0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan48 halaman

Unsur Rupa dan Prinsip Desain Seni Rupa

Diunggah oleh

websdn3purwosari
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan48 halaman

Unsur Rupa dan Prinsip Desain Seni Rupa

Diunggah oleh

websdn3purwosari
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Modul Ajar Seni Rupa

Pendekatan Deep Learning

A. Identitas Penulis
 Nama Penyusun: Toni Adhi Putranto, [Link].
 Satuan Pendidikan: SD N 3 Purwosari
 Tahun Ajaran: 2025/2026
 Mata Pelajaran: Seni Rupa
 Fase: C
 Kelas/Semester: 6/1
 Alokasi Waktu: 14 JP (Jam Pelajaran)

B. 8 Dimensi Profil Kelulusan


Centang dimensi profil kelulusan yang relevan:
 [✓] Keimanan dan Ketakwaan
 [✓] Kewargaan
 [✓] Penalaran Kritis
 [✓] Kreativitas
 [✓] Kolaborasi
 [✓] Kemandirian
 [ ] Kesehatan
 [✓] Komunikasi
C. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat
Cara guru menanyakan tentang pelaksanaan 7 kegiatan anak Indonesia hebat:

Pada awal setiap pertemuan, guru akan menyapa siswa dan membuka percakapan
ringan dengan pertanyaan-pertanyaan berikut:
 Bangun Tidur: "Anak-anak, sudah semangat pagi ini? Bagaimana rasanya
bangun tidur tadi? Apakah kalian sudah merasa segar?"
 Beribadah: "Sebelum berangkat sekolah, apakah kalian sempat beribadah?
Apa yang kalian doakan pagi ini?"
 Berolahraga: "Adakah di antara kalian yang tadi pagi sempat bergerak
atau berolahraga ringan? Apa manfaatnya bagi tubuh kita?"
 Gemar Belajar: "Bagaimana perasaan kalian saat mempelajari hal baru? Apa
ada sesuatu yang ingin kalian ketahui lebih banyak hari ini?"
 Makan Sehat dan Bergizi: "Sudahkah kalian sarapan pagi ini? Makanan
sehat apa yang kalian santap agar tubuh tetap kuat?"
 Bermasyarakat: "Apakah kalian sempat berinteraksi dengan keluarga atau
tetangga sebelum ke sekolah? Apa yang kalian lakukan?"
 Tidur Cepat: "Tadi malam, apakah kalian tidur cukup dan tidak terlalu
larut? Mengapa tidur yang cukup itu penting?"
Pertanyaan-pertanyaan ini akan menjadi jembatan untuk membangun kedekatan
emosional dan mengingatkan siswa akan pentingnya kebiasaan baik dalam
kehidupan sehari-hari.

D. Capaian dan Tujuan Pembelajaran


Capaian Pembelajaran:
 ELEMEN: Mengalami (Experiencing)

Peserta didik memahami unsur rupa dan prinsip desain di lingkungan


sekitarnya. Peserta didik menyimpulkan hasil pengamatan dan pemahaman
pada perpaduan unsur dalam prinsip desain.

Tujuan Pembelajaran:
Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan dapat:
1. Mengidentifikasi berbagai unsur rupa (titik, garis, bidang, bentuk, warna,
tekstur, gelap terang) yang ada di lingkungan sekitar dengan tepat.
2. Menganalisis prinsip desain (kesatuan, keseimbangan, irama, proporsi,
penekanan, keselarasan) yang diterapkan dalam karya seni atau objek di
lingkungan sekitar.
3. Menjelaskan hubungan antara unsur rupa dan prinsip desain dalam
menciptakan sebuah karya seni.
4. Mengaplikasikan pemahaman unsur rupa dan prinsip desain dalam
mengamati dan mendeskripsikan objek seni sederhana.
5. Membuat karya seni sederhana dengan menerapkan minimal dua unsur
rupa dan satu prinsip desain.
6. Menyimpulkan hasil pengamatan tentang perpaduan unsur rupa dan
prinsip desain dari berbagai contoh karya seni.
E. Sarana dan Prasarana
1. Proyektor dan layar
2. Papan tulis/Whiteboard dan spidol
3. Berbagai contoh gambar/foto karya seni rupa dengan penerapan unsur dan
prinsip desain
4. Alat dan bahan menggambar/melukis sederhana (kertas, pensil,
krayon/pensil warna)
5. Buku teks Seni Rupa kelas 6
F. Target Peserta Didik
 Peserta didik reguler: Semua siswa di kelas 6.
G. Model Pembelajaran
 Model Pembelajaran: Project-Based Learning (PBL) dengan pendekatan
Deep Learning.
 Metode: Observasi, Diskusi Kelompok, Eksplorasi, Praktik, Presentasi,
Refleksi.
o Deep Learning akan diintegrasikan melalui aktivitas yang mendorong
siswa untuk:
 Berpikir Kritis: Menganalisis dan menyimpulkan hubungan
antara unsur dan prinsip desain.
 Kolaborasi: Bekerja sama dalam kelompok untuk mengamati
dan menciptakan karya.
 Kreativitas: Menghasilkan ide-ide baru dalam karya seni.
 Komunikasi: Mempresentasikan hasil karya dan pemahaman
mereka.
H. Pertanyaan Pemantik
 Mindful Learning: "Coba pejamkan mata sejenak, lalu bayangkan ada
sebuah rumah di depan kalian. Bisakah kalian sebutkan bagian-bagian
rumah itu dan bagaimana setiap bagiannya saling terhubung? Apa yang
membuat rumah itu terlihat menarik atau biasa saja?"
 Meaningful Learning: "Pernahkah kalian melihat lukisan atau patung yang
sangat indah? Menurut kalian, apa yang membuat karya itu begitu
memukau? Apakah hanya karena warnanya bagus, atau ada hal lain yang
membuatnya istimewa?"
 Joyful Learning: "Jika kalian bisa menciptakan sesuatu yang paling kalian
sukai, apa itu? Bagaimana kalian akan membuatnya terlihat unik dan berbeda
dari yang lain? Apa bagian yang paling menyenangkan dari proses
menciptakannya?"
I. Kegiatan Pembelajaran

Pertemuan 1-2 (4 JP): Mengenal Unsur Rupa dan Prinsip Desain di


Sekitar Kita
Pendahuluan (30 menit)
 Guru membuka pelajaran dengan salam dan menanyakan kabar siswa.
 Guru melakukan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat (5 menit).
 Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan pertanyaan pemantik untuk
memicu rasa ingin tahu (10 menit).
 Guru mengaitkan materi dengan pengalaman siswa sehari-hari, misalnya
dengan menunjukkan foto benda-benda di sekitar kelas dan menanyakan
"Apa yang kalian lihat dari benda ini?" (15 menit).
Inti (130 menit)
 Eksplorasi Lingkungan (30 menit): Siswa diajak berkeliling di dalam kelas
atau sekitar sekolah (jika memungkinkan) untuk mengamati benda-benda di
sekitar mereka. Guru meminta siswa mencatat unsur rupa (garis, bentuk,
warna, tekstur, dll.) dan prinsip desain (keseimbangan, kesatuan, dll.) yang
mereka temukan pada benda-benda tersebut.
 Diskusi Kelompok (40 menit): Siswa dibagi menjadi kelompok kecil. Setiap
kelompok mendiskusikan hasil pengamatan mereka. Guru memfasilitasi
diskusi, memastikan setiap anggota aktif berpendapat dan saling belajar.
 Presentasi Awal (30 menit): Setiap kelompok mempresentasikan hasil
pengamatan dan diskusi mereka di depan kelas. Guru memberikan
umpan balik dan menguatkan pemahaman siswa tentang unsur rupa dan
prinsip desain.
 Pengenalan Teori (30 menit): Guru menyajikan materi lebih mendalam
tentang definisi dan contoh unsur rupa (titik, garis, bidang, bentuk, warna,
tekstur, gelap terang) dan prinsip desain (kesatuan, keseimbangan, irama,
proporsi, penekanan, keselarasan) melalui tayangan visual dan
penjelasan interaktif.
Penutup (20 menit)
 Guru bersama siswa menyimpulkan poin-poin penting yang telah dipelajari.
 Guru memberikan tugas rumah: mencari contoh gambar atau foto karya
seni/objek di rumah yang menunjukkan unsur rupa dan prinsip desain
yang berbeda.
 Guru menutup pelajaran dengan motivasi dan salam.

Pertemuan 3-4 (4 JP): Menganalisis dan Menyimpulkan Perpaduan


Unsur dan Prinsip Desain
Pendahuluan (20 menit)
 Guru menyapa siswa dan menanyakan kabar.
 Guru melakukan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat (5 menit).
 Guru mengajak siswa mengingat kembali materi pertemuan sebelumnya
melalui pertanyaan singkat (10 menit).
 Guru mengaitkan tugas rumah dengan materi yang akan dipelajari (5 menit).
Inti (140 menit)
 Analisis Karya (60 menit): Siswa diminta mengeluarkan contoh gambar/foto
yang mereka bawa dari rumah. Dalam kelompok, mereka menganalisis
gambar tersebut, mengidentifikasi unsur rupa dan prinsip desain yang
dominan, serta menjelaskan bagaimana unsur-unsur tersebut berpadu
menciptakan kesan tertentu. Guru berkeliling memberikan bimbingan.
 Studi Kasus Visual (40 menit): Guru menampilkan beberapa contoh karya
seni rupa terkenal (lukisan, patung, desain grafis sederhana) melalui
proyektor. Siswa secara individu atau berpasangan diminta untuk menuliskan
analisis singkat tentang perpaduan unsur rupa dan prinsip desain yang ada
pada karya tersebut.
 Diskusi dan Penarikan Kesimpulan (40 menit): Guru memfasilitasi diskusi
kelas tentang hasil analisis studi kasus visual. Siswa diajak untuk
menyimpulkan bagaimana perpaduan unsur rupa dan prinsip desain dapat
menciptakan makna dan keindahan dalam sebuah karya.
Penutup (20 menit)
 Guru bersama siswa merangkum pembelajaran hari ini.

 Guru memberikan apresiasi kepada siswa yang aktif.


 Guru memberikan pengantar untuk pertemuan berikutnya, yaitu menciptakan
karya.
 Guru menutup pelajaran.

Pertemuan 5-7 (6 JP): Mengaplikasikan Unsur dan Prinsip Desain


dalam Karya Sederhana
Pendahuluan (20 menit)
 Guru menyapa siswa dan menanyakan kabar.
 Guru melakukan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat (5 menit).
 Guru mengajak siswa berdiskusi singkat tentang ide-ide karya seni yang
ingin mereka buat (15 menit).
Inti (160 menit)
 Brainstorming Ide (30 menit): Siswa diajak melakukan brainstorming ide
karya seni sederhana (misalnya, membuat poster sederhana, desain motif
batik mini, kolase). Guru memberikan kebebasan berekspresi namun tetap
dalam koridor penerapan unsur dan prinsip desain yang telah dipelajari.
 Perencanaan Karya (30 menit): Setiap siswa membuat sketsa awal atau
rencana desain karya mereka, mencantumkan unsur rupa dan prinsip desain
apa saja yang akan mereka gunakan. Guru memberikan bimbingan individu.
 Proses Berkarya (80 menit - dibagi menjadi 2 sesi): Siswa mulai
menciptakan karya seni mereka. Guru berkeliling, memberikan arahan, dan
memotivasi siswa. Guru menekankan pentingnya proses dan eksplorasi.
 Pameran Mini dan Apresiasi (20 menit): Di akhir sesi berkarya, siswa
memamerkan karya mereka secara sederhana di meja masing-masing.
Setiap siswa menceritakan tentang karyanya dan teman lain memberikan
apresiasi konstruktif. Guru memberikan umpan balik umum dan spesifik.
Penutup (20 menit)
 Guru memberikan kesempatan siswa untuk merefleksikan proses berkarya
mereka: apa yang paling menantang, apa yang paling menyenangkan,
dan apa yang mereka pelajari.
 Guru mengumpulkan karya siswa untuk dinilai.
 Guru menutup pelajaran dengan memberikan semangat dan apresiasi atas
kreativitas siswa.

J. Asesmen Formatif dan Sumatif


Asesmen Formatif:
 Observasi Partisipasi Diskusi Kelompok: Mengamati keaktifan, kontribusi
ide, dan kemampuan mendengarkan anggota kelompok. (Skala: Sangat Baik,
Baik, Cukup, Kurang)
 Catatan Lapangan Pengamatan Lingkungan: Menilai kelengkapan dan
ketepatan identifikasi unsur rupa dan prinsip desain. (Skala: Sempurna,
Lengkap, Cukup Lengkap, Kurang Lengkap)
 Analisis Studi Kasus Visual: Menilai kedalaman pemahaman siswa dalam
mengidentifikasi dan menjelaskan perpaduan unsur dan prinsip desain pada
karya yang ditampilkan. (Rubrik terlampir)
 Presentasi Kelompok: Penilaian terhadap kemampuan komunikasi, isi
presentasi, dan kerja sama tim. (Rubrik terlampir)
Asesmen Sumatif:
 Proyek Karya Seni Sederhana: Penilaian terhadap penerapan unsur rupa
dan prinsip desain, orisinalitas, dan penyelesaian karya. (Rubrik terlampir)
K. Pemahaman Bermakna
Melalui pembelajaran ini, siswa akan memahami bahwa seni rupa bukanlah sekadar
menggambar atau melukis, melainkan sebuah bahasa visual yang memiliki aturan
dan elemen-elemen penyusunnya. Pemahaman akan unsur rupa dan prinsip desain
akan membantu siswa tidak hanya dalam menciptakan karya, tetapi juga dalam
mengapresiasi keindahan di sekitar mereka, baik itu pada alam, benda sehari-hari,
maupun karya seni lainnya. Mereka akan menyadari bahwa setiap objek atau
gambar memiliki 'cerita' di balik perpaduan bentuk, warna, dan susunannya.

L. Materi Bahan Ajar


Seni rupa merupakan salah satu cabang seni yang wujud karyanya dapat dinikmati
melalui indra penglihatan dan peraba. Dalam seni rupa, ada dua hal mendasar yang
perlu dipahami, yaitu unsur rupa dan prinsip desain. Unsur rupa adalah bagian-
bagian paling kecil yang membentuk sebuah karya seni, seperti titik, garis, bidang,
bentuk, warna, tekstur, dan gelap terang. Setiap unsur ini memiliki karakteristik dan
fungsinya masing-masing dalam membentuk sebuah komposisi visual. Misalnya,
garis dapat menunjukkan arah atau batas, sedangkan warna dapat menciptakan
suasana.
Prinsip desain, di sisi lain, adalah cara bagaimana unsur-unsur rupa diatur dan
disusun dalam sebuah karya. Prinsip-prinsip ini meliputi kesatuan (keseluruhan
yang utuh), keseimbangan (kesetaraan visual), irama (pengulangan teratur),
proporsi (perbandingan ukuran), penekanan (fokus utama), dan keselarasan
(kesesuaian unsur). Dengan menerapkan prinsip desain, seorang seniman dapat
menciptakan karya yang harmonis, menarik, dan memiliki pesan yang jelas.
Perpaduan antara unsur rupa dan prinsip desain inilah yang menjadikan sebuah
karya seni memiliki kekuatan dan nilai estetika.

Memahami unsur rupa dan prinsip desain sangat penting bagi kita. Dengan
pengetahuan ini, kita dapat lebih jeli mengamati dan menganalisis berbagai objek di
lingkungan sekitar, mulai dari pola pada sehelai daun hingga arsitektur sebuah
bangunan. Lebih dari itu, pengetahuan ini juga akan membantu kita dalam
menciptakan karya seni sendiri. Ketika kita menggambar, melukis, atau membuat
kerajinan, kita secara tidak sadar menerapkan unsur dan prinsip desain untuk
membuat karya kita lebih indah dan bermakna. Jadi, seni rupa bukan hanya tentang
bakat, tetapi juga tentang pemahaman dan penerapan aturan-aturan visual yang
mendasar.

M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik:
1. Bagian mana dari pembelajaran hari ini yang paling menarik bagiku?
Mengapa?
2. Apa hal baru yang paling penting yang aku pelajari hari ini tentang unsur
rupa dan prinsip desain?
3. Apakah aku merasa lebih percaya diri untuk mengamati dan menganalisis
karya seni setelah belajar ini?
Refleksi Pendidik:
1. Bagaimana partisipasi siswa dalam setiap kegiatan? Apakah semua siswa
terlibat aktif?
2. Apakah penggunaan model pembelajaran Project-Based Learning dengan
pendekatan Deep Learning efektif dalam mencapai tujuan pembelajaran?
3. Bagian mana dari modul ini yang perlu saya tingkatkan atau sesuaikan untuk
pembelajaran selanjutnya?
N. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
Nama Kelompok:

Anggota Kelompok:

1. ...................................
2. ...................................
3. ...................................
4. ...................................
Tugas Diskusi Kelompok dan Presentasi
Tema: "Menjelajahi Unsur Rupa dan Prinsip Desain di Lingkungan Sekolah"
Petunjuk:
1. Perhatikan berbagai objek di lingkungan sekolah Anda (misalnya, taman,
dinding kelas, pintu, jendela, papan pengumuman, atau bahkan seragam
teman Anda).
2. Pilih minimal 3 objek yang menurut kelompok Anda menarik untuk diamati.
3. Identifikasi unsur rupa (titik, garis, bidang, bentuk, warna, tekstur,
gelap terang) dan prinsip desain (kesatuan, keseimbangan, irama,
proporsi, penekanan, keselarasan) yang ada pada objek-objek
tersebut.
4. Diskusikan bagaimana unsur rupa dan prinsip desain tersebut berpadu pada
masing-masing objek. Apa kesan yang ditimbulkan?
5. Siapkan presentasi singkat (maksimal 5 menit) untuk menyampaikan hasil
diskusi kelompok Anda di depan kelas.
Tabel Hasil Pengamatan dan Diskusi
Unsur Rupa Prinsip Desain Bagaimana Unsur
Nama yang yang dan Prinsip Berpadu
No.
Objek Ditemukan Ditemukan (jelaskan kesan yang
(minimal 2) (minimal 1) ditimbulkan)

1.

2.

3.
Rubrik Penilaian Analitik untuk Tugas Diskusi Kelompok dan
Presentasi
Nama Kelompok: ..............................................................
Skala 4
Kriteria Skala 1 Skala 2 Skala 3
(Sangat
Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik)
Baik)

Identifikasi
Identifikasi Identifikasi
Identifikasi unsur &
unsur & unsur &
unsur & prinsip prinsip
Isi Diskusi prinsip prinsip
kurang lengkap dan
Kelompok sangat sangat
lengkap/kurang sebagian
terbatas/sal lengkap dan
tepat. besar tepat.
ah. tepat.

Penjelasan
Tidak
Penjelasan perpaduan
mampu Penjelasan
perpaduan unsur &
menjelaska perpaduan
Kualitas unsur & prinsip
n perpaduan unsur & prinsip
Analisis prinsip cukup sangat jelas,
unsur & sederhana/kur
jelas & mendalam,
prinsip. ang jelas.
relevan. & relevan.

Sebagian
besar Semua
Hanya 1-2 anggota anggota aktif
Beberapa
Kerja anggota yang aktif, berpartisipa
anggota aktif,
Sama aktif, sering mampu si, kolaborasi
kadang terjadi
Kelompok konflik. bekerja sangat baik.
miskomunikasi.
sama
dengan
baik.
Sangat
Tidak runtut, Runtut, suara runtut, suara
Cukup runtut,
Keterampil suara tidak cukup jelas, jelas &
suara kurang
an jelas, kurang percaya diri. lantang,
jelas, sesekali
Presentasi percaya diri. sangat
gugup.
percaya diri.

Sulit Kadang sulit Cukup jelas, Sangat jelas,


Kejelasan dipahami, dipahami, menggunak menggunak
Komunikas menggunak penggunaan an istilah an istilah
i an istilah istilah kurang yang tepat. yang sangat
yang salah. tepat. baik
Total Skor_____________/ 20
Keterangan Penilaian:
 16-20: Sangat Baik
 11-15: Baik
 6-10: Cukup
 0-5: Kurang
O. Pengayaan dan Remedial
Pengayaan:
 Bagi peserta didik yang telah mencapai ketuntasan, diberikan tugas
tambahan untuk menciptakan karya seni rupa dengan tema bebas, namun
wajib menerapkan minimal tiga unsur rupa dan dua prinsip desain yang
berbeda dari yang dipelajari di kelas.
 Peserta didik dapat diajak untuk meneliti lebih lanjut tentang seniman terkenal
dan menganalisis karya-karya mereka berdasarkan unsur rupa dan prinsip
desain.
Remedial:
 Bagi peserta didik yang belum mencapai ketuntasan, guru akan
memberikan bimbingan individual atau kelompok kecil.
 Guru akan mengulang penjelasan tentang unsur rupa dan prinsip
desain dengan contoh-contoh yang lebih sederhana dan konkret.
 Peserta didik akan diberikan latihan tambahan berupa lembar kerja yang
fokus pada identifikasi unsur dan prinsip desain pada gambar-gambar
sederhana.
P. Glosarium
 Unsur Rupa: Bagian-bagian pembentuk sebuah karya seni rupa, meliputi
titik, garis, bidang, bentuk, warna, tekstur, dan gelap terang.
 Prinsip Desain: Aturan atau kaidah yang digunakan untuk menyusun unsur-
unsur rupa agar menghasilkan komposisi yang harmonis dan bermakna.
 Deep Learning (Pembelajaran Mendalam): Pendekatan pembelajaran yang
berfokus pada pemahaman konsep secara mendalam, bukan sekadar
menghafal, dan mendorong siswa untuk berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan
berkomunikasi efektif.
Q. Daftar Pustaka
1. [Link] sumber referensi para pendidik indonesia
2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2018). Seni Rupa untuk Sekolah
Dasar Kelas VI. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
3. Sachari, Agus. (2002). Pengantar Nirmana Dwimatra. Bandung: Penerbit ITB.
4. Sukarya, Iyan. (2009). Dasar-Dasar Seni Rupa. Jakarta: Erlangga.

Mengetahui,
Kepala SDN 3 Purwosari Guru Kelas 6

Titik Purwanti, [Link]. Toni Adhi Putranto, [Link].


NIP. 19731220 200501 2 012 NIP. 19910411 202012 1 003
Modul Ajar Seni Rupa
Pendekatan Deep Learning

A. Identitas Penulis
 Nama Penyusun: Toni Adhi Putranto, [Link].
 Satuan Pendidikan: SD N 3 Purwosari
 Tahun Ajaran: 2025/2026
 Mata Pelajaran: Seni Rupa
 Fase: C
 Kelas/Semester: 6/1
 Alokasi Waktu: 14 JP (Jam Pelajaran)

B. 8 Dimensi Profil Kelulusan


Centang dimensi profil kelulusan yang relevan:
 [✓] Keimanan dan Ketakwaan
 [✓] Kewargaan
 [✓] Penalaran Kritis
 [✓] Kreativitas
 [✓] Kolaborasi
 [✓] Kemandirian
 [ ] Kesehatan
 [✓] Komunikasi

C. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat


Cara guru menanyakan tentang pelaksanaan 7 kegiatan anak Indonesia hebat:

Pada awal setiap pertemuan, guru akan menyapa siswa dan membuka percakapan
ringan dengan pertanyaan-pertanyaan berikut:
 Bangun Tidur: "Bagaimana perasaan kalian saat bangun tidur pagi ini?
Adakah yang merasa sangat bersemangat?"
 Beribadah: "Apakah kalian sudah beribadah pagi ini? Apa yang kalian
syukuri hari ini?"
 Berolahraga: "Adakah yang sudah melakukan gerakan ringan atau
berolahraga? Apa manfaatnya untuk tubuh dan pikiran kita?"
 Gemar Belajar: "Apa yang membuat kalian penasaran atau ingin kalian
pelajari lebih dalam hari ini?"
 Makan Sehat dan Bergizi: "Sudahkah kalian mengisi energi dengan sarapan
yang sehat? Makanan apa yang membuat kalian kuat beraktivitas?"
 Bermasyarakat: "Apakah kalian sudah menyapa orang-orang di sekitar
rumah atau sekolah? Apa arti pentingnya bersikap ramah kepada
sesama?"
 Tidur Cepat: "Semalam, apakah kalian tidur cukup dan nyenyak?
Mengapa tidur yang berkualitas itu sangat penting untuk kita?"
Pertanyaan-pertanyaan ini akan menjadi jembatan untuk membangun kedekatan
emosional dan mengingatkan siswa akan pentingnya kebiasaan baik dalam
kehidupan sehari-hari, sekaligus mengarah pada kesiapan belajar.

D. Capaian dan Tujuan Pembelajaran


Capaian Pembelajaran:
 ELEMEN: Merefleksikan (Reflecting)

Peserta didik mempresentasikan penilaian karya dan penciptaan karya seni


rupa dengan menggunakan kosa kata seni.

Tujuan Pembelajaran:
Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan dapat:
1. Menganalisis dan mengekspresikan penilaian pribadi terhadap karya seni
rupa (milik sendiri atau orang lain) dengan alasan yang logis dan obyektif.
2. Menggunakan kosakata seni rupa (misalnya, komposisi, harmoni, ekspresi,
tekstur, perspektif) secara tepat saat mengulas sebuah karya.
3. Mempresentasikan proses penciptaan karya seni rupa yang telah dibuat,
menjelaskan ide, teknik, dan media yang digunakan.
4. Mampu memberikan umpan balik konstruktif terhadap karya teman,
menggunakan bahasa yang santun dan relevan.
5. Merefleksikan pengalaman pribadi dalam berkesenian dan menyimpulkan
pembelajaran yang didapat dari proses kreatif.
6. Mengidentifikasi kekuatan dan area yang perlu ditingkatkan dalam
karya seni rupa milik sendiri.

E. Sarana dan Prasarana


1. Ruang kelas yang lapang untuk pameran mini dan presentasi
2. Proyektor dan layar
3. Papan tulis/Whiteboard dan spidol
4. Karya seni rupa siswa (yang telah dibuat di pertemuan sebelumnya
atau karya baru)
5. Contoh poster atau presentasi seni rupa yang baik (dari internet atau buku)

F. Target Peserta Didik


 Peserta didik reguler: Semua siswa di kelas 6.
G. Model Pembelajaran
 Model Pembelajaran: Discovery Learning dan Reciprocal Teaching
dengan pendekatan Deep Learning.
 Metode: Diskusi Kelompok, Kritik Seni (Sederhana), Presentasi, Refleksi,
Tanya Jawab.
o Deep Learning akan diintegrasikan melalui aktivitas yang mendorong
siswa untuk:
 Berpikir Kritis: Menganalisis dan mengevaluasi karya seni,
baik milik sendiri maupun orang lain.
 Kolaborasi: Bekerja sama dalam kelompok untuk memberikan
umpan balik dan mempersiapkan presentasi.
 Kreativitas: Menemukan cara inovatif dalam mempresentasikan
ide dan karyanya.
 Komunikasi: Menyampaikan gagasan, penilaian, dan refleksi
secara jelas menggunakan kosakata seni yang tepat.

H. Pertanyaan Pemantik
 Mindful Learning: "Jika kalian melihat sebuah lukisan, apa hal pertama
yang menarik perhatian kalian? Apakah itu warna, bentuk, atau ceritanya?
Mengapa hal itu menarik?"
 Meaningful Learning: "Ketika kalian membuat sebuah karya, apa yang
ingin kalian sampaikan kepada orang lain melalui karya tersebut? Apakah
karya kalian berhasil 'berbicara' kepada mereka?"
 Joyful Learning: "Bagian mana dari proses membuat atau melihat karya
seni yang membuat kalian merasa paling senang atau bangga? Ceritakan!"

I. Kegiatan Pembelajaran

Pertemuan 1-3 (6 JP): Mengkritisi dan Menilai Karya Seni Rupa


Pendahuluan (20 menit)
 Guru membuka pelajaran dengan salam dan menanyakan kabar siswa.
 Guru melakukan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat (5 menit).
 Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan pertanyaan pemantik untuk
memicu rasa ingin tahu (10 menit).
 Guru mengaitkan materi dengan pengalaman siswa dalam melihat atau
membuat karya seni, misalnya dengan bertanya, "Pernahkah kalian melihat
lukisan yang kalian suka atau tidak suka? Mengapa?" (5 menit).
Inti (160 menit)
 Mengingat Kosakata Seni (30 menit): Guru mengulang kembali beberapa
kosakata seni rupa yang relevan (misalnya, komposisi, harmoni, ekspresi,
tekstur, perspektif, unsur rupa, prinsip desain). Guru bisa menempelkan kartu
kata di papan tulis dan meminta siswa memberikan contoh atau
penjelasannya.
 Pengamatan Karya (40 menit): Guru menampilkan beberapa contoh karya
seni rupa (gambar/foto) dari berbagai jenis (lukisan, patung, kerajinan) di
proyektor. Siswa secara individu mengamati dan menuliskan apa yang
mereka lihat, apa yang mereka rasakan, dan apa yang mereka pikirkan
tentang karya tersebut. Guru menekankan pentingnya observasi yang detail.
 Diskusi Kelompok & Pembelajaran Resiprokal (50 menit): Siswa dibagi
menjadi kelompok kecil. Setiap kelompok diberikan satu atau dua karya seni
(bisa karya yang sama atau berbeda). Dengan metode Reciprocal Teaching,
setiap anggota kelompok berperan:
o Peramal (Predictor): Memprediksi pesan atau makna karya.
o Penanya (Questioner): Mengajukan pertanyaan tentang karya.
o Peringkas (Summarizer): Meringkas elemen-elemen penting karya.
o Penjelas (Clarifier): Menjelaskan bagian yang sulit dipahami.

Mereka berdiskusi tentang penilaian mereka terhadap karya tersebut,


menggunakan kosakata seni yang sudah dipelajari.

 Presentasi Kelompok Awal (40 menit): Setiap kelompok mempresentasikan


hasil diskusi dan penilaian mereka tentang karya yang diamati. Guru dan
kelompok lain dapat memberikan umpan balik, mendorong siswa untuk
memberikan alasan yang kuat atas penilaian mereka.
Penutup (20 menit)
 Guru bersama siswa menyimpulkan pentingnya melihat karya seni dengan
cermat dan memberikan penilaian yang obyektif.
 Guru memberikan tugas rumah: mencari satu karya seni (di buku, internet,
atau benda di rumah) dan menuliskan penilaian singkat tentang karya
tersebut, menggunakan minimal 3 kosakata seni rupa.
 Guru menutup pelajaran dengan motivasi dan salam.

Pertemuan 4-7 (8 JP): Mempresentasikan Karya dan Refleksi Diri


Pendahuluan (20 menit)
 Guru menyapa siswa dan menanyakan kabar.
 Guru melakukan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat (5 menit).
 Guru mengaitkan tugas rumah dengan materi yang akan dipelajari: "Apa
yang kalian temukan dari karya seni yang kalian amati di rumah?" (10 menit).
 Guru menjelaskan bahwa hari ini kita akan belajar bagaimana
mempresentasikan karya kita sendiri (5 menit).
Inti (160 menit)
 Mempersiapkan Presentasi Karya (60 menit): Siswa diminta mengeluarkan
karya seni rupa yang pernah mereka buat (bisa tugas dari pertemuan
sebelumnya, atau karya pribadi lainnya). Setiap siswa merencanakan
presentasinya dengan menjawab pertanyaan:
o Apa judul karyaku?
o Ide apa yang ingin kusampaikan melalui karya ini?
o Bahan dan teknik apa yang kugunakan?
o Bagian mana yang paling kusukai dari karyaku? Mengapa?
o Bagian mana yang ingin kuperbaiki jika aku membuatnya lagi?
o Guru memberikan contoh presentasi singkat yang baik.
 Sesi Presentasi Karya (80 menit - dibagi menjadi 2 sesi): Siswa secara
bergiliran mempresentasikan karya mereka di depan kelas. Setelah setiap
presentasi, teman-teman lain diberi kesempatan untuk memberikan umpan
balik konstruktif menggunakan kosakata seni. Guru memfasilitasi sesi
tanya jawab, memastikan komunikasi berjalan santun dan positif. Guru
menggarisbawahi pentingnya menghargai proses kreatif setiap individu.
 Refleksi Diri dan Peer Assessment (20 menit): Setelah semua presentasi,
siswa diminta untuk merefleksikan pengalaman mereka dalam
mempresentasikan dan menerima umpan balik. Mereka juga dapat
menuliskan peer assessment singkat terhadap satu atau dua karya teman
yang paling berkesan, menjelaskan alasannya.
Penutup (20 menit)
 Guru bersama siswa menyimpulkan pentingnya kemampuan merefleksikan
dan mempresentasikan karya seni sebagai bagian dari proses belajar.
 Guru memberikan apresiasi kepada semua siswa atas keberanian
dan kreativitas mereka.
 Guru memberikan motivasi untuk terus berkarya dan belajar dari
setiap proses.
 Guru menutup pelajaran dengan salam.

J. Asesmen Formatif dan Sumatif


Asesmen Formatif:
 Observasi Partisipasi Diskusi Kelompok: Mengamati keaktifan, kontribusi
ide, penggunaan kosakata seni, dan kemampuan mendengarkan anggota
kelompok saat membahas karya seni. (Skala: Sangat Baik, Baik, Cukup,
Kurang)
 Catatan Observasi Saat Pengamatan Karya: Menilai kedalaman dan
ketepatan observasi siswa terhadap karya seni yang ditampilkan. (Skala:
Sempurna, Lengkap, Cukup Lengkap, Kurang Lengkap)
 Tugas Analisis Karya Individu: Menilai kemampuan siswa dalam
menuliskan penilaian terhadap karya seni menggunakan kosakata seni yang
tepat. (Rubrik terlampir)
Asesmen Sumatif:
 Presentasi Penilaian dan Penciptaan Karya: Penilaian terhadap
kemampuan siswa dalam mempresentasikan penilaian karya (milik sendiri
atau orang lain) dan proses penciptaan karya dengan menggunakan
kosakata seni yang tepat, serta kemampuan memberikan umpan balik
konstruktif. (Rubrik terlampir)

K. Pemahaman Bermakna
Melalui pembelajaran ini, siswa akan memahami bahwa proses berkesenian tidak
hanya berhenti pada penciptaan, tetapi juga melibatkan kemampuan untuk
merefleksikan, mengevaluasi, dan mengomunikasikan ide serta pengalaman
mereka. Mereka akan belajar bahwa setiap karya seni memiliki cerita dan pesan
yang dapat diungkapkan melalui analisis. Lebih dari itu, siswa akan menyadari
bahwa memberikan dan menerima umpan balik adalah bagian penting dari proses
belajar dan berkembang, baik sebagai seniman maupun sebagai individu.
Kemampuan ini akan melatih penalaran kritis, komunikasi, dan kemandirian
mereka.

L. Materi Bahan Ajar


Merefleksikan karya seni adalah kegiatan penting dalam proses berkesenian. Ini
bukan hanya tentang mengatakan "bagus" atau "tidak bagus", melainkan tentang
memahami mengapa sebuah karya memiliki dampak tertentu pada kita. Refleksi
melibatkan pengamatan yang cermat, analisis unsur-unsur rupa dan prinsip desain
yang digunakan, serta menghubungkannya dengan ide atau pesan yang ingin
disampaikan oleh seniman. Dalam proses refleksi ini, kita menggunakan kosakata
seni seperti "komposisi", "tekstur", "ekspresi", atau "harmoni" untuk menggambarkan
apa yang kita lihat dan rasakan secara lebih tepat dan mendalam.
Selain merefleksikan karya orang lain, merefleksikan karya sendiri juga sangat
penting. Saat kita mempresentasikan karya yang telah kita buat, kita memiliki
kesempatan untuk menjelaskan ide di balik penciptaan, teknik yang kita gunakan,
serta kesulitan atau kesenangan selama prosesnya. Ini membantu kita memahami
niat artistik kita sendiri dan melihat apakah pesan yang ingin kita sampaikan berhasil
diterima oleh penonton. Mampu berbicara tentang karya sendiri melatih kemampuan
komunikasi dan kemandirian dalam berkesenian.
Proses merefleksikan dan mempresentasikan karya seni juga melibatkan kegiatan
memberi dan menerima umpan balik. Umpan balik yang konstruktif adalah
masukan yang membantu kita tumbuh dan berkembang, bukan sekadar pujian atau
kritik negatif. Dengan berlatih memberikan umpan balik yang santun dan relevan,
kita melatih kolaborasi dan empati. Sementara itu, menerima umpan balik
membantu kita melihat karya dari sudut pandang yang berbeda dan
mengidentifikasi area yang bisa diperbaiki di masa depan. Ini adalah langkah
penting dalam perjalanan menjadi seniman yang lebih baik.

M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik:
1. Apa yang paling menantang bagiku saat mempresentasikan karyaku atau
memberikan umpan balik kepada teman?
2. Hal baru apa yang aku pelajari tentang bagaimana cara mengkritisi
atau menilai sebuah karya seni?
3. Apakah aku merasa lebih berani berbicara tentang seni setelah pembelajaran
ini?
Refleksi Pendidik:
1. Apakah siswa mampu menggunakan kosakata seni dengan tepat saat
mempresentasikan dan memberikan umpan balik?
2. Bagaimana saya bisa memfasilitasi diskusi yang lebih mendalam dan kritis di
antara siswa?
3. Apakah lingkungan kelas sudah cukup mendukung untuk aktivitas presentasi
dan diskusi seni?

N. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)


LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
Nama Peserta Didik:

Kelas:

Tugas Analisis Karya Seni dan Persiapan Presentasi


Bagian 1: Analisis Karya Seni (Individu)
Pilih salah satu karya seni (gambar/foto) yang sudah Anda bawa atau
disediakan guru.
1. Judul Karya / Deskripsi Objek:
o (Jika tidak ada judul, jelaskan singkat objeknya, misal:
"Lukisan Pemandangan Desa" atau "Patung Kucing dari Tanah
Liat")
2. Apa yang Anda lihat pada karya ini? (Gunakan kosakata seni:
warna, bentuk, garis, tekstur, komposisi, dll.)
o Contoh: "Saya melihat garis lengkung yang dominan, warna
cerah, dan komposisi yang seimbang."
3. Apa kesan atau perasaan yang muncul setelah melihat karya ini?
Mengapa? (Contoh: tenang, bersemangat, sedih, ceria)
o Contoh: "Karya ini membuat saya merasa tenang karena penggunaan
warna biru dan hijau yang harmonis."
4. Menurut Anda, ide atau pesan apa yang ingin disampaikan oleh
seniman melalui karya ini?
5. Apakah menurut Anda karya ini berhasil menyampaikan pesannya?
Jelaskan alasan Anda.

Bagian 2: Persiapan Presentasi Karya Anda Sendiri (Individu)


Siapkan karya seni yang pernah Anda buat (misalnya, lukisan, gambar, kolase,
atau kerajinan sederhana). Jawab pertanyaan berikut untuk membantu Anda
mempersiapkan presentasi.
1. Judul Karyaku:
2. Ide Utama / Pesan yang Ingin Disampaikan:
3. Bahan dan Teknik yang Digunakan:
4. Bagian yang Paling Saya Sukai dari Karya Ini (Mengapa?):
5. Bagian yang Ingin Saya Perbaiki Jika Membuatnya Lagi (Mengapa?):

Rubrik Penilaian Analitik untuk Tugas Diskusi Kelompok dan


Presentasi
Nama Peserta Didik/Kelompok: ..............................................................
Skala 4
Kriteria Skala 1 Skala 2 Skala 3
(Sangat
Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik)
Baik)

Mengguna
Mengguna Mengguna
kan
kan kan
Hampir tidak beberapa
kosakata kosakata
menggunakan kosakata
Penggunaan seni dengan seni dengan
kosakata seni seni, namun
Kosakata Seni cukup tepat sangat
rupa yang sering
dan relevan. tepat dan
tepat. kurang tepat.
kaya.

Penilaian Penilaian
Penilaian Penilaian
cukup sangat
Kedalaman sangat sederhana,
mendalam, mendalam,
Analisis/Penil dangkal, tidak alasan kurang
alasan logis alasan kuat,
aian Karya ada alasan kuat.
dan relevan. dan
logis.
obyektif.

Cukup
Runtut,
runtut, Sangat
suara cukup
suara runtut,
Tidak runtut, jelas,
kurang suara jelas
Kejelasan suara tidak gagasan
jelas, & lantang,
Presentasi jelas, gagasan cukup
gagasan gagasan
sulit dipahami. mudah
kadang sangat
dipahami.
kurang jelas.
jelas.

Penjelasan Penjelasan
Tidak mampu Penjelasan
Kemampuan ide/proses ide/proses
menjelaskan ide/proses
Merefleksikan cukup jelas, sangat
ide/proses, sederhana,
Diri (Karya refleksi jelas,
tidak ada refleksi
Sendiri) cukup baik. refleksi
refleksi. minim.
mendalam.

Memberika n Memberika n
Tidak Memberika n
umpan balik umpan balik
Pemberian memberikan umpan balik
yang relevan yang
Umpan Balik umpan balik, sederhana,
dan relevan,
Konstruktif atau tidak kurang fokus.
membangu membangu
(untuk teman) konstruktif/neg
n. n, dan
atif.
inspiratif.
Total Skor_____________/ 20
Keterangan Penilaian:
 16-20: Sangat Baik
 11-15: Baik
 6-10: Cukup
 0-5: Kurang
Pengayaan dan Remedial
Pengayaan:
 Bagi peserta didik yang telah mencapai ketuntasan, dapat diberikan
tantangan untuk membuat "galeri virtual" sederhana dari karya-karya mereka
atau teman, kemudian menuliskan deskripsi singkat untuk setiap karya
menggunakan kosakata seni.
 Mendorong peserta didik untuk mencari dan menganalisis karya seni
rupa dari berbagai budaya atau era, kemudian membandingkan cara
seniman mengekspresikan diri.
Remedial:
 Bagi peserta didik yang belum mencapai ketuntasan, guru akan
memberikan bimbingan individual untuk melatih kemampuan presentasi dan
penggunaan kosakata seni.
 Guru dapat memberikan contoh-contoh presentasi yang lebih sederhana
dan meminta siswa untuk menirukan atau mengisi bagian-bagian kosong.
 Memberikan lembar kerja khusus yang berfokus pada definisi dan
penggunaan kosakata seni rupa.
Glosarium
 Refleksi: Kegiatan berpikir atau merenung kembali tentang suatu
pengalaman atau pembelajaran untuk mendapatkan pemahaman yang lebih
dalam.
 Kosakata Seni: Istilah-istilah khusus yang digunakan dalam bidang seni
untuk menggambarkan unsur, prinsip, teknik, atau karakteristik sebuah karya
seni rupa.
 Umpan Balik Konstruktif: Masukan atau tanggapan yang bertujuan untuk
membantu seseorang memperbaiki atau mengembangkan kemampuannya,
disampaikan dengan cara yang positif dan spesifik.

O. Daftar Pustaka
1. [Link] sumber referensi para pendidik indonesia
2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2018). Seni Rupa untuk Sekolah
Dasar Kelas VI. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
3. Sachari, Agus. (2002). Pengantar Nirmana Dwimatra. Bandung: Penerbit ITB.
4. Sukarya, Iyan. (2009). Dasar-Dasar Seni Rupa. Jakarta: Erlangga.

Mengetahui,
Kepala SDN 3 Purwosari Guru Kelas 6

Titik Purwanti, [Link]. Toni Adhi Putranto, [Link].


NIP. 19731220 200501 2 012 NIP. 19910411 202012 1 003
Modul Ajar Seni Rupa
Pendekatan Deep Learning

A. Identitas Penulis
 Nama Penyusun: Toni Adhi Putranto, [Link].
 Satuan Pendidikan: SD N 3 Purwosari
 Tahun Ajaran: 2025/2026
 Mata Pelajaran: Seni Rupa
 Fase: C
 Kelas/Semester: 6/1
 Alokasi Waktu: 14 JP (Jam Pelajaran)

B. 8 Dimensi Profil Kelulusan


Centang dimensi profil kelulusan yang relevan:
 [✓] Keimanan dan Ketakwaan
 [✓] Kewargaan
 [✓] Penalaran Kritis
 [✓] Kreativitas
 [✓] Kolaborasi
 [✓] Kemandirian
 [ ] Kesehatan
 [✓] Komunikasi

C. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat


Cara guru menanyakan tentang pelaksanaan 7 kegiatan anak Indonesia hebat:

Pada awal setiap pertemuan, guru akan menyapa siswa dan membuka percakapan
ringan dengan pertanyaan-pertanyaan berikut:
 Bangun Tidur: "Anak-anak, sudah semangat pagi ini? Apa ada mimpi
indah yang membuat kalian bangun dengan senyum?"
 Beribadah: "Sebelum berangkat sekolah, apakah kalian sudah beribadah?
Doa apa yang kalian panjatkan hari ini untuk kebaikan diri dan sesama?"
 Berolahraga: "Adakah yang tadi pagi sempat menggerakkan badan atau
bermain di luar? Apa yang kalian rasakan setelah bergerak?"
 Gemar Belajar: "Ada hal baru apa yang ingin kalian tahu lebih banyak hari
ini? Apa yang membuat kalian bersemangat untuk belajar?"
 Makan Sehat dan Bergizi: "Sudahkah kalian sarapan dengan makanan yang
bergizi? Makanan apa yang membuat tubuh kalian kuat dan pikiran jernih?"
 Bermasyarakat: "Apakah kalian sudah membantu orang di rumah atau di
jalan tadi pagi? Bagaimana perasaan kalian saat bisa berbuat baik kepada
orang lain?"
 Tidur Cepat: "Tadi malam, apakah kalian tidur cukup dan tidak begadang?
Mengapa tidur yang berkualitas itu penting sekali untuk kesehatan dan
fokus belajar kita?"
Pertanyaan-pertanyaan ini akan menjadi jembatan untuk membangun kedekatan
emosional dan mengingatkan siswa akan pentingnya kebiasaan baik dalam
kehidupan sehari-hari, sekaligus mengarah pada kesiapan belajar secara mindful.

D. Capaian dan Tujuan Pembelajaran


Capaian Pembelajaran:
 ELEMEN: Berpikir dan bekerja secara artistik (Thinking and
working artistically)

Peserta didik mampu menggunakan pengalaman, keterampilan, dan


pengetahuan yang diperoleh dalam mata pelajaran Seni Rupa atau mata
pelajaran lain sebagai sumber gagasan dalam berkarya. Peserta didik mampu
secara mandiri menggunakan variasi teknik dasar berkarya rupa.

Tujuan Pembelajaran:
Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan dapat:
1. Mengidentifikasi pengalaman, keterampilan, dan pengetahuan dari
berbagai mata pelajaran (misalnya, IPA, IPS, Bahasa Indonesia) sebagai
inspirasi atau sumber gagasan dalam berkarya seni rupa.
2. Merancang ide karya seni rupa yang orisinal dan kreatif berdasarkan
gagasan yang terinspirasi dari pengalaman atau pengetahuan lintas mata
pelajaran.
3. Memilih dan menggunakan variasi teknik dasar berkarya rupa
(misalnya, menggambar, melukis, mencetak, membentuk) secara mandiri
untuk mewujudkan gagasannya.
4. Mengembangkan keterampilan motorik halus dan koordinasi saat
mengaplikasikan teknik-teknik dasar berkarya rupa.
5. Menjelaskan proses kerja artistik mereka, mulai dari penemuan gagasan
hingga pemilihan teknik dan media.
6. Menghargai proses trial and error dalam berkarya dan mencari solusi
kreatif terhadap tantangan yang dihadapi.

E. Sarana dan Prasarana


1. Berbagai contoh karya seni rupa dengan tema lintas mata pelajaran
(gambar/foto)
2. Alat dan bahan berkarya rupa (pensil, krayon, cat air, kertas, kardus
bekas, plastisin, barang bekas lain)
3. Proyektor dan layar
4. Papan tulis/Whiteboard dan spidol
5. Ruang kelas yang cukup untuk aktivitas praktik dan eksplorasi

F. Target Peserta Didik


 Peserta didik reguler: Semua siswa di kelas 6.

G. Model Pembelajaran
 Model Pembelajaran: Project-Based Learning (PBL) dengan pendekatan
Deep Learning.
 Metode: Observasi, Diskusi, Eksplorasi Bahan, Praktik Langsung,
Demonstrasi, Presentasi.
o Deep Learning akan diintegrasikan melalui aktivitas yang mendorong
siswa untuk:
 Berpikir Kritis: Menganalisis bagaimana pengetahuan dari
mata pelajaran lain dapat menjadi inspirasi.
 Kolaborasi: Berbagi ide dan membantu satu sama lain dalam
menemukan solusi kreatif.
 Kreativitas: Menghasilkan ide-ide orisinal dan menemukan cara
baru dalam menggunakan teknik dan bahan.
 Kemandirian: Mengambil inisiatif dalam merancang dan
mewujudkan karya.

H. Pertanyaan Pemantik
 Mindful Learning: "Jika kalian melihat sebuah pensil, selain untuk menulis,
bisa jadi apa lagi ya? Bagaimana sebuah garis bisa menceritakan sebuah
kisah?"
 Meaningful Learning: "Pernahkah kalian merasa sangat terinspirasi oleh
sesuatu yang kalian pelajari di pelajaran IPA atau IPS, lalu ingin
mengungkapkannya dalam sebuah gambar atau bentuk? Bagaimana kalian
akan mengubah ide itu menjadi karya seni?"
 Joyful Learning: "Ketika kalian bebas menciptakan apa saja tanpa batasan,
hal apa yang paling membuat kalian bersemangat untuk mencoba? Apa yang
paling menyenangkan dari proses membuat sesuatu dengan tangan kalian
sendiri?"

I. Kegiatan Pembelajaran

Pertemuan 1-2 (4 JP): Menemukan Gagasan Lintas Mata Pelajaran


Pendahuluan (20 menit)
 Guru membuka pelajaran dengan salam dan menanyakan kabar siswa.
 Guru melakukan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat (5 menit).
 Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan pertanyaan pemantik untuk
memicu rasa ingin tahu (10 menit).
 Guru mengajak siswa mengingat kembali pelajaran-pelajaran lain (IPA, IPS,
Bahasa Indonesia) yang mungkin baru saja mereka pelajari. "Apakah ada
topik menarik di pelajaran lain yang membuat kalian berpikir, 'Wah, ini bisa
jadi ide gambar yang keren!'" (5 menit).
Inti (130 menit)
 Brainstorming Lintas Mata Pelajaran (40 menit): Guru memfasilitasi sesi
brainstorming di kelas. Guru menuliskan di papan tulis beberapa tema dari
mata pelajaran lain (misalnya, Daur Hidup Kupu-kupu dari IPA, Pahlawan
Nasional dari IPS, Persahabatan dari Bahasa Indonesia). Siswa diminta
secara individu menuliskan ide-ide seni rupa yang muncul dari tema
tersebut. Guru mendorong pemikiran out-of-the-box.
 Diskusi Kelompok: Mengembangkan Ide (50 menit): Siswa dibagi menjadi
kelompok kecil (4-5 orang). Setiap kelompok memilih satu tema atau
menggabungkan beberapa ide yang mereka sukai. Mereka berdiskusi untuk
mengembangkan gagasan awal menjadi konsep karya seni rupa yang lebih
konkret. Guru berkeliling, memberikan bimbingan, dan membantu siswa
menggali potensi gagasan mereka. Guru menekankan bagaimana
pengalaman atau pengetahuan dari pelajaran lain bisa menjadi fondasi karya
seni.
 Perencanaan Karya Awal (40 menit): Setiap kelompok mulai membuat
sketsa atau rancangan kasar untuk karya yang akan mereka buat, termasuk
media dan teknik dasar yang mungkin digunakan. Guru menekankan
bahwa ini adalah tahap eksplorasi awal, jadi tidak perlu sempurna. Ini
melatih kemandirian dalam perencanaan.
Penutup (20 menit)
 Guru meminta setiap kelompok mempresentasikan singkat gagasan awal
mereka.
 Guru memberikan apresiasi atas ide-ide kreatif yang muncul.
 Guru memberikan tugas rumah: mencari contoh-contoh karya seni rupa yang
terinspirasi dari ilmu pengetahuan atau sejarah.
 Guru menutup pelajaran dengan motivasi dan salam.

Pertemuan 3-7 (10 JP): Eksplorasi Teknik dan Proses Berkarya


Artistik
Pendahuluan (20 menit)
 Guru menyapa siswa dan menanyakan kabar.
 Guru melakukan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat (5 menit).
 Guru mengaitkan materi dengan tugas rumah. "Apa yang kalian temukan dari
karya seni yang terinspirasi ilmu pengetahuan atau sejarah? Apakah ada
teknik yang menarik perhatian kalian?" (10 menit).
 Guru memperkenalkan berbagai alat dan bahan yang tersedia, serta
mendemonstrasikan variasi teknik dasar (misalnya, teknik arsir, teknik tempel,
teknik mencetak sederhana, teknik membentuk dengan plastisin/tanah liat). (5
menit).
Inti (160 menit)
 Eksplorasi Bahan dan Teknik (40 menit): Siswa diberi kesempatan untuk
bereksperimen secara bebas dengan berbagai alat dan bahan yang
tersedia.
Mereka bisa mencoba teknik arsir dengan pensil, mencampur warna dengan
cat air, mencoba membuat pola cetak dari daun, atau membentuk dengan
plastisin. Guru berkeliling, membimbing, dan menjawab pertanyaan. Ini
adalah fase penting untuk melatih kreativitas dan kemandirian dalam
mencoba hal baru.
 Proses Berkarya Individu/Kelompok (100 menit - dibagi menjadi
beberapa sesi): Berdasarkan gagasan dan perencanaan awal, siswa mulai
membuat karya seni rupa mereka. Mereka dapat bekerja secara individu
atau dalam kelompok, tergantung pada kompleksitas karya yang disepakati.
Guru berperan sebagai fasilitator, memberikan arahan teknis, dan
mendorong siswa untuk mencari solusi kreatif saat menghadapi tantangan.
o Guru akan menekankan proses kerja artistik: mulai dari
merancang, mencoba, merevisi, hingga menyelesaikan karya.
o Siswa didorong untuk menggunakan variasi teknik yang telah
dieksplorasi.
o Guru memastikan suasana kelas kondusif untuk berkreasi, dengan
musik latar yang menenangkan atau inspiratif.
 Sesi Diskusi Kemajuan & Peer Feedback (20 menit): Di pertengahan
proses berkarya, siswa diminta berhenti sejenak. Setiap siswa/kelompok
memamerkan karya yang masih dalam proses. Teman-teman dan guru
memberikan umpan balik konstruktif terkait gagasan, teknik, dan
potensi pengembangan karya. Ini melatih kolaborasi dan penalaran
kritis siswa.
Penutup (20 menit)
 Guru meminta siswa untuk membersihkan area kerja mereka.

 Guru mengajak siswa merefleksikan proses berkarya mereka: tantangan apa


yang dihadapi, solusi apa yang ditemukan, dan apa yang paling
menyenangkan dari proses ini.
 Guru memberikan motivasi untuk terus berkarya dan melihat keindahan di
setiap aspek kehidupan.
 Guru menutup pelajaran.

J. Asesmen Formatif dan Sumatif


Asesmen Formatif:
 Observasi Partisipasi Brainstorming dan Diskusi Kelompok: Mengamati
keaktifan siswa dalam menyampaikan ide dan berkolaborasi dalam
kelompok. (Skala: Sangat Baik, Baik, Cukup, Kurang)
 Catatan Lapangan Eksplorasi Bahan dan Teknik: Menilai keberanian
siswa dalam mencoba variasi teknik dan bahan, serta keterampilan motorik
halus yang ditunjukkan. (Skala: Sangat Mandiri, Mandiri, Cukup Mandiri,
Kurang Mandiri)
 Sketsa/Rancangan Karya Awal: Penilaian terhadap kejelasan gagasan dan
potensi pengembangan karya. (Skala: Sempurna, Lengkap, Cukup Lengkap,
Kurang Lengkap)
Asesmen Sumatif:
 Proyek Karya Seni Rupa: Penilaian terhadap orisinalitas gagasan
(terinspirasi lintas mata pelajaran), penggunaan variasi teknik dasar secara
mandiri, dan penyelesaian karya. (Rubrik terlampir)
 Presentasi Proses Berkarya: Penilaian terhadap kemampuan siswa dalam
menjelaskan ide, teknik, dan proses kerja artistik mereka. (Rubrik terlampir)

K. Pemahaman Bermakna
Melalui pembelajaran ini, siswa akan memahami bahwa seni rupa adalah bahasa
universal yang memungkinkan kita untuk mengungkapkan ide dan perasaan,
bahkan yang berasal dari mata pelajaran lain. Mereka akan menyadari bahwa
kreativitas bukanlah sesuatu yang datang begitu saja, melainkan hasil dari
eksplorasi, percobaan, dan kemauan untuk menggunakan pengetahuan yang
dimiliki dari berbagai sumber. Siswa akan belajar bahwa setiap orang memiliki
potensi untuk berpikir dan bekerja secara artistik, menemukan cara unik mereka
sendiri untuk menciptakan keindahan dan menyampaikan pesan, yang pada
akhirnya menumbuhkan kemandirian dan rasa bangga atas karya mereka.

L. Materi Bahan Ajar


Berpikir dan bekerja secara artistik adalah tentang bagaimana kita mengubah ide-
ide di kepala menjadi sesuatu yang nyata, yang bisa dilihat atau dirasakan orang
lain.
Gagasan untuk berkarya seni bisa datang dari mana saja, tidak hanya dari pelajaran
seni itu sendiri. Kita bisa mendapatkan inspirasi dari mata pelajaran lain, seperti
sains (misalnya, bentuk-bentuk sel, siklus air), sejarah (misalnya, peninggalan
purbakala, tokoh pahlawan), atau bahkan matematika (pola geometris, simetri).
Pengalaman pribadi, seperti perjalanan ke tempat baru atau perasaan yang
kuat, juga bisa menjadi sumber gagasan yang sangat kaya untuk diungkapkan
melalui seni.
Setelah mendapatkan gagasan, langkah selanjutnya adalah mewujudkannya. Di
sinilah keterampilan dan pengetahuan tentang teknik dasar berkarya rupa
sangat penting. Ada banyak teknik dasar yang bisa kita gunakan secara mandiri,
seperti menggambar (dengan pensil, krayon, spidol), melukis (dengan cat air, cat
poster), mencetak (dengan bahan alami seperti daun atau sayuran, atau stempel
sederhana), atau membentuk (dengan plastisin, tanah liat, atau barang bekas).
Setiap teknik memiliki karakteristiknya sendiri dan akan menghasilkan efek yang
berbeda pada karya kita. Menguasai variasi teknik ini memungkinkan kita untuk
memilih cara terbaik dalam menyampaikan ide.
Proses kerja artistik bukanlah sesuatu yang instan. Ini adalah sebuah perjalanan
yang melibatkan eksplorasi, percobaan, dan terkadang kesalahan. Seniman
seringkali harus mencoba berbagai bahan atau teknik sebelum menemukan yang
paling cocok untuk gagasannya. Penting untuk tidak takut gagal, justru dari
kesalahan kita bisa belajar dan menemukan cara-cara baru yang lebih kreatif.
Dengan kemauan untuk mencoba dan bereksperimen, kita melatih kemandirian dan
penalaran kritis kita dalam menghadapi tantangan kreatif, sehingga menghasilkan
karya yang benar-benar berasal dari pemikiran dan usaha kita sendiri.

M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik:
1. Apa ide paling unik yang aku dapatkan dari pelajaran lain dan berhasil
aku tuangkan dalam karyaku?
2. Teknik dasar berkarya rupa apa yang paling menyenangkan atau
paling menantang bagiku untuk dicoba? Mengapa?
3. Apakah aku merasa lebih percaya diri untuk membuat karya seni berdasarkan
ideku sendiri setelah pembelajaran ini?
Refleksi Pendidik:
1. Apakah siswa mampu menghubungkan pengetahuan dari mata pelajaran lain
dengan gagasan berkarya seni rupa?
2. Apakah variasi teknik dasar yang diajarkan mampu mengakomodasi
kebutuhan dan kreativitas setiap siswa?
3. Bagaimana saya dapat lebih mendorong kemandirian dan eksplorasi siswa
dalam proses berkarya mereka?

N. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)


LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
Nama Peserta Didik:

Kelas:

Tugas Proyek: "Seni dari Gagasan Lintas Ilmu"


Petunjuk:
1. Pilih satu topik atau konsep yang paling menarik perhatianmu dari
pelajaran lain (misalnya, IPA: Daur Hidup Tumbuhan, IPS: Peninggalan
Sejarah di Daerahku, Bahasa Indonesia: Cerita Fabel Hewan, Matematika:
Pola Geometris).
2. Jadikan topik tersebut sebagai sumber gagasan untuk membuat sebuah
karya seni rupa.
3. Rencanakan karyamu:
o Apa ide utamamu?
o Media dan bahan apa yang akan kamu gunakan? (Contoh:
pensil warna, cat air, kolase dari majalah bekas, plastisin, dll.)
o Teknik dasar berkarya rupa apa yang akan kamu terapkan?
(Contoh: arsir, gradasi warna, tempel, cetak, membentuk)
4. Buatlah karyamu dengan mandiri dan kreatif.
5. Siapkan presentasi singkat (maksimal 3 menit) untuk menjelaskan
proses kerja artistikmu: mulai dari ide, bahan, teknik, hingga apa yang ingin
kamu sampaikan melalui karyamu.
Bagian 1: Perencanaan Karya
1. Topik/Konsep Inspirasi dari Mata Pelajaran Lain:
o (Contoh: "Daur Hidup Kupu-kupu" dari pelajaran IPA)
2. Ide Karya Seni yang Akan Dibuat:
o (Contoh: "Kolase daur hidup kupu-kupu dari ulat hingga menjadi kupu-
kupu indah dengan bahan daun kering dan bunga")
3. Media dan Bahan yang Akan Digunakan:
4. Variasi Teknik Dasar yang Akan Diterapkan:
5. Sketsa Awal / Rancangan Karya: (Gambarkan di kotak di bawah ini)

Bagian 2: Refleksi Proses Berkarya


1. Apa yang paling kamu sukai dari ide karyamu ini?
2. Tantangan apa yang kamu hadapi saat membuat karya ini? Bagaimana
kamu mengatasinya?
3. Pelajaran apa yang kamu dapatkan selama proses membuat karya ini?

Rubrik Penilaian Analitik untuk Proyek Karya Seni Rupa dan


Presentasi Proses Berkarya
Nama Peserta Didik: ..............................................................
Skala 4
Kriteria Skala 1 Skala 2 Skala 3
(Sangat
Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik)
Baik)

Gagasan
Gagasan
meniru atau Gagasan Gagasan
sangat
sangat cukup cukup
orisinal dan
Orisinalit umum, tidak sederhana, orisinal,
kreatif,
as ada keterkaitan keterkaitan
keterkaitan
Gagasan kaitannya lintas mata lintas mata
lintas mata
dengan pelajaran pelajaran
pelajaran
lintas mata kurang jelas. jelas.
sangat kuat.
pelajaran.

Menggunaka
Menggunaka
n >3 teknik
Hanya Menggunaka n 2-3 teknik
dengan
Pengguna menggunaka n 1-2 teknik, dengan
sangat
an Variasi n satu hasil kurang cukup
terampil,
Teknik teknik, hasil rapi/kurang terampil,
hasil sangat
kurang rapi. mahir. hasil cukup
rapi dan
rapi.
detail.

Karya
selesai Karya
Karya
Penyeles Karya tidak dengan selesai
selesai
aian selesai atau cukup rapi dengan
namun
Karya asal jadi. dan sangat rapi
kurang rapi.
perhatian dan detail.
pada detail.

Penjelasa Tidak Penjelasan Penjelasan Penjelasan


n Proses mampu sederhana cukup jelas sangat jelas
Skala 4
Kriteria Skala 1 Skala 2 Skala 3
(Sangat
Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik)
Baik)

Berkarya menjelaskan tentang tentang dan


(Presenta ide/proses/te ide/proses/te ide/proses/te terstruktur
si) knik knik. knik. tentang
karyanya. ide/proses/te
knik.

Sangat
Mandiri
Sangat Cukup mandiri,
dalam
Kemandir bergantung mandiri, eksploratif,
proses
ian dalam pada sesekali dan mampu
berkarya,
Berkarya bantuan butuh mengatasi
inisiatif
guru/teman. bimbingan. kesulitan
tinggi.
sendiri.
Total Skor_____________/ 20
Keterangan Penilaian:
 16-20: Sangat Baik
 11-15: Baik
 6-10: Cukup
 0-5: Kurang

O. Pengayaan dan Remedial


Pengayaan:
 Bagi peserta didik yang telah mencapai ketuntasan, diberikan tugas proyek
lanjutan untuk membuat seri karya seni (minimal 3 karya) dengan tema lintas
mata pelajaran yang berbeda, atau mencoba teknik berkarya rupa yang
lebih kompleks (misalnya, membuat diorama sederhana, atau seni instalasi
mini dari barang bekas).
 Mendorong peserta didik untuk membuat video singkat tentang proses
kreatif mereka dari awal hingga akhir, kemudian mempresentasikannya di
kelas.
Remedial:
 Bagi peserta didik yang belum mencapai ketuntasan, guru akan
memberikan bimbingan individual atau kelompok kecil.
 Guru akan fokus pada satu atau dua teknik dasar yang paling sesuai
dengan minat dan kemampuan siswa, serta memberikan latihan berulang.
 Memberikan lembar kerja yang lebih terstruktur untuk membantu siswa dalam
menemukan gagasan dari mata pelajaran lain dan merencanakan karyanya.

P. Glosarium
 Gagasan Artistik: Ide atau konsep awal yang menjadi dasar
penciptaan sebuah karya seni.
 Teknik Dasar Berkarya Rupa: Cara-cara fundamental dalam membuat karya
seni rupa, seperti menggambar, melukis, mencetak, atau membentuk.
 Kemandirian Artistik: Kemampuan seorang seniman untuk merancang,
melaksanakan, dan menyelesaikan karyanya sendiri dengan inisiatif dan
kreativitas.

Q. Daftar Pustaka
1. [Link] sumber referensi para pendidik indonesia
2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2018). Seni Rupa untuk Sekolah
Dasar Kelas VI. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
3. Sachari, Agus. (2002). Pengantar Nirmana Dwimatra. Bandung: Penerbit ITB.
4. Sukarya, Iyan. (2009). Dasar-Dasar Seni Rupa. Jakarta: Erlangga.

Mengetahui,
Kepala SDN 3 Purwosari Guru Kelas 6

Titik Purwanti, [Link]. Toni Adhi Putranto, [Link].


NIP. 19731220 200501 2 012 NIP. 19910411 202012 1 003
Modul Ajar Seni Rupa
Pendekatan Deep Learning

A. Identitas Penulis
 Nama Penyusun: Toni Adhi Putranto, [Link].
 Satuan Pendidikan: SD N 3 Purwosari
 Tahun Ajaran: 2025/2026
 Mata Pelajaran: Seni Rupa
 Fase: C
 Kelas/Semester: 6/2
 Alokasi Waktu: 18 JP (Jam Pelajaran)

B. 8 Dimensi Profil Kelulusan


Centang dimensi profil kelulusan yang relevan:
 [✓] Keimanan dan Ketakwaan
 [✓] Kewargaan
 [✓] Penalaran Kritis
 [✓] Kreativitas
 [✓] Kolaborasi
 [✓] Kemandirian
 [ ] Kesehatan
 [✓] Komunikasi

C. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat


Cara guru menanyakan tentang pelaksanaan 7 kegiatan anak Indonesia hebat:

Pada awal setiap pertemuan, guru akan menyapa siswa dan membuka percakapan
ringan dengan pertanyaan-pertanyaan berikut:
 Bangun Tidur: "Bagaimana perasaan kalian saat bangun tidur pagi ini?
Ada yang bangun dengan ide-ide kreatif untuk hari ini?"
 Beribadah: "Apakah kalian sudah beribadah pagi ini? Apa yang kalian
syukuri atau harapkan untuk hari ini?"
 Berolahraga: "Adakah yang sudah melakukan gerakan ringan atau
berolahraga? Apa yang kalian rasakan setelah menggerakkan badan? Lebih
segar dan siap berkreasi?"
 Gemar Belajar: "Apa yang paling membuat kalian penasaran atau ingin
kalian pelajari lebih dalam hari ini? Adakah cerita atau gambar yang ingin
kalian buat?"
 Makan Sehat dan Bergizi: "Sudahkah kalian sarapan dengan makanan
sehat? Makanan apa yang memberi energi untuk berpikir kreatif dan
menghasilkan karya?"
 Bermasyarakat: "Apakah kalian sudah menyapa orang-orang di sekitar
kalian? Bagaimana perasaan kalian saat bisa berinteraksi dan berbagi
cerita?"
 Tidur Cepat: "Semalam, apakah kalian tidur cukup dan nyenyak?
Mengapa istirahat yang cukup itu penting untuk ide-ide cemerlang?"
Pertanyaan-pertanyaan ini akan menjadi jembatan untuk membangun kedekatan
emosional dan mengingatkan siswa akan pentingnya kebiasaan baik dalam
kehidupan sehari-hari, sekaligus mengarah pada kesiapan belajar secara mindful.

D. Capaian dan Tujuan Pembelajaran


Capaian Pembelajaran:
 ELEMEN: Menciptakan (Making/Creating)

Peserta didik mampu membuat karya rupa berdasarkan gagasannya sendiri


atau mengambil inspirasi dari luar dirinya dengan menggunakan dan
menggabungkan unsur garis, warna, tekstur, bentuk, dan bangun. Peserta
didik mampu menggunakan perspektif dalam membuat karya 2 dimensi.

Tujuan Pembelajaran:
Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan dapat:
1. Merancang dan mengembangkan gagasan orisinal untuk karya seni rupa
berdasarkan pengalaman pribadi atau inspirasi dari lingkungan sekitar.
2. Menggabungkan unsur-unsur rupa (garis, warna, tekstur, bentuk, dan
bangun) secara harmonis dalam menciptakan karya seni rupa 2 dimensi.
3. Mengaplikasikan konsep perspektif sederhana dalam karya seni rupa 2
dimensi untuk menciptakan kesan ruang dan kedalaman.
4. Bereksplorasi dengan berbagai media dan teknik untuk mewujudkan
gagasan kreatifnya.
5. Membuat karya seni rupa 2 dimensi yang menunjukkan keterampilan
dan pemahaman terhadap unsur rupa dan perspektif.
6. Menunjukkan kemandirian dan ketekunan dalam proses penciptaan karya
seni.

E. Sarana dan Prasarana


1. Berbagai contoh gambar/foto karya seni 2 dimensi yang menggunakan
perspektif.
2. Aneka alat dan bahan menggambar/mewarnai (pensil, krayon, spidol,
cat air/poster, kuas, palet).
3. Berbagai jenis kertas gambar dengan tekstur dan ukuran berbeda.
4. Proyektor dan layar untuk demonstrasi.
5. Benda-benda di sekitar kelas atau luar kelas sebagai objek referensi visual.
F. Target Peserta Didik
 Peserta didik reguler: Semua siswa di kelas 6.

G. Model Pembelajaran
 Model Pembelajaran: Project-Based Learning (PBL) dengan pendekatan
Deep Learning.
 Metode: Eksplorasi, Demonstrasi, Praktik Langsung, Diskusi Kelompok,
Scaffolding, Kritik Seni (sederhana).
o Deep Learning akan diintegrasikan melalui aktivitas yang mendorong
siswa untuk:
 Berpikir Kritis: Menganalisis objek untuk menerapkan
perspektif dan menggabungkan unsur rupa.
 Kolaborasi: Berbagi ide, saling membantu dalam proses
berkarya, dan memberikan umpan balik konstruktif.
 Kreativitas: Menghasilkan ide-ide orisinal dan menemukan
solusi visual yang unik.
 Kemandirian: Mengambil inisiatif dalam merencanakan,
melaksanakan, dan menyelesaikan proyek karya seni.

H. Pertanyaan Pemantik
 Mindful Learning: "Coba perhatikan ruangan ini. Bisakah kalian melihat
bagaimana benda-benda di kejauhan terlihat lebih kecil daripada yang dekat?
Apa yang membuat kita bisa merasakan ruang seperti itu dalam gambar?"
 Meaningful Learning: "Jika kalian ingin menggambar cerita tentang liburan
impian kalian, bagaimana caranya agar gambar itu terasa nyata, seolah-
olah kita bisa masuk ke dalamnya? Teknik apa yang bisa membuat gambar
jadi lebih hidup?"
 Joyful Learning: "Jika kalian bisa menggambar apa saja yang ada di pikiran
kalian, tanpa batas, apa yang akan kalian gambar? Apa bagian yang paling
membuat kalian senang dari proses mengubah ide menjadi sebuah
gambar?"

I. Kegiatan Pembelajaran

Pertemuan 1-3 (6 JP): Menggali Gagasan dan Mengenal Perspektif


Pendahuluan (20 menit)
 Guru membuka pelajaran dengan salam dan menanyakan kabar siswa.
 Guru melakukan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat (5 menit).
 Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan pertanyaan pemantik untuk
memicu rasa ingin tahu (10 menit).
 Guru mengajak siswa mengamati lingkungan sekitar, "Perhatikan benda-
benda di sekitar kita. Apa yang kalian lihat? Bagaimana benda yang jauh
dan dekat tampak berbeda?" (5 menit).
Inti (160 menit)
 Eksplorasi Gagasan (40 menit): Guru memfasilitasi sesi brainstorming untuk
menggali ide karya dari pengalaman pribadi siswa (liburan, impian, aktivitas
favorit) atau inspirasi dari lingkungan sekitar (pemandangan, bangunan,
flora/fauna). Siswa diminta membuat daftar ide awal. Guru mendorong
kreativitas dalam memunculkan ide.
 Pengenalan Unsur Rupa Lanjutan (40 menit): Guru mengulas kembali
unsur garis, warna, tekstur, bentuk, dan bangun. Guru menampilkan
berbagai contoh gambar/foto dan meminta siswa mengidentifikasi bagaimana
unsur- unsur tersebut digunakan dan digabungkan untuk menciptakan efek
tertentu. Guru menekankan bahwa penggabungan unsur-unsur ini adalah
kunci untuk menciptakan karya yang menarik.
 Konsep Perspektif Sederhana (50 menit): Guru menjelaskan konsep
perspektif 1 titik hilang atau 2 titik hilang secara sederhana,
menggunakan demonstrasi visual di papan tulis atau proyektor. Guru
memberikan contoh menggambar jalan, rel kereta, atau lorong dengan
perspektif. Siswa diajak mencoba latihan menggambar garis-garis
konvergen menuju titik hilang. Ini melatih penalaran kritis visual.
 Sketsa Gagasan dengan Perspektif (30 menit): Siswa mulai membuat
sketsa awal dari gagasan karya mereka, mencoba menerapkan konsep
perspektif sederhana yang baru dipelajari. Guru berkeliling memberikan
scaffolding (bantuan bertahap) dan umpan balik individu.
Penutup (20 menit)
 Guru bersama siswa merangkum pemahaman tentang gagasan, unsur
rupa, dan perspektif.
 Guru memberikan tugas rumah: mencari contoh gambar 2 dimensi yang
menggunakan perspektif.
 Guru menutup pelajaran dengan motivasi dan salam.

Pertemuan 4-7 (12 JP): Proses Penciptaan Karya 2 Dimensi


Pendahuluan (20 menit)
 Guru menyapa siswa dan menanyakan kabar.
 Guru melakukan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat (5 menit).
 Guru mengaitkan materi dengan tugas rumah, "Apa yang kalian temukan dari
contoh gambar perspektif yang kalian cari? Apakah itu membuat ide karyamu
semakin jelas?" (10 menit).
 Guru mereview singkat teknik-teknik dasar menggambar dan mewarnai
yang akan digunakan (5 menit).
Inti (160 menit)
 Perencanaan Material dan Teknik (40 menit): Siswa dalam kelompok kecil
berdiskusi tentang bahan dan teknik yang akan mereka gunakan untuk
mewujudkan karya mereka. Guru menyediakan berbagai macam media
(pensil warna, krayon, cat air/poster) dan mendorong siswa untuk memilih
sesuai gagasan mereka. Guru memastikan setiap siswa memiliki rencana
yang jelas sebelum mulai berkarya. Ini melatih kolaborasi dan
kemandirian dalam perencanaan.
 Proses Berkarya (100 menit - dibagi menjadi beberapa sesi): Siswa mulai
menciptakan karya seni rupa 2 dimensi mereka. Guru berkeliling kelas,
memberikan bimbingan teknis, memotivasi, dan mengamati kemajuan setiap
siswa.
o Guru akan memberikan perhatian khusus pada bagaimana siswa
menggabungkan unsur garis, warna, tekstur, bentuk, dan bangun.
o Guru membantu siswa dalam menerapkan perspektif agar karya
mereka memiliki kedalaman.
o Siswa didorong untuk bereksperimen dengan kombinasi warna, teknik
pewarnaan, dan detail tekstur.
o Guru menekankan pentingnya ketekunan dan kesabaran
dalam proses berkarya.
 Sesi Kritik Seni Sederhana (20 menit): Di akhir sesi berkarya, siswa
memamerkan karya mereka yang sedang berjalan atau sudah selesai
sebagian. Setiap siswa dapat menceritakan sedikit tentang karyanya. Teman-
teman diberi kesempatan untuk memberikan umpan balik konstruktif
tentang penggunaan unsur rupa atau perspektif, dengan bahasa yang
santun. Guru memfasilitasi diskusi ini.
Penutup (20 menit)
 Guru meminta siswa untuk membersihkan area kerja dan merapikan alat-alat.

 Guru mengajak siswa merefleksikan proses penciptaan karya mereka: apa


yang paling menyenangkan, apa yang paling menantang, dan apa yang
mereka pelajari tentang diri mereka sebagai pencipta.
 Guru memberikan apresiasi atas usaha dan kreativitas semua siswa.
 Guru menutup pelajaran dengan memberikan semangat.

J. Asesmen Formatif dan Sumatif


Asesmen Formatif:
 Observasi Partisipasi Brainstorming Gagasan: Mengamati keaktifan siswa
dalam memunculkan ide dan menghubungkannya dengan pengalaman
pribadi/inspirasi. (Skala: Sangat Baik, Baik, Cukup, Kurang)
 Sketsa Awal dengan Perspektif: Menilai pemahaman awal siswa tentang
konsep perspektif dan kemampuannya menerapkannya dalam sketsa. (Skala:
Sempurna, Lengkap, Cukup Lengkap, Kurang Lengkap)
 Observasi Proses Berkarya: Mengamati kemandirian, ketekunan, dan
eksplorasi siswa dalam menggunakan media dan teknik. (Catatan
anekdot/ceklist)
Asesmen Sumatif:
 Proyek Karya Seni Rupa 2 Dimensi: Penilaian terhadap keaslian gagasan,
kemampuan menggabungkan unsur rupa, penerapan perspektif, dan kualitas
penyelesaian karya. (Rubrik terlampir)
 Presentasi Karya (Opsional/Jika Waktu Memungkinkan): Penilaian
terhadap kemampuan siswa mempresentasikan karyanya, menjelaskan ide,
proses, dan penggunaan unsur/teknik. (Rubrik terlampir, jika digunakan)
K. Pemahaman Bermakna
Melalui pembelajaran ini, siswa akan memahami bahwa menciptakan karya seni
rupa adalah sebuah proses berpikir dan merasakan, bukan sekadar meniru.
Mereka akan menyadari bahwa setiap detail, dari garis hingga warna, dari bentuk
hingga perspektif, memiliki peran penting dalam menyampaikan gagasan dan
menciptakan kesan. Pemahaman ini akan memberdayakan siswa untuk tidak hanya
melihat dunia di sekitar mereka, tetapi juga untuk menginterpretasikan dan
merekonstruksinya dalam bentuk visual, melatih kreativitas dan kemampuan
mereka dalam berpikir spasial. Mereka akan belajar bahwa seni adalah cara untuk
mengekspresikan diri dan melihat dunia dari sudut pandang yang unik.

L. Materi Bahan Ajar


Menciptakan karya seni rupa 2 dimensi adalah salah satu cara paling ekspresif
untuk menyampaikan ide dan perasaan. Proses ini diawali dengan menggali
gagasan. Inspirasi bisa datang dari mana saja: pengalaman pribadi seperti liburan,
perasaan yang kuat, atau bahkan pengamatan sederhana terhadap lingkungan
sekitar seperti pohon, hewan, atau bangunan. Semakin dalam kita mengamati dan
merasakan, semakin kaya gagasan yang bisa kita kembangkan. Gagasan inilah
yang akan menjadi jiwa dari karya kita, menentukan pesan dan nuansa yang ingin
kita sampaikan kepada penikmat seni.
Setelah memiliki gagasan, kita perlu menerjemahkannya ke dalam bahasa visual
dengan menggunakan dan menggabungkan unsur-unsur rupa. Unsur-unsur
seperti garis, warna, tekstur, bentuk, dan bangun adalah "abjad" dalam seni rupa.
Garis bisa membangun kontur objek atau menunjukkan arah, warna bisa
menciptakan suasana emosional, tekstur bisa memberi kesan permukaan benda,
dan bentuk atau bangun menentukan wujud visual objek. Dengan menggabungkan
unsur-unsur ini secara harmonis, kita dapat menciptakan komposisi yang menarik
dan menyampaikan pesan dengan lebih efektif. Misalnya, kombinasi garis lurus dan
warna gelap mungkin memberikan kesan kuat dan formal, sementara garis lengkung
dan warna cerah bisa menciptakan kesan lembut dan ceria.
Salah satu tantangan dalam membuat karya 2 dimensi adalah menciptakan kesan
ruang dan kedalaman di atas permukaan datar. Di sinilah perspektif menjadi
sangat penting. Perspektif adalah teknik untuk menggambarkan objek pada
permukaan datar sehingga terlihat seperti memiliki jarak dan volume, seperti yang
kita lihat di dunia nyata. Dengan menggunakan teknik perspektif, misalnya teknik 1
titik hilang atau 2 titik hilang, kita bisa membuat objek yang jauh tampak lebih kecil
dan objek yang dekat tampak lebih besar, sehingga gambar terlihat lebih realistis
dan tiga dimensi. Menguasai perspektif akan membuka banyak kemungkinan baru
dalam menciptakan karya seni yang hidup dan memukau.

M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik:
1. Apa ide karyaku yang paling membuatku bangga dan mengapa?
2. Bagian mana dari proses membuat karya (misalnya, merancang,
menggambar, mewarnai, menerapkan perspektif) yang paling aku nikmati
atau paling menantang?
3. Bagaimana aku bisa menggunakan keterampilan menciptakan karya seni ini
dalam kehidupan sehari-hari atau di pelajaran lain?
Refleksi Pendidik:
1. Apakah siswa mampu mengembangkan gagasan yang orisinal dan unik
dalam karyanya?
2. Apakah sebagian besar siswa dapat menerapkan konsep perspektif
sederhana dalam karyanya?
3. Bagaimana saya bisa lebih memfasilitasi eksplorasi media dan teknik yang
lebih luas bagi siswa?

N. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)


LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
Nama Peserta Didik:

Kelas:

Proyek Seni Rupa 2 Dimensi: "Duniaku dalam Perspektif"


Petunjuk:
1. Gali Gagasan: Pikirkan sebuah ide untuk karya seni 2 dimensi yang
ingin kamu buat. Ide ini bisa berasal dari pengalaman pribadimu
(misalnya, kamarmu, jalan menuju sekolah, tempat liburan impian) atau
imajinasimu tentang sebuah pemandangan.
2. Rencanakan Karyamu:
o Apa judul karyamu?
o Ide utama apa yang ingin kamu sampaikan?
o Unsur rupa (garis, warna, tekstur, bentuk, bangun) apa saja yang
akan kamu gunakan dan bagaimana kamu menggabungkannya?
o Bagaimana kamu akan menerapkan perspektif (misalnya, 1 titik hilang
atau 2 titik hilang) agar karyamu memiliki kesan ruang dan
kedalaman?
3. Siapkan Bahan: Gunakan alat dan bahan yang tersedia (pensil,
penghapus, penggaris, krayon/pensil warna/cat air, kertas gambar).
4. Berkarya: Mulailah menciptakan karyamu di lembar gambar yang
telah disediakan. Perhatikan detail dan kerapian.
Bagian 1: Perencanaan dan Sketsa (diisi sebelum berkarya)
1. Judul Karya:
2. Ide Utama / Tema:
3. Unsur Rupa yang Akan Dominan: (Contoh: garis lurus dan warna cerah)
o Garis:
o Warna:
o Tekstur:
o Bentuk/Bangun:
4. Bagaimana Perspektif Akan Diterapkan? (Jelaskan atau buat sketsa kecil
contohnya)
(Contoh: "Saya akan menggunakan 1 titik hilang untuk membuat
o
jalanan terlihat panjang.")
5. Sketsa Awal Karya (di kotak ini): (Gambarlah rancangan kasarmu,
termasuk titik hilang dan garis bantu perspektif jika diperlukan)

Bagian 2: Refleksi Setelah Berkarya (diisi setelah karya selesai)


1. Bagian mana dari karyamu yang paling kamu sukai? Mengapa?
2. Apakah karyamu sudah sesuai dengan ide awalmu? Jika tidak, apa
yang berubah dan mengapa?
3. Apa tantangan terbesar saat membuat karya ini? Bagaimana kamu
mengatasinya?

Rubrik Penilaian Analitik untuk Proyek Karya Seni Rupa 2 Dimensi


Nama Peserta Didik: ..............................................................
Skala 4
Kriteria Skala 2 Skala 3
Skala 1 (Kurang) (Sangat
Penilaian (Cukup) (Baik)
Baik)

Gagasan
Gagasan cukup Gagasan
Gagasan meniru
cukup orisinal sangat
Orisinalitas atau sangat
sederhan dan orisinal,
Gagasan umum, tidak ada
a, kurang menunjuk kreatif, dan
eksplorasi.
menonjol. kan inspiratif.
pemikiran.

Penggun Pengguna Penggunaa


Penggunaan
aan unsur an unsur n unsur
Penggabung unsur rupa
rupa rupa rupa sangat
an Unsur terbatas, tidak
cukup, beragam beragam,
Rupa harmonis/berant
kurang dan cukup harmonis,
akan.
harmonis. harmonis. dan efektif.

Penerapa
Penerapan
Penerapa n
perspektif
Tidak ada n perspektif
sangat
Penerapan penerapan perspektif cukup
baik, kesan
Perspektif perspektif atau masih baik,
ruang dan
salah. kaku/kura kesan
kedalaman
ng tepat. ruang
kuat.
terlihat.

Hasil karya Hasil Hasil Hasil karya


Kualitas
kurang rapi dan karya karya rapi, sangat rapi,
Teknis/Kera
banyak cukup menunjuk detail, dan
pian
kesalahan teknis. rapi, kan menunjukk
Skala 4
Kriteria Skala 2 Skala 3
Skala 1 (Kurang) (Sangat
Penilaian (Cukup) (Baik)
Baik)

beberapa keterampil an
kesalaha an cukup keterampila
n teknis. baik. n tinggi.

Mandiri
Cukup Sangat
dalam
Sangat mandiri, mandiri,
bekerja,
Kemandirian bergantung pada namun tekun, dan
menunjuk
& Ketekunan bantuan, tidak mudah gigih dalam
kan
tekun. menyerah menyelesai
ketekunan
. kan karya.
.
Total Skor_____________/ 20
Keterangan Penilaian:
 16-20: Sangat Baik
 11-15: Baik
 6-10: Cukup
 0-5: Kurang

O. Pengayaan dan Remedial


Pengayaan:
 Bagi peserta didik yang telah mencapai ketuntasan, dapat diberikan
tantangan untuk membuat karya 2 dimensi dengan tema yang lebih kompleks
atau menggunakan perspektif 3 titik hilang (jika memungkinkan) atau
mencoba teknik campuran (kolase dengan gambar perspektif).
 Mendorong peserta didik untuk membuat sebuah buku cerita
bergambar (komik) sederhana yang menerapkan perspektif pada setiap
panelnya.
Remedial:
 Bagi peserta didik yang belum mencapai ketuntasan, guru akan
memberikan bimbingan individual atau kelompok kecil.
 Guru akan fokus pada satu unsur rupa atau satu jenis perspektif
(misalnya, hanya 1 titik hilang) dan memberikan latihan berulang dengan
objek yang sangat sederhana.
 Memberikan lembar kerja khusus dengan garis bantu perspektif yang sudah
tersedia untuk membantu siswa memahami dasar-dasarnya.

P. Glosarium
 Perspektif: Teknik menggambar atau melukis untuk menciptakan ilusi
kedalaman dan ruang pada permukaan datar.
 Unsur Rupa: Elemen dasar dalam seni rupa seperti garis, warna,
tekstur, bentuk, dan bangun.
 Gagasan Orisinal: Ide atau pemikiran yang baru dan unik, tidak meniru
karya orang lain.

Q. Daftar Pustaka
1. [Link] sumber referensi para pendidik indonesia
2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2018). Seni Rupa untuk Sekolah
Dasar Kelas VI. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
3. Sachari, Agus. (2002). Pengantar Nirmana Dwimatra. Bandung: Penerbit ITB.
4. Sukarya, Iyan. (2009). Dasar-Dasar Seni Rupa. Jakarta: Erlangga.

Mengetahui,
Kepala SDN 3 Purwosari Guru Kelas 6

Titik Purwanti, [Link]. Toni Adhi Putranto, [Link].


NIP. 19731220 200501 2 012 NIP. 19910411 202012 1 003
Modul Ajar Seni Rupa
Pendekatan Deep Learning

A. Identitas Penulis
 Nama Penyusun: Toni Adhi Putranto, [Link].
 Satuan Pendidikan: SD N 3 Purwosari
 Tahun Ajaran: 2025/2026
 Mata Pelajaran: Seni Rupa
 Fase: C
 Kelas/Semester: 6/2
 Alokasi Waktu: 18 JP (Jam Pelajaran)

B. 8 Dimensi Profil Kelulusan


Centang dimensi profil kelulusan yang relevan:
 [✓] Keimanan dan Ketakwaan
 [✓] Kewargaan
 [✓] Penalaran Kritis
 [✓] Kreativitas
 [✓] Kolaborasi
 [✓] Kemandirian
 [ ] Kesehatan
 [✓] Komunikasi

C. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat


Cara guru menanyakan tentang pelaksanaan 7 kegiatan anak Indonesia hebat:

Pada awal setiap pertemuan, guru akan menyapa siswa dan membuka percakapan
ringan dengan pertanyaan-pertanyaan berikut:
 Bangun Tidur: "Bagaimana perasaan kalian saat bangun tidur pagi ini?
Adakah yang merasa sangat bersemangat untuk membuat perubahan
kecil hari ini?"
 Beribadah: "Apakah kalian sudah beribadah pagi ini? Apa doa atau harapan
kalian untuk diri sendiri dan orang-orang di sekitar kalian agar bisa melakukan
hal baik hari ini?"
 Berolahraga: "Adakah yang tadi pagi sempat menggerakkan badan?
Bagaimana rasanya tubuh yang bugar bisa membantu kita berpikir lebih jernih
dan berenergi untuk beraksi?"
 Gemar Belajar: "Apa hal baru yang paling ingin kalian pelajari hari ini?
Adakah masalah di sekitar kita yang menurut kalian bisa diselesaikan dengan
ide-ide kreatif dari ilmu yang kita pelajari?"
 Makan Sehat dan Bergizi: "Sudahkah kalian sarapan dengan makanan yang
bergizi? Mengapa tubuh yang sehat penting agar kita punya tenaga untuk
membuat dampak positif?"
 Bermasyarakat: "Apakah kalian sempat berinteraksi atau membantu orang
lain pagi ini? Apa yang kalian rasakan saat bisa berbagi kebaikan dengan
sesama?"
 Tidur Cepat: "Semalam, apakah kalian tidur cukup dan nyenyak?
Mengapa istirahat yang berkualitas itu penting agar kita punya energi dan
semangat untuk peduli pada lingkungan?"
Pertanyaan-pertanyaan ini akan menjadi jembatan untuk membangun kedekatan
emosional dan mengingatkan siswa akan pentingnya kebiasaan baik dalam
kehidupan sehari-hari, sekaligus mengarah pada kesadaran akan dampak yang bisa
mereka ciptakan.

D. Capaian dan Tujuan Pembelajaran


Capaian Pembelajaran:
 ELEMEN: Berdampak (Impacting)

Peserta didik mampu memberikan respons terhadap kejadian sehari-hari,


keadaan lingkungan sekitar, dan perasaan atau emosinya melalui karya seni
rupa yang memberi dampak positif bagi diri dan lingkungan terkecilnya.

Tujuan Pembelajaran:
Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan dapat:
1. Mengidentifikasi kejadian sehari-hari, keadaan lingkungan sekitar, atau
perasaan/emosi yang menginspirasi mereka untuk membuat karya seni
rupa.
2. Merancang dan mengembangkan gagasan karya seni rupa yang memiliki
pesan atau tujuan untuk memberikan dampak positif.
3. Memilih dan menggunakan media serta teknik seni rupa yang tepat
untuk menyampaikan pesan atau emosi dalam karya mereka.
4. Menciptakan karya seni rupa 2 atau 3 dimensi yang secara jelas
merefleksikan respons terhadap isu atau perasaan tertentu, dan berpotensi
memberikan dampak positif.
5. Mempresentasikan karya seni rupa mereka dan menjelaskan pesan
atau dampak positif yang ingin mereka sampaikan kepada audiens.
6. Menunjukkan kepedulian dan empati terhadap lingkungan atau sesama
melalui ekspresi artistik.

E. Sarana dan Prasarana


1. Berbagai contoh karya seni rupa bertema sosial/lingkungan (gambar/foto).
2. Aneka media dan bahan berkarya rupa (kertas, pensil warna, krayon, cat
poster, kuas, plastisin, tanah liat, kardus bekas, botol plastik, kain perca,
lem).
3. Proyektor dan layar untuk menayangkan video inspiratif atau studi kasus.
4. Papan tulis/Whiteboard dan spidol.
5. Area pameran sederhana di kelas atau koridor sekolah.

F. Target Peserta Didik


 Peserta didik reguler: Semua siswa di kelas 6.

G. Model Pembelajaran
 Model Pembelajaran: Problem-Based Learning (PBL) dan Project-
Based Learning (PBL) dengan pendekatan Deep Learning.
 Metode: Observasi Isu, Diskusi Partisipatif, Studi Kasus, Brainstorming,
Praktik Langsung, Presentasi, Refleksi.
o Deep Learning akan diintegrasikan melalui aktivitas yang mendorong
siswa untuk:
 Berpikir Kritis: Menganalisis isu dan menentukan bagaimana
seni bisa menjadi alat perubahan.
 Kolaborasi: Bekerja sama dalam mengidentifikasi masalah dan
menciptakan solusi artistik.
 Kreativitas: Menghasilkan ide-ide inovatif untuk menyampaikan
pesan melalui seni.
 Komunikasi: Menyampaikan pesan yang kuat dan jelas
melalui karya seni dan presentasi.
 Kewargaan: Menumbuhkan rasa tanggung jawab dan
kepedulian terhadap lingkungan dan sesama.

H. Pertanyaan Pemantik
 Mindful Learning: "Coba pejamkan mata dan bayangkan satu hal di
lingkungan kita yang ingin kalian ubah menjadi lebih baik. Hal apa
itu? Bagaimana perasaan kalian saat memikirkannya?"
 Meaningful Learning: "Jika kalian memiliki kekuatan super untuk
menyampaikan pesan penting kepada semua orang melalui gambar atau
patung, pesan apa yang akan kalian sampaikan? Dan mengapa pesan itu
penting untuk kita semua?"
 Joyful Learning: "Apa yang membuat kalian paling senang saat bisa
membantu orang lain atau menjaga lingkungan? Bisakah perasaan senang itu
kalian tuangkan dalam sebuah karya seni?"

I. Kegiatan Pembelajaran

Pertemuan 1-3 (6 JP): Mengidentifikasi Isu dan Gagasan Berdampak


Pendahuluan (20 menit)
 Guru membuka pelajaran dengan salam dan menanyakan kabar siswa.
 Guru melakukan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat (5 menit).
 Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan pertanyaan pemantik untuk
memicu rasa ingin tahu (10 menit).
 Guru menampilkan beberapa gambar atau video singkat tentang kejadian
sehari-hari di lingkungan (misalnya: sampah berserakan, anak-anak bermain
tanpa gawai, kegiatan gotong royong) dan menanyakan, "Apa yang kalian
rasakan saat melihat ini? Apa yang bisa kita lakukan?" (5 menit).
Inti (160 menit)
 Observasi Isu Lingkungan/Sosial (50 menit): Siswa diajak mengamati
lingkungan sekolah atau sekitar kelas. Guru meminta siswa mencatat isu-isu
kecil yang mereka temukan (misalnya, ada coretan di dinding, tanaman
kering, teman yang sedih, atau kebiasaan baik yang perlu ditingkatkan).
Mereka juga dapat mencatat perasaan pribadi mereka terkait isu tersebut.
Ini melatih penalaran kritis dan kepedulian.
 Diskusi Kelompok: "Seni sebagai Suara" (50 menit): Siswa dibagi menjadi
kelompok kecil. Setiap kelompok memilih satu isu atau perasaan yang paling
menarik perhatian mereka. Guru memfasilitasi diskusi tentang bagaimana
seni rupa bisa digunakan sebagai alat untuk menyampaikan pesan atau
respons terhadap isu tersebut. Guru menunjukkan contoh karya seni rupa
yang memiliki pesan sosial/lingkungan. Ini melatih kolaborasi dan
kreativitas.
 Brainstorming Gagasan Karya Berdampak (60 menit): Setiap kelompok
mulai melakukan brainstorming ide untuk karya seni rupa yang akan
mereka buat, dengan tujuan memberikan dampak positif. Ide bisa berupa
poster ajakan, patung dari sampah daur ulang, atau lukisan yang
menggambarkan emosi. Guru menekankan pentingnya gagasan yang
orisinal dan relevan. Guru memberikan bimbingan untuk menghubungkan
isu dengan ide visual.
Penutup (20 menit)
 Setiap kelompok mempresentasikan singkat gagasan awal karya mereka di
depan kelas.
 Guru memberikan apresiasi dan umpan balik awal.
 Guru memberikan tugas rumah: mencari contoh karya seni rupa di internet
atau buku yang memiliki pesan sosial atau lingkungan.
 Guru menutup pelajaran dengan motivasi dan salam.

Pertemuan 4-7 (12 JP): Mewujudkan Karya Seni Berdampak


Pendahuluan (20 menit)
 Guru menyapa siswa dan menanyakan kabar.
 Guru melakukan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat (5 menit).
 Guru mengaitkan materi dengan tugas rumah, "Apa pesan yang kalian
tangkap dari karya-karya yang kalian temukan di rumah? Bisakah seni benar-
benar membuat perubahan?" (10 menit).
 Guru mereview berbagai media dan teknik yang bisa digunakan (misalnya,
menggambar, melukis, kolase, membentuk dari barang bekas). (5 menit).
Inti (160 menit)
 Perencanaan Detail Karya (40 menit): Setiap kelompok/individu (sesuai
kesepakatan) menyusun rencana detail karya mereka: media dan bahan
yang digunakan, teknik yang dipilih, serta perkiraan langkah-langkah
pembuatan.
Guru memastikan bahwa rencana tersebut mendukung pesan atau dampak
yang ingin disampaikan. Ini melatih kemandirian dan penalaran kritis.
 Proses Penciptaan Karya Seni (100 menit - dibagi menjadi beberapa
sesi): Siswa mulai membuat karya seni rupa mereka. Guru berkeliling,
memberikan bimbingan teknis, memotivasi, dan mengamati kemajuan
setiap siswa.
o Guru menekankan pentingnya kreativitas dalam memilih dan
menggabungkan unsur rupa untuk menyampaikan pesan.
o Siswa didorong untuk menggunakan bahan-bahan yang relevan
dengan pesan mereka (misalnya, sampah daur ulang untuk isu
lingkungan).
o Guru memfasilitasi diskusi tentang tantangan yang dihadapi siswa dan
membantu mereka menemukan solusi kreatif.
 Sesi Diskusi & Umpan Balik (20 menit): Di pertengahan proses berkarya,
siswa diminta berhenti sejenak. Setiap siswa/kelompok memamerkan karya
yang masih dalam proses. Teman-teman dan guru memberikan umpan
balik konstruktif terkait kejelasan pesan, kekuatan visual, dan potensi
dampak positif yang dihasilkan karya. Ini melatih kolaborasi dan
komunikasi.
Penutup (20 menit)
 Guru meminta siswa untuk membersihkan area kerja dan merapikan alat-alat.

 Guru mengajak siswa merefleksikan proses penciptaan karya mereka:


apakah mereka merasa pesan yang ingin disampaikan sudah terlihat? Apa
tantangan terbesar dan bagaimana mengatasinya?
 Guru memberikan apresiasi atas usaha dan kepedulian semua siswa.
 Guru menutup pelajaran dengan memberikan semangat.

J. Asesmen Formatif dan Sumatif


Asesmen Formatif:
 Observasi Partisipasi Diskusi Isu dan Brainstorming: Mengamati
keaktifan siswa dalam mengidentifikasi masalah, menyampaikan gagasan,
dan menunjukkan kepedulian. (Skala: Sangat Baik, Baik, Cukup, Kurang)
 Konsep/Rancangan Karya Berdampak: Menilai kejelasan pesan atau
dampak positif yang ingin disampaikan, serta kesesuaian ide dengan isu yang
dipilih. (Skala: Sempurna, Lengkap, Cukup Lengkap, Kurang Lengkap)
 Observasi Proses Berkarya: Mengamati kemandirian, ketekunan, dan
kreativitas siswa dalam menggunakan media dan teknik untuk mewujudkan
pesan. (Catatan anekdot/ceklist)
Asesmen Sumatif:
 Proyek Karya Seni Rupa Berdampak: Penilaian terhadap kejelasan pesan,
potensi dampak positif, kreativitas, dan kualitas teknis penyelesaian karya.
(Rubrik terlampir)
 Presentasi Karya dan Pesan: Penilaian terhadap kemampuan siswa
mempresentasikan karyanya, menjelaskan pesan atau dampak yang ingin
disampaikan, dan respons terhadap pertanyaan. (Rubrik terlampir)
K. Pemahaman Bermakna
Melalui pembelajaran ini, siswa akan memahami bahwa seni rupa bukan hanya
tentang keindahan, tetapi juga tentang kekuatan untuk berkomunikasi dan
memengaruhi. Mereka akan menyadari bahwa mereka memiliki "suara" yang dapat
mereka gunakan untuk merespons kejadian sehari-hari, menyuarakan kepedulian
terhadap lingkungan, atau mengekspresikan emosi dengan cara yang positif.
Pemahaman ini akan menumbuhkan rasa kewargaan dan tanggung jawab sosial
pada diri siswa, menyadarkan mereka bahwa bahkan sebuah karya seni sederhana
pun dapat memberi dampak positif dan menginspirasi perubahan di lingkungan
terkecil mereka.

L. Materi Bahan Ajar


Seni rupa memiliki kekuatan luar biasa untuk memberikan dampak. Ia bisa menjadi
cermin dari kejadian sehari-hari yang kita alami, wadah untuk menyuarakan
perhatian kita terhadap keadaan lingkungan sekitar, atau bahkan cara untuk
mengungkapkan perasaan dan emosi yang sulit diucapkan dengan kata-kata. Saat
kita melihat sebuah lukisan tentang keindahan alam yang rusak, kita mungkin akan
tergerak untuk lebih peduli lingkungan. Saat kita melihat patung yang
menggambarkan perjuangan, kita mungkin akan merasakan semangat yang sama.
Inilah inti dari seni yang berdampak: ia berbicara kepada hati dan pikiran kita,
mendorong kita untuk berpikir dan bertindak.
Untuk menciptakan karya seni yang berdampak, kita perlu memulai dengan
gagasan yang kuat dan otentik. Gagasan ini bisa lahir dari pengamatan
mendalam terhadap masalah sampah di sekolah, rasa bangga terhadap budaya
lokal, keprihatinan akan teman yang kesepian, atau bahkan kegembiraan atas hal-
hal kecil di sekitar kita. Setelah gagasan terbentuk, kita kemudian memilih media
dan teknik seni rupa yang paling tepat untuk menyampaikannya. Misalnya, untuk
isu lingkungan, kita bisa menggunakan teknik kolase dari barang bekas atau
membuat patung dari sampah daur ulang. Untuk pesan tentang persahabatan,
mungkin lukisan dengan warna-warna cerah dan bentuk-bentuk yang saling
berangkulan akan lebih efektif.
Proses menciptakan karya seni yang berdampak juga melibatkan komunikasi
visual yang efektif. Kita harus berpikir bagaimana unsur-unsur rupa (garis, warna,
tekstur, bentuk) dapat diatur dan digabungkan untuk memperkuat pesan kita.
Misalnya, penggunaan warna gelap dan garis-garis tajam mungkin cocok untuk
menggambarkan keprihatinan, sementara warna-warna cerah dan bentuk-bentuk
melengkung bisa menyampaikan kebahagiaan atau harapan. Ketika karya seni kita
mampu membangkitkan respons, menginspirasi pemikiran, atau bahkan memicu
tindakan positif pada orang yang melihatnya, saat itulah karya kita telah berhasil
memberikan dampak positif bagi diri dan lingkungan terkecil kita.

M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik:
1. Pesan apa yang paling penting ingin aku sampaikan melalui karyaku
ini? Apakah aku merasa sudah berhasil menyampaikannya?
2. Bagaimana perasaanku saat membuat karya yang bertujuan untuk memberi
dampak positif bagi orang lain atau lingkungan?
3. Apa yang akan aku lakukan selanjutnya untuk terus menggunakan seni
sebagai cara untuk berbuat baik atau menyampaikan pesan penting?
Refleksi Pendidik:
1. Apakah siswa mampu mengidentifikasi isu yang relevan dan
menerjemahkannya ke dalam gagasan karya seni rupa?
2. Apakah karya-karya yang dihasilkan siswa menunjukkan potensi untuk
memberikan dampak positif bagi diri dan lingkungan terkecilnya?
3. Bagaimana saya bisa lebih memfasilitasi siswa untuk menyuarakan
kepedulian mereka melalui seni rupa secara lebih luas di komunitas sekolah?

N. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)


LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
Nama Peserta Didik/Kelompok:

Kelas:

Proyek Seni Rupa Berdampak: "Seniku, Suaraku"


Petunjuk:
1. Identifikasi Isu/Perasaan: Pikirkan satu kejadian sehari-hari, keadaan
lingkungan sekitar, atau perasaan/emosi yang sangat memengaruhimu.
2. Tentukan Pesan/Dampak: Pesan positif apa yang ingin kamu sampaikan
melalui karya seni ini? Dampak apa yang kamu harapkan setelah orang
lain melihat karyamu?
3. Rencanakan Karya:
o Apa jenis karya seni yang akan kamu buat (misal: poster ajakan,
patung dari daur ulang, lukisan emosi)?
o Bahan dan media apa yang akan kamu gunakan?
o Bagaimana kamu akan menggunakan warna, bentuk, garis, dan
tekstur untuk memperkuat pesanmu?
4. Buatlah Karyamu: Wujudkan gagasamu menjadi karya seni.
5. Siapkan Presentasi: Jelaskan karyamu, pesan yang ingin kamu sampaikan,
dan mengapa karya ini penting bagimu dan lingkunganmu.
Bagian 1: Perencanaan Karya Berdampak
1. Isu/Kejadian/Perasaan yang Menginspirasi:
o (Contoh: "Banyak sampah plastik di selokan dekat rumah", atau
"Perasaan senang saat melihat teman saling membantu")
2. Pesan Positif yang Ingin Disampaikan Melalui Karya:
o (Contoh: "Ayo buang sampah pada tempatnya!", atau "Bersama kita
bisa atasi kesulitan!")
3. Jenis Karya Seni yang Akan Dibuat:
o (Contoh: "Poster kampanye", "Patung dari botol plastik", "Lukisan
ekspresif")
4. Bahan dan Media Utama yang Akan Digunakan:
5. Bagaimana Unsur Rupa Akan Digunakan untuk Menyampaikan Pesan?
o(Contoh: "Warna cerah untuk semangat kebersihan, bentuk bulat untuk
persatuan.")
6. Sketsa Ide Karya (gambarlah di sini):

Bagian 2: Refleksi Setelah Berkarya


1. Apa yang kamu rasakan saat membuat karya ini?
2. Apakah karyamu sudah sesuai dengan pesan yang ingin kamu sampaikan?
Jelaskan.
3. Jika karyamu dilihat banyak orang, dampak positif apa yang kamu harapkan
akan terjadi?

Rubrik Penilaian Analitik untuk Proyek Karya Seni Rupa Berdampak


dan Presentasi
Nama Peserta Didik/Kelompok: ..............................................................
Skala 4
Kriteria Skala 1 Skala 2 Skala 3
(Sangat
Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik)
Baik)

Isu/gagasan
Isu/gagasa
Isu tidak Isu/gagasan sangat jelas,
n cukup
jelas/tidak jelas dan relevan, dan
Identifikasi jelas,
relevan, relevan, orisinal,
Isu/Gagasan namun
gagasan menunjukkan menunjukka
kurang
tidak ada. kepedulian. n empati
mendalam.
mendalam.

Pesan
Pesan sangat jelas,
Pesan
cukup ada, Pesan jelas kuat, dan
Kejelasan tidak ada
namun dan relevan, memiliki
Pesan/Damp atau tidak
kurang berpotensi potensi
ak Positif jelas dalam
kuat/terlalu positif. dampak
karya.
umum. positif yang
signifikan.

Media/tekni Media/tekn
Media/teknik
k tidak ik cukup Media/teknik
Penggunaan sangat
sesuai, sesuai, sesuai, hasil
Media & sesuai, hasil
karya hasil cukup rapi &
Teknik rapi, efektif,
kurang kurang efektif.
dan inovatif.
rapi. rapi.

Kurang Cukup Menarik Sangat


Kualitas menarik menarik, secara visual, menarik
Visual Karya secara beberapa aspek visual secara
visual, aspek mendukung visual,
Skala 4
Kriteria Skala 1 Skala 2 Skala 3
(Sangat
Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik)
Baik)

tidak visual pesan semua


mendukun mendukun dengan baik. aspek visual
g pesan. g pesan. sangat
mendukung
pesan.

Tidak Penjelasan
Penjelasan Penjelasan
mampu sangat jelas,
Presentasi sederhana, cukup jelas,
menjelaska persuasif,
Karya & kurang mampu
n dan
Pesan meyakinka menyampaik
karya/pesa menginspira
n. an pesan.
n. si.
Total Skor_____________/ 20
Keterangan Penilaian:
 16-20: Sangat Baik
 11-15: Baik
 6-10: Cukup
 0-5: Kurang

O. Pengayaan dan Remedial


Pengayaan:
 Bagi peserta didik yang telah mencapai ketuntasan, diberikan proyek
tambahan untuk menciptakan karya seni rupa yang lebih kompleks dengan
tema sosial/lingkungan, dan memamerkannya di area publik sekolah atau
mengunggahnya ke media sosial (dengan pendampingan guru/orang tua).
 Mendorong peserta didik untuk melakukan riset tentang seniman-
seniman yang karyanya memberikan dampak sosial atau lingkungan, lalu
mempresentasikan hasil risetnya.
Remedial:
 Bagi peserta didik yang belum mencapai ketuntasan, guru akan
memberikan bimbingan individual atau kelompok kecil.
 Guru akan fokus pada identifikasi satu isu yang sangat dekat dengan siswa
dan membantu mereka merencanakan karya sederhana dengan pesan yang
jelas.
 Memberikan lembar kerja khusus yang lebih terstruktur untuk
membantu siswa dalam merumuskan pesan dan memilih media yang
sesuai.

P. Glosarium
 Dampak Positif: Pengaruh atau hasil yang membawa kebaikan atau
perubahan yang membangun.
 Ekspresi Artistik: Cara mengungkapkan ide, perasaan, atau gagasan
melalui karya seni.
 Kewargaan: Sikap dan perilaku yang menunjukkan kepedulian serta
tanggung jawab terhadap masyarakat dan lingkungan.

Q. Daftar Pustaka
1. [Link] sumber referensi para pendidik indonesia
2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2018). Seni Rupa untuk Sekolah
Dasar Kelas VI. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
3. Sachari, Agus. (2002). Pengantar Nirmana Dwimatra. Bandung: Penerbit ITB.
4. Sukarya, Iyan. (2009). Dasar-Dasar Seni Rupa. Jakarta: Erlangga.

Mengetahui,
Kepala SDN 3 Purwosari Guru Kelas 6

Titik Purwanti, [Link]. Toni Adhi Putranto, [Link].


NIP. 19731220 200501 2 012 NIP. 19910411 202012 1 003

Anda mungkin juga menyukai