0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan13 halaman

Penyuluhan Diabetes Melitus Lansia Puskesmas

Diunggah oleh

Triajeng Julia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan13 halaman

Penyuluhan Diabetes Melitus Lansia Puskesmas

Diunggah oleh

Triajeng Julia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

TERAPI MODALITAS

PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG DIABETES MELITUS PADA LANSIA


DI PUSKEMAS TAWANGSARI MOJOKERTO
Dosen Pembimbing : Ns. Umi Azizah, [Link].,[Link]

Oleh :
1. Rada Pramesti Rigita N.C (202101109)
2. Diajeng Sava Rahmadea Zulfah (202101110)
3. Tri Ajeng Julia Rohmawati (202101111)
4. Catur Delshita Setya Dewi (202101112)
5. Andriannie Bastomi (202101113)
6. Vivi Aleyda Yahya (202101114)
7. Zafira Ayu Nugrahani (202101115)
8. Via Dwi Fatmasari (202101116)
9. Hilmiatun Nisa’ (202101118)
10. Lailatul Sufriyah (202101119)

FAKULTAS ILMU KESEHATAN


PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN
UNIVERSITAS BINA SEHAT PPNI MOJOKERTO
TAHUN AJARAN 2023/2024
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Diabetes Melitus adalah penyakit gangguan metabolik yang disebabkan oleh
gagalnya organ pankreas dalam memproduksi hormon insulin secara memadai.
Penyakit ini bisa dikatakan sebagai penyakit kronis karena dapat terjadi secara
menahun. Berdasarkan penyebabnya diabetes melitus di golongkan menjadi tiga jenis,
diantaranya diabetes melitus tipe 1, tipe 2 dan diabetes melitus gestasional (Kemenkes
RI, 2020). Diabetes melitus tipe 1 disebabkan karena reaksi autoimun yang
menyebabkan sistem kekebalan tubuh menyerang sel beta pada pankreas sehingga
tidak bisa memproduksi insulin sama sekali. Sedangkan diabetes melitus tipe 2 terjadi
karena akibat adanya resistensi insulin yang mana sel-sel dalam tubuh tidak mampu
merespon sepenuhnya insulin. Diabetes gestasional disebabkan karena naiknya
berbagai kadar hormon saat hamil yang bisa menghambat kerja insulin (International
Diabetes Federation, 2019). Maka dari itu, untuk mengetahui bahwa seseorang
mengidap penyakit diabetes melitus dapat ditegakkan melalui pemeriksan klinis
berupa pemeriksaan kadar gula darah.
Diabetes Melitus merupakan penyakit menahun (kronis) yang banyak terjadi
di seluruh dunia. Prevalensi orang dewasa mengalami peningkatan 8,5% (422 juta
orang) yang menderita Diabetes Melitus di dunia, dan sering terjadi di negara-negara
dengan status ekonomi menengah dan rendah (Safitri dkk., 2022). Organisasi
Internasional Diabetes Federation (IDF) tahun 2021, memperkirakan sekitar 536,6
juta orang yang terkena Diabetes di seluruh dunia, sedangkan Indonesia menempati
peringkat ke lima dengan jumlah 19,5 juta orang berusia 20-79 tahun. Menurut data
RISKESDES tahun 2018 prevalensi diabetes mellitus berdasarkan diagnosis dokter
menurut provinsi, mencapai 1.017.290 kasus di 34 profinsi. Mentri Kesehatan Nila F
Moeloek menyatakan di Jawa timur dalam 20 tahun terakhir penyakit diabetes
mellitus mengalami peningkatan sebesar 329,8%. Provinsi Jawa Timur menduduki
peringkat ke-6 dari 10 provinsi Indonesia untuk prevalensi diabetes tertinggi sebesar
2,1% yang lebih tinggi dari rata-rata prevalensi DM nasional sebesar 1,5%. Data
penderita Diabetes di wilayah kelolaan Puskesmas Tawangsari Kabupaten Mojokerto
didapatkan data dari bulan januari-juli terdapat total 1.105 penderita dengan jenis
kelamin laki-laki 531 dan perempuan 574.
Faktor-faktor yang berpengaruh sebagai penyebab diabetes melitus secara
garis besar dikelompokkan menjadi dua bagian yaitu faktor resiko yang dapat diubah
atau dimodifikasi dan faktor resiko yang tidak dapat di ubah . Faktor resiko yang
dapat diubah diantaranya adalah pola makan yang salah,aktifitas fisik kurang
gerak,obesitas, stress,dan pemakaian obat-obatan. Sedangkan faktor resiko yang tidak
dapat di ubah diantaranya adalah umur dan keturunan (Suiraoka, 2012).
Diabetes Mellitus (DM) memiliki dampak yang signifikan pada keluarga dan
komunitas. Secara ekonomi, diabetes dapat menjadi beban yang besar karena biaya
pengobatan dan perawatan yang berkelanjutan, seringkali menguras keuangan
keluarga. Secara psikologis, stres dan kecemasan yang dialami oleh penderita diabetes
dapat menyebar ke seluruh anggota keluarga, terutama mereka yang bertindak sebagai
pengasuh. Hal ini dapat mempengaruhi kesejahteraan mental dan kualitas hidup
mereka. Dari sisi sosial, diabetes dapat membatasi aktivitas sosial penderita, yang
pada gilirannya dapat mengisolasi mereka dari komunitas dan menurunkan partisipasi
keluarga dalam kegiatan sosial. Selain itu, gaya hidup yang tidak sehat yang
seringkali menjadi faktor risiko diabetes tipe 2 juga dapat diwariskan dalam keluarga,
meningkatkan risiko penyakit bagi anggota keluarga lainnya.
Mengatasi diabetes sangat penting karena dapat mencegah komplikasi serius
yang dapat membahayakan nyawa, seperti penyakit jantung, kerusakan ginjal, dan
kebutaan. Pengelolaan diabetes yang tepat juga berkontribusi pada peningkatan
kualitas hidup, memungkinkan individu tetap aktif dan produktif dalam kehidupan
sehari-hari. Selain itu, dengan mengendalikan diabetes, beban ekonomi pada keluarga
dan sistem kesehatan masyarakat dapat dikurangi, serta risiko penularan gaya hidup
tidak sehat kepada generasi berikutnya dapat diminimalisir. Oleh karena itu,
pengendalian diabetes tidak hanya penting untuk kesehatan individu tetapi juga untuk
kesejahteraan keluarga dan stabilitas sosial-ekonomi komunitas secara keseluruhan.
Upaya untuk mengatasi Diabetes Mellitus (DM) melibatkan berbagai
pendekatan, baik dari sisi individu maupun kebijakan pemerintah. Secara umum,
pengendalian diabetes melibatkan perubahan gaya hidup, seperti adopsi pola makan
sehat, peningkatan aktivitas fisik, dan manajemen berat badan. Penggunaan obat-
obatan dan pemantauan kadar gula darah secara rutin juga menjadi bagian penting
dalam pengelolaan diabetes. Di tingkat pemerintah, berbagai program telah
diluncurkan untuk mengurangi prevalensi diabetes dan komplikasinya. Salah satu
program yang signifikan adalah Program Pengelolaan Penyakit Kronis (PROLANIS),
yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan. Program ini bertujuan untuk mendorong
penderita diabetes, serta penyakit kronis lainnya, agar dapat mengelola kondisi
mereka secara lebih efektif melalui edukasi kesehatan, konsultasi medis rutin, dan
pemantauan kesehatan berkelanjutan. Selain itu, pemerintah juga gencar melakukan
kampanye edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya
pola hidup sehat sebagai langkah pencegahan diabetes. Upaya ini dilengkapi dengan
peningkatan akses terhadap layanan kesehatan, terutama di puskesmas dan fasilitas
kesehatan primer, agar deteksi dini dan penanganan diabetes dapat dilakukan dengan
lebih efektif. Melalui kombinasi antara upaya individu dan dukungan program
pemerintah, diharapkan angka kejadian diabetes dapat ditekan, serta kualitas hidup
penderita dapat ditingkatkan. Maka dari itu kelompok kami akan mengintervensikan
terapi komplementer Senam Kaki Diabetik.
1.2 Tujuan Umum
1.3 Setelah mengikuti praktik klinik Keperawatan Komunitas, mahasiswa mengetahui
pelaksanaan Program PTM (Diabetes Melitus).
1.4 Nama Kegiatan
“Penyuluhan Kesehatan Tentang Diabetes Melitus Pada Lansia Di Puskesmas
Tawangsari”
1.5 Tujuan Kegiatan
Kegiatan ini dilaksanakan untuk memberikan pengetahuan Tentang Diabetes Melitus
Bagi Lansia di Puskesmas Tawangsari
1.6 Deskripsi Kegiatan
Kegiatan dilaksanakan untuk memberikan tambahan pengetahuan Tentang Diabetes
Melitus Bagi Lansia Di Puskesmas Tawangsari
BAB II
TARGET DAN SOLUSI

Program ini selain memberikan pengetahuan juga untuk menggerakkan masyarakat dan kader
wilayah Kecamatan Tawangsari Kabupaten Mojokerto dalam berpartisipasi aktif dalam
Penyuluhan tentang diabetes Melitus. Dalam penggerakan masyarakat mempunyai solusi
berupa :
1) Leaflet,
2) Kader Peduli Kesehatan (DM)
3) Lembar Bolak Balik
BAB III
METODE PELAKSANAAN

Metode pelaksanaan dalam mengatasi permasalahan mitra di kedua wilayah kecamatan


tersebut adalah sebagai berikut :
1. Mengajukan surat perijinan kegiatan pada pihak kelurahan dan kecamatan
2. Mencari data dari puskesmas atau Rumah sakit terdekat untuk mengetahui keberadaan
pasien
3. Memberikan informasi kepada masyarakat umum untuk bisa mengetahui tentang
diabetes di Tawangsari
4. Memberikan penyuluhan kepada masyarakat secara umum baik melalui kegiatan
posyandu lansia
SATUAN ACARA PENYULUHAN

Pokok Bahasan : Terapi Modalitas Senam Kaki Diabetik


Sub Pokok Bahasan : Gambaran tentang Terapi Modalitas Senam Kaki Diabetik
1. Pengertian Senam Kaki Diabetik
2. Tujuan Senam Kaki Diabetik
3. Langkah-Langkah Senam Kaki Diabetik
Sasaran : Lansia di Tawangsari
Waktu : 20 menit (10:00 – 10:20 WIB)
Hari/tgl pelaksanaan :
Tempat :
Pelaksana : Mahasiswa UBS PPNI

A. Tujuan
1. Tujuan Umum
Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan diharapkan peserta mengetahui tentang
penatalaksanaan dirumah pasien diabetes melitus.
2. Tujuan Khusus
Setelah mengikuti penyuluhan diharapkan peserta akan mampu :
1) Mengetahui Pengertian Senam Kaki Diabetik
2) Mengetahui Tujuan Senam Kaki Diabetik
3) Mengetahui Langkah-Langkah Senam Kaki Diabetik
B. Pelaksanaan Kegiatan
1. Topik Pendahuluan
Penatalaksanaan dirumah pasien diabetes melitus
2. Sasaran
Pasien, keluarga, dan pengunjung yang berada di Puskesmas Tawangsari
3. Metode Penyuluhan
a. Ceramah
b. Diskusi dan Tanya jawab
c. Demonstrasi
4. Media
a. Leaflet
b. Laptop
c. LCD
5. Setting Tempat

C. Kegiatan Penyuluhan
No. Waktu Kegiatan penyuluhan Sasaran
1 5 menit Pembukaan 1. Menjawab salam
1. Mengucapkan salam 2. Mendengarkan dan
2. Memperkenalkan diri menyimak
3. Menyampaikan tentang 3. Bertanya mengenai
tujuan pokok materi perkenalan dan tujuan
4. Menyampaikan pokok jika ada yang kurang jelas
bahasan
5. Kontrak waktu
2 10 menit Pelaksanaan 1. Mendengarkan dan
1. Penyampaian materi menyimak
2. Menjelaskan Pengertian 2. Bertanya mengenai hal-hal
Senam Kaki Diabetik yang belum jelas dan
3. Menjelaskan Tujuan dimengerti
Senam Kaki Diabetik
4. Menjelaskan Langkah-
Langkah Senam Kaki
Diabetik
5. Tanya jawab
6. Memberikan kesempatan
pada peserta untuk bertanya
3 5 menit Penutup 1. Sasaran dapat menjawab
1. Melakukan evaluasi tentang pernyataan yang
2. Menyampaikan diajukan
kesimpulan materi 2. Mendengar
3. Mengakhiri pertemuan 3. Memperhatikan
4. Menjawab salam 4. Menjawab salam

D. Evaluasi
Pasien, Keluarga, Dan Pengunjung Yang Berada di Puskesmas Tawangsari
Diharapkan Mampu :
1. Menjelaskan Pengertian Senam Kaki Diabetik
2. Menjelaskan Tujuan Senam Kaki Diabetik
3. Menjelaskan Langkah-Langkah Senam Kaki Diabetik
Lampiran 1

APA ITU TERAPI SENAM KAKI DIABETIK


Senam kaki adalah kegiatan atau latihan yang dilakukan oleh pasien diabetes melitus untuk
mencegah terjadinya luka dan membantu melancarkan peredarah darah bagian kaki.

TUJUAN SENAM KAKI DIABETIK


a. Memperbaiki sirkulasi darah
b. Mencegah terjadinya kelainan bentuk kaki
c. Meningkatkan kekuatan otot betis dan paha
d. Mengatasi keterbatasan gerak sendi

LANGKAH-LANGKAH SENAM KAKI DIABETIK


1. Dengan tumit yang diletakkan di lantai, gerakan jari-jari kaki ke atas dan kebawah,
ulangi sebanyak 2 set x 10 repetisi.

2. Angkat telapak kaki kiri ke atas dengan bertumpu dengan tumit, lakukan gerakan
memutar keluar dengan pergerakan pada telapak kaki sebanyak 2 set x 10 repetisi,
lakukan gerakan bergantian pada kaki yang satunya.
3. Angkat kaki sejajar, gerakan kaki ke depan dan kebelakang sebanyak 2 set x 10
repitisi.

4. Angkat kaki sejajar gerakan telapak kaki ke depan dan ke belakang sebanyak 2 set x
10 repetisi.

5. Selanjutnya luruskan salah satu kaki dan angkat. Lalu putar kaki pada pergelangan
kaki, lakukan gerakan seperti menulis di udara dengan kaki dari angka 0 hingga 10
dilakukan secara bergantian.
6. Angkat kaki sejajar gerakan telapak kaki ke depan dan ke belakang sebanyak 2 set x
10 repetisi.

7. Selanjutnya luruskan salah satu kaki dan angkat. Lalu putar kaki pada pergelangan
kaki, lakukan gerakan seperti menulis di udara dengan kaki dari angka 0 hingga 10
dilakukan secara bergantian.

8. Letakkan selembar koran dilantai. Kemudian bentuk kertas koran tersebut menjadi
seperti bola dengan kedua belah kaki.
9. Lalu buka kembali bola tersebut menjadi lembaran seperti semula menggunakan
kedua belah kaki. Gerakan ini dilakukan hanya sekali saja.

Anda mungkin juga menyukai