PROGRAM TAHUNAN ( PROTA )
MATA PELAJARAN EKONOMI
SATUAN PENDIDIKAN : SMA/MA …………………….....................
MATA PELAJARAN : EKONOMI
KELAS / FASE : XI (SEBELAS) / F
TAHUN PENYUSUNAN : 20 ..... / 20 .....
CAPAIAN PEMBELAJARAN EKONOMI FASE F
Pada akhir fase F, peserta didik mampu mengidentifikasi berbagai permasalahan ekonomi
(mikro dan makro) berdasarkan fenomena yang terjadi di lingkungan (masyarakat, bangsa,
dan antar-bangsa). Peserta didik mampu secara kritis dan kreatif memberikan solusi
pemecahan masalah terhadap berbagai permasalahan ekonomi yang terjadi. Peserta didik
mampu dalam mencari, mengolah, dan menginterpretasi data dari sumber terpercaya dalam
rangka membuat suatu kesimpulan serta evaluasi mengenai konsep ekonomi mikro, ekonomi
makro, dan ekonomi internasional.
Fase F Berdasarkan Elemen
Elemen Capaian
Pemahaman Pada akhir fase ini, peserta didik mampu menjelaskan berbagai konsep
Konsep ekonomi baik yang bersifat mikro maupun makro. Peserta didik
mengidentifikasi berbagai permasalahan ekonomi akibat dari terjadinya
berbagai kegiatan ekonomi mulai dari kegiatan produksi, distribusi, dan
konsumsi. Peserta didik juga mampu menjelaskan dampak dari
permasalahan ekonomi yang sedang terjadi berdasarkan konsep yang
sudah dipelajari. Konsep ekonomi yang diharapkan dikuasai peserta didik
pada fase ini yaitu Peran Pelaku Ekonomi, Teori Perilaku konsumen,
Teori Perilaku Produsen (Pengusaha), Pengangguran, Inflasi, Pendapatan
Nasional, Ketimpangan Disitribusi Pendapatan, Permintaan dan
Penawaran Agregat, Pertumbuhan Ekonomi, Pasar Uang, Kebijakan
Fiskal dan Moneter, Perdagangan Internasional dan Hambatan, Neraca
Pembayaran dan Perjanjian Perdagangan Internasional, Sistem dan Pelaku
Ekonomi.
Keterampilan Pada akhir fase ini, peserta didik mampu melakukan kegiatan penelitian
Proses sederhana dengan menggunakan teknik atau metode yang sesuai untuk
mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengorganisasikan
informasi, menarik kesimpulan, dan mengomunikasikan hasil penelitian
mengenai berbagai fenomena ekonomi berdasarkan konsep-konsep
ekonomi. Peserta didik mampu merefleksikan dan merencanakan projek
lanjutan secara kolaboratif.
Alokasi
No TUJUAN PEMBELAJARAN (TP) MATERI
Waktu
SEMESTER 1
1 Membedakan konsep badan usaha dan Konsep dan Jenis 2 JP
perusahaan Badan Usaha
Mengklasifikasikan jenis badan usaha
2 Menjelaskan pengertian BUMN dan BUMD BUMN dan BUMD 2 JP
Membedakan jenis BUMN dan BUMD
Menjelaskan peran BUMN dan BUMD dalam
perekonomian
Menganalisis keunggulan dan kelemahan
BUMN dan BUMD
3 Menjelaskan pengertian BUMS Badan Usaha Milik 2 JP
Membedakan jenis BUMS Swasta
Menjelaskan peran BUMS dalam
perekonomian
Menganalisis keunggulan dan kelemahan
BUMS
Membedakan BUMN, BUMD, dan BUMS
Menganalisis kinerja BUMN, BUMD, dan
BUMS
4 Mendeskripsikan sejarah dan pengertian Koperasi 2 JP
koperasi
Menjelaskan landasan dan prinsip koperasi
Membedakan jenis koperasi
Membedakan perangkat organisasi koperasi
Menentukan sumber permodalan koperasi
Menghitung sisa hasil usaha
5 Menjelaskan pengertian manajemen Manajemen Badan 2 JP
Merinci fungsi manajemen Usaha
Membedakan fungsi manajemen
Menentukan tingkatan manajemen
Membuat Perencanaan Bisnis dengan
menerapkan literasi keuangan
6 Mendeskripsikan pengertian pendapatan Pengertian dan 2 JP
nasional metode penghitungan
Menguraikan pendekatan pendapatan nasional pendapatan nasional
Membedakan pendekatan pendapatan nasional
Menghitung pendapatan nasional
Mengidentifikasi konsep pendapatan nasional
Menguraikan konsep pendapatan nasional
Menghitung konsep pendapatan nasional
Menjabarkan konsep pendapatan per kapita
Menghitung pendapatan per kapita
7 Mengidentifikasi faktor-faktor kesenjangan Kesenjangan Ekonomi 2 JP
ekonomi
Menjelaskan dampak kesenjangan ekonomi
Menganalisis indeks gini
Menganalisis kurva lorenz
Mengidentifikasi solusi mengatasi
kesenjangan ekonomi
Menjabarkan solusi mengatasi kesenjangan
ekonomi
8 Mengidentifikasi jenis tenaga kerja Konsep 2 JP
Membedakan angkatan kerja dan bukan ketenagakerjaan
angkatan kerja
Mendeskripsikan konsep ketenagakerjaan
Menganalisis masalah ketenagakerjaan
Menguraikan solusi mengatasi masalah
ketenagakerjaan
9 Menganalisis sistem upah Sistem upah 2 JP
Mengidentifikasi jenis upah
10 Menjabarkan konsep pengangguran Konsep pengangguran 2 JP
Mengidentifikasi jenis pengangguran
Menganalisis upaya mengatasi pengangguran
SEMESTER 2
1 Menjelaskan teori permintaan uang Teori Permintaan 2 JP
Menjelaskan teori penawaran uang Uang
2 Menjelaskan konsep perubahan harga Konsep Perubahan 2 JP
Menjelaskan pengertian harga Harga dan Konsep
Menguraikan tujuan perhitungan indeks harga Indeks Harga
Menentukan macam-macam indeks harga
Menghitung indeks harga
3 Menjelaskan pengertian inflasi Inflasi 2 JP
Menganalisis penyebab inflasi
Menghitung inflasi
Mengelompokkan jenis-jenis inflasi
Menganalisis dampak inflasi
Menganalisis cara mengatasi inflasi
4 Menjelaskan konsep kebijakan moneter Kebijakan Moneter 2 JP
Menguraikan tujuan kebijakan moneter
Membedakan jenis kebijakan moneter
Menganalisis instrumen kebijakan moneter
Menjelaskan konsep kebijakan moneter
Menguraikan tujuan kebijakan moneter
Membedakan jenis kebijakan moneter
Menganalisis instrumen kebijakan moneter
5 Menjelaskan konsep kebijakan fiskal Kebijakan Fiskal 2 JP
Menguraikan tujuan kebi jakan fiskal
Membedakan jenis kebijakan fiskal
Menganalisis instrumen kebijakan fiskal
6 Membedakan kebijakan moneter dan Manfaat Kebijakan 2 JP
kebijakan fiskal. Ekonomi dan
Menganalisis penerapan kebijakan moneter Perbedaan Kebijakan
dan kebijakan fiskal di Indonesia. Moneter dan
Mengidentifikasi manfaat kebijakan ekonomi. Kebijakan Fiskal
7 Memberikan argumen tentang evaluasi Evaluasi Kebijakan 2 JP
kebijakan ekonomi Ekonomi
CADANGAN JAM PELAJARAN 0 JP
JUMLAH JAM PELAJARAN JP
Mengetahui, ………………. ………… 20 .....
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran
(…………………………………..) (…………………………………..)
NIP. ........................................ NIP. ........................................
PROGRAM SEMESTER ( PROSEM )
FASE F KELAS XI
Satuan Pendidikan : SMA/MA …………………….....................
Mata Pelajaran : EKONOMI
Kelas / Semester : XI (Sebelas) / 1
Tahun Penyusunan : 20 ..... / 20 .....
CAPAIAN PEMBELAJARAN EKONOMI FASE F
Pada akhir fase F, peserta didik mampu mengidentifikasi berbagai permasalahan ekonomi (mikro dan makro) berdasarkan fenomena yang terjadi di
lingkungan (masyarakat, bangsa, dan antar-bangsa). Peserta didik mampu secara kritis dan kreatif memberikan solusi pemecahan masalah terhadap
berbagai permasalahan ekonomi yang terjadi. Peserta didik mampu dalam mencari, mengolah, dan menginterpretasi data dari sumber terpercaya
dalam rangka membuat suatu kesimpulan serta evaluasi mengenai konsep ekonomi mikro, ekonomi makro, dan ekonomi internasional.
Fase F Berdasarkan Elemen
Elemen Capaian
Pemahaman Konsep Pada akhir fase ini, peserta didik mampu menjelaskan berbagai konsep ekonomi baik yang bersifat mikro maupun makro.
Peserta didik mengidentifikasi berbagai permasalahan ekonomi akibat dari terjadinya berbagai kegiatan ekonomi mulai dari
kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi. Peserta didik juga mampu menjelaskan dampak dari permasalahan ekonomi yang
sedang terjadi berdasarkan konsep yang sudah dipelajari. Konsep ekonomi yang diharapkan dikuasai peserta didik pada fase
ini yaitu Peran Pelaku Ekonomi, Teori Perilaku konsumen, Teori Perilaku Produsen (Pengusaha), Pengangguran, Inflasi,
Pendapatan Nasional, Ketimpangan Disitribusi Pendapatan, Permintaan dan Penawaran Agregat, Pertumbuhan Ekonomi,
Pasar Uang, Kebijakan Fiskal dan Moneter, Perdagangan Internasional dan Hambatan, Neraca Pembayaran dan Perjanjian
Perdagangan Internasional, Sistem dan Pelaku Ekonomi.
Keterampilan Proses Pada akhir fase ini, peserta didik mampu melakukan kegiatan penelitian sederhana dengan menggunakan teknik atau metode
yang sesuai untuk mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengorganisasikan informasi, menarik kesimpulan, dan
mengomunikasikan hasil penelitian mengenai berbagai fenomena ekonomi berdasarkan konsep-konsep ekonomi. Peserta
didik mampu merefleksikan dan merencanakan projek lanjutan secara kolaboratif.
Alokasi Juli Agustus September Oktober November Desember
No TUJUAN PEMBELAJARAN
Waktu 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5
Konsep dan Jenis Badan Usaha
1 Membedakan konsep badan usaha dan JP
perusahaan
Mengklasifikasikan jenis badan usaha
BUMN dan BUMD
2 Menjelaskan pengertian BUMN dan BUMD JP
Membedakan jenis BUMN dan BUMD
Menjelaskan peran BUMN dan BUMD
dalam perekonomian
Menganalisis keunggulan dan kelemahan
BUMN dan BUMD
Badan Usaha Milik Swasta
3 Menjelaskan pengertian BUMS JP
Membedakan jenis BUMS
Menjelaskan peran BUMS dalam
perekonomian
Menganalisis keunggulan dan kelemahan
BUMS
Membedakan BUMN, BUMD, dan BUMS
Menganalisis kinerja BUMN, BUMD, dan
BUMS
Koperasi
4 Mendeskripsikan sejarah dan pengertian JP
koperasi
Menjelaskan landasan dan prinsip koperasi
Membedakan jenis koperasi
Membedakan perangkat organisasi koperasi
Menentukan sumber permodalan koperasi
Menghitung sisa hasil usaha
Manajemen Badan Usaha
5 Menjelaskan pengertian manajemen JP
Merinci fungsi manajemen
Membedakan fungsi manajemen
Menentukan tingkatan manajemen
Membuat Perencanaan Bisnis dengan
menerapkan literasi keuangan
Pengertian dan metode penghitungan pendapatan nasional
6 Mendeskripsikan pengertian pendapatan JP
nasional
Menguraikan pendekatan pendapatan
nasional
Membedakan pendekatan pendapatan
nasional
Menghitung pendapatan nasional
Mengidentifikasi konsep pendapatan
nasional
Menguraikan konsep pendapatan nasional
Menghitung konsep pendapatan nasional
Menjabarkan konsep pendapatan per kapita
Menghitung pendapatan per kapita
Kesenjangan Ekonomi
7 Mengidentifikasi faktor-faktor kesenjangan JP
ekonomi
Menjelaskan dampak kesenjangan ekonomi
Menganalisis indeks gini
Menganalisis kurva lorenz
Mengidentifikasi solusi mengatasi
kesenjangan ekonomi
Menjabarkan solusi mengatasi kesenjangan
ekonomi
Konsep ketenagakerjaan
8 Mengidentifikasi jenis tenaga kerja JP
Membedakan angkatan kerja dan bukan
angkatan kerja
Mendeskripsikan konsep ketenagakerjaan
Menganalisis masalah ketenagakerjaan
Menguraikan solusi mengatasi masalah
ketenagakerjaan
Sistem upah
9 Menganalisis sistem upah JP
Mengidentifikasi jenis upah
Konsep pengangguran
10 Menjabarkan konsep pengangguran JP
Mengidentifikasi jenis pengangguran
Menganalisis upaya mengatasi
pengangguran
2 JP
3 JP
4 JP
5 JP
JP
JUMLAH JAM PELAJARAN JP
Mengetahui, ………………. ………… 20 .....
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran
(…………………………………..) (…………………………………..)
NIP. ........................................ NIP. ........................................
PROGRAM SEMESTER ( PROSEM )
FASE F KELAS XI
Satuan Pendidikan : SMA/MA …………………….....................
Mata Pelajaran : EKONOMI
Kelas / Semester : XI (Sebelas) / 2
Tahun Penyusunan : 20 ..... / 20 .....
CAPAIAN PEMBELAJARAN EKONOMI FASE F
Pada akhir fase F, peserta didik mampu mengidentifikasi berbagai permasalahan ekonomi (mikro dan makro) berdasarkan fenomena yang terjadi di
lingkungan (masyarakat, bangsa, dan antar-bangsa). Peserta didik mampu secara kritis dan kreatif memberikan solusi pemecahan masalah terhadap
berbagai permasalahan ekonomi yang terjadi. Peserta didik mampu dalam mencari, mengolah, dan menginterpretasi data dari sumber terpercaya
dalam rangka membuat suatu kesimpulan serta evaluasi mengenai konsep ekonomi mikro, ekonomi makro, dan ekonomi internasional.
Fase F Berdasarkan Elemen
Elemen Capaian
Pemahaman Konsep Pada akhir fase ini, peserta didik mampu menjelaskan berbagai konsep ekonomi baik yang bersifat mikro maupun makro.
Peserta didik mengidentifikasi berbagai permasalahan ekonomi akibat dari terjadinya berbagai kegiatan ekonomi mulai dari
kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi. Peserta didik juga mampu menjelaskan dampak dari permasalahan ekonomi yang
sedang terjadi berdasarkan konsep yang sudah dipelajari. Konsep ekonomi yang diharapkan dikuasai peserta didik pada fase
ini yaitu Peran Pelaku Ekonomi, Teori Perilaku konsumen, Teori Perilaku Produsen (Pengusaha), Pengangguran, Inflasi,
Pendapatan Nasional, Ketimpangan Disitribusi Pendapatan, Permintaan dan Penawaran Agregat, Pertumbuhan Ekonomi,
Pasar Uang, Kebijakan Fiskal dan Moneter, Perdagangan Internasional dan Hambatan, Neraca Pembayaran dan Perjanjian
Perdagangan Internasional, Sistem dan Pelaku Ekonomi.
Keterampilan Proses Pada akhir fase ini, peserta didik mampu melakukan kegiatan penelitian sederhana dengan menggunakan teknik atau metode
yang sesuai untuk mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengorganisasikan informasi, menarik kesimpulan, dan
mengomunikasikan hasil penelitian mengenai berbagai fenomena ekonomi berdasarkan konsep-konsep ekonomi. Peserta
didik mampu merefleksikan dan merencanakan projek lanjutan secara kolaboratif.
Satuan Pendidikan : SMA/MA …………………….....................
Mata Pelajaran :
Kelas / Semester : XI (Sebelas) / 2
Tahun Penyusunan : 20 ..... / 20 .....
CAPAIAN PEMBELAJARAN FASE F
Alokasi Januari Februari Maret April Mei Juni
No TUJUAN PEMBELAJARAN
Waktu 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5
Teori Permintaan Uang
1 Menjelaskan teori permintaan uang JP
Menjelaskan teori penawaran uang
Konsep Perubahan Harga dan Konsep Indeks Harga
2 Menjelaskan konsep perubahan harga JP
Menjelaskan pengertian harga
Menguraikan tujuan perhitungan indeks
harga
Menentukan macam-macam indeks harga
Menghitung indeks harga
Inflasi
3 Menjelaskan pengertian inflasi JP
Menganalisis penyebab inflasi
Menghitung inflasi
Mengelompokkan jenis-jenis inflasi
Menganalisis dampak inflasi
Menganalisis cara mengatasi inflasi
Kebijakan Moneter
4 Menjelaskan konsep kebijakan moneter JP
Menguraikan tujuan kebijakan moneter
Membedakan jenis kebijakan moneter
Menganalisis instrumen kebijakan moneter
Menjelaskan konsep kebijakan moneter
Menguraikan tujuan kebijakan moneter
Membedakan jenis kebijakan moneter
Menganalisis instrumen kebijakan moneter
Kebijakan Fiskal
5 Menjelaskan konsep kebijakan fiskal JP
Menguraikan tujuan kebi jakan fiskal
Membedakan jenis kebijakan fiskal
Menganalisis instrumen kebijakan fiskal
Manfaat Kebijakan Ekonomi dan Perbedaan Kebijakan Moneter dan Kebijakan Fiskal
6 Membedakan kebijakan moneter dan JP
kebijakan fiskal.
Menganalisis penerapan kebijakan moneter
dan kebijakan fiskal di Indonesia.
Mengidentifikasi manfaat kebijakan
ekonomi.
Evaluasi Kebijakan Ekonomi
7 Memberikan argumen tentang evaluasi JP
kebijakan ekonomi
1 JP
2 JP
3 JP
4 JP
5 JP
JP
JUMLAH JAM PELAJARAN JP
JUMLAH JAM PELAJARAN
Mengetahui, ………………. ………… 20 .....
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran
(…………………………………..) (…………………………………..)
NIP. ........................................ NIP. ........................................
CAPAIAN PEMBELAJARAN
MATA PELAJARAN : EKONOMI
(Keputusan BSKAP Nomor : 32 Tahun 2024)
A. RASIONAL
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah membawa manusia pada perubahan
besar dalam kehidupan bermasyarakat. Tingginya mobilitas orang, barang, jasa, dan
informasi antarruang merupakan akibat perubahan besar dari perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi. Dinamika tersebut membuat manusia berupaya meningkatkan
kualitas dirinya agar sejalan dengan perubahan-perubahan yang terjadi sehingga mampu
bertahan hidup serta memenuhi berbagai kebutuhan dasarnya sesuai dengan konteks
zaman.
Berbagai perkembangan yang terjadi dalam lingkungan masyarakat telah memengaruhi
berbagai aspek, salah satunya adalah aspek ekonomi. Banyak kegiatan masyarakat yang
telah berubah dan bertransformasi sedemikian rupa mengikuti perkembangan zaman.
Beberapa perubahan dan transformasi tersebut ditunjukkan melalui adanya kemudahan
dalam mengakses informasi, kemudahan dalam melakukan pembayaran, kecepatan
mobilitas barang dan jasa, dan makinbanyaknya bentuk usaha kerakyatan yang berbasis
digital. Hal tersebut memberikan dampak pada berubahnya paradigma mata pelajaran
Ekonomi, khususnya yang diberikan pada jenjang sekolah menengah atas.
Pada praktiknya, perubahan belum tentu menjadi lebih baik. Namun, tanpa perubahan,
kebaruan tidak akan terjadi. Perubahan paradigma dalam mata pelajaran Ekonomi
diharapkan akan diikuti dengan perubahan tindakan ekonomi yang sesuai dengan
perkembangan zaman. Perubahan paradigma mata pelajaran Ekonomi diharapkan juga
mendukung penyelesaian masalah-masalah sosial kontemporer pada masyarakat, seperti
ketimpangan ekonomi, kemiskinan, dan pengangguran.
Mata pelajaran Ekonomi merupakan mata pelajaran yang fokus pada pembahasan
mengenai berbagai upaya manusia dalam rangka mempertahankan hidupnya. Mata
pelajaran Ekonomi memuat cakupan materi yang kompleks dan mempunyai relevansi
tinggi dalam kehidupan sehari-hari. Dalam konteks menguatkan pengetahuan dan
keterampilan, masyarakat perlu dibekali dengan mata pelajaran Ekonomi yang mendunia,
tetapi tetap berpijak pada kearifan lokal. Mata pelajaran Ekonomi yang berkearifan lokal
menjadi mutlak diperlukan agar masyarakat memiliki berbagai kompetensi yang
dibutuhkan guna menyikapi berbagai fenomena dan masalah perekonomian baik di
lingkungan kecil seperti keluarga maupun di lingkungan besar seperti masyarakat
internasional.
Dengan demikian, mata pelajaran Ekonomi perlu dibangun dengan paradigma bahwa
dunia dapat berubah dengan cepat mengikuti perkembangan zaman. Oleh sebab itu,
paradigma mata pelajaran Ekonomi perlu diarahkan pada upaya
1. mendorong peserta didik untuk mencari tahu dari berbagai sumber yang tersedia,
bukan sekadar diberi tahu;
2. mendorong peserta didik untuk merumuskan masalah dengan melatih kemampuan
bertanya melalui bantuan mesin (komputer dan/atau ponsel pintar) yang dapat
menyajikan dan memproses data secara cepat;3. memotivasi peserta didik dan
melatih berpikir analitis (pengambilan keputusan) bukan berpikir mekanis (rutin)
yang dapat dilakukan oleh mesin yang terprogram; dan
4. menekankan pentingnya kerja sama dan kolaborasi dalam menyelesaikan masalah
sehingga dapat mengomunikasikan informasi yang dihasilkan, baik cara perolehan
maupun kegunaan informasi tersebut.
Dengan mempelajari mata pelajaran Ekonomi, peserta didik diharapkan memiliki
karakter mandiri dan bernalar kritis sesuai dengan nilai-nilai yang tertuang dalam profil
pelajar Pancasila. Mandiri berarti peserta didik bertanggung jawab atas proses dan hasil
belajarnya dalam mata pelajaran Ekonomi. Sementara itu, bernalar kritis berarti peserta
didik secara objektif memproses informasi, baik kualitatif maupun kuantitatif,
membangun keterkaitan antara berbagai informasi, menganalisis informasi, mengevaluasi,
dan menyimpulkan.
B. TUJUAN
Mata pelajaran Ekonomi bertujuan untuk memastikan peserta didik:
1. memanfaatkan sumber daya secara efisien dan berkelanjutan;
2. memahami masalah ekonomi dan menyelesaikannya secara bertanggung jawab;
3. memahami aktivitas ekonomi yang sifatnya dinamis dan meminimalisasi dampak
buruk dari dinamika perekonomian tersebut;
4. merencanakan masa depan berkaitan dengan kegiatan ekonomi yang dilakukan dan
mengambil keputusan terkait isu atau masalah-masalah keuangan; dan
5. bersikap kritis dalam menyikapi kebijakan-kebijakan ekonomi di tingkat lokal,
nasional, dan internasional serta memetakan dampak suatu kebijakan ekonomi bagi
para pihak atau pemangku kepentingan.
C. KARAKTERISTIK
Mata pelajaran Ekonomi merupakan mata pelajaran yang bersumber dari perilaku
ekonomi dalam kehidupan sosial masyarakat yang diseleksi dengan menggunakan
konsep-konsep ilmu ekonomi untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta
didik. Kehidupan sosial masyarakat di era digital ditunjukkan melalui terciptanya
interaksi sosial yang serbacepat, antarindividu atau kelompok dalam cakupan yang lebih
luas, melewati batas ruang dan waktu, serta memunculkan daya saing dan sistem nilai
yang saling berpengaruh antarindividu dan kelompok.
Keluasan mata pelajaran Ekonomi sepatutnya diarahkan bukan hanya pada aspek
penguasaan materi, melainkan juga pada peningkatan kompetensi. Rumusan kompetensi
difokuskan pada fenomena empiris ekonomi yang ada di sekitar peserta didik sehingga
peserta didik dapat memahami, mengamati, menanya, mengumpulkan informasi,
mengorganisasikan informasi, menarik kesimpulan, mengomunikasikan, merefleksikan,
dan merencanakan projek lanjutan secara kolaboratif terkait fenomena dan masalah
ekonomi.
Mata pelajaran Ekonomi mengandung dua elemen, yaitu pemahaman konsep dan
keterampilan proses. Kedua elemen secara komprehensif mendukung peserta didik untuk
memiliki literasi ekonomi dan finansial serta keterampilannya. Literasi ekonomi yang
ingin dibangun mencakup keterampilan menganalisis kondisi ekonomi sehingga peserta
didik mampu membuat keputusan ekonomi, membuat pilihan dalam alokasi sumber daya,
dan menyelesaikan permasalahan ekonomi. Sementara itu, literasi finansial yang ingin
dibangun mencakup keterampilan pengambilan keputusan terhadap penggalian sumber
keuangan dan penggunaannya, menghindari sumber keuangan dan pembelanjaan yang
tidak efektif yang berpotensi pada tindakan konsumtif, serta menciptakan peluang sumber
keuangan yang produktif lainnya sesuai dengan kapasitas peserta [Link] kedua
literasi tersebut, peserta didik diarahkan untuk bersikap menghargai kehidupan melalui
pemanfaatan barang atau jasa yang memiliki nilai ekonomis sekaligus ekologis seperti
benda atau jasa yang keberadaannya tidak menimbulkan potensi dampak lingkungan.
Lingkup mata pelajaran Ekonomi meliputi konsep ilmu ekonomi, ekonomi makro,
ekonomi internasional, dan akuntansi keuangan dasar. Peserta didik dapat menggunakan
lingkungan sebagai sumber belajar, seperti pasar tradisional, koperasi, lembaga keuangan
bank dan bukan bank, industri kreatif, sumber daya kelautan, pesisir, hutan, dan
sebagainya.
Elemen dan deskripsi setiap elemen adalah sebagai berikut.
Elemen Deskripsi
Pemahaman Konsep Pemahaman konsep dalam mata pelajaran Ekonomi memuat
pemahaman terhadap materi meliputi definisi dan konsep yang
dikaitkan dengan fenomena dan masalah ekonomi yang terjadi.
Pemahaman konsep difokuskan pada materi yang akan
digunakan untuk menjawab pertanyaan kunci yang juga
dikaitkan dengan materi lain yang relevan sehingga perlu
direkomendasikan materi ajar yang relevan. Elemen
pemahaman konsep adalah elemen yang mengarahkan peserta
didik untuk mendefinisikan, menafsirkan, dan merumuskan
konsep atau teori dengan bahasa mereka sendiri. Pada elemen
ini, peserta didik tidak hanya hafal secara verbal, tetapi juga
memahami konsep dari masalah atau fakta yang ditanyakan.
Keterampilan Proses Pendekatan keterampilan proses pada hakikatnya adalah suatu
pengelolaan kegiatan pembelajaran yang berfokus pada
pelibatan peserta didik secara aktif dan kreatif dalam
pemerolehan hasil belajar. Pendekatan keterampilan proses
dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Elemen
keterampilan proses terdiri atas proses
• mengamati,
• menanya,
• mengumpulkan informasi,
• mengorganisasikan informasi,
• menarik kesimpulan,
• mengomunikasikan, dan
• merefleksikan dan merencanakan projek lanjutan secara
kolaboratif.
D. CAPAIAN PEMBELAJARAN FASE F (UMUMNYA UNTUK KELAS XI DAN XII
SMA/MA/PROGRAM PAKET C)
Pada akhir Fase F, peserta didik memahami berbagai permasalahan ekonomi berdasarkan
fenomena dan masalah yang terjadi di lingkungan (masyarakat, bangsa, dan antarbangsa).
Peserta didik memberikan solusi pemecahan masalah terhadap berbagai permasalahan
ekonomi yang terjadi. Peserta didik mengamati, menanya, mengumpulkan informasi,
mengorganisasikan informasi, menarik kesimpulan, mengomunikasikan, dan
merefleksikan dan merencanakan projek lanjutan secara kolaboratif dalam ruang lingkup
ekonomi makro, ekonomi internasional, dan akuntansi keuangan dasar. Capaian
Pembelajaran setiap elemen adalah sebagai berikut.
Elemen Capaian Pembelajaran
Pemahaman Konsep Peserta didik memahami berbagai konsep dasar ekonomi.
Peserta didik memahami peranan akuntansi sebagai alat bantu
dalam pengambilan keputusan keuangan dan ekonomi. Peserta
didik memahami berbagai permasalahan ekonomi dan keuangan
yang terjadi di lingkungan sekitar serta memahami dampak dari
permasalahan ekonomi dan keuangan yang sedang terjadi
berdasarkan konsep yang sudah dipelajari. Konsep-konsep yang
diharapkan dipahami peserta didik pada fase ini, yaitu
pendapatan nasional dan pertumbuhan ekonomi serta kaitannya
dengan kemiskinan, kesenjangan ekonomi, serta solusi untuk
mengatasinya; konsep ketenagakerjaan dan masalahnya serta
solusi untuk mengatasinya; konsep uang dan peredaran uang
serta kaitannya dengan inflasi dan kebijakan moneter; konsep
akuntansi keuangan dasar dalam konteks menilai kondisi
keuangan unit usaha (persamaan dasar akuntansi dan laporan
keuangan); konsep kebijakan fiskal, fungsi anggaran negara dan
daerah, dan perpajakan; konsep ekonomi internasional dan
masalahnya; serta konsep literasi ekonomi dan keuangan
digital.
Keterampilan Proses Peserta didik mengamati kondisi dan masalah ekonomi di
lingkungan sekitar, regional, atau nasional. Peserta didik
mempertanyakan dan memprediksi faktor penyebab, kondisi,
dan masalah ekonomi di lingkungan sekitar, regional, atau
nasional.
Peserta didik mengumpulkan informasi berkaitan dengan
kondisi dan permasalahan ekonomi di lingkungan sekitar,
regional, atau nasional. Peserta didik memvalidasi dan
menganalisis informasi yang telah dikumpulkan terkait dengan
faktor penyebab kondisi dan permasalahan ekonomi di
lingkungan sekitar, regional, atau nasional. Peserta didik
menarik kesimpulan terkait faktor penyebab dan memberikan
solusi atas kondisi dan permasalahan ekonomi di lingkungan
sekitar, regional, atau nasional. Peserta didik
mengomunikasikan hasil pengamatan terkait penarikan
kesimpulan atas kondisi dan permasalahan ekonomi serta solusi
mengatasinya. Peserta didik merefleksikan solusi atas
permasalahan ekonomi untuk kepentingan lingkungan sekitar.
Peserta didik merencanakan projek lanjutan secara kolaboratif
dalam rangka mengurangi permasalahan ekonomi di
lingkungan sekitar.
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP )
MATA PELAJARAN EKONOMI
SATUAN PENDIDIKAN : SMA/MA …………………….....................
MATA PELAJARAN : EKONOMI
KELAS / FASE : XI (SEBELAS) / F
TAHUN PENYUSUNAN : 20 ..... / 20 .....
CAPAIAN PEMBELAJARAN EKONOMI FASE F (NOMOR : 32 TAHUN 2024)
Pada akhir Fase F, peserta didik memahami berbagai permasalahan ekonomi berdasarkan
fenomena dan masalah yang terjadi di lingkungan (masyarakat, bangsa, dan antarbangsa).
Peserta didik memberikan solusi pemecahan masalah terhadap berbagai permasalahan
ekonomi yang terjadi. Peserta didik mengamati, menanya, mengumpulkan informasi,
mengorganisasikan informasi, menarik kesimpulan, mengomunikasikan, dan merefleksikan
dan merencanakan projek lanjutan secara kolaboratif dalam ruang lingkup ekonomi makro,
ekonomi internasional, dan akuntansi keuangan dasar. Capaian Pembelajaran setiap elemen
adalah sebagai berikut.
Elemen Capaian Pembelajaran
Pemahaman Peserta didik memahami berbagai konsep dasar ekonomi. Peserta didik
Konsep memahami peranan akuntansi sebagai alat bantu dalam pengambilan
keputusan keuangan dan ekonomi. Peserta didik memahami berbagai
permasalahan ekonomi dan keuangan yang terjadi di lingkungan sekitar serta
memahami dampak dari permasalahan ekonomi dan keuangan yang sedang
terjadi berdasarkan konsep yang sudah dipelajari. Konsep-konsep yang
diharapkan dipahami peserta didik pada fase ini, yaitu pendapatan nasional
dan pertumbuhan ekonomi serta kaitannya dengan kemiskinan, kesenjangan
ekonomi, serta solusi untuk mengatasinya; konsep ketenagakerjaan dan
masalahnya serta solusi untuk mengatasinya; konsep uang dan peredaran
uang serta kaitannya dengan inflasi dan kebijakan moneter; konsep akuntansi
keuangan dasar dalam konteks menilai kondisi keuangan unit usaha
(persamaan dasar akuntansi dan laporan keuangan); konsep kebijakan fiskal,
fungsi anggaran negara dan daerah, dan perpajakan; konsep ekonomi
internasional dan masalahnya; serta konsep literasi ekonomi dan keuangan
digital.
Keterampilan Peserta didik mengamati kondisi dan masalah ekonomi di lingkungan sekitar,
Proses regional, atau nasional. Peserta didik mempertanyakan dan memprediksi
faktor penyebab, kondisi, dan masalah ekonomi di lingkungan sekitar,
regional, atau nasional.
Peserta didik mengumpulkan informasi berkaitan dengan kondisi dan
permasalahan ekonomi di lingkungan sekitar, regional, atau nasional. Peserta
didik memvalidasi dan menganalisis informasi yang telah dikumpulkan
terkait dengan faktor penyebab kondisi dan permasalahan ekonomi di
lingkungan sekitar, regional, atau nasional. Peserta didik menarik kesimpulan
terkait faktor penyebab dan memberikan solusi atas kondisi dan
permasalahan ekonomi di lingkungan sekitar, regional, atau nasional. Peserta
didik mengomunikasikan hasil pengamatan terkait penarikan kesimpulan atas
kondisi dan permasalahan ekonomi serta solusi mengatasinya. Peserta didik
merefleksikan solusi atas permasalahan ekonomi untuk kepentingan
lingkungan sekitar. Peserta didik merencanakan projek lanjutan secara
kolaboratif dalam rangka mengurangi permasalahan ekonomi di lingkungan
sekitar.
Elemen
Capaian Pada akhir fase ini, siswa memahami dan mampu menerapkan
Pembelajaran konsep-konsep ekonomi dalam kehidupan sehari-hari. Konsep
Pertahun ekonomi yang diharapkan dikuasai siswa pada fase ini yaitu Peran
Pelaku Ekonomi, Teori Perilaku konsumen, Teori Perilaku
Produsen (Pengusaha), Pengangguran, Inflasi, Pendapatan Nasional,
Ketimpangan Distribusi Pendapatan, Permintaan dan Penawaran
Agregat, Pertumbuhan Ekonomi, Pasar Uang, Kebijakan Fiskal dan
Moneter, Perdagangan Internasional dan Hambatan, Neraca
Pembayaran dan Perjanjian Perdagangan Internasional, Sistem dan
Pelaku Ekonomi. Pada akhir fase ini, siswa terampil dalam
merumuskan masalah, merumuskan hipotesis, mengumpulkan data,
menganalisis data, membuat kesimpulan, dan menyampaikan ide.
Siswa menganalisis bentuk kebijakan moneter dan kebijakan fiskal
yang dikeluarkan sesuai dengan kondisi yang saat itu terjadi. Siswa
membuat analisis komparasi anggaran (APBN dan APBD). Siswa
menyusun anggaran pengeluaran untuk kebutuhan individu. Siswa
menyajikan hasil analisis dan identifikasi terkait masalah ekonomi
(inflasi, pengangguran, pertumbuhan ekonomi) di lingkungan
sekitarnya. Siswa mengidentifikasi berbagai produk komparatif
Indonesia.
Rasional Peserta didik diharapkah memiliki kemampuan untuk memahami
Penyusunan Alur konsep badan usaha, pendapatan nasional, ketenagakerjaan, dan
Tujuan inflasi. Setelah pemahanan konsep tercapai, peserta didik
Pembelajaran menganalisis konsep-konsep tersebut dangan permasalahan
ekonomi makro saat ini berdasarkan pengamatan di lingkungan
sekitar. Selanjutnya, peserta didik mengevaluasi kebijakan
pemerintah dengan melihat dampak yang ditimbulkannya di
masyarakat. Penelitian sederhana di lingkungan sekitar dilakukan
untuk mengasah kemandirian, bernalar kritis, kreatif, ketakwaan
terhadap Tuhan, dan pemahaman konsep kebinekaan. Keterampilan
inkuiri dapat dilakukan dalam setiap pembelajaran dengan melihat
sarana dan kondisi peserta didik.
Alur Tujuan 11.1 Mendeskripsikan bentuk serta jenis badan usaha
Pembelajaran 11.2 Memberi contoh bentuk badan usaha yang terdapat di
lingkungan sekitar
11.3 Menganalisis kinerja salah satu badan usaha milik negara atau
milik daerah dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat di
lingkungan sekitar
11.4 Menjelaskan konsep perhitungan pendapatan nasional.
11. 5 Menganalisis penyebab kesenjangan pendapatan nasional yang
terjadi di lingkungan sekitar
11.6 Membuat rekomendasi solusi mengatasi kesenjangan
pendapatan
11.7 Menjelaskan konsep ketenagakerjaan
11.8 Menyajikan hasil pengamatan tentang fenomena pengangguran
dan cara mengatasinya
11. 9 Menjelaskan permintaan dan penawaran uang
11.10. Menghitung indeks harga
11.11 Menhitung nilai inflasi
11.12 Membuat kesimpulan tentang indeks harga dan inflasi sesuai
dengan kondisi ekonomi terkini
11.13 Menjelaskan perbedaan kebijakan fiskal dan kebijakan
moneter
11.14 Menganalisis dampak penerapan kebijakan fiskal dan
kebijakan moneter dalam kehidupan sehari-hari
11.15 Mengevaluasi kebijakan fiskal dan kebijakan moneter yang
sedang berlaku saat ini
Jumlah Jam 108 (36 minggu)
Kata Kunci Bentuk badan usaha Alur kegiatan ekonomi Metode menghitung
pendapatan nasional Jenis-jenis pengangguran Pehitungan inflasi
strategi kebijakan moneter. strategi Kebijakan fiskal
Topik
Glosarium Perseroan Terbatas : suatu badan hukum untuk menjalankan
usaha yang memiliki modal terdiri dari saham-saham, yang
pemiliknya memiliki bagian sebanyak saham yang dimilikinya.
CV: bentuk badan usaha berupa persekutuan yang didirikan oleh
dua orang atau lebih dimana sebagian para anggotanya memiliki
tanggung jawab yang tak terbatas dan sebagian anggota lainnya
memiliki tanggung jawab yang terbatas.
Pendapatan nasional: jumlah pendapatan yang diterima oleh
seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari
penyerahan faktor-faktor dalam satu periode tertentu.
Pertumbuhan ekonomi: peningkatan dalam kemampuan dari
suatu perekonomian dalam memproduksi barang dan jasa.
Pembangunan ekonomi
Angkatan kerja : penduduk berumur 15 tahun ke atas yang
selama seminggu sebelum pencacahan, bekerja atau punya
pekerjaan tetapi sementara tidak bekerja dan mereka yang tidak
bekerja tetapi mencari pekerjaan
Inflasi : kecenderungan naiknya harga barang dan jasa pada
umumnya yang berlangsung secara terus menerus.
Kebijakan fiskal : kebijakan pemerintah dalam memengaruhi
pengeluaran dan pendapatan dengan tujuan untuk menciptakan
kesempatan kerja yang tinggi tanpa menimbulkan inflasi
Profil Pelajar Peserta didik menjadi pribadi yang mampu bernalar kritis
Pancasila (memproses informasi, menganalisis dan mengevaluasi penalaran),
kreatif (menghasilkan gagasan yang orisinal), bergotong royong
(kemampuan bekerja sama dengan orang lain) dan beriman,
bertakwa kepada Tuhan YME.
MODUL AJAR DEEP LEARNING
MATA PELAJARAN : IPS (EKONOMI)
BAB 1: BADAN USAHA DALAM PEREKONOMIAN
A. IDENTITAS MODUL
Nama Sekolah : SMA NEGERI 1 KUTACANE
Nama Penyusun : Abdullah, [Link]
Mata Pelajaran : IPS (Ekonomi)
Kelas / Fase /Semester : XI/ F / Ganjil
Alokasi Waktu : 12 x 45 menit (6 Pertemuan)
Tahun Pelajaran : 2025 / 2026
B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK
Peserta didik kelas XI umumnya telah memiliki pengetahuan dasar tentang konsep
ekonomi sederhana, seperti kebutuhan, kelangkaan, produksi, konsumsi, dan distribusi
dari jenjang SMP atau kelas X. Mereka mungkin juga sudah mengenal beberapa contoh
badan usaha dalam kehidupan sehari-hari (misalnya, toko, pabrik). Keterampilan yang
dimiliki cenderung pada mengidentifikasi dan memberikan contoh. Pemahaman mereka
tentang peran dan bentuk-bentuk badan usaha secara mendalam, serta implikasinya
terhadap perekonomian dan kehidupan masyarakat, mungkin masih terbatas dan bersifat
hafalan. Mereka mungkin belum terbiasa menghubungkan teori ekonomi dengan
fenomena bisnis nyata secara kritis dan kolaboratif.
C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN
Materi "Badan Usaha dalam Perekonomian" mencakup jenis pengetahuan konseptual,
prosedural, dan faktual. Relevansi dengan kehidupan nyata peserta didik sangat tinggi,
karena badan usaha adalah bagian integral dari aktivitas ekonomi sehari-hari, mulai dari
produk dan jasa yang mereka gunakan hingga peluang karier di masa depan. Tingkat
kesulitan materi ini moderat; konsep dasar mudah dipahami, namun analisis mendalam
tentang perbedaan bentuk badan usaha, peran, serta tantangan dan peluangnya
membutuhkan penalaran kritis. Struktur materi bersifat hierarkis, dimulai dari pengertian
dasar, jenis-jenis, peran, hingga pengelolaan badan usaha. Integrasi nilai dan karakter
dapat dilakukan melalui diskusi tentang etika bisnis, tanggung jawab sosial perusahaan,
pentingnya kejujuran, disiplin, dan kerja sama dalam menjalankan suatu usaha.
D. DIMENSI PROFIL LULUSAN PEMBELAJARAN
Berdasarkan materi dan tujuan pembelajaran, dimensi lulusan yang akan dicapai adalah:
● Penalaran Kritis: Peserta didik mampu menganalisis berbagai jenis badan usaha,
memahami kelebihan dan kekurangannya, serta mengidentifikasi peran strategisnya
dalam perekonomian.
● Kolaborasi: Peserta didik mampu bekerja sama dalam kelompok untuk
mengumpulkan data, menganalisis informasi, dan menyajikan hasil diskusi terkait
badan usaha.
● Kemandirian: Peserta didik mampu mencari dan mengelola informasi secara mandiri
mengenai topik badan usaha, serta bertanggung jawab atas tugas-tugas yang diberikan.
● Komunikasi: Peserta didik mampu menyampaikan ide, argumen, dan hasil
analisisnya secara lisan maupun tulisan dengan jelas dan efektif dalam diskusi dan
presentasi.
DESAIN PEMBELAJARAN
A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP) NOMOR : 32 TAHUN 2024
Pada akhir fase F, peserta didik mampu menganalisis berbagai bentuk badan usaha, peran
dan fungsi badan usaha dalam perekonomian nasional, serta menganalisis pengelolaan
badan usaha yang efektif dan berkelanjutan untuk berkontribusi pada pertumbuhan
ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
B. LINTAS DISIPLIN ILMU YANG RELEVAN
● Sosiologi: Memahami struktur sosial dan peran masyarakat dalam mendukung atau
terpengaruh oleh keberadaan badan usaha (misalnya, masalah ketenagakerjaan,
tanggung jawab sosial perusahaan).
● Geografi: Menganalisis distribusi spasial badan usaha dan pengaruh lokasi terhadap
keberlangsungan usaha.
● Matematika: Perhitungan sederhana terkait keuntungan, kerugian, modal, dan aset
badan usaha.
● Pendidikan Pancasila: Mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dalam etika berbisnis
dan tanggung jawab sosial badan usaha.
● Informatika/Teknologi Informasi: Pemanfaatan teknologi dalam manajemen dan
pemasaran badan usaha (misalnya, e-commerce, sistem informasi manajemen).
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Pertemuan 1-2: Konsep Dasar Badan Usaha dan Jenis-jenis Badan Usaha
● Peserta didik dapat menjelaskan pengertian dan tujuan badan usaha dengan tepat
setelah mengikuti diskusi kelompok dan membaca modul.
● Peserta didik dapat mengidentifikasi berbagai jenis badan usaha (PT, CV, Firma,
Koperasi, BUMN, BUMS, BUMD) beserta karakteristiknya dengan benar setelah
melakukan eksplorasi informasi dari berbagai sumber.
● Peserta didik dapat membandingkan kelebihan dan kekurangan masing-masing jenis
badan usaha melalui studi kasus sederhana.
Pertemuan 3-4: Peran dan Fungsi Badan Usaha dalam Perekonomian
● Peserta didik dapat menganalisis peran strategis badan usaha dalam pertumbuhan
ekonomi nasional (penyediaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan, pemerataan
pembangunan) setelah melakukan wawancara singkat dengan pelaku usaha atau studi
literatur.
● Peserta didik dapat mengidentifikasi fungsi-fungsi badan usaha (fungsi produksi,
fungsi distribusi, fungsi pelayanan) dengan tepat.
● Peserta didik dapat mengaitkan peran dan fungsi badan usaha dengan kehidupan
sehari-hari masyarakat.
Pertemuan 5-6: Pengelolaan Badan Usaha dan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
(CSR)
● Peserta didik dapat menjelaskan prinsip-prinsip pengelolaan badan usaha yang efektif
(manajemen, keuangan, pemasaran) dengan percaya diri.
● Peserta didik dapat menganalisis pentingnya tanggung jawab sosial perusahaan (CSR)
dan etika bisnis dalam pengelolaan badan usaha.
● Peserta didik dapat merancang contoh kegiatan CSR sederhana untuk sebuah badan
usaha melalui diskusi kelompok dan presentasi.
D. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL
● Kisah sukses atau kegagalan badan usaha lokal di sekitar tempat tinggal peserta didik.
● Dampak keberadaan badan usaha tertentu (misalnya, UMKM, perusahaan besar)
terhadap komunitas lokal.
● Peran inovasi dan teknologi dalam perkembangan badan usaha di era digital.
● Studi kasus perusahaan yang menerapkan program Corporate Social Responsibility
(CSR) yang berhasil.
E. KERANGKA PEMBELAJARAN
PRAKTIK PEDAGOGIK:
● Metode Pembelajaran Berbasis Proyek: Peserta didik akan mengerjakan proyek
"Analisis Badan Usaha Lokal" di mana mereka akan memilih satu badan usaha di
sekitar tempat tinggal atau lingkungan sekolah, mengumpulkan data, mewawancarai
pihak terkait (jika memungkinkan), menganalisis jenis, peran, dan pengelolaan
usahanya, serta mengidentifikasi tantangan dan peluangnya.
● Diskusi Kelompok: Diskusi aktif dalam kelompok untuk menganalisis studi kasus,
memecahkan masalah, dan merumuskan ide terkait topik badan usaha.
● Eksplorasi Lapangan (Mini): Kunjungan singkat ke UMKM atau bisnis kecil di
sekitar sekolah (jika memungkinkan dan relevan) untuk observasi langsung.
● Wawancara: Melakukan wawancara sederhana dengan pelaku usaha atau orang yang
memiliki pengalaman dalam berwirausaha (dapat dilakukan secara langsung atau
daring).
● Presentasi: Menyajikan hasil proyek dan diskusi kelompok di depan kelas.
MITRA PEMBELAJARAN:
● Lingkungan Sekolah: Guru mata pelajaran lain (misalnya guru Sosiologi,
Matematika, Informatika) untuk integrasi lintas disiplin ilmu.
● Lingkungan Luar Sekolah/Masyarakat: Pelaku UMKM lokal, pengusaha,
perwakilan koperasi, atau organisasi ekonomi masyarakat untuk wawancara dan
mendapatkan perspektif praktis.
● Orang Tua/Wali: Untuk mendukung pengawasan dan memberikan perspektif
tentang pengalaman bekerja atau berwirausaha.
LINGKUNGAN BELAJAR:
● Ruang Fisik: Kelas yang diatur secara fleksibel untuk mendukung diskusi kelompok,
kerja proyek, dan presentasi. Adanya area untuk memajang hasil kerja siswa
(misalnya, peta konsep, infografis).
● Ruang Virtual: Pemanfaatan platform Google Classroom sebagai pusat informasi,
pengumpulan tugas, dan forum diskusi daring.
● Budaya Belajar: Mendorong budaya kolaboratif di mana peserta didik saling berbagi
ide dan membantu satu sama lain. Menumbuhkan partisipasi aktif dengan
memberikan kesempatan kepada setiap peserta didik untuk berkontribusi.
Membangun rasa ingin tahu melalui pertanyaan-pertanyaan yang menantang dan studi
kasus yang menarik.
PEMANFAATAN DIGITAL:
● Perpustakaan Digital: Mengarahkan peserta didik untuk mencari referensi dari
sumber-sumber digital terpercaya (jurnal, artikel berita ekonomi daring, situs web
lembaga resmi seperti BPS, Kementerian Koperasi dan UKM).
● Forum Diskusi Daring: Menggunakan fitur forum di Google Classroom untuk
diskusi asinkron di luar jam pelajaran, memungkinkan peserta didik untuk berpikir
lebih dalam dan merespons ide teman.
● Penilaian Daring: Penggunaan Google Forms atau platform kuis daring (misalnya,
Quizizz, Kahoot) untuk asesmen formatif dan diagnostik.
● Mentimeter/Jamboard: Untuk sesi curah pendapat (brainstorming) interaktif di awal
atau di tengah pembelajaran.
F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI
KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
● Prinsip Pembelajaran Berkesadaran (Mindful Learning): Guru memulai
pembelajaran dengan teknik relaksasi singkat (misalnya, menarik napas dalam-dalam)
atau pertanyaan pemantik yang mendorong peserta didik untuk fokus dan menyadari
pengalaman mereka terhadap berbagai produk/jasa di sekitar. Contoh: "Apa produk
atau jasa yang kalian gunakan setiap hari? Siapa yang memproduksi atau
menyediakannya?"
● Prinsip Pembelajaran Bermakna (Meaningful Learning): Guru menghubungkan
materi "Badan Usaha" dengan kehidupan nyata peserta didik. Menayangkan video
singkat tentang aktivitas pasar atau kegiatan produksi yang melibatkan berbagai
badan usaha. Mengajukan pertanyaan: "Mengapa kita perlu mempelajari tentang
badan usaha ini? Apa kaitannya dengan masa depan kalian?"
● Prinsip Pembelajaran Menggembirakan (Joyful Learning): Melakukan aktivitas
ice breaking singkat atau kuis interaktif (misalnya, menggunakan Kahoot atau
Mentimeter) terkait pengetahuan awal tentang badan usaha untuk membangun
suasana kelas yang positif dan antusias.
KEGIATAN INTI (100 MENIT)
Prinsip Pembelajaran Memahami (Bermakna):
● Pertemuan 1-2 (Konsep Dasar & Jenis): Guru menyajikan materi melalui
kombinasi ceramah interaktif, presentasi visual (infografis, diagram), dan studi kasus
singkat. Peserta didik dibagi dalam kelompok untuk melakukan eksplorasi mandiri
menggunakan modul dan sumber digital tentang berbagai jenis badan usaha. Setiap
kelompok membuat peta konsep atau mind map tentang jenis-jenis badan usaha
beserta karakteristiknya.
● Pertemuan 3-4 (Peran & Fungsi): Guru memfasilitasi diskusi tentang peran dan
fungsi badan usaha, mengaitkannya dengan fenomena ekonomi terkini (misalnya,
dampak UMKM terhadap penyerapan tenaga kerja). Peserta didik merencanakan dan
melakukan wawancara sederhana dengan pelaku usaha (dapat daring atau langsung
jika memungkinkan) untuk menggali informasi tentang peran usaha mereka.
● Pertemuan 5-6 (Pengelolaan & CSR): Guru menjelaskan konsep pengelolaan badan
usaha dan CSR. Peserta didik menganalisis contoh kasus perusahaan yang
menerapkan CSR atau pelanggaran etika bisnis.
Prinsip Pembelajaran Mengaplikasi (Menggembirakan):
● Proyek "Analisis Badan Usaha Lokal": Peserta didik secara berkelompok memilih
satu badan usaha lokal, mengumpulkan data (observasi, wawancara), menganalisis
jenis, peran, dan pengelolaan usahanya, serta mengidentifikasi tantangan dan peluang.
Hasil proyek dapat berupa laporan tertulis, presentasi, infografis, atau video singkat.
● Studi Kasus Interaktif: Memberikan studi kasus yang relevan dan meminta
kelompok untuk memecahkan masalah atau merumuskan strategi bisnis sederhana.
● Simulasi Sederhana: Jika memungkinkan, melakukan simulasi singkat tentang
pengambilan keputusan dalam suatu badan usaha.
Prinsip Pembelajaran Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):
● Di setiap akhir sesi inti, guru meminta peserta didik untuk menuliskan satu hal baru
yang mereka pelajari dan satu pertanyaan yang masih ingin mereka eksplorasi lebih
lanjut.
● Diskusi kelompok tentang tantangan yang dihadapi dalam mengerjakan proyek dan
bagaimana mereka mengatasinya.
● Guru memfasilitasi refleksi individu tentang pemahaman mereka terhadap konsep
yang diajarkan dan bagaimana hal tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-
hari atau aspirasi masa depan.
KEGIATAN PENUTUP (15 MENIT)
● Umpan Balik Konstruktif: Guru memberikan umpan balik secara umum terhadap
kinerja peserta didik selama pembelajaran, baik individu maupun kelompok,
mengapresiasi usaha dan memberikan saran untuk perbaikan.
● Menyimpulkan Pembelajaran: Guru bersama peserta didik merangkum poin-poin
penting yang telah dipelajari sepanjang pertemuan, menekankan konsep-konsep kunci
dan keterkaitannya.
● Perencanaan Pembelajaran Selanjutnya: Guru memberikan gambaran singkat
tentang topik untuk pertemuan berikutnya dan memberikan tugas pengayaan atau
persiapan untuk mendorong keterlibatan peserta didik dalam perencanaan belajar
mandiri mereka.
G. ASESMEN PEMBELAJARAN
ASESMEN AWAL PEMBELAJARAN (DIAGNOSTIK)
● Observasi: Mengamati partisipasi peserta didik dalam diskusi awal dan respons
terhadap pertanyaan pemantik untuk mengetahui pengetahuan prasyarat mereka.
● Kuesioner: Memberikan kuesioner singkat berisi beberapa pertanyaan tentang
pemahaman dasar mengenai badan usaha dan pengalaman mereka terkait ekonomi.
● Tes Diagnostik: 5 soal pilihan ganda atau isian singkat untuk mengukur pemahaman
awal tentang definisi dan contoh badan usaha.
SOAL ASESMEN AWAL CONTOH:
1. Apa yang Anda pahami tentang "badan usaha"?
2. Sebutkan dua contoh badan usaha yang Anda ketahui di sekitar tempat tinggal Anda!
3. Menurut Anda, mengapa suatu negara memerlukan badan usaha?
4. Apakah perbedaan mendasar antara perusahaan perorangan dan perseroan terbatas
(PT)?
5. Apa yang Anda harakan dapat pelajari dari materi tentang badan usaha ini?
ASESMEN PROSES PEMBELAJARAN (FORMATIF)
● Tugas Harian: Penugasan individu atau kelompok berupa membuat peta konsep,
mengidentifikasi jenis badan usaha dari artikel berita, atau menganalisis studi kasus
mini.
● Diskusi Kelompok: Penilaian observasi terhadap partisipasi, kualitas argumen, dan
kemampuan kolaborasi dalam diskusi kelompok.
● Presentasi: Penilaian presentasi kelompok (misalnya, presentasi hasil wawancara
atau analisis studi kasus) berdasarkan kejelasan, isi, dan kemampuan menjawab
pertanyaan.
SOAL ASESMEN PROSES CONTOH (PERTEMUAN 3-4):
1. Bagaimana peran sebuah koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan anggotanya?
Berikan contoh konkret!
2. Jelaskan perbedaan fungsi produksi dan fungsi distribusi yang dijalankan oleh badan
usaha!
3. Jika Anda adalah seorang pelaku usaha, mengapa penting bagi Anda untuk
memahami jenis-jenis badan usaha lain di sekitar Anda?
4. Berdasarkan wawancara atau observasi yang Anda lakukan, identifikasi salah satu
tantangan yang dihadapi badan usaha di lingkungan sekitar Anda dan bagaimana
mereka mencoba mengatasinya!
5. Menurut Anda, apakah semua badan usaha memiliki tujuan yang sama? Jelaskan
jawaban Anda!
ASESMEN AKHIR PEMBELAJARAN (SUMATIF)
● Jurnal Reflektif: Peserta didik menulis jurnal reflektif tentang pengalaman belajar
mereka, apa yang paling berkesan, tantangan yang dihadapi, dan bagaimana mereka
akan menerapkan pengetahuan tentang badan usaha dalam kehidupan sehari-hari atau
masa depan.
● Tes Tertulis: Tes tertulis komprehensif mencakup semua materi yang diajarkan,
dengan soal-soal esai yang membutuhkan penalaran kritis dan analisis.
● Tugas Akhir/Proyek: "Analisis Badan Usaha Lokal" (yang telah dikerjakan
sepanjang pembelajaran) dipresentasikan dan dinilai secara komprehensif.
SOAL ASESMEN AKHIR CONTOH:
1. Analisis dan bandingkanlah kelebihan serta kekurangan dari Perseroan Terbatas (PT)
dan Koperasi dalam konteks perekonomian Indonesia! Jelaskan mengapa suatu jenis
badan usaha lebih cocok untuk tujuan tertentu.
2. Bagaimana peran badan usaha dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan
pendapatan per kapita suatu negara? Berikan contoh konkret dari berbagai sektor
ekonomi!
3. Jelaskan secara komprehensif bagaimana penerapan Tanggung Jawab Sosial
Perusahaan (CSR) dapat memberikan dampak positif tidak hanya bagi lingkungan
dan masyarakat, tetapi juga bagi keberlangsungan dan reputasi perusahaan itu sendiri!
4. Jika Anda memiliki modal untuk mendirikan sebuah usaha, jenis badan usaha apa
yang akan Anda pilih? Jelaskan alasan Anda secara detail dengan mempertimbangkan
karakteristik, risiko, dan potensi keuntungan dari jenis badan usaha tersebut!
5. Menurut Anda, tantangan utama apa yang dihadapi oleh UMKM (Usaha Mikro, Kecil,
dan Menengah) di Indonesia saat ini, dan bagaimana pemerintah serta masyarakat
dapat berperan dalam mendukung perkembangan UMKM agar lebih kompetitif?
MODUL AJAR DEEP LEARNING
MATA PELAJARAN : IPS (EKONOMI)
BAB 2: PENDAPATAN NASIONAL DAN KESENJANGAN EKONOMI
A. IDENTITAS MODUL
Nama Sekolah : SMA NEGERI 1 KUTACANE
Nama Penyusun : Abdullah, [Link]
Mata Pelajaran : IPS (Ekonomi)
Kelas / Fase /Semester : XI/ F / Ganjil
Alokasi Waktu : 9 JP (3 Pertemuan @ 3 JP)
Tahun Pelajaran : 2025 / 2026
B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK
Peserta didik pada umumnya telah memiliki pengetahuan dasar tentang konsep ekonomi
sederhana seperti kebutuhan, kelangkaan, produksi, distribusi, dan konsumsi dari
pembelajaran di jenjang SMP atau mata pelajaran Ekonomi sebelumnya di kelas X.
Mereka mungkin juga sudah familiar dengan berita-berita ekonomi di media massa yang
membahas topik-topik seperti pertumbuhan ekonomi atau harga kebutuhan pokok.
Keterampilan dasar seperti membaca grafik sederhana, melakukan perhitungan dasar, dan
berpartisipasi dalam diskusi kelompok diharapkan sudah dimiliki. Namun, pemahaman
mendalam tentang konsep makroekonomi seperti pendapatan nasional, metode
perhitungannya, serta analisis kesenjangan ekonomi dan dampaknya, mungkin masih
perlu dikembangkan. Minat terhadap isu-isu ekonomi dan sosial dapat bervariasi,
sehingga perlu distimulasi melalui fenomena nyata yang menarik dan relevan dengan
kehidupan mereka.
C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN
Materi "Pendapatan Nasional dan Kesenjangan Ekonomi" pada Bab 2 ini memiliki
karakteristik sebagai berikut:
● Jenis Pengetahuan: Materi ini mencakup pengetahuan konseptual (definisi
pendapatan nasional, PDB, PNB, kesenjangan ekonomi), prosedural (perhitungan
pendapatan nasional dengan berbagai metode, perhitungan indeks gini), serta
kontekstual/aplikatif (analisis data ekonomi, identifikasi penyebab kesenjangan,
perumusan kebijakan).
● Relevansi dengan Kehidupan Nyata: Sangat relevan karena pendapatan nasional
adalah indikator penting kesehatan ekonomi suatu negara dan memengaruhi
kebijakan pemerintah yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat
(lapangan kerja, harga, kesejahteraan). Kesenjangan ekonomi adalah isu sosial yang
nyata dan dapat diamati di sekitar peserta didik.
● Tingkat Kesulitan: Cukup kompleks karena melibatkan pemahaman konsep-konsep
abstrak, data statistik, dan hubungan antarvariabel ekonomi. Perlu kemampuan
berpikir logis, analitis, dan kemampuan interpretasi data.
● Struktur Materi: Terstruktur mulai dari pengertian pendapatan nasional, komponen-
komponennya, metode perhitungan (pendekatan produksi, pendapatan, pengeluaran),
konsep PDB, PNB, PNN, PN, PI, DI, kemudian beralih ke konsep kesenjangan
ekonomi (distribusi pendapatan), indikatornya (kurva Lorenz, indeks Gini), penyebab
kesenjangan, dan upaya mengatasinya.
● Integrasi Nilai dan Karakter: Materi ini dapat mengintegrasikan nilai-nilai seperti
kepedulian sosial (terhadap kesenjangan ekonomi), keadilan, tanggung jawab
(sebagai warga negara dalam memahami dan berkontribusi pada ekonomi), berpikir
kritis (menganalisis data ekonomi), serta kolaborasi (dalam mencari solusi masalah
ekonomi).
D. DIMENSI PROFIL LULUSAN PEMBELAJARAN
Berdasarkan tujuan pembelajaran, dimensi profil lulusan yang akan dicapai dalam
pembelajaran ini adalah:
● Penalaran Kritis: Peserta didik akan menganalisis data pendapatan nasional,
mengidentifikasi penyebab dan dampak kesenjangan ekonomi, serta mengevaluasi
berbagai kebijakan ekonomi.
● Kolaborasi: Peserta didik akan bekerja sama dalam kelompok untuk mengumpulkan
data, menganalisis isu, dan merumuskan ide-ide solusi.
● Komunikasi: Peserta didik akan menyampaikan ide, hasil analisis, dan argumen
tentang pendapatan nasional dan kesenjangan ekonomi secara lisan maupun tertulis
dengan jelas dan efektif.
● Kemandirian: Peserta didik akan bertanggung jawab dalam mencari informasi,
menganalisis data, dan berkontribusi pada proyek kelompok.
● Kewargaan: Peserta didik akan mengembangkan kesadaran dan kepedulian terhadap
isu-isu ekonomi dan sosial di negara mereka, serta memahami peran mereka sebagai
warga negara.
DESAIN PEMBELAJARAN
A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP) NOMOR : 32 TAHUN 2024
Pada akhir Fase F, peserta didik mampu menganalisis konsep pendapatan nasional,
metode perhitungan, dan perannya sebagai indikator ekonomi. Peserta didik juga mampu
menganalisis kesenjangan ekonomi (distribusi pendapatan), faktor-faktor penyebabnya,
dan strategi kebijakan untuk mengatasinya, serta mengaitkannya dengan kondisi riil di
masyarakat dan peran aktif sebagai warga negara yang bertanggung jawab.
B. LINTAS DISIPLIN ILMU YANG RELEVAN
● Matematika: Perhitungan statistik, interpretasi grafik (kurva Lorenz), operasi hitung
dasar.
● Sosiologi: Isu-isu sosial terkait kemiskinan, ketidakadilan, stratifikasi sosial.
● Geografi: Persebaran ekonomi dan pembangunan regional.
● Pendidikan Kewarganegaraan: Peran pemerintah dalam kebijakan ekonomi, hak
dan kewajiban warga negara.
● Sejarah: Konteks historis pembangunan ekonomi dan perubahan sosial di Indonesia.
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Pertemuan 1 (3 JP): Konsep & Perhitungan Pendapatan Nasional
● 2.1 Peserta didik mampu menjelaskan pengertian dan komponen-komponen
pendapatan nasional (PDB, PNB, PNN, PN, PI, DI) dengan tepat, setelah membaca
buku teks dan diskusi kelompok.
● 2.2 Peserta didik mampu menganalisis berbagai metode perhitungan pendapatan
nasional (pendekatan produksi, pendapatan, pengeluaran) dan mengidentifikasi
perbedaan hasilnya.
● 2.3 Peserta didik mampu menghitung pendapatan nasional dengan menggunakan
berbagai metode berdasarkan data yang diberikan.
Pertemuan 2 (3 JP): Konsep Kesenjangan Ekonomi & Indikatornya
● 2.4 Peserta didik mampu menjelaskan pengertian dan urgensi isu kesenjangan
ekonomi (distribusi pendapatan) dalam suatu negara.
● 2.5 Peserta didik mampu menganalisis faktor-faktor penyebab kesenjangan ekonomi
yang terjadi di masyarakat.
● 2.6 Peserta didik mampu menginterpretasikan Kurva Lorenz dan menghitung Indeks
Gini untuk mengukur tingkat kesenjangan pendapatan, setelah studi kasus data riil.
Pertemuan 3 (3 JP): Dampak, Upaya Mengatasi Kesenjangan & Proyek Solusi
● 2.7 Peserta didik mampu menganalisis dampak negatif kesenjangan ekonomi
terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat.
● 2.8 Peserta didik mampu mengevaluasi berbagai upaya dan kebijakan pemerintah
serta peran masyarakat dalam mengatasi kesenjangan ekonomi.
● 2.9 Peserta didik mampu merancang dan mempresentasikan ide solusi kreatif untuk
mengatasi kesenjangan ekonomi di lingkungan sekitar atau tingkat nasional.
D. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL
● "Mengapa harga kebutuhan pokok di kota A bisa berbeda dengan di kota B?"
● "Bagaimana pemerintah menentukan apakah ekonomi kita sedang tumbuh atau
tidak?"
● "Apa hubungan antara pendapatan nasional suatu negara dengan tingkat kemiskinan
di dalamnya?"
● "Mengapa ada orang yang sangat kaya, sementara banyak yang masih hidup di bawah
garis kemiskinan di Indonesia?"
● "Apa yang bisa kita lakukan sebagai pelajar untuk mengurangi kesenjangan ekonomi
di lingkungan kita?"
● "Bagaimana cara kita memahami data ekonomi yang sering muncul di berita
televisi?"
E. KERANGKA PEMBELAJARAN
PRAKTIK PEDAGOGIK:
● Metode Pembelajaran: Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-Based Learning) dan
Diskusi Kelompok.
● Eksplorasi Lapangan (Observasi Lingkungan Sekitar): Peserta didik dapat
mengamati secara sederhana perbedaan tingkat ekonomi di lingkungan sekitar
(misalnya, perbedaan jenis toko, perumahan, atau fasilitas umum) dan mendiskusikan
indikasi kesenjangan.
● Wawancara (Opsional/Simulasi): Peserta didik dapat mensimulasikan wawancara
dengan tokoh masyarakat, pelaku UMKM, atau pengamat ekonomi (atau mencari
data wawancara yang sudah ada) untuk mendapatkan perspektif tentang pendapatan
dan kesenjangan.
● Presentasi: Peserta didik akan mempresentasikan hasil proyek mereka (misalnya,
analisis data kesenjangan, ide solusi kreatif) di depan kelas.
MITRA PEMBELAJARAN:
● Lingkungan Sekolah: Guru Matematika (untuk perhitungan statistik), Guru
Sosiologi (untuk isu-isu sosial).
● Lingkungan Luar Sekolah: Lembaga Statistik (BPS, Bank Indonesia - melalui data
daring), Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bergerak di bidang sosial-
ekonomi, pelaku UMKM.
● Masyarakat: Orang tua, tokoh masyarakat, atau pihak yang terlibat dalam program
pemberdayaan ekonomi lokal.
LINGKUNGAN BELAJAR:
● Ruang Fisik: Ruang kelas (untuk diskusi, presentasi), perpustakaan (untuk mencari
referensi).
● Ruang Virtual: Pemanfaatan platform Google Classroom untuk berbagi materi,
forum diskusi daring, mengumpulkan laporan, dan memberikan umpan balik. Situs
web BPS (Badan Pusat Statistik), Bank Indonesia, atau lembaga ekonomi lainnya
sebagai sumber data.
● Budaya Belajar:
○ Kolaboratif: Peserta didik bekerja sama dalam kelompok untuk mengumpulkan data,
menganalisis isu, dan merumuskan solusi.
○ Berpartisipasi Aktif: Peserta didik didorong untuk bertanya, berpendapat, dan
berkontribusi aktif dalam setiap sesi pembelajaran dan diskusi.
○ Rasa Ingin Tahu: Guru memancing rasa ingin tahu peserta didik melalui data-data
ekonomi aktual dan isu-isu sosial yang relevan.
PEMANFAATAN DIGITAL:
● Perpustakaan Digital: Mengakses jurnal ekonomi, artikel berita, laporan survei dari
sumber terpercaya (misalnya, situs BPS, LIPI/BRIN, jurnal ekonomi daring).
● Forum Diskusi Daring: Menggunakan fitur diskusi di Google Classroom untuk
berbagi ide, bertanya, dan memberikan masukan antar peserta didik atau kepada guru.
● Penilaian Daring: Menggunakan Google Forms untuk kuesioner asesmen awal atau
tes diagnostik.
● Kahoot/Mentimeter: Digunakan sebagai ice-breaker, kuis interaktif, atau untuk
mengumpulkan umpan balik singkat dari peserta didik secara anonim.
● Google Classroom: Platform utama untuk manajemen kelas, distribusi materi,
pengumpulan tugas, dan komunikasi.
● Situs Web Statistik: Menggunakan situs resmi Badan Pusat Statistik (BPS) atau
Bank Indonesia untuk mencari data pendapatan nasional, distribusi pendapatan, atau
indikator ekonomi lainnya.
F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI
KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
Mindful Learning (Berkesadaran):
● Guru memulai dengan mengajak peserta didik untuk mengamati fenomena di sekitar
mereka, misalnya: "Perhatikan lingkungan sekitar kita. Apa perbedaan mencolok
yang kamu lihat antara satu daerah dengan daerah lain, atau antara satu keluarga
dengan keluarga lain dalam hal kepemilikan dan gaya hidup?"
● Guru mengajukan pertanyaan pemantik: "Menurut kalian, apa yang membuat suatu
negara disebut 'kaya' atau 'miskin'? Apakah kekayaan negara selalu berarti semua
rakyatnya juga kaya?" (Memicu kesadaran akan isu pendapatan dan kesenjangan).
Meaningful Learning (Bermakna):
● Guru mengaitkan materi dengan isu-isu aktual yang sedang dibahas di media massa
(misalnya, bantuan sosial, pertumbuhan ekonomi, inflasi) dan relevansinya dengan
masa depan mereka sebagai warga negara yang harus memahami kondisi ekonomi
negaranya.
● Guru menekankan bahwa pemahaman tentang pendapatan nasional dan kesenjangan
ekonomi adalah dasar untuk menjadi warga negara yang cerdas dan partisipatif.
Joyful Learning (Menggembirakan):
● Guru dapat menampilkan video singkat yang inspiratif tentang keberhasilan suatu
daerah dalam meningkatkan kesejahteraan atau tantangan akibat kesenjangan.
● Guru dapat melakukan kuis interaktif singkat menggunakan Kahoot atau Mentimeter
untuk menguji pengetahuan awal tentang istilah ekonomi sederhana atau negara-
negara "kaya/miskin" yang mereka ketahui.
KEGIATAN INTI (110 MENIT)
PERTEMUAN 1: KONSEP & PERHITUNGAN PENDAPATAN NASIONAL
Memahami (Mindful Learning):
● Peserta didik secara individu membaca materi Bab 2 Sub-bab A dari buku teks atau
sumber digital lainnya tentang konsep pendapatan nasional, PDB, PNB, dll.
(Diferensiasi Konten: Peserta didik dapat memilih sumber bacaan yang paling sesuai
dengan gaya belajar mereka, termasuk infografis atau video penjelasan).
● Guru memfasilitasi diskusi kelompok kecil untuk mengidentifikasi komponen dan
perbedaan berbagai konsep pendapatan nasional.
● Meaningful Learning: Guru menyajikan contoh-contoh data PDB/PNB Indonesia
dari beberapa tahun terakhir dan meminta peserta didik mendiskusikan apa arti
angka-angka tersebut bagi kehidupan mereka.
Mengaplikasi (Meaningful Learning):
● Peserta didik dalam kelompok berlatih menghitung pendapatan nasional
menggunakan metode produksi, pendapatan, dan pengeluaran dari data fiktif atau
data riil yang disederhanakan. Guru memberikan lembar kerja dengan berbagai
tingkat kesulitan. (Diferensiasi Proses: Guru memberikan scaffolding lebih untuk
kelompok yang kesulitan, dan tantangan data yang lebih kompleks untuk kelompok
yang cepat memahami).
Merefleksi (Mindful Learning):
● Guru meminta peserta didik menuliskan satu hal baru yang mereka pelajari tentang
pendapatan nasional dan bagaimana angka tersebut bisa menjadi indikator.
PERTEMUAN 2: KONSEP KESENJANGAN EKONOMI & INDIKATORNYA
Memahami (Mindful Learning):
● Guru memfasilitasi diskusi kelas tentang pengertian kesenjangan ekonomi dan
mengapa isu ini penting.
● Meaningful Learning: Peserta didik mencari berita atau artikel tentang kesenjangan
ekonomi di Indonesia atau daerah mereka. Mereka diminta mengidentifikasi
penyebab-penyebab yang disebutkan dalam artikel.
Mengaplikasi (Joyful & Meaningful Learning):
● Guru menjelaskan konsep Kurva Lorenz dan Indeks Gini. Peserta didik dalam
kelompok menganalisis data fiktif (atau data riil sederhana) tentang distribusi
pendapatan, menggambar Kurva Lorenz, dan menghitung Indeks Gini. (Diferensiasi
Proses: Guru menyediakan template grafik atau kalkulator sederhana untuk kelompok
yang kesulitan perhitungan).
● Peserta didik mempresentasikan hasil analisis Kurva Lorenz dan Indeks Gini mereka.
Merefleksi (Mindful Learning):
● Setiap kelompok menuliskan satu pertanyaan yang masih ingin mereka ketahui
tentang kesenjangan ekonomi dan bagaimana itu bisa diukur.
PERTEMUAN 3: DAMPAK, UPAYA MENGATASI KESENJANGAN &
PROYEK SOLUSI
Memahami (Mindful Learning):
● Guru memfasilitasi diskusi tentang dampak negatif kesenjangan ekonomi (misalnya,
kemiskinan, kriminalitas, ketidakstabilan sosial).
● Meaningful Learning: Peserta didik mengkaji berbagai program pemerintah atau
inisiatif masyarakat yang bertujuan mengurangi kesenjangan ekonomi (misalnya,
program bantuan sosial, pemberdayaan UMKM, pendidikan gratis).
Mengaplikasi (Joyful & Meaningful Learning):
● Proyek: Guru menjelaskan tugas proyek "Desain Solusi Ekonomi Komunitas" atau
"Kampanye Kesadaran Kesenjangan Ekonomi". Peserta didik dalam kelompok
merancang ide solusi kreatif untuk mengatasi masalah kesenjangan ekonomi di
lingkungan sekitar atau di tingkat nasional. Ide dapat berupa program, kampanye,
atau bisnis sosial.
● Setiap kelompok menyusun laporan proyek dan menyiapkan presentasi (bisa dalam
bentuk poster, slide presentasi, infografis, atau video singkat) tentang ide solusi
mereka, termasuk analisis masalah, tujuan, langkah-langkah, dan dampak yang
diharapkan. (Diferensiasi Produk: Peserta didik dapat memilih format presentasi yang
paling sesuai dengan minat dan kemampuan mereka).
● Presentasi kelompok: Setiap kelompok mempresentasikan ide solusi mereka. Sesi
tanya jawab dan umpan balik dari teman dan guru.
Merefleksi (Mindful Learning):
● Umpan Balik Konstruktif: Guru memberikan umpan balik menyeluruh terhadap
proyek dan presentasi setiap kelompok, menyoroti kekuatan dan area untuk perbaikan.
● Peserta didik secara individu mengisi jurnal reflektif mengenai seluruh proses
pembelajaran Bab 2, termasuk:
Apa yang paling bermakna dari pembelajaran ini?
Apa kesulitan yang dihadapi dan bagaimana mengatasinya?
Pengetahuan dan keterampilan apa yang paling penting yang mereka dapatkan?
Bagaimana pengalaman ini mengubah pandangan mereka tentang kondisi
ekonomi masyarakat dan peran mereka?
● Perencanaan Pembelajaran Selanjutnya: Guru mengajak peserta didik untuk
mengidentifikasi isu-isu ekonomi atau sosial lain yang ingin mereka eksplorasi lebih
lanjut.
KEGIATAN PENUTUP (15 MENIT)
Umpan Balik Konstruktif & Menyimpulkan (Mindful Learning):
● Guru memberikan penguatan materi inti yang telah dipelajari dan memberikan
umpan balik umum terhadap keseluruhan proses pembelajaran.
● Peserta didik secara kolaboratif merumuskan kesimpulan utama dari pembelajaran
Bab 2.
Perencanaan Pembelajaran Selanjutnya (Meaningful Learning):
● Guru memfasilitasi diskusi singkat tentang bagaimana pengetahuan tentang
pendapatan nasional dan kesenjangan dapat menginspirasi mereka untuk menjadi
agen perubahan di masyarakat.
● Guru menginformasikan materi atau topik selanjutnya dan mengaitkannya dengan
pembelajaran yang baru saja selesai.
Apresiasi & Penutup (Joyful Learning):
● Guru memberikan apresiasi atas partisipasi dan kerja keras semua peserta didik.
● Doa penutup.
G. ASESMEN PEMBELAJARAN
ASESMEN AWAL PEMBELAJARAN (DIAGNOSTIK)
● Tujuan: Mengidentifikasi pengetahuan awal dan kesiapan peserta didik mengenai
konsep dasar ekonomi dan isu-isu kesejahteraan.
● Kuesioner Singkat (Google Forms): Berisi pertanyaan tentang apa yang mereka
pahami tentang "kekayaan negara", "orang kaya dan miskin", atau "masalah ekonomi
di Indonesia".
● Tes Diagnostik Singkat (Pilihan Ganda/Isian Singkat):
Soal 1: Apa yang Anda pahami tentang istilah "pendapatan per kapita"?
Soal 2: Sebutkan minimal 2 contoh kegiatan ekonomi yang berkontribusi pada
pendapatan suatu negara!
Soal 3: Apa yang dimaksud dengan "kesenjangan ekonomi"?
Soal 4: Berikan satu contoh masalah yang mungkin timbul akibat kesenjangan
ekonomi di masyarakat!
Soal 5: Menurut Anda, mengapa pemerintah perlu mengetahui data pendapatan
nasional?
ASESMEN PROSES PEMBELAJARAN (FORMATIF)
● Tujuan: Memantau kemajuan belajar peserta didik, memberikan umpan balik
berkelanjutan, dan mengidentifikasi area yang membutuhkan dukungan lebih lanjut.
● Diskusi Kelompok: Observasi keaktifan, kualitas argumen, dan kolaborasi peserta
didik dalam diskusi.
Soal 1: Apakah setiap anggota kelompok berpartisipasi aktif dalam membedakan
berbagai konsep pendapatan nasional?
Soal 2: Bagaimana kelompok Anda menganalisis faktor-faktor penyebab
kesenjangan ekonomi?
Soal 3: Apakah kelompok Anda mampu menginterpretasikan Kurva Lorenz
dengan benar?
Soal 4: Apakah kelompok Anda memberikan umpan balik konstruktif pada saat
presentasi kelompok lain?
Soal 5: Sejauh mana kelompok Anda berkolaborasi dalam merumuskan ide solusi
kreatif untuk mengatasi kesenjangan?
● Tugas Harian: Observasi pengerjaan lembar kerja perhitungan pendapatan nasional
atau analisis Kurva Lorenz.
● Presentasi Rancangan Proyek Solusi: Penilaian terhadap kelengkapan, kejelasan,
dan orisinalitas ide solusi yang akan dikembangkan.
Soal 1: Seberapa jelas dan orisinal ide solusi yang disajikan kelompok Anda?
Soal 2: Apakah ide solusi tersebut relevan dengan masalah kesenjangan ekonomi
yang ada?
Soal 3: Apakah kelompok Anda menjelaskan langkah-langkah implementasi ide
dengan logis?
Soal 4: Bagaimana kelompok Anda mengidentifikasi potensi tantangan dalam
pelaksanaan ide?
Soal 5: Apakah kelompok Anda memiliki strategi yang baik untuk menyajikan
ide dan dampaknya?
ASESMEN AKHIR PEMBELAJARAN (SUMATIF)
● Tujuan: Mengukur pemahaman komprehensif peserta didik terhadap materi dan
kemampuan mereka dalam mengaplikasikan pengetahuan melalui proyek.
● Proyek (Desain Solusi Ekonomi Komunitas/Kampanye Kesadaran): Penilaian
holistik terhadap seluruh proses proyek, dari analisis masalah, perumusan ide, hingga
presentasi.
Soal 1: (Rubrik Penilaian Proyek) Apakah ide solusi yang Anda presentasikan
menunjukkan pemahaman mendalam tentang akar masalah kesenjangan ekonomi?
Soal 2: (Rubrik Penilaian Proyek) Apakah rancangan solusi Anda realistis dan
memiliki potensi dampak positif yang signifikan?
Soal 3: (Rubrik Penilaian Presentasi Proyek) Seberapa persuasif dan meyakinkan
presentasi kelompok Anda dalam menyampaikan ide solusi?
Soal 4: (Rubrik Penilaian Presentasi Proyek) Apakah kelompok Anda mampu
menjawab pertanyaan dari teman dan guru dengan argumentasi yang kuat?
Soal 5: (Soal Reflektif Individu) Dari proyek yang telah Anda lakukan, apa
pembelajaran paling berharga yang Anda dapatkan tentang peran individu atau
komunitas dalam mengatasi kesenjangan ekonomi?
● Jurnal Reflektif Individu: Penilaian terhadap kemampuan refleksi diri, kesadaran
akan proses belajar, dan pemaknaan materi.
Soal 1: Data fiktif suatu negara menunjukkan: Konsumsi rumah tangga Rp.2.000
T, Investasi Rp.800 T, Pengeluaran Pemerintah Rp.600 T, Ekspor Rp.400 T, Impor
Rp.300 T. Hitunglah Pendapatan Nasional negara tersebut dengan pendekatan
pengeluaran!
Soal 2: Jelaskan perbedaan mendasar antara Produk Domestik Bruto (PDB) dan
Produk Nasional Bruto (PNB) serta berikan contoh ilustratif untuk masing-
masing!
Soal 3: Sebuah negara memiliki Indeks Gini 0,45. Jelaskan arti angka tersebut
dalam konteks kesenjangan ekonomi dan bagaimana kondisi distribusi
pendapatannya jika dibandingkan dengan negara lain yang Indeks Gininya 0,25?
Soal 4: Analisis 3 faktor utama yang menyebabkan terjadinya kesenjangan
ekonomi di Indonesia dan berikan contoh konkret dari masing-masing faktor!
Soal 5: Sebagai seorang pelajar, usulkan 2 ide konkret yang dapat Anda lakukan
di lingkungan sekolah atau komunitas untuk turut serta mengurangi kesenjangan
ekonomi. Jelaskan mengapa ide tersebut relevan dan bagaimana cara
melaksanakannya!
MODUL AJAR DEEP LEARNING
MATA PELAJARAN : IPS (EKONOMI)
BAB 3: KETENAGAKERJAAN
A. IDENTITAS MODUL
Nama Sekolah : SMA NEGERI 1 KUTACANE
Nama Penyusun : Abdullah, [Link]
Mata Pelajaran : IPS (Ekonomi)
Kelas / Fase /Semester : XI/ F / Ganjil
Alokasi Waktu : 4 x 45 menit (2 Pertemuan)
Tahun Pelajaran : 2025 / 2026
B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK
Peserta didik diharapkan telah memiliki pengetahuan dasar tentang:
● Konsep Dasar Ekonomi: Pemahaman dasar tentang kebutuhan, kelangkaan,
produksi, konsumsi, dan distribusi.
● Peran Individu dalam Ekonomi: Kesadaran tentang peran individu sebagai
produsen dan konsumen.
● Isu-isu Sosial Ekonomi Sederhana: Pernah mendengar atau membaca berita tentang
isu-isu terkait pekerjaan, upah, atau pengangguran di lingkungan sekitar atau media
massa.
● Keterampilan Berpikir Kritis Dasar: Mampu menganalisis informasi sederhana
dan mengidentifikasi masalah.
● Keterampilan Berkomunikasi: Mampu menyampaikan ide atau pendapat secara
lisan maupun tulisan.
C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN
Materi "Ketenagakerjaan" merupakan bagian penting dari ilmu ekonomi yang relevan
dengan kehidupan sehari-hari dan masa depan peserta didik.
● Jenis Pengetahuan: Konseptual (memahami definisi dan klasifikasi ketenagakerjaan,
pengangguran, sistem upah), Faktual (data terkait ketenagakerjaan di Indonesia),
Prosedural (melakukan analisis data, merumuskan solusi), dan Metakognitif
(merencanakan strategi penyelesaian masalah sosial ekonomi).
● Relevansi dengan Kehidupan Nyata: Sangat relevan karena peserta didik akan
menjadi bagian dari angkatan kerja di masa depan. Materi ini membahas isu-isu yang
dekat dengan mereka, seperti pilihan karier, upah minimum, dampak pengangguran
pada masyarakat, dan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia. Ini juga
membantu mereka memahami berita ekonomi dan sosial di media.
● Tingkat Kesulitan: Moderat hingga tinggi. Konsep dasar mudah dipahami, tetapi
analisis data, identifikasi penyebab masalah (pengangguran), dan perumusan solusi
membutuhkan penalaran kritis dan pemahaman konteks yang lebih dalam.
● Struktur Materi: Terstruktur mulai dari definisi dan klasifikasi dasar (penduduk,
angkatan kerja, kesempatan kerja), kemudian beranjak ke masalah-masalah
ketenagakerjaan (pengangguran, dampaknya), lalu solusi (sistem upah, pelatihan
kerja), dan diakhiri dengan indikator keberhasilan pembangunan SDM (Indeks
Pembangunan Manusia).
● Integrasi Nilai dan Karakter: Menumbuhkan rasa empati terhadap isu
pengangguran, sikap mandiri dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja,
kolaborasi dalam mencari solusi, tanggung jawab sosial, serta keimanan dalam
menyadari bahwa setiap individu memiliki potensi dan perlu bersyukur atas
kesempatan yang diberikan.
D. DIMENSI PROFIL LULUSAN PEMBELAJARAN
Berdasarkan tujuan pembelajaran, dimensi profil lulusan yang akan dicapai adalah:
● Penalaran Kritis: Mampu menganalisis data ketenagakerjaan, mengidentifikasi
penyebab dan dampak pengangguran, serta mengevaluasi kebijakan pemerintah
terkait ketenagakerjaan.
● Kreativitas: Mampu merumuskan gagasan atau solusi inovatif untuk mengatasi
masalah ketenagakerjaan di lingkungan sekitar.
● Kolaborasi: Mampu bekerja sama dalam kelompok untuk mendiskusikan isu,
mengumpulkan data, dan merancang proyek.
● Kemandirian: Mampu mencari informasi terkait pasar kerja dan mengembangkan
diri secara mandiri untuk meningkatkan kompetensi.
● Komunikasi: Mampu menyampaikan hasil analisis, ide, dan solusi secara jelas dan
persuasif.
● Kewargaan: Mampu berperan aktif sebagai warga negara yang peduli terhadap isu-
isu ketenagakerjaan dan berkontribusi dalam mencari solusi.
● Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan: Peserta didik dapat menyadari
pentingnya bekerja keras dan berusaha sebagai bentuk ibadah, serta bersyukur atas
rezeki dan kesempatan yang diberikan.
DESAIN PEMBELAJARAN
A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP) NOMOR : 32 TAHUN 2024
Pada akhir fase F (Kelas XI), peserta didik mampu:
● Menganalisis konsep ketenagakerjaan, angkatan kerja, dan kesempatan kerja dengan
benar.
● Mengidentifikasi jenis-jenis pengangguran, penyebab, dan dampaknya terhadap
perekonomian dan masyarakat.
● Menganalisis kebijakan pemerintah dalam mengatasi masalah ketenagakerjaan dan
pengangguran.
● Memahami berbagai sistem upah dan perhitungannya.
● Menganalisis konsep dan komponen Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebagai
indikator kualitas ketenagakerjaan.
● Menyajikan hasil analisis masalah ketenagakerjaan dan mengusulkan solusi kreatif
yang relevan dengan konteks lokal dan nasional.
B. LINTAS DISIPLIN ILMU YANG RELEVAN
● Sosiologi: Memahami dampak sosial dari pengangguran, struktur masyarakat terkait
ketenagakerjaan, dan mobilitas sosial.
● Geografi: Menganalisis sebaran tenaga kerja dan pengangguran berdasarkan wilayah
geografis, serta faktor-faktor demografi.
● Matematika: Pengolahan data statistik, perhitungan persentase (angka partisipasi
angkatan kerja, tingkat pengangguran), dan analisis grafik.
● Informatika/TIK: Penggunaan internet untuk riset, pengolahan data menggunakan
spreadsheet, pembuatan presentasi digital.
● Pendidikan Kewarganegaraan: Hak dan kewajiban warga negara terkait
ketenagakerjaan, peran pemerintah dalam menciptakan keadilan sosial.
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Pertemuan 1: Konsep Ketenagakerjaan dan Angkatan Kerja
● Tujuan Pembelajaran: Peserta didik mampu menjelaskan pengertian
ketenagakerjaan, tenaga kerja, angkatan kerja, dan bukan angkatan kerja, serta
mengidentifikasi karakteristik dan perbedaan antara keduanya dengan tepat, melalui
analisis data statistik ketenagakerjaan sederhana dan diskusi kelompok.
Pertemuan 2: Pengangguran: Jenis, Penyebab, dan Dampak
● Tujuan Pembelajaran: Peserta didik mampu mengidentifikasi berbagai jenis
pengangguran (siklis, friksional, struktural, musiman, teknologi), menganalisis
penyebab utamanya, serta mengevaluasi dampak pengangguran terhadap individu,
masyarakat, dan perekonomian nasional dengan kritis, melalui studi kasus dan diskusi
kelas.
Pertemuan 3: Upaya Mengatasi Pengangguran dan Sistem Upah
● Tujuan Pembelajaran: Peserta didik mampu menganalisis berbagai upaya
pemerintah dan masyarakat dalam mengatasi masalah pengangguran (pelatihan kerja,
BLK, UMKM, kebijakan fiskal/moneter), serta menjelaskan berbagai sistem upah
yang berlaku di Indonesia (upah minimum, UMR, UMP/UMK) dengan jelas, melalui
wawancara (virtual/kontekstual) dan presentasi.
Pertemuan 4: Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Proyek Ketenagakerjaan
● Tujuan Pembelajaran: Peserta didik mampu menganalisis konsep dan komponen
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebagai indikator kualitas SDM dan
ketenagakerjaan, serta merancang dan mempresentasikan solusi kreatif untuk masalah
ketenagakerjaan di lingkungan sekitar (proyek), dengan mandiri dan kolaboratif.
D. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL
Topik pembelajaran akan berpusat pada "Masa Depanku, Ketenagakerjaan Bangsaku:
Tantangan dan Peluang". Peserta didik akan diajak untuk mengamati dan menganalisis
isu-isu ketenagakerjaan yang relevan dengan lingkungan mereka dan Indonesia secara
luas, seperti:
● Peluang kerja di daerah mereka, apakah ada industri yang berkembang?
● Mengapa banyak lulusan sekolah masih menganggur?
● Bagaimana teknologi (AI, otomatisasi) memengaruhi jenis pekerjaan di masa depan?
● Berapa upah yang layak untuk pekerjaan tertentu?
● Bagaimana peran UMKM dalam menyerap tenaga kerja?
● Bagaimana pemerintah berusaha meningkatkan kualitas SDM agar lebih kompetitif?
Mereka akan diajak untuk berpikir tentang jalur karier mereka sendiri, keterampilan
apa yang perlu mereka kembangkan, dan bagaimana mereka dapat berkontribusi
untuk mengurangi pengangguran di masa depan.
E. KERANGKA PEMBELAJARAN
PRAKTIK PEDAGOGIK:
● Pembelajaran Berbasis Proyek (PBL): Peserta didik akan merancang proyek mini
seperti "Rencana Aksi Mengurangi Pengangguran di Komunitas Saya" atau "Analisis
Potensi Ekonomi Lokal dan Kebutuhan Tenaga Kerja". Proyek ini melibatkan
pengumpulan data (observasi/wawancara sederhana), analisis, dan perumusan solusi.
● Diskusi Kelompok: Menganalisis studi kasus terkait isu pengangguran, sistem upah,
atau IPM. Berbagi hasil temuan dari eksplorasi data.
● Eksplorasi Lapangan (Virtual/Kontekstual): Mengamati bursa kerja (virtual), atau
mencari informasi tentang balai latihan kerja (BLK) terdekat. Mengidentifikasi jenis-
jenis pekerjaan yang ada di sekitar lingkungan tempat tinggal siswa.
● Wawancara (Virtual/Kontekstual): Mengundang narasumber (misalnya, pengusaha
UMKM, kepala dinas tenaga kerja, kepala bagian HRD perusahaan, atau alumni yang
sudah bekerja) secara virtual untuk berbagi pengalaman dan wawasan tentang dunia
kerja.
● Presentasi: Mempresentasikan hasil proyek, analisis studi kasus, atau hasil
wawancara.
MITRA PEMBELAJARAN:
● Lingkungan Sekolah: Guru Bimbingan Konseling (BK) untuk informasi karier dan
pengembangan diri. Guru mata pelajaran Sosiologi/Sejarah untuk konteks sosial dan
historis.
● Lingkungan Luar Sekolah: Dinas Tenaga Kerja setempat, Balai Latihan Kerja
(BLK), pelaku UMKM, perusahaan lokal, lembaga non-pemerintah yang bergerak di
bidang pemberdayaan masyarakat.
● Masyarakat: Orang tua/wali peserta didik (terutama yang memiliki pengalaman
kerja), tokoh masyarakat yang peduli isu ketenagakerjaan.
LINGKUNGAN BELAJAR:
● Ruang Fisik: Kelas yang fleksibel untuk diskusi kelompok dan presentasi.
Perpustakaan sekolah untuk sumber bacaan dan data.
● Ruang Virtual: Google Classroom sebagai Learning Management System (LMS)
untuk berbagi materi, tugas, dan forum diskusi. Penggunaan platform video
conference (Google Meet/Zoom) untuk wawancara narasumber atau presentasi
kelompok. Akses ke situs web resmi pemerintah (BPS, Kemenaker) untuk data
statistik.
● Budaya Belajar: Mendorong budaya belajar yang kolaboratif, di mana peserta didik
aktif berpartisipasi, berani menyampaikan ide, dan menghargai perbedaan pendapat.
Menumbuhkan rasa ingin tahu yang mendalam tentang isu-isu ketenagakerjaan dan
dampaknya pada masyarakat. Membangun lingkungan yang mendukung pemikiran
kritis dan solusi inovatif.
PEMANFAATAN DIGITAL:
● Perpustakaan Digital: Mengakses e-book, jurnal, atau artikel ilmiah tentang
ketenagakerjaan, ekonomi pembangunan, atau kebijakan publik terkait SDM.
● Forum Diskusi Daring: Diskusi asinkronus di Google Classroom untuk membahas
isu-isu ketenagakerjaan yang sedang hangat di media atau sebagai tindak lanjut dari
wawancara narasumber.
● Penilaian Daring: Menggunakan kuis di Google Classroom atau platform interaktif
seperti Kahoot/Mentimeter untuk evaluasi pemahaman konsep.
● Aplikasi Pengolah Data: Penggunaan Google Sheets atau Microsoft Excel untuk
mengolah data statistik ketenagakerjaan yang diunduh dari BPS.
● Media Sosial dan Video Dokumenter: Mengidentifikasi dan menganalisis isu
ketenagakerjaan dari berita daring, video dokumenter, atau kanal YouTube yang
relevan.
F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI
KEGIATAN PENDAHULUAN (MINDFUL LEARNING, JOYFUL LEARNING)
Pembukaan (5 menit):
● Guru menyambut peserta didik dengan semangat. (Joyful Learning)
● Guru menampilkan klip video pendek (misalnya, iklan lowongan kerja, cuplikan
berita tentang tingkat pengangguran, atau video inspiratif tentang sukses
berwirausaha). (Mindful Learning - memicu perhatian dan fokus).
● Guru mengajukan pertanyaan pemicu: "Apa impian pekerjaan kalian di masa depan?"
atau "Menurut kalian, mengapa ada orang yang sulit mendapatkan pekerjaan?"
(Meaningful Learning - mengaitkan dengan aspirasi dan realitas).
Apersepsi (5 menit):
● Guru mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari: "Setiap hari kita berinteraksi
dengan orang yang bekerja, ada orang tua kalian, tetangga, penjual di pasar. Ada juga
yang mungkin sedang mencari kerja. Hari ini kita akan membahas lebih dalam
tentang fenomena ini."
● Guru mengajak peserta didik berpikir tentang pentingnya pekerjaan dalam kehidupan
manusia.
Motivasi (5 menit):
● Guru menjelaskan tujuan pembelajaran dengan bahasa yang menarik, menekankan
bahwa pemahaman tentang ketenagakerjaan akan membantu mereka merencanakan
masa depan, menjadi warga negara yang peduli, dan bahkan mungkin menciptakan
lapangan kerja. (Meaningful Learning, Joyful Learning - menumbuhkan motivasi
intrinsik).
● Guru menyampaikan bahwa mereka akan belajar tidak hanya dari buku, tetapi juga
dari realitas di sekitar mereka.
KEGIATAN INTI (MEANINGFUL LEARNING, JOYFUL LEARNING,
MINDFUL LEARNING)
PERTEMUAN 1: KONSEP KETENAGAKERJAAN DAN ANGKATAN KERJA
Memahami (15 menit - Mindful Learning):
● Guru menjelaskan definisi kunci: penduduk, tenaga kerja, bukan tenaga kerja,
angkatan kerja, dan bukan angkatan kerja.
● Guru menggunakan contoh-contoh nyata dari kehidupan sehari-hari (misalnya,
perbedaan antara pelajar SMA, mahasiswa, ibu rumah tangga, dan pekerja) untuk
memperjelas konsep.
● Guru menunjukkan data statistik ketenagakerjaan Indonesia (misalnya dari BPS) dan
memandu peserta didik untuk memahami cara membacanya.
Mengaplikasi (20 menit - Meaningful Learning, Joyful Learning):
● Peserta didik dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil. (Diferensiasi konten:
beberapa kelompok fokus pada identifikasi kelompok angkatan kerja dari data,
kelompok lain pada analisis struktur penduduk).
● Setiap kelompok diberikan lembar kerja berisi data hipotetis atau data aktual BPS
tentang penduduk dan angkatan kerja. Mereka diminta untuk mengklasifikasikan
penduduk dan menghitung angka partisipasi angkatan kerja.
● Guru berkeliling, memberikan bimbingan dan scaffolding sesuai kebutuhan, serta
mendorong diskusi yang aktif.
Merefleksi (10 menit - Mindful Learning):
● Setiap kelompok mempresentasikan hasil klasifikasi dan perhitungan mereka.
● Guru memfasilitasi diskusi dan memberikan umpan balik, menguatkan pemahaman
tentang konsep dasar ketenagakerjaan.
● Guru mengajak peserta didik merefleksikan pentingnya data statistik dalam
memahami kondisi ketenagakerjaan suatu negara.
PERTEMUAN 2: PENGANGGURAN: JENIS, PENYEBAB, DAN DAMPAK
Memahami (15 menit - Mindful Learning):
● Guru menjelaskan berbagai jenis pengangguran (friksional, siklis, struktural,
musiman, teknologi) dengan contoh konkret.
● Guru memaparkan penyebab-penyebab pengangguran (misalnya, ketidaksesuaian
skill, resesi ekonomi, perubahan teknologi, dll.).
● Guru mengajak peserta didik berpikir tentang dampak pengangguran (ekonomi dan
sosial) melalui diskusi singkat.
Mengaplikasi (20 menit - Meaningful Learning, Joyful Learning):
● Peserta didik bekerja dalam kelompok. Setiap kelompok diberikan studi kasus tentang
pengangguran (misalnya, kasus PHK massal di suatu perusahaan, lulusan baru yang
sulit mendapat pekerjaan, atau petani yang menganggur di luar musim tanam).
(Diferensiasi proses: Beberapa kelompok dapat fokus pada identifikasi jenis
pengangguran, yang lain pada analisis penyebab dan dampak).
● Mereka menganalisis studi kasus tersebut, mengidentifikasi jenis pengangguran,
penyebab, dan dampaknya.
● Guru dapat menampilkan video dokumenter singkat tentang pengangguran di suatu
daerah.
Merefleksi (10 menit - Mindful Learning):
● Setiap kelompok mempresentasikan hasil analisis studi kasus mereka.
● Guru memfasilitasi diskusi kelas tentang pentingnya memahami jenis pengangguran
untuk merumuskan kebijakan yang tepat.
● Guru menumbuhkan empati dan kesadaran akan masalah sosial yang ditimbulkan
oleh pengangguran.
PERTEMUAN 3: UPAYA MENGATASI PENGANGGURAN DAN SISTEM
UPAH
Memahami (15 menit - Mindful Learning):
● Guru menjelaskan berbagai upaya pemerintah dan masyarakat dalam mengatasi
pengangguran (misalnya, program pelatihan, pembukaan lapangan kerja, kebijakan
fiskal/moneter).
● Guru memperkenalkan berbagai sistem upah (upah minimum, upah sektoral, upah
berdasarkan prestasi) dan faktor-faktor yang memengaruhinya.
● Guru dapat menampilkan infografis atau video singkat tentang sistem upah di
Indonesia.
Mengaplikasi (20 menit - Meaningful Learning, Joyful Learning):
● Peserta didik berpasangan atau individu melakukan "wawancara mini" (secara
langsung jika memungkinkan atau melalui studi kasus/teks) dengan orang tua,
tetangga, atau pengusaha UMKM tentang pengalaman mereka terkait pekerjaan,
pelatihan, atau sistem upah. (Diferensiasi produk: Beberapa siswa dapat membuat
peta pikiran tentang upaya pemerintah, yang lain membuat infografis tentang sistem
upah).
● Hasil wawancara atau studi kasus didiskusikan dalam kelompok kecil.
● Guru berkeliling memberikan bimbingan.
Merefleksi (10 menit - Mindful Learning):
● Beberapa peserta didik berbagi hasil wawancara atau poin penting dari diskusi
mereka.
● Guru menyimpulkan berbagai upaya penanggulangan pengangguran dan pentingnya
sistem upah yang adil.
● Guru mendorong peserta didik untuk berpikir tentang bagaimana mereka bisa
berkontribusi dalam menciptakan lapangan kerja di masa depan.
PERTEMUAN 4: INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA (IPM) DAN PROYEK
KETENAGAKERJAAN
Memahami (10 menit - Mindful Learning):
● Guru menjelaskan konsep IPM sebagai indikator kualitas hidup dan pembangunan
manusia, serta komponen-komponennya (kesehatan, pendidikan, standar hidup layak).
● Guru menunjukkan data IPM Indonesia dan perbandingannya dengan negara lain.
Mengaplikasi (30 menit - Meaningful Learning, Joyful Learning):
● Proyek Berbasis Kelompok: Peserta didik bekerja dalam kelompok untuk
merancang "solusi inovatif" untuk masalah ketenagakerjaan di lingkungan sekitar
mereka (misalnya, proyek pelatihan keterampilan untuk remaja putus sekolah,
kampanye kesadaran pentingnya pendidikan, atau ide start-up yang menciptakan
lapangan kerja). (Diferensiasi minat: kelompok dapat memilih masalah
ketenagakerjaan yang paling menarik bagi mereka; diferensiasi produk: hasil proyek
bisa berupa proposal, presentasi, poster digital, atau video pendek).
● Setiap kelompok membuat rencana aksi dan mempersiapkan presentasi singkat.
● Guru memfasilitasi dan memberikan masukan konstruktif.
Merefleksi (5 menit - Mindful Learning):
● Setiap kelompok mempresentasikan ide proyek mereka secara singkat.
● Guru memberikan umpan balik dan mengaitkan ide-ide tersebut dengan peningkatan
IPM.
● Guru menguatkan kesadaran peserta didik tentang peran mereka sebagai agen
perubahan di masa depan.
KEGIATAN PENUTUP (MEMBERIKAN UMPAN BALIK, MENYIMPULKAN,
PERENCANAAN PEMBELAJARAN SELANJUTNYA)
Umpan Balik Konstruktif (5 menit):
● Guru memberikan umpan balik umum tentang partisipasi, pemikiran kritis, dan
kolaborasi peserta didik selama unit ini.
● Guru menekankan bahwa memahami isu ketenagakerjaan adalah kunci untuk menjadi
warga negara yang bertanggung jawab.
Menyimpulkan Pembelajaran (5 menit):
● Guru memimpin diskusi singkat untuk merangkum konsep-konsep kunci
ketenagakerjaan, pengangguran, sistem upah, dan IPM.
● Peserta didik diminta untuk menyebutkan satu kesimpulan penting yang mereka
dapatkan dari pembelajaran ini dan bagaimana mereka akan menerapkannya dalam
kehidupan mereka.
● Guru mengajak peserta didik untuk bersyukur atas potensi yang mereka miliki dan
kesadaran untuk memanfaatkannya demi kebaikan bersama. (Keimanan dan
Ketakwaan)
Perencanaan Pembelajaran Selanjutnya (5 menit):
● Guru mengaitkan materi ketenagakerjaan dengan materi selanjutnya (misalnya,
pembangunan ekonomi atau sistem ekonomi).
● Guru menanyakan kepada peserta didik: "Setelah mempelajari ketenagakerjaan, apa
lagi yang ingin kalian ketahui tentang dunia kerja atau ekonomi Indonesia?"
(Melibatkan siswa dalam perencanaan).
● Guru memberikan tugas mandiri untuk membaca berita atau artikel tentang isu
ketenagakerjaan terkini.
● Guru menutup pelajaran dengan ungkapan terima kasih dan motivasi.
G. ASESMEN PEMBELAJARAN
ASESMEN AWAL PEMBELAJARAN:
● Observasi: Guru mengamati respons dan partisipasi peserta didik saat apersepsi dan
pertanyaan pemicu.
● Wawancara (singkat): Guru menanyakan beberapa peserta didik tentang
pemahaman awal mereka tentang "pekerjaan" atau "pengangguran."
Kuesioner (digital/lisan):
● "Menurut Anda, apa yang dimaksud dengan 'tenaga kerja'?"
● "Sebutkan salah satu masalah ekonomi yang paling sering Anda dengar di Indonesia."
Tes Diagnostik (pre-test singkat - 5 soal):
1. Jelaskan perbedaan antara 'penduduk' dan 'tenaga kerja'.
2. Menurut Anda, apa penyebab utama orang sulit mendapatkan pekerjaan?
3. Apa dampak negatif pengangguran bagi individu dan masyarakat?
4. Sebutkan salah satu jenis pekerjaan yang paling banyak dibutuhkan saat ini.
5. Apa yang Anda ketahui tentang 'upah minimum'?
ASESMEN PROSES PEMBELAJARAN:
Tugas Harian (selama Kegiatan Inti):
● Pertemuan 1: Lembar kerja klasifikasi penduduk dan angkatan kerja.
1. Definisikanlah konsep: Penduduk, Tenaga Kerja, Angkatan Kerja, Bukan
Angkatan Kerja.
2. Dari data yang diberikan, hitunglah Angka Partisipasi Angkatan Kerja (APAK).
3. Berikan 3 contoh kelompok masyarakat yang termasuk 'Bukan Angkatan Kerja'.
4. Menurut Anda, mengapa penting untuk memahami perbedaan konsep-konsep ini?
5. Bagaimana data ketenagakerjaan dapat membantu pemerintah membuat kebijakan?
● Pertemuan 2: Hasil analisis studi kasus pengangguran.
1. Identifikasi jenis pengangguran yang terjadi dalam studi kasus ini.
2. Jelaskan penyebab utama dari pengangguran tersebut.
3. Analisis dampak ekonomi dan sosial yang ditimbulkan oleh pengangguran dalam
studi kasus.
4. Bagaimana perasaan Anda jika menghadapi situasi seperti dalam studi kasus?
5. Apakah ada solusi awal yang terlintas di benak Anda untuk mengatasi masalah ini?
● Diskusi Kelompok: Guru menilai partisipasi, kemampuan berargumentasi, dan
kolaborasi dalam kelompok.
● Presentasi: Guru menilai kejelasan presentasi, pemahaman konsep, dan kemampuan
menjawab pertanyaan.
ASESMEN AKHIR PEMBELAJARAN:
● Jurnal Reflektif: Peserta didik menulis jurnal reflektif tentang pemahaman mereka
terhadap materi ketenagakerjaan.
1. Bagian mana dari materi ketenagakerjaan yang paling menarik bagi Anda dan
mengapa?
2. Bagaimana pemahaman Anda tentang ketenagakerjaan berubah setelah
mempelajari bab ini?
3. Jika Anda adalah Menteri Tenaga Kerja, kebijakan apa yang akan Anda
prioritaskan untuk mengatasi pengangguran di Indonesia?
4. Bagaimana Anda dapat mempersiapkan diri secara pribadi untuk menghadapi
tantangan dunia kerja di masa depan?
5. Bagaimana isu ketenagakerjaan ini mencerminkan tanggung jawab kita sebagai
bagian dari masyarakat dan negara?
● Tes Tertulis (5 soal - mencakup pemahaman konsep dan aplikasi):
1. Jelaskan perbedaan mendasar antara pengangguran struktural dan pengangguran
friksional, serta berikan masing-masing satu contoh.
2. Analisis dampak negatif dari tingginya tingkat pengangguran terhadap
pertumbuhan ekonomi suatu negara.
3. Pemerintah suatu daerah menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) sebesar
Rp2.500.000,00 per bulan. Jelaskan mengapa penetapan UMP ini penting bagi
pekerja dan pengusaha.
4. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) digunakan untuk mengukur kualitas hidup
penduduk. Sebutkan dan jelaskan tiga dimensi utama yang digunakan dalam
perhitungan IPM.
5. Sebagai seorang siswa, bagaimana Anda dapat berkontribusi secara nyata dalam
meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Indonesia, meskipun Anda
belum terjun ke dunia kerja?
● Tugas Akhir/Proyek: Presentasi proyek "Solusi Inovatif Ketenagakerjaan".
Rubrik Penilaian Proyek:
Identifikasi Masalah: (1-5) - Seberapa jelas dan relevan masalah ketenagakerjaan
yang diidentifikasi?
Kreativitas Solusi: (1-5) - Sejauh mana ide solusi yang ditawarkan inovatif dan
realistis?
Kesesuaian dengan Konsep Ekonomi: (1-5) - Seberapa akurat penerapan konsep
ketenagakerjaan (misal, jenis pengangguran, kebijakan) dalam proyek?
Kualitas Presentasi: (1-5) - Seberapa jelas, menarik, dan persuasif presentasi
proyek?
Kolaborasi Kelompok: (1-5) - Sejauh mana setiap anggota kelompok
berkontribusi dan bekerja sama?
MODUL AJAR DEEP LEARNING
MATA PELAJARAN : IPS (EKONOMI)
BAB 4: TEORI UANG, INDEKS HARGA, DAN INFLASI
A. IDENTITAS MODUL
Nama Sekolah : SMA NEGERI 1 KUTACANE
Nama Penyusun : Abdullah, [Link]
Mata Pelajaran : IPS (Ekonomi)
Kelas / Fase /Semester : XI/ F / Ganjil
Alokasi Waktu : 12 x 45 menit (6 Pertemuan)
Tahun Pelajaran : 2025 / 2026
B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK
Peserta didik diharapkan sudah memiliki pengetahuan dasar tentang konsep kelangkaan
dan kebutuhan dalam ekonomi, serta pemahaman umum tentang kegiatan ekonomi
sehari-hari seperti membeli, menjual, atau menabung. Keterampilan yang sudah dimiliki
meliputi kemampuan membaca data sederhana (misalnya, harga barang) dan melakukan
perhitungan dasar. Pemahaman mereka tentang peran pemerintah dalam mengatur
ekonomi dari bab sebelumnya juga akan menjadi prasyarat. Asesmen awal akan
digunakan untuk memetakan sejauh mana pemahaman ini dan mengidentifikasi
kesenjangan pengetahuan, terutama terkait konsep uang sebagai alat tukar dan fenomena
perubahan harga.
C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN
Materi "Teori Uang, Indeks Harga, dan Inflasi" adalah jenis pengetahuan konseptual,
prosedural, dan faktual. Peserta didik akan mempelajari berbagai teori tentang uang,
fungsi dan jenis uang, konsep indeks harga sebagai alat ukur perubahan harga, metode
perhitungannya, serta pengertian inflasi, jenis-jenis, penyebab, dampak, dan cara
mengendalikannya. Relevansi materi ini sangat tinggi dengan kehidupan nyata karena
uang adalah medium pertukaran utama dalam transaksi sehari-hari, dan perubahan harga
(inflasi) memengaruhi daya beli masyarakat serta stabilitas ekonomi. Tingkat kesulitan
materi ini sedang hingga tinggi, karena melibatkan pemahaman teori abstrak (kuantitas
uang), perhitungan statistik (indeks harga), dan analisis sebab-akibat yang kompleks
(penyebab dan dampak inflasi). Struktur materi meliputi sejarah dan teori uang, fungsi
dan jenis uang, indeks harga (pengertian, tujuan, metode), serta inflasi (pengertian, jenis,
penyebab, dampak, dan cara mengendalikan). Integrasi nilai dan karakter akan
ditekankan pada kecermatan dalam perhitungan, berpikir kritis dalam menganalisis
fenomena ekonomi, kemandirian dalam mencari informasi, serta rasa tanggung jawab
sebagai warga negara yang memahami kondisi ekonomi.
D. DIMENSI PROFIL LULUSAN PEMBELAJARAN
Dalam pembelajaran Bab IV ini, dimensi profil lulusan yang akan dicapai adalah:
● Penalaran Kritis: Peserta didik akan dilatih untuk menganalisis penyebab dan
dampak inflasi, mengevaluasi efektivitas kebijakan moneter, dan membandingkan
berbagai teori uang.
● Kemandirian: Peserta didik akan didorong untuk mencari informasi dan data
ekonomi secara mandiri, serta menyusun argumen berdasarkan analisis data.
● Kolaborasi: Peserta didik akan bekerja sama dalam kelompok untuk menganalisis
studi kasus inflasi atau membuat proyek simulasi dampak inflasi.
● Komunikasi: Peserta didik akan berlatih mengkomunikasikan hasil analisis mereka
tentang fenomena ekonomi dan kebijakan yang relevan melalui presentasi dan diskusi.
DESAIN PEMBELAJARAN
A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP) NOMOR : 32 TAHUN 2024
Pada akhir fase F, peserta didik mampu menganalisis peran dan fungsi uang, menghitung
indeks harga, menjelaskan pengertian dan jenis-jenis inflasi, mengidentifikasi penyebab
dan dampak inflasi terhadap perekonomian, serta mengkaji berbagai kebijakan untuk
mengatasi inflasi.
B. LINTAS DISIPLIN ILMU YANG RELEVAN
● Matematika: Perhitungan indeks harga (angka indeks, rata-rata), analisis data
statistik.
● Sosiologi: Peran uang dalam struktur sosial, dampak inflasi terhadap kesejahteraan
masyarakat.
● Sejarah: Sejarah perkembangan uang, krisis ekonomi global yang melibatkan inflasi
tinggi.
● Geografi: Distribusi kekayaan dan pendapatan, keterkaitan ekonomi lokal dan global
yang memengaruhi harga.
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Pertemuan 1: Memahami Konsep dan Sejarah Uang
● Peserta didik mampu menjelaskan pengertian uang dan fungsi-fungsinya dengan
benar.
● Peserta didik mampu menguraikan sejarah perkembangan uang dari barter hingga
uang modern.
● Peserta didik mampu mengidentifikasi jenis-jenis uang berdasarkan bahan, nilai, dan
lembaga yang mengeluarkannya.
Pertemuan 2: Menganalisis Teori Kuantitas Uang dan Peran Perbankan
● Peserta didik mampu menjelaskan teori kuantitas uang (Irving Fisher) dan teori
permintaan uang (Keynes).
● Peserta didik mampu menjelaskan peran bank sentral dan bank umum dalam sistem
moneter.
● Peserta didik mampu mengidentifikasi instrumen kebijakan moneter yang dilakukan
oleh bank sentral.
Pertemuan 3: Menghitung Indeks Harga
● Peserta didik mampu menjelaskan pengertian indeks harga dan tujuannya.
● Peserta didik mampu menghitung indeks harga tidak tertimbang (Agregatif Sederhana)
dan tertimbang (Laspeyres dan Paasche) dengan benar.
● Peserta didik mampu menginterpretasikan hasil perhitungan indeks harga.
Pertemuan 4: Memahami Konsep dan Jenis-jenis Inflasi
● Peserta didik mampu menjelaskan pengertian inflasi dan deflasi.
● Peserta didik mampu mengklasifikasikan jenis-jenis inflasi berdasarkan tingkat
keparahan, penyebab, dan sumbernya.
Pertemuan 5: Menganalisis Penyebab, Dampak, dan Cara Mengatasi Inflasi
● Peserta didik mampu mengidentifikasi berbagai penyebab terjadinya inflasi (demand-
pull, cost-push, imported inflation).
● Peserta didik mampu menganalisis dampak inflasi terhadap masyarakat dan
perekonomian.
● Peserta didik mampu menjelaskan kebijakan moneter dan fiskal untuk mengatasi
inflasi.
Pertemuan 6: Studi Kasus dan Refleksi Dampak Inflasi
● Peserta didik mampu menganalisis studi kasus inflasi yang pernah terjadi di Indonesia
atau negara lain.
● Peserta didik mampu merumuskan rekomendasi kebijakan untuk mengatasi inflasi
berdasarkan analisis studi kasus.
D. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL
Topik pembelajaran akan berfokus pada aplikasi nyata dari uang, indeks harga, dan
inflasi dalam kehidupan sehari-hari dan kondisi ekonomi terkini, seperti:
● "Mengapa harga kebutuhan pokok sering naik menjelang hari raya?"
● "Apa bedanya uang kartal dan uang giral? Mengapa kita tidak bisa hanya
menggunakan barter?"
● "Bagaimana cara mengukur bahwa 'harga-harga naik'?"
● "Mengapa harga Indomie di Papua bisa berbeda jauh dengan di Jawa?"
● "Bagaimana Bank Indonesia menjaga stabilitas harga?"
● "Apa yang terjadi jika gaji kita naik, tapi harga barang juga naik lebih tinggi?"
E. KERANGKA PEMBELAJARAN
PRAKTIK PEDAGOGIK:
● Metode Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-Based Learning): Peserta didik
dapat membuat infografis/video singkat tentang "Sejarah Uang dan Fungsinya" atau
"Simulasi Dampak Inflasi pada Daya Beli Keluarga". Proyek juga bisa berupa analisis
studi kasus inflasi di Indonesia.
● Diskusi Kelompok: Melalui diskusi kelompok, peserta didik akan menganalisis studi
kasus, memecahkan soal perhitungan indeks harga, dan mendiskusikan kebijakan
mengatasi inflasi.
● Eksplorasi Lapangan (Virtual/Studi Kasus): Mengunjungi situs web Bank
Indonesia atau Badan Pusat Statistik (BPS) secara virtual untuk mengakses data
inflasi dan indeks harga. Menganalisis berita ekonomi terkini tentang inflasi.
● Wawancara (Opsional): Jika memungkinkan, peserta didik dapat mewawancarai
pelaku usaha mikro atau pedagang pasar tentang dampak perubahan harga terhadap
pendapatan mereka, atau mewawancarai narasumber dari bank/lembaga keuangan
terkait fungsi uang.
● Presentasi: Peserta didik akan mempresentasikan hasil proyek, analisis studi kasus,
atau temuan dari diskusi kelompok.
MITRA PEMBELAJARAN:
● Lingkungan Sekolah: Guru Ekonomi, Guru Matematika (untuk perhitungan
statistik), Perpustakaan sekolah.
● Lingkungan Luar Sekolah: Bank Indonesia (kantor perwakilan), Badan Pusat
Statistik (BPS), pelaku UMKM, pedagang pasar, orang tua/wali (untuk studi kasus
pengeluaran rumah tangga).
LINGKUNGAN BELAJAR:
● Ruang Fisik: Kelas dengan akses internet dan proyektor, papan tulis interaktif, ruang
diskusi kelompok yang fleksibel. Jika memungkinkan, kunjungan ke bank atau BPS
(virtual atau langsung).
● Ruang Virtual: Pemanfaatan situs resmi Bank Indonesia dan BPS, platform LMS
(Google Classroom) untuk berbagi materi, pengumpulan tugas, dan forum diskusi.
Penggunaan aplikasi simulasi ekonomi (jika tersedia).
● Budaya Belajar: Mendorong budaya belajar yang berorientasi pada pemecahan
masalah ekonomi yang relevan dengan kehidupan nyata. Membangun rasa ingin tahu
tentang fenomena ekonomi di sekitar mereka dan bagaimana mereka dapat
memengaruhi. Mendorong partisipasi aktif, kolaborasi, dan kemandirian dalam
mencari dan menganalisis informasi.
PEMANFAATAN DIGITAL:
● Perpustakaan Digital/Sumber Online: Mengarahkan peserta didik untuk
mengakses data inflasi dari BPS, artikel berita ekonomi dari sumber terpercaya, dan
video edukasi tentang teori uang atau inflasi.
● Forum Diskusi Daring: Menggunakan fitur forum di Google Classroom atau
platform lain untuk diskusi, tanya jawab tentang perhitungan indeks harga, atau
berbagi opini tentang isu ekonomi terkini.
● Penilaian Daring: Penggunaan Google Forms untuk kuis, asesmen awal, atau
kuesioner refleksi. Penggunaan rubrik digital untuk penilaian proyek.
● Kahoot!/Mentimeter: Digunakan untuk kuis interaktif tentang konsep dasar uang
atau inflasi, atau polling singkat tentang pandangan peserta didik terhadap suatu
fenomena ekonomi.
● Google Classroom: Sebagai pusat manajemen pembelajaran (mengunggah materi,
mengumpulkan tugas, pengumuman, penjadwalan).
● Spreadsheet (Google Sheets/Excel): Digunakan untuk melakukan perhitungan
indeks harga secara efisien.
F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI
PERTEMUAN 1: MEMAHAMI KONSEP DAN SEJARAH UANG
KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
● Pembukaan dan Pengkondisian Kelas (Berkesadaran): Guru menyapa peserta
didik, memeriksa kehadiran, dan menciptakan suasana positif.
● Pemicu dan Motivasi (Menggembirakan): Guru menampilkan video singkat
tentang transaksi barter di masa lalu atau cerita lucu tentang kesulitan barter.
"Bayangkan jika kita harus barter setiap hari untuk mendapatkan apa yang kita
butuhkan!"
● Apersepsi (Bermakna): "Dari pengalaman kalian sehari-hari, bagaimana kita
mendapatkan barang dan jasa? Apa alat yang kita gunakan?" Guru mengaitkan
dengan fungsi uang.
● Tujuan Pembelajaran (Berkesadaran): Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
hari ini tentang uang dan sejarahnya, serta relevansinya dalam kehidupan ekonomi
modern.
KEGIATAN INTI (60 MENIT)
Eksplorasi Sejarah Uang (Memahami, Bermakna):
● Guru menjelaskan tahap-tahap perkembangan uang (barter, uang barang, uang logam,
uang kertas, uang giral) dengan menggunakan infografis atau gambar.
● Peserta didik berdiskusi dalam kelompok kecil tentang kelebihan dan kekurangan
masing-masing tahap perkembangan uang.
Diskusi Fungsi dan Jenis Uang (Mengaplikasi, Kolaborasi):
● Guru menjelaskan fungsi-fungsi uang (alat tukar, satuan hitung, penyimpan nilai) dan
jenis-jenis uang (kartal, giral, kuasi).
● Peserta didik melakukan identifikasi jenis-jenis uang yang mereka temui sehari-hari
dan mendiskusikan fungsinya. (Diferensiasi konten: Guru menyediakan contoh uang
yang bervariasi).
Simulasi Transaksi (Menggembirakan, Mengaplikasi):
● Melakukan simulasi jual beli sederhana menggunakan "uang mainan" atau kupon
untuk memahami fungsi uang sebagai alat tukar.
KEGIATAN PENUTUP (15 MENIT)
● Refleksi (Berkesadaran): Peserta didik menuliskan tiga hal baru yang mereka
pelajari tentang uang dan mengapa uang sangat penting dalam ekonomi modern.
● Umpan Balik (Konstruktif): Guru memberikan umpan balik umum terhadap
pemahaman konsep dan partisipasi.
● Kesimpulan: Guru bersama peserta didik menyimpulkan kembali pengertian, fungsi,
dan jenis uang.
● Perencanaan Selanjutnya: Guru memberikan pengantar untuk pertemuan berikutnya
tentang teori uang dan perbankan.
PERTEMUAN 2: MENGANALISIS TEORI KUANTITAS UANG DAN PERAN
PERBANKAN
KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
● Pemanasan (Menggembirakan): Guru memutar video singkat tentang aktivitas di
bank atau transaksi digital. "Siapa yang mengelola uang dalam jumlah besar di negara
kita?"
● Pemicu (Bermakna): "Mengapa jumlah uang yang beredar bisa memengaruhi harga
barang?"
● Tujuan Pembelajaran: Menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini tentang teori
uang dan perbankan.
KEGIATAN INTI (60 MENIT)
Eksplorasi Teori Kuantitas Uang (Memahami, Bermakna):
● Guru menjelaskan Teori Kuantitas Uang Irving Fisher (MV=PT) dan Teori
Permintaan Uang Keynes, dengan contoh sederhana.
● Peserta didik mendiskusikan implikasi dari perubahan jumlah uang beredar terhadap
harga barang.
Diskusi Peran Bank Sentral dan Bank Umum (Mengaplikasi, Kolaborasi):
● Guru menjelaskan peran Bank Indonesia sebagai bank sentral dan perbedaan
fungsinya dengan bank umum.
● Peserta didik dalam kelompok mencari berita atau artikel tentang kebijakan moneter
Bank Indonesia dan mendiskusikan dampaknya.
Menganalisis Instrumen Kebijakan Moneter (Merefleksi, Berkesadaran):
● Guru menjelaskan instrumen kebijakan moneter (diskonto, operasi pasar terbuka, giro
wajib minimum).
● Peserta didik berdiskusi skenario bagaimana setiap instrumen digunakan untuk
memengaruhi jumlah uang beredar.
KEGIATAN PENUTUP (15 MENIT)
● Refleksi (Berkesadaran): Peserta didik menuliskan satu instrumen kebijakan
moneter yang paling mereka pahami dan bagaimana instrumen tersebut bekerja.
● Umpan Balik (Konstruktif): Guru memberikan umpan balik atas pemahaman
konsep dan partisipasi.
● Kesimpulan: Guru menyimpulkan teori uang, peran bank sentral, dan instrumen
kebijakan moneter.
● Perencanaan Selanjutnya: Guru memberikan pengantar untuk materi indeks harga.
PERTEMUAN 3: MENGHITUNG INDEKS HARGA
KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
● Pemanasan (Menggembirakan): Guru menampilkan grafik harga beberapa barang
pokok dari tahun ke tahun. "Apakah harga barang selalu tetap?"
● Pemicu (Bermakna): "Bagaimana kita tahu bahwa harga-harga secara umum naik
atau turun? Bagaimana cara mengukurnya?"
● Tujuan Pembelajaran: Menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini tentang indeks
harga.
KEGIATAN INTI (60 MENIT)
Eksplorasi Konsep Indeks Harga (Memahami, Bermakna):
● Guru menjelaskan pengertian indeks harga, tujuan, dan jenis-jenisnya (indeks harga
konsumen, produsen, dll.).
● Peserta didik diajak melihat contoh Indeks Harga Konsumen (IHK) dari situs BPS.
Praktikum Perhitungan Indeks Harga (Mengaplikasi, Penalaran Kritis):
● Guru menjelaskan metode perhitungan indeks harga tidak tertimbang (agregatif
sederhana) dan tertimbang (Laspeyres dan Paasche) dengan contoh data.
● Peserta didik secara individu atau berpasangan berlatih menghitung indeks harga
menggunakan data harga yang diberikan oleh guru. (Diferensiasi proses: Guru
menyediakan data dengan tingkat kompleksitas bervariasi).
Interpretasi Hasil Perhitungan (Merefleksi, Berkesadaran, Komunikasi):
● Peserta didik menginterpretasikan hasil perhitungan mereka: "Apa artinya jika indeks
harga 115%?"
● Guru membimbing diskusi tentang mengapa Laspeyres dan Paasche bisa
menghasilkan angka yang berbeda.
KEGIATAN PENUTUP (15 MENIT)
● Refleksi (Berkesadaran): Peserta didik menuliskan metode perhitungan indeks
harga yang paling mudah mereka pahami dan alasan mengapa indeks harga penting.
● Umpan Balik (Konstruktif): Guru memberikan umpan balik umum dan apresiasi
atas ketelitian perhitungan.
● Kesimpulan: Guru menyimpulkan pentingnya indeks harga sebagai indikator
perubahan harga.
● Perencanaan Selanjutnya: Guru memberikan pengantar tentang inflasi.
PERTEMUAN 4: MEMAHAMI KONSEP DAN JENIS-JENIS INFLASI
KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
● Pemanasan (Menggembirakan): Guru memutar lagu atau video tentang "uang yang
tidak cukup" atau "harga melambung tinggi".
● Pemicu (Bermakna): "Apa yang terjadi jika harga-harga terus-menerus naik dalam
waktu yang lama?"
● Tujuan Pembelajaran: Menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini tentang inflasi.
KEGIATAN INTI (60 MENIT)
Eksplorasi Konsep Inflasi dan Deflasi (Memahami, Bermakna):
● Guru menjelaskan pengertian inflasi dan deflasi serta perbedaannya.
● Guru memberikan contoh kasus inflasi ringan, sedang, berat, dan hiperinflasi.
Diskusi Klasifikasi Inflasi (Mengaplikasi, Kolaborasi):
● Guru menjelaskan jenis-jenis inflasi berdasarkan tingkat keparahan (ringan, sedang,
berat, hiper), penyebab (demand-pull, cost-push), dan sumber (dalam negeri, luar
negeri).
● Peserta didik dalam kelompok menganalisis studi kasus atau berita tentang jenis-jenis
inflasi yang berbeda dan mengklasifikasikannya.
Menganalisis Berita Terkini (Merefleksi, Berkesadaran):
● Peserta didik mencari berita terbaru tentang tingkat inflasi di Indonesia dan mencoba
mengidentifikasi jenisnya.
KEGIATAN PENUTUP (15 MENIT)
● Refleksi (Berkesadaran): Peserta didik menuliskan satu jenis inflasi yang paling
menarik perhatian mereka dan mengapa.
● Umpan Balik (Konstruktif): Guru memberikan umpan balik umum atas pemahaman
konsep dan kemampuan klasifikasi.
● Kesimpulan: Guru menyimpulkan pengertian dan jenis-jenis inflasi.
● Perencanaan Selanjutnya: Guru memberikan pengantar tentang penyebab dan
dampak inflasi.
PERTEMUAN 5: MENGANALISIS PENYEBAB, DAMPAK, DAN CARA
MENGATASI INFLASI
KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
● Pemicu (Menggembirakan): Guru menampilkan meme atau kartun tentang dampak
inflasi terhadap daya beli. "Bagaimana perasaan kalian jika uang saku kalian tiba-tiba
tidak bisa membeli banyak barang?"
● Review (Bermakna): Mengingat kembali jenis-jenis inflasi.
● Tujuan Pembelajaran: Menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini tentang
penyebab, dampak, dan cara mengatasi inflasi.
KEGIATAN INTI (60 MENIT)
Eksplorasi Penyebab Inflasi (Memahami, Penalaran Kritis):
● Guru menjelaskan penyebab inflasi permintaan (demand-pull) dan inflasi biaya (cost-
push) dengan contoh-contoh relevan.
● Peserta didik menganalisis kasus di mana peningkatan harga bahan baku memicu
inflasi atau peningkatan pendapatan masyarakat memicu inflasi.
Diskusi Dampak Inflasi (Mengaplikasi, Kolaborasi, Bermakna):
● Guru menjelaskan dampak inflasi terhadap masyarakat (konsumen, produsen,
penabung, peminjam) dan perekonomian secara makro.
● Dalam kelompok, peserta didik mendiskusikan "Siapa yang diuntungkan dan siapa
yang dirugikan oleh inflasi?"
Menganalisis Kebijakan Mengatasi Inflasi (Merefleksi, Berkesadaran, Komunikasi):
● Guru menjelaskan kebijakan moneter (politik diskonto, operasi pasar terbuka, GWM,
kredit selektif) dan kebijakan fiskal (penghematan pengeluaran pemerintah,
menaikkan pajak) untuk mengatasi inflasi.
● Peserta didik berdiskusi tentang kelebihan dan kekurangan setiap kebijakan dalam
mengatasi berbagai jenis inflasi.
KEGIATAN PENUTUP (15 MENIT)
● Refleksi (Berkesadaran): Peserta didik menuliskan dua penyebab inflasi utama dan
dua kebijakan yang paling efektif untuk mengatasinya menurut mereka.
● Umpan Balik (Konstruktif): Guru memberikan umpan balik umum dan apresiasi
atas analisis yang mendalam.
● Kesimpulan: Guru menyimpulkan penyebab, dampak, dan berbagai kebijakan
penanggulangan inflasi.
● Perencanaan Selanjutnya: Guru memberikan pengantar untuk studi kasus inflasi.
PERTEMUAN 6: STUDI KASUS DAN REFLEKSI DAMPAK INFLASI
KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
● Pemicu (Menggembirakan): Guru menampilkan video singkat tentang kondisi
ekonomi suatu negara yang pernah mengalami hiperinflasi (misalnya, Zimbabwe atau
Venezuela). "Bagaimana rasanya uang yang kalian pegang tiba-tiba tidak ada
harganya?"
● Review (Bermakna): Mengingat kembali konsep inflasi, penyebab, dan dampaknya.
● Tujuan Pembelajaran: Menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini untuk
menganalisis studi kasus dan merumuskan rekomendasi.
KEGIATAN INTI (60 MENIT)
Proyek Analisis Studi Kasus Inflasi (Mengaplikasi, Penalaran Kritis, Kolaborasi):
● Peserta didik dalam kelompok memilih satu studi kasus inflasi (misalnya, krisis
moneter 1998 di Indonesia, inflasi pasca-perang dunia, atau inflasi di negara tertentu).
● Setiap kelompok mengidentifikasi penyebab inflasi, dampak yang terjadi, dan
kebijakan yang diterapkan/direkomendasikan. Sumber data bisa dari berita, artikel,
atau laporan ekonomi.
● Wawancara (Opsional, jika memungkinkan): Jika ada narasumber yang relevan
(misalnya, ekonom lokal, dosen ekonomi, pelaku usaha yang pernah merasakan
dampak inflasi), bisa dilakukan wawancara singkat secara virtual atau langsung.
Presentasi Hasil Proyek (Komunikasi, Kreativitas):
● Setiap kelompok mempresentasikan hasil analisis studi kasus mereka. Mereka dapat
menggunakan infografis, slide presentasi, atau video singkat.
● Sesi tanya jawab dan diskusi antar kelompok.
KEGIATAN PENUTUP (15 MENIT)
● Refleksi (Berkesadaran): Peserta didik menuliskan pelajaran terpenting yang
mereka dapatkan dari studi kasus inflasi dan bagaimana mereka dapat lebih bijak
dalam mengelola keuangan pribadi di tengah fluktuasi ekonomi.
● Umpan Balik (Konstruktif): Guru memberikan umpan balik atas presentasi, analisis,
dan rekomendasi yang diberikan.
● Kesimpulan: Guru menyimpulkan pentingnya pemahaman tentang inflasi bagi
individu dan negara, serta peran aktif warga negara dalam menjaga stabilitas ekonomi.
● Perencanaan Selanjutnya: Guru memberikan kesempatan untuk eksplorasi lebih
lanjut atau mempersiapkan materi bab selanjutnya.
G. ASESMEN PEMBELAJARAN
ASESMEN AWAL PEMBELAJARAN:
● Observasi: Guru mengamati partisipasi dan interaksi peserta didik selama sesi
pemicu dan diskusi awal untuk mendapatkan gambaran awal tentang pemahaman dan
kepercayaan diri mereka dalam topik ekonomi makro.
● Wawancara (Singkat): Guru mengajukan beberapa pertanyaan terbuka kepada
peserta didik:
"Menurut kalian, apa itu uang dan untuk apa kita menggunakannya?"
"Pernahkah kalian merasa harga barang naik terus-menerus? Mengapa itu bisa
terjadi?"
"Apa yang kalian ketahui tentang Bank Indonesia?"
● Kuesioner: Kuesioner singkat (Google Forms) berisi pertanyaan tentang pengalaman
peserta didik terkait uang, harga, dan berita ekonomi.
Soal Asesmen Awal:
1. Apa fungsi utama uang dalam kehidupan sehari-hari?
2. Menurut Anda, mengapa harga mi instan tahun ini berbeda dengan tahun lalu?
3. Apa yang terjadi jika harga-harga di pasar terus naik setiap bulan?
4. Pernahkah Anda mendengar berita tentang "inflasi"? Jika ya, apa yang Anda pahami
tentang itu?
5. Bagaimana peran pemerintah dalam menjaga stabilitas harga barang dan jasa?
ASESMEN PROSES PEMBELAJARAN:
● Tugas Harian: Observasi dan penilaian terhadap partisipasi dalam diskusi kelompok,
ketelitian dalam perhitungan indeks harga, dan kontribusi dalam analisis studi kasus.
● Diskusi Kelompok: Penilaian rubrik terhadap kemampuan berkolaborasi,
menyampaikan ide, menganalisis masalah, dan memberikan solusi dalam diskusi
tentang teori uang, penyebab inflasi, dan kebijakan penanggulangan.
● Presentasi Kelompok: Penilaian rubrik terhadap kemampuan mengkomunikasikan
hasil analisis studi kasus secara jelas, sistematis, dan meyakinkan.
Soal Asesmen Proses (Contoh tugas/diskusi):
1. Hitunglah indeks harga tidak tertimbang untuk tahun 2024 jika diketahui harga beras
tahun 2023 adalah Rp10.000/kg dan tahun 2024 adalah Rp12.000/kg; harga minyak
goreng tahun 2023 adalah Rp15.000/liter dan tahun 2024 adalah Rp16.500/liter. (Tahun
dasar 2023).
2. Dalam kelompok, identifikasi dan diskusikan setidaknya dua fungsi uang dan berikan
contoh konkret penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
3. Jelaskan perbedaan antara inflasi yang disebabkan oleh tarikan permintaan (demand-
pull inflation) dan inflasi yang disebabkan oleh dorongan biaya (cost-push inflation).
Berikan contoh situasinya.
4. Jika Bank Indonesia ingin menurunkan jumlah uang beredar untuk mengatasi inflasi,
kebijakan moneter apa saja yang dapat dilakukan? Jelaskan masing-masing.
5. (Untuk diskusi kasus) Berdasarkan sebuah artikel berita tentang kenaikan harga BBM,
analisis penyebab kenaikan tersebut dan bagaimana dampaknya terhadap daya beli
masyarakat.
ASESMEN AKHIR PEMBELAJARAN:
● Jurnal Reflektif: Peserta didik menulis refleksi menyeluruh tentang pembelajaran
Bab IV, termasuk pemahaman mereka tentang uang, indeks harga, dan inflasi, serta
bagaimana pengetahuan ini dapat membantu mereka dalam mengambil keputusan
ekonomi di masa depan.
Tugas Akhir/Proyek:
● Proyek Analisis Dampak Inflasi Lokal: Peserta didik memilih satu atau dua
komoditas yang harganya sering berfluktuasi di daerah mereka (misalnya, harga cabai,
bawang, atau telur ayam) dan menganalisis tren harganya selama beberapa bulan
terakhir (menggunakan data dari internet atau observasi pasar). Mereka kemudian
membuat laporan singkat atau infografis yang menjelaskan potensi penyebab
fluktuasi harga tersebut dan dampaknya terhadap masyarakat sekitar.
Tes Tertulis (Pilihan Ganda dan Esai Singkat):
Soal Asesmen Akhir:
● Salah satu fungsi asli uang adalah sebagai alat tukar. Jelaskan mengapa fungsi ini
sangat penting dalam perekonomian modern dibandingkan sistem barter.
1. Jelaskan pengertian inflasi dan berikan contoh masing-masing dari inflasi ringan,
sedang, dan berat.
2. Seorang ibu rumah tangga mengeluh karena uang belanjanya tidak cukup lagi
untuk membeli kebutuhan pokok yang sama seperti bulan lalu. Analisislah
fenomena ini dari sudut pandang ekonomi dan sebutkan dua dampak negatif yang
mungkin dialami ibu tersebut.
3. Sebagai seorang pelajar, apa yang dapat Anda rekomendasikan kepada
pemerintah untuk mengatasi inflasi yang disebabkan oleh kenaikan harga bahan
bakar minyak (BBM)? (Jawab dengan argumentasi yang jelas).
MODUL AJAR DEEP LEARNING
MATA PELAJARAN : IPS (EKONOMI)
BAB 5: KEBIJAKAN MONETER DAN KEBIJAKAN FISKAL
A. IDENTITAS MODUL
Nama Sekolah : SMA NEGERI 1 KUTACANE
Nama Penyusun : Abdullah, [Link]
Mata Pelajaran : IPS (Ekonomi)
Kelas / Fase /Semester : XI/ F / Ganjil
Alokasi Waktu : 8 Jam Pelajaran (4 Pertemuan @ 2 JP)
Tahun Pelajaran : 2025 / 2026
B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK
Sebelum memulai pembelajaran Bab 5 Kebijakan Moneter dan Kebijakan Fiskal, peserta
didik diharapkan telah memiliki pemahaman dasar tentang:
● Pengetahuan Ekonomi: Konsep dasar ekonomi makro, seperti inflasi, deflasi,
pertumbuhan ekonomi, pengangguran, serta peran pemerintah dalam perekonomian.
Mereka juga diharapkan memahami fungsi uang dan lembaga keuangan seperti bank.
● Pengetahuan Umum: Berita atau isu ekonomi terkini yang relevan dengan kebijakan
pemerintah (misalnya, kenaikan harga bahan bakar, perubahan suku bunga bank,
anggaran negara).
● Keterampilan: Kemampuan membaca grafik sederhana (misalnya, grafik inflasi),
menganalisis berita, dan berpendapat secara logis.
● Pemahaman Kontekstual: Peserta didik mungkin pernah mendengar tentang Bank
Indonesia atau Kementerian Keuangan, namun belum memiliki pemahaman mendalam
mengenai peran dan instrumen kebijakannya.
C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN
Materi "Kebijakan Moneter dan Kebijakan Fiskal" merupakan jenis pengetahuan
konseptual, prosedural, dan pengetahuan metakognitif.
● Jenis Pengetahuan: Peserta didik akan memahami konsep dasar kebijakan moneter
dan fiskal, tujuan, serta instrumen-instrumennya (konseptual). Mereka akan
mempelajari bagaimana menganalisis dampak kebijakan ini terhadap perekonomian
dan masyarakat (prosedural). Selain itu, mereka akan didorong untuk merefleksikan
peran kebijakan ini dalam menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat
(metakognitif).
● Relevansi dengan Kehidupan Nyata: Materi ini sangat relevan karena kebijakan
moneter dan fiskal secara langsung memengaruhi kehidupan sehari-hari peserta didik,
seperti harga barang (inflasi), ketersediaan lapangan kerja, tingkat bunga pinjaman,
pajak, dan subsidi. Pemahaman ini penting untuk menjadi warga negara yang sadar
ekonomi dan mampu berpartisipasi dalam pengambilan keputusan publik.
● Tingkat Kesulitan: Materi ini memiliki tingkat kesulitan menengah. Konsep-konsep
seperti operasi pasar terbuka, Giro Wajib Minimum, atau kurva IS-LM (meskipun
tidak dibahas detail di tingkat SMA) dapat menjadi abstrak. Hubungan kausal antar
variabel ekonomi juga membutuhkan pemahaman yang cermat.
● Struktur Materi: Materi diawali dengan pengenalan kebijakan moneter (tujuan,
peran Bank Indonesia, instrumen), dilanjutkan dengan kebijakan fiskal (tujuan, peran
pemerintah, instrumen), kemudian dibahas interaksi dan perbedaan kedua kebijakan,
serta diakhiri dengan isu-isu dan contoh penerapannya.
● Integrasi Nilai dan Karakter: Materi ini akan mengintegrasikan nilai-nilai seperti
kewargaan (memahami peran pemerintah dan Bank Sentral), penalaran kritis (dalam
menganalisis dampak kebijakan), kolaborasi (saat diskusi kelompok atau proyek),
kemandirian (dalam memahami konsep), dan komunikasi (dalam menyampaikan
argumen).
D. DIMENSI PROFIL LULUSAN PEMBELAJARAN
Dalam pembelajaran Bab 5 Kebijakan Moneter dan Kebijakan Fiskal, dimensi profil
lulusan yang akan dicapai adalah:
● Kewargaan: Peserta didik akan memahami peran penting pemerintah dan lembaga
keuangan (Bank Indonesia) dalam mengatur perekonomian demi kesejahteraan
masyarakat, menumbuhkan rasa tanggung jawab sebagai warga negara yang sadar
ekonomi.
● Penalaran Kritis: Peserta didik akan dilatih untuk menganalisis isu-isu ekonomi
terkini, mengevaluasi dampak kebijakan moneter dan fiskal, serta memecahkan
masalah ekonomi sederhana.
● Kolaborasi: Peserta didik akan bekerja sama dalam kelompok untuk menganalisis
studi kasus, berdiskusi, dan menyiapkan presentasi.
● Kemandirian: Peserta didik akan mengembangkan kemampuan belajar mandiri,
mencari informasi relevan, dan membentuk opini berdasarkan data.
● Komunikasi: Peserta didik akan mengembangkan kemampuan menyampaikan ide,
analisis, dan argumen mereka secara jelas dan persuasif, baik secara lisan maupun
tulisan.
DESAIN PEMBELAJARAN
A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP) NOMOR : 32 TAHUN 2024
Pada akhir Fase F, peserta didik mampu memahami konsep-konsep dasar kebijakan
moneter dan kebijakan fiskal, mengidentifikasi tujuan dan instrumen masing-masing
kebijakan. Peserta didik juga mampu menganalisis dampak kebijakan moneter dan fiskal
terhadap stabilitas ekonomi dan pertumbuhan, serta mengidentifikasi penerapannya
dalam kehidupan sehari-hari dan isu ekonomi global. Secara spesifik untuk Bab 5, peserta
didik diharapkan mampu:
● Mendefinisikan kebijakan moneter dan kebijakan fiskal.
● Mengidentifikasi tujuan dan peran Bank Indonesia dalam kebijakan moneter.
● Menjelaskan instrumen-instrumen kebijakan moneter.
● Mengidentifikasi tujuan dan peran pemerintah dalam kebijakan fiskal.
● Menjelaskan instrumen-instrumen kebijakan fiskal.
● Menganalisis perbedaan dan keterkaitan antara kebijakan moneter dan kebijakan
fiskal.
● Mengevaluasi dampak kebijakan moneter dan fiskal terhadap kondisi perekonomian
(inflasi, pengangguran, pertumbuhan ekonomi).
B. LINTAS DISIPLIN ILMU YANG RELEVAN
● Sosiologi: Dampak kebijakan ekonomi terhadap masyarakat dan struktur sosial.
● Sejarah: Kebijakan ekonomi pada masa lalu dan dampaknya.
● Pendidikan Kewarganegaraan: Peran pemerintah, hak dan kewajiban warga negara,
partisipasi dalam kebijakan publik.
● Matematika: Analisis data statistik ekonomi (inflasi, PDB), perhitungan sederhana
terkait anggaran.
● Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK): Pemanfaatan data daring, presentasi
digital, simulasi ekonomi.
● Bahasa Indonesia/Inggris: Kemampuan membaca dan memahami teks berita
ekonomi, menyajikan informasi secara terstruktur.
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Pertemuan 1 (2 JP): Kebijakan Moneter: Konsep, Tujuan, dan Peran Bank Indonesia
● Melalui diskusi dan studi kasus berita, peserta didik dapat menjelaskan pengertian
dan tujuan kebijakan moneter.
● Melalui eksplorasi sumber daya, peserta didik dapat mengidentifikasi dan
menjelaskan peran Bank Indonesia sebagai pembuat kebijakan moneter di Indonesia.
● Dengan menganalisis fenomena ekonomi, peserta didik dapat menghubungkan
kebijakan moneter dengan upaya menjaga stabilitas harga dan nilai tukar.
Pertemuan 2 (2 JP): Kebijakan Moneter: Instrumen dan Mekanisme
● Melalui studi kasus dan diskusi kelompok, peserta didik dapat menjelaskan berbagai
instrumen kebijakan moneter (operasi pasar terbuka, fasilitas diskonto, giro wajib
minimum, imbauan moral).
● Dengan menganalisis skenario ekonomi, peserta didik dapat menjelaskan mekanisme
kerja setiap instrumen kebijakan moneter dalam mempengaruhi jumlah uang beredar.
● Melalui simulasi sederhana, peserta didik dapat memprediksi dampak penggunaan
instrumen kebijakan moneter terhadap suku bunga, investasi, dan inflasi.
Pertemuan 3 (2 JP): Kebijakan Fiskal: Konsep, Tujuan, Instrumen, dan Peran
Pemerintah
● Melalui diskusi dan studi kasus anggaran negara, peserta didik dapat menjelaskan
pengertian dan tujuan kebijakan fiskal.
● Melalui eksplorasi data, peserta didik dapat mengidentifikasi dan menjelaskan peran
pemerintah sebagai pembuat kebijakan fiskal.
● Dengan menganalisis kebijakan pemerintah, peserta didik dapat menjelaskan berbagai
instrumen kebijakan fiskal (pajak, pengeluaran pemerintah, subsidi, transfer) dan
dampaknya.
Pertemuan 4 (2 JP): Interaksi dan Dampak Kebijakan Moneter & Fiskal
● Melalui diskusi kelompok, peserta didik dapat membedakan secara jelas kebijakan
moneter dan kebijakan fiskal dari segi tujuan, instrumen, dan pelaku.
● Dengan menganalisis studi kasus nyata, peserta didik dapat menjelaskan bagaimana
interaksi antara kebijakan moneter dan fiskal dapat mempengaruhi kondisi
perekonomian.
● Melalui proyek analisis kebijakan, peserta didik dapat mengevaluasi efektivitas
kebijakan moneter atau fiskal tertentu dalam mengatasi masalah ekonomi (misal:
inflasi, pengangguran).
D. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL
Topik pembelajaran kontekstual akan berpusat pada isu-isu ekonomi aktual dan relevan
yang melibatkan kebijakan moneter dan fiskal, mendorong peserta didik untuk
menghubungkan teori dengan praktik. Contoh topik:
● "Inflasi di Indonesia: Peran Bank Indonesia dalam Menjaga Stabilitas Harga"
● "Dampak APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) terhadap Pendidikan
dan Kesehatan Masyarakat"
● "Mengapa Suku Bunga Kredit Bisa Naik atau Turun?"
● "Subsidi Energi: Beban Pemerintah dan Dampaknya pada Rakyat"
● "Strategi Pemerintah Mengatasi Pengangguran Melalui Kebijakan Ekonomi"
● "Peran Pajak dalam Pembangunan Nasional"
Peserta didik akan memilih atau merancang ide proyek/diskusi yang sesuai dengan minat
mereka dan ketersediaan data/berita.
KERANGKA PEMBELAJARAN
PRAKTIK PEDAGOGIK:
● Metode Pembelajaran: Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-Based Learning) dan
Diskusi Kelompok.
● Eksplorasi Lapangan (Mini-Observasi/Studi Kasus Berita): Peserta didik
didorong untuk mengamati berita-berita ekonomi di media massa (online/cetak),
mengidentifikasi isu-isu yang berkaitan dengan kebijakan moneter atau fiskal.
● Wawancara (Opsional/Sederhana): Jika memungkinkan, peserta didik dapat
melakukan wawancara singkat dengan praktisi ekonomi (misalnya, akuntan, pegawai
bank, atau pelaku usaha kecil) untuk mendapatkan perspektif praktis tentang dampak
kebijakan ekonomi.
● Presentasi: Peserta didik akan mempresentasikan hasil proyek atau analisis studi
kasus mereka di depan kelas.
MITRA PEMBELAJARAN:
● Lingkungan Sekolah: Guru mata pelajaran lain (Sejarah, PKn, Matematika, Bahasa
Indonesia), perpustakaan sekolah, komunitas siswa (misalnya, klub
Ekonomi/Jurnalistik) untuk kolaborasi.
● Lingkungan Luar Sekolah: Bank Indonesia (melalui situs web resmi, publikasi),
Kementerian Keuangan (melalui situs web resmi, Laporan APBN), lembaga riset
ekonomi, media massa (portal berita ekonomi), platform edukasi online (Coursera,
edX, Khan Academy) sebagai sumber belajar tambahan.
● Masyarakat: Para ekonom (melalui artikel atau video), pelaku usaha.
LINGKUNGAN BELAJAR:
● Ruang Fisik: Ruang kelas yang dapat diatur untuk diskusi kelompok dan presentasi.
Perpustakaan sekolah untuk mencari referensi.
● Ruang Virtual: Google Classroom sebagai pusat pengumuman, distribusi materi,
pengumpulan tugas, dan forum diskusi. Situs web resmi Bank Indonesia,
Kementerian Keuangan, dan portal berita ekonomi sebagai sumber data dan informasi.
Budaya Belajar:
● Kolaboratif: Mendorong kerja sama dalam kelompok untuk menganalisis isu,
merancang proyek, dan memecahkan masalah.
● Berpartisipasi Aktif: Memotivasi semua peserta didik untuk aktif dalam diskusi,
riset, dan presentasi.
● Rasa Ingin Tahu: Memicu minat peserta didik untuk menjelajahi fenomena ekonomi
secara mendalam, memahami sebab-akibat kebijakan, dan mencari solusi inovatif.
PEMANFAATAN DIGITAL:
● Perpustakaan Digital: Menggunakan akses ke e-books, jurnal ilmiah, artikel
ekonomi, dan situs web resmi lembaga keuangan/pemerintah.
● Forum Diskusi Daring: Google Classroom atau platform lain untuk diskusi asinkron,
berbagi tautan berita/video, troubleshooting pemahaman konsep, dan mengunggah
progres proyek.
● Penilaian Daring: Menggunakan Google Forms atau platform kuesioner online
untuk asesmen awal atau umpan balik.
● Kahoot!/Mentimeter: Digunakan untuk kuis interaktif atau polling opini di awal
atau akhir sesi pembelajaran untuk meningkatkan keterlibatan dan menguji
pemahaman singkat.
● Google Classroom: Sebagai platform utama untuk manajemen pembelajaran,
distribusi materi, pengumpulan tugas, dan komunikasi.
● Video Pembelajaran: Saluran YouTube edukasi (misalnya Khan Academy
Economics, video dari Bank Indonesia/Kementerian Keuangan).
F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI
PERTEMUAN 1: KEBIJAKAN MONETER: KONSEP, TUJUAN, DAN PERAN
BANK INDONESIA
KEGIATAN PENDAHULUAN (MINDFUL LEARNING, JOYFUL LEARNING):
● Pembukaan (5 menit): Guru menyapa peserta didik, memimpin doa, dan memeriksa
kehadiran.
● Ice Breaker (10 menit - Joyful): Guru menampilkan headline berita ekonomi terkini
yang berkaitan dengan inflasi atau suku bunga. Guru bertanya, "Apa yang kalian
pahami dari berita ini? Siapa yang bertanggung jawab mengatasi masalah ini?". Ini
memicu rasa ingin tahu dan menghubungkan materi dengan isu aktual.
● Apersepsi (10 menit - Mindful): Guru mengaitkan isu yang dibahas dengan konsep
kebijakan ekonomi. Guru menjelaskan bahwa ada dua jenis kebijakan utama yang
dilakukan pemerintah dan bank sentral untuk mengendalikan ekonomi, yaitu
kebijakan moneter dan kebijakan fiskal. Guru menyampaikan relevansi pembelajaran
ini dalam memahami dinamika perekonomian negara dan dampaknya pada individu.
● Penyampaian Tujuan (5 menit): Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang
akan dicapai pada pertemuan ini.
KEGIATAN INTI (MEANINGFUL LEARNING, JOYFUL LEARNING,
MINDFUL LEARNING):
Memahami (20 menit - Meaningful, Mindful):
● Guru menjelaskan pengertian kebijakan moneter (pengaturan jumlah uang beredar
untuk mencapai tujuan ekonomi).
● Guru menjelaskan tujuan kebijakan moneter (stabilitas harga, pertumbuhan ekonomi,
kestabilan nilai tukar, dll.)
● Guru memperkenalkan Bank Indonesia sebagai otoritas moneter di Indonesia dan
perannya.
● Diferensiasi Konten: Guru dapat menyediakan infografis atau rangkuman materi
tentang kebijakan moneter dan peran Bank Indonesia untuk siswa yang memiliki gaya
belajar visual. Guru merujuk pada BS 11 - [Link] halaman 135-139.
Mengaplikasi (30 menit - Joyful, Meaningful):
● Studi Kasus Berita (Kolaboratif): Peserta didik dibagi ke dalam kelompok kecil (3-
4 orang). Setiap kelompok diberikan artikel berita singkat tentang kebijakan moneter
(misalnya, Bank Indonesia menaikkan/menurunkan suku bunga acuan atau
melakukan intervensi rupiah).
● Setiap kelompok diminta untuk:
Mengidentifikasi isu ekonomi yang diangkat dalam berita.
Menjelaskan kebijakan moneter yang diambil oleh Bank Indonesia.
Mendiskusikan tujuan di balik kebijakan tersebut.
● Diferensiasi Proses: Guru berkeliling membimbing setiap kelompok, memberikan
pertanyaan pemandu atau bantuan dalam memahami istilah ekonomi. Bagi kelompok
yang cepat, guru bisa menantang mereka untuk mencari berita lain yang lebih
kompleks.
Merefleksi (10 menit - Mindful, Meaningful):
● Beberapa perwakilan kelompok mempresentasikan hasil analisis berita mereka secara
singkat.
● Guru memimpin diskusi kelas untuk menyimpulkan pemahaman tentang kebijakan
moneter dan peran Bank Indonesia.
● Refleksi Diri (Mindful): Guru meminta peserta didik untuk menuliskan satu hal baru
yang mereka pelajari tentang Bank Indonesia dan mengapa peran Bank Indonesia itu
penting bagi mereka pribadi.
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT - CONSTRUCTIVE FEEDBACK,
SUMMARIZE, PLANNING):
● Umpan Balik Konstruktif: Guru memberikan pujian atas partisipasi aktif dan
kemampuan awal peserta didik dalam menganalisis berita. Guru mengapresiasi upaya
siswa dalam berdiskusi dan berkolaborasi.
● Menyimpulkan Pembelajaran: Guru bersama peserta didik merangkum poin-poin
penting tentang pengertian, tujuan, dan peran Bank Indonesia dalam kebijakan
moneter.
● Perencanaan Pembelajaran Selanjutnya: Guru memberikan gambaran singkat
tentang kegiatan di pertemuan berikutnya (instrumen kebijakan moneter). Guru dapat
memberikan tugas ringan untuk mencari tahu tentang "suku bunga" atau "pasar uang".
● Doa dan salam penutup.
PERTEMUAN 2: KEBIJAKAN MONETER: INSTRUMEN DAN MEKANISME
KEGIATAN PENDAHULUAN (MINDFUL LEARNING, JOYFUL LEARNING):
● Pembukaan (5 menit): Guru menyapa peserta didik, memimpin doa, dan memeriksa
kehadiran.
● Review dan Kuis Singkat (10 menit - Joyful): Guru menggunakan Kahoot! atau
Mentimeter untuk kuis singkat tentang tujuan dan peran Bank Indonesia dari
pertemuan sebelumnya.
● Membangkitkan Rasa Ingin Tahu (10 menit - Mindful): Guru bertanya,
"Bagaimana Bank Indonesia bisa membuat uang yang beredar di masyarakat jadi
lebih banyak atau lebih sedikit? Apa 'alat' yang mereka punya?". Guru mengarahkan
jawaban ke instrumen kebijakan moneter.
● Penyampaian Tujuan (5 menit): Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini.
KEGIATAN INTI (MEANINGFUL LEARNING, JOYFUL LEARNING,
MINDFUL LEARNING):
Memahami (20 menit - Meaningful, Mindful):
● Guru menjelaskan instrumen kebijakan moneter: Operasi Pasar Terbuka (OPT -
jual/beli SBI/SBPU), Fasilitas Diskonto (menaikkan/menurunkan suku bunga acuan),
Giro Wajib Minimum (GWM - cadangan minimum bank), dan Imbauan Moral.
● Guru menjelaskan mekanisme kerja setiap instrumen dalam mempengaruhi jumlah
uang beredar dan suku bunga.
● Guru merujuk pada BS 11 - [Link] halaman 140-144.
● Diferensiasi Konten: Guru dapat menyediakan diagram alur atau skema visual yang
menunjukkan bagaimana setiap instrumen bekerja, untuk siswa yang memiliki gaya
belajar visual.
Mengaplikasi (30 menit - Joyful, Meaningful):
● Studi Kasus Skenario Ekonomi (Kolaboratif): Peserta didik dalam kelompok
diberikan beberapa skenario ekonomi (misalnya, terjadi inflasi tinggi, terjadi resesi
ekonomi).
● Setiap kelompok diminta untuk:
Menganalisis skenario tersebut.
Menentukan instrumen kebijakan moneter apa yang paling tepat digunakan Bank
Indonesia.
Menjelaskan bagaimana instrumen tersebut bekerja untuk mengatasi masalah
dalam skenario.
● Diferensiasi Proses: Guru berkeliling membimbing peserta didik.
Bagi yang kesulitan: Guru memberikan contoh konkret dari setiap instrumen dan
membantu dalam menentukan pilihan instrumen.
Bagi yang sudah mahir: Guru dapat menantang mereka untuk
mempertimbangkan efek samping dari penggunaan instrumen tertentu.
Merefleksi (10 menit - Mindful, Meaningful):
● Beberapa perwakilan kelompok mempresentasikan analisis skenario mereka.
● Refleksi Diri (Mindful): Guru meminta peserta didik untuk menuliskan instrumen
kebijakan moneter yang menurut mereka paling efektif dan mengapa.
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT - CONSTRUCTIVE FEEDBACK,
SUMMARIZE, PLANNING):
● Umpan Balik Konstruktif: Guru memberikan apresiasi atas kemampuan peserta
didik dalam menganalisis skenario dan menerapkan instrumen kebijakan.
● Menyimpulkan Pembelajaran: Guru merangkum instrumen-instrumen kebijakan
moneter dan mekanisme kerjanya.
● Perencanaan Pembelajaran Selanjutnya: Guru menginformasikan bahwa
pertemuan selanjutnya akan fokus pada kebijakan fiskal. Guru dapat meminta peserta
didik untuk mencari tahu tentang "APBN" atau "pajak".
● Doa dan salam penutup.
PERTEMUAN 3: KEBIJAKAN FISKAL: KONSEP, TUJUAN, INSTRUMEN,
DAN PERAN PEMERINTAH
KEGIATAN PENDAHULUAN (MINDFUL LEARNING, JOYFUL LEARNING):
● Pembukaan (5 menit): Guru menyapa peserta didik, memimpin doa, dan memeriksa
kehadiran.
● Pemanasan Konsep (10 menit - Joyful): Guru menampilkan infografis sederhana
tentang komponen APBN (pendapatan dari pajak, pengeluaran untuk
pendidikan/kesehatan). Guru bertanya, "Dari mana negara kita mendapatkan uang?
Untuk apa saja uang itu digunakan?". Ini memicu diskusi tentang peran pemerintah
dalam ekonomi.
● Koneksi ke Tujuan (10 menit - Mindful): Guru menjelaskan bahwa APBN adalah
alat pemerintah dalam melakukan kebijakan fiskal, yaitu kebijakan yang berkaitan
dengan pendapatan dan pengeluaran negara. Guru menekankan pentingnya kebijakan
ini untuk pembangunan dan kesejahteraan rakyat.
● Penyampaian Tujuan (5 menit): Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini.
KEGIATAN INTI (MEANINGFUL LEARNING, JOYFUL LEARNING,
MINDFUL LEARNING):
Memahami (20 menit - Meaningful, Mindful):
● Guru menjelaskan pengertian dan tujuan kebijakan fiskal (stabilitas ekonomi,
pertumbuhan ekonomi, pemerataan pendapatan, dll.).
● Guru menjelaskan instrumen kebijakan fiskal: Pajak (menaikkan/menurunkan),
Pengeluaran Pemerintah (belanja barang, belanja modal), dan Transfer/Subsidi.
● Guru memperkenalkan Kementerian Keuangan sebagai pelaksana kebijakan fiskal.
● Guru merujuk pada BS 11 - [Link] halaman 145-148.
● Diferensiasi Konten: Guru dapat menyediakan data APBN sederhana (pendapatan vs
pengeluaran) untuk dianalisis siswa, atau contoh kebijakan fiskal dari negara lain.
Mengaplikasi (30 menit - Joyful, Meaningful):
● Analisis Kebijakan Pemerintah (Kolaboratif): Peserta didik dibagi ke dalam
kelompok. Setiap kelompok diberikan studi kasus tentang kebijakan fiskal yang
sedang atau pernah diterapkan (misalnya, kenaikan/penurunan PPN, program bantuan
sosial, pembangunan infrastruktur).
● Setiap kelompok diminta untuk:
Mengidentifikasi instrumen kebijakan fiskal yang digunakan.
Menjelaskan tujuan kebijakan tersebut.
Menganalisis potensi dampak kebijakan terhadap masyarakat dan perekonomian.
● Diferensiasi Proses: Guru membimbing diskusi kelompok.
Bagi yang kesulitan: Guru memberikan pertanyaan terarah untuk membantu
mengidentifikasi instrumen dan tujuan.
Bagi yang sudah mahir: Guru dapat menantang mereka untuk mencari data
pendukung atau menganalisis keberhasilan/kegagalan kebijakan tersebut.
Merefleksi (10 menit - Mindful, Meaningful):
● Beberapa perwakilan kelompok mempresentasikan hasil analisis kebijakan mereka.
● Refleksi Diri (Mindful): Guru meminta peserta didik untuk menuliskan satu
kebijakan fiskal yang menurut mereka paling penting dan mengapa.
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT - CONSTRUCTIVE FEEDBACK,
SUMMARIZE, PLANNING):
● Umpan Balik Konstruktif: Guru memberikan apresiasi atas kemampuan peserta
didik dalam menganalisis kebijakan pemerintah.
● Menyimpulkan Pembelajaran: Guru merangkum prinsip, tujuan, dan instrumen
kebijakan fiskal.
● Perencanaan Pembelajaran Selanjutnya: Guru menginformasikan bahwa
pertemuan terakhir akan fokus pada interaksi dan perbedaan antara kebijakan moneter
dan fiskal, serta proyek akhir. Peserta didik diminta untuk memikirkan isu ekonomi
yang ingin mereka analisis lebih lanjut untuk proyek.
● Doa dan salam penutup.
PERTEMUAN 4: INTERAKSI DAN DAMPAK KEBIJAKAN MONETER &
FISKAL
KEGIATAN PENDAHULUAN (MINDFUL LEARNING, JOYFUL LEARNING):
● Pembukaan (5 menit): Guru menyapa peserta didik, memimpin doa, dan memeriksa
kehadiran.
● Pemanasan Ide (10 menit - Joyful): Guru menampilkan dua berita berbeda: satu
tentang Bank Indonesia yang menaikkan suku bunga, satu lagi tentang pemerintah
yang meluncurkan program subsidi baru. Guru bertanya, "Apakah kedua kebijakan ini
punya hubungan? Bagaimana jika keduanya terjadi bersamaan?". Ini memicu
pemikiran tentang interaksi kebijakan.
● Koneksi ke Tujuan (10 menit - Mindful): Guru menjelaskan bahwa kebijakan
moneter dan fiskal seringkali berinteraksi, dan pemahaman interaksi ini penting untuk
melihat gambaran besar ekonomi. Guru menekankan bahwa mereka akan
mengevaluasi efektivitas kebijakan untuk mengatasi masalah ekonomi.
● Penyampaian Tujuan (5 menit): Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini.
KEGIATAN INTI (MEANINGFUL LEARNING, JOYFUL LEARNING,
MINDFUL LEARNING):
Memahami (15 menit - Meaningful, Mindful):
● Guru memfasilitasi diskusi perbandingan antara kebijakan moneter dan fiskal (tujuan,
pelaku, instrumen).
● Guru menjelaskan bagaimana kedua kebijakan dapat saling mendukung atau bahkan
bertentangan dalam mencapai tujuan ekonomi (misalnya, mengatasi inflasi vs.
stimulasi pertumbuhan).
● Guru merujuk pada BS 11 - [Link] halaman 149-152.
● Diferensiasi Konten: Guru dapat menyediakan tabel perbandingan atau kasus riil di
mana kedua kebijakan ini berinteraksi.
Mengaplikasi (45 menit - Joyful, Meaningful):
● Proyek Analisis Kebijakan (Kolaboratif/Kreativitas): Peserta didik bekerja dalam
kelompok untuk memilih satu isu ekonomi nyata (misalnya, inflasi, pengangguran,
ketimpangan pendapatan). Mereka diminta untuk:
Menganalisis isu tersebut.
Mengidentifikasi kebijakan moneter dan/atau fiskal yang relevan untuk mengatasi
isu tersebut.
Mengevaluasi potensi keberhasilan dan tantangan dari kebijakan yang diusulkan
atau yang sudah berjalan.
Menyajikan hasil analisis mereka dalam bentuk presentasi singkat.
● Presentasi Proyek: Setiap kelompok mempresentasikan hasil riset dan analisis
mereka di depan kelas.
● Diferensiasi Proses: Guru berkeliling memberikan bimbingan.
Bagi yang kesulitan dalam riset: Guru dapat memberikan beberapa sumber
berita atau data awal.
Bagi yang sudah mahir: Guru dapat menantang mereka untuk mengajukan
kebijakan alternatif atau menganalisis dampak kebijakan dalam jangka panjang.
Merefleksi (10 menit - Mindful, Meaningful):
● Refleksi Diri (Mindful): Setelah semua presentasi, guru meminta peserta didik untuk
menuliskan peran apa yang paling ingin mereka ambil dalam merumuskan atau
mengimplementasikan kebijakan ekonomi di masa depan (misalnya, menjadi ekonom,
politisi, aktivis, atau pengusaha).
● Saling Memberi Apresiasi: Setiap peserta didik memberikan satu apresiasi kepada
teman/kelompok lain (misalnya, "Saya terkesan dengan argumenmu tentang
pengangguran...", "Analisis kelompokmu tentang dampak pajak sangat detail...")
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT - CONSTRUCTIVE FEEDBACK,
SUMMARIZE, PLANNING):
● Umpan Balik Konstruktif: Guru memberikan umpan balik menyeluruh tentang
proyek dan presentasi peserta didik, menyoroti pemahaman konsep dan kemampuan
mereka dalam mengaitkan teori dengan isu ekonomi nyata.
● Menyimpulkan Pembelajaran: Guru bersama peserta didik menyimpulkan capaian
pembelajaran Bab 5 secara keseluruhan, menekankan pentingnya kebijakan moneter
dan fiskal dalam menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi.
● Perencanaan Pembelajaran Selanjutnya: Guru memberikan gambaran singkat
tentang bab pembelajaran berikutnya.
● Doa dan salam penutup.
G. ASESMEN PEMBELAJARAN
ASESMEN AWAL PEMBELAJARAN:
● Tujuan: Mengukur pengetahuan awal peserta didik tentang konsep dasar ekonomi
makro (inflasi, pengangguran), peran uang, dan pemahaman umum tentang isu
ekonomi terkini.
Jenis Asesmen:
● Kuesioner/Polling Opini (Menggunakan Google Forms/Mentimeter): Pertanyaan
tentang apa yang mereka ketahui tentang inflasi, Bank Indonesia, atau pajak.
● Observasi: Guru mengamati partisipasi dan respon peserta didik saat kegiatan ice
breaker atau pertanyaan pemicu di awal pertemuan pertama.
● Tes Diagnostik (Singkat): Soal pilihan ganda atau isian singkat tentang konsep
ekonomi dasar (misalnya, apa itu inflasi, apa fungsi uang).
Contoh Soal (Kuesioner/Tes Diagnostik):
1. Apa yang Anda pahami tentang "inflasi"? Berikan contoh sederhana.
2. Siapa yang Anda tahu bertanggung jawab atas pengaturan uang di Indonesia?
3. Menurut Anda, mengapa pemerintah mengumpulkan pajak dari masyarakat?
4. Jika harga-harga barang terus naik, apa dampaknya bagi Anda sebagai konsumen?
5. Apa perbedaan antara "pendapatan" dan "pengeluaran" dalam konteks negara?
ASESMEN PROSES PEMBELAJARAN:
● Tujuan: Memantau pemahaman peserta didik selama proses pembelajaran,
kemampuan berkolaborasi, menganalisis, dan menyampaikan ide.
Jenis Asesmen:
● Tugas Harian (Worksheet/Catatan Diskusi): Penilaian terhadap ringkasan artikel
berita, hasil analisis skenario, atau catatan diskusi kelompok.
● Diskusi Kelompok: Observasi guru terhadap partisipasi, kontribusi, dan kemampuan
berargumentasi dalam diskusi kelompok (misalnya saat menganalisis instrumen
kebijakan atau dampak kebijakan).
● Mini-Presentasi/Presentasi Proyek (Formatif): Penilaian terhadap kemampuan
menyampaikan hasil analisis berita atau studi kasus secara singkat.
Contoh Soal/Rubrik (untuk tugas harian/observasi):
1. Analisis Berita Moneter: Jika Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan,
menurut Anda apa tujuan kebijakan tersebut dan bagaimana dampaknya pada
pinjaman di bank?
2. Identifikasi Instrumen Fiskal: Sebutkan dua instrumen kebijakan fiskal dan
jelaskan bagaimana pemerintah dapat menggunakannya untuk menstimulasi
pertumbuhan ekonomi.
3. Skenario Kebijakan: Saat perekonomian sedang lesu dan tingkat pengangguran
tinggi, apakah Bank Indonesia cenderung akan menaikkan atau menurunkan Giro
Wajib Minimum (GWM)? Jelaskan alasannya.
4. Peran Pemerintah: Mengapa pemerintah perlu melakukan kebijakan fiskal?
Berikan satu contoh konkret dari kebijakan fiskal yang Anda ketahui di Indonesia.
5. Partisipasi Diskusi: Berikan skor 1-4 (1=jarang, 4=sangat aktif) untuk partisipasi
siswa dalam diskusi kelompok tentang interaksi kebijakan moneter dan fiskal.
(Rubrik sederhana: Apakah siswa mengajukan pertanyaan? Apakah siswa
menanggapi ide teman? Apakah siswa memberikan argumen yang relevan?).
ASESMEN AKHIR PEMBELAJARAN:
● Tujuan: Mengukur pencapaian tujuan pembelajaran secara komprehensif, meliputi
pemahaman konsep, keterampilan pemecahan masalah, dan kesadaran akan relevansi
kebijakan ekonomi.
Jenis Asesmen:
● Jurnal Reflektif: Peserta didik menulis refleksi pribadi tentang proses belajar mereka
di unit ini, tantangan terbesar dalam memahami konsep, dan bagaimana mereka
mengatasi masalah tersebut, serta bagaimana pemahaman ini mengubah pandangan
mereka tentang ekonomi.
● Tugas Akhir (Proyek): Laporan dan Presentasi Proyek Analisis Kebijakan Moneter
atau Fiskal.
● Tes Tertulis (Essay/Pilihan Ganda): Menguji pemahaman konseptual, analitis, dan
kemampuan membedakan kedua kebijakan.
Contoh Soal (untuk Tes Tertulis/Jurnal Reflektif):
1. Perbedaan Kebijakan: Jelaskan perbedaan fundamental antara kebijakan moneter
dan kebijakan fiskal dari segi tujuan utama, instrumen yang digunakan, dan lembaga
pelaksananya.
2. Dampak Kebijakan Moneter: Apabila terjadi inflasi yang sangat tinggi di suatu
negara, kebijakan moneter ekspansif atau kontraktif yang sebaiknya diterapkan oleh
bank sentral? Jelaskan instrumen apa yang dapat digunakan dan bagaimana
mekanisme kerjanya untuk mengatasi inflasi tersebut.
3. Dampak Kebijakan Fiskal: Bayangkan pemerintah ingin mengurangi angka
pengangguran. Kebijakan fiskal apa yang dapat dipertimbangkan? Jelaskan
bagaimana kebijakan tersebut dapat mempengaruhi penciptaan lapangan kerja.
4. Interaksi Kebijakan: Jelaskan sebuah skenario di mana kebijakan moneter dan
kebijakan fiskal saling mendukung dalam mencapai tujuan pertumbuhan ekonomi
dan stabilitas harga. Berikan contoh instrumen yang mungkin digunakan oleh
masing-masing pihak.
5. Jurnal Reflektif: Setelah mempelajari kebijakan moneter dan fiskal, bagaimana
Anda melihat peran pemerintah dan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas
perekonomian? Apa yang bisa Anda lakukan sebagai warga negara untuk
mendukung tujuan tersebut?
KRITERIA KETERCAPAIAN TUJUAN PEMBELAJARAN (KKTP)
MATA PELAJARAN EKONOMI
Satuan Pendidikan : SMA/MA …………………….....................
Mata Pelajaran : EKONOMI
Kelas / Semester : XI (Sebelas) / 1
Tahun Penyusunan : 20 ..... / 20 .....
CAPAIAN PEMBELAJARAN EKONOMI FASE F
Pada akhir fase F, peserta didik mampu mengidentifikasi berbagai permasalahan ekonomi
(mikro dan makro) berdasarkan fenomena yang terjadi di lingkungan (masyarakat, bangsa,
dan antar-bangsa). Peserta didik mampu secara kritis dan kreatif memberikan solusi
pemecahan masalah terhadap berbagai permasalahan ekonomi yang terjadi. Peserta didik
mampu dalam mencari, mengolah, dan menginterpretasi data dari sumber terpercaya dalam
rangka membuat suatu kesimpulan serta evaluasi mengenai konsep ekonomi mikro, ekonomi
makro, dan ekonomi internasional.
Fase F Berdasarkan Elemen
Elemen Capaian
Pemahaman Pada akhir fase ini, peserta didik mampu menjelaskan berbagai konsep
Konsep ekonomi baik yang bersifat mikro maupun makro. Peserta didik
mengidentifikasi berbagai permasalahan ekonomi akibat dari terjadinya
berbagai kegiatan ekonomi mulai dari kegiatan produksi, distribusi, dan
konsumsi. Peserta didik juga mampu menjelaskan dampak dari
permasalahan ekonomi yang sedang terjadi berdasarkan konsep yang
sudah dipelajari. Konsep ekonomi yang diharapkan dikuasai peserta didik
pada fase ini yaitu Peran Pelaku Ekonomi, Teori Perilaku konsumen,
Teori Perilaku Produsen (Pengusaha), Pengangguran, Inflasi, Pendapatan
Nasional, Ketimpangan Disitribusi Pendapatan, Permintaan dan
Penawaran Agregat, Pertumbuhan Ekonomi, Pasar Uang, Kebijakan
Fiskal dan Moneter, Perdagangan Internasional dan Hambatan, Neraca
Pembayaran dan Perjanjian Perdagangan Internasional, Sistem dan Pelaku
Ekonomi.
Keterampilan Pada akhir fase ini, peserta didik mampu melakukan kegiatan penelitian
Proses sederhana dengan menggunakan teknik atau metode yang sesuai untuk
mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengorganisasikan
informasi, menarik kesimpulan, dan mengomunikasikan hasil penelitian
mengenai berbagai fenomena ekonomi berdasarkan konsep-konsep
ekonomi. Peserta didik mampu merefleksikan dan merencanakan projek
lanjutan secara kolaboratif.
Interval Keterangan
No Tujuan Pembelajaran (TP) Kriteria Nilai Nilai
Intervensi
1 2 3 4
1 Membedakan konsep badan usaha
dan perusahaan
Mengklasifikasikan jenis badan
usaha
2 Menjelaskan pengertian BUMN
dan BUMD
Membedakan jenis BUMN dan
BUMD
Menjelaskan peran BUMN dan
BUMD dalam perekonomian
Menganalisis keunggulan dan
kelemahan BUMN dan BUMD
3 Menjelaskan pengertian BUMS
Membedakan jenis BUMS
Menjelaskan peran BUMS dalam
perekonomian
Menganalisis keunggulan dan
kelemahan BUMS
Membedakan BUMN, BUMD, dan
BUMS
Menganalisis kinerja BUMN,
BUMD, dan BUMS
4 Mendeskripsikan sejarah dan
pengertian koperasi
Menjelaskan landasan dan prinsip
koperasi
Membedakan jenis koperasi
Membedakan perangkat organisasi
koperasi
Menentukan sumber permodalan
koperasi
Menghitung sisa hasil usaha
5 Menjelaskan pengertian
manajemen
Merinci fungsi manajemen
Membedakan fungsi manajemen
Menentukan tingkatan manajemen
Membuat Perencanaan Bisnis
dengan menerapkan literasi
keuangan
6 Mendeskripsikan pengertian
pendapatan nasional
Menguraikan pendekatan
pendapatan nasional
Membedakan pendekatan
pendapatan nasional
Menghitung pendapatan nasional
Mengidentifikasi konsep
pendapatan nasional
Menguraikan konsep pendapatan
nasional
Menghitung konsep pendapatan
nasional
Menjabarkan konsep pendapatan
per kapita
Menghitung pendapatan per kapita
7 Mengidentifikasi faktor-faktor
kesenjangan ekonomi
Menjelaskan dampak kesenjangan
ekonomi
Menganalisis indeks gini
Menganalisis kurva lorenz
Mengidentifikasi solusi mengatasi
kesenjangan ekonomi
Menjabarkan solusi mengatasi
kesenjangan ekonomi
8 Mengidentifikasi jenis tenaga kerja
Membedakan angkatan kerja dan
bukan angkatan kerja
Mendeskripsikan konsep
ketenagakerjaan
Menganalisis masalah
ketenagakerjaan
Menguraikan solusi mengatasi
masalah ketenagakerjaan
9 Menganalisis sistem upah
Mengidentifikasi jenis upah
10 Menjabarkan konsep
pengangguran
Mengidentifikasi jenis
pengangguran
Menganalisis upaya mengatasi
pengangguran
Interval Nilai Kriteria Intervensi
1 0-40% Belum Tuntas Remedial diseluruh bagian
2 41-60% Belum Tuntas Remedial dibagian yang diperlukan
3 61-80% Sudah Tuntas Tidak perlu remedial
4 81-100% Sudah Tuntas Diberikan pengayaan
Mengetahui, ………………. ………… 20 .....
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran
(…………………………………..) (…………………………………..)
NIP. ........................................ NIP. ........................................
KRITERIA KETERCAPAIAN TUJUAN PEMBELAJARAN (KKTP)
MATA PELAJARAN EKONOMI
Satuan Pendidikan : SMA/MA …………………….....................
Mata Pelajaran : EKONOMI
Kelas / Semester : XI (Sebelas) / 2
Tahun Penyusunan : 20 ..... / 20 .....
CAPAIAN PEMBELAJARAN EKONOMI FASE F
Pada akhir fase F, peserta didik mampu mengidentifikasi berbagai permasalahan ekonomi
(mikro dan makro) berdasarkan fenomena yang terjadi di lingkungan (masyarakat, bangsa,
dan antar-bangsa). Peserta didik mampu secara kritis dan kreatif memberikan solusi
pemecahan masalah terhadap berbagai permasalahan ekonomi yang terjadi. Peserta didik
mampu dalam mencari, mengolah, dan menginterpretasi data dari sumber terpercaya dalam
rangka membuat suatu kesimpulan serta evaluasi mengenai konsep ekonomi mikro, ekonomi
makro, dan ekonomi internasional.
Fase F Berdasarkan Elemen
Elemen Capaian
Pemahaman Pada akhir fase ini, peserta didik mampu menjelaskan berbagai konsep
Konsep ekonomi baik yang bersifat mikro maupun makro. Peserta didik
mengidentifikasi berbagai permasalahan ekonomi akibat dari terjadinya
berbagai kegiatan ekonomi mulai dari kegiatan produksi, distribusi, dan
konsumsi. Peserta didik juga mampu menjelaskan dampak dari
permasalahan ekonomi yang sedang terjadi berdasarkan konsep yang
sudah dipelajari. Konsep ekonomi yang diharapkan dikuasai peserta didik
pada fase ini yaitu Peran Pelaku Ekonomi, Teori Perilaku konsumen,
Teori Perilaku Produsen (Pengusaha), Pengangguran, Inflasi, Pendapatan
Nasional, Ketimpangan Disitribusi Pendapatan, Permintaan dan
Penawaran Agregat, Pertumbuhan Ekonomi, Pasar Uang, Kebijakan
Fiskal dan Moneter, Perdagangan Internasional dan Hambatan, Neraca
Pembayaran dan Perjanjian Perdagangan Internasional, Sistem dan Pelaku
Ekonomi.
Keterampilan Pada akhir fase ini, peserta didik mampu melakukan kegiatan penelitian
Proses sederhana dengan menggunakan teknik atau metode yang sesuai untuk
mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengorganisasikan
informasi, menarik kesimpulan, dan mengomunikasikan hasil penelitian
mengenai berbagai fenomena ekonomi berdasarkan konsep-konsep
ekonomi. Peserta didik mampu merefleksikan dan merencanakan projek
lanjutan secara kolaboratif.
Interval Keterangan
No Tujuan Pembelajaran (TP) Kriteria Nilai Nilai
Intervensi
1 2 3 4
1 Menjelaskan teori permintaan uang
Menjelaskan teori penawaran uang
2 Menjelaskan konsep perubahan
harga
Menjelaskan pengertian harga
Menguraikan tujuan perhitungan
indeks harga
Menentukan macam-macam
indeks harga
Menghitung indeks harga
3 Menjelaskan pengertian inflasi
Menganalisis penyebab inflasi
Menghitung inflasi
Mengelompokkan jenis-jenis
inflasi
Menganalisis dampak inflasi
Menganalisis cara mengatasi
inflasi
4 Menjelaskan konsep kebijakan
moneter
Menguraikan tujuan kebijakan
moneter
Membedakan jenis kebijakan
moneter
Menganalisis instrumen kebijakan
moneter
Menjelaskan konsep kebijakan
moneter
Menguraikan tujuan kebijakan
moneter
Membedakan jenis kebijakan
moneter
Menganalisis instrumen kebijakan
moneter
5 Menjelaskan konsep kebijakan
fiskal
Menguraikan tujuan kebi jakan
fiskal
Membedakan jenis kebijakan
fiskal
Menganalisis instrumen kebijakan
fiskal
6 Membedakan kebijakan moneter
dan kebijakan fiskal.
Menganalisis penerapan kebijakan
moneter dan kebijakan fiskal di
Indonesia.
Mengidentifikasi manfaat
kebijakan ekonomi.
7 Memberikan argumen tentang
evaluasi kebijakan ekonomi
Interval Nilai Kriteria Intervensi
1 0-40% Belum Tuntas Remedial diseluruh bagian
2 41-60% Belum Tuntas Remedial dibagian yang diperlukan
3 61-80% Sudah Tuntas Tidak perlu remedial
4 81-100% Sudah Tuntas Diberikan pengayaan
Mengetahui, ………………. ………… 20 .....
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran
(…………………………………..) (…………………………………..)
NIP. ........................................ NIP. ........................................