SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)
PENTINGNYA PEMBERIAN IMUNISASI PADA BAYI
Disusun oleh:
Aisha Sukma Aulia P17324223002
Ulima Anggieta Suci P17324223039
Jovita Octafinna P17324223013
PROGRAM STUDI KEBIDANAN BOGOR
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES BANDUNG
TAHUN AJARAN 2025
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)
PENTINGNYA IMUNISASI PADA NEONATUS
Topik : Asuhan Pada Bayi
Sub Topik : Pentingnya Pemberian Imunisasi Pada Bayi
Sasaran : Ibu Hamil ,Ibu Menyusui beserta anggota keluarganya dan masyarakat
Waktu : 09.35-10.00 WIB
Hari /Tanggal : 23 Mei 2025
Tempat : Posyandu
Penyuluh :
- Aisha Sukma Aulia
- Ulima Anggieta Suci
- Jovita Octafinna
A. TUJUAN
1. Tujuan Umum
Setelah dilakukan penyuluhan tentang “Pentingya Pemberian Imunisasi Pada Bayi”
diharapkan para peserta dapat meningkat pengetahuan,pemahaman dan kesadaran
masyarakat tentang Pentingnya Imunisasi bagi Kesehatan Bayi.
2. Tujuan Khusus
Setelah mengikuti penyuluhan, peserta diharapkan dapat:
a. Para Peserta mampu Memahami apa itu imunisasi dan bagaimana cara kerjanya
b. Para Peserta mampu Menyebutkan Jenis-Jenis Imunisasi dasar yang wajib diberikan
pada bayi sesuai dengan program pemerintah
c. Para Peserta mampu Mengetahui Manfaat Imunisasi bagi Kesehatan Bayi dan
Masyarakat.
d. Para Peserta mampu Memahami Jadwal Imunisasi yang direkomendasikan.
e. Para Peserta mampu Mengidentifikasi Efek Samping Imunisasi yang umum terjadi dan
cara penanganannya.
f. Para Peserta mampu Membedakan antara mitos dan fakta terkait imunisasi, serta
memahami pentingnya informasi yang akurat.
g. Para Peserta mampu Meningkatkan motivasi untuk membawa bayi mereka
mendapatkan imunisasi lengkap sesuai jadwal.
B. METODE
Metode yang digunakan adalah ceramah dan tanya jawab
C. MEDIA
1. Leaflet
2. KIA
D. MATERI
Adapun materi yang akan disampaikan yaitu:
1. Pengertian Imunisasi
2. Jenis- Jenis Imunisasi Wajib
3. Manfaat Imunisasi
4. Jadwal Imunisasi
5. Efek Samping dan Penanganannya
6. Mitos dan Fakta Seputar Imunisasi
E. KEGIATAN PENYULUHAN
No Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Peserta
1. Pembukaan Pembukaan : Menjawab dengan
(4 menit) ● Mengucapkan salam dan seksama dan
terimakasih atas kedatangan para mendengarkan
peserta materi dengan
● Memperkenalkan diri dan antusias
menjelaskan tujuan penyuluhan
● Menyebutkan materi yang akan
disampaikan
● Menyampaikan kontrak waktu
● Menanyakan kesiapan peserta
2. Pelaksanaan Penatalaksanaan : - Mendegarkan
Kegiatan ● Menjelaskan materi penyuluhan dan
Penyuluhan secara sistematis dan jelas, memperhatikan
(10 menit) menggunakan bahasa yang mudah penjelasan
dipahami - Mencatat hal-
● Menggunakan media penyuluhan hal penting.
secara efektif.
3. Penutup Penutup : Para peserta
(7 menit) ● Membuka sesi diskusi dan tanya Mengajukan
jawab kepada para peserta jika ada pertanyaan terkait
yang belum dimengerti materi penyuluhan.
● Memberikan pesan-pesan penting
tentang imunisasi. Menyimak jawaban
● Memberi salam dan meminta dan penjelasan dari
maaf bila ada kesalahan penyuluh dan
peserta lain.
Menerima pesan-
pesan penting dan
Mengucapkan
terima kasih.
F. EVALUSI
1. Evaluasi Proses
a. Mengamati partisipasi peserta selama penyuluhan (keaktifan bertanya, berdiskusi,
dan memberikan umpan balik).
b. SAP selesai sebelum acara dimulai
c. Semua logistic telah tersedia
2. Evaluasi Hasil
Memberikan pertanyaan lisan untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta
tentang imunisasi sebelum dan sesudah penyuluhan. Selain itu diadakan pula doorprize
bagi peserta yang bisa menjawab pertanyaan yang di ajukan. Pertanyaan yang diberikan
sebagai berikut:
a. Imunisasi apa sih yang menimbulkan bisul kecil?
b. Kapan sih kita harus ke dokter?
c. Imunisasi DPT untuk mencegah penyakit apa?
G. LAMPIRAN MATERI
1. Pengertian Imunisasi
Imunisasi adalah Proses pemberian vaksin untuk merangsang sistem kekebalan
tubuh bayi agar membentuk antibodi terhadap penyakit tertentu. Imunisasi merupakan
salah satu cara yang efektif untuk mencegah penularan penyakit dan upaya menurunkan
angka kesakitan dan kematian pada bayi dan balita (Mardianti & Farida, 2020).
Pentingnya imunisasi: Imunisasi adalah cara paling efektif untuk mencegah penyakit
menular yang berbahaya dan berpotensi menyebabkan cacat atau kematian pada bayi
dan anak-anak.
2. Jenis – Jenis Imunisasi Dasar untuk Bayi
a. BCG (Bacillus Calmette-Guérin)
Mencegah penyakit Tuberkulosis (TBC) dan mencegah meningitis yang di
sebabkan oleh penyakit TB. Diberikan 1 kali sebelum bayi berusia 1 bulan di lengan
sebelah kanan.
Pemberian vaksin BCG perlu ditunda apabila bayi mengalami sejumlah kondisi
berikut:
1. Memiliki berat badan lahir rendah kurang dari 2,5 kg dan dalam kondisi yang
tidak sehat.
2. Telah mendapatkan vaksin lain dalam satu bulan terakhir.
3. Mengalami infeksi kulit.
4. Sedang mengalami demam atau sakit lainnya.
Efek samping:
a) Bisul di tempat penyuntikan, jangan di tekan ataupun di remas karena akan
sembuh dengan sendirinya
b) Sebagian bayi mengalami demam, jika >39 ℃ dan demam tidak turun sampai 3
hari maka periksakan ke dokter
b. Hepatitis B (HB)
Mencegah penyakit Hepatitis B yang dapat menyebabkan kerusakan hati.
Diberikan segera setelah lahir (dalam waktu 12 jam) setelah penyuntikan Vitamin
K 30 menit sebelumnya dan dilanjutkan dengan dosis berikutnya (tidak boleh telat).
Jika bayi dengan berat badan kurang dari 2000 gr maka tunda pemberian
HB0 sebaiknya ditunda hingga mencapai minimal 2000 gr atau usia bayi mencapai
1 bulan.
Efek Samping:
a) Demam, konsultasikan apakah boleh di berikan obat penurun panas
b) Timbul nyeri di area penyuntikan, kompres dengan handuk hangat.
c) Reaksi alergi seperti kejang, penurunan kesadaran, segera periksakan ke faskes
terdekat
c. Polio
Mencegah penyakit Polio yang dapat menyebabkan kelumpuhan permanen.
Diberikan dalam bentuk tetes (OPV) dan suntikan (IPV). Orang yang sebelumnya
mengalami alergi setelah pemberian vaksin polio dan mengalami demam sebaiknya
ditunda diberikan vaksin
Efek Samping:
a) Diare pada sebagian bayi
d. DPT ( Difteri, Pertusis, Tetanus)
Mencegah penyakit Difteri, Pertusis (batuk rejan), dan Tetanus. Diberikan dalam
bentuk suntikan kombinasi DPT-HB-Hib. Orang yang sedang demam, system imun
lemah atau auto imun tidak disarankan menerima vaksin dpt
Efek Samping :
a) Demam ringan
b) Rewel, bisa di susui
e. Campak
Mencegah penyakit Campak yang sangat menular. Diberikan pada usia 9 bulan.
Orang dengan autoimun, ibu hamil, tidak disarankan menerima vaksin ini
Efek Samping :
a) Ruam merah yang akan berkurang 2-3 hari
b) Demam ringan
3. Manfaat Imunisasi
a. Perlindungan Individu: Mencegah bayi dan anak-anak dari penyakit menular yang
berbahaya, mengurangi risiko komplikasi serius seperti cacat, kerusakan otak, atau
kematian.
b. Mengurangi Biaya Kesehatan: Imunisasi jauh lebih murah daripada biaya
pengobatan penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin.
c. Meningkatkan Kualitas Hidup: Anak-anak yang diimunisasi memiliki kesempatan
untuk tumbuh sehat dan produktif.
4. Jadwal Imunisasi Yang direkomendasikan
a. Lahir -1bulan: Hepatitis B (HB-0), BCG, Polio 1
b. 2 bulan: DPT-HB-Hib 1, Polio 2
c. 3 bulan: DPT-HB-Hib 2, Polio 3
d. 4 bulan : DPT-HB-Hib 3, Polio 4, Imunisasi Tambahan (Rotavirus, PCV, dll. sesuai
rekomendasi dokter)
e. 9 bulan : Campak
f. 18 bulan: DPT-HB-Hib Booster, Campak Booster
5. Mitos dan Fakta Seputar Imunisasi
a. Mitos : Bayi terlalu kecil untuk diimunisasi.
Fakta : Bayi justru sangat rentan terhadap penyakit menular dan perlu dilindungi
sejak dini melalui imunisasi.
b. Mitos : Kebersihan yang baik sudah cukup untuk melindungi anak dari penyakit
Fakta : Kebersihan penting, tetapi tidak dapat memberikan perlindungan lengkap
terhadap penyakit menular. Imunisasi adalah perlindungan yang paling efektif.
H. LAMPIRAN MEDIA