benahi 4) KKKS
o Refleksi o Melakukan refleksi
pembelajaran dan monitoring
oleh guru dan
kepala sekolah
untuk
mengidentifikas
ikan tantangan
dalam kualitas
pembelajaran
dengan
melibatkan
pemangku
kepentingan
sekolah (benahi
5)
D.2 Pemanfaatan Guru mempelajari
Kemampua platform merdeka topik Perencanaan
n guru mengajar untuk pembelajaran pada
melakukan peningkatan PMM dan
refleksi kapasitas guru dan mendiskusikan modul
sudah baik kepala sekolah refleksi pembelajaran
terkait materi dalam Komunitas
refleksi Belajar
pembelajaran Guru di Sekolah
(benahi 1) o Membentuk
o Pembentukan Komunitas Belajar
dan optimalisasi o Kegiatan KKG dan
komunitas KKKS
belajar untuk o Refleksi kepala
peningkatan sekolah dan guru
kompetensi terhadap proses
guru dan kepala pembelajaran.
sekolah dengan
berbagi
pengetahuan
dan diskusi
terkait
kemampuan
melakukan
refleksi (benahi
4)
o Refleksi
pembelajaran
oleh guru dan
kepala sekolah
untuk
mengidentifikasi
tantangan
dalam kualitas
pembelajaran
dengan
melibatkan
pemangku
kepentingan
sekolah (benahi
5)
A.3 A.3.1 Pemanfaatan Guru mempelajari
Karakter Beriman, platform merdeka Pelatihan Mandiri
bertakwa mengajar untuk dalam
kepada tuhan peningkatan Platform Merdeka
YME dan kapasitas guru dan Mengajar dan
berakhlak kepala sekolah membahasnya di
mulia sedang terkait materi komunitas belajar di
beriman, topik Proyek
bertakwa kepada Penguatan Profil
Tuhan YME dan Pelajar
berakhlak mulia Pancasila
(benahi 1)
o Penguatan
pembelajaran
karakter terkait
tema beriman,
bertakwa
kepada Tuhan
YME dan
berakhlak mulia
dengan
menggunakan
sumber lain
diluar platform
merdeka
mengajar
(benahi 2)
o Pembentukan
dan optimalisasi
komunitas
belajar untuk
peningkatan
kompetensi
guru dan kepala
sekolah dengan
berbagi
pengetahuan
dan diskusi
terkait karakter
Beriman,
o Guru
mempelajari
Pelatihan
Mandiri dalam
Platform
Merdeka
Mengajar dan
membahasnya
di komunitas
belajar di topik
Proyek
Penguatan Profil
Pelajar
Pancasila
bertakwa
kepada Tuhan
YME dan
berakhlak mulia
(benahi4)
o Refleksi
pembelajaran
oleh guru dan
kepala sekolah
untuk
mengidentifikasi
tantangan
dalam
pembelajaran
karakter
Beriman,
bertakwa
kepada Tuhan
YME dan
berakhlak mulia
dengan
melibatkan
pemangku
kepentingan
sekolah (benahi
5)
o Penyusunan dan
penerapan
kurikulum
satuan
Pendidikan yang
terkait
peningkatan
karakter
Beriman,
bertakwa
kepada Tuhan
YME dan
berakhlak
muliasesuai
dengan
kebutuhan
peserta didik
dan kondisi
sekolah (benahi
6)
A.3.2 Pemanfaatan Guru mempelajari
Gotong platform merdeka Pelatihan Mandiri
Royong mengajar untuk dalam
Sedang peningkatan Platform Merdeka
kapasitas guru dan Mengajar dan
kepal sekolah membahasnya di
terkait materi komunitas belajar di
karakter gotong topik Proyek
royong (benahi 1) Penguatan profil
Penguatan pelajar
pembelajaran Pancasila
karakter gotong
royong dengan
Menggunakan
sumber lain di luar
platform merdeka
mengajar
(benahi 2)
o Pembentukan
dan optimalisasi
komunitas
belajar untuk
peningkatan
kompetensi
guru dan kepala
sekolah dengan
berbagi
pengetahuan
dan diskusi
terkait karakter
gotong royong
(benahi 4)
o Refleksi
pembelajaran
oleh guru dan
kepala sekolah
untuk
mengidentifikasi
tantangan
dalam
pembelajaran
karakter gotong
royong dengan
melibatkan
pemangku
kepentingan
sekolah (benahi
5)
o Penyusunan dan
penerapan
kurikulum
satuan
Pendidikan yang
terkait
peningkatan
karakter gotong
royong sesuai
dengan
kebutuhan
peserta didik
dan kondisi
sekolah (benahi
6)
A.3.2 Pemanfaatan Guru mempelajari
Gotong platform merdeka Pelatihan Mandiri
Royong mengajar untuk dalam
Sedang peningkatan Platform Merdeka
kapasitas guru dan Mengajar dan
kepal sekolah membahasnya di
terkait materi komunitas belajar di
karakter gotong topik Proyek
royong (benahi 1) Penguatan profil
Penguatan pelajar
pembelajaran pancasila
karakter gotong
royong dengan
Menggunakan
sumber lain di luar
platform merdeka
mengajar
(benahi 2)
o Pembentukan
dan optimalisasi
komunitas
belajar untuk
peningkatan
kompetensi
guru dan kepala
sekolah dengan
berbagi
pengetahuan
dan diskusi
terkait karakter
gotong royong
(benahi 4)
o Refleksi
pembelajaran
oleh guru dan
kepala sekolah
untuk
mengidentifikasi
tantangan
dalam
pembelajaran
karakter gotong
royong dengan
melibatkan
pemangku
kepentingan
sekolah (benahi
5)
o Penyusunan dan
penerapan
kurikulum
satuan
Pendidikan yang
terkait
peningkatan
karakter gotong
royong sesuai
dengan
kebutuhan
peserta didik
dan kondisi
sekolah (benahi
6)
A.3.3 Pemanfaaatan Guru mempelajari
Kreatifitas platform merdeka Pelatihan Mandiri
masih mengajar untuk dalam
sedang peningkatan platform merdeka
kapasitas guru dan mengajar dan
kepala sekolah membahasnya di
terkait materi komunitas belajar di
kreatifitas topik Proyek
(benahi 1) Penguatan Profil
o Penguatan Pelajar
pembelajaran Pancasila
karakter terkait
tema kreativitas
dengan
menggunakan
sumber lain di
luar platform
merdeka
mengajar
(benahi 2)
o Pembentukan
dan optimalisasi
komunitas
belajar untuk
peningkatan
kompetensi
guru dan kepala
sekolah dengan
berbagi
pengetahuan
dan diskusi
terkait karakter
kreatifitas
(benahi 4)
o Refleksi
pembelajaran
oleh guru dan
kepala sekolah
untuk
mengidentifikasi
tantangan
dalam
pembelajaran
karakter
kreativitas
dengan
melibatkan
pemangku
kepentingan
sekolah (benahi
5)
o Penyusunan dan
penerapan
kurikulum
operasional
sataun
Pendidikan yang
terkait
peningkatan
karakter
kreativitas
sesuai peserta
didik dan
kondisi sekolah
(benahi 6)
A.3.4 Nalar Pemanfaatan Guru mempelajari
Kritis naik platform merdeka Pelatihan Mandiri
mengajar untuk dalam Platform
peningkatan Merdeka Mengajar
kapasitas guru dan dan membahasnya
kepala sekolah di komunitas belajar
terkait materi di topik Proyek
karakter nalar Penguatan Profil
kritis (benahi 1) Pelajar Pancasila
o Penguatan
pembelajaran
karakter nalar
kritis dengan
menggunakan
sumber lain di
luar platform
merdeka
mengajar
(benahi 2)
o Pembentukan
dan optimalisasi
komunitas
belajar untuk
peningkatan
kompetensi
guru dan kepala
sekolah dengan
berbagi
pengetahuan
dan diskusi
terkait karakter
nalar kritis
(benahi 4)
o Refleksi
pembelajaran
oleh guru dan
kepala sekolah
untuk
mengidentifikasi
tantangan
dalam
pembelajaran
karakter nalar
kritis dengan
melibatkan
pemangku
kepentingan
sekolah (benahi
5)
o Penyusunan dan
penerapan
kurikulum
satuan
Pendidikan yang
terkait
peningkatan
karakter nalar
kritis sesuai
dengan
kebutuhan
siswa dan
kondisi sekolah
(benahi 6)
A.3.5. Pemanfaatan Guru mempelajari
Kebhineka platform merdeka Pelatihan Mandiri
an mengajar untuk dalam
Global naik peningkatan platform merdeka
kapasitas guru dan mengajar dan
kepala sekolah membahasnya di
terkait materi komunitas belajar di
karakter topik Proyek
Kebhinekaan Penguatan Profil
Global (benahi 1) Pelajar Pancasila
o Penguatan
pembelajaran
karakter
Kebhinekaan
Global dengan
menggunakan
sumber lain di
luar platform
merdeka
mengajar
(benahi 2)
o Pembentukan
dan optimalisasi
komunitas
belajar untuk
peningkatan
kompetensi
guru dan kepala
sekolah dengan
berbagi
pengetahuan
dan diskusi
terkait karakter
Kebhinekaan
Global (benahi
4)
o Refleksi
pembelajaran
oleh guru dan
kepala sekolah
untuk
mengidentifikasi
tantangan
dalam
pembelajaran
karakter
Kebhinekaan
Global dengan
melibatkan
pemangku
kepentingan
sekolah (benahi
5)
o Penyusunan dan
penerapan
kurikulum
satuan
Pendidikan yang
terkait
peningkatan
karakter
Kebhinekaan
Global sesuai
dengan
kebutuhan
siswa dan
kondisi sekolah
(benahi
A.3.6 Pemanfaatan Guru mempelajari
Kemandiria platform merdeka Pelatihan Mandiri
n mengajar untuk dalam
turun peningkatan platform merdeka
kapasitas guru dan mengajar dan
kepala sekolah membahasnya di
terkait materi komunitas belajar di
karakter topik Proyek
Kemandirian Penguatan Profil
(benahi 1) Pelajar Pancasila
o Penguatan
pembelajaran
karakter
Kemandirian
dengan
menggunakan
sumber lain di
luar platform
merdeka
mengajar
(benahi 2)
o Pembentukan
dan optimalisasi
komunitas
belajar untuk
peningkatan
kompetensi
guru dan kepala
sekolah dengan
berbagi
pengetahuan
dan diskusi
terkait karakter
Kemandirian
(benahi 4)
o Refleksi
pembelajaran
oleh guru dan
kepala sekolah
untuk
mengidentifikasi
tantangan
dalam
pembelajaran
karakter
Kemandirian
dengan
melibatkan
pemangku
kepentingan
sekolah (benahi
5)
o Penyusunan dan
penerapan
kurikulum
satuan
Pendidikan yang
terkait
peningkatan
karakter
Kemandirian
sesuai dengan
kebutuhan
siswa dan
kondisi sekolah
(benahi
D.1. Pemanfaatan Guru mempelajari
Kualitas platform merdeka Pelatihan Mandiri
pembelajar mengajar untuk dalam
an sudah peningkatan platform merdeka
baik kapasitas guru dan mengajar dan
kepala sekolah membahasnya di
terkait materi komunitas belajar di
karakter topik Proyek
Kualitas Penguatan Profil
Pembelajaran Pelajar Pancasila
(benahi 1)
o Penguatan
pembelajaran
karakter Kualitas
Pembelajaran
dengan
menggunakan
sumber lain di
luar platform
merdeka
mengajar (benahi
2)
o Pembentukan
dan optimalisasi
komunitas
belajar untuk
peningkatan
kompetensi guru
dan kepala
sekolah dengan
berbagi
pengetahuan dan
diskusi terkait
karakter Kualitas
Pembelajaran
(benahi 4)
o Refleksi
pembelajaran
oleh guru dan
kepala sekolah
untuk
mengidentifikasi
tantangan dalam
pembelajaran
karakter Kualitas
Pembelajaran
dengan
melibatkan
pemangku
kepentingan
sekolah (benahi
5)
o Penyusunan dan
penerapan
kurikulum satuan
Pendidikan yang
terkait
peningkatan
karakter Kualitas
Pembelajaran
sesuai dengan
kebutuhan siswa
dan kondisi
sekolah (benahi
D.4 Kekerasan Pemanfaatan Peraturan dan tata
keamanan Seksual platform merdeka tertib mengatur hal-
mengajar untuk hal yang harus
peningkatan dilakukan dan tidak
kapasitas guru dan boleh dilakukan untuk
kepala menjaga agar tidak
sekolah terkait terjadi perundungan,
materi karakter kekerasan seksual,
Kekerasan Seksual intoleransi dan
(benahi 1) penggunaan narkoba
o Penguatan di
pembelajaran sekolah. Peraturan
karakter yang dapat menjadi
Kekerasan rujukan adalah
Seksual dengan Permendikbud
menggunakan 82/2015 tentang
sumber lain di Pencegahan
luar platform Penanggulangan
merdeka Tindak Kekerasan di
mengajar Lingkungan Satuan
(benahi 2) Pendidikan.
o Pembentukan o Peraturan yang
dan optimalisasi sudah disepakari
komunitas perlu diuji coba dan
belajar untuk ditegakkan bersama
peningkatan sama warga sekolah
kompetensi dan dilakukan
guru dan kepala evaluasi secara
sekolah dengan periodic sebagai
berbagi masukan untuk
pengetahuan revisi jika
dan diskusi diperlukan.
terkait karakter
Kekerasan
Seksual (benahi
4)
o Pelatihan guru
dan kepala
sekolah serta
pembelajaran
terkait
kekerasan
seksual (benahi
7) Sekolah
mengadopsi
program ROOTS
untuk
pencegahan
kekerasan
seksual (benahi
8)
o Pembuatan
peraturan dan
tata tertib
sekolah terkait
kekerasan
seksual (benahi
9)
o Seksual sesuai
dengan
kebutuhan
siswa dan
kondisi sekolah
(benahi 9)
Rencana kerja tahunan di atas disusun berdasarkan rapor Pendidikan yang
telah dipelajari dan dianalisis dari indicator prioritas.
B. Jadwal Kegiatan Tahunan
Jadwal Kegiatan Tahunan ini merupakan implementasi dari RKT yang
telah disusun berdasarkan Perencanaan Berbasis Data (PBD) yang
mengacu pada hasil analisis dari rapor pendidikan MI ...............Penyusunan
jadwal kegiatan tahunan ini tidak lepas dari analisis kegiatan yang
berdasarkan kalender pendidikan pada tahun berjalan. Selain pada
kalender pendidikan penyusunan jadwal kegiatan tahunan ini mengacu
pada Kepdirjen Pendis No 2067 tahun 2025 Tentang Juknis BOP/BOS,
mengatur tentang penyaluran dana BOP/BOS reguler untuk RA/Madrasah
menjadi tahap yaitu Semester 1 periode Januari-Juni dan Semester 2
periode Juli-Desember 2025.
Dengan demikian sangat berpengaruh terhadap jadwal kegiatan
tahunan di MI ..........
Berikut jadwal kegiatan tahunan MI ..........
Tabel 5. Jadwal Kegiatan Tahunan
MTs ......... Tahun 2025
CONTOH
PINDAHKAN POINT-POINT YANG ADA DI RKJM. SESUAIKAN PENGGUNAANNYA
DENGAN YANG ADA PADA JUKNIS BOP/BOS TAHUN 2025
Agar mudah lihat LPJ BOS Tahun 2024, kemudian tambah atau kurang
kegiatan sesuai kebutuhan tahun yang akan datang!
No Program Kegiatan Sasaran Waktu Sumber
Dana
1 Standar isi
1) Penyusunan Kepala Juli 2025 BOS
Kurikulum Sekolah
2)
3)
2 Standar GTK
1) Workshop Guru dan KS
penetuan KKM
2) Workshop
kekerasan
seksual
3) Workshop
Manajemen
kelas
4) Workshop
metode
pembelajaran
5) Workshop
Penilaian
6) Pelatihan
Literasi dan
Numerasi
7) Kegiata KKG dan
KKKM
3 Standar Proses
1) Ekstrakurikuler Guru dan
seni budaya Siswa
2) Ekstrakurikuler
Olahraga
3) Ekstrakurikuler
Pramuka
4). Pesantren Kilat
4 Pengembangan
Sarpras
1) Pengadaan Buku Siswa
Siswa
2) Buku Referensi Siswa
3) Pemeliharaan Sekolah
Listrik
4) Pemeliharaan
ruang kelas
5) Pemeliharaan
halaman
6) Pemeliharaan
elektronik
7) Pemeliharaan
ruang lab
5 Standar
Pengelolaan
1) PPDB
2) FL2SN
3) Pendataan
dapodik, Arkas,
BKU
4) Program kerja
KS
5) Penyusunan RKT
/ RKAS
6) Belanja ATK
sekolah
7) Pengadaan Alat
kebersihan
8) Langgawan
listrik
9) Langganan
internet
10) Langanan
Website
11) Langganan
Hosting
6 Standar
Pembiayaan
1) Honorarium
guru non asn
2) Honorarium
tenaga
kebersihan
3) Honorarium
tenaga
keamanan
4) Honorarium
operator sekolah
5) Honorarium
Pembina Ekskul
7 Standar Penilaian
1) Penilaian
Formatif
2) ANBK
3) Ujian Sumatif
4) Projek P5
BAB V
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Rencana Kerja Tahunan (RKT) merupakan Perencanaan yang disusun
oleh sekolah setiap tahun berdasarkan perencanaan yang berbasis data
(PBD) yang didasarkan pada rapor pendidikan sekolah. Penyusunan RKT ini
tersusun melalui proses analisis terhadap rapor pendidikan dengan
mekanisme Identifikasi, Refleksi, dan Benahi (IRB). Hasil dari proses IRB ini
maka dijadikan Rencana kerja tahunan yang selanjutnya jadi rujukan dalam
penyusunan RKAM.
Proses IRB Terhadap Rapor Pendidikan focus pada indicator prioritas
Pendidikan dasar yakni indicator;
1) A1. Kemampuan Literasi
2) A2. Kemampuan Numerasi
3) A3. Karakter
4) D4. Iklim Keamanan
5) D8. Iklim Kebhinekaan Sekolah
Dari kelima indikator tersebut di atas maka diperoleh indicator yang
kurang baik (bermasalah), maka indikator yang bermasalah yang akan
diintervensi khusus dalam pengembangan Perencanaan sekolah
berdasarkan akar masalah yang diperoleh dari level 2 (sub indikator) atau
dari sub indikator dimensi lain yang dianggap berpengaruh terhadap nilai
capaian satuan pendidikan.
Dengan demikian akhirnya RKT MI ......... untuk tahun 2025 tersusun
dengan Perencanaan Berbasis Data (PBD) yang berdasarkan Laporan
Raport Pendidikan Tahun 2024/2025
B. REKOMENDASI
1) Satuan Pendidikan
diharapkan satuan pendidikan bisa dan wajib melaksanakan program
sesuai program yang telah disusun dalam RKT
diharapkan satuan pendidikan mampu melakukan penyesuaian
dengan biaya dan anggaran yang tersedia serta menggunakan
prinsip pengelolaan pembiayaan
2) Warga Sekolah
Kepala Sekolah sebagai kepala satuan pendidikan agar mampu
menjadi manajer dalam pelaksanaan kegiatan dan penggunaan
anggaran sesuai dengan tugas dan fungsinya serta mengacu pada
peraturan yang berlaku
Guru dan tendik agar bisa melaksanakan seluruh program yang
sudah direncanakan dan mampu menjadi mitra kerja dari kepala
sekolah dalam pengelolaan dan pengembangan sekolah ke arah
yang lebih baik.
3) Kementerian Agama
Bidang Pendidikan dan Madrasah diharapkan agar selalu
memberikan bimbingan teknis kepada satuan pendidikan dalam
melakukan Perencanaan berbasis data
Pengawas Pendamping agar selalu melakukan pemeriksaan dan
pemantauan
Juknis BOP/BOS setiap tahunnya agar para kepala satuan pendidikan
memahami dengan tuntas terkait penggunaan dana BOP/BOS
KOP SURAT
DAFTAR HADIR PENYUSUNAN RKT
MTs ………
TAHUN AJARAN 2025/2026
TANDA
NO NAMA NIP/NUPTK JABATAN
TANGAN
PENDAMPING
KEPALA
MADRASAH
GURU KELAS
DOKUMENTASI PENYUSUNAN RKAT
MTs …..
TAHUN AJARAN 2025/2026