0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan12 halaman

Penyuluhan Kesehatan DBD di Kenjeran

Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan12 halaman

Penyuluhan Kesehatan DBD di Kenjeran

Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SATUAN ACARA PELAKSANAAN KEGIATAN

PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG DEMAM BERDARAH


DENGUE (DBD) DI WILAYAH RW 2 KELURAHAN KENJERAN
KECAMATAN BULAK SURABAYA

Oleh :

GERBONG I

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN HANG TUAH
SURABAYA
2018
LEMBAR PENGESAHAN

SATUAN ACARA PELAKSANAAN KEGIATAN

PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG DEMAM BERDARAH


DENGUE (DBD) DI WILAYAH RW 2 KELURAHAN KENJERAN
KECAMATAN BULAK SURABAYA

Surabaya, Oktober 2018

Mengetahui,

Pembimbing Institusi I Pembimbing Institusi II

(Lela Nurlela, [Link].,Ns.,[Link]) (Yoga Kertapati,[Link].,Ns.,[Link].,[Link])


NIP.03.021 NIP 03.042
SATUAN ACARA PELAKSANAAN KEGIATAN

PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG DEMAM


BERDARAH DENGUE DI WILAYAH RW 02
KELURAHAN KENJERAN KECAMATAN BULAK
SURABAYA

Pokok Bahasan : DBD (Demam Berdarah Dengue)


Sub Pokok Bahasan : Waspada DBD (Demam Berdarah Dengue)
Sasaran : Warga di Wilayah RW 02 Kelurahan Kenjeran
Waktu : 30 Menit
Tanggal : 27 Oktober 2018
Tempat : Balai RW 02 Kelurahan Kenjeran

I. Latar Belakang
Banyak masalah yang timbul bagi masyarakat dikarenakan masalah
kebersihan lingkungan. Salah masalah yang terjadi adalah penyakit Demam
berdarah Dengue (DBD). Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit
yang penyebarannya cepat yaitu melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti
(Ernawati, 2018). Dengan hal ini maka menjaga kebersihan lingkungan sangat
penting agar terhindar dari segala penyakit, contohnya penyakit DBD.
Angka kejadian penyakit Demam berdarah Dengue (DBD) di seluruh dunia
menurut WHO (2011) melaporkan bahwa setiap tahunnya 50 juta penduduk
dunia terinfeksi virus dengue dan 2, 5% dari mereka meninggal dunia. Di
Indonesia adalah tempat yang sangat sesuai dengan tempat hidup nyamuk Aedes
Aegypti dikarenakan memiliki iklim tropis atau pun sub tropis. (Johansson dkk,
2010). DBD merupakan masalah kesehatan yang masih sulit ditanggulangi di
Jakarta. DKI Jakarta selalu menduduki angka insiden DBD tertinggi pada kurun
2005-2009 (Surveilans Epidemiologi Kementrian Kesehatan RI, 2010). Terdapat
12.254 kasus DBD dengan 7 di antaranya meninggal dunia (Depkes, 2013).
Jakarta Timur merupakan area yang memiliki insiden tertinggi DBD (Depkes,
2013). Angka insiden DBD di wilayah Jakarta Timur adalah 134 per 100.000
penduduk, dengan angka mortilitas tertinggi yaitu 0, 08% dan kematian 3 orang
(Depkes, 2013). Berdasarkan hasil observasi yang dilaksanakan pada tanggal 15-
20 Oktober 2018 pada RW 02 dengan jumlah 5 RT dan sebanyak 287 warga yang
menempati wilayah RW 02 memiliki area yang padat penduduk. Dimana,
penduduk yang banyak dan memiliki permasalahan lingkungan seperti membuang
sampah sembarangan, arus air pembuangan yang menyumbat dikarenakan banyak
sampah yang menumpukserta tidak menjaga kebersihan lingkungan sehingga
banyak nyamuk yang mengelilingi area tersebut (Ernawati, 2018).
Sulitnya menurunkan insiden DBD di wilayah RW 02 merupakan tantangan
sendiri bagi semua warga disekitar wilayah tersebut. Hal ini perlu dikaji lebih
jauh, mengingat sudah adanya program kader Jumantik. Dikarenakan banyaknya
nyamuk yang berada di lingkungan menjadi tanda tanya besar dan sesungguhnya
bagaimana praktik pencegahan DBD yang berjalan di wilayah RW 02. Upaya
pengendalian virus Dengue melalui gerakan kerja bakti bersama ini membutuhkan
ketekunan, motivasi, dan partisipasi dari masyarakat semua demi membereskan
jentik-jentik nyamuk di wilayah RW 02.

II. Tujuan
a. Tujuan Intrusional Umum (TIU)
Setelah di lakukan penyuluhan diharapkan warga mengetahui
pencegahan demam berdarah (DBD)
b. Tujuan Intruksional Khusus (TIK)
Setelah diberikan penyuluhan selama 30 menit, diharapkan pasien dapat :
1. Menjelaskan tentang definisi DBD (Demam Berdarah Dengue)
2. Menjelaskan penyebab DBD (Demam Berdarah Dengue)
3. Menjelaskan tanda dan gejala serta tanda bahaya DBD (Demam Berdarah
Dengue)
4. Menjelaskan tanda bahaya DBD (Demam Berdarah Dengue)
5. Menjelaskan Penanganan DBD (Demam Berdarah Dengue)
6. Menerapkan cara pencegahan DBD (Demam Berdarah Dengue)

III. Sasaran
Warga di wilayah RW 02 Kelurahan Kenjeran Surabaya
IV. Metode Penyuluhan
1. Ceramah
2. Diskusi
3. Tanya jawab

V. Media
Leaflet

VI. Materi Penyuluhan


(terlampir)

VII. Kegiatan Penyuluhan

No. Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Klien

1 5 Menit Pembukaan :
a. Memberi Salam Menjawab salam
b. Menjelaskan tujuan penyuluhan Mendengarkan
c. Menyebutkan materi atau pokok dan
pembahasan yang akan disampaikan Memperhatikan
2 10 Menit Pelaksanaan :
Menjelaskan materi penyuluhan secara Menyimak dan
berurutan dan teratur. Memperhatikan
Materi :
1. Menjelaskan tentang definisi DBD
(Demam Berdarah Dengue)
2. Menjelaskan penyebab DBD (Demam
Berdarah Dengue)
3. Menjelaskan tanda dan gejala serta
tanda bahaya DBD (Demam Berdarah
Dengue)
4. Menjelaskan tanda bahaya DBD
(Demam Berdarah Dengue)
5. Menjelaskan Penanganan DBD
(Demam Berdarah Dengue)
6. Menerapkan cara pencegahan DBD
(Demam Berdarah Dengue)
3 10 Menit Evaluasi :
a. Memberikan kesempatan kepada Merespon dan
peserta untuk bertanya bertanya
b. Memberikan kesempatan kepada
peserta untuk menjawab pertanyaan Merespon dan
yang dilontarkan . menjawab
pertanyaan

4 5 Menit Penutup :
a. Menyimpulkan materi yang telah Menyimak
disampaikan
b. Menyampaikan terimakasih atas
perhatian dan waktu yang telah
diberikan pada penyuluh
c. Menyampaikan maaf apabila dalam
menyampaikan penyuluhan ada
kesalahan.
d. Mengucapkan salam penutup. Menjawab salam

VIII. Setting Tempat


Keterangan :

: Penyaji
: Moderator
: Fasilitator
: Observer
: Dokumentasi
: Peserta

IX. Pengorganisasian
1. Moderator : Riza Agustin
2. Penyaji : Arif Budi Setyawan
3. Observer : Niluh Ayu Yolanda B.
4. Fasilitator : Tiara Galang Dewanti, Selviana Dwi S.
5. Dokumentasi : Melani Sita Dewi
6. Pembimbing : 1. Lela Nurlela, [Link].,Ns.,[Link]
2. Yoga Kertapati,[Link].,Ns.,[Link].,[Link]
MATERI PENYULUHAN
DBD (Demam Berdarah Dengue)

A. Definisi Demam Berdarah Dengue (DBD)


Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang menimbulkan
masalah bagi masyarakat. Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit
yang disebabkan oleh virus dengue yang dapat menyerang pada anak dan dewasa
dengan gejala utama demam, nyeri otot dan sendi yang biasanya memburuk
setelah dua hari pertama (Kristina dkk, 2004).

B. Penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD)


Penyebab Demam Berdarah Dengue adalah karena adanya virus dengue dan
ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypty. Meskipun dapat juga
ditularkan oleh Aedes Albopictus yang biasanya hidup di kebun-kebun. DBD ini
banyak di temukan dii daerah tropis yang curah hujannya cukup tinggi. Sebab
nyamuk akan mudah berkembang biak di daerah yang tergenang air. Umumnya
sering terjadi di daerah Asia Tenggara, khususnya Indonesia yang saat ini menjadi
masalah utama di negeri kita ini. (Johansson dkk, 2010).

C. Ciri-ciri nyamuk Aedes Aegypty


Menurut Candra (2010) Tujuan ciri - ciri nyamuk Aedes Aegypty sebagai
berikut :
1. Warna hitam dengan belang-belang putih di seluruh badannya
2. Biasanya menggigit pada siang hari dan sore hari
3. Hidup dan berkembang biak di dalam rumah (bak mandi, kaleng bekas,
kolam ikan, ban bekas, pot tanaman air, tempat minuman hewan)
4. Senang hinggap pada pakaian yang bergantung,kelambu dan ditempat yang
gelap dan lembab.
5. Jentik nyamuk berperan aktif di dalam bak air
6. Posisi jentik nyamuk tegak lurus dengan permukaan air 8. Gerakan jentik
nyamuk naik turun ke atas pemukaan air untuk bernafas
D. Tanda dan Gejala DBD (Demam Berdarah Dengue)
Menurut Ariadata (2013), tanda dan gejala yang timbul pada penyakit DBD
ialah sebagai berikut :
1. Demam tinggi 2-7 hari disertai menggigil. kurang nafsu makan, nyeri pada
persendiaan, serta sakit kepala
2. Pendarahan dibawah kulit berupa : Bintik-bintik merah pada kulit, mimisan,
gusi berdarah, muntah darah dan BAB berdarah
3. Nyeri perut (ulu hati) tapi tidak ada gejala kuning
4. Mual dan muntah
5. Terjadi syok atau pingsan pada hari ke 3-7 secara berulang-ulang. Dengan
tanda syok yaitu lemah, kulit dingin, basah dan tidak sadar.

E. Tanda Bahaya DBD (Demam Berdarah Dengue)


Tanda bahaya atau gejala yang berkelanjutan pada penyakit DBD, antara lain
ialah :
1. Perdarahan gusi
2. Muntah darah
3. Penderita tidak sadar
4. Denyut nadi tidak teraba.
5. Segara periksakan diri ke RS atau sarana pelayanan kesehatan terdekat.

F. Penanganan DBD Saat Berada di Rumah


Masaiya (2015) mengungkapkan beberapa poin positif jika lingkungan sekitar
kita bersih selain hidup sehat :
1) Beri penderita minum air yang banyak (air masak, teh, susu atau minuman
lainnya)
2) Cepat bawa ke dokter, puskesmas atau langsung ke rumah sakit apabila
penderita tampak gelisah, lemah, kaki dan tangan dingin, bibir pucat dan
denyut nadi lemah.
G. Cara Pencegahan DBD (Demam Berdarah Dengue)
Beberapa cara pencegahan yang dapat dilakukan menurut Candra (2010)
untuk menghindari terjadinya DBD antara lain :
1. Memelihara lingkungan tetap bersih dan cukup sinar matahari.
2. Melakukan pemberantasan sarang nyamuk, dengan cara : 4 M PLUS
a. MENGURAS : Wadah air yang terdapat di dalam bangunan seperti
bakmandi, ember vas bunga, tempat penampung air kulkas agar telur dan
jentik aedes mati.
b. MENUTUP : Menutup rapat semua wadah air agar nyamuk aedes tidak
dapat masuk dan bertelur.
c. MENGUBUR : Semua barang bekas yang ada disekitar rumah yang
dapat menampung air hujan seperti ban bekas, kaleng bekas dll, agar
tidak menjadi tempat bersarangnya nyamuk.
d. MEMANTAU : Semua wadah air yang berpotensi sebagai tempat
pembiakan nyamuk aedes. Dengan jangan menggantung baju,
membubuhkan larvasida, dan tidur menggunakan kelambu.

Lakukan 4 m plus secara rutin seminggu sekali berantas nyamuk aedes aegypti :
a. Menyemprot nyamuk dengan zat kimia
b. Lakukan pengasapan
c. Menaburkan serbuk ABATE
d. Memberikan ikan capung pada tempat penampungan air.
DAFTAR PUSTAKA

Candra. 2010. Demam Berdarah Dengue: Epidemiologi, Patogenesis, dan Faktor


Risiko Penularan. Jurnal Online.
[Link]
Berdarah Dengue. Disertasi pada Minggu, 21 Oktober 2018.

Ernawati. 2018. Gambaran Praktik Pencegahan Demam Berdarah Dengue (Dbd)


di Wilayah Endemik DBD. Jounal Online. Disertasi pada Minggu, 21
Oktober 2018.

Johansson M.A., Dominici F., Glass, G.E. Local and Global Effect of Climate on
Dengue Transmission in Puerto Rico. PLoS Neglected Tropical

Krisnawati, dkk. 2014. Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD). Journal


Online. Disertasi pada Minggu, 21 Oktober 2018.

Ariadata. 2013. Demam Berdarah Dengue (DBD). Jurnal Online.


[Link]
ppid=245&fname=[Link]. Disertasi pada Minggu, 21 Oktober 2018.
DAFTAR HADIR PENYULUHAN
DBD (Demam Berdarah Dengue)
N TANDA
NAMA PESERTA ALAMAT
O TANGAN
1

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

Anda mungkin juga menyukai