Unsur Rupa dan Prinsip Desain Seni Rupa
Unsur Rupa dan Prinsip Desain Seni Rupa
A. Identitas Penulis
Nama Penyusun: Toni Adhi Putranto, [Link].
Satuan Pendidikan: SD N 3 Purwosari
Tahun Ajaran: 2025/2026
Mata Pelajaran: Seni Rupa
Fase: C
Kelas/Semester: 6/1
Alokasi Waktu: 14 JP (Jam Pelajaran)
Pada awal setiap pertemuan, guru akan menyapa siswa dan membuka percakapan
ringan dengan pertanyaan-pertanyaan berikut:
Bangun Tidur: "Anak-anak, sudah semangat pagi ini? Bagaimana rasanya
bangun tidur tadi? Apakah kalian sudah merasa segar?"
Beribadah: "Sebelum berangkat sekolah, apakah kalian sempat beribadah?
Apa yang kalian doakan pagi ini?"
Berolahraga: "Adakah di antara kalian yang tadi pagi sempat bergerak
atau berolahraga ringan? Apa manfaatnya bagi tubuh kita?"
Gemar Belajar: "Bagaimana perasaan kalian saat mempelajari hal baru? Apa
ada sesuatu yang ingin kalian ketahui lebih banyak hari ini?"
Makan Sehat dan Bergizi: "Sudahkah kalian sarapan pagi ini? Makanan
sehat apa yang kalian santap agar tubuh tetap kuat?"
Bermasyarakat: "Apakah kalian sempat berinteraksi dengan keluarga atau
tetangga sebelum ke sekolah? Apa yang kalian lakukan?"
Tidur Cepat: "Tadi malam, apakah kalian tidur cukup dan tidak terlalu
larut? Mengapa tidur yang cukup itu penting?"
Pertanyaan-pertanyaan ini akan menjadi jembatan untuk membangun kedekatan
emosional dan mengingatkan siswa akan pentingnya kebiasaan baik dalam
kehidupan sehari-hari.
Tujuan Pembelajaran:
Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan dapat:
1. Mengidentifikasi berbagai unsur rupa (titik, garis, bidang, bentuk, warna,
tekstur, gelap terang) yang ada di lingkungan sekitar dengan tepat.
2. Menganalisis prinsip desain (kesatuan, keseimbangan, irama, proporsi,
penekanan, keselarasan) yang diterapkan dalam karya seni atau objek di
lingkungan sekitar.
3. Menjelaskan hubungan antara unsur rupa dan prinsip desain dalam
menciptakan sebuah karya seni.
4. Mengaplikasikan pemahaman unsur rupa dan prinsip desain dalam
mengamati dan mendeskripsikan objek seni sederhana.
5. Membuat karya seni sederhana dengan menerapkan minimal dua unsur
rupa dan satu prinsip desain.
6. Menyimpulkan hasil pengamatan tentang perpaduan unsur rupa dan
prinsip desain dari berbagai contoh karya seni.
E. Sarana dan Prasarana
1. Proyektor dan layar
2. Papan tulis/Whiteboard dan spidol
3. Berbagai contoh gambar/foto karya seni rupa dengan penerapan unsur dan
prinsip desain
4. Alat dan bahan menggambar/melukis sederhana (kertas, pensil,
krayon/pensil warna)
5. Buku teks Seni Rupa kelas 6
F. Target Peserta Didik
Peserta didik reguler: Semua siswa di kelas 6.
G. Model Pembelajaran
Model Pembelajaran: Project-Based Learning (PBL) dengan pendekatan
Deep Learning.
Metode: Observasi, Diskusi Kelompok, Eksplorasi, Praktik, Presentasi,
Refleksi.
o Deep Learning akan diintegrasikan melalui aktivitas yang mendorong
siswa untuk:
Berpikir Kritis: Menganalisis dan menyimpulkan hubungan
antara unsur dan prinsip desain.
Kolaborasi: Bekerja sama dalam kelompok untuk mengamati
dan menciptakan karya.
Kreativitas: Menghasilkan ide-ide baru dalam karya seni.
Komunikasi: Mempresentasikan hasil karya dan pemahaman
mereka.
H. Pertanyaan Pemantik
Mindful Learning: "Coba pejamkan mata sejenak, lalu bayangkan ada
sebuah rumah di depan kalian. Bisakah kalian sebutkan bagian-bagian
rumah itu dan bagaimana setiap bagiannya saling terhubung? Apa yang
membuat rumah itu terlihat menarik atau biasa saja?"
Meaningful Learning: "Pernahkah kalian melihat lukisan atau patung yang
sangat indah? Menurut kalian, apa yang membuat karya itu begitu
memukau? Apakah hanya karena warnanya bagus, atau ada hal lain yang
membuatnya istimewa?"
Joyful Learning: "Jika kalian bisa menciptakan sesuatu yang paling kalian
sukai, apa itu? Bagaimana kalian akan membuatnya terlihat unik dan berbeda
dari yang lain? Apa bagian yang paling menyenangkan dari proses
menciptakannya?"
I. Kegiatan Pembelajaran
Memahami unsur rupa dan prinsip desain sangat penting bagi kita. Dengan
pengetahuan ini, kita dapat lebih jeli mengamati dan menganalisis berbagai objek di
lingkungan sekitar, mulai dari pola pada sehelai daun hingga arsitektur sebuah
bangunan. Lebih dari itu, pengetahuan ini juga akan membantu kita dalam
menciptakan karya seni sendiri. Ketika kita menggambar, melukis, atau membuat
kerajinan, kita secara tidak sadar menerapkan unsur dan prinsip desain untuk
membuat karya kita lebih indah dan bermakna. Jadi, seni rupa bukan hanya tentang
bakat, tetapi juga tentang pemahaman dan penerapan aturan-aturan visual yang
mendasar.
M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik:
1. Bagian mana dari pembelajaran hari ini yang paling menarik bagiku?
Mengapa?
2. Apa hal baru yang paling penting yang aku pelajari hari ini tentang unsur
rupa dan prinsip desain?
3. Apakah aku merasa lebih percaya diri untuk mengamati dan menganalisis
karya seni setelah belajar ini?
Refleksi Pendidik:
1. Bagaimana partisipasi siswa dalam setiap kegiatan? Apakah semua siswa
terlibat aktif?
2. Apakah penggunaan model pembelajaran Project-Based Learning dengan
pendekatan Deep Learning efektif dalam mencapai tujuan pembelajaran?
3. Bagian mana dari modul ini yang perlu saya tingkatkan atau sesuaikan untuk
pembelajaran selanjutnya?
N. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
Nama Kelompok:
Anggota Kelompok:
1. ...................................
2. ...................................
3. ...................................
4. ...................................
Tugas Diskusi Kelompok dan Presentasi
Tema: "Menjelajahi Unsur Rupa dan Prinsip Desain di Lingkungan Sekolah"
Petunjuk:
1. Perhatikan berbagai objek di lingkungan sekolah Anda (misalnya, taman,
dinding kelas, pintu, jendela, papan pengumuman, atau bahkan seragam
teman Anda).
2. Pilih minimal 3 objek yang menurut kelompok Anda menarik untuk diamati.
3. Identifikasi unsur rupa (titik, garis, bidang, bentuk, warna, tekstur,
gelap terang) dan prinsip desain (kesatuan, keseimbangan, irama,
proporsi, penekanan, keselarasan) yang ada pada objek-objek
tersebut.
4. Diskusikan bagaimana unsur rupa dan prinsip desain tersebut berpadu pada
masing-masing objek. Apa kesan yang ditimbulkan?
5. Siapkan presentasi singkat (maksimal 5 menit) untuk menyampaikan hasil
diskusi kelompok Anda di depan kelas.
Tabel Hasil Pengamatan dan Diskusi
Unsur Rupa Prinsip Desain Bagaimana Unsur
Nama yang yang dan Prinsip Berpadu
No.
Objek Ditemukan Ditemukan (jelaskan kesan yang
(minimal 2) (minimal 1) ditimbulkan)
1.
2.
3.
Rubrik Penilaian Analitik untuk Tugas Diskusi Kelompok dan
Presentasi
Nama Kelompok: ..............................................................
Skala 4
Kriteria Skala 1 Skala 2 Skala 3
(Sangat
Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik)
Baik)
Identifikasi
Identifikasi Identifikasi
Identifikasi unsur &
unsur & unsur &
unsur & prinsip prinsip
Isi Diskusi prinsip prinsip
kurang lengkap dan
Kelompok sangat sangat
lengkap/kurang sebagian
terbatas/sal lengkap dan
tepat. besar tepat.
ah. tepat.
Penjelasan
Tidak
Penjelasan perpaduan
mampu Penjelasan
perpaduan unsur &
menjelaska perpaduan
Kualitas unsur & prinsip
n perpaduan unsur & prinsip
Analisis prinsip cukup sangat jelas,
unsur & sederhana/kur
jelas & mendalam,
prinsip. ang jelas.
relevan. & relevan.
Sebagian
besar Semua
Hanya 1-2 anggota anggota aktif
Beberapa
Kerja anggota yang aktif, berpartisipa
anggota aktif,
Sama aktif, sering mampu si, kolaborasi
kadang terjadi
Kelompok konflik. bekerja sangat baik.
miskomunikasi.
sama
dengan
baik.
Sangat
Tidak runtut, Runtut, suara runtut, suara
Cukup runtut,
Keterampil suara tidak cukup jelas, jelas &
suara kurang
an jelas, kurang percaya diri. lantang,
jelas, sesekali
Presentasi percaya diri. sangat
gugup.
percaya diri.
Mengetahui,
Kepala SDN 3 Purwosari Guru Kelas 6
A. Identitas Penulis
Nama Penyusun: Toni Adhi Putranto, [Link].
Satuan Pendidikan: SD N 3 Purwosari
Tahun Ajaran: 2025/2026
Mata Pelajaran: Seni Rupa
Fase: C
Kelas/Semester: 6/1
Alokasi Waktu: 14 JP (Jam Pelajaran)
Pada awal setiap pertemuan, guru akan menyapa siswa dan membuka percakapan
ringan dengan pertanyaan-pertanyaan berikut:
Bangun Tidur: "Bagaimana perasaan kalian saat bangun tidur pagi ini?
Adakah yang merasa sangat bersemangat?"
Beribadah: "Apakah kalian sudah beribadah pagi ini? Apa yang kalian
syukuri hari ini?"
Berolahraga: "Adakah yang sudah melakukan gerakan ringan atau
berolahraga? Apa manfaatnya untuk tubuh dan pikiran kita?"
Gemar Belajar: "Apa yang membuat kalian penasaran atau ingin kalian
pelajari lebih dalam hari ini?"
Makan Sehat dan Bergizi: "Sudahkah kalian mengisi energi dengan sarapan
yang sehat? Makanan apa yang membuat kalian kuat beraktivitas?"
Bermasyarakat: "Apakah kalian sudah menyapa orang-orang di sekitar
rumah atau sekolah? Apa arti pentingnya bersikap ramah kepada
sesama?"
Tidur Cepat: "Semalam, apakah kalian tidur cukup dan nyenyak?
Mengapa tidur yang berkualitas itu sangat penting untuk kita?"
Pertanyaan-pertanyaan ini akan menjadi jembatan untuk membangun kedekatan
emosional dan mengingatkan siswa akan pentingnya kebiasaan baik dalam
kehidupan sehari-hari, sekaligus mengarah pada kesiapan belajar.
Tujuan Pembelajaran:
Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan dapat:
1. Menganalisis dan mengekspresikan penilaian pribadi terhadap karya seni
rupa (milik sendiri atau orang lain) dengan alasan yang logis dan obyektif.
2. Menggunakan kosakata seni rupa (misalnya, komposisi, harmoni, ekspresi,
tekstur, perspektif) secara tepat saat mengulas sebuah karya.
3. Mempresentasikan proses penciptaan karya seni rupa yang telah dibuat,
menjelaskan ide, teknik, dan media yang digunakan.
4. Mampu memberikan umpan balik konstruktif terhadap karya teman,
menggunakan bahasa yang santun dan relevan.
5. Merefleksikan pengalaman pribadi dalam berkesenian dan menyimpulkan
pembelajaran yang didapat dari proses kreatif.
6. Mengidentifikasi kekuatan dan area yang perlu ditingkatkan dalam
karya seni rupa milik sendiri.
H. Pertanyaan Pemantik
Mindful Learning: "Jika kalian melihat sebuah lukisan, apa hal pertama
yang menarik perhatian kalian? Apakah itu warna, bentuk, atau ceritanya?
Mengapa hal itu menarik?"
Meaningful Learning: "Ketika kalian membuat sebuah karya, apa yang
ingin kalian sampaikan kepada orang lain melalui karya tersebut? Apakah
karya kalian berhasil 'berbicara' kepada mereka?"
Joyful Learning: "Bagian mana dari proses membuat atau melihat karya
seni yang membuat kalian merasa paling senang atau bangga? Ceritakan!"
I. Kegiatan Pembelajaran
K. Pemahaman Bermakna
Melalui pembelajaran ini, siswa akan memahami bahwa proses berkesenian tidak
hanya berhenti pada penciptaan, tetapi juga melibatkan kemampuan untuk
merefleksikan, mengevaluasi, dan mengomunikasikan ide serta pengalaman
mereka. Mereka akan belajar bahwa setiap karya seni memiliki cerita dan pesan
yang dapat diungkapkan melalui analisis. Lebih dari itu, siswa akan menyadari
bahwa memberikan dan menerima umpan balik adalah bagian penting dari proses
belajar dan berkembang, baik sebagai seniman maupun sebagai individu.
Kemampuan ini akan melatih penalaran kritis, komunikasi, dan kemandirian
mereka.
M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik:
1. Apa yang paling menantang bagiku saat mempresentasikan karyaku atau
memberikan umpan balik kepada teman?
2. Hal baru apa yang aku pelajari tentang bagaimana cara mengkritisi
atau menilai sebuah karya seni?
3. Apakah aku merasa lebih berani berbicara tentang seni setelah pembelajaran
ini?
Refleksi Pendidik:
1. Apakah siswa mampu menggunakan kosakata seni dengan tepat saat
mempresentasikan dan memberikan umpan balik?
2. Bagaimana saya bisa memfasilitasi diskusi yang lebih mendalam dan kritis di
antara siswa?
3. Apakah lingkungan kelas sudah cukup mendukung untuk aktivitas presentasi
dan diskusi seni?
Kelas:
Mengguna
Mengguna Mengguna
kan
kan kan
Hampir tidak beberapa
kosakata kosakata
menggunakan kosakata
Penggunaan seni dengan seni dengan
kosakata seni seni, namun
Kosakata Seni cukup tepat sangat
rupa yang sering
dan relevan. tepat dan
tepat. kurang tepat.
kaya.
Penilaian Penilaian
Penilaian Penilaian
cukup sangat
Kedalaman sangat sederhana,
mendalam, mendalam,
Analisis/Penil dangkal, tidak alasan kurang
alasan logis alasan kuat,
aian Karya ada alasan kuat.
dan relevan. dan
logis.
obyektif.
Cukup
Runtut,
runtut, Sangat
suara cukup
suara runtut,
Tidak runtut, jelas,
kurang suara jelas
Kejelasan suara tidak gagasan
jelas, & lantang,
Presentasi jelas, gagasan cukup
gagasan gagasan
sulit dipahami. mudah
kadang sangat
dipahami.
kurang jelas.
jelas.
Penjelasan Penjelasan
Tidak mampu Penjelasan
Kemampuan ide/proses ide/proses
menjelaskan ide/proses
Merefleksikan cukup jelas, sangat
ide/proses, sederhana,
Diri (Karya refleksi jelas,
tidak ada refleksi
Sendiri) cukup baik. refleksi
refleksi. minim.
mendalam.
Memberika n Memberika n
Tidak Memberika n
umpan balik umpan balik
Pemberian memberikan umpan balik
yang relevan yang
Umpan Balik umpan balik, sederhana,
dan relevan,
Konstruktif atau tidak kurang fokus.
membangu membangu
(untuk teman) konstruktif/neg
n. n, dan
atif.
inspiratif.
Total Skor_____________/ 20
Keterangan Penilaian:
16-20: Sangat Baik
11-15: Baik
6-10: Cukup
0-5: Kurang
Pengayaan dan Remedial
Pengayaan:
Bagi peserta didik yang telah mencapai ketuntasan, dapat diberikan
tantangan untuk membuat "galeri virtual" sederhana dari karya-karya mereka
atau teman, kemudian menuliskan deskripsi singkat untuk setiap karya
menggunakan kosakata seni.
Mendorong peserta didik untuk mencari dan menganalisis karya seni
rupa dari berbagai budaya atau era, kemudian membandingkan cara
seniman mengekspresikan diri.
Remedial:
Bagi peserta didik yang belum mencapai ketuntasan, guru akan
memberikan bimbingan individual untuk melatih kemampuan presentasi dan
penggunaan kosakata seni.
Guru dapat memberikan contoh-contoh presentasi yang lebih sederhana
dan meminta siswa untuk menirukan atau mengisi bagian-bagian kosong.
Memberikan lembar kerja khusus yang berfokus pada definisi dan
penggunaan kosakata seni rupa.
Glosarium
Refleksi: Kegiatan berpikir atau merenung kembali tentang suatu
pengalaman atau pembelajaran untuk mendapatkan pemahaman yang lebih
dalam.
Kosakata Seni: Istilah-istilah khusus yang digunakan dalam bidang seni
untuk menggambarkan unsur, prinsip, teknik, atau karakteristik sebuah karya
seni rupa.
Umpan Balik Konstruktif: Masukan atau tanggapan yang bertujuan untuk
membantu seseorang memperbaiki atau mengembangkan kemampuannya,
disampaikan dengan cara yang positif dan spesifik.
O. Daftar Pustaka
1. [Link] sumber referensi para pendidik indonesia
2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2018). Seni Rupa untuk Sekolah
Dasar Kelas VI. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
3. Sachari, Agus. (2002). Pengantar Nirmana Dwimatra. Bandung: Penerbit ITB.
4. Sukarya, Iyan. (2009). Dasar-Dasar Seni Rupa. Jakarta: Erlangga.
Mengetahui,
Kepala SDN 3 Purwosari Guru Kelas 6
A. Identitas Penulis
Nama Penyusun: Toni Adhi Putranto, [Link].
Satuan Pendidikan: SD N 3 Purwosari
Tahun Ajaran: 2025/2026
Mata Pelajaran: Seni Rupa
Fase: C
Kelas/Semester: 6/1
Alokasi Waktu: 14 JP (Jam Pelajaran)
Pada awal setiap pertemuan, guru akan menyapa siswa dan membuka percakapan
ringan dengan pertanyaan-pertanyaan berikut:
Bangun Tidur: "Anak-anak, sudah semangat pagi ini? Apa ada mimpi
indah yang membuat kalian bangun dengan senyum?"
Beribadah: "Sebelum berangkat sekolah, apakah kalian sudah beribadah?
Doa apa yang kalian panjatkan hari ini untuk kebaikan diri dan sesama?"
Berolahraga: "Adakah yang tadi pagi sempat menggerakkan badan atau
bermain di luar? Apa yang kalian rasakan setelah bergerak?"
Gemar Belajar: "Ada hal baru apa yang ingin kalian tahu lebih banyak hari
ini? Apa yang membuat kalian bersemangat untuk belajar?"
Makan Sehat dan Bergizi: "Sudahkah kalian sarapan dengan makanan yang
bergizi? Makanan apa yang membuat tubuh kalian kuat dan pikiran jernih?"
Bermasyarakat: "Apakah kalian sudah membantu orang di rumah atau di
jalan tadi pagi? Bagaimana perasaan kalian saat bisa berbuat baik kepada
orang lain?"
Tidur Cepat: "Tadi malam, apakah kalian tidur cukup dan tidak begadang?
Mengapa tidur yang berkualitas itu penting sekali untuk kesehatan dan
fokus belajar kita?"
Pertanyaan-pertanyaan ini akan menjadi jembatan untuk membangun kedekatan
emosional dan mengingatkan siswa akan pentingnya kebiasaan baik dalam
kehidupan sehari-hari, sekaligus mengarah pada kesiapan belajar secara mindful.
Tujuan Pembelajaran:
Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan dapat:
1. Mengidentifikasi pengalaman, keterampilan, dan pengetahuan dari
berbagai mata pelajaran (misalnya, IPA, IPS, Bahasa Indonesia) sebagai
inspirasi atau sumber gagasan dalam berkarya seni rupa.
2. Merancang ide karya seni rupa yang orisinal dan kreatif berdasarkan
gagasan yang terinspirasi dari pengalaman atau pengetahuan lintas mata
pelajaran.
3. Memilih dan menggunakan variasi teknik dasar berkarya rupa
(misalnya, menggambar, melukis, mencetak, membentuk) secara mandiri
untuk mewujudkan gagasannya.
4. Mengembangkan keterampilan motorik halus dan koordinasi saat
mengaplikasikan teknik-teknik dasar berkarya rupa.
5. Menjelaskan proses kerja artistik mereka, mulai dari penemuan gagasan
hingga pemilihan teknik dan media.
6. Menghargai proses trial and error dalam berkarya dan mencari solusi
kreatif terhadap tantangan yang dihadapi.
G. Model Pembelajaran
Model Pembelajaran: Project-Based Learning (PBL) dengan pendekatan
Deep Learning.
Metode: Observasi, Diskusi, Eksplorasi Bahan, Praktik Langsung,
Demonstrasi, Presentasi.
o Deep Learning akan diintegrasikan melalui aktivitas yang mendorong
siswa untuk:
Berpikir Kritis: Menganalisis bagaimana pengetahuan dari
mata pelajaran lain dapat menjadi inspirasi.
Kolaborasi: Berbagi ide dan membantu satu sama lain dalam
menemukan solusi kreatif.
Kreativitas: Menghasilkan ide-ide orisinal dan menemukan cara
baru dalam menggunakan teknik dan bahan.
Kemandirian: Mengambil inisiatif dalam merancang dan
mewujudkan karya.
H. Pertanyaan Pemantik
Mindful Learning: "Jika kalian melihat sebuah pensil, selain untuk menulis,
bisa jadi apa lagi ya? Bagaimana sebuah garis bisa menceritakan sebuah
kisah?"
Meaningful Learning: "Pernahkah kalian merasa sangat terinspirasi oleh
sesuatu yang kalian pelajari di pelajaran IPA atau IPS, lalu ingin
mengungkapkannya dalam sebuah gambar atau bentuk? Bagaimana kalian
akan mengubah ide itu menjadi karya seni?"
Joyful Learning: "Ketika kalian bebas menciptakan apa saja tanpa batasan,
hal apa yang paling membuat kalian bersemangat untuk mencoba? Apa yang
paling menyenangkan dari proses membuat sesuatu dengan tangan kalian
sendiri?"
I. Kegiatan Pembelajaran
K. Pemahaman Bermakna
Melalui pembelajaran ini, siswa akan memahami bahwa seni rupa adalah bahasa
universal yang memungkinkan kita untuk mengungkapkan ide dan perasaan,
bahkan yang berasal dari mata pelajaran lain. Mereka akan menyadari bahwa
kreativitas bukanlah sesuatu yang datang begitu saja, melainkan hasil dari
eksplorasi, percobaan, dan kemauan untuk menggunakan pengetahuan yang
dimiliki dari berbagai sumber. Siswa akan belajar bahwa setiap orang memiliki
potensi untuk berpikir dan bekerja secara artistik, menemukan cara unik mereka
sendiri untuk menciptakan keindahan dan menyampaikan pesan, yang pada
akhirnya menumbuhkan kemandirian dan rasa bangga atas karya mereka.
M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik:
1. Apa ide paling unik yang aku dapatkan dari pelajaran lain dan berhasil
aku tuangkan dalam karyaku?
2. Teknik dasar berkarya rupa apa yang paling menyenangkan atau
paling menantang bagiku untuk dicoba? Mengapa?
3. Apakah aku merasa lebih percaya diri untuk membuat karya seni berdasarkan
ideku sendiri setelah pembelajaran ini?
Refleksi Pendidik:
1. Apakah siswa mampu menghubungkan pengetahuan dari mata pelajaran lain
dengan gagasan berkarya seni rupa?
2. Apakah variasi teknik dasar yang diajarkan mampu mengakomodasi
kebutuhan dan kreativitas setiap siswa?
3. Bagaimana saya dapat lebih mendorong kemandirian dan eksplorasi siswa
dalam proses berkarya mereka?
Kelas:
Gagasan
Gagasan
meniru atau Gagasan Gagasan
sangat
sangat cukup cukup
orisinal dan
Orisinalit umum, tidak sederhana, orisinal,
kreatif,
as ada keterkaitan keterkaitan
keterkaitan
Gagasan kaitannya lintas mata lintas mata
lintas mata
dengan pelajaran pelajaran
pelajaran
lintas mata kurang jelas. jelas.
sangat kuat.
pelajaran.
Menggunaka
Menggunaka
n >3 teknik
Hanya Menggunaka n 2-3 teknik
dengan
Pengguna menggunaka n 1-2 teknik, dengan
sangat
an Variasi n satu hasil kurang cukup
terampil,
Teknik teknik, hasil rapi/kurang terampil,
hasil sangat
kurang rapi. mahir. hasil cukup
rapi dan
rapi.
detail.
Karya
selesai Karya
Karya
Penyeles Karya tidak dengan selesai
selesai
aian selesai atau cukup rapi dengan
namun
Karya asal jadi. dan sangat rapi
kurang rapi.
perhatian dan detail.
pada detail.
Sangat
Mandiri
Sangat Cukup mandiri,
dalam
Kemandir bergantung mandiri, eksploratif,
proses
ian dalam pada sesekali dan mampu
berkarya,
Berkarya bantuan butuh mengatasi
inisiatif
guru/teman. bimbingan. kesulitan
tinggi.
sendiri.
Total Skor_____________/ 20
Keterangan Penilaian:
16-20: Sangat Baik
11-15: Baik
6-10: Cukup
0-5: Kurang
P. Glosarium
Gagasan Artistik: Ide atau konsep awal yang menjadi dasar
penciptaan sebuah karya seni.
Teknik Dasar Berkarya Rupa: Cara-cara fundamental dalam membuat karya
seni rupa, seperti menggambar, melukis, mencetak, atau membentuk.
Kemandirian Artistik: Kemampuan seorang seniman untuk merancang,
melaksanakan, dan menyelesaikan karyanya sendiri dengan inisiatif dan
kreativitas.
Q. Daftar Pustaka
1. [Link] sumber referensi para pendidik indonesia
2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2018). Seni Rupa untuk Sekolah
Dasar Kelas VI. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
3. Sachari, Agus. (2002). Pengantar Nirmana Dwimatra. Bandung: Penerbit ITB.
4. Sukarya, Iyan. (2009). Dasar-Dasar Seni Rupa. Jakarta: Erlangga.
Mengetahui,
Kepala SDN 3 Purwosari Guru Kelas 6
A. Identitas Penulis
Nama Penyusun: Toni Adhi Putranto, [Link].
Satuan Pendidikan: SD N 3 Purwosari
Tahun Ajaran: 2025/2026
Mata Pelajaran: Seni Rupa
Fase: C
Kelas/Semester: 6/2
Alokasi Waktu: 18 JP (Jam Pelajaran)
Pada awal setiap pertemuan, guru akan menyapa siswa dan membuka percakapan
ringan dengan pertanyaan-pertanyaan berikut:
Bangun Tidur: "Bagaimana perasaan kalian saat bangun tidur pagi ini?
Ada yang bangun dengan ide-ide kreatif untuk hari ini?"
Beribadah: "Apakah kalian sudah beribadah pagi ini? Apa yang kalian
syukuri atau harapkan untuk hari ini?"
Berolahraga: "Adakah yang sudah melakukan gerakan ringan atau
berolahraga? Apa yang kalian rasakan setelah menggerakkan badan? Lebih
segar dan siap berkreasi?"
Gemar Belajar: "Apa yang paling membuat kalian penasaran atau ingin
kalian pelajari lebih dalam hari ini? Adakah cerita atau gambar yang ingin
kalian buat?"
Makan Sehat dan Bergizi: "Sudahkah kalian sarapan dengan makanan
sehat? Makanan apa yang memberi energi untuk berpikir kreatif dan
menghasilkan karya?"
Bermasyarakat: "Apakah kalian sudah menyapa orang-orang di sekitar
kalian? Bagaimana perasaan kalian saat bisa berinteraksi dan berbagi
cerita?"
Tidur Cepat: "Semalam, apakah kalian tidur cukup dan nyenyak?
Mengapa istirahat yang cukup itu penting untuk ide-ide cemerlang?"
Pertanyaan-pertanyaan ini akan menjadi jembatan untuk membangun kedekatan
emosional dan mengingatkan siswa akan pentingnya kebiasaan baik dalam
kehidupan sehari-hari, sekaligus mengarah pada kesiapan belajar secara mindful.
Tujuan Pembelajaran:
Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan dapat:
1. Merancang dan mengembangkan gagasan orisinal untuk karya seni rupa
berdasarkan pengalaman pribadi atau inspirasi dari lingkungan sekitar.
2. Menggabungkan unsur-unsur rupa (garis, warna, tekstur, bentuk, dan
bangun) secara harmonis dalam menciptakan karya seni rupa 2 dimensi.
3. Mengaplikasikan konsep perspektif sederhana dalam karya seni rupa 2
dimensi untuk menciptakan kesan ruang dan kedalaman.
4. Bereksplorasi dengan berbagai media dan teknik untuk mewujudkan
gagasan kreatifnya.
5. Membuat karya seni rupa 2 dimensi yang menunjukkan keterampilan
dan pemahaman terhadap unsur rupa dan perspektif.
6. Menunjukkan kemandirian dan ketekunan dalam proses penciptaan karya
seni.
G. Model Pembelajaran
Model Pembelajaran: Project-Based Learning (PBL) dengan pendekatan
Deep Learning.
Metode: Eksplorasi, Demonstrasi, Praktik Langsung, Diskusi Kelompok,
Scaffolding, Kritik Seni (sederhana).
o Deep Learning akan diintegrasikan melalui aktivitas yang mendorong
siswa untuk:
Berpikir Kritis: Menganalisis objek untuk menerapkan
perspektif dan menggabungkan unsur rupa.
Kolaborasi: Berbagi ide, saling membantu dalam proses
berkarya, dan memberikan umpan balik konstruktif.
Kreativitas: Menghasilkan ide-ide orisinal dan menemukan
solusi visual yang unik.
Kemandirian: Mengambil inisiatif dalam merencanakan,
melaksanakan, dan menyelesaikan proyek karya seni.
H. Pertanyaan Pemantik
Mindful Learning: "Coba perhatikan ruangan ini. Bisakah kalian melihat
bagaimana benda-benda di kejauhan terlihat lebih kecil daripada yang dekat?
Apa yang membuat kita bisa merasakan ruang seperti itu dalam gambar?"
Meaningful Learning: "Jika kalian ingin menggambar cerita tentang liburan
impian kalian, bagaimana caranya agar gambar itu terasa nyata, seolah-
olah kita bisa masuk ke dalamnya? Teknik apa yang bisa membuat gambar
jadi lebih hidup?"
Joyful Learning: "Jika kalian bisa menggambar apa saja yang ada di pikiran
kalian, tanpa batas, apa yang akan kalian gambar? Apa bagian yang paling
membuat kalian senang dari proses mengubah ide menjadi sebuah
gambar?"
I. Kegiatan Pembelajaran
M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik:
1. Apa ide karyaku yang paling membuatku bangga dan mengapa?
2. Bagian mana dari proses membuat karya (misalnya, merancang,
menggambar, mewarnai, menerapkan perspektif) yang paling aku nikmati
atau paling menantang?
3. Bagaimana aku bisa menggunakan keterampilan menciptakan karya seni ini
dalam kehidupan sehari-hari atau di pelajaran lain?
Refleksi Pendidik:
1. Apakah siswa mampu mengembangkan gagasan yang orisinal dan unik
dalam karyanya?
2. Apakah sebagian besar siswa dapat menerapkan konsep perspektif
sederhana dalam karyanya?
3. Bagaimana saya bisa lebih memfasilitasi eksplorasi media dan teknik yang
lebih luas bagi siswa?
Kelas:
Gagasan
Gagasan cukup Gagasan
Gagasan meniru
cukup orisinal sangat
Orisinalitas atau sangat
sederhan dan orisinal,
Gagasan umum, tidak ada
a, kurang menunjuk kreatif, dan
eksplorasi.
menonjol. kan inspiratif.
pemikiran.
Penerapa
Penerapan
Penerapa n
perspektif
Tidak ada n perspektif
sangat
Penerapan penerapan perspektif cukup
baik, kesan
Perspektif perspektif atau masih baik,
ruang dan
salah. kaku/kura kesan
kedalaman
ng tepat. ruang
kuat.
terlihat.
beberapa keterampil an
kesalaha an cukup keterampila
n teknis. baik. n tinggi.
Mandiri
Cukup Sangat
dalam
Sangat mandiri, mandiri,
bekerja,
Kemandirian bergantung pada namun tekun, dan
menunjuk
& Ketekunan bantuan, tidak mudah gigih dalam
kan
tekun. menyerah menyelesai
ketekunan
. kan karya.
.
Total Skor_____________/ 20
Keterangan Penilaian:
16-20: Sangat Baik
11-15: Baik
6-10: Cukup
0-5: Kurang
P. Glosarium
Perspektif: Teknik menggambar atau melukis untuk menciptakan ilusi
kedalaman dan ruang pada permukaan datar.
Unsur Rupa: Elemen dasar dalam seni rupa seperti garis, warna,
tekstur, bentuk, dan bangun.
Gagasan Orisinal: Ide atau pemikiran yang baru dan unik, tidak meniru
karya orang lain.
Q. Daftar Pustaka
1. [Link] sumber referensi para pendidik indonesia
2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2018). Seni Rupa untuk Sekolah
Dasar Kelas VI. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
3. Sachari, Agus. (2002). Pengantar Nirmana Dwimatra. Bandung: Penerbit ITB.
4. Sukarya, Iyan. (2009). Dasar-Dasar Seni Rupa. Jakarta: Erlangga.
Mengetahui,
Kepala SDN 3 Purwosari Guru Kelas 6
A. Identitas Penulis
Nama Penyusun: Toni Adhi Putranto, [Link].
Satuan Pendidikan: SD N 3 Purwosari
Tahun Ajaran: 2025/2026
Mata Pelajaran: Seni Rupa
Fase: C
Kelas/Semester: 6/2
Alokasi Waktu: 18 JP (Jam Pelajaran)
Pada awal setiap pertemuan, guru akan menyapa siswa dan membuka percakapan
ringan dengan pertanyaan-pertanyaan berikut:
Bangun Tidur: "Bagaimana perasaan kalian saat bangun tidur pagi ini?
Adakah yang merasa sangat bersemangat untuk membuat perubahan
kecil hari ini?"
Beribadah: "Apakah kalian sudah beribadah pagi ini? Apa doa atau harapan
kalian untuk diri sendiri dan orang-orang di sekitar kalian agar bisa melakukan
hal baik hari ini?"
Berolahraga: "Adakah yang tadi pagi sempat menggerakkan badan?
Bagaimana rasanya tubuh yang bugar bisa membantu kita berpikir lebih jernih
dan berenergi untuk beraksi?"
Gemar Belajar: "Apa hal baru yang paling ingin kalian pelajari hari ini?
Adakah masalah di sekitar kita yang menurut kalian bisa diselesaikan dengan
ide-ide kreatif dari ilmu yang kita pelajari?"
Makan Sehat dan Bergizi: "Sudahkah kalian sarapan dengan makanan yang
bergizi? Mengapa tubuh yang sehat penting agar kita punya tenaga untuk
membuat dampak positif?"
Bermasyarakat: "Apakah kalian sempat berinteraksi atau membantu orang
lain pagi ini? Apa yang kalian rasakan saat bisa berbagi kebaikan dengan
sesama?"
Tidur Cepat: "Semalam, apakah kalian tidur cukup dan nyenyak?
Mengapa istirahat yang berkualitas itu penting agar kita punya energi dan
semangat untuk peduli pada lingkungan?"
Pertanyaan-pertanyaan ini akan menjadi jembatan untuk membangun kedekatan
emosional dan mengingatkan siswa akan pentingnya kebiasaan baik dalam
kehidupan sehari-hari, sekaligus mengarah pada kesadaran akan dampak yang bisa
mereka ciptakan.
Tujuan Pembelajaran:
Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan dapat:
1. Mengidentifikasi kejadian sehari-hari, keadaan lingkungan sekitar, atau
perasaan/emosi yang menginspirasi mereka untuk membuat karya seni
rupa.
2. Merancang dan mengembangkan gagasan karya seni rupa yang memiliki
pesan atau tujuan untuk memberikan dampak positif.
3. Memilih dan menggunakan media serta teknik seni rupa yang tepat
untuk menyampaikan pesan atau emosi dalam karya mereka.
4. Menciptakan karya seni rupa 2 atau 3 dimensi yang secara jelas
merefleksikan respons terhadap isu atau perasaan tertentu, dan berpotensi
memberikan dampak positif.
5. Mempresentasikan karya seni rupa mereka dan menjelaskan pesan
atau dampak positif yang ingin mereka sampaikan kepada audiens.
6. Menunjukkan kepedulian dan empati terhadap lingkungan atau sesama
melalui ekspresi artistik.
G. Model Pembelajaran
Model Pembelajaran: Problem-Based Learning (PBL) dan Project-
Based Learning (PBL) dengan pendekatan Deep Learning.
Metode: Observasi Isu, Diskusi Partisipatif, Studi Kasus, Brainstorming,
Praktik Langsung, Presentasi, Refleksi.
o Deep Learning akan diintegrasikan melalui aktivitas yang mendorong
siswa untuk:
Berpikir Kritis: Menganalisis isu dan menentukan bagaimana
seni bisa menjadi alat perubahan.
Kolaborasi: Bekerja sama dalam mengidentifikasi masalah dan
menciptakan solusi artistik.
Kreativitas: Menghasilkan ide-ide inovatif untuk menyampaikan
pesan melalui seni.
Komunikasi: Menyampaikan pesan yang kuat dan jelas
melalui karya seni dan presentasi.
Kewargaan: Menumbuhkan rasa tanggung jawab dan
kepedulian terhadap lingkungan dan sesama.
H. Pertanyaan Pemantik
Mindful Learning: "Coba pejamkan mata dan bayangkan satu hal di
lingkungan kita yang ingin kalian ubah menjadi lebih baik. Hal apa
itu? Bagaimana perasaan kalian saat memikirkannya?"
Meaningful Learning: "Jika kalian memiliki kekuatan super untuk
menyampaikan pesan penting kepada semua orang melalui gambar atau
patung, pesan apa yang akan kalian sampaikan? Dan mengapa pesan itu
penting untuk kita semua?"
Joyful Learning: "Apa yang membuat kalian paling senang saat bisa
membantu orang lain atau menjaga lingkungan? Bisakah perasaan senang itu
kalian tuangkan dalam sebuah karya seni?"
I. Kegiatan Pembelajaran
M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik:
1. Pesan apa yang paling penting ingin aku sampaikan melalui karyaku
ini? Apakah aku merasa sudah berhasil menyampaikannya?
2. Bagaimana perasaanku saat membuat karya yang bertujuan untuk memberi
dampak positif bagi orang lain atau lingkungan?
3. Apa yang akan aku lakukan selanjutnya untuk terus menggunakan seni
sebagai cara untuk berbuat baik atau menyampaikan pesan penting?
Refleksi Pendidik:
1. Apakah siswa mampu mengidentifikasi isu yang relevan dan
menerjemahkannya ke dalam gagasan karya seni rupa?
2. Apakah karya-karya yang dihasilkan siswa menunjukkan potensi untuk
memberikan dampak positif bagi diri dan lingkungan terkecilnya?
3. Bagaimana saya bisa lebih memfasilitasi siswa untuk menyuarakan
kepedulian mereka melalui seni rupa secara lebih luas di komunitas sekolah?
Kelas:
Isu/gagasan
Isu/gagasa
Isu tidak Isu/gagasan sangat jelas,
n cukup
jelas/tidak jelas dan relevan, dan
Identifikasi jelas,
relevan, relevan, orisinal,
Isu/Gagasan namun
gagasan menunjukkan menunjukka
kurang
tidak ada. kepedulian. n empati
mendalam.
mendalam.
Pesan
Pesan sangat jelas,
Pesan
cukup ada, Pesan jelas kuat, dan
Kejelasan tidak ada
namun dan relevan, memiliki
Pesan/Damp atau tidak
kurang berpotensi potensi
ak Positif jelas dalam
kuat/terlalu positif. dampak
karya.
umum. positif yang
signifikan.
Media/tekni Media/tekn
Media/teknik
k tidak ik cukup Media/teknik
Penggunaan sangat
sesuai, sesuai, sesuai, hasil
Media & sesuai, hasil
karya hasil cukup rapi &
Teknik rapi, efektif,
kurang kurang efektif.
dan inovatif.
rapi. rapi.
Tidak Penjelasan
Penjelasan Penjelasan
mampu sangat jelas,
Presentasi sederhana, cukup jelas,
menjelaska persuasif,
Karya & kurang mampu
n dan
Pesan meyakinka menyampaik
karya/pesa menginspira
n. an pesan.
n. si.
Total Skor_____________/ 20
Keterangan Penilaian:
16-20: Sangat Baik
11-15: Baik
6-10: Cukup
0-5: Kurang
P. Glosarium
Dampak Positif: Pengaruh atau hasil yang membawa kebaikan atau
perubahan yang membangun.
Ekspresi Artistik: Cara mengungkapkan ide, perasaan, atau gagasan
melalui karya seni.
Kewargaan: Sikap dan perilaku yang menunjukkan kepedulian serta
tanggung jawab terhadap masyarakat dan lingkungan.
Q. Daftar Pustaka
1. [Link] sumber referensi para pendidik indonesia
2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2018). Seni Rupa untuk Sekolah
Dasar Kelas VI. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
3. Sachari, Agus. (2002). Pengantar Nirmana Dwimatra. Bandung: Penerbit ITB.
4. Sukarya, Iyan. (2009). Dasar-Dasar Seni Rupa. Jakarta: Erlangga.
Mengetahui,
Kepala SDN 3 Purwosari Guru Kelas 6