SOP RUJUKAN
No. Dokumen : 445.1/…../…../TU-PKM
S LH/SOP/…../2023
O No. Revisi :
Tanggal Terbit :
P
Halaman :
Kristianus Yulianto
UPTD. PUSKESMAS
Madang, SKM., [Link]
LONG HUBUNG NIP. 19840710 201505 1 001
Sistem rujukan adalah sistem jaringan fasilitas kesehatan yang memungkinkan terjadi
penyerahan tanggung jawab secara timbal balik atas masalah yang timbul, baik secara
horizontal ( komunikasi antar unit yang sederajat ) ataupun secara vertical ke fasilitas
pelayanan yang lebih kompeten, rasional dan tidak dibatasi wilayah administrasi.
- Rujukan Internal : rujukan rujukan horizontal yang terjadi antar unit-unit
1. Pengertian pelayanan di dalam institusi tersebut.
- Rujukan Eksternal : rujukan yang terjadi anta unit-unit dalam jenjang
pelayanan kesehatan, baik horizontal ( dari puskesmas rawat jalan ke
puskesmas rawat inap ) maupun vertical ( dari puskesmas ke rumah sakit
umum daerah).
1. Untuk meningkatkan mutu, cakupan dan efesiensi pelayanan kesehataan secara
terpadu.
2. Tujuan
2. Meningkatkan kemampuan puskesmas dan peningkatannya dalam rangka
menangani rujukan kasus “resiko tinggi” dan gawat darurat.
SK Kepala UPTD Puskesmas Long Hubung.
3. Kebijakan
1. Undang-undang No. 36 Tahun 2009 Tentang kesehatan.
2. Undang-undang No. 29 Tahun 2004 Praktik Kedokteran.
4. Referensi
3. Permenkes No. 75 Tahun 2014 Tentang Puskesmas.
4. Permenkes No. 585 Tahun 1989 Tentang Persetujuan Tindakan Medik.
Alat dan Bahan :
5. Alat dan Bahan - Format rujukan
Prosedur standar merujuk pasien
A. Prosedur Klinis :
1. Petugas melakukan anamnese, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan
penunjang medik untuk menentukan diagnosa utama dan diagnosa
banding.
2. Petugas memberikan Tindakan pra rujukan sesuai kasus berdasarkan
standar prosedur operasional (SPO).
3. Petugas memutuskan unit pelayanan tujuan rujukan.
a. Rujukan internal : Petugas klinik mengantar pasien ke unit gawat
darurat / UGD apabila kondisi pasien memerlukan perawatan lebih
lanjut dan masih bisa di lakukan tindakan di puskesmas.
b. Rujukan eksternal : Petugas UGD ? Rawat inap mengantar pasien
ke RS tempat rujukan apabila kondisi pasien memerlukan perawatan
6. Prosedur yang intensif.
B. Prosedur Administrasi :
1. Petugas membuat catatan rekam medis pasien.
2. Petugas memberikan informed Cconsernt ( persetujuan penolakan
rujukan).
3. Petugas membuat surat rujukan pasien.
4. Petugas mencatatn identitas pasien pada buku register rujukan pasien.
5. Petugas menyiapkan sarana transportasi/ambulance.
6. Petugass menghubungi RS tempat rujukan yang di tuju dan memastikan
bahwa unit pelayanan tujuan dapat menerima pasien.
7. Petugas merujuk dan menampingi pasien ke RS setelah menyelesaikan
administrasi.
7. Bagan Alur Rujukan Rujukan
A. Prosedur Klinis
eksternal. internal.
Anamnese pemeriksaan
fisik, pemeriksaan
penunjang.
Melakukan tindakan pra
Memutuskan unit pelayanan.
rujukan sesuai spo.
B. Prosedur Administratif
Membuat catatan Membuat surat
Inform Consent.
rekam medik. rujukan.
Menyiapkan Mencatat ke buku
ambullance. resgiter rujukan.
Menghubungi RS rujukan dan
memastikan menerima.
Merujuk dan
mendampingi pasien.
8. Hal yang perlu -
diperhatikan
9. Unit Terkait Klinik rawat jalan, UGD, Ambulance
1. Rekam medis.
10. Dokumen
Terkait 2. Surat rujukan.
No Yang diubah Isi Perubahan Tgl mulai di berlakukan
1.
11. Rekaman
Historis
Perubahan
2.
3.
4.