Program Bimbingan Konseling MIS 2022/2023
Program Bimbingan Konseling MIS 2022/2023
Program Bimbingan dan Konseling MIS Nurul Ikhsan tahun pelajaran 2022/2023 ini telah
disetujui dan di sahkan pada :
Hari : .................................................................................
Tanggal : .................................................................................
Halaman Judul...............................................................................................................i
Lembar Pengesahan......................................................................................................ii
Daftar Isi......................................................................................................................iv
PROGRAM TAHUNAN..............................................................................................
A. Rasional...............................................................................................................1
B. Dasar Hukum.......................................................................................................2
C. Visi dan Misi.......................................................................................................4
D. Deskripsi Kebutuhan...........................................................................................5
E. Tujuan..................................................................................................................6
F. Komponen Program.............................................................................................7
G. Bidang Layanan.................................................................................................10
H. Rencana Kegiatan / Operasional (Action Plan).................................................12
I. Pengembangan Tema atau Topik......................................................................13
J. Rencana Evaluasi, Pelaporan dan Tindak Lanjut..............................................14
K. Anggaran Biaya.................................................................................................15
L. Program Semester..............................................................................................15
PROGRAM TAHUNAN
A. RASIONAL
Paradigma bimbingan dan konseling dewasa ini lebih berorientasi pada pengenalan
potensi, kebutuhan, dan tugas perkembangan serta pemenuhan kebutuhan dan tugas-tugas
perkembangan tersebut. Alih-alih memberikan pelayanan bagi peserta didik yang
bermasalah, pemenuhan perkembangan optimal dan pencegahan terjadinya masalah
merupakan fokus pelayanan. Atas dasar pemikiran tersebut maka pengenalan potensi
individu merupakan kegiatan urgen pada awal layanan bantuan. Bimbingan dan konseling
saat ini tertuju pada mengenali kebutuhan peserta didik, orang tua, dan sekolah.
Bimbingan dan konseling di sekolah memiliki peranan penting dalam membantu
peserta didik dalam mencapai tugas-tugas perkembangan sebagaimana tercantum dalam
Standar Kompetensi Kemandirian Peserta Didik dan Kompetensi Dasar (SKKPD). Dalam
upaya mendukung pencapaian tugas perkembangan tersebut, program bimbingan dan
konseling dilaksanakan secara utuh dan kolaboratif dengan seluruh stakeholder sekolah.
Dewasa ini, layanan bimbingan dan konseling yang diselenggarakan oleh SDN 3
Mediaeducations memiliki banyak tantangan baik secara internal maupun eksternal. Dari
sisi internal, problematika yang dialami oleh sebagian besar peserta didik bersifat
kompleks. Beberapa diantaranya adalah problem terkait penyesuaian akademik di
sekolah, penyesuaian diri dengan pergaulan sosial di sekolah, ketidakmatangan orientasi
pilihan karir, dan lain-lainnya.
Dari sisi eksternal, peserta didik yang notabene berada dalam rentang usia anak
persiapan menuju remaja awal juga dihadapkan dengan perubahan-perubahan cepat yang
terjadi dalam skala global. Perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat dan
massif seringkali memberikan dampak negatif bagi perkembangan pribadi-sosial peserta
didik di sekolah. Sebagai contoh, akses tak terbatas dalam dunia maya seringkali
melahirkan budaya instan dalam mengerjakan tugas, maraknya pornografi, dan problem
lainnya.
Namun demikian, pada dasarnya setiap individu memiliki kecenderungan untuk
menata diri dan mencapai tujuan hidup yang lebih bermakna, tidak terkecuali peserta
didik di sekolah. Dari berbagai problem yang ada, masih terdapat harapan yang besar
terhadap keunggulan-keunggulan yang dimiliki oleh peserta didik. Beberapa peserta didik
memiliki potensi untuk dikembangkan bakat dan minatnya, aktif dalam kegiatan
olahraga, berbakat dalam bidang seni dan lain-lainnya. Di samping itu, daya dukung yang
tersedia di SDN 3 Mediaeducations dapat dikatakan berlimpah. Hal ini didukung oleh
fakta bahwa sebagian besar orang tua/wali peserta didik memiliki profesi beragam dan
telah menyatakan kesediaan untuk turut berkontribusi dengan kemampuan profesionalnya
masing-masing. Kondisi ini merupakan modal yang luar biasa dalam mendukung
keberhasilan layanan bimbingan dan konseling di sekolah. Begitu pula dari segi daya
dukung sarana dan prasarana yang dimiliki, MIS Nurul Ikhsan memiliki kecukupan
fasilitas untuk menopang kegiatan pengembangan bakat dan minat peserta didik melalui
berbagai wadah kegiatan intra maupun ekstrakurikuler
B. DASAR HUKUM
1. Pelayananbimbingan dan konselingsebagai salah satulayananpendidikan yang
harusdiperolehsemuapesertadidiktelahtermuatdalamUndang-UndangRepublik
Indonesia Nomor 89 Tahun 1989 tentangSistem Pendidikan Nasional dan
PeraturanPemerintahNomor 28 Tahun 1990 tentang Pendidikan Dasar dan Nomor 29
Tahun 1990 tentang Pendidikan Menengah.
3. Pelayanankonseling yang
merupakanbagiandarikegiatanpengembangandiritelahtermuatdalamstrukturkurikulum
yang ditetapkandalamPeraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia
Nomor 22 Tahun 2006 tentangStandar Isi untukSatuan Pendidikan Dasar Menengah.
4. Beban kerja Guru Bimbingan dan KonselingatauKonselor pada Pasal 54 ayat (6)
PeraturanPemerintahrepublik Indonesia Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru yang
menyatakan bahwa beban kerja Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor yang
memperoleh tunjangan profesi dan maslahat tambahan adalah mengampu bimbingan
dan konseling paling sedikit 150 (seratus lima puluh) pesertadidik per tahun pada
satuataulebihsatuanpendidikan. LebihlanjutdalampenjelasanPasal 54 ayat (6) yang
dimaksuddengan “mengampulayananbimbingan dan konseling”
adalahpemberianperhatian, pengarahan, pengendalian, dan
pengawasankepadasekurang-kurangnya 150 (seratus lima puluh) pesertadidik, yang
dapatdilaksanakandalambentukpelayanantatapmukaterjadwal di kelas dan
layananperseoranganataukelompokbagi yang dianggapperlu dan memerlukan.
b. Misi
1.) Melaksanakan pengembangan kurikulum
2.) Melaksanakan pengembangan profesional guru dan tenaga kependidikan
3.) Meningkatkan perolehan nilai rata-rata UN dari 6.0 menjadi 7.0
4.) Melaksanakan pengembangan media pembelajaran untuk semua mata
pelajaran
5.) Mewujudkan warga sekolah yang sehat, beriman, dan bertaqwa
6.) Melaksanakan pengembangan sarana prasarana pendidikan
7.) Mewujudkan lingkungan sekolah yang harmonis dan kondusif
8.) Meningkatkan prestasi di bidang akademik dan non akademik
9.) Melaksanakan pengembangan otonomi sekolah (kemandirian, penggalangan
partisipasi dan kerjasama)
10.) Melaksanakan pengembangan pembiayaan sekolah.
D. DESKRIPSI KEBUTUHAN
Kebutuhanpesertadidik/konselidapatdiidentifikasiberdasarkanasumsiteoretik dan
hasilasesmenkebutuhan yang dilakukan. Dalammelaksanakantugasnya, guru Bimbingan dan
Konselingterlebihdahulumenyusundaftar kebutuhan(Need Assesment).
Tujuanpenyusunaninstrumen tersebutuntukmengetahuikebutuhan dan permasalahanKonseli.
Berdasarkanhasilcatatan guru kelas yang
sekaligussebagaipemberilanananbimbingankonseling, yang dicatatdalambentukjurnal dan
laporanpersentasepermasalahan pada masing-masing kelas hasilnya tergambardalam table
berikut :
TabelPersentasePermasalahanKonselin Pada Tahun Pelajaran 2022/2022
Jumlahsiswa yang MemperolehLayanan BK
No BidangLayanan Jumlah Persentase
1 2 3 4 5 6
1 Peribadi 1 0 0 2 0 0 3 4.17%
2 Sosial 0 2 2 0 1 3 8 11.11%
3 Belajar 1 2 1 2 1 2 9 12.50%
4 Karil 1 1 2 0 2 0 6 8.33%
Berdasarkanprofilkelasdarihasilrekapmasalahdalamtahunpelajran
2022/2023diatas,permasalahantertinggiterdapatpadabidangbealajarsebesar 12,5%,
diikutioleh bidangsosialsebesar 11,11%,,Adapunbutirmasalahyang
palingtinggiadalahbelajar.
Kesemuabidanglayanantersebutmasihbutuhmendaptkanlayananbimbingan dan konseling.
Adapun kebutuhandarihasilasementersebuttertuangdalam table berikut:k
TabelDeskripsiKebutuhandariHasilAsesmen
Hasil Asesmen RumusanKebutuhandalamBentuk
BidangLayanan Kebutuhan Perilaku
Lainnya
Lainnya
Tabel RumusanTujuan
Bidang
RumusanKebutuhan RumusanTujuan
Layanan
F. KOMPONEN PROGRAM
Komponenprogrammeliputiadalah layanandasar, layanan responsif,layanan
peminatandan perencanaan individual dan dukungan sistem yang disesuai dengan hasil
asesmen kebutuhan peserta didik.
Bagiguru bimbingan dankonselingatau konseloryangbertugasdisatusekolah, maka
pada umumnya semuakomponen danbidang [Link]
bimbingan dan konseling atau konselor yang bertugas di gugus, komponen dan bidang
layanan dipilih sesuai prioritas kebutuhan peserta didik/konseli. Guru kelas yang
menjalankanfungsisebagaiguru bimbingandankonseling,maka komponenprogram
disesuaikan denganpembelajaranpada [Link]
masing-masing komponen
a. Layanan Dasar
Layanandasar adalahprosespemberianbantuankepada semuapesertadidik/konseli
yang berkaitan dengan pengembangan sikap, pengetahuan, dan keterampilan dalam bidang
pribadi, sosial, belajar, dan karir sebagai pengejawantahan tugas-tugas perkembangan
[Link] perkembanganyangdiorganisasikan
berkenaan dengan pengetahuan tentang diri dan orang lain, perkembangan
belajar,serta perencanaan dan eksplorasi karir.
Layanan dasar pada sekolah dasar dilaksanakan dalam aktivitas yang langsung
diberikan kepada pesertadidik/konseliadalah bimbingan kelompok,bimbingan klasikal,dan
bimbingan [Link],
[Link] yangmenjalankan fungsi
sebagai guru bimbingan dan konseling, layanan bimbingan klasikal dapat
diintegrasikan dalam kegiatan pembelajaran tematik.
1) LayananDasar
Layanandasaradalah proses pemberianbantuankepadasemuapesertadidik/konseli
yang berkaitandenganpengembangansikap, pengetahuan, dan
keterampilandalambidangpribadi, sosial, belajar, dan karirsebagaipengejawantahantugas-
tugasperkembanganmereka. Layanandasarmerupakan inti pendekatanperkembangan yang
diorganisasikanberkenaandenganpengetahuantentangdiri dan orang lain,
perkembanganbelajar, sertaperencanaan dan [Link] dasar pada sekolah
dasar dilaksanakan dalam aktivitas yang langsung diberikan kepada peserta didik/konseli
adalah bimbingan kelompok, bimbingan klasikal, dan bimbingan lintas kelas. Aktivitas
yang dilaksanakanmelalui media adalahpapanbimbingan, leaflet dan media
inovatifbimbingan dan konseling. Bagi guru kelas yang menjalankanfungsisebagai guru
bimbingan dan konseling,
layananbimbinganklasikaldapatdiintegrasikandalamkegiatanpembelajarantematik.
2) LayananResponsif
Layanan responsif adalah layanan untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek peserta
didik, atau masalah-masalah yang dialami peserta didik/konseli yang bersumber dari
lingkungan kehidupan pribadi, sosial, belajar, dan karir. Layananterdiriataskonseling
individual, konselingkelompok, konsultasi, konferensikasus, referal dan advokasi.
Sementaraaktivitaslayananresponsifmelalui media adalahkonselingmelaluielektronik dan
[Link] kontekslayananresponsif di Sekolah Dasar, guru bimbingan dan
konselingataukonselormemberikanintervensisecarasingkat. Pada layananresponsif juga
dilakukanadvokasi yang menitikberatkan pada
membantupesertadidik/konseliuntukmemilikikesempatan yang
samadalammencapaitugas-tugasperkembangan. Guru bimbingan dan
konselingataukonselormenyadariterdapatrintangan-rintanganbagipesertadidik yang
disebabkan oleh disabilitas, jeniskelamin, sukubangsa, bahasa,orientasiseksual, status
sosialekonomi, pengaruhorangtua, keberbakatan, dan sebagainya. Guru bimbingan dan
konselingataukonselorharusmemberikanadvokasi agar
semuapesertadidik/konselimendapatkanperlakuan yang
setaraselamamenempuhpendidikan di Sekolah Dasar.
a. StandarKompetensiKemandirianPesertaDidik(SKKPD):berdasarkanhasilassesmen
tugasperkembangandanstandarkompetensi kemandirian pesertadidik/konseliyang
diterbitkan oleh ABKIN.
b. Masalah: assesmen masalah, kelompok masalah, item masalah, bidang layanan dan
tingkatan kelas.
c. Bidanglayananbimbingandankonseling:kelompokbidanglayanan,tujuanlayanan
padakelompok bidang layanan, ruang lingkup bidang layanan, tingkatan kelas.
4. TINDAK LANJUT
Kegiatan yang dilakukan setelah pelaksana layanan bimbingan dan
konseling melakukanevaluasiprogram,kemudianmenindaklanjutiberjalannya
kegiatan pelayannyang diberikantersebut.
Kegiatantindaklanjutinisebagaiupayamenuntaskanbantuan,perbaikandanatau
pengembanganprogramBK pada [Link]
dilakukanberdasarkantemuanyangdiperolehdalamevaluasiprogram,maka guru BK:
(1) memperbaikihal-halyang masih lemah, kurang tepatatau kurang relevan dengan
tujuan yang akandicapai;(2)
mengembangkanprogramdenganmenambahataumerubahbeberapa hal yang dapat
meningkatkan kualitas pelayananatauefektifitas program.
K. ANGGARAN DAN BIAYA
Anggaran biaya menyesuaikan dengan anggaran sekolah yang dialokasikan
untuk kegiatan bimbingan dan Konseling yang sudah menjadi satu kedalam anggaran
pelaksanaan proses pembelajaran (PBM)
L. PROGRAM SEMESTERAN
MIS Nurul Ikhsan dikarenakanGuru kelas yang menjalankanfungsisebagaiguru
bimbingandankonseling,maka komponenprogram semester disesuaikan
denganpembelajaranpada kelasmasing-masing