Metode CREATE
Metode CREATE
Apakah ada proses kerja atau proses Ya, ada proses kerja atau proses
pembelajaran yang bisa
pembelajaran yang bisa “digabungkan”, digabungkan.
misalnya dari A dan B menjadi AB? Misalnya, dalam pembelajaran teori dan
praktik. Keduanya bisa digabungkan
menjadi satu proses pembelajaran
terpadu, sehingga peserta tidak hanya
memahami konsep, tetapi juga langsung
menerapkannya. Dalam dunia kerja,
proses dari dua divisi yang berbeda,
seperti tim pemasaran (A) dan tim
desain (B), bisa digabungkan menjadi
satu proyek kolaboratif (AB) untuk
menciptakan kampanye promosi yang
lebih efektif. Penggabungan ini bisa
meningkatkan efisiensi, memperkaya
perspektif, dan menghasilkan output
yang lebih baik karena memanfaatkan
keunggulan dari kedua proses tersebut.
Apakah ada proses kerja atau proses Ya, ada proses kerja atau proses
pembelajaran yang bisa “dibalik”, misalnya pembelajaran yang bisa “dibalik”,
dari A – B menjadi B - A? tergantung pada situasi dan tujuan yang
ingin dicapai.
Misalnya dalam pembelajaran biasanya
dilakukan dari teori (A) ke praktik (B).
Namun, dalam beberapa kasus bisa dibalik,
yaitu dari praktik dulu (B), lalu baru
memahami teorinya (A). Metode ini sering
digunakan dalam pembelajaran berbasis
pengalaman atau learning by doing, di
mana seseorang mencoba terlebih dahulu,
lalu mengevaluasi dan mempelajari konsep
di baliknya. Dalam dunia kerja juga bisa
terjadi, seperti ketika seseorang langsung
terjun ke lapangan (B) untuk memahami
kebutuhan nyata, kemudian baru membuat
Metode CREATE
perencanaan atau strategi (A) berdasarkan
hasil pengamatan tersebut. Proses ini bisa
lebih efektif tergantung konteksnya.
Apakah ada proses kerja atau proses Ya, ada proses kerja atau proses
pembelajaran yang bisa “dihilangkan” pembelajaran yang bisa dihilangkan, baik
(seluruhnya atau cuma sebagian), misalnya seluruhnya maupun sebagian, tergantung
AB menjadi A sedangkan B dihilangkan atau pada kebutuhan dan efisiensi.
menjadi Ab (dengan B diperkecil menjadi Misalnya dalam proses kerja, tahap
b)? evaluasi yang biasanya dilakukan secara
formal (A–B), bisa disederhanakan menjadi
evaluasi singkat atau informal (Ab) jika
proyeknya berskala kecil atau tidak terlalu
kompleks. Dalam pembelajaran juga,
beberapa bagian teori (B) bisa diperkecil
atau disederhanakan jika dirasa tidak
terlalu relevan dengan tujuan utama
(sehingga menjadi Ab), atau bahkan
dihilangkan jika konteksnya memang lebih
membutuhkan praktik langsung (A saja).
Namun, penghilangan atau
penyederhanaan proses tetap harus
mempertimbangkan dampaknya, agar tidak
mengurangi kualitas hasil kerja atau
pemahaman pembelajaran.
Apakah ada proses kerja atau proses Ya, ada proses kerja atau proses
pembelajaran yang bisa “diganti” misalnya pembelajaran yang bisa diganti, misalnya
dari manual ke digital atau dari luring dari manual ke digital, atau dari luring
menjadi daring? (offline) menjadi daring (online).
Contohnya, proses pencatatan data yang
dulunya dilakukan secara manual dengan
kertas, kini bisa diganti menggunakan
aplikasi digital atau sistem database agar
lebih efisien dan akurat. Dalam
pembelajaran, kegiatan tatap muka di kelas
Metode CREATE
bisa diganti menjadi pembelajaran daring
menggunakan platform video conference
atau Learning Management System (LMS).
Pergantian ini biasanya dilakukan untuk
meningkatkan efisiensi, aksesibilitas, dan
kecepatan, terutama di era digital seperti
sekarang. Namun, penting juga untuk
memastikan bahwa proses penggantian
tetap mempertahankan kualitas dan tujuan
utama dari proses tersebut.
Apakah ada proses kerja atau proses Ya, ada proses kerja atau proses
pembelajaran yang bisa “diputar” misalnya pembelajaran yang bisa “diputar”
dari A – B – C menjadi A – C – B agar lebih urutannya agar lebih efisien.
efisien? Misalnya dalam proses kerja yang awalnya
A – B – C (perencanaan – pelaksanaan –
evaluasi), bisa saja diubah menjadi A – C –
B (perencanaan – evaluasi awal – lalu
pelaksanaan), terutama jika ingin
mengantisipasi risiko lebih awal. Dalam
pembelajaran, urutan materi yang biasanya
disusun dari teori dasar (A), contoh (B), lalu
latihan (C), bisa diputar menjadi A – C – B,
di mana setelah memahami teori langsung
diberi latihan, baru kemudian dibahas
contoh atau solusi sebagai bahan evaluasi.
Dengan memutar urutan seperti ini, proses
bisa menjadi lebih adaptif dan sesuai
dengan kebutuhan peserta atau kondisi di
lapangan.
Apakah ada proses kerja atau proses Ya, ada proses kerja atau proses
pembelajaran yang bisa “diurai”
pembelajaran yang bisa “diurai” menjadi menjadi beberapa proses baru.
beberapa proses yang baru, misalnya dari Misalnya, satu proses besar (P1) seperti
"penyusunan laporan" bisa diurai
P1 diurai menjadi P11 dan P12? menjadi dua proses yang lebih spesifik,
seperti "pengumpulan data" (P11) dan
Metode CREATE
"penulisan laporan" (P12). Dengan
mengurai proses menjadi bagian-bagian
yang lebih kecil, kita bisa lebih mudah
membagi tugas, mengontrol kualitas,
dan meningkatkan efisiensi. Dalam
pembelajaran juga begitu, satu topik
yang luas bisa dipecah menjadi
beberapa subtopik agar lebih mudah
dipahami secara bertahap. Penguraian
ini membantu dalam perencanaan,
pelaksanaan, dan evaluasi yang lebih
terstruktur.