0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan40 halaman

RKT SD Negeri Banyuadem 2024-2025

Diunggah oleh

Dwi Nooris Sa'adah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan40 halaman

RKT SD Negeri Banyuadem 2024-2025

Diunggah oleh

Dwi Nooris Sa'adah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

RENCANA KERJA TAHUNAN

(RKT)
TAHUN 2024-2025

DISUSUN OLEH
DWI NOORIS SA’ADAH, M. Pd
KEPALA SEKOLAH

PEMERINTAH KABUPATEN MAGELANG


DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SEKOLAH DASAR NEGERI
BANYUADEM
KECAMATAN SRUMBUNG
LEMBAR PENGESAHAN
RENCANA KERJA TAHUNAN (RKT) TAHUN 2024/2025

SD NEGERI BANYUADEM

KECAMATAN SRUMBUNG KABUPATEN MAGELANG

Rencana Kerja Tahunan (RKT) SD Negeri Banyuadem Kecamatan


Srumbung Kabupaten Magelang telah disusun sesuai mekanisme
Perencanaan Berbasis data (PBD) dan merupakan penjabaran dari
Rapor Pendidikan SD Negeri Banyuadem tahun 2024/2025. Untuk
selanjutnya RKT ini diimplementasikan pada Rencana Kegiatan dan
Anggaran Sekolah (RKAS) tahun 2024 dan tahun 2025, maka sebagai
wujud legalitas RKT ini perlu pengesahan dari pemangku kepentingan.

Banyuadem, 1 5 Juli 2024


Ketua Komite Kepala Sekolah

Komite Kepala Sekolah


SD Negeri Banyuadem SD Negeri Banyuadem,

Fatchurozi Irfan Dwi Nooris Sa’adah, M. Pd


NIP 198607182009032008

1
KATA PENGANTAR

Berkat rahmat dan karunia-Nya semata, kami telah dapat menyusun rencana
Kerja Tahunan Kepala Sekolah, yang akan digunakan sebagai pedoman dalam
melaksanakan program pendidikan. Rencana Kerja Tahunan Kepala Sekolah yang
tertib dan teratur sangat diperlukan untuk peningkatan kemampuan dalam
pengelolaan pendidikan di sekolah. Peningkatan tersebut akan berdampak positif,
yaitu makin meningkatnya efisiensi, mutu, dan perluasan pendidikan dasar.
Program Kerja Kepala Sekolah ini disusun sebagai penyesuaian dari
Perencanaan Berbasis Data (PBD) yang didasarkan pada rapor pendidikan Sekolah,
serta digunakan sebagai pedoman dalam melaksanakan kegiatan operasional di
sekolah, sehingga akan memperlancar kerja Kepala Sekolah. Penyusunan Rencana
Kerja Tahunan Kepala Sekolah ini melibatkan unsur yang terkait, yaitu unsur Kepala
Sekolah, Guru, tendik dan Pengurus Komite Sekolah, yang sebelumnya telah diuji
kelayakannya.
Program Kerja Kepala Sekolah ini meliputi:
1. Pendahuluan
2. Profil dan Rapor Pendidikan
3. Perencanaan Berbasis Data (PBD)
4. Rencana Kerja Tahunan (RKT)
5. Jadwal Kegiatan Tahunan
6. Penutup

Dalam penyusunan Rencana Kerja Tahunan Kepala Sekolah ini, kami sudah
berusaha semaksimal mungkin untuk menghindari kekurangan maupun kesalahan,
namun demikian tentunya pasti masih banyak terdapat kekurangan maupun
kesalahan. Untuk itu kami sangat berterima kasih apabila dari semua pihak sudi
memberikan saran maupun kritik, demi kelancaran tugas yang kami emban.
Akhirnya kami mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang
telah mendukung kami, utamanya kepada Pengawas SD dan rekan K3S Kecamatan
Srumbung yang telah banyak memberikan bimbingan dan petunjuk demi kelancaran
penyusunan program kerja ini. Terima kasih

Banyuadem, 15 Juli 2024


Kepala SD Negeri Banyuadem,

Dwi Nooris Sa’adah, M. Pd


NIP 198607182009032008

2
DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN.......................................................................................................................1
KATA PENGANTAR................................................................................................................2
DAFTAR ISI................................................................................................................................................................3
BAB 1 PENDAHULUAN........................................................................................................................3
A. Latar Belakang Masalah...............................................................................................3
B. Dasar Hukum................................................................................................................5
BAB 2 PROFIL DAN RAPOR PENDIDIKAN........................................................................................................6
A. Profil Pendidikan....................................................................................................6
B. Rapor Pendidikan.........................................................................................................7
BAB 3 PERENCANAAN BERBASIS DATA......................................................................................................15
1. Identifikasi Masalah..........................................................................................................15
2. Refleksi........................................................................................................................16
3. Benahi................................................................................................................................17
BAB 4 RENCANA KEGIATAN TAHUNAN.........................................................................................................22
A. Rencana Kerja Tahunan (RKT)..................................................................................22
B. Jadwal Kegiatan Tahunan..........................................................................................39
BAB 5 PENUTUP....................................................................................................................................................42
A. KESIMPULAN...............................................................................................................................................42
B. REKOMENDASI...........................................................................................................................................42

3
BAB 1 PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pendidikan merupakan salah satu bagian yang sangat


penting dalam pembangunan sumber daya manusia, oleh sebab itu
sebagai upaya meningkatkan mutu dan pemerataan pendidikan, maka
dipandang perlu adanya upaya yang dilaksanakan secara terencana, terarah,
dan terpadu untuk menyempurnakan kegiatan-kegiatan sekolah , sehingga
penyelenggaraan pendidikan dapat berjalan lebih optimal dan memenuhi
harapan semua pihak yang berkepentingan (stakeholders).
Upaya-upaya yang terus bergulir dalam rangka peningkatan kualitas
(quality) dan pemerataan kesempatan (equity) pendidikan diantaranya melalui
penerapan program wajib belajar 9 dan 12 tahun, standarisasi kurikulum, proses,
ketenagaan, pembiayaan, sarana/prasarana, kompetensi lulusan, penilaian, dan
manajemen dan pencitraan publik.
Rencana kerja tahunan adalah perencanaan program kerja yang akan
digunakan sebagai acuan untuk melaksanakan kerja dalam waktu satu tahun yang
akan datang. Rencana kerja tahunan ini membantu sebuah tim atau kelompok
yang lebih besar untuk mengetahui hal apa saja yang ingin dicapai, memecah
pekerjaan menjadi lebih ringan dan ringkas dan juga mencari cara terbaik untuk
mencapai tujuan tersebut.
SD Negeri Banyuadem merupakan satuan pendidikan dasar yang berlokasi
di Desa Banyuadem Kecamatan Srumbung Kabupaten magelang yang memiliki
pendidik dan tenaga kependidikan yang terdiri dari 1 kepala sekolah, 6 guru kelas,
1 orang guru mata pelajaran PJOK , 1 orang guru mata pelajaran pendidikan agama
Islam, 1 orang guru bahasa inggris, 1 orang guru seni rupa dan 1 orang tenaga
kependidikan yaitu penjaga sekolah. SD Negeri Banyuadem mempunyai jumlah
peserta didik pada tahun pelajaran 2024/2025 adalah 60 siswa.
Pada tahun 2023 telah dilaksanakan asesmen nasional berbasis komputer
(ANBK) untuk siswa kelas V (lima) sejumlah 15 siswa. Hasil dari asesmen tersebut
maka keluarlah profil pendidikan yang menjadi laporan rapor pendidikan yang
diperoleh melalui platform rapor pendidikan. Rapor pendidikan inilah yang
memberikan gambaran nilai capaian siswa dari dimensi A, B, C, D dan E yang
selanjutnya oleh satuan pendidikan dasar dijadikan acuan untuk membuat
perencanaan baik rencana kerja tahunan (RKT) maupun rencana kegiatan dan
anggaran sekolah (RKAS).
Rencana Kerja Tahunan SD Negeri Banyuadem Tahun 2024 ini merupakan
hasil dari proses identifikasi, refleksi dan benahi (IRB) dari laporan rapor
pendidikan tahun 2024 yang merupakan hasil dari proses asesmen nasional tahun
2023 yang terkenal dengan istilah ANBK.
Dalam laporan rapor pendidikan yang merupakan indikator prioritas
pendidikan dasar dan menengah meliputi: kemampuan literasi, kemampuan
numerasi, karakter, iklim keamanan sekolah dan iklim kebhinekaan. Dari indikator

4
prioritas tersebut dianalisis berdasarkan nilai capaian yang diperoleh berdasarkan
proporsi kemampuan siswa. Selanjutnya dari nilai capaian tersebut dianalisis
melalui proses identifikasi, refleksi dan benahi (IRB) yang akan menjadi dasar
untuk perencanaan berbasis data (PBD).
Perencanaan Berbasis Data (PBD) adalah bentuk pemanfaatan data pada
platform Rapor Pendidikan sebagai bentuk intervensi satuan maupun dinas
pendidikan maupun pemerintah daerah terhadap mutu dan capaian
pendidikannya dan bertujuan untuk mencapai peningkatan serta perbaikan mutu
pendidikan yang berkesinambungan.
Perencanaan Berbasis Data (PBD) bertujuan untuk memberikan perbaikan
pembelanjaan anggaran serta pembenahan sistem pengelolaan satuan pendidikan
yang efektif, akuntabel dan konkret. Selain itu, Perencanaan Berbasis Data (PBD)
juga disesuaikan dengan kebutuhan satuan pendidikan atau dinas berdasarkan
identifikasi masalah yang berasal dari data pada platform Rapor Pendidikan, yang
kemudian mendorong satuan pendidikan dan dinas pendidikan untuk melakukan
pembenahan melalui penyusunan kegiatan peningkatan capaian berdasarkan hasil
identifikasi dan refleksi terhadap capaian di Rapor Pendidikan dan kondisi
lapangan. Terdapat 3 langkah sederhana dalam proses Perencanaan Berbasis Data
(PBD), yaitu Identifikasi, Refleksi, dan Benahi (IRB) yang selanjutnya disebut RKT.

B. Dasar Hukum
1. Dasar Hukum perencanaan berbasis data diatur dalam PP No. 57 tahun 2021
tentang Standar Nasional Pendidikan ;
Pasal 28 berbunyi
● Perencanaan kegiatan Pendidikan bertujuan untuk peningkatan kualitas
proses dan hasil belajar secara berkelanjutan berdasarkan evaluasi diri
Satuan Pendidikan.
● Perencanaan kegiatan Pendidikan dituangkan dalam rencana kerja jangka
pendek dan rencana kerja jangka menengah.
Pasal 48 berbunyi:
● Evaluasi sistem Pendidikan oleh Pemerintah Daerah sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan terhadap: a. pendidikan anak usia
dini; dan b. pendidikan dasar dan menengah.
● Evaluasi sistem Pendidikan oleh Pemerintah Daerah sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) bertujuan untuk perluasan akses dan peningkatan
mutu layanan Pendidikan daerah sesuai kebutuhan Satuan Pendidikan dan
program Pendidikan.
2. Permendikbud Ristek No. 09 tahun 2022 tentang Evaluasi Sistem Pendidikan
oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Terhadap Pendidikan Anak Usia
Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah.
Pasal 24 Berbunyi :
● Evaluasi Sistem Pendidikan oleh Pemerintah Daerah berdasarkan
profil pendidikan daerah.

5
● Evaluasi sistem pendidikan oleh Pemerintah Daerah dilaksanakan terhadap:
a. Pendidikan Anak Usia Dini; dan
b. Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah. Pasal 26 berbunyi:
● Hasil Evaluasi Sistem Pendidikan oleh Pemerintah Daerah dimanfaatkan oleh
Pemerintah Daerah sebagai bahan untuk melakukan penyesuaian kebijakan
dan perencanaan program dalam rangka peningkatan akses, mutu, relevansi,
dan tata kelola penyelenggaraan pendidikan sesuai dengan kewenangannya.
Pasal 28
Hasil Evaluasi Sistem Pendidikan oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah
dimanfaatkan oleh Satuan Pendidikan untuk:
● mengidentifikasi masalah pendidikan yang perlu mendapatkan prioritas
berdasarkan indikator dalam profil Satuan Pendidikan atau profil program
pendidikan kesetaraan;
● mendalami hasil identifikasi masalah pendidikan untuk menemukan akar
masalah dan merumuskan langkah perbaikan; dan
● melakukan perencanaan program untuk mengatasi akar masalah

BAB 2 PROFIL DAN RAPOR PENDIDIKAN

6
A. Profil Pendidikan
Profil pendidikan adalah Laporan Komprehensif mengenai layanan
pendidikan sebagai hasil dari Evaluasi Sistem Pendidikan yang digunakan
sebagai landasan untuk peningkatan mutu layanan pendidikan dan penetapan
Rapor Pendidikan.
Profil Pendidikan terdiri dari indikator-indikator yang merefleksikan
delapan Standar Nasional Pendidikan dan mencakup area yang berkaitan
dengan input, proses, dan output pembelajaran.

Gambar 1. Kerangka Profil Pendidikan

Gambar 2. Struktur Profil Pendidikan

B. Rapor Pendidikan
1. Pengertian
Rapor Pendidikan adalah Indikator terpilih Dari Profil Pendidikan
yang merefleksikan prioritas Kemendikbud Ristek yang digunakan untuk
menilai kinerja daerah dan satuan pendidikan. Rapor Pendidikan diperoleh
dari perbandingan nilai indikator antar tahun.
Untuk mengetahui rapor pendidikan satuan pendidikan maka Kepala
sekolah atau pun admin sekolah dapat melihat dan mengunduh rapor

7
pendidikan melalui tautan [Link] atau
Platform rapor pendidikan. Platform Rapor pendidikan adalah aplikasi
berbasis web yang menampilkan informasi Profil Pendidikan dan Rapor
Pendidikan. Platform Rapor Pendidikan dapat diakses oleh pengguna yang
memiliki akun belajar sesuai dengan kewenangannya.
Pada rapor pendidikan terdapat indikator yang menjadi prioritas
pendidikan dasar diantaranya:
1) A.1 Kemampuan literasi
2) A.2 Kemampuan Numerasi
3) A.3 Karakter
4) D.1 Kualitas Pembelajaran
5) D.4 Iklim Keamanan Sekolah
6) D.8 Iklim Kebhinekaan Sekolah.
Setelah melihat hasil dari Rapor Pendidikan, satuan pendidikan
dapat melakukan refleksi dan evaluasi atas kualitas dari pendidikannya
Selain itu hasil Rapor Pendidikan juga dapat dijadikan sebagai dasar
Perencanaan Berbasis Data (PBD) yang tepat dan akurat, sehingga pada
akhirnya akan dapat membantu proses dan meningkatkan kualitas belajar
mengajar satuan pendidikan. Adapun tahapan dalam melakukan
perencanaan berbasis data (PBD) adalh dengan melakukan Identifikasi,
Refleksi, dan Benahi (IRB).
1) Tahapan proses identifikasi (memilih dan menetapkan masalah) yang
dilakukan oleh kepala sekolah melalui tahapan sebagai berikut:
● Mengunduh data dari platform Rapor Pendidikan
● Merujuk kepada daftar indikator prioritas
● Menetapkan indikator rapor sebagai masalah yang akan
diintervensi.
2) Tahapan proses refleksi (merumuskan akar masalah) yang dilakukan
oleh kepala sekolah melalui tahapan sebagai berikut.
● Dari masalah yang akan diintervensi, dilakukan analisis untuk
mencari akar masalah
3) Tahapan proses refleksi (menentukan program dan kegiatan) yang
dilakukan oleh kepala sekolah melalui tahapan sebagai berikut.
● Membuat program, dan
● menyusun kegiatan sebagai solusi untuk setiap akar masalah
yang ditetapkan

2. Rapor Pendidikan SD Negeri Banyuadem

8
Berdasarkan hasil analisis dari platform rapor pendidikan SD Negeri
Banyuadem maka didapat data berikut ini:
1) Mutu Hasil Peserta Didik
Hasil belajar peserta didik bisa dilihat dari aspek kognitif dan nonkognitif.
Aspek kognitif diukur dari kemampuan literasi dan numerasi peserta didik,
sementara aspek non kognitif diukur dari karakter dan perilaku yang
sejalan dengan nilai Pancasila.
a) Kemampuan literasi peserta didik SD Negeri Banyuadem 93,75%
peserta didik telah mencapai kompetensi minimum untuk literasi
membaca dan mengalami peningkatan cukup signifikan.

b) Kemampuan Numerasi peserta didik SD Negeri Banyuadem 100%


peserta didik telah mencapai kompetensi minimum untuk numerasi.

9
c) Indek karakter Peserta didik SD Negeri Banyuadem Peserta didik terbiasa
menerapkan nilai-nilai karakter pelajar pancasila yang berakhlak mulia,
bergotong royong, mandiri, kreatif dan bernalar kritis serta berkebinekaan
global dalam kehidupan sehari hari. Tahun 2024 mengalami peningkatan
yang sangat signifikan, dan SDN Banyuadem masuk sekolah berkemajuan
baik.

2) Kualitas Pembelajaran, Refleksi dan perbaikan pembelajaran serta Kepemimpinan


Instruksional
a) Pembelajaran menunjukkan kualitas yang optimal ditunjukkan dengan
suasana kelas yang kondusif, dukungan afektif dan aktivasi kognitif dari
guru yang konstruktif.

b) Guru aktif meningkatkan kualitas pembelajaran setelah melakukan refleksi


pembelajaran yang telah lewat, mengeksplorasi referensi pengajaran baru, dan
berinovasi menghadirkan pembelajaran yang memantik keterlibatan peserta didik.

c) Kepemimpinan instruksional yang visioner dengan mengacu pada visi-misi satuan

10
pendidikan secara konsisten termasuk mengkomunikasikan visi-misi kepada warga
satuan pendidikan sehingga perencanaan, praktik dan asesmen pembelajaran
berorientasi peningkatan hasil belajar Peserta didik melalui dukungan program,
sistem insentif atau sumber daya yang memadai yang berdampak pada
membudayanya guru melakukan refleksi dan perbaikan pembelajaran.

3) Iklim Keamanan dan Inklusivitas di Satuan Pendidikan


Perasaan dan interaksi peserta didik di sekolah sangat menentukan kualitas
pembelajaran. Peserta didik yang merasa tidak aman, misalnya karena
mengalami perundungan atau diskriminasi agama, ras, sosial ekonomi, atau
kondisi fisiknya, akan kesulitan dalam mengikuti pelajaran.
a) Iklim Keamanan SD Negeri Banyuadem memiliki lingkungan satuan
pendidikan yang aman, terlihat dari kesejahteraan psikologis yang baik dan
rendahnya kasus perundungan, hukuman fisik, kekerasan seksual, dan
penyalahgunaan narkoba. Satuan pendidikan dapat mempertahankan kualitas
warga satuan pendidikan dalam mencegah dan menangani kasus untuk
menciptakan iklim keamanan di lingkungan satuan pendidikan.

b) Kesetaraan Gender SD Negeri Banyuadem secara aktif mensosialisasikan dan


menyuarakan dukungan akan pentingnya mewujudkan kesetaraan hak-hak
sipil antar kelompok gender dengan dasar prinsip keadilan.

c) Iklim Kebhinekaan SD Negeri Banyuadem sudah mampu menghadirkan


suasana proses pembelajaran yang menjunjung tinggi toleransi
agama/kepercayaan dan budaya; mendapatkan pengalaman belajar yang
berkualitas; mendukung kesetaraan agama/kepercayaan, dan budaya; serta

11
memperkuat nasionalisme.

d) Iklim Inklusivitas di SD Negeri Banyuadem sudah mampu menghadirkan


suasana proses pembelajaran yang menyediakan layanan yang ramah bagi
peserta didik dengan disabilitas dan cerdas berbakat istimewa.

4) Partisipasi warga Sekolah


SDN Banyuadem telah melibatkan orang tua dan peserta didik baik dalam
kegiatan akademik maupun non-akademik secara keseluruhan di satuan
pendidikan.

5) Proporsi pemanfaatan sumber daya sekolah untuk peningkatan mutu


SDN Banyuadem memiliki proporsi pemanfaatan sumber daya sekolah untuk peningkatan
mutu yang cukup.

6) Pemanfaatan TIK untuk pengelolaan anggaran


SDN Banyuadem memiliki proporsi pembelanjaan dana BOS secara daring yang cukup.

12
7) Program dan Kebijakan SDN Banyuadem
SDN Banyuadem melibatkan orang tua dan peserta didik dalam beberapa kegiatan di
satuan pendidikan khususnya berupa kegiatan akademik dan atau non-akademik.

13
BAB 3 PERENCANAAN BERBASIS DATA

Perencanaan Berbasis Data adalah bentuk pemanfaatan data pada


platform Rapor Pendidikan sebagai bentuk intervensi satuan Pendidikan, dinas
pendidikan maupun pemerintah daerah terhadap mutu dan capaian
pendidikannya dan bertujuan untuk mencapai peningkatan serta perbaikan mutu
pendidikan yang berkesinambungan. Tahapan yang dilakukan oleh SD Negeri
Banyuadem dalam Perencanaan Berbasis Data(PBD) dari rapor pendidikan
adalah sebagai berikut.

1. Identifikasi Masalah
Identifikasi masalah artinya memilih dan menetapkan masalah yang didapat
dari rapor pendidikan SD Negeri Banyuadem dengan tahapan sebagai berikut.
● Mengunduh Profil Pendidikan dari Platform Rapor Pendidikan.
● mempelajari indikator-indikator yang ada dan petakan indikator yang
masih bermasalah.
● Kemendikbud Ristek telah menetapkan indikator prioritas bagi satuan
pendidikan sebagai fokus untuk meningkatkan kualitas layanan sebagai
indikator yang perlu diprioritaskan.
● memilih indikator yang ingin diintervensi dengan mempertimbangkan
indikator prioritas dan indikator yang bermasalah.
● Dari Rapor pendidikan SD Negeri Banyuadem diperoleh data/indikator
yang bermasalah melalui proses identifikasi berdasarkan nilai capai setiap
indikator yang diidentifikasi seperti yang terdapat pada tabel di bawah ini.

Tabel 1. Proses Identifikasi


Rapor Pendidikan SD Negeri Banyuadem
tahun 2024

Indikator yang Indikator Prioritas Indikator yang akan


Bermasalah Dikdasmen diintervensi

A.1 K. Literasi A.1 K. Literasi A.1 K. Literasi

D.5 Iklim Kebhinekaan D.5 Iklim Kebhinekaan D.5 Iklim Kebhinekaan

D.4 Iklim Keamanan

A.3 Karakter

D.1 Kualitas Pembelajaran

A.2 K. Numerasi

14
Keterangan:
★ A.1 Kemampuan literasi adalah indikator dengan pencapaian terendah,
yang salah satunya disebabkan oleh rendahnya Kompetensi membaca
teks sastra. Persentase jumlah peserta didik yang telah mencapai
kompetensi minimum untuk Kemampuan Literasi tahun ini 93,75%,
naik 7,08 dari tahun 2023. SDN Banyuadem termasuk peringkat
menengah atas (21-40%) di Kab Magelang.
★ D.5 Iklim Kebhinekaan termasuk indikator bermasalah karena pada
rapor pendidikan nilai capaiannya tahun ini 88,69, naik 18,5 dari tahun
2023 (70,19).
★ Dua indikator tersebut (Literasi dan Iklim Kebhinekaan) dari 6
indikator prioritas termasuk indikator yang akan diintervensi oleh SD
Negeri Banyuadem karena merupakan 2 pencapaian yang masih
rendah.

2. Refleksi
Refleksi adalah proses merumuskan akar masalah yang dilakukan SD
Negeri Banyuadem dari rapor pendidikan pada indikator prioritas yang
masih bermasalah dan mengakibatkan capaian untuk indikator A.1
Kemampuan Literasi dan D5 Iklim Kebhinekaan siswa SD Negeri
Banyuadem pencapaian belum maksimal. Adapun tahapan yang dilakukan
SD Negeri Banyuadem dalam melakukan refleksi adalah sebagai berikut.
● Dari masalah yang akan diintervensi, cari akar masalah dari setiap
masalah yang dipilih. Metode perumusan akar masalah dapat
dilakukan dengan cara yang beragam dari yang paling sederhana
sampai penggunaan analisis data yang kompleks.
● Akar masalah dapat dilakukan dengan:
1) Melihat indikator level 2 yang bermasalah (warna merah dan atau
kuning)
2) Melihat indikator dari dimensi lain yang capaiannya rendah
● Dari rapor pendidikan SD Negeri Banyuadem diperoleh akar masalah
dari indikator yang diintervensi seperti yang tertera pada tabel di
bawah ini

Tabel 2. Proses Refleksi

15
Rapor Pendidikan SD Negeri Banyuadem

Identifikasi Refleksi (Akar


Masalah)
A.1 Kemampuan A.1 Sebagian besar peserta didik telah mencapai batas
Literasi kompetensi minimum untuk literasi membaca. Persentase
jumlah peserta didik yang telah mencapai kompetensi
minimum untuk Kemampuan Literasi tahun ini 93,75%,
kompetensi membaca teks sastra (70,28)*, kompetensi
Teks Informasi (L2) (78,22)*
*Angka dalam kurung "()" merupakan nilai domain tersebut
D. 1 Kualitas pembelajaran baik
D. 2 Refleksi dan Perbaikan Pembelajaran oleh Guru baik
D.3 Kepemimpinan Instruksional baik
D. 5 Iklim D.5 Sekolah sudah mampu menghadirkan suasana proses
Kebhinekaan pembelajaran yang menjunjung tinggi toleransi
agama/kepercayaan dan budaya; mendapatkan
pengalaman belajar yang berkualitas; mendukung
kesetaraan agama/kepercayaan, dan budaya; serta
memperkuat nasionalisme. Nilai capaian Iklim
Kebinekaan Anda tahun ini 88,69, Toleransi Agama dan
Budaya (83,37), Toleransi dan Kesetaraan Peserta Didik
(84,66), Komitmen Kebangsaan (98,04) (L2).
D.8 Iklim Kesetaraan Gender baik.
E.5 Program dan Kebijakan Satuan Pendidikan baik.
D.4 Iklim Keamanan Satuan Pendidikan
D.4 Iklim D.4 Sekolah memiliki lingkungan satuan pendidikan yang
Keamanan Satuan aman, terlihat dari kesejahteraan psikologis yang baik
Pendidikan dan rendahnya kasus perundungan, hukuman fisik,
kekerasan seksual, dan penyalahgunaan narkoba. Satuan
pendidikan dapat mempertahankan kualitas warga
satuan pendidikan dalam mencegah dan menangani
kasus untuk menciptakan iklim keamanan di lingkungan
satuan pendidikan. Nilai capaian Iklim Keamanan 91,23,
Pemahaman dan Sikap terhadap Hukuman Fisik (73,32),
Pengalaman Peserta Didik Terkait Rokok, Minuman
Keras, dan Narkoba (81,61), Pemahaman dan Sikap Guru
tentang Kekerasan Seksual (82,63), Pemahaman dan
Sikap Guru tentang Rokok, Minuman Keras, dan Narkoba
(83,51) (L2).
D.5 Iklim Kebinekaan baik
E.5 Program dan Kebijakan Satuan Pendidikan baik
D.3 Kepemimpinan Instruksional baik

16
3. Benahi
Proses benahi adalah proses menentukan program dan kegiatan
dengan tahapan sebagai berikut.
● Dari akar masalah yang sudah dirumuskan, SD Negeri Banyuadem
menentukan program dan kegiatan untuk menyelesaikan akar masalah
yang teridentifikasi.
● Dalam Penentuan program dan kegiatan SD Negeri Banyuadem
merujuk pada contoh program dan kegiatan yang dirumuskan oleh
Kemendikbud Ristek.
● Setelah diidentifikasi dan mencari akar masalah melalui proses refleksi
terhadap rapor pendidikan SD Negeri Banyuadem, maka proses benahi
atau menentukan program dan kegiatan bisa dilihat pada tabel di
bawah ini.

Tabel 3. Proses Benahi


Rapor Pendidikan SD Negeri Banyuadem

Refleksi Benahi

A.1 Sebagian besar peserta didik telah ● Pemanfaatan platform merdeka mengajar untuk
mencapai batas kompetensi peningkatan kompetensi guru dan kepala sekolah
minimum untuk literasi terkait materi literasi (Benahi 1)
membaca. Persentase jumlah ● Penguatan pembelajaran literasi dengan
peserta didik yang telah menggunakan modul literasi berbasis tema dan
mencapai kompetensi minimum sumber lainnya di luar platform merdeka mengajar
untuk Kemampuan Literasi tahun (Benahi 2)
ini 93,75%, kompetensi ● Kegiatan membaca dan mendiskusikan beragam
membaca teks sastra (70,28)*, buku dari berbagai sumber dan genre secara rutin
kompetensi Teks Informasi (L2) oleh guru dan siswa (Benahi 3)
(78,22)* ● Pembentukan dan optimalisasi komunitas belajar
*Angka dalam kurung "()" untuk peningkatan kompetensi guru dan kepala
merupakan nilai domain tersebut sekolah dengan berbagi pengetahuan dan diskusi
terkait literasi (Benahi 4)
● Refleksi pembelajaran oleh guru dan kepala sekolah
untuk mengidentifikasi tantangan dalam
pembelajaran literasi dengan melibatkan pemangku
kepentingan sekolah (Benahi 5)
● Penyusunan dan Penerapan kurikulum operasional
satuan pendidikan yang terkait peningkatan literasi
sesuai dengan kebutuhan siswa dan kondisi sekolah,
contohnya, dengan penerapan kurikulum merdeka
atau kurikulum darurat (Benahi 6)

17
Refleksi Benahi

D.1 Kualitas pembelajaran baik ● Pemanfaatan platform merdeka mengajar untuk


peningkatan kompetensi guru dan kepala sekolah
terkait materi kualitas pembelajaran. (Benahi 1)
● Pembentukan dan optimalisasi komunitas belajar
untuk peningkatan kompetensi guru dan kepala
sekolah dengan berbagi pengetahuan dan diskusi
terkait kualitas pembelajaran (Benahi 4)
● Refleksi pembelajaran oleh guru dan kepala sekolah
untuk mengidentifikasi tantangan dalam kualitas
pembelajaran dengan melibatkan pemangku
kepentingan sekolah (Benahi 5)

D.2. Refleksi dan perbaikan ● Pemanfaatan platform merdeka mengajar untuk


pembelajaran oleh guru baik peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah
terkait materi refleksi pembelajaran. (Benahi 1)
● Pembentukan dan optimalisasi komunitas belajar
untuk peningkatan kompetensi guru dan kepala
sekolah dengan berbagi pengetahuan dan diskusi
terkait kemampuan melakukan refleksi (Benahi 4)
● Refleksi pembelajaran oleh guru dan kepala sekolah
untuk mengidentifikasi tantangan dalam kualitas
pembelajaran dengan
● melibatkan pemangku kepentingan sekolah (Benahi
5)
D.3. Kepemimpinan Instruksional ● Pemanfaatan platform merdeka mengajar untuk
baik peningkatan kompetensi kepala sekolah terkait
materi kepemimpinan instruksional (Benahi 1)
● Refleksi pembelajaran oleh guru dan kepala sekolah
untuk mengidentifikasi tantangan dalam
kepemimpinan melibatkan pemangku kepentingan
sekolah (Benahi 5)
● Penyusunan dan Penerapan kurikulum operasional
satuan pendidikan yang kepemimpinan sesuai
dengan kebutuhan siswa dan kondisi sekolah
(Benahi 6)
A.3.5. Kebhinekaan Global baik ● Pemanfaatan platform merdeka mengajar untuk
peningkatan kompetensi guru dan kepala sekolah
terkait materi Kebhinekaan Global (Benahi 1)
● Penguatan pembelajaran karakter Kebhinekaan
Global dengan menggunakan sumber lain di luar
platform merdeka mengajar (Benahi 2)
● Pembentukan dan optimalisasi komunitas belajar
untuk peningkatan kompetensi guru dan kepala
sekolah dengan berbagi pengetahuan dan diskusi
terkait karakter Kebhinekaan Global (Benahi 4)
● Refleksi pembelajaran oleh guru dan kepala sekolah
untuk mengidentifikasi tantangan dalam
pembelajaran karakter Kebhinekaan Global dengan
melibatkan pemangku kepentingan sekolah.(Benahi
5)
● Penyusunan dan Penerapan kurikulum operasional

18
satuan pendidikan yang terkait peningkatan karakter
Kebhinekaan Global sesuai dengan kebutuhan siswa
dan kondisi sekolah (Benahi 6)
D.8.1 Toleransi Agama dan Budaya ● Pemanfaatan platform merdeka mengajar untuk
peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah
terkait toleransi agama dan budaya (Benahi 1)
● Penguatan pembelajaran karakter toleransi agama
dan budaya dengan menggunakan sumber lain di luar
platform merdeka mengajar (Benahi 2)
● Pembentukan dan optimalisasi komunitas belajar
untuk peningkatan kompetensi guru dan kepala
sekolah dengan berbagi pengetahuan dan diskusi
terkait karakter toleransi agama dan budaya (Benahi
4)
● Refleksi pembelajaran oleh guru dan kepala sekolah
untuk mengidentifikasi tantangan dalam
pembelajaran karakter toleransi agama dan budaya
dengan melibatkan pemangku kepentingan sekolah
(Benahi 5)
● Penyusunan dan Penerapan kurikulum operasional
satuan pendidikan yang terkait peningkatan karakter
toleransi agama dan budaya sesuai dengan kebutuhan
siswa dan kondisi sekolah (Benahi 6)
D.6.1 Pemahaman dan sikap warga ● Pemanfaatan platform merdeka mengajar untuk
satuan pendidikan terhadap peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah
kesetaraan gender terkait kesetaraan gender (Benahi 1)
● Penguatan pembelajaran kesetaraan gender dengan
menggunakan sumber lain di luar platform merdeka
mengajar (Benahi 2)
● Pembentukan dan optimalisasi komunitas belajar
untuk peningkatan kompetensi guru dan kepala
sekolah dengan berbagi pengetahuan dan diskusi
terkait kesetaraan gender (Benahi 4)
● Refleksi pembelajaran oleh guru dan kepala sekolah
untuk mengidentifikasi tantangan dalam
pembelajaran karakter kesetaraan gender dengan
melibatkan pemangku kepentingan sekolah (Benahi
5)
● Penyusunan dan Penerapan kurikulum operasional
satuan pendidikan yang terkait peningkatan karakter
kesetaraan gender sesuai dengan kebutuhan siswa
dan kondisi sekolah (Benahi 6)

19
Refleksi Benahi

D.4 Keamanan ● Pemanfaatan platform merdeka mengajar untuk


peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah
terkait materi Kekerasan Seksual (Benahi 1)
● Pembentukan dan optimalisasi komunitas belajar
untuk peningkatan kompetensi guru dan kepala
sekolah dengan berbagi pengetahuan dan diskusi
terkait Kekerasan Seksual (Benahi 4)
● Pelatihan guru dan kepala sekolah serta pembelajaran
terkait Kekerasan Seksual (Benahi 7)
● Sekolah mengadopsi program ROOTS untuk
pencegahan Kekerasan Seksual (Benahi 8)
● Pembuatan peraturan dan tata tertib sekolah terkait
Kekerasan Seksual (Benahi 9)

D.4.5 Pemahaman dan sikap terhadap ● Pemanfaatan platform merdeka mengajar untuk
hukuman fisik peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah
terkait materi Kekerasan Seksual (Benahi 1)
● Pembentukan dan optimalisasi komunitas belajar
untuk peningkatan kompetensi guru dan kepala
sekolah dengan berbagi pengetahuan dan diskusi
terkait Kekerasan Seksual (Benahi 4)
● Pelatihan guru dan kepala sekolah serta pembelajaran
terkait Kekerasan Seksual (Benahi 7)
● Sekolah mengadopsi program ROOTS untuk
pencegahan Kekerasan Seksual (Benahi 8)
● Pembuatan peraturan dan tata tertib sekolah terkait
Kekerasan Seksual (Benahi 9)
D.8.1 Toleransi Agama dan Budaya ● Pemanfaatan platform merdeka mengajar untuk
peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah
terkait toleransi agama dan budaya (Benahi 1)
● Penguatan pembelajaran karakter toleransi agama
dan budaya dengan menggunakan sumber lain di luar
platform merdeka mengajar (Benahi 2)
● Pembentukan dan optimalisasi komunitas belajar
untuk peningkatan kompetensi guru dan kepala
sekolah dengan berbagi pengetahuan dan diskusi
terkait karakter toleransi agama dan budaya (Benahi
4)
● Refleksi pembelajaran oleh guru dan kepala sekolah
untuk mengidentifikasi tantangan dalam
pembelajaran karakter toleransi agama dan budaya
dengan melibatkan pemangku kepentingan sekolah
(Benahi 5)
● Penyusunan dan Penerapan kurikulum operasional
satuan pendidikan yang terkait peningkatan karakter
toleransi agama dan budaya sesuai dengan kebutuhan
siswa dan kondisi sekolah (Benahi 6)

20
BAB 4 RENCANA KEGIATAN TAHUNAN

A. Rencana Kerja Tahunan (RKT)


Rencana kerja tahunan adalah perencanaan program kerja yang akan
digunakan sebagai acuan untuk melaksanakan kerja dalam waktu satu tahun
yang akan datang. Rencana kerja tahunan ini membantu sebuah tim atau
kelompok yang lebih besar untuk mengetahui hal apa saja yang ingin dicapai,
memecah pekerjaan menjadi lebih ringan dan ringkas dan juga mencari cara
terbaik untuk mencapai tujuan tersebut.
Rencana Kerja Tahunan (RKT) Tahun 2024 SD Negeri Banyuadem
disusun berdasarkan Perencanaan Berbasis Data (PBD) yang diambil dari
Rapor Pendidikan TAHUN 2023. Proses penyusunan RKT SD Negeri
Banyuadem dirumuskan mengacu pada hasil Identifikasi, Refleksi dan Benahi
dari rapor pendidikan tahun 2024/2025.
Alur penyusunan RKT ini dengan cara seperti
● Dari tahapan identifikasi, refleksi dan benahi sebelumnya, selanjutnya
dimasukkan dalam format RKT
● Ditambahkan satu kolom untuk menerjemahkan Benahi menjadi kegiatan
yang akan masuk ke dalam RKAS
● Kegiatan yang tidak perlu pembiayaan tetap dijalankan meski tidak ada
di dalam RKAS
● Format RKT ini adalah bentuk yang lebih sederhana dari format RKT yang
ada sebelumnya
● RKT ini disusun dalam bentuk matrik seperti pada tabel di bawah ini.

21
Tabel 4. Rencana Kerja Tahunan SDN Banyuadem

Identifikasi Refleksi Benahi Kegiatan Detail

A.1 Literasi A.1 Sebagian besar ● Pemanfaatan ● Guru menggunakan


peserta didik platform merdeka platform Merdeka
telah mencapai mengajar untuk Mengajar secara
batas peningkatan rutin untuk
kompetensi meningkatkan
kapasitas guru dan
minimum kompetensi
kepala sekolah
untuk literasi sesuai kebutuhannya.
membaca. terkait materi literasi
● Kepala Sekolah
Persentase (Benahi 1)
mengunduh dan
jumlah peserta menggunakan platform
didik yang Merdeka Mengajar
telah mencapai secara rutin untuk
kompetensi meningkatkan
minimum kompetensi
untuk
sesuai kebutuhannya.
Kemampuan
● Pemasangan internet
Literasi tahun
dan pembayaran biaya
ini 93,75%,
berlangganan internet
kompetensi
membaca teks
untuk membantu guru
sastra
dan kepala sekolah
(70,28)*, dalam melakukan
kompetensi peningkatan kompetensi
Teks Informasi secara daring. Guru dan
(L2) (78,22)* kepala sekolah
*Angka dalam dapat bersama-sama
kurung "()" menggunakan fasilitas
merupakan nilai internet
domain tersebut untuk mengakses
berbagai fitur yang
menunjang kompetensi
diri.

22
Identifikasi Refleksi Benahi Kegiatan Detail

● Penguatan ● Pengadaan berbagai


referensi untuk guru dan
pembelajaran literasi
siswa yang dapat
dengan
menunjang
menggunakan modul pembelajaran,
literasi berbasis tema pengembangan
dan sumber lainnya minat baca, dan
di luar platform upaya
merdeka mengajar peningkatan kompetensi
(Benahi 2) literasi untuk siswa,
guru dan kepala
sekolah.
● Peningkatan kompetensi
untuk pembelajaran
literasi perlu dilakukan
guru berbagai mata
pelajaran. Peningkatan
kualitas ini dapat
dilakukan secara daring
● Peningkatan
wawasan pembelajaran
literasi kepala sekolah
perlu dilakukan dengan
berbagai cara,baik
secara daring maupun
luring, secara
berkelompok
maupun individu.
● Optimalisasi peran
perpustakaan dan pojok
baca sebagai sentra
pembelajaran literasi, di
antaranya dengan
menyelenggarakan
kegiatan, forum,
dan/atau program
diskusi dan membuat
karya berbasis buku
bacaan sesuai minat,
konteks, atau topik
tertentu.

23
Identifikasi Refleksi Benahi Kegiatan Detail

 Kegiatan membaca ● Penambahan dan/atau


dan mendiskusikan perawatan buku dan
berbagai buku dari koleksi perpustakaan.
berbagai sumber dan
genre secara rutin
oleh guru dan siswa
(Benahi 3)

Guru dan kepala sekolah


 Pembentukan dan belajar bersama dalam
optimalisasi komunitas belajar di
komunitas belajar sekolah secara rutin 1
kali setiap bulannya.
untuk peningkatan
Agenda pertemuan di
kompetensi guru
antaranya
dan kepala sekolah mendiskusikan
dengan berbagi permasalahan atau
pengetahuan dan peningkatan kualitas
diskusi terkait pembelajaran, iklim
literasi (Benahi 4) keamanan sekolah, dan
peningkatan kompetensi
guru secara umum.
● Komunitas belajar
merupakan kelompok
pendidik, tenaga
kependidikan, berwujud
KKG dan KKKS. Guru dan
kepala sekolah juga
dapat aktif berkegiatan
dalam KKG dan KKKS
untuk meningkatan
kompetensi diri melalui
interaksi bersama rekan
sejawat.

24
● Proses refleksi adalah
kegiatan mengingat
kembali dan menilai
strategi yang sudah
dilakukan dalam proses
pembelajaran. Tujuannya
yaitu untuk
mengidentifikasi praktik

25
Identifikasi Refleksi Benahi Kegiatan Detail

baik dan hal-hal yang


● Refleksi perlu diperbaiki serta
pembelajaran strategi yang perlu
oleh guru dan dilakukan oleh guru dan
kepala sekolah.
kepala sekolah
● Secara mandiri, guru
untuk
dapat melakukan proses
mengidentifikasi
refleksi bersama peserta
tantangan didik setiap selesai satu
dalam tujuan pembelajaran.
pembelajaran Kepala sekolah bisa
literasi dengan berefleksi bersama guru
melibatkan setidaknya satu
pemangku semester sekali, serta
kepentingan dapat melibatkan orang
sekolah (Benahi tua siswa atau
5) pemangku kepentingan
agar proses refleksi
dapat lebih bermakna.
● Kegiatan refleksi juga
dapat dilakukan dengan
melibatkan pemangku
kepentingan, misalnya
sebagai fasilitator yang
memandu proses
refleksi.

 Penyusunan dan ● Di tingkat satuan


Penerapan pendidikan, kurikulum
kurikulum yang dikembangkan
operasional satuan adalah kurikulum
pendidikan operasional satuan
yang terkait pendidikan. Tercakup di
peningkatan literasi dalamnya yaitu
sesuai pengembangan
dengan kebutuhan perencanaan
siswa dan kondisi pembelajaran dan
sekolah, contohnya, asesmen; misalnya alur
dengan penerapan tujuan pembelajaran
kurikulum merdeka atau silabus, rencana
atau pembelajaran dan
kurikulum asesmen, perencanaan
darurat (Benahi 6) projek penguatan Profil
Pelajar Pancasila,
pengembangan
modul ajar dan modul
projek penguatan Profil
Pelajar Pancasila, dan
lainnya.

26
● Guru mempelajari
D.1 Kualitas ● Pemanfaatan
Pelatihan Mandiri dalam
pembelajaran platform merdeka
Platform Merdeka
baik mengajar untuk
Mengajar dan
peningkatan
membahasnya di
kapasitas guru dan
komunitas belajar di
kepala sekolah
topik Penyesuaian
terkait materi
Pembelajaran dengan
kualitas
Kebutuhan dan
pembelajaran.
Karakteristik Murid
(Benahi 1)

● Pembentukan komunitas
● Pembentukan dan
belajar
optimalisasi
● Guru dan kepala sekolah
komunitas belajar
belajar bersama dalam
untuk peningkatan
komunitas belajar di
kompetensi guru dan
sekolah secara rutin 1
kepala sekolah
kali setiap bulannya.
dengan berbagi
Agenda pertemuan di
pengetahuan dan
antaranya
diskusi terkait
mendiskusikan
kualitas
permasalahan atau
pembelajaran
peningkatan kualitas
(Benahi 4)
pembelajaran, iklim
keamanan sekolah, dan
peningkatan kompetensi
guru secara umum.
● Refleksi pembelajaran
● Refleksi kepala sekolah
oleh guru dan kepala
dan guru terhadap proses
sekolah untuk
pembelajaran
mengidentifikasi
● Proses refleksi adalah
tantangan dalam
kegiatan mengingat
kualitas pembelajaran
kembali dan menilai
dengan melibatkan
strategi yang sudah
pemangku
kepentingan sekolah
(Benahi 5)

27
Identifikasi Refleksi Benahi Kegiatan Detail

dilakukan dalam proses


pembelajaran. Tujuannya
yaitu untuk
mengidentifikasi praktik
baik dan hal-hal yang
perlu diperbaiki serta
strategi yang perlu
dilakukan oleh guru dan
kepala sekolah.
● Secara mandiri, guru
dapat melakukan proses
refleksi bersama peserta
didik setiap selesai satu
tujuan pembelajaran.
Kepala sekolah bisa
berefleksi bersama guru
setidaknya satu semester
sekali, serta dapat
melibatkan orang tua
siswa atau pemangku
kepentingan agar proses
refleksi dapat lebih
bermakna.
● Kegiatan refleksi juga
dapat dilakukan dengan
melibatkan pemangku
kepentingan, misalnya
sebagai fasilitator yang
memandu proses refleksi.

[Link] ● Pemanfaatan ● Guru mempelajari topik


guru platform merdeka Perencanaan
melakukan mengajar untuk Pembelajaran pada PMM
refleksi baik peningkatan dan mendiskusikan
kapasitas guru dan modul Refleksi
kepala sekolah Pembelajaran dalam
terkait materi Komunitas Belajar Guru
refleksi di Sekolah
pembelajaran.
(Benahi 1) ● Guru dan kepala sekolah
belajar bersama dalam
● Pembentukan dan komunitas belajar di
optimalisasi sekolah secara rutin 1
komunitas belajar kali setiap bulannya.
untuk peningkatan Agenda pertemuan di
kompetensi guru dan antaranya
kepala sekolah mendiskusikan
permasalahan atau
dengan berbagi

28
pengetahuan dan peningkatan kualitas
diskusi pembelajaran, iklim
terkait keamanan sekolah, dan
kemampuan
melakukan refleksi
(Benahi 4)

29
Identifikasi Refleksi Benahi Kegiatan Detail

peningkatan kompetensi
guru secara umum.
● Refleksi ● Proses refleksi adalah
pembelajaran oleh kegiatan mengingat
guru dan kepala kembali dan menilai
sekolah untuk strategi yang sudah
mengidentifikasi dilakukan dalam proses
tantangan dalam pembelajaran. Tujuannya
kualitas yaitu untuk
pembelajaran mengidentifikasi praktik
dengan melibatkan baik dan hal-hal yang
pemangku perlu diperbaiki serta
kepentingan sekolah strategi yang perlu
(Benahi 5) dilakukan oleh guru dan
kepala sekolah.
● Secara mandiri, guru dapat
melakukan proses refleksi
bersama peserta didik setiap
selesai satu tujuan
pembelajaran. Kepala
sekolah bisa berefleksi
bersama guru setidaknya
satu semester sekali, serta
dapat melibatkan orang tua
siswa atau pemangku
kepentingan agar proses
refleksi dapat lebih
bermakna.
● Kegiatan refleksi juga
dapat dilakukan dengan
melibatkan pemangku
kepentingan, misalnya
sebagai fasilitator yang
memandu proses refleksi.

30
D.8 D.8.1 Toleransi ● Pemanfaatan ● Guru mempelajari
Kebhinekaan Agama dan platform merdeka Pelatihan Mandiri dalam
budaya mengajar untuk Platform Merdeka
Global
peningkatan kapasitas Mengajar dan
guru dan kepala membahasnya di
sekolah terkait materi komunitas belajar di
Kebhinekaan Global topik Proyek Penguatan
(Benahi 1) Profil Pelajar pancasila
● Penguatan
pembelajaran
karakter Kebhinekaan
Global dengan
menggunakan sumber
lain di luar platform

31
Identifikasi Refleksi Benahi Kegiatan Detail

merdeka mengajar
(Benahi 2)
● Pembentukan dan
optimalisasi
komunitas belajar
untuk peningkatan
kompetensi guru dan
kepala sekolah dengan
berbagi pengetahuan
dan diskusi terkait
karakter Kebhinekaan
Global (Benahi 4)
● Refleksi pembelajaran
oleh guru dan kepala
sekolah untuk
mengidentifikasi
tantangan dalam
pembelajaran
karakter Kebhinekaan
Global dengan
melibatkan pemangku
kepentingan sekolah
(Benahi 5)
● Penyusunan dan
Penerapan kurikulum
operasional satuan
pendidikan yang
terkait peningkatan
karakter Kebhinekaan
Global sesuai dengan
kebutuhan siswa dan
kondisi sekolah
(Benahi 6)

32
D.6 Iklim ● Pemanfaatan ● Guru mempelajari
Kesetaraan platform merdeka Pelatihan Mandiri dalam
gender mengajar untuk Platform Merdeka
peningkatan Mengajar dan
kapasitas guru dan membahasnya di
kepala sekolah komunitas belajar di
terkait materi topik Pendidikan Inklusif
kesetaraan gender
(Benahi 1)
● Penguatan
pembelajaran
karakter kesetaraan
gender dengan
menggunakan
sumber lain di luar
platform merdeka

33
Identifikasi Refleksi Benahi Kegiatan Detail

mengajar (Benahi 2)
● Pembentukan dan
optimalisasi
komunitas belajar
untuk peningkatan
kompetensi guru dan
kepala sekolah
dengan berbagi
pengetahuan dan
diskusi terkait
Kesetaraan Gender
(Benahi 4)
● Refleksi
pembelajaran oleh
guru dan kepala
sekolah untuk
mengidentifikasi
tantangan dalam
pembelajaran
kesetaraan gender
dengan melibatkan
pemangku
kepentingan sekolah
(Benahi 5)
● Penyusunan dan
Penerapan
kurikulum
operasional satuan
pendidikan yang
terkait peningkatan
karakter kesetaraan
gender sesuai
dengan kebutuhan
siswa dan kondisi
sekolah (Benahi 6)

34
● Rencana Kerja Tahunan di atas disusun berdasarkan rapor pendidikan yang
telah dipelajari dan dianalisis dari 5 Indikator Prioritas yakni Dimensi A
(A1,A2,A3) dan Dimensi D (D4, D8)
B. Jadwal Kegiatan Tahunan
Jadwal Kegiatan Tahunan ini merupakan implementasi dari RKT yang
telah disusun berdasarkan Perencanaan Berbasis Data (PBD) yang mengacu
pada hasil analisis dari rapor pendidikan SD Negeri Padamamur.
Penyusunan jadwal kegiatan tahunan ini tidak lepas dari analisis kegiatan
yang berdasarkan kalender pendidikan pada tahun berjalan. Selain pada
kalender pendidikan penyusunan jadwal kegiatan tahunan ini mengacu pada
permendikbud Ristek Nomor 63 Tahun 2024 Tentang Juknis BOSP (Biaya
Operasional Satuan Pendidikan).

Permendikbud nomor 63 tahun 2024 mengatur tentang penyaluran dana


BOS reguler untuk SD menjadi tahap yaitu TAHAP 1 periode Januari-Juni dan
tahap 2 periode Juli-Desember 2024. Dengan demikian sangat berpengaruh
terhadap jadwal kegiatan tahunan di SD Negeri Banyuadem. Berikut jadwal
kegiatan tahunan SD Negeri Banyuadem:
Tabel 5. Jadwal Kegiatan Tahunan SDN Banyuadem

Sumber
No Program Kegiatan Sasaran Waktu
Dana

1 Standar Isi

1) Penyusunan Kurikulum ● Kepala sekolah Juli 2024 BOSP

2 Standar GTK

1) IHT P5 Guru dan KS Juli 2024 BOSP


2) Webinar terkait pembelajaran
Feb – April
Juli – Nov
3) Pelatihan Digitalisasi Juli - Sept
Pembelajaran
4) Kegiatan KKG dan KKKS Feb – Nov
5) Pembentukan Kombel Juli
6) Optimalisasi Kombel Jan – Mei 2025
“Sinergitas” SDN Banyuadem
3 Standar Proses

1) Ekstrakurikuler Pramuka Guru dan siswa Juli 24-Mei 25 BOSP


2) Ekstrakurikuler Keagamaan Juli 24-Mei 25
3) Ekstrakurikuler Olahraga Nov 24-Mei 25
4) Ekstrakurikuler Seni Tari Juli 24-Mei 25
5) Ekstrakurikuler Seni Lukis Agst 24-Mei 25

35
6) Ekstrakurikuler TIK Agst 24-Mei 25
7) Ekstrakurikuler Fun English Jan – Mei 2025
8) Parenting (pengajian)
November 204
9) Pesantren Kilat
Maret 2025
4 Pengembangan Sarpras

1) Pengadaan Buku siswa/guru Siswa dan guru Juli 2024 BOSP


2) Pengecatan sekolah sekolah Sept 2024
3) Pengadaan kipas angin Sekolah Oktober 2024
4) Pengadaan Note book sekolah November 2024
5) Pengadaan LCD Proyektor sekolah November 2024
6) Pengadaan stand mic Sekolah November 2024
7) Pemeliharaan Komputer Sekolah Februari 2025
8) Pemeliharan WC Sekolah April 2025
9) Pemeliharaan gerbang Sekolah Februari 2025
10) Pengadaan bak botol plastik Sekolah Januai 2025
5 Standar Pengelolaan

1) PPDB Siswa Juni-Juli BOSP


2) FTBI September 24
3) FL2SN Februari 2025
4) MAPSI Oktober 2025
5) Pesta Siaga Jan 2025
6) POPDA Jan-Feb 2025
7) UKS Agsts 2024
8) Program Kerja KS
KS Juli 2024
9) Penyusunan RKT/RKAS
KS/Guru/Sekolah Juli 24/Nov24
10) Belanja ATK Sekolah Juli, Agsts, Okt
Sekolah
Feb, Maret,
April, Juni 25
11) Pengadaan Alat Kebersihan Sekolah Februari 2025
12) Langganan Listrik Sekolah Juli 24 – Juni 25
13) Langganan Internet Juli 24 – Juni 25
7
Standar Pembiayaan

-
8
Standar Penilaian
1) Ulangan Harian Siswa Kelas 1-6 Agsts, Okt, Nov, BOSP
Feb, April, Mei
2) PTS Siswa Kelas 1-6 Sept 24, Mar 25
3) PAS Siswa kelas 6 Des 2024, Jun 25
4) Ujicoba ASAJ Kelas 6 Mei 2025
5) ASAJ Kelas 5 Oktober 2024
6) ANBK

36
37
BAB 5 PENUTUP

A. KESIMPULAN
Rencana Kerja Tahunan (RKT) merupakan perencanaan yang disusun oleh
sekolah setiap tahun berdasarkan perencanaan yang berbasis data (PBD) yang
didasarkan pada rapor pendidikan sekolah. Penyusunan RKT ini tersusun melalui
proses analisis terhadap rapor pendidikan dengan mekanisme Identifikasi,
Refleksi, dan Benahi (IRB). Hasil dari proses IRB ini maka dijadikan Rencana kerja
tahunan yang selanjutnya jadi rujukan dalam penyusunan RKAS.
Proses IRB terhadap Rapor Pendidikan fokus pada indikator prioritas
pendidikan dasar yakni indikator:
1) A1. Kemampuan Literasi
2) D8. Iklim Kebhinekaan sekolah
3) D4. Iklim Keamanan sekolah
4) A3. Karakter
5) A2. Kemampuan Numerasi
Dari ketiga indikator tersebut di atas maka diperoleh indikator yang
capaiannya lebih rendah, maka indikator yang bermasalah yang akan diintervensi
khusus dalam pengembangan perencanaan sekolah berdasarkan akar masalah
yang diperoleh dari level 2 (sub indikator) atau dari sub indikator dimensi lain
yang dianggap berpengaruh terhadap nilai capaian satuan pendidikan.
Dengan demikian akhirnya RKT SD Negeri Banyuadem untuk tahun
2024/2025 tersusun dengan Perencanaan Berbasis Data (PBD) yang berdasarkan
Laporan Raport Pendidikan Tahun 2023.

B. REKOMENDASI
1) Satuan Pendidikan
● diharapkan satuan pendidikan bisa dan wajib melaksanakan
program sesuai program yang telah disusun dalam RKT
● diharapkan satuan pendidikan mampu melakukan penyesuaian
dengan biaya dan anggaran yang tersedia serta menggunakan
prinsip pengelolaan pembiayaan.
2) Warga Sekolah
● Kepala Sekolah sebagai kepala satuan pendidikan agar mampu
menjadi manajer dalam pelaksanaan kegiatan dan penggunaan
anggaran sesuai dengan tugas dan fungsinya serta mengacu
pada peraturan yang berlaku
● Guru dan tendik agar bisa melaksanakan seluruh program yang
sudah direncanakan dan mampu menjadi mitra kerja dari kepala
sekolah dalam pengelolaan dan pengembangan sekolah ke arah
yang lebih baik.

3) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan

38
● Dinas Pendidikan dan Kebudayaan diharapkan agar selalu
memberikan bimbingan teknis kepada satuan pendidikan dalam
melakukan perencanaan berbasis data
● Dinas Pendidikan dan Kebudayaan agar selalu melakukan
sosialisasi Juknis BOSP setiap tahunnya agar para kepala satuan
pendidikan memahami dengan tuntas terkait penggunaan dana
BOS

39

Anda mungkin juga menyukai