COASTAL
ENGINEERING
1-
INTRODUCTION
Sebrian Mirdeklis Beselly Putra
Teknik Pengairan
Universitas Brawijaya
Dosen Pengajar – Teknik Pantai
• Materi 1 – 8 : Sebrian Mirdeklis Beselly Putra
• Materi 9 – 16 : Suwanto Marsudi
Tujuan Pembelajaran
• Memberikan pengetahuan dasar tentang
pemanfaatan daerah pantai
Pokok Bahasan
Kuliah
Pokok Bahasan
ke-
Penjelasan SAP, Tujuan Perkuliahan, Sistem Perkuliahan, dan
1
Sistem Penilaian
2 Persamaan dan Sifat Gelombang
3 Kinematika Gelombang
Pokok Bahasan
Kuliah
Pokok Bahasan
ke-
4 Latihan Soal
5 Kuis 1
• Refraksi Gelombang
6
• Pembuatan Diagram Refraksi Gelombang
Pokok Bahasan
Kuliah
Pokok Bahasan
ke-
• Difraksi Gelombang
7
• Refleksi Gelombang
Pasang Surut
• Gaya Tarik bumi – bulan – matahari
• Gaya sentrifugal
8 • Analisis harmonic pasang surut
• Wave Set Up
• Wind Set Up
• Tsunami
Referensi
• Anonim. 1984. Shore Protection Manual Volume I, II, III. Washington DC :
Department of the Army, U.S. Army Corps of Engineers.
• Anonim. 2008. Coastal Engineering Manual. Washington DC: Department of
the Army, U.S. Army Corps of Engineers.
• Reeve, Dominic, [Link]. 2004. Coastal Engineering Processes, Theory, and
Design Practice. Oxon : Spon Press.
• Sorensen, Robert M. 2006. Basic Coastal Engineering. New York : Springer
Science+ Business Media, Inc.
• Triatmodjo, Bambang. 2008. Teknik Pantai. Yogyakarta : Beta Offset
• Yuwono, Nur. 1986. Dasar-Dasar Perencanaan Bangunan Pantai. Yogyakarta
: Biro Penerbit Keluarga Mahasiswa Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas
Gadjah Mada.
• Yuwono, Nur. 1986. Teknik Pantai. Yogyakarta : Biro Penerbit Keluarga
Mahasiswa Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada.
Difraksi Gelombang
Refraksi Gelombang
Reflesi Gelombang
Gelombang Pecah
Rip Current
Tombolo
Garis Pantai Indonesia
Tsunami
• Tsunami berasal dari Bahasa Jepang 津波 yang berarti
gelombang pelabuhan.
• Terdiri dari dua kanji, yaitu津 (tsu) yang berarti pelabuhan
dan 波 (nami) yang berarti gelombang.
• Sebuah gelombang tsunami yang terbentuk bisa
merambat dengan kecepatan hingga 800 km/jam
• Hampir sama dengan kecepatan sebuah peswat jumbo
jet 747 (880 km/jam)
• Tsunami terbentuk oleh 3 hal : Gempa seismik, Tanah
Longsor, Benda Angkasa (meteor jatuh).
Daftar Gunung Api Paling Mematikan di
Dunia
DEATHS VOLCANO YEAR
92.000 Tambora, Indonesia 1815
36.417 Krakatoa, Indonesia 1883
29.025 Mount Pelee, Martinique 1902
25.000 Ruiz, Colombia 1985
14.300 Unzen, Japan 1792 5 deadliest
9.350 Laki, Iceland 1783 are located
in Indonesia
5.110 Kelud, Indonesia 1882
4.011 Galunggung, Indonesia 1882
3.500 Vesuvius, Italy 79
2.957 Papandayan, Indonesia 1772
Source: Gates, Alexander E. Encyclopedia of Earthquakes and Volcanoes.
New York: Facts on File, 2007.
Bagaimana sebuah gempa tektonik
mengakibatkan Tsunami.
Indian Ocean Tsunami (IOT)
Indian Ocean
Tsunami (IOT)
Hukum Green/ Green Law
• Dalam menjelaskan fenomena tsunami bisa dijelaskan
salah satunya adalah Green Law.
• Teori ini menjelaskan hubungan antara amplitudo
gelombang dan kedalaman laut
Hukum Green/ Green Law
• Jika sebuah tsunami terbentuk di laut dengan kedalaman
h1 dengan amplitudo A1, maka pada kedalaman h2
amplitudo yang terbentuk pada laut dangkal A2 adalah
ℎ1 1/4
• A2 ≈ 𝐴1
ℎ2
• Persamaan di atas bisa dijelaskan sebagai berikut...
• Maka coba hitung berapa ketinggian air jika terjadi
tsunami di laut dalam yang disebabkan oleh kejadian
seismik.
Hukum Green/ Green Law
• Pada gelombang laut dangkal, partikel fluida tidak
bergerak maju, tetapi bergerak mengikuti pola eliptikal
(akan dibahas lebih lanjut di persamaan gelombang)
• Sehingga energy dibawa oleh gelombang itu sendiri.
• Hal ini disebut sebagai energy flux yang didefinisikan
sebagai daya yang diasosiasikan dengan gelombang
Work Done Force x Distance
Energy Flux = Power = =
Time Time
= Force x Speed
Pada Gelombang
Force = Pressure x Area
Hukum Green/ Green Law
Pada Gelombang
Force = Pressure x Area
Dan area dihitung sebagai (secara kasar)
Area = Amplitudo gelombang x Lebar gelombang
Karena lebar gelombang selalu berubah-ubah, maka
didefinisikan sebagai energy flux per unit lebar
𝐸𝑛𝑒𝑟𝑔𝑦 𝐹𝑙𝑢𝑥
𝜖𝑓𝑙𝑢𝑥 =
𝐿𝑒𝑏𝑎𝑟
Kita masukkan semua persamaan tersebut sehingga
𝜖𝑓𝑙𝑢𝑥 = 𝑝. 𝐴𝑐𝑔
Hukum Green/ Green Law
Kita masukkan semua persamaan tersebut sehingga
𝜖𝑓𝑙𝑢𝑥 = 𝑝. 𝐴𝑐𝑔
Dimana p adalah pressure, A adalah amplitude, dan cg
adalah kecepatan grup.
Pressure didapatkan dari komponen vertical pada
Persamaan Euler.
𝛿𝑝
= −𝑔𝜌
𝛿𝑦
Diintegralkan sehingga didapatkan p ~ gA
Sehingga disubstitusikan pada persamaan Flulx Energy
𝜖𝑓𝑙𝑢𝑥 ~ 𝑔𝜌𝐴2 𝑐𝑔
Hukum Green/ Green Law
Diketahui bahwa untuk gelombang laut linear dangkal
(linear shallow water waves), tidak ada disperse dan
kecepatan grup adalah sama dengan kecepatan fasanya,
𝐶𝑝ℎ = 𝑔𝐻∞
Dimana pada fluida yang tidak mampu mampat
(incompressible), adalah konstan, dan dengan hukun
konservasi energy menghasilkan
1
𝐴∝
𝐻∞1/4
Dimana persamaan tersebut dinamakan sebagai Green
Law.