mengevaluasi karya-karya musik secara musikal dan
bertanggung jawab.
6.2. Merefleksikan (Reflecting)
Menerapkan hasil evaluasi praktik bermain musik
baik sendiri maupun kelompok.
6.3. Berpikir dan Bekerja Artistik (Thinking and Working
Artistically)
Menjalani dan mendokumentasikan kebiasaan
bermusik secara mandiri atau berkolaborasi dengan
baik dan cermat; murid mampu menunjukkan
penguasaan unsur-unsur musik, pemahaman dan
keterampilan bermusik, serta keberagaman konteks
dalam praktik musik; murid mampu menyajikan
ansambel musik remaja menggunakan karya musik
mancanegara dengan teknologi yang sesuai kondisi
setempat.
6.4. Menciptakan (Creating)
Menciptakan, menyajikan dan mendokumentasikan
karya kolaborasi dengan menerapkan manajemen
pementasan.
6.5. Berdampak (Impacting)
Menghayati kegiatan bermusik yang kolaboratif dan
kompleks, memperluas pengalaman, meningkatkan
keterampilan bermain musik, serta penerapannya
dalam kehidupan sehari-hari.
XVIII.2. CAPAIAN PEMBELAJARAN SENI RUPA
A. Rasional
Pembelajaran mendalam pada mata pelajaran Seni Rupa turut
membangun dimensi profil lulusan berupa; (1) keimanan dan
ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, (2) kewargaan,
penalaran kritis, (4) kreativitas, (5) kolaborasi, (6) kemandirian,
(7) kesehatan, dan (8) komunikasi. Secara umum, mata
pelajaran Seni Rupa sangat penting untuk membangun
kemampuan olah rasa murid, sehingga mereka mampu
meregulasi dirinya, memiliki sifat mencintai keindahan,
menghargai keberagaman, dan menjunjung perdamaian.
Pembelajaran mendalam mata pelajaran Seni Rupa memberikan
pengalaman belajar dimana mereka memahami, mengaplikasi,
dan merefleksi dalam berproses karya seni rupa, melalui praktik
pedagogis, lingkungan pembelajaran, kemitraan pembelajaran,
dan pemanfaatan digital.
B. Tujuan
Mata pelajaran Seni Rupa bertujuan agar murid mampu:
1. menunjukkan kepekaan terhadap persoalan diri dan
lingkungan, dan menemukan solusi kreatif untuk
menanggapi dan mengatasi masalah;
2. mengekspresikan diri dan mengasah kreativitas melalui
penciptaan karya seni rupa;
3. memberdayakan sumber daya (alat dan bahan) yang
tersedia di sekitarnya untuk menciptakan sebuah karya
seni; dan
4. menemukan jawaban terhadap suatu masalah atau
mendapatkan gagasan untuk menciptakan karya seni
melihat suatu hal melalui beberapa sudut pandang
sehingga dapat menciptakan karya seni yang berdampak
bagi diri sendiri dan orang lain.
C. Karakteristik
Karakteristik mata pelajaran seni rupa meliputi:
1. Pembelajaran seni rupa berpusat pada murid, kemampuan
menemukan dan mengembangkan gagasan, cara berkarya,
dan kreativitas sesuai dengan minat, bakat, dan kecepatan
belajarnya masing-masing.
2. Pembelajaran seni rupa berfokus pada pengalaman
mengamati, bermain, menguji coba, merenungkan,
bersimpati, berempati, mencipta, peduli, dan toleransi
terhadap beragam nilai, budaya, proses, dan karya.
3. Pembelajaran seni rupa dalam suasana menyenangkan,
bermakna, relevan, untuk mengembangkan keterampilan
bekerja dan berpikir artistik.
4. Pembelajaran seni rupa memperhatikan keunikan individu
dan bersifat khas/kontekstual.
5. Pembelajaran seni rupa terhubung erat dengan aspek seni
maupun bidang ilmu lainnya yang mendorong kolaborasi
interdisipliner.
6. Pembelajaran seni rupa mendorong sikap bertanggung
jawab dengan menyadari bahwa karya berdampak bagi diri
sendiri dan orang lain.
Gambar di bawah ini adalah lima elemen landasan
pembelajaran seni rupa.
Gambar 1. Elemen pembelajaran seni rupa
Capaian Pembelajaran Seni Rupa memiliki lima elemen yang
mandiri dan berjalan beriringan sebagai kesatuan yang saling
mempengaruhi dan mendukung untuk mencapai kompetensi
yang dituju. Elemen ini berlaku untuk seluruh fase. Setiap
elemen memiliki gradasi kompetensi dan ruang lingkup yang
semakin meningkat di setiap fasenya. Setiap elemen bukan
sebuah urutan atau prasyarat dari elemen lainnya karena bukan
merupakan taksonomi. Pembelajaran seni sangat
memungkinkan terjadinya proses lintas elemen. Dengan
mengalami proses kreatif dan olah rasa, murid akan
merefleksikan pengalamannya tersebut sehingga terbiasa
berpikir dan bekerja artistik, murid dapat melihat peluang untuk
memberdayakan sumber daya yang dimilikinya untuk
menciptakan karya yang memiliki dampak positif bagi dirinya
dan orang lain.
Elemen dan deskripsi elemen mata pelajaran seni rupa adalah
sebagai berikut.
Elemen Deskripsi
Mengalami Mengidentifikasi, mendefinisikan, dan
(Experiencing) mendeskripsikan unsur rupa, prinsip
desain, dan/atau gaya seni rupa pada
objek visual di kehidupan sehari-hari.
Merefleksikan Menceritakan, mendiskusikan,
(Reflecting) memberi dan menerima umpan balik
secara kritis mengenai suatu karya
dan penciptaan karya seni rupa secara
runtut dan terperinci dengan
menggunakan kosa kata yang tepat.
Berpikir dan Bekerja Membuat konsep dan rencana untuk
Artistik (Thinking menciptakan karya seni rupa.
and Working Menganalisis karakteristik alat dan
Artistically) bahan yang sesuai dan tersedia di
lingkungan sekitar untuk
keperluannya berkarya.
Menciptakan Mengaplikasikan unsur rupa, prinsip
(Making/Creating) desain, teknik dan/atau gaya seni
rupa yang telah dipelajari untuk
menghasilkan karya seni rupa
berdasarkan gagasannya sendiri atau
mengambil inspirasi dari luar dirinya.
Berdampak Menghubungkan berbagai peristiwa di
(Impacting) lingkungan dan meresponnya dengan
sebuah karya seni rupa yang memberi
dampak positif.
D. Capaian Pembelajaran
1. Fase A (Umumnya untuk Kelas I dan II SD/MI/Program
Paket A)
Pada akhir Fase A, murid memiliki kemampuan sebagai
berikut.
1.1. Mengalami (Experiencing)
Mengenali dan menyebutkan unsur-unsur rupa
dalam benda-benda di sekitar/karya seni rupa.
1.2. Merefleksikan (Reflecting)
Mengaplikasikan variasi teknik penggunaan alat
dan bahan yang dimiliki untuk berkarya;
mengeksplorasi alternatif/potensi alat dan
bahan yang ada di lingkungan sekitar.
4.4. Menciptakan (Making/Creating)
Membuat karya seni rupa berdasarkan
pengalaman dan/atau hasil pengamatan
terhadap lingkungan sekitar, dengan
mempertimbangkan fungsi, menggunakan gaya
atau teknik yang telah dipelajari.
4.5. Berdampak (Impacting)
Menghasilkan karya seni rupa untuk merespon
pengalaman sehari-hari dan mengekspresikan
perasaan atau minat.
5. Fase E (Umumnya untuk Kelas X
SMA/MA/SMK/MAK/Program Paket C)
Pada akhir Fase E, murid memiliki kemampuan sebagai
berikut.
5.1. Mengalami (Experiencing)
Mengeksplorasi unsur rupa dan prinsip desain
dalam benda-benda di sekitar/karya seni rupa.
5.2. Merefleksikan (Reflecting)
Merefleksikan penggunaan unsur rupa, prinsip
desain, dan fungsi dalam karya diri sendiri dan
teman sekelas menggunakan kosa kata seni
rupa yang sesuai.
5.3. Berpikir dan Bekerja Artistik (Thinking and
Working Artistically)
Mengeksplorasi alternatif/potensi alat dan
bahan yang ada di lingkungan sekitar dan
menghubungkan seni dengan kelompok atau
bidang keilmuan lain dalam berkarya seni rupa.
5.4. Menciptakan (Making/Creating)
Membuat karya seni rupa berdasarkan
pengalaman dan/atau hasil pengamatan
terhadap lingkungan sekitar, dengan
mempertimbangkan fungsi, menggunakan gaya
atau teknik yang dipilih.
5.5. Berdampak (Impacting)
Menghasilkan karya seni rupa untuk mengajak
orang lain, merespon pengalaman sehari-hari,
dan mengekspresikan perasaan atau minat.
6. Fase F (Umumnya untuk Kelas XI dan XII
SMA/MA/Program Paket C)
Pada akhir Fase F, murid memiliki kemampuan sebagai
berikut.
6.1. Mengalami (Experiencing)
Mengeksplorasi penggunaan unsur rupa dan
prinsip desain dalam benda-benda di
sekitar/karya seni rupa.
6.2. Merefleksikan (Reflecting)
Merefleksikan penggunaan unsur rupa, prinsip
desain, dan fungsi dalam karya diri sendiri dan
teman sekelas menggunakan kosa kata seni
rupa yang sesuai.
6.3. Berpikir dan Bekerja Artistik (Thinking and
Working Artistically)
Menganalisis potensi alat dan bahan yang ada di
lingkungan sekitar dan keterhubungan seni rupa
dengan kelompok atau bidang keilmuan lain
dalam berkarya.
6.4. Menciptakan (Making/Creating)
Membuat karya seni rupa berdasarkan
pengalaman dan/atau hasil pengamatan
terhadap lingkungan sekitar, dengan
mempertimbangkan fungsi, menggunakan gaya
atau teknik yang dikuasai.
6.5. Berdampak (Impacting)
Menghasilkan karya seni rupa untuk mengajak
orang lain, merespon pengalaman sehari-hari,
mengekspresikan perasaan, minat, dan/atau isu
sosial dalam masyarakat.
XVIII.3. CAPAIAN PEMBELAJARAN SENI TARI