STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR
LATIHAN ROM ( RANGE OF MOTION) PASIF POST STROKE
SOP ROM ( RANGE OF MOTION) PASIF POST STROKE
PENGERTIAN Latihan range of motion (ROM) adalah latihan yang dilakukan untuk
mempertahankan atau memperbaiki tingkat kesempurnaan
kemampuan menggerakan persendian secara normal dan lengkap
untuk meningkatkan massa otot dan tonus. (Agusrianto & Rantesigi,
2020)
TUJUAN Latihan ini bertujuan mempertahankan atau memelihara kekuatan otot,
memelihara mobilitas persendian, merangsang sirkulasi darah dan
mencegah kelainan bentuk. (Agusrianto & Rantesigi, 2020)
INDIKASI 1. Pasien semikoma dan tidak sadar
2. Pasien dengan keterbatasan mobilisasi tidak mampu melakukan
beberapa atau semua latihan rentang gerak dengan mandiri
3. Pasien tirah baring total
4. Pasien dengan paralisis ekstremitas total
ALAT DAN 1. Bantal
BAHAN 2. Handuk kecil
3. Kasur/ranjang pasien
4. Sarung tangan (bila diperlukan)
TAHAPAN A. Persiapan
KERJA 1. Cuci tangan.
2. Periksa identitas pasien.
3. Jelaskan prosedur kepada pasien dan/atau keluarga.
4. Pastikan pasien dalam posisi nyaman dan aman (berbaring atau
duduk sesuai kondisi).
5. Lepaskan pakaian yang membatasi gerakan jika perlu.
6. Amati kondisi sendi: nyeri, pembengkakan, atau kontraktur.
B. Pelaksanaan
Lakukan ROM perlahan-lahan dan berirama. Setiap gerakan dilakukan
5–10 kali untuk masing-masing sendi:
ROM pada bagian jari-jari (Fleksi dan Ekstensi)
1. Tekuk jari: Mengepalkan tangan akan menyebabkan jari-jari Anda
menekuk. Kemudian rileks dan rentangkan tangan Anda lebar-
lebar.
2. Rentangkan jari-jari Anda: Dengan tangan terbuka, rentangkan
jari-jari selebar mungkin. Ubah posisi jari Anda.
3. Sentuhan Jari dan Ibu Jari: Sentuh ujung-ujung jari Anda dengan
ibu jari seperti Anda menyentuh bantalan jari-jari Anda.
4. Peregangan ibu jari ke telapak tangan: Meregangkan ibu jari ke
telapak tangan berarti menggerakkan ibu jari ke telapak tangan.
Miringkan ibu jari ke samping.
ROM pada lengan dan pergelangan tangan
1. Posisi awal: Mulailah dengan duduk. Letakkan lengan bawah di
atas meja, lutut, atau permukaan datar lainnya sambil menekuk
siku. Pastikan pergelangan tangan menggantung bebas di
samping.
2. Tekuk pergelangan tangan: Tekuk tangan hingga menyentuh
pergelangan tangan, sehingga jari-jari mengarah ke atas.
Kemudian, tekuk tangan sehingga ujung jari-jari menghadap ke
lantai.
3. Rotasi pergelangan tangan: Putar pergelangan tangan Anda
dengan melambaikan tangan ke depan dan ke belakang.
Kemudian gerakkan tangan Anda ke satu arah dengan gerakan
memutar. Putar tangan Anda ke arah lain dengan gerakan
memutar.
4. Telapak tangan menghadap ke atas, telapak tangan menghadap ke
bawah: Tetaplah pada posisi yang sama, tetapi posisikan ulang
siku yang ditekuk di samping tubuh. Letakkan telapak tangan di
lantai. Ulurkan tangan dengan telapak tangan menghadap ke atas.
Telapak tangan di depan.
ROM pada pergelangan kaki
1. Posisi awal: Letakkan kedua kaki Anda rata di lantai sambil
duduk di kursi.
2. Tekuk pergelangan kaki: Angkat tumit setinggi mungkin sambil
menjaga jari-jari kaki tetap di lantai. Lepaskan tumit. Kemudian,
sambil menjaga tumit tetap di lantai, angkat jari-jari kaki setinggi
mungkin.
3. Rotasi pergelangan kaki: Mengangkat kaki dari lantai akan
membantu Anda memutar pergelangan kaki. Putar pergelangan
kaki searah jarum jam. Kemudian gerakkan pergelangan kaki ke
arah lain dengan gerakan memutar.
4. Jari kaki ditekuk: Jari kaki Anda harus mengarah ke bawah ke
bagian bawah telapak kaki. Luruskan. Ke langit-langit, gulung ke
atas. Lalu, rileks sekali lagi.
5. Rentangkan jari kaki: Rentangkan jari-jari kaki Anda.
Kembalikan.
ROM pada bagian paha (Rotasi)
5. Letakkan satu tangan perawat pada pergelangan kaki
pasien dan satu tangan yang lain di atas lutut pasien.
6. Putar kaki ke arah pasien.
7. Putar kaki ke arah pelaksana.
8. Kembalikan ke posisi semula.
ROM pada paha (Abduksi dan Adduksi)
9. Letakkan satu tangan perawat di bawah lutut pasien dan
satu tangan pada tumit.
10. Angkat kaki pasien kurang lebih 8 cm dari tempat tidur dan
pertahankan posisi tetap lurus.
11. Gerakan kaki menjauhi badan pasien atau ke samping ke
arah perawat.
12. Gerakkan kaki mendekati dan menjauhi badan pasien.
13. Kembalikan ke posisi semula.
14. Cuci tangan setelah prosedur dilakukan.
ROM pada bagian lutut (Fleksi dan Ekstensi)
15. Letakkan satu tangan di bawah lutut pasien dan pegang
tumit pasien dengan tangan yang lain.
16. Angkat kaki, tekuk pada lutut dan pangkal paha.
17. Lanjutkan menekuk lutut ke arah dada pasien sejauh
mungkin dan semampu pasien.
18. Turunkan dan luruskan lutut dengan tetap mengangkat kaki
ke atas.
19. Kembalikan ke posisi semula.
20. Cuci tangan setelah prosedur dilakukan.
Catatan penting: Gerakan dilakukan hanya dalam batas toleransi
pasien. Hentikan jika pasien merasakan nyeri atau resistensi ekstrem.
(Ida Sholihatun Nisa, 2020)
HAL – HAL 1. Jangan melakukan gerakan paksa.
YANG PERLU 2. Hentikan prosedur jika ada nyeri hebat atau spasme otot.
DIPERHATIKAN 3. Jaga privasi dan kenyamanan pasien selama prosedur.
EVALUASI & 1. Amati respon pasien (nyeri, ketegangan otot, keluhan).
DOKUMENTASI 2. Dokumentasikan waktu, jenis gerakan, dan respon pasien di rekam
medis.
REFERENSI Agusrianto, A., & Rantesigi, N. (2020). Application of Passive Range
of Motion (ROM) Exercises to Increase the Strength of the Limb
Muscles in Patients with Stroke Cases. Jurnal Ilmiah Kesehatan
(JIKA), 2(2), 61–66. [Link]
Ida Sholihatun Nisa. (2020). Range Of Motion (ROM). Fakultas
Keperawatan Universitas Airlangga.
[Link]