PENATALAKSANAAN CODE BLUE
No. Dokumen No. Revisi Halaman
MTPJ/SPO/IGD/037/VII/2025 00 1/5
Ditetapkan
Standar Direktur,
Prosedur
Tanggal Terbit
Operasional
26 Juli 2025
dr. Ferry Yap, MARS
I. Pengertian Kode isyarat yang digunakan dalam rumah sakit yang menandakan adanya
seseorang yang mengalami henti napas dan henti jantung. Sebuah code blue
harus segera dimulai setiap kali seseorang ditemukan dalam kondisi henti napas
dan henti jantung serta membutuhkan resusitasi jantung paru.
II. Tujuan Sebagai panduan bagi tim code blue dalam melakukan penanganan kasus pasien
yang mengalami henti jantung (Cardiac Arrest) atau mengalami situasi henti
napas (Respiratory Arrest) dan situasi darurat lainnya yang menyangkut dengan
nyawa pasien
III. Kebijakan
Sesuai Peraturan Direktur Murni Teguh Pejaten Jakarta Nomor
010/DIR/SK/MTPJ/X/2024 tentang Panduan Code Blue
IV. Prosedur
1. Tunjuk 1 (satu) orang sebagai anggota tim kode biru setiap shift dari
ruang IGD dan ICU, kemudian laporkan kepada dokter jaga ruangan dan
IGD yang bertugas pada hari itu. Dokter IGD maupun dokter jaga ruangan
bertindak sebagai leader.
2. Menekan bel code blue pada saat terjadi kegawatdaruratan atau
ditemukan korban / pasien dengan cardiopulmonary arrest oleh petugas
perawat ruangan atau petugas yang bersangkutan.
3. Petugas Operator menerima informasi code blue melalui monitor system
code blue, kemudian mengaktivasi pemberitahuan melalui pengeras suara
rumah sakit.
4. Sementara menunggu kedatangan tim utama menanggapi code blue, jika
tersedia tim yang terlatih untuk BHD, mereka harus memulai BHD (posisi
airway, bantuan pernafasan, kompresi dada dan lain-lain);
5. Setiap departemen, divisi, atau unit rawat inap harus berusaha untuk
memastikan bahwa tim mereka dilatih setidaknya ketrampilan BHD,
setidaknya peralatan resusitasi dasar dan ditempatkan dilokasi strategis
6. Amankan diri, pasien dan lingkungan
7. Lakukan BHD / CPR kepada pasien dengan cardiac arrest sampai tim kode
PENATALAKSANAAN CODE BLUE
Standar
No. Dokumen No. Revisi Halaman
Prosedur
MTPJ/SPO/IGD/037/VII/2025 00 2/5
Operasional
biru datang.
8. Waktu respon (layanan standar) dari code blue call/ aktivasi kedatangan tim
code blue di tempat kejadian akan disimpan.
9. Ambil alih CPR oleh tim kode biru untuk dilanjutkan dengan BHD.
10. Jelaskan kondisi pasien dan tindakan apa yang telah dilakukan kepada tim
kode biru melalui leader (Dokter jaga ruangan/dokter jaga IGD) serta
mendokumentasikan obat-obatan yang diberikan dan tindakan yang telah
dilakukan.
11. Bagi tugas anggota tim kode biru oleh leader.
12. Ambil alih koordinasi resusitasi oleh Leader (Dokter jaga ruangan / Dokter
Jaga IGD) dengan uraian tugas:
a. Menguasai seluruh algoritma.
b. Memberikan intruksi dengan jelas dan sistemik.
c. Mengambil alih tugas bila diperlukan.
d. Mengecek tugas ventilator (orang yang melakukan pembebasan jalan
nafas / Airway & Breathing)
e. Mengecek tugas Kompresor (orang yang melakukan pijat jantung).
f. Mengecek tugas Sirkulator (orang yang melakukan pemasangan IV line
dan persiapan alat).
g. Memastikan dokumentasi tepat sesuai tindakan dan jam perlakuan
tindakan
13. Menyatakan bahwa pasien telah meninggal setelah tim kode biru
mengalami kelelahan dan pasien tidak dapat ditolong lagi.
14. Perawat ventilator, dengan uraian tugas:
a. Memasang oropharingeal airway.
b. Memasang sungkup muka dengan benar.
c. Melakukan Bagging .
d. Melakukan intubasi.
e. Memastikan letak ETT tepat
f. Melakukan fiksasi
g. Memperhatikan pengembangan dada.
15. Perawat kompresor dengan tugas :
a. Memberikan pijatan jantung luar.
PENATALAKSANAAN CODE BLUE
Standar
No. Dokumen No. Revisi Halaman
Prosedur
MTPJ/SPO/IGD/037/VII/2025 00 3/5
Operasional
b. Melakukan tindakan DC Syock sesuai indikasi.
16. Perawat Sirkulator, dengan uraian tugas:
a. Melakukan pengecekan tekanan darah, nadi & irama, mengambil
sample darah.
b. Memasang IV Line, jika diperlukan.
c. Memberi obat-obatan yang diintruksikan oleh leader.
17. Perawat Dokumentasi bertugas untuk mencacat semua tindakan yang
dilakukan selama resusitasi.
18. Hentikan Resusitasi setelah :
a. Pasien kembali kepada sirkulasi dan nafas spontan (ROSC) dengan
kriteria respon terhadap tindakan RJP yaitu nadi teraba dan irama
jantung sinus.
b. Setelah 30 menit pemberian resusitasi
c. Setelah tim kode biru mengalami kelelahan hingga pasien tidak dapat
diselamatkan
d. Pasien tidak dapat diselamatkan/ meninggal.
19. Pasien henti nafas dan henti jantung yang bukan berasal dari ruang
perawatan dibawa keruangan IGD untuk penanganan definitif setelah
kondisi pasien sudah ROSC, sampai keluarga pasien datang.
20. Pasien henti nafas dan henti jantung yang berasal dari ruang perawatan
akan dikirim ke ICU untuk perawatan definitif jika kondisi pasien sudah
ROSC.
21. Dokumentasikan semua tindakan dalam pelaksanaan kode biru dalam
catatan rekam medis pasien.
PENATALAKSANAAN CODE BLUE
Standar
No. Dokumen No. Revisi Halaman
Prosedur
MTPJ/SPO/IGD/037/VII/2025 00 4/5
Operasional
V. Unit Terkait Seluruh Unit
PENATALAKSANAAN CODE BLUE
Standar
No. Dokumen No. Revisi Halaman
Prosedur
MTPJ/SPO/IGD/037/VII/2025 00 5/5
Operasional