Tata Letak Gudang Spare Part FIFO PT XYZ
Tata Letak Gudang Spare Part FIFO PT XYZ
RESEARCH ARTICLE
Abstrak
PT XYZ adalah produsen pupuk yang berusaha memenuhi kebutuhan petani di Indonesia. Mereka memiliki departemen
pergudangan spare part yang membantu dalam persiapan perawatan mesin. Namun, saat terjadi perawatan mendadak,
proses pengambilan suku cadang tidak memenuhi standar waktu. Penyebab utamanya adalah perbedaan metode pen-
yimpanan Last in First Out (LIFO) dengan operasional sehari-hari First in First Out (FIFO). Solusi yang diajukan adalah
mengalokasikan suku cadang berdasarkan kategori dan aktivitas total, serta merombak tata letak gudang sesuai dengan
FIFO. Identifikasi masalah dimulai dengan pemetaan aliran nilai dan aktivitas proses. Masalah utama adalah pengambi-
lan ganda barang karena tata letak LIFO. Setelah identifikasi masalah, dihitung kebutuhan ruang dan barang ditempatkan
kembali dengan penyimpanan khusus. Gudang diubah sesuai dengan FIFO. Kemudian, dilakukan simulasi jarak dan waktu
dengan hasil pengurangan waktu senilai 1102,48 detik. Penyusunan ulang gudang ini akan membantu PT XYZ dalam
meningkatkan efisiensi proses pengambilan suku cadang yang penting dalam operasional mereka.
Pendahuluan
PT XYZ sering melakukan perbaikan pada pabrik produksinya agar
produksi pupuk tetap berjalan lancar. Dalam proses perbaikan ini,
spare part menjadi sangat penting. Oleh karena itu, PT XYZ mela-
kukan pengadaan spare part untuk menghindari gangguan produksi
yang dapat menyebabkan kerugian besar. PT XYZ memiliki depar-
temen penerimaan yang mengurus semua aspek terkait penerimaan
barang, termasuk spare part, bahan baku, mesin produksi, dan bahan
kimia. Setelah barang-barang tiba, departemen penerimaan melaku- Gambar 1. Alur inbound dan outbound spare part PT XYZ
kan quality control. Barang yang lolos dari tahap ini akan diterima
oleh PT XYZ. Ada dua kriteria penerimaan barang: barang non-stock
langsung diambil oleh pengguna, sementara barang stock disimpan
di gudang. Spare part dikategorikan sebagai barang stock dan akan pengambilan spare part pada gudang spare part 10 SB dilakukan den-
disimpan di gudang spare part milik PT XYZ. Ini adalah alur umum gan operasional FIFO, yaitu barang yang pertama masuk merupakan
mengenai proses penerimaan dan pengeluaran barang di PT XYZ. barang yang pertama keluar. Berikut merupakan layout dari gudang
Gudang spare part 10 SB memiliki panjang 32 meter dan lebar 33,5 spare part 10 SB PT XYZ.
meter. Gudang spare part 10 SB dibagi menjadi empat zona yaitu zona Saat ini, untuk mengatur posisi dan tata letak penyimpanan dila-
JJ, zona GG, zona FF, dan zona LL. Penyimpanan di gudang spare kukan secara acak bergantung pada ruang yang masih kosong dan
part 10 SB dilakukan dengan floor stacking, di mana spare part dile- ketidaksesuaian layout gudang dengan sistem yang diterapkan yaitu
takkan di pallet dengan susunan pallet berbaris ke belakang. Sistem First In First Out (FIFO). Ketidakteraturan membuat tidak rapi, meng-
ganggu jalannya forklift, serta menyebabkan waktu pencarian pada
Tinjauan Pustaka
Gudang
Gudang adalah tempat penyimpanan barang yang penting dalam bis-
nis dan industri. Tujuannya adalah menjaga stok barang agar dapat
diakses dengan mudah saat diperlukan. Gudang bisa berukuran kecil
hingga besar, dengan berbagai tingkat kompleksitas, dan menggu-
nakan teknologi canggih untuk meningkatkan efisiensi operasional.
Gambar 2. Layout Eksisting Gudang 10 SB Perannya mencakup penyimpanan strategis, pengaturan aliran barang,
serta menjadi pusat distribusi dalam manajemen persediaan dan ran-
tai pasokan. Dengan integrasi teknologi, gudang dapat memantau
inventaris dan meningkatkan kinerja bisnis serta rantai pasokan secara
keseluruhan [4][5].
Spare part
Spare part adalah komponen cadangan yang digunakan untuk meng-
gantikan bagian yang rusak pada peralatan atau sistem. Tujuannya
adalah menjaga kelancaran operasional tanpa mengganggu proses
produksi. Jenis spare part bervariasi dari yang kecil hingga yang
besar. Ketersediaan spare part yang memadai sangat penting untuk
menjaga kelangsungan bisnis dan mencegah gangguan yang dapat
mengakibatkan kerugian pada produksi.
Monte Carlo adalah metode komputasi yang memanfaatkan simulasi Data waktu pengamatan dan pengukuran waktu siklus pada gudang
acak untuk menyelesaikan masalah matematika atau statistik yang spare part PT XYZ diperoleh dengan cara pengamatan aktivitas
kompleks dan sulit dipecahkan secara analitik. Teknik ini melibatkan gudang secara langsung. Pengamatan aktivitas gudang tersebut dila-
pembangkitan sejumlah besar angka acak untuk mendekati atau mem- kukan pada tanggal 30 Mei 2023 sampai 7 Juni 2023. Pengamatan
perkirakan solusi masalah. Penggunaan Monte Carlo memiliki berbagai tersebut dilakukan sebanyak 12 kali secara berkala, sehingga mempe-
tujuan, termasuk estimasi nilai-nilai yang sulit dihitung secara analitik, roleh rata-rata waktu siklus beserta kontribusinya untuk masing-masing
pelaksanaan simulasi dalam berbagai disiplin ilmu, pencarian solusi aktivitas gudang yang ditunjukkan pada Tabel 6.
optimal dalam masalah optimisasi, membantu pengambilan keputusan Dari data di atas, aktivitas mengambil barang memiliki rata-rata
dan estimasi risiko, prediksi hasil masa depan dengan mempertim- waktu siklus sebesar 575,50 detik per pallet. Rata-rata waktu siklus
bangkan berbagai skenario, serta validasi model matematika atau picking ini merupakan waktu normal dalam pengamatan untuk proses
statistik dengan membandingkan hasil simulasi dengan data empiris. pengambilan produk. Jenis penyimpanan yang dilakukan sekarang
Metode Monte Carlo memberikan pendekatan fleksibel dan terukur yaitu drive in, jenis drive in ini memiliki kodefikasi seperti di bawah ini.
untuk menangani masalah-masalah kompleks, terutama ketika solusi Dengan adanya kodefikasi tersebut, maka terjadi perbedaan waktu
analitik tidak memungkinkan atau sangat sulit dicapai [7]. picking antara kode JJA12, JJB12 dengan JJA11 dan JJB12. Per-
bedaan tersebut terjadi karena adanya waktu double handling saat
pengambilan spare part pada lokasi JJA11 dan JJB12. Tabel berikut
merupakan Tabel 1 perbedaan waktu siklus picking proses untuk setiap
Metodologi Penelitian kodefikasi setiap barisnya pada gudang spare part PT XYZ.
Berdasarkan permasalahan yang terjadi, berikut merupakan kerangka Data tersebut menunjukkan bahwa, pada kode JJA1 dan JJB2
berpikir pada Gambar 5. memiliki waktu siklus picking proses yang normal yaitu 9,98 detik dan
84 K. B. Sakti et al.
q P 2
X 2 − ( X)2
P
k/s N
N = P
X
" p #2 (1)
2/0, 05 12 (4003330 − (6906)2
N =
6906
N = 11, 65
2. Pengolahan Data
Value Stream Mapping (Current State)
Space Requirement
Perhitungan space requirement dilakukan untuk mencari kebutuhan
Gambar 8. Uji Kesaragaman Data
maksimal ruang pada pallet yang dibutuhkan untuk menempatkan item
spare part. Blok pada perhitungan space requirement mengikuti p × l
pallet yang digunakan, dengan panjang blok 1,5 m dan lebar blok 1,2
11,71 detik. Untuk picking ke baris yaitu hamper 6 kali waktu siklus m. Kapasitas blok ini dapat menampung spare part dengan jumlah item
picking proses, dan bertambah untuk baris seterusnya. Hal ini terjadi yang berbeda-beda bergantung kepada p × l item spare part. Berikut
karena adanya aktivitas double handling. Ketika operator forklift harus contoh perhitungan dari kapasitas blok material 6081372.
mengambil pallet baris 2 maka spare part baris ke 1 harus dikeluarkan,
kemudian mengambil spare part baris ke 2. Ketika spare part baris ke panjang blok Lebar Blok
Bi = ×
2 diambil, maka langkah selanjutnya yaitu mengembalikan spare part panjang barang Lebar Barang
baris ke 1 dan mengisi posisi yang sebelumnya ditempati spare part 150 120 (2)
baris ke 2. Bi = ×
108 108
Bi = 1
Uji Kesaragaman Data
Uji Keseragaman Data ditampilkan pada gambar 8 Kebutuhan penyimpanan material 6081372 adalah 1 item.
Perancangan Tata Letak Gudang 85
Gambar 15. Tabel Perbandingan Waktu Order Picking Eksisting dan Usulan
Gambar 12. Layout Usulan
′ 2 s2
n = Z1−α/2 (6)
h2
′ (1, 96)117, 72
n = = 4, 73 (7)
48, 72
Gambar 13. Penentuan Koordinat
3. Analisis
Perbandingan Kondisi Awal dan Usulan
• Perhitungan Jarak Perjalanan Material Handling: Langkah per- Perbandingan kondisi eksisting dan usulan memiliki perbedaan yaitu
tama yang dilakukan untuk mencari jarak perjalanan barang pada pada jumlah jarak pada proses pengambilan barang yang berkurang
setiap replikasi yang dilakukan. Jarak perjalanan barang meng- senilai 6096,25 meter, rata-rata jarak berkurang senilai 508,02 meter.
gunakan data jarak penempatan barang, di mana perpindahan Sedangkan total waktu pada proses pengambilan barang berkurang
material handling dimulai dari titik I/O point dan diakhiri dengan senilai 1102,48 detik, dengan rata-rata berkurang senilai 480,89 detik.
kembali ke titik I/O point. Simulasi perhitungan jarak perjalanan dila-
kukan sebanyak dua kali simulasi. Simulasi yang pertama dilakukan
pada tata letak eksisting, simulasi yang kedua dilakukan pada tata Kesimpulan
letak usulan.
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan di PT. GE untuk memeca-
• Perhitungan Waktu Perjalanan Material Handling: Perhitun-
hkan permasalahan yang berkaitan dengan tata letak gudang, setelah
gan waktu perjalanan MHE menggunakan rumus jarak perjalanan
dilakukan perbaikan layout dengan menggunakan selective rack dan
dibagi dengan kecepatan forklift. Kecepatan forklift menggunakan
dilakukan simulasi pada 18 spare part dalam 12 replikasi didapat
satuan meter per detik dengan kecepatan rata-rata forklift 1,389
pengurangan dari kondisi eksisting 1474,92 detik menjadi 372,44 detik.
meter per detik.
• Perancangan Value Stream Mapping untuk Future State Design
seperti pada gambar 14 Daftar Pustaka
1. Hidayat NPA. Perancangan Tata Letak Gudang dengan Metoda
Validasi
Class-Based Storage Studi Kasus CV. SG Bandun. Al-Azhar
Validasi adalah suatu proses membandingkan apakah model yang Indonesia Seri Sains dan Teknologi. 2012.
telah dibuat sudah mempresentasikan sistem nyata yang sudah ada. 2. Frazelle E. World-Class Warehousing and Material Handling.
Validasi dilakukan dengan membandingkan waktu perpindahan spare McGraw-Hill; 2002.
Perancangan Tata Letak Gudang 87