RKT SD Negeri Banyuadem 2024-2025
RKT SD Negeri Banyuadem 2024-2025
(RKT)
TAHUN 2024-2025
DISUSUN OLEH
DWI NOORIS SA’ADAH, M. Pd
KEPALA SEKOLAH
SD NEGERI BANYUADEM
1
KATA PENGANTAR
Berkat rahmat dan karunia-Nya semata, kami telah dapat menyusun rencana
Kerja Tahunan Kepala Sekolah, yang akan digunakan sebagai pedoman dalam
melaksanakan program pendidikan. Rencana Kerja Tahunan Kepala Sekolah yang
tertib dan teratur sangat diperlukan untuk peningkatan kemampuan dalam
pengelolaan pendidikan di sekolah. Peningkatan tersebut akan berdampak positif,
yaitu makin meningkatnya efisiensi, mutu, dan perluasan pendidikan dasar.
Program Kerja Kepala Sekolah ini disusun sebagai penyesuaian dari
Perencanaan Berbasis Data (PBD) yang didasarkan pada rapor pendidikan Sekolah,
serta digunakan sebagai pedoman dalam melaksanakan kegiatan operasional di
sekolah, sehingga akan memperlancar kerja Kepala Sekolah. Penyusunan Rencana
Kerja Tahunan Kepala Sekolah ini melibatkan unsur yang terkait, yaitu unsur Kepala
Sekolah, Guru, tendik dan Pengurus Komite Sekolah, yang sebelumnya telah diuji
kelayakannya.
Program Kerja Kepala Sekolah ini meliputi:
1. Pendahuluan
2. Profil dan Rapor Pendidikan
3. Perencanaan Berbasis Data (PBD)
4. Rencana Kerja Tahunan (RKT)
5. Jadwal Kegiatan Tahunan
6. Penutup
Dalam penyusunan Rencana Kerja Tahunan Kepala Sekolah ini, kami sudah
berusaha semaksimal mungkin untuk menghindari kekurangan maupun kesalahan,
namun demikian tentunya pasti masih banyak terdapat kekurangan maupun
kesalahan. Untuk itu kami sangat berterima kasih apabila dari semua pihak sudi
memberikan saran maupun kritik, demi kelancaran tugas yang kami emban.
Akhirnya kami mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang
telah mendukung kami, utamanya kepada Pengawas SD dan rekan K3S Kecamatan
Srumbung yang telah banyak memberikan bimbingan dan petunjuk demi kelancaran
penyusunan program kerja ini. Terima kasih
2
DAFTAR ISI
LEMBAR PENGESAHAN.......................................................................................................................1
KATA PENGANTAR................................................................................................................2
DAFTAR ISI................................................................................................................................................................3
BAB 1 PENDAHULUAN........................................................................................................................3
A. Latar Belakang Masalah...............................................................................................3
B. Dasar Hukum................................................................................................................5
BAB 2 PROFIL DAN RAPOR PENDIDIKAN........................................................................................................6
A. Profil Pendidikan....................................................................................................6
B. Rapor Pendidikan.........................................................................................................7
BAB 3 PERENCANAAN BERBASIS DATA......................................................................................................15
1. Identifikasi Masalah..........................................................................................................15
2. Refleksi........................................................................................................................16
3. Benahi................................................................................................................................17
BAB 4 RENCANA KEGIATAN TAHUNAN.........................................................................................................22
A. Rencana Kerja Tahunan (RKT)..................................................................................22
B. Jadwal Kegiatan Tahunan..........................................................................................39
BAB 5 PENUTUP....................................................................................................................................................42
A. KESIMPULAN...............................................................................................................................................42
B. REKOMENDASI...........................................................................................................................................42
3
BAB 1 PENDAHULUAN
4
prioritas tersebut dianalisis berdasarkan nilai capaian yang diperoleh berdasarkan
proporsi kemampuan siswa. Selanjutnya dari nilai capaian tersebut dianalisis
melalui proses identifikasi, refleksi dan benahi (IRB) yang akan menjadi dasar
untuk perencanaan berbasis data (PBD).
Perencanaan Berbasis Data (PBD) adalah bentuk pemanfaatan data pada
platform Rapor Pendidikan sebagai bentuk intervensi satuan maupun dinas
pendidikan maupun pemerintah daerah terhadap mutu dan capaian
pendidikannya dan bertujuan untuk mencapai peningkatan serta perbaikan mutu
pendidikan yang berkesinambungan.
Perencanaan Berbasis Data (PBD) bertujuan untuk memberikan perbaikan
pembelanjaan anggaran serta pembenahan sistem pengelolaan satuan pendidikan
yang efektif, akuntabel dan konkret. Selain itu, Perencanaan Berbasis Data (PBD)
juga disesuaikan dengan kebutuhan satuan pendidikan atau dinas berdasarkan
identifikasi masalah yang berasal dari data pada platform Rapor Pendidikan, yang
kemudian mendorong satuan pendidikan dan dinas pendidikan untuk melakukan
pembenahan melalui penyusunan kegiatan peningkatan capaian berdasarkan hasil
identifikasi dan refleksi terhadap capaian di Rapor Pendidikan dan kondisi
lapangan. Terdapat 3 langkah sederhana dalam proses Perencanaan Berbasis Data
(PBD), yaitu Identifikasi, Refleksi, dan Benahi (IRB) yang selanjutnya disebut RKT.
B. Dasar Hukum
1. Dasar Hukum perencanaan berbasis data diatur dalam PP No. 57 tahun 2021
tentang Standar Nasional Pendidikan ;
Pasal 28 berbunyi
● Perencanaan kegiatan Pendidikan bertujuan untuk peningkatan kualitas
proses dan hasil belajar secara berkelanjutan berdasarkan evaluasi diri
Satuan Pendidikan.
● Perencanaan kegiatan Pendidikan dituangkan dalam rencana kerja jangka
pendek dan rencana kerja jangka menengah.
Pasal 48 berbunyi:
● Evaluasi sistem Pendidikan oleh Pemerintah Daerah sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan terhadap: a. pendidikan anak usia
dini; dan b. pendidikan dasar dan menengah.
● Evaluasi sistem Pendidikan oleh Pemerintah Daerah sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) bertujuan untuk perluasan akses dan peningkatan
mutu layanan Pendidikan daerah sesuai kebutuhan Satuan Pendidikan dan
program Pendidikan.
2. Permendikbud Ristek No. 09 tahun 2022 tentang Evaluasi Sistem Pendidikan
oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Terhadap Pendidikan Anak Usia
Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah.
Pasal 24 Berbunyi :
● Evaluasi Sistem Pendidikan oleh Pemerintah Daerah berdasarkan
profil pendidikan daerah.
5
● Evaluasi sistem pendidikan oleh Pemerintah Daerah dilaksanakan terhadap:
a. Pendidikan Anak Usia Dini; dan
b. Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah. Pasal 26 berbunyi:
● Hasil Evaluasi Sistem Pendidikan oleh Pemerintah Daerah dimanfaatkan oleh
Pemerintah Daerah sebagai bahan untuk melakukan penyesuaian kebijakan
dan perencanaan program dalam rangka peningkatan akses, mutu, relevansi,
dan tata kelola penyelenggaraan pendidikan sesuai dengan kewenangannya.
Pasal 28
Hasil Evaluasi Sistem Pendidikan oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah
dimanfaatkan oleh Satuan Pendidikan untuk:
● mengidentifikasi masalah pendidikan yang perlu mendapatkan prioritas
berdasarkan indikator dalam profil Satuan Pendidikan atau profil program
pendidikan kesetaraan;
● mendalami hasil identifikasi masalah pendidikan untuk menemukan akar
masalah dan merumuskan langkah perbaikan; dan
● melakukan perencanaan program untuk mengatasi akar masalah
6
A. Profil Pendidikan
Profil pendidikan adalah Laporan Komprehensif mengenai layanan
pendidikan sebagai hasil dari Evaluasi Sistem Pendidikan yang digunakan
sebagai landasan untuk peningkatan mutu layanan pendidikan dan penetapan
Rapor Pendidikan.
Profil Pendidikan terdiri dari indikator-indikator yang merefleksikan
delapan Standar Nasional Pendidikan dan mencakup area yang berkaitan
dengan input, proses, dan output pembelajaran.
B. Rapor Pendidikan
1. Pengertian
Rapor Pendidikan adalah Indikator terpilih Dari Profil Pendidikan
yang merefleksikan prioritas Kemendikbud Ristek yang digunakan untuk
menilai kinerja daerah dan satuan pendidikan. Rapor Pendidikan diperoleh
dari perbandingan nilai indikator antar tahun.
Untuk mengetahui rapor pendidikan satuan pendidikan maka Kepala
sekolah atau pun admin sekolah dapat melihat dan mengunduh rapor
7
pendidikan melalui tautan [Link] atau
Platform rapor pendidikan. Platform Rapor pendidikan adalah aplikasi
berbasis web yang menampilkan informasi Profil Pendidikan dan Rapor
Pendidikan. Platform Rapor Pendidikan dapat diakses oleh pengguna yang
memiliki akun belajar sesuai dengan kewenangannya.
Pada rapor pendidikan terdapat indikator yang menjadi prioritas
pendidikan dasar diantaranya:
1) A.1 Kemampuan literasi
2) A.2 Kemampuan Numerasi
3) A.3 Karakter
4) D.1 Kualitas Pembelajaran
5) D.4 Iklim Keamanan Sekolah
6) D.8 Iklim Kebhinekaan Sekolah.
Setelah melihat hasil dari Rapor Pendidikan, satuan pendidikan
dapat melakukan refleksi dan evaluasi atas kualitas dari pendidikannya
Selain itu hasil Rapor Pendidikan juga dapat dijadikan sebagai dasar
Perencanaan Berbasis Data (PBD) yang tepat dan akurat, sehingga pada
akhirnya akan dapat membantu proses dan meningkatkan kualitas belajar
mengajar satuan pendidikan. Adapun tahapan dalam melakukan
perencanaan berbasis data (PBD) adalh dengan melakukan Identifikasi,
Refleksi, dan Benahi (IRB).
1) Tahapan proses identifikasi (memilih dan menetapkan masalah) yang
dilakukan oleh kepala sekolah melalui tahapan sebagai berikut:
● Mengunduh data dari platform Rapor Pendidikan
● Merujuk kepada daftar indikator prioritas
● Menetapkan indikator rapor sebagai masalah yang akan
diintervensi.
2) Tahapan proses refleksi (merumuskan akar masalah) yang dilakukan
oleh kepala sekolah melalui tahapan sebagai berikut.
● Dari masalah yang akan diintervensi, dilakukan analisis untuk
mencari akar masalah
3) Tahapan proses refleksi (menentukan program dan kegiatan) yang
dilakukan oleh kepala sekolah melalui tahapan sebagai berikut.
● Membuat program, dan
● menyusun kegiatan sebagai solusi untuk setiap akar masalah
yang ditetapkan
8
Berdasarkan hasil analisis dari platform rapor pendidikan SD Negeri
Banyuadem maka didapat data berikut ini:
1) Mutu Hasil Peserta Didik
Hasil belajar peserta didik bisa dilihat dari aspek kognitif dan nonkognitif.
Aspek kognitif diukur dari kemampuan literasi dan numerasi peserta didik,
sementara aspek non kognitif diukur dari karakter dan perilaku yang
sejalan dengan nilai Pancasila.
a) Kemampuan literasi peserta didik SD Negeri Banyuadem 93,75%
peserta didik telah mencapai kompetensi minimum untuk literasi
membaca dan mengalami peningkatan cukup signifikan.
9
c) Indek karakter Peserta didik SD Negeri Banyuadem Peserta didik terbiasa
menerapkan nilai-nilai karakter pelajar pancasila yang berakhlak mulia,
bergotong royong, mandiri, kreatif dan bernalar kritis serta berkebinekaan
global dalam kehidupan sehari hari. Tahun 2024 mengalami peningkatan
yang sangat signifikan, dan SDN Banyuadem masuk sekolah berkemajuan
baik.
10
pendidikan secara konsisten termasuk mengkomunikasikan visi-misi kepada warga
satuan pendidikan sehingga perencanaan, praktik dan asesmen pembelajaran
berorientasi peningkatan hasil belajar Peserta didik melalui dukungan program,
sistem insentif atau sumber daya yang memadai yang berdampak pada
membudayanya guru melakukan refleksi dan perbaikan pembelajaran.
11
memperkuat nasionalisme.
12
7) Program dan Kebijakan SDN Banyuadem
SDN Banyuadem melibatkan orang tua dan peserta didik dalam beberapa kegiatan di
satuan pendidikan khususnya berupa kegiatan akademik dan atau non-akademik.
13
BAB 3 PERENCANAAN BERBASIS DATA
1. Identifikasi Masalah
Identifikasi masalah artinya memilih dan menetapkan masalah yang didapat
dari rapor pendidikan SD Negeri Banyuadem dengan tahapan sebagai berikut.
● Mengunduh Profil Pendidikan dari Platform Rapor Pendidikan.
● mempelajari indikator-indikator yang ada dan petakan indikator yang
masih bermasalah.
● Kemendikbud Ristek telah menetapkan indikator prioritas bagi satuan
pendidikan sebagai fokus untuk meningkatkan kualitas layanan sebagai
indikator yang perlu diprioritaskan.
● memilih indikator yang ingin diintervensi dengan mempertimbangkan
indikator prioritas dan indikator yang bermasalah.
● Dari Rapor pendidikan SD Negeri Banyuadem diperoleh data/indikator
yang bermasalah melalui proses identifikasi berdasarkan nilai capai setiap
indikator yang diidentifikasi seperti yang terdapat pada tabel di bawah ini.
A.3 Karakter
A.2 K. Numerasi
14
Keterangan:
★ A.1 Kemampuan literasi adalah indikator dengan pencapaian terendah,
yang salah satunya disebabkan oleh rendahnya Kompetensi membaca
teks sastra. Persentase jumlah peserta didik yang telah mencapai
kompetensi minimum untuk Kemampuan Literasi tahun ini 93,75%,
naik 7,08 dari tahun 2023. SDN Banyuadem termasuk peringkat
menengah atas (21-40%) di Kab Magelang.
★ D.5 Iklim Kebhinekaan termasuk indikator bermasalah karena pada
rapor pendidikan nilai capaiannya tahun ini 88,69, naik 18,5 dari tahun
2023 (70,19).
★ Dua indikator tersebut (Literasi dan Iklim Kebhinekaan) dari 6
indikator prioritas termasuk indikator yang akan diintervensi oleh SD
Negeri Banyuadem karena merupakan 2 pencapaian yang masih
rendah.
2. Refleksi
Refleksi adalah proses merumuskan akar masalah yang dilakukan SD
Negeri Banyuadem dari rapor pendidikan pada indikator prioritas yang
masih bermasalah dan mengakibatkan capaian untuk indikator A.1
Kemampuan Literasi dan D5 Iklim Kebhinekaan siswa SD Negeri
Banyuadem pencapaian belum maksimal. Adapun tahapan yang dilakukan
SD Negeri Banyuadem dalam melakukan refleksi adalah sebagai berikut.
● Dari masalah yang akan diintervensi, cari akar masalah dari setiap
masalah yang dipilih. Metode perumusan akar masalah dapat
dilakukan dengan cara yang beragam dari yang paling sederhana
sampai penggunaan analisis data yang kompleks.
● Akar masalah dapat dilakukan dengan:
1) Melihat indikator level 2 yang bermasalah (warna merah dan atau
kuning)
2) Melihat indikator dari dimensi lain yang capaiannya rendah
● Dari rapor pendidikan SD Negeri Banyuadem diperoleh akar masalah
dari indikator yang diintervensi seperti yang tertera pada tabel di
bawah ini
15
Rapor Pendidikan SD Negeri Banyuadem
16
3. Benahi
Proses benahi adalah proses menentukan program dan kegiatan
dengan tahapan sebagai berikut.
● Dari akar masalah yang sudah dirumuskan, SD Negeri Banyuadem
menentukan program dan kegiatan untuk menyelesaikan akar masalah
yang teridentifikasi.
● Dalam Penentuan program dan kegiatan SD Negeri Banyuadem
merujuk pada contoh program dan kegiatan yang dirumuskan oleh
Kemendikbud Ristek.
● Setelah diidentifikasi dan mencari akar masalah melalui proses refleksi
terhadap rapor pendidikan SD Negeri Banyuadem, maka proses benahi
atau menentukan program dan kegiatan bisa dilihat pada tabel di
bawah ini.
Refleksi Benahi
A.1 Sebagian besar peserta didik telah ● Pemanfaatan platform merdeka mengajar untuk
mencapai batas kompetensi peningkatan kompetensi guru dan kepala sekolah
minimum untuk literasi terkait materi literasi (Benahi 1)
membaca. Persentase jumlah ● Penguatan pembelajaran literasi dengan
peserta didik yang telah menggunakan modul literasi berbasis tema dan
mencapai kompetensi minimum sumber lainnya di luar platform merdeka mengajar
untuk Kemampuan Literasi tahun (Benahi 2)
ini 93,75%, kompetensi ● Kegiatan membaca dan mendiskusikan beragam
membaca teks sastra (70,28)*, buku dari berbagai sumber dan genre secara rutin
kompetensi Teks Informasi (L2) oleh guru dan siswa (Benahi 3)
(78,22)* ● Pembentukan dan optimalisasi komunitas belajar
*Angka dalam kurung "()" untuk peningkatan kompetensi guru dan kepala
merupakan nilai domain tersebut sekolah dengan berbagi pengetahuan dan diskusi
terkait literasi (Benahi 4)
● Refleksi pembelajaran oleh guru dan kepala sekolah
untuk mengidentifikasi tantangan dalam
pembelajaran literasi dengan melibatkan pemangku
kepentingan sekolah (Benahi 5)
● Penyusunan dan Penerapan kurikulum operasional
satuan pendidikan yang terkait peningkatan literasi
sesuai dengan kebutuhan siswa dan kondisi sekolah,
contohnya, dengan penerapan kurikulum merdeka
atau kurikulum darurat (Benahi 6)
17
Refleksi Benahi
18
satuan pendidikan yang terkait peningkatan karakter
Kebhinekaan Global sesuai dengan kebutuhan siswa
dan kondisi sekolah (Benahi 6)
D.8.1 Toleransi Agama dan Budaya ● Pemanfaatan platform merdeka mengajar untuk
peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah
terkait toleransi agama dan budaya (Benahi 1)
● Penguatan pembelajaran karakter toleransi agama
dan budaya dengan menggunakan sumber lain di luar
platform merdeka mengajar (Benahi 2)
● Pembentukan dan optimalisasi komunitas belajar
untuk peningkatan kompetensi guru dan kepala
sekolah dengan berbagi pengetahuan dan diskusi
terkait karakter toleransi agama dan budaya (Benahi
4)
● Refleksi pembelajaran oleh guru dan kepala sekolah
untuk mengidentifikasi tantangan dalam
pembelajaran karakter toleransi agama dan budaya
dengan melibatkan pemangku kepentingan sekolah
(Benahi 5)
● Penyusunan dan Penerapan kurikulum operasional
satuan pendidikan yang terkait peningkatan karakter
toleransi agama dan budaya sesuai dengan kebutuhan
siswa dan kondisi sekolah (Benahi 6)
D.6.1 Pemahaman dan sikap warga ● Pemanfaatan platform merdeka mengajar untuk
satuan pendidikan terhadap peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah
kesetaraan gender terkait kesetaraan gender (Benahi 1)
● Penguatan pembelajaran kesetaraan gender dengan
menggunakan sumber lain di luar platform merdeka
mengajar (Benahi 2)
● Pembentukan dan optimalisasi komunitas belajar
untuk peningkatan kompetensi guru dan kepala
sekolah dengan berbagi pengetahuan dan diskusi
terkait kesetaraan gender (Benahi 4)
● Refleksi pembelajaran oleh guru dan kepala sekolah
untuk mengidentifikasi tantangan dalam
pembelajaran karakter kesetaraan gender dengan
melibatkan pemangku kepentingan sekolah (Benahi
5)
● Penyusunan dan Penerapan kurikulum operasional
satuan pendidikan yang terkait peningkatan karakter
kesetaraan gender sesuai dengan kebutuhan siswa
dan kondisi sekolah (Benahi 6)
19
Refleksi Benahi
D.4.5 Pemahaman dan sikap terhadap ● Pemanfaatan platform merdeka mengajar untuk
hukuman fisik peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah
terkait materi Kekerasan Seksual (Benahi 1)
● Pembentukan dan optimalisasi komunitas belajar
untuk peningkatan kompetensi guru dan kepala
sekolah dengan berbagi pengetahuan dan diskusi
terkait Kekerasan Seksual (Benahi 4)
● Pelatihan guru dan kepala sekolah serta pembelajaran
terkait Kekerasan Seksual (Benahi 7)
● Sekolah mengadopsi program ROOTS untuk
pencegahan Kekerasan Seksual (Benahi 8)
● Pembuatan peraturan dan tata tertib sekolah terkait
Kekerasan Seksual (Benahi 9)
D.8.1 Toleransi Agama dan Budaya ● Pemanfaatan platform merdeka mengajar untuk
peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah
terkait toleransi agama dan budaya (Benahi 1)
● Penguatan pembelajaran karakter toleransi agama
dan budaya dengan menggunakan sumber lain di luar
platform merdeka mengajar (Benahi 2)
● Pembentukan dan optimalisasi komunitas belajar
untuk peningkatan kompetensi guru dan kepala
sekolah dengan berbagi pengetahuan dan diskusi
terkait karakter toleransi agama dan budaya (Benahi
4)
● Refleksi pembelajaran oleh guru dan kepala sekolah
untuk mengidentifikasi tantangan dalam
pembelajaran karakter toleransi agama dan budaya
dengan melibatkan pemangku kepentingan sekolah
(Benahi 5)
● Penyusunan dan Penerapan kurikulum operasional
satuan pendidikan yang terkait peningkatan karakter
toleransi agama dan budaya sesuai dengan kebutuhan
siswa dan kondisi sekolah (Benahi 6)
20
BAB 4 RENCANA KEGIATAN TAHUNAN
21
Tabel 4. Rencana Kerja Tahunan SDN Banyuadem
22
Identifikasi Refleksi Benahi Kegiatan Detail
23
Identifikasi Refleksi Benahi Kegiatan Detail
24
● Proses refleksi adalah
kegiatan mengingat
kembali dan menilai
strategi yang sudah
dilakukan dalam proses
pembelajaran. Tujuannya
yaitu untuk
mengidentifikasi praktik
25
Identifikasi Refleksi Benahi Kegiatan Detail
26
● Guru mempelajari
D.1 Kualitas ● Pemanfaatan
Pelatihan Mandiri dalam
pembelajaran platform merdeka
Platform Merdeka
baik mengajar untuk
Mengajar dan
peningkatan
membahasnya di
kapasitas guru dan
komunitas belajar di
kepala sekolah
topik Penyesuaian
terkait materi
Pembelajaran dengan
kualitas
Kebutuhan dan
pembelajaran.
Karakteristik Murid
(Benahi 1)
● Pembentukan komunitas
● Pembentukan dan
belajar
optimalisasi
● Guru dan kepala sekolah
komunitas belajar
belajar bersama dalam
untuk peningkatan
komunitas belajar di
kompetensi guru dan
sekolah secara rutin 1
kepala sekolah
kali setiap bulannya.
dengan berbagi
Agenda pertemuan di
pengetahuan dan
antaranya
diskusi terkait
mendiskusikan
kualitas
permasalahan atau
pembelajaran
peningkatan kualitas
(Benahi 4)
pembelajaran, iklim
keamanan sekolah, dan
peningkatan kompetensi
guru secara umum.
● Refleksi pembelajaran
● Refleksi kepala sekolah
oleh guru dan kepala
dan guru terhadap proses
sekolah untuk
pembelajaran
mengidentifikasi
● Proses refleksi adalah
tantangan dalam
kegiatan mengingat
kualitas pembelajaran
kembali dan menilai
dengan melibatkan
strategi yang sudah
pemangku
kepentingan sekolah
(Benahi 5)
27
Identifikasi Refleksi Benahi Kegiatan Detail
28
pengetahuan dan peningkatan kualitas
diskusi pembelajaran, iklim
terkait keamanan sekolah, dan
kemampuan
melakukan refleksi
(Benahi 4)
29
Identifikasi Refleksi Benahi Kegiatan Detail
peningkatan kompetensi
guru secara umum.
● Refleksi ● Proses refleksi adalah
pembelajaran oleh kegiatan mengingat
guru dan kepala kembali dan menilai
sekolah untuk strategi yang sudah
mengidentifikasi dilakukan dalam proses
tantangan dalam pembelajaran. Tujuannya
kualitas yaitu untuk
pembelajaran mengidentifikasi praktik
dengan melibatkan baik dan hal-hal yang
pemangku perlu diperbaiki serta
kepentingan sekolah strategi yang perlu
(Benahi 5) dilakukan oleh guru dan
kepala sekolah.
● Secara mandiri, guru dapat
melakukan proses refleksi
bersama peserta didik setiap
selesai satu tujuan
pembelajaran. Kepala
sekolah bisa berefleksi
bersama guru setidaknya
satu semester sekali, serta
dapat melibatkan orang tua
siswa atau pemangku
kepentingan agar proses
refleksi dapat lebih
bermakna.
● Kegiatan refleksi juga
dapat dilakukan dengan
melibatkan pemangku
kepentingan, misalnya
sebagai fasilitator yang
memandu proses refleksi.
30
D.8 D.8.1 Toleransi ● Pemanfaatan ● Guru mempelajari
Kebhinekaan Agama dan platform merdeka Pelatihan Mandiri dalam
budaya mengajar untuk Platform Merdeka
Global
peningkatan kapasitas Mengajar dan
guru dan kepala membahasnya di
sekolah terkait materi komunitas belajar di
Kebhinekaan Global topik Proyek Penguatan
(Benahi 1) Profil Pelajar pancasila
● Penguatan
pembelajaran
karakter Kebhinekaan
Global dengan
menggunakan sumber
lain di luar platform
31
Identifikasi Refleksi Benahi Kegiatan Detail
merdeka mengajar
(Benahi 2)
● Pembentukan dan
optimalisasi
komunitas belajar
untuk peningkatan
kompetensi guru dan
kepala sekolah dengan
berbagi pengetahuan
dan diskusi terkait
karakter Kebhinekaan
Global (Benahi 4)
● Refleksi pembelajaran
oleh guru dan kepala
sekolah untuk
mengidentifikasi
tantangan dalam
pembelajaran
karakter Kebhinekaan
Global dengan
melibatkan pemangku
kepentingan sekolah
(Benahi 5)
● Penyusunan dan
Penerapan kurikulum
operasional satuan
pendidikan yang
terkait peningkatan
karakter Kebhinekaan
Global sesuai dengan
kebutuhan siswa dan
kondisi sekolah
(Benahi 6)
32
D.6 Iklim ● Pemanfaatan ● Guru mempelajari
Kesetaraan platform merdeka Pelatihan Mandiri dalam
gender mengajar untuk Platform Merdeka
peningkatan Mengajar dan
kapasitas guru dan membahasnya di
kepala sekolah komunitas belajar di
terkait materi topik Pendidikan Inklusif
kesetaraan gender
(Benahi 1)
● Penguatan
pembelajaran
karakter kesetaraan
gender dengan
menggunakan
sumber lain di luar
platform merdeka
33
Identifikasi Refleksi Benahi Kegiatan Detail
mengajar (Benahi 2)
● Pembentukan dan
optimalisasi
komunitas belajar
untuk peningkatan
kompetensi guru dan
kepala sekolah
dengan berbagi
pengetahuan dan
diskusi terkait
Kesetaraan Gender
(Benahi 4)
● Refleksi
pembelajaran oleh
guru dan kepala
sekolah untuk
mengidentifikasi
tantangan dalam
pembelajaran
kesetaraan gender
dengan melibatkan
pemangku
kepentingan sekolah
(Benahi 5)
● Penyusunan dan
Penerapan
kurikulum
operasional satuan
pendidikan yang
terkait peningkatan
karakter kesetaraan
gender sesuai
dengan kebutuhan
siswa dan kondisi
sekolah (Benahi 6)
34
● Rencana Kerja Tahunan di atas disusun berdasarkan rapor pendidikan yang
telah dipelajari dan dianalisis dari 5 Indikator Prioritas yakni Dimensi A
(A1,A2,A3) dan Dimensi D (D4, D8)
B. Jadwal Kegiatan Tahunan
Jadwal Kegiatan Tahunan ini merupakan implementasi dari RKT yang
telah disusun berdasarkan Perencanaan Berbasis Data (PBD) yang mengacu
pada hasil analisis dari rapor pendidikan SD Negeri Padamamur.
Penyusunan jadwal kegiatan tahunan ini tidak lepas dari analisis kegiatan
yang berdasarkan kalender pendidikan pada tahun berjalan. Selain pada
kalender pendidikan penyusunan jadwal kegiatan tahunan ini mengacu pada
permendikbud Ristek Nomor 63 Tahun 2024 Tentang Juknis BOSP (Biaya
Operasional Satuan Pendidikan).
Sumber
No Program Kegiatan Sasaran Waktu
Dana
1 Standar Isi
2 Standar GTK
35
6) Ekstrakurikuler TIK Agst 24-Mei 25
7) Ekstrakurikuler Fun English Jan – Mei 2025
8) Parenting (pengajian)
November 204
9) Pesantren Kilat
Maret 2025
4 Pengembangan Sarpras
-
8
Standar Penilaian
1) Ulangan Harian Siswa Kelas 1-6 Agsts, Okt, Nov, BOSP
Feb, April, Mei
2) PTS Siswa Kelas 1-6 Sept 24, Mar 25
3) PAS Siswa kelas 6 Des 2024, Jun 25
4) Ujicoba ASAJ Kelas 6 Mei 2025
5) ASAJ Kelas 5 Oktober 2024
6) ANBK
36
37
BAB 5 PENUTUP
A. KESIMPULAN
Rencana Kerja Tahunan (RKT) merupakan perencanaan yang disusun oleh
sekolah setiap tahun berdasarkan perencanaan yang berbasis data (PBD) yang
didasarkan pada rapor pendidikan sekolah. Penyusunan RKT ini tersusun melalui
proses analisis terhadap rapor pendidikan dengan mekanisme Identifikasi,
Refleksi, dan Benahi (IRB). Hasil dari proses IRB ini maka dijadikan Rencana kerja
tahunan yang selanjutnya jadi rujukan dalam penyusunan RKAS.
Proses IRB terhadap Rapor Pendidikan fokus pada indikator prioritas
pendidikan dasar yakni indikator:
1) A1. Kemampuan Literasi
2) D8. Iklim Kebhinekaan sekolah
3) D4. Iklim Keamanan sekolah
4) A3. Karakter
5) A2. Kemampuan Numerasi
Dari ketiga indikator tersebut di atas maka diperoleh indikator yang
capaiannya lebih rendah, maka indikator yang bermasalah yang akan diintervensi
khusus dalam pengembangan perencanaan sekolah berdasarkan akar masalah
yang diperoleh dari level 2 (sub indikator) atau dari sub indikator dimensi lain
yang dianggap berpengaruh terhadap nilai capaian satuan pendidikan.
Dengan demikian akhirnya RKT SD Negeri Banyuadem untuk tahun
2024/2025 tersusun dengan Perencanaan Berbasis Data (PBD) yang berdasarkan
Laporan Raport Pendidikan Tahun 2023.
B. REKOMENDASI
1) Satuan Pendidikan
● diharapkan satuan pendidikan bisa dan wajib melaksanakan
program sesuai program yang telah disusun dalam RKT
● diharapkan satuan pendidikan mampu melakukan penyesuaian
dengan biaya dan anggaran yang tersedia serta menggunakan
prinsip pengelolaan pembiayaan.
2) Warga Sekolah
● Kepala Sekolah sebagai kepala satuan pendidikan agar mampu
menjadi manajer dalam pelaksanaan kegiatan dan penggunaan
anggaran sesuai dengan tugas dan fungsinya serta mengacu
pada peraturan yang berlaku
● Guru dan tendik agar bisa melaksanakan seluruh program yang
sudah direncanakan dan mampu menjadi mitra kerja dari kepala
sekolah dalam pengelolaan dan pengembangan sekolah ke arah
yang lebih baik.
38
● Dinas Pendidikan dan Kebudayaan diharapkan agar selalu
memberikan bimbingan teknis kepada satuan pendidikan dalam
melakukan perencanaan berbasis data
● Dinas Pendidikan dan Kebudayaan agar selalu melakukan
sosialisasi Juknis BOSP setiap tahunnya agar para kepala satuan
pendidikan memahami dengan tuntas terkait penggunaan dana
BOS
39