0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan20 halaman

PBL Tingkatkan Motivasi Belajar Sejarah

proposal

Diunggah oleh

Novalinda Babys
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan20 halaman

PBL Tingkatkan Motivasi Belajar Sejarah

proposal

Diunggah oleh

Novalinda Babys
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROPOSAL

MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SEJARAH


MENGGUNAKAN PEMBELAJARAN PROBLEM BASED
LEARNING DI SMA NEGERI BENLUTU KELAS X IPS 1

NAMA : NOVALINDA [Link]

NIM : 2201090070

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAH

UNIVERSITAS NUSA CENDANA

KUPANG

2024
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas
berkat dan rahmat-Nyalah sehingga penulis dapat menyelesaikan proposal yang
berjudul “MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SEJARAH
MENGGUNAKAN PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DI
SMA NEGERI BENLUTU” tepat pada waktunya.

Adapun tujuan dari penulisan proposal penelitian ini adalah untuk


mempelajari cara pembuatan proposal pada Universitas Nusa Cendana Kupang
dan untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan jurusan Sejarah.

Pada kesempatan ini, penulis hendak menyampaikan terima kasih kepada


semua pihak yang telah memberikan dukungan moril maupun materil sehingga
proposal penelitian ini dapat selesai. Ucapan terima kasih ini penulis tujukan
kepada:

1. Bapak Susilo S Utomo,[Link] selaku Dosen yang telah mendidik dan


memberikan bimbingan selama.
2. Ibu kepala Sekolah SMA Negeri Benlutu dan seluruh Guru SMA Negeri
Benlutu atas kesempatan dan bantuan yang diberikan kepada penulis
dalam melakukan penelitian dan memperoleh informasi yang diperlukan
selama penulisan proposal ini.
3. Teman-temanku satu bimbingan penelitian proposal,Helda, Priska,
Nirmala yang telah berjuang bersama-sama dalam menyelesaikan proposal
ini.

Meskipun telah berusaha menyelesaikan proposal penelitian ini sebaik


mungkin, penulis menyadari bahwa proposal penelitian ini masih ada kekurangan.
Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari
para pembaca guna menyempurnakan segala kekurangan dalam penyusunan
proposal penelitian ini.

Akhir kata, penulis berharap semoga proposal ini berguna bagi para pembaca
dan pihak-pihak lain yang berkepentingan.

Kupang, Mei 2024

Penulis
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.........................................................................................................ii
DAFTAR ISI.......................................................................................................................iv
BAB I...................................................................................................................................1
PENDAHULUAN...............................................................................................................1
1.1 Latar Belakang...........................................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah......................................................................................................2
1.3Tujuan Penelitian........................................................................................................3
1.4 Manfaat Penelitan......................................................................................................3
BAB II..................................................................................................................................5
TINJAUAN PUSTAKA......................................................................................................5
2.1Landasan Teori............................................................................................................5
2.2Penelitian Yang Relevan..........................................................................................12
2.3Kerangka Berpikir.....................................................................................................12
2.4 Hipotesis Tindakan.................................................................................................12
BAB III..............................................................................................................................13
METODE PENELITIAN...................................................................................................13
3.1 Jenis Penelitian........................................................................................................13
3.2 Waktu dan Tempat Penelitian..................................................................................13
3.3 Subjek Penelitian......................................................................................................13
3.4 Teknik pengumpulan data........................................................................................13
3.5 Teknik Analisis Data...............................................................................................14
DAFTAR PUSTAKA........................................................................................................16
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Pada dasarnya pendidikan berlangsung dalam bentuk belajar mengajar
yang melibatkan dua pihak yaitu guru dan siswa dengan tujuan yang sama.
Dalam rangka meningkatkan hasil belajar dan potensi siswa, sehingga
pendidikan merupakan kegiatan yang universal. Dalam kehidupan manusia
dengan pendidikan manusia mengembangkan potensi yang dimilikinya
mengubah tingkah laku kearah yang lebih baik. Pendidikan juga dapat
mencetak sumber daya manusia yang terampil di bidangnya.
Pendidikan yang bermutu pada dasarnya menghasilkan sumber daya
manusia yang bermutu pula, adapun faktor dari aspek guru yaitu guru kurang
mengelola kelas, guru juga terlalu monoton atau proses pembelajarannya
dengan cara ceramah sehingga membuat siswa menjadi jenuh dan bosan, dan
guru kurang memotivasi siswa untuk menyampaikan ide atau pendapatnya
sedangkan dilihat dari aspek siswa bahwa siswa kurang berani mengemukakan
pendapatnya dan siswa kurang mampu mengembangkan daya pikirnya.
Kurikulum merdeka adalah kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler
yang beragam. Pembelajaran akan lebih maksimal agar peserta didik memiliki
cukup waktu untuk mendalami konsep dan memperkuat kompetensinya.
Melalui kurikulum Ini guru dapat memilih perangkat ajar untuk menyesuaikan
kebutuhan belajar. Pembelajaran sejarah di sekolah selain melatih siswa
berpikir kritis, juga memiliki fungsi pragmatis sebagai pembentukan identitas
dan eksistensi bangsa. Selain pengetahuan kesejarahan yang kognitif pembelajaran
sejarah juga menyimpan pendidikan nilai untuk pembentukan sejarah,
kepribadian bangsa dan sikap.
Model pembelajaran yang diperkirakan mampu mengembangkan
kemampuan belajar mandiri adalah Problem Based Learning atau biasa
disebut dengan PBL merupakan salah satu model pembelajaran yang dapat
diterapkan pada pembelajaran sejarah kurikulum merdeka karena dapat
mendorong peserta didik untuk berpikir kritis, keterampilan menyelesaikan
masalah yang menghubungkan pengetahuan mengenai masalah-masalah dan
isu-isi di dunia. Berdasarkan uraian di atas penelitian tindakan kelas ini
“Meningkatkan motivasi belajar sejarah dengan menggunakan pembelajaran
problem based learning peserta didik di SMA Negeri Benlutu” melalui
penelitian tindakan ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi belajar pada
mata pelajaran sejarah.

1.2 RUMUSAN MASALAH


1. Bagaimana penerapan model pembelajaran Problem Based Learning atau
PBL pada pembelajaran Sejarah ?
2. Apakah dapat meningkatkan motivasi belajar Sejarah setelah
menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning atau PBL ?

1.3 Tujuan Penelitian


Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah

a. Untuk meningkatkan motivasi belajar sejarah.


b. Untuk menerapakan pembelajaran Problem Based Learning dalam
belajar sejarah

1.4 Manfaat Penelitan


1. Bagi siswa
a. Motivasi peserta didik terhadap materi pembelajaran sejarah akan
meningkat
b. Memahami materi dengan mudah menggunakan model pembelajaran
Problem Besed Learning
2. Bagi Guru
a. Sebagai upaya untuk meningkatkan profesionalisme guru sejarah
sebagai tenaga pendidik dalam menggunakan Problem Based
Learning dalam proses belajar mengajar di kelas.
b. Untuk mengenal kondisi secara objektif penggunaan Problem Based
Learing dikelas.
3. Bagi Mahasiswa
a. Hasil penulisan yang diharapkan dapat menjadi acuan agar penulisan
dikemudian hari dapat lebih baik
b. Penelitian ini dapat dijadikan sebagai langkah awal untuk penelitian
lebih lanjut yang sebaiknya lebih variatif dalam mengembangkan
metode-metode lainnya untuk mengatasi masalah kelas yang dihadapi.
4. Bagi Sekolah
a. Penelitian ini diharapkan mampu memberikan kontribusi yang berarti
dalam meningkatkan mutu pembelajaran khususnya dalam mata
pelajaran sejarah menggunakan Program Based Learning.
b. Dengan adanya penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi kegiatan
belajar mengajar di kelas selanjutnya mengenai kegiatan belajar
mengajar yang akan mampu meningkatkan motivasi belajar di
sekolah.
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Landasan Teori


1. Motivasi
a. Pengertian Motivasi

Istilah motivasi berasal dari kata motif yang dapat diartikan sebagai
kekuatan yang terdapat dalam diri individu, yang menyebabkan individu
tersebut bertindak atau berbuat. Motivasi merupakan dorongan yang terdapat
dalam diri seseorang untuk berusaha mengadakan perubahan tingkah laku
yang lebih baik dalam memenuhi kebutuhannya (Uno, 2009 : 3). Menurut
Sardiman (2007: 73) motif adalah daya atau upaya yang mendorong
seseorang untuk melakukan sesuatu. Motivasi berpangkal dari kata motif
yang dapat diartiakan sebagai daya penggerak yang ada di dalam diri
seseorang untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi tercapainya satu
tujuan. Bahkan motif dapat diartikan sebagai suatu kondisi internal
(kesiapsiagaan). Adapun menurut [Link] (Sardiman, 2007: 73) motivasi
adalah perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan
munculnya “feeling” dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya
tujuan. Dari pengertian yang dikemukakan oleh [Link] ini mengandung
tiga elemen/ ciri pokok dalam motivasi itu sebagai berikut:

1. Motivasi itu mengawali terjadinya perubahan energi pada diri setiap


individu siswa. Perkembangan motivasi siswa akan membawa beberapa
perubahan energi di dalam system “neurophysiological” yang ada pada
organisme manusia.
2. Motivasi ditandai dengan munculnya rasa/”feeling” afeksi seseorang.
Dalam hal ini motivasi relevan dengan persoalan-persoalan kejiwaan,
afeksi dan emosi yang dapat menentukan tingkah laku manusia.
3. Motivasi akan dirangsang karena adanya tujuan. Jadi motivasi dalam
hal ini sebenarnya merupakan respon dari suatu aksi, yaitu tujuan.
Motivasi memang muncul dari dalam diri manusia, tetapi
kemunculanya karena terangsang atau terdorong karena adanya unsur
lain, dalam hal ini adalah tujuan.

Tujuan ini akan menyangkut soal kebutuhan. Motivasi dapat dipahami


sebagai suatu variabel penyelang yang digunakan untuk menimbulkan faktor-
faktor tertentu di dalam organisme, yang membangkitkan, mengelola,
mempertahankan, dan menyalurkan tingkah laku menuju sasaran (Sagala,
2009: 100). Menurut Djamarah (2008: 148) motivasi adalah sebagai suatu
pendorong yang mengubah energi dalam diri seseorang ke dalam bentuk
aktivitas nyata untuk mencapai tujuan tertentu. Motivasi dibagi menjadi dua
yaitu motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik. Motivasi intrinsik adalah
motif-motif yang menjadi aktif atau berfungsinya tidak perlu dari luar, karena
dalam setiap individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu. Motivasi
ekstrinsik adalah motif-motif yang aktif dan berfungsi karena adanya
perangsang dari luar(Djamarah 2008: 149-151)

b. Ciri-ciri Motivasi

Setiap orang memiliki motivasi yang berbeda-beda dalam belajar,


orang yang memiliki motivasi dapat terlihat dari tingkah lakunya dalam
belajar sehingga dapat dibedakan orang yang memiliki motivasi belajar
dengan orang yang tidak memiliki motivasi belajar. Menurut Sardiman (2007:
83) motivasi dalam diri setiap orang itu memilki ciri-ciri sebagi berikut:

1. Tekun menghadapi tugas (dapat bekerja terus-menerus dalam waktu


yang lama,tidak pernah berhenti sebelum selesai).
2. Ulet menghadapi kesulitan (tidak lekas putus asa). Tidak memerlukan
dorongan dari luar untuk berprestasi sebaik mungkin (tidak cepat puas
dengan prestasi yang telah dicapainya).
3. Menunjukan minat terhadap macam-macam masalah, untuk orang
dewasa (misalnya masalah pembangunan agama, politik, ekonomi,
keadilan, pembrantas korupsi, penentangan pada setiap tindakan
kriminal, amoral dan sebagainya).
4. Lebih senang bekerja mandiri.
5. Cepat bosan pada tugas-tugas yang rutin (hal-hal yang bersifat
mekanis, berulang-ulang begitu saja, sehingga kurang kreatif).
6. Dapat mempertahankan pendapatnya (kalau sudah yakin akan
sesuatu).
7. Tidak mudah melepaskan hal yang diyakini itu.
8. Senang mencari dan memcahkan masalah dan soal-soal.

2. Problem Based Learning


a. pengertian Problem Based Learning

Problem Based Learning merupakan salah satu model pembelajaran


kontekstual menekankan pada proses pembelajaran yang berpusat pada
peserta didik untuk menemukan materi sendiri, artinya proses belajar
berorientasi pada pengalaman langsung dari kehidupan sehari-hari peserta
didik di lingkungan sosial. Model pembelajaran berbasis masalah merupakan
model pembelajaran yang mengorganisasikan pembelajaran di sekitar
pertanyaan dan masalah, melalui pengajuan situasi kehidupan nyata yang
autentik dan bermakna, yang mendorong siswa untuk melakukan
penyelidikan, dengan menghindari jawaban sederhana, serta memungkinkan
adanya berbagai macam solusi dari situasi tersebut (Krisna, 2013:2).
Pembelajaran berbasis masalah (problem based learning) juga menekankan
pemecahan masalah dengan pendekatan pembelajaran peserta didik pada
masalah autentik. Peserta didik diupayakan dapat menyusun pengetahuannya
sendiri, menumbuh kembangkan keterampilan yang lebih tinggi,
memandirikan peserta didik dan meningkatkan kepercayaan diri sendiri
(Arends, 1997:13). Berdasarkan beberapa pendapat yang disampaikan diatas,
dapat disimpulkan bahwa Problem Based Learning adalah model kontekstual
berbasis masalah yang memungkinkan peserta didik untuk mengeksplorasi
setiap kemungkinan penyebab maupun dampak serta solusi permasalahan
dengan terlibat aktif pada persoalan yang nyata, sehingga peserta didik dapat
mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan memiliki kemampuan untuk
memecahkan masalah yang dihadapi dalam dunia nyata. Tujuan Problem
Based Learning Hosnan (2014:299), menyatakan bahwa tujuan utama
problem based learning bukanlah penyampaian sejumlah besar pengetahuan
kepada peserta didik, melainkan pada pengembangan kemampuan berpikir
kritis dan kemampuan pemecahan masalah dan sekaligus mengembangkan
kemampuan peserta didik untuk secara aktif membangun pengetahuan
sendiri.

a. Keunggulan Model Pembelajaran Problem Based Learning adalah :


1. Merupakan teknik yang cukup bagus untuk lebih memahami isi
pelajaran,
2. Menantang kemampuan peserta didik serta memberikan kepuasan
untuk menemukan pengetahuan baru bagi peserta didik,
3. Meningkatkan aktivitas pembelajaran bagi peserta didik,
4. Membantu peserta didik mentransfer pengetahuan mereka untuk
memahami masalah dalam kehidupan nyata,
5. Membantu peserta didik untuk mengembangkan pengetahuan barunya
dan bertanggung jawab dalam pembelajaran yang mereka lakukan.
b. kelemahan Model Pembelajaran Problem Based Learning adalah:
1. Ketika peserta didik tidak memiliki minat atau kepercayaan bahwa
masalah yang dipelajari sulit dipecahkan, mereka akan merasa enggan
untuk mencoba,
2. Keberhasilan pembelajaran melalui problem solving membutuhkan
cukup waktu untuk persiapan,
3. Tanpa pemahaman mengapa mereka berusaha untuk memecahkan
masalah yang sedang dipelajari, mereka tidak akan belajar apa yang
mereka ingin pelajari (Hamruni, 2012:108).
3. Pembelajaran Sejarah

Menurut Widja (Sutrisno, 2011: 50) pembelajaran Sejarah adalah


perpaduan antara aktivitas belajar dan mengajar yang didalamnya
mempelajari tentang peristiwa masa lampauyang erat kaitannya dengan masa
kini. Dari pendapat yang ada dapat disimpulkan bahwa pembelajaran sejarah
adalah proses belajar yang ada dalam sebuah lingkungan yang mempelajari
kejadian-kejadian masa lampau yang dipelajari dimasa kini sebagai pedoman
untuk melangkah kedepan. Pembelajaran sejarah merupakan interaksi yang
ada dalam proses pada saat siswa belajar tentang keadaan masa lalu, guna
untuk kepentingan yang akan datang. Pembelajaran sejarah merupakan mata
pelajaran yang menanamkan pengetahuan dan nilai-nilai mengenai proses
perubahan dan perkembangan masyarakat yang ada di Indonesia maupun
dunia dari masa lampau hingga sekarang. Pembelajaran merupakan kegiatan
proses pembelajaran tentang kehidupan yang ada dimasa lalu.

a. Fungsi Pembelajaran Sejarah

Kartodirjo (Haryono, 1995: 191-192) menjelaskan fungsi


pembelajaran sejarah adalah untuk mengembangkan kepribadian serta
peserta didik terutama dalam hal:

1. Membangkitkan perhatian serta minat kepada sejarah


masyarakatnya sebagai satu kesatuan komunitas.
2. Mendapat inspirasi dari cerita sejarah, baik dari yang kisah-kisah
kepahlawanan maupun peristiwa-peristiwa yang merupakan
tragedi nasional untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.
3. Memupuk kebiasan berfikir secara kontekstual, terutama dalam
meruang dan mewaktu,tanpa menghilang hakekat perubahan yang
terjadi dalam proses sosio kultural.
4. Tidak mudah terjebak pada opini, karena dalam berfikir lebih
mengutamakan sikap kritis dan rasional dengan dukungan dan
fakta yang benar.
5. Menghormati dan memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan.

Fungsi pembelajaran sejarah pada hakikatnya untuk meningkatkan


pengertian atau pemahaman yang mendalaam dan lebih baik tentang masa
lampau dan juga masa sekarang dalam interelasinya antara masa sekarang
dengan masa lampau. Karena ada dua sifat ganda sejarah ialah yang di
ungkapkan sebagai berikut: “belajar dari sejarah tidak hanya belajar melalui
satu kali proses”. Untuk mempelajari masa sekarang melalui sorotan tinjauan
masa sekarang.

2.2 Penelitian Yang Relevan


Dalam penelitian ini, penulis mengacu pada penelitian terdahulu yang
relevan dengan penelitian yang akan dilaksanakan saat ini. Menurut Erna
Tutik Yustiani (2011: 8) Problem Based Learning (PBL) adalah salah satu
model pembelajaran yang berorientasi pada penyelesaian masalah (problem
solving) dan dikembangkan dengan memanfaatkan teori-teori dari John
Dewey. Menurut Arends dengan Problem Based Learning (PBL) yaitu
merupakan salah satu model pembelajaran yang digunakan untuk
meningkatkan derajat berfikir ketingkat lebih tinggi dan berorientasi pada
masalah. Dari beberapa teori tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa
Problem Based Learning (PBL) mempunyai pengertian membantu peserta
didik untuk mengembangkan ketrampilan berfikir dan ketrampilan mengatasi
masalah, mempelajari peran-peran orang dewasa dan menjadikan pelajar yang
mandiri.
2.3 Kerangka Berpikir
Kerangka pikir pada proposal ini yaitu berdasarkan kajian pustaka yang
menjadi landasan pemikiran dalam menganalisis PTK ini yaitu upaya
meningkatkan motivasi belajar siswa. Pada kenyataannya hasil belajar siswa
rendah karena disebabkan oleh dua faktor yaitu faktor guru dan faktor siswa.
Faktor dari guru yaitu penerapan metode pembelajaran yang kurang maksimal
dan cenderung menggunakan metode ceramah yang tidak interaktif dan kurang
memotivasi siswa pada saat pembelajaran. Sedangkan faktor dari siswa yaitu
dilihat dari siswa kurang berani mengemukakan pendapatnya dan siswa
kurang mampu mengembangkan daya pikirnya dan cenderung pasif dalam
menerima mata pelajaran.

2.4 Hipotesis Tindakan


Berdasarkan kerangka berpikir diatas, maka dapat dikemukakan hipotesis
tindakan ini sebagai berikut: Penerapan model problem based learning dalam
pembelajaran sejarah dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik kelas
X IPA 1 di SMA Negeri Benlutu.
BAB III

METODE PENELITIAN
3.1 Jenis Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan yang dilakukan di kelas
dengan tujuan meningkatkan motivasi belajar sejarah. Penelitian tindakan kelas
ini dilaksanakan denga menggunakan jenis penelitian kualitatif untuk
menganalisis masalah yang diambil oleh peneliti.

3.2 Waktu dan Tempat Penelitian


Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2023-2024
yang dilakukan selama 1 minggu dan penelitian dilakukan secara tatap muka
atau luring di SMA Negeri Benlutu.

3.3 Subjek Penelitian


Subjek penelitian tindakan kelas ini adalah peserta didik kelas X IPS 1
dengan jumlah 28 peserta didik.

3.4 Teknik pengumpulan data


Pengumpulan data dalam PTK seperti pada umumnya suatu penelitian
adalah dengan menggunakan instrumen. Instrumen memegang peranan yang
sangat strategis dan penting dalam menentukan kualitas suatu penelitian,
karena validitas data yang diperoleh akan sangat menentukan mutu instrumen
yang digunakan. Pengambillan data dilakukan dengan wawancara, observasi.

1. Wawancara
Kunandar (2011: 157) menyatakan bahwa wawancara merupakan
pertanyaan – pertanyaan yang diajukan secara verbal kepada orang- orang
yang dianggap dapat memberikan informasi atau penjelasan dalam
permasalahan penelitian tindakan kelas.
2. Observasi
Observasi dilakukan dengan mengamati secara langsung kondisi dan
peristiwa yang terjadi saat penelitian. Pengamatan dilakukan saat peneliti
melakukan kegiatan pembelajaran yang dibantu oleh guru kelas X sebagai
observer. Dan peneliti sendiri mengamati perilaku siswa di dalam dan di
luar kelas.

3.5 Teknik Analisis Data


Teknik Analisis Data Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini
adalah kualitatif yang salah satu modelnya adalah teknik analisis interaktif
yang dikembangkan oleh Miles Huberman (1984) dalam Kunandar (2011:102).
Analisis interaktif terdiri dari 3 komponen yaitu reduksi data, beberan (display)
data, dan penarikan kesimpulan.

1. Reduksi Data

Reduksi data adalah langkah pertama dalam proses analisis yang


merupakan proses seleksi, menentukan fokus, menyederhanakan,
meringkas, dan mengubah bentuk data mentah yang ada dalam catatan
lapangan. Pada tahap ini peneliti menyeleksi dan merangkum data yang
diperoleh berdasarkan fokus kategori maupun pokok permasalahan
tertentu yang telah ditetapkan dan dirumuskan. Selain itu data juga disusun
sesuai dengan kebutuhan sehingga setelah dilakukan reduksi data, semua
data yang relevan sudah tersusun dan terorganisir sesuai dengan kebutuhan
untuk tahap selanjutnya.

2. Penyajian Data
Pada langkah ini peneliti berusaha menyusun data yang relevan
sehingga menjadi informasi yang dapat disimpulkan dan memiliki makna
tertentu. Dengan cara menampilkan data dan membuat hubungan antara
variabel peneliti dengan apa yang terjadi dan apa yang perlu
ditindaklanjuti untuk mencapai tujuan penelitian.
3. Penarikan Kesimpulan
Dari hasil reduksi dan penyajian data, peneliti dapat memahami secara
mendalam hasil data yang diperoleh dan berdasarkan dari data itulah
peneliti akan mengambil kesimpulan penelitian dengan menjawab
permasalahan – permasalahan yang diajukan dengan data dan bukti – bukti
empiris yang telah terkumpul. Setelah dibuat kesimpulan, data perlu untuk
diverifikasikan agar hasil penelitian menjadi mantap dan benar - benar
dapat dipertanggung jawabkan. Verifikasi sendiri merupakan aktivitas
pengulangan dalam rangka pemantapan dan penelusuran data kembali
secara tepat.
DAFTAR PUSTAKA

Rahman, S. (2022, January). Pentingnya motivasi belajar dalam meningkatkan


hasil belajar. In Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Dasar.

Wahyuni, E. N. (2020). Motivasi belajar.

Palittin, I. D., Wolo, W., & Purwanty, R. (2019). Hubungan motivasi belajar
dengan hasil belajar siswa. Magistra: Jurnal Keguruan dan Ilmu
Pendidikan, 6(2), 101-109.

Hamdu, G., & Agustina, L. (2011). Pengaruh motivasi belajar siswa terhadap
prestasi belajar IPA di sekolah dasar. Jurnal penelitian pendidikan, 12(1),
90-96.

Wood, D. F. (2003). Problem based learning. Bmj, 326(7384), 328-330.

Hmelo-Silver, C. E. (2004). Problem-based learning: What and how do students


learn?. Educational psychology review, 16, 235-266.

[Link]: Media Didaktika Jurnal Ilmiah Pendidikan dan


Pembelajaran

Hapsari, ratna, [Link]. Sejarah kurikulum merdeka. Jakarta : Erlangga

Sirnayatin, T. A. (2017). Membangun Karakter Bangsa Melalui Pembelajaran


Sejarah. SAP (Susunan Artikel Pendidikan), 1(3).

Ma’mur, T. (2008). Upaya meningkatkan kualitas pembelajaran sejarah melalui


historical thinking. Bandung: Jurusan Pendidikan Sejarah FPIPS UPI

Matondang, A. (2018). Pengaruh Antara Minat Dan Motivasi Dengan Prestasi


Belajar. Bahastra: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 2(2),
24-32
Laia, B. (2018). Kontribusi Motivasi Dan Minat Belajar Terhadap Kemampuan
Berbicara Bahasa Inggris Mahasiswa Program Studi Bimbingan Konseling
Stkip Nias Selatan. Jurnal Education and Development, 6(1), 70-70..

Surati, S., & Saring Marsudi, S. H. (2013). Penerapan Pembelajaran CTL Untuk
Meningkatkan Motivasi Belajar Matematika Pada Siswa Kelas V SDN 04
Sewurejo, Mojogedang, Karanganyar Tahun Pelajaran
2012/2013 (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta)..

See, S. (2016). Hubungan Antara Motivasi Siswa Dan Efektivitas Proses


Pembelajaran Pada Mata Pelajaran IPS Kelas IX Di SMP Katolik St.
Theresia Kupang. Ekspektasi: Jurnal Pendidikan Ekonomi, 1(2), 102-107.

Rapi, M., & Ruhaya, B. (2014). Pemanfaatan Media Pembelajaran Visual Dalam
Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Fikih
Kelas IA Mi Al-Abrar Makassar. Auladuna: Jurnal Pendidikan Dasar
Islam, 1(1), 56-67.

Krisna, E. D., Sudiarta, I. G. P., & Suweken, G. (2013). Pengaruh Model


Pembelajaran Berbasis Masalah Berbantuan Pertanyaan Metakognitif
Terhadap Prestasi Belajar Matematika Siswa Ditinjau Dari Motivasi
Berprestasi. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika
Indonesia, 2(2).

Pulungan, S. A. (2017). Pengembangan Perangkat Pembelajaran Model Problem


Based Learning Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Dan
Disposisi Matematis Siswa Smp Negeri 17 Medan (Doctoral dissertation,
UNIMED).

Padang, I. B. Pengembangan LKPD Berbasis Problem Based Learning Pada


Materi Gelombang Elektromagnetik Untuk Peserta Didik Kelas X
SMA/MA.

Kollo, E., & Kollo, F. L. (2016). OPTIMALISASI MODEL


PEMBELAJARANPROBLEM BASED LEARNING DALAM
MENINGKATKAN POLA PIKIR SISWA YANG BERBASIS
KEARIFAN LOKAL.

DI, P. S. I. K. X., & SUMOBITO, S. A. H. PENGEMBANGAN MULTIMEDIA


INTERAKTIF MATERI TEORI MASUK DAN BERKEMBANGKNYA
KEBUDAYAAN HINDU BUDDHA DI INDONESIA PADA MATA.

Rifai, A. (2023). PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN AUDIO VISUAL


GUNA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI
SEJARAH PROKLAMASI KEMERDEKAAN INDONESIA DI KELAS VII
SMP LABORATORIUM KOTA JAMBI TA. 2022/2023 (Doctoral
dissertation, Universitas Batanghari Jambi).

Nurhayati, C. T., & Saring Marsudi, S. H. (2015). Peningkatan Motivasi Dan


Hasil Belajar Melalui Strategi Index Card Match Pada Tema Organ
Tubuh Manusia Dan Hewan Siswa Kelas V SD Negeri 01 Gebyog
Mojogedang Karanganyar Tahun Ajaran 2014/2015 (Doctoral
dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta)

Yuniartanti, A. (2012). Upaya Peningkatan Keterampilan Menulis Paragraf


Narasi Melalui Metode Journalist’s Questions Pada Siswa Kelas V SD
Negeri I Delanggu Tahun Pelajaran 2011/2012 (Doctoral dissertation,
Universitas Muhammadiyah Surakarta)..

Anda mungkin juga menyukai