Nama: Zahra Tusita
Kelas: XII.5
1. pantun /pan·tun/ n 1 bentuk puisi Indonesia (Melayu), tiap bait (kuplet) biasanya terdiri atas empat
1
baris yang bersajak (a-b-a-b), tiap larik biasanya terdiri atas empat kata, baris pertama dan baris kedua
biasanya untuk tumpuan (sampiran) saja dan baris ketiga dan keempat merupakan isi; 2 peribahasa
sindiran; 3 ark jawab (misalnya pada tuduhan);
-- berkait rangkaian pantun yang sambung-menyambung, misalnya larik kedua dan keempat bait
pertama muncul lagi sebagai larik pertama dan ketiga bait berikutnya; pantun rantai;
-- kilat pantun yang hanya terdiri atas dua baris, bersajak a-a, masing-masing merupakan sampiran dan
isi; karmina;
-- rantai pantun berkait;
2. karmina/kar·mi·na/ n Sas pantun dua seuntai (pantun kilat), baris pertama sebagai sampiran dan
baris kedua sebagai isi berupa sindiran dengan rumus rima a a, misalnya kayu lurus dalam lalang,
kerbau kurus banyak tulang
3. gurindam/gu·rin·dam/ n sajak dua baris yang mengandung petuah atau nasihat (misalnyabaik-baik
memilih kawan, salah-salah bisa jadi lawan);
4. novelet/no·ve·let/ /novélét/ n Sas novel pendek; novella
5. novel/no·vel/ /novél/ n Sas karangan prosa yang panjang mengandung rangkaian cerita kehidupan
seseorang dengan orang di sekelilingnya dengan menonjolkan watak dan sifat setiap pelaku;
6. monolog/mo·no·log/ n 1 pembicaraan yang dilakukan dengan diri sendiri; 2 Sen adegan sandiwara
dengan pelaku tunggal yang membawakan percakapan seorang diri;
-- dramatik Sas sajak yang terdiri atas kata-kata yang diucapkan seorang tokoh tunggal pada saat kritis
yang mengungkapkan keadaan dirinya dari situasi yang dihadapinya;
7. senandika/se·nan·di·ka/ n wacana seorang tokoh dalam karya susastra dengan dirinya sendiri di
dalam drama yang dipakai untuk mengungkapkan perasaan, firasat, konflik batin yang paling dalam dari
tokoh tersebut, atau untuk menyajikan informasi yang diperlukan pembaca atau pendengar
8. solilokui/so·li·lo·kui/ n senandika
9. dialog/di·a·log/ n 1 percakapan (dalam sandiwara, cerita, dan sebagainya); 2 karya tulis yang
disajikan dalam bentuk percakapan antara dua tokoh atau lebih;
-- batin Sas kata-kata yang diucapkan oleh pemain untuk mengungkapkan pikiran atau perasaannya
tanpa ditujukan kepada pemain lain;
-- horizontal dialog yang dilakukan oleh seseorang (lembaga, golongan, dan sebagainya) yang
kedudukan atau pengetahuannya sama atau seimbang, seperti antara mahasiswa dan mahasiswa,
antara guru dan guru: -- horizontal sesama mahasiswa diperlukan saat ini untuk menyamakan visi dan
misi;
-- interaktif dialog yang dilakukan di televisi atau radio yang dapat melibatkan pemirsa dan pendengar
melalui telepon;
-- pemancing Sas kata-kata pemancing yang diucapkan oleh seorang pemain kepada pemain lain yang
lupa akan percakapan lanjutannya;
-- pribadi Sas ucapan pemain kepada penonton, dan ucapan itu tidak terdapat dalam naskah;
-- vertikal dialog yang dilakukan oleh seseorang (lembaga, golongan, dan sebagainya) yang
kedudukannya lebih rendah dengan seseorang (lembaga, golongan, dan sebagainya) yang
kedudukannya lebih tinggi, seperti antara buruh dan majikan, antara mahasiswa dan menteri: -- vertikal
antara mahasiswa dan Menteri Pendidikan Nasional;
-- wisata dialog antara kelompok negara penerima wisatawan dan kelompok industri pengirim wisatawan
untuk membicarakan perdagangan wisata di antara mereka;
10. antologi/an·to·lo·gi/ n kumpulan karya tulis pilihan dari seorang atau beberapa orang
pengarang: sebuah -- sajak perjuangan bangsa Indonesia telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris
11. absurd/ab·surd/ a tidak masuk akal; mustahil
12. abstrak /ab·strak/ a tidak berwujud; tidak berbentuk; mujarad; niskala: kebaikan dan kebenaran
1
adalah pengertian yang --;