Metode CREATE
Metode CREATE
Apakah ada proses kerja atau proses Ya, proses kerja dan pembelajaran
pembelajaran yang bisa “digabungkan”, bisa digabungkan (A + B → AB)
misalnya dari A dan B menjadi AB? untuk menghasilkan pembelajaran
yang lebih efisien, bermakna, dan
kontekstual. Penggabungan ini
mendorong kolaborasi guru dan
meningkatkan pemahaman siswa
lintas bidang.
Apakah ada proses kerja atau proses Ya, banyak proses kerja dan
pembelajaran yang bisa “dibalik”, misalnya pembelajaran bisa (dan kadang
dari A – B menjadi B - A? sebaiknya) dibalik — dari A–B
menjadi B–A. Ini membantu
menciptakan pengalaman belajar
yang lebih aktif, reflektif, dan
relevan. Guru perlu kreatif dan
adaptif dalam menentukan urutan
yang paling tepat sesuai kebutuhan
siswa.
Apakah ada proses kerja atau proses Ya, proses kerja dan pembelajaran
pembelajaran yang bisa “dihilangkan” tertentu bisa dihilangkan atau
(seluruhnya atau cuma sebagian), misalnya diperkecil jika tidak efektif, terlalu
AB menjadi A sedangkan B dihilangkan atau repetitif, atau bisa diganti dengan
menjadi Ab (dengan B diperkecil menjadi cara yang lebih efisien. Intinya
b)? adalah membuat pembelajaran lebih
bermakna, praktis, dan fokus pada
hasil belajar siswa.
Apakah ada proses kerja atau proses Ya, proses kerja dan pembelajaran
pembelajaran yang bisa “diganti” misalnya bisa diganti — dari manual ke
dari manual ke digital atau dari luring digital, dari luring ke daring, bahkan
menjadi daring? menjadi hybrid. Tujuannya bukan
hanya mengikuti tren, tapi
Metode CREATE
menciptakan pembelajaran yang
lebih relevan, efektif, efisien, dan
menarik bagi siswa zaman
sekarang.
Apakah ada proses kerja atau proses Ya, proses kerja dan pembelajaran
pembelajaran yang bisa “diputar” misalnya bisa diputar urutannya (A–B–C →
dari A – B – C menjadi A – C – B agar lebih A–C–B) agar lebih efisien,
efisien? kontekstual, dan sesuai kebutuhan
siswa. Guru perlu fleksibel dan
reflektif dalam menyesuaikan alur
pembelajaran agar hasilnya lebih
optimal.
Apakah ada proses kerja atau proses Ya, proses kerja dan pembelajaran
pembelajaran yang bisa “diurai” menjadi bisa diurai menjadi beberapa bagian
beberapa proses yang baru, misalnya dari baru (P1 → P11, P12, dst) agar
P1 diurai menjadi P11 dan P12? lebih mudah dipahami,
dilaksanakan, dan dievaluasi.
Strategi ini membantu siswa belajar
secara bertahap dan sistematis.