0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
16 tayangan14 halaman

Penilaian Risiko Kesehatan Kerja K3

Dokumen ini membahas penilaian risiko kesehatan di PT Bagong Dekaka Makmur, termasuk identifikasi bahaya seperti kebisingan, pencahayaan, iklim kerja panas, getaran, dan ergonomi. Tujuan dari penilaian ini adalah untuk mengetahui potensi bahaya dan memberikan saran pengendalian risiko untuk meningkatkan kesehatan pekerja. Selain itu, terdapat perhatian khusus terhadap penyakit jantung koroner yang dapat mempengaruhi karyawan.

Diunggah oleh

aldanovendra97
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
16 tayangan14 halaman

Penilaian Risiko Kesehatan Kerja K3

Dokumen ini membahas penilaian risiko kesehatan di PT Bagong Dekaka Makmur, termasuk identifikasi bahaya seperti kebisingan, pencahayaan, iklim kerja panas, getaran, dan ergonomi. Tujuan dari penilaian ini adalah untuk mengetahui potensi bahaya dan memberikan saran pengendalian risiko untuk meningkatkan kesehatan pekerja. Selain itu, terdapat perhatian khusus terhadap penyakit jantung koroner yang dapat mempengaruhi karyawan.

Diunggah oleh

aldanovendra97
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

HEALTH RISK ASSESMENT

PT BAGONG DEKAKA MAKMUR


PENDAHULUAN
Setiap lokasi kerja memiliki potensi bahaya yang berbeda beda bergantung dari
kegiatan atau aktivitas yang dilakukan ditempat itu. Dalam setiap potensi bahaya
terkandung kemungkinan (probality) sebagai peluang dan resiko sebagai dampak
(consequency).
Berkaitan dengan perkembangan teknologi, berkembang pula Dampak terhadap
kesehatan yang berkaitan dengan jenis pajanan ditempat kerja yang lambat laun akan
menimbulkan penyakit akibat kerja (PAK, work related diseases). Penerapan
program kerja K3, hygiene industri, tidaklah cukup dengan hanya mengandalkan
komponen teknologi, namun juga harus mengandalkan komponen lainnya,
yaitu berkaitan dengan peningkatan derajat kesehatan manusia, proses dan
lingkungan. Oleh karena itu, penerapan dan pengelolaan kesehatan pekerja (Health
Risk Assessment) menjadi hal penting dikaitkan dengan program Risk Management
perusahaan yang terintegrasi dengan Sistem Manajemen K3.
Program Kesehatan kerja yang terukur dapat dicapai dengan menerapkan HRA pada
perusahaan. Agar tercapainya program kesehatan kerja yang tepat maka HRA
diperusahaan perlu dilaksanakan. Perusahaan pada umumnya telah melakukan
pemantauan lingkungan kerja secara rutin. Data pengukuran dilakukan analisa
mengenai dampak kepada pekerja namun belum mengarah pada risiko kesehatan
yang terukur. Sangatlah disayangkan data yang banyak tidak dilakukan analisa risiko
kesehatan lebih lanjut .
Tujuan
Tujuan umumnya adalah diketahuinya nilai resiko kesehatan pada lingkungan kerja
dan saran pengendaliannya.
Dan Tujuan khususnya adalah:
1. Diketahuinya potensi bahaya di lingkungan kerja terutama pada area
workshop, kantor dan proses pengoperasian unit.
2. Diketahuinya penilaian resiko setiap potensi bahaya di lingkungan kerja
3. Diketahuinya saran pengendalian resiko setiap potensi bahaya di lingkungan
kerja
HAZARD DAN RESIKO KESEHATAN DI TEMPAT KERJA
1. Bising (Noise)
Sumber bising pada lokasi Workshop PT Bagong Dekaka Makmur yaitu bersumber
dari kegiatan running test (tes kendaraan)/PM Check Unit dan mesin kompresor yang
berada di area workshop, berdasarkan hasil uji lingkungan di dapatkan hasil sebagai
berikut:

Berdasarkan hasil pengujian di dapatkan nilai intensitas kebisingan di atas nilai ambang
batas (NAB) yaitu 96,9 dBA, maka dari hasil tersebut maka perlu di lakukan tindak
lanjut seperti pemakaian APD (Ear Plug) untuk menurunkan resiko kebisingan.

2. Pencahayaan (Illumination)
Pengukuran Tingkat pencahayaan di lakukan di area office PT Bagong Dekaka
Makmur. Pencahayaan yang tidak baik atau tidak memenuhi standar yang telah
ditetapkan dapat berakibat terjadinya kelelahan kerja, kelalaian kerja, yang berakibat
terjadinya kecelakaan kerja. Maka dari itu di dapatkan hasil sebagai berikut
Dari hasil pengukuran di dapatkan hasil (Lux) dalam nilai ambang batas.
3. Iklim Kerja Panas (Thermal Stress)
Iklim kerja panas dapat terjadi pada lokasi maintenance unit . Iklim kerja yang
panas dapat berpengaruh pada kesehatan pekerja, meliputi Heat Stroke, Heat Cramps,
Heat Exhaustion, serta kemudian Heat Disorder. Pengukuran Iklim Kerja Panas
dilakukan dengan menggunakan Indeks Suhu Basah dan Bola (ISBB) atau Welt Bulb
Globe Temperature (WBGT) Index. Pengukuran dilakukan selama 30 menit.
4. Getaran (Hand Arm Vibration)
Pada lokasi workshop PT Bagong Dekaka Makmur, getaran dapat ditimbulkan dari
penggunaan impact Wipro 1 inch, gerinda tangan dan mesin bor. Getaran-getaran yang
ditimbulkan dari peralatan kerja tersebut dapat mengakibatkan efek pada tangan dan
lengan (Hand Arm Vibration), seperti White Finger (tangan pucat), degenerasi saraf,
hilangnya indera peraba dan perasa (untuk rasa panas), terhentinya pertumbuhan otot dan
tenosynovitis, serta dapat menyebabkan kelainan pada otot dan rangka. Penilaian dampak
keterpajanan pada bahaya getaran dilakukan dengan observasi. Berdasarkan hasil
observasi, pekerjaan-pekerjaan yang telah disebutkan di atas tidak dilakukan terus-
menerus, dan dilakukan dalam frekuensi waktu yang tidak terlalu lama sehingga efek
bagi kesehatan masih dapat dikontrol. Hasil pengujian menunjukan sebagai berikut:
5. Ergonomi
Pengukuran ergonomi menggunakan kuesioner dari Ergonomic Risk Factor
Cheklist. Bahaya ergonomi yang ditimbulkan dalam melakukan kegiatan administrasi di
office. Posisi kerja seperti itu terjadi berulang-ulang meski tidak dalam frekuensi waktu
yang lama. Namun jika posisi kerja tersebut dilakukan secara berulang-ulang dengan
posisi kerja yang berganti-ganti, maka aktivitas semacam ini dapat mengakibatkan nyeri
pada leher, nyeri pada bagian kaki, serta cedera muskuloskeletal, seperti nyeri pinggang
(low back pain). Berikut hasil pengukuran:
6. Status Kesehatan Karyawan
Penyakit jantung, khususnya Penyakit Jantung Koroner (PJK), merupakan salah
satu masalah kesehatan global yang signifikan. PJK terjadi akibat penyempitan dan
penyumbatan pembuluh darah yang mengalirkan darah ke otot jantung, yang sering
disebabkan oleh aterosklerosis, penumpukan lemak, kolesterol, dan zat lainnya di
dinding arteri. Proses ini mengakibatkan kekurangan aliran darah dan oksigen ke
jantung, yang dapat menyebabkan gejala seperti nyeri Dada (Angina) dan berpotensi
mengarah pada serangan jantung. Diagnosis dini sangat penting untuk mengurangi risiko
komplikasi serius; oleh karena itu, pemantauan kesehatan secara rutin sangat dianjurkan.
Berdasarkan masalah yang ditemukan pada karyawan PT. Bagong Dekaka
Makmur maka perlu adanya tindakan Preventive untuk mengetahui karyawan yang
beresiko tinggi Penyakit Jantung Koroner dengan membuat screening dan Mapping
karyawan yang memiliki resiko tinggi Penyakit Jantung.
Sebagai dasar pelaksanaan pemeriksaan Kesehatan tenaga kerja adalah :
1) Permenakertrans No. 02/MEN/1980 tentang Pemeriksaan Kesehatan Tenaga
Kerja Dalam Penyelenggaraan Keselamatan Kerja, harus dilakukan kepada
semua pekerja.
2) Kepmen Energi Sumber Daya Mineral No. 1827 K/30/MEM/2018 tentang
Pedoman Pelaksanaan Kaidah Teknik Pertambangan yang Baik
Hal ini juga selaras dengan Komitmen Manajemen PT. Bagong Dekaka Makmur
sebagaimana tertuang dalam Kebijakan Keselamatan, Kesehatan & Lingkungan Hidup
PT. Bagong Dekaka Makmur. Namun dalam pelaksanaannya masih terdapat kasus yang
perlu mendapatkan perhatian khusus salah satunya adalah masalah kesehatan Jantung
karyawan, dan pada tanggal 7 Juli 2024 didapatkan karyawan Driver PT Bagong Dekaka
Makmur meninggal karena Penyakit Jantung Koroner.
HEALTH RISK ASSESMENT

Jobsite Angsana

Penetapan Konteks Pekerjaan Identifikasi Bahaya Penilaian Resiko Pengendalian Rekomendasi Tindakan perbaikan
No Area Aktivitas Tahapan Hazard Hiegine Potensi Hazard Exposure Kategori Pengendalian Deskripsi Nilai Resiko Rekomendasi Kategori
Aktivitas Identifikasi Industri/ Bahaya Rating Rating Resiko Resiko Pengendalian Setelah Tindakan Resiko
Pengukuran Awal Pengendalian Perbaikan Akhir
Lingkungan
1. Office Pengoperasian Posisi Ergonomi Hasil uji Musculosce 2 3 6 Rekayasa Mengganti 3 3
Komputer Duduk lingker Skor 6 letal Engenering kursi
(Sedang) Diseases Administrasi Campaign
ergonomi
posisi duduk
dan letak
computer yang
baik
Praktek Kerja BG/SOP/036
Ergonomi
Kerja
APD -
Posisi Ergonomi Hasil uji Musculosce 2 3 6 Rekayasa Pemasangan 3 3
Komputer Radiasi lingker Skor 6 letal Engenering penyangga
(Sedang) Diseases peninggi
Laptop
Administrasi Campaign
ergonomi
posisi duduk
dan letak
computer yang
baik
Praktek Kerja BG/SOP/036
Ergonomi
Kerja
APD -
Posisi Ergonomi Hasil uji Musculosce 1 3 3 Rekayasa Penggunaan 1 1
Keyboard lingker Skor 6 letal Engenering Keybord
(Sedang) Diseases potable
Administrasi Campaign
ergonomi
posisi duduk
dan letak
computer yang
baik
Praktek Kerja BG/SOP/036
Ergonomi
Kerja
APD -
Kondisi - Kualitas - Kekurangan 2 3 6 Rekayasa - 2 2
Ruangan Udara -334,8 Lux oksigen Engenering
- Pencahayaan Administrasi Campaign
Penggunaan
Listrik yang
baik
Praktek Kerja -
APD -
Manual Mengangkat Ergonomi - Musculosce 2 2 4 Rekayasa - 1 1
Handling Beban letal Engenering
Diseases Administrasi Campaign
metode
mengangkat
beban yang
benar
Praktek Kerja BG/SOP/036
Ergonomi
Kerja
APD -
Gerakan Ergonomi - Musculosce 2 2 4 Rekayasa Reposisi 1 1
Berulang letal Engenering peralatan
Diseases meletakan di
area yang
mudah di
jangkau
Administrasi -
Praktek Kerja BG/SOP/036
Ergonomi
Kerja
APD -
2. Workshop Penggantian Melepas Getaran 1,9 m/det White 2 3 6 Rekayasa - 2 2
Tyre Baut Finger, Engenering
Kelainan Administrasi -
Otot dan Praktek Kerja JSA
Rangka Penggantian
Tyre
APD Menggunakan
Sarung tangan
Melepas Ergonomi Musculosce 2 3 6 Rekayasa Menggunakan 2 2
Tyre letal Engenering titik tumpu
Diseases pada saat
melepas tyre
Administrasi -
Praktek Kerja BG/SOP/036
Ergonomi
Kerja
APD Sarung tangan,
Sepatu shoes
Mengisi Kebisingan 96,9 dBA Gangguan 2 4 8 Rekayasa Pembuatan 4 4
Tekanan Pendengara Engenering rumah
Tyre n (tinnitus) compressor
Administrasi -
Praktek Kerja -
APD Ear plug
Melakukan Mengganti Kimia Iritasi 4 3 12 Rekayasa Membuat 6 6
Service Unit Oli, grase, Engenering rumah khusus
filer solar, B3
coolent, dan Administrasi Pemasangan
air acu stiker B3
Praktek Kerja JSA
penggantian
oli
APD Sarung tangan,
KAcamata
Safety, Safety
Shoes
Manual Ergonomi Musculosce 2 2 4 Rekayasa Pastikan 1 1
handling letal Engenering pengerjaan di 6
Diseases bagian tertentu
pada unit di
kerjakan 2
orang atau
lebih
Administrasi -
Praktek Kerja BG/SOP/036
Ergonomi
Kerja
APD -
Penggunaan Kebisingan 96,9 dBA Gangguan 3 4 12 Rekayasa Pembuatan 6
Kompresor Pendengara Engenering rumah
n (tinnitus) compressor
Administrasi -
Praktek Kerja -
APD Ear Plug
Pemeriksaan Ergonomi Musculosce 2 2 Ringan Rekayasa - 2 2
unit letas Engenering
Diseases Administrasi -
Praktek Kerja BG/SOP/036
Ergonomi
Kerja
APD -
Gerakan Ergonomi Musculosce 2 3 Ringan Rekayasa Menggunakan 3 3
Berulang letal Engenering toolbox beroda
Diseases agar mudah di
pindah dan di
jangkau
Administrasi -
Praktek Kerja BG/SOP/036
Ergonomi
Kerja
APD -
Pengoperasia Getaran 1,9 m/det White 2 3 Ringan Rekayasa Pemeriksaan 2 2
n Impact, Finger, Engenering secara berkala
Gerinda dan Kelainan Administrasi -
Bor tangan Otot dan Praktek Kerja -
Rangka APD Sarung Tangan
Kondisi Tata Kondisi Debu Gangguan 2 2 Ringan Rekayasa Pencucian 1 1
ruang workshop lantai Paru Engenering lantai kerja di
awal dan akhir
shift
Administrasi Campaign
bahaya debu
Praktek Kerja -
APD Masker
Kondisi Iklim kerja Stress 3 3 9 Rekayasa Melakukan 4 4
workshop Engenering pengujian
iklim kerja
Administrasi -
Praktek Kerja STD
Workshop
APD -
Kondisi Pencahayaan Insident 3 2 6 Rekayasa Pemasangan 2 2
bangunan Engenering Lampu
antisipasi
perbaikan unit
di malam hari
Administrasi -
Praktek Kerja STD
Workshop
APD
3. Unit Pengoperasian Posisi duduk Ergonomi Skor 9 Musculosce 2 4 8 Rekayasa - 2 2
unit dan (Sedang) letas Engenering
memegang Diseases Administrasi -
stering Praktek Kerja BG/SOP/036
Ergonomi
Kerja
APD -
Area Debu Gangguan 2 3 6 Rekayasa Penyiraman 2 2
Hauling dan Paru Engenering secara berkala
Pit Administrasi -
Praktek Kerja -
APD Penggunaan
Masker
LAMPIRAN

Matriks Resiko

Exposure Rating
Hazard Rating 1 2 3 4 5
1 1 2 3 4 5
2 2 4 6 8 10
3 3 6 9 12 15
4 4 8 12 16 20
5 5 10 15 20 25

Anda mungkin juga menyukai