RUMAH SAKIT ISLAM
SITI HAJAR MATARAM
PROPOSAL INOVASI RAWAT INAP
SENYUM SEHAT RSI “SEHATI”
“Bangkit Untuk Bersatu, Menjadi Lebih Kuat Untuk Lebih Maju”
“RSI 47 – Empat Pilar Untuk Satu Tujuan”
OLEH :
TIM RAWAT INAP RSI
YAYASAN RUMAH ISLAM NUSA TENGGARA BARAT
RUMAH SAKIT ISLAM SITI HAJAR MATARAM
2025
RUMAH SAKIT ISLAM
SITI HAJAR MATARAM
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kesehatan merupakan hak asasi (UUD 1995, pasa 28 H ayat 1 dan UU No. 36 Tahun
2009 tentang kesehatan) dan sekaligus sebagai investasi, sehingga perlu diupayakan,
diperjuangkan, sehingga perlu komponen bangsa, agar masyarakat dapat menikmati hidup
sehat, dan pada akhirnya dapat mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal.
Undang-undang kesehatan No. 36 Tahun 2009 pasal 17 dan 18 menyatakan bahwa
pemerintah bertanggungjawab atas ketersediaan akses terhadap informasi, edukasi, dan
fasilitas pelayanan kesehatan untuk meningkatkan dan memilihara derajat kesehatan yang
setinggi-tingginya. Pemerintah juga bertanggung jawab untuk memberdayakan dan
mendorong peran aktif masyarakat dalam segala bentuk upaya kesehatan.
Lingkungan rumah sakit, meskipun untuk penyembuhan, seringkali terasa steril,
membosankan, atau bahkan menakutkan bagi pasien, terutama anak-anak dan lansia. Aspek
non-medis seperti kenyamanan psikologis pasien juga berperan penting dalam proses
penyembuhan dan kepuasan pasien.
Upaya kesehatan tidak hanya melalui pengobatan penyembuhan saja, tetapi juga ada pada
sugesti dan kepuasan pasien tersendiri. Banyak keluhan yang muncul dari masyarakat akan
pelayanan yang diberikan. Keluhan itu berupa kurang ramahnya petugas kesehatan,
kurangnya informasi yang jelas mengenai prosedur pelayanan dan ruangan di Rumah Sakit,
serta petugas kesehatan yang kurang menanggapi keluhan dari pasien dan terkesan cuek pada
pasien yang seharusnya membutuhkan kesan terbaik pada pelayanan Rumah Sakit.
Kepuasan masyarakat akan pelayanan yang diberikan oleh puskesmas sangat dipengaruhi
oleh keramahan, kecepatan dan ketepatan dari para petugas dalam menangani pasien, dimulai
dari pasien mendaftarkan diri di loket pendaftaran sampai pasien tersebut diperiksa oleh
tenaga medis dan mendapatkan obat.
Oleh karena itu, untuk pelayanan yang lebih efektif dan terintegrasi kami mengusulkan
inovasi peningkatan pengalaman pasien melalui pendekatan humanis dan lingkungan dengan
program “Senyum sehat RSI (SEHATI)”, yang dimana mudah diingat dan mencerminkan
fokus pada pengalaman pasien.
RUMAH SAKIT ISLAM
SITI HAJAR MATARAM
1.2 Permasalahan
1. Kecemasan atau stres pasien akibat lingkungan RS yang monoton.
2. Kurangnya kegiatan non-medis yang mendukung pemulihan psikologis.
3. Potensi kebosanan pasien rawat inap jangka panjang.
4. Keterlibatan pasien dan keluarga dalam proses pemulihan hanya sebatas medis.
5. Kurangnya komunikasi efektif dan Islami antar rekan kerja dan kepada pasien
1.3 Solusi
Menciptakan program terstruktur untuk meningkatkan patient experience melalui
intervensi non-medis yang sederhana namun berdampak sperti :
a) Terapi Warna & Suara
Penambahan elemen visual dan audio yang menenangkan di area tunggu
poliklinik atau ruang rawat inap (misal: mural pemandangan alam, murothal qur’an atau
audio dzikir serta musik instrumental lembut).
b) Pojok Baca & Permainan Edukatif
Menyediakan koleksi buku, majalah, buku cerita Islami, buku Kesehatan dan
pengobatan Islami/ thibbun nabawi serta permainan papan/edukatif sederhana di area
tunggu/bangsal (khususnya untuk anak-anak dan lansia).
c) Taman Penyembuhan Sederhana
Memanfaatkan area hijau yang ada (atau menciptakan sudut kecil dengan tanaman
pot) sebagai tempat relaksasi bagi pasien yang diperbolehkan bergerak.
d) Komunikasi efektif yang Islami ( Senyum, salam, sapa)
Program Komunikasi efektif yang Islami yaitu cara menyapa sesama karyawan,
pasien serta keluarga pasien dengan salam dan do’a atau kalimat- kalimat menenangkan
yang Islami dan sopan. Berdasarkan hasil observasi tentang kurangnya komunikasi dan
tegur sapa sesama karyawan di lingkungan rumah sakit, sehingga dengan adanya
program ini diharapkan kedepannya akan diadakan in house training bagi seluruh
karyawan RSI Siti Hajar Mataram tentang komunikasi efektif dan Islami yakni
bagaimana cara seseorang berkomunikasi dengan penuh empati serta diadakan program
pemberian reward bagi karyawan yang memiliki adab islami atau karyawan teladan.
RUMAH SAKIT ISLAM
SITI HAJAR MATARAM
Diharapkan komunikasi Islami bisa diterapkan di lingkungan rumah sakit, tegur sapa dan
silaturahmi sesama karyawan tetap terjaga, menciptakan interaksi yang ramah terhadap
pasien sehingga pasien merasa dihargai dan diperhatikan.
e) Informasi Interaktif dan edukatif
Display informasi kesehatan sederhana dan positif di monitor area tunggu rawat
jalan. Adanya video yang menampilkan tentang informasi dan edukasi sederhana yang
mudah dipahami oleh pasien dan penunggu seperti edukasi tentang menjaga Kesehatan
pada pasien hipertensi, kiat menjaga kestabilan gula darah pada pasien DM, bagaimana
mencegah dan merawat pasien stroke, manfaat konsumsi air putih bagi Kesehatan serta
tips hidup bersih dan sehat.
1.4 Tujuan
1. Menciptakan lingkungan rumah sakit yang lebih nyaman, ramah, dan kondusif untuk
penyembuhan.
2. Mengurangi tingkat stres dan kecemasan pasien serta keluarga.
3. Meningkatkan patient satisfaction secara keseluruhan.
4. Memperkuat citra RSI sebagai rumah sakit islami yang peduli terhadap aspek holistik
pasien.
5. Meningkatkan kualitas pelayanan dengan sentuhan personal, dan meningkatkan interaksi
yang ramah dan bersahabat
6. Membangun budaya kerja yang kolaboratif dan respek, pegawai yang saling menyapa
dan tersenyum memperkuat solidaritas tim, mencegah konflik internal, serta menciptakan
suasana kerja yang suportif dan saling menghargai
RUMAH SAKIT ISLAM
SITI HAJAR MATARAM
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Program
1. Fase 1 (Pilot Project)
Mengimplementasikan beberapa ide SEHATI di satu area (misal: poliklinik atau
bangsal tertentu) yang dipilih sebagai pilot.
2. Fase 2 (Evaluasi & Pengembangan)
Mengumpulkan feedback dari pasien, keluarga, dan staf. Melakukan penyesuaian
dan mengembangkan ide SEHATI lainnya.
3. Fase 3 (Perluasan)
Mengimplementasikan program SEHATI ke area lain di RSI secara bertahap.
2.2 Keberlanjutan
1. Relatif rendah biaya karena banyak menggunakan sumber daya internal (kreativitas staf,
pemanfaatan sudut ruang).
2. Dapat dijalankan oleh tim internal dari berbagai departemen (keperawatan, umum,
bahkan sukarelawan).
3. Kontinuitas program akan menjadi bagian dari standar pelayanan di RSI.
4. Bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi RSI Mataram.
5. Mengadakan inhouse training untuk komunikasi efektif yang Islami dengan pemateri dari
internal RSI yang sesuai bidangnya.
2.3 Mengapa ini mudah diimplementasikan dan relevan:
1. Tidak Bergantung Teknologi Tinggi
Sebagian besar ide ini tidak memerlukan pengembangan aplikasi kompleks atau
infrastruktur IT baru. Ini mengurangi risiko teknis dan waktu implementasi.
2. Biaya Relatif Rendah
Fokus pada pemanfaatan sumber daya yang ada dan ide-ide kreatif yang tidak
membutuhkan investasi besar.
3. Dampak Langsung pada Pengalaman Pasien
RUMAH SAKIT ISLAM
SITI HAJAR MATARAM
Tujuan utama rumah sakit adalah pelayanan pasien. Ide ini langsung menyentuh
kepuasan dan kenyamanan pasien, yang merupakan metrik penting.
4. Keterlibatan Staf Internal
Program ini sangat memungkinkan partisipasi aktif dari seluruh staf RSI, dari
petugas kebersihan, perawat, dokter, hingga bagian umum, menumbuhkan rasa
kepemilikan.
5. Relevan dengan Tujuan RSI
Meningkatkan kualitas pelayanan, kepuasan pasien, dan citra rumah sakit. Ini
adalah ide yang fokus pada soft-innovation dan people-centered care, yang seringkali
terlupakan namun sangat berdampak pada persepsi dan pengalaman pasien di rumah sakit
2.4 Referensi Kegiatan Serupa dan Persentase Keberhasilan
Program yang berfokus pada peningkatan pengalaman pasien melalui intervensi non-
medis dan pendekatan humanis telah diimplementasikan di berbagai fasilitas kesehatan, dan
literatur menunjukkan dampak positifnya terhadap kepuasan pasien. Tentu, berikut adalah
referensi kegiatan serupa dan informasi mengenai efektivitasnya, yang relevan dengan ide
inovasi "Senyum Sehat RSI (SEHATI)" yang berfokus pada soft-innovation dan people-
centered care :
1. Inovasi Kode QR untuk Pelayanan Non-Medis (RS Premier Bintaro)
• Deskripsi : Rumah Sakit Premier Bintaro mengimplementasikan inovasi Kode QR
untuk meningkatkan pelayanan non-medis, memungkinkan pasien mengakses
layanan seperti peminjaman alat makan atau pembersihan kamar dengan mudah
melalui pemindaian Kode QR. Inovasi ini dirancang untuk menjadi "The Most
Helpful Hospital" dalam pelayanan non-medis.
• Tingkat Keberhasilan: Berdasarkan hasil inovasi, Angka CSI (Customer Satisfaction
Index) mencapai 98,2%, menunjukkan bahwa pelayanan non-medis yang diberikan
telah mencapai tingkat kepuasan yang tinggi. Mayoritas pasien merasa sangat puas,
menandakan keberhasilan upaya dalam memberikan pengalaman yang baik dan
memenuhi harapan pasien.
RUMAH SAKIT ISLAM
SITI HAJAR MATARAM
2. Konsep Patient-Centered Care (PCC)
• Deskripsi : PCC adalah pelayanan kesehatan yang melibatkan hubungan antara
dokter, pasien, dan keluarga untuk memastikan pelayanan yang diberikan
menghargai keinginan dan kebutuhan pasien. PCC berfokus pada delapan dimensi,
termasuk menghargai pilihan pasien, dukungan moral, kenyamanan fisik,
Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE), serta keterlibatan keluarga. Konsep ini
menekankan agar pengelola rumah sakit melihat dari perspektif pasien untuk
memahami kebutuhan mereka dan fokus pada pasien.
• Efektivitas : Pelatihan PCC terbukti efektif dalam meningkatkan penerapannya dari
persepsi pasien. PCC juga dapat meningkatkan status kesehatan pasien dan efisiensi
perawatan dengan mengurangi tes diagnostik dan rujukan, serta mengurangi angka
pasien masuk rumah sakit kembali (readmisi).
• Faktor Penentu Kepuasan : Variabel non-medis seperti lingkungan fisik, pekerjaan,
kepribadian, dan pengalaman hidup pasien sangat memengaruhi kepuasan pasien.
Sikap, perilaku, tutur kata, dan keramahan petugas serta kemudahan mendapatkan
informasi menduduki peringkat tinggi dalam persepsi kepuasan pasien di rumah
sakit.
3. Kualitas Pelayanan dan Efektivitas Umum
• Deskripsi : Pelayanan yang berkualitas dan efektif, yang mencakup keramahan,
kecepatan, dan ketepatan petugas, sangat memengaruhi kepuasan masyarakat
terhadap pelayanan kesehatan. Pelayanan yang bermutu dan efektif diartikan jika
pelayanannya nyaman, menyenangkan, dan petugasnya ramah, yang secara
keseluruhan memberikan kesan kepuasan terhadap pasien.
• Dampak: Pasien yang puas lebih mungkin untuk kembali menggunakan layanan
rumah sakit yang sama dan merekomendasikannya kepada orang lain. Peningkatan
kepuasan pasien ini akan meningkatkan loyalitas dan mendukung tercapainya tujuan
rumah sakit. Transformasi etika budaya dan empati tenaga kesehatan juga penting
dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan yang humanis dan profesional.
RUMAH SAKIT ISLAM
SITI HAJAR MATARAM
2.5 Kesimpulan
Inovasi non-medis dan pendekatan people-centered care seperti program "Senyum Sehat
RSI (SEHATI)" memiliki dasar yang kuat dalam literatur dan studi kasus serupa. Meskipun
persentase keberhasilan dapat bervariasi tergantung pada implementasi dan konteks spesifik,
program-program ini secara konsisten menunjukkan dampak positif yang signifikan terhadap
kepuasan pasien, pengalaman perawatan, dan bahkan efisiensi operasional rumah sakit.
Kunci keberhasilannya terletak pada pemahaman mendalam terhadap kebutuhan non-medis
pasien dan keterlibatan aktif seluruh staf dalam menciptakan lingkungan yang lebih humanis
dan mendukung proses penyembuhan.