Hukum Membuat Animasi Neraka Versi
AI
Akhir-Akhir ini bertebaran beberapa video yang muncul di media sosial yang dibuat
dengan teknologi AI dan bisa menghasilkan video dan gambar yang sangat mirip
sebagaimana aslinya.
Beberapa orang menyambutnya dengan positif karena bisa menggambarkan
momentum bersejarah yang telah terjadi semisal bisa menghidupkan animasi
gambar seseorang yang telah meninggal,zaman penjajahan bahkan zaman
kerajaan.
Namun, dengan seiring berjalannya waktu konten kreator yang terbiasa
bereksperimen menggunakan teknologi ini mulai lepas kendali sehingga ia
mencoba menggambarkan neraka melalui teknologi ini.
Akhirnya video yang ia buat alih-alih mendapat penilaian positif justru animasi
tentang neraka ini dinilai sebagai perbuatan yang dianggap merendahkan dan
mempermainkan ancaman Allah swt .
Semisal di video tersebut digambarkan orang yang masuk neraka yang mana ia
sama sekali tidak merasakan pedihnya siksa neraka dan dianggap tidak ada hal
yang ditakutkan di neraka itu.
Lantas apakah sikap tersebut bisa dibenarkan menurut pandangan ulama?
Menurut sebagian Ulama Al-Azhar menggambarkan suatu hal dengan menggunakan
animasi atau visual merupakan sesuatu yang tidak masalah sehingga untuk
menghukuminya tergantung motif penggambaran itu dibuat.
Mereka menyamakan status gambar visual ini laksana pisau yang memiliki sisi
manfaat dan bahaya tergantung ditangan siapa pisau itu digunakan.
Sehingga dalam masalah gambar yang dibuat AI pun jika motifnya baik seperti
menambah keyakinan dan kebenaran al-qur’an dan hadits maka boleh-boleh saja.
Sebaliknya jika motif menggambarkannya itu bertujuan untuk
merendahkan,meremehkan atau bahkan mengingkarinya maka hukumnya haram
bahkan bisa menjadi kufur.
وأما عن رأي علماء األزهر الشريف فى السينما فالذي أفهمه هو أنهم يعدون السينما سالحا ذا حدين
يحسن أحد الناس استخدامه فينفعون به األمة والوطن ويخدمون به الدين واألخالق الفاضلة فيكون فى
هذه الحالة خيرا وبركة ويسيئ بعض آخر من الناس استخدام هذا الصالح الخطير فيحرضون به على
الجريمة أو الرذيلة أو التحلل أو غير ذلك من وجوه االنحراف الحسي أو النفسي أو األخالقي أو اإلجتماعي
فيصبح هذا السالح بالء ووبآء ويسبب الكثير من العلل والباليا ونحن فى أشد الحاجة إلى االنتفاع بسالح
السينما فى خدمة الدين والقيم األخالقية والمبادئ الروحية وفى خدمة الروح الوطنية وفى خدمة األمة
بتعليمها وإرشادها إلى طرق العزة والكرامة
Artinya : Adapun pendapat dari Ulama Al-Azhar mengenai video visual mereka
menganggapnya seperti senjata yang memiliki dua sisi yaitu seseorang bisa
menggunakannya dengan kebaikan sehingga bisa bermanfa’at untuk umat dan
negara dan bisa membantu agama dan juga akhlak mulia maka dengan sisi
dampak ini gambar visual bisa menjadi kebaikan dan keberkahan.
Sebaliknya sebagian orang ada yang menggunakan gambar visual untuk keburukan
sehingga menjadikannya musibah dan masalah.(Yas’alunaka Fiddin juz I halalaman
644-645).
Pada dasarnya menggambarkan neraka menggunakan AI memang tidak masalah
namun jika gambar yang dibuat memberi kesan dan pemahaman seolah-olah di
neraka itu api tidak sepanas dengan yang disampaikan Al - Qur’an,siksaan
didalamnya pun tidak pedih,hal ini merupakan bentuk kabar kebohongan yang
dibuat buat tanpa ada dasar bukti apapun.
Sehingga dengan dampak yang dihasilkan dari video tersebut yang memunculkan
persepsi yang bertentangan dengan dalil yang ada tentang neraka,maka
menjadikan pembuatan konten tersebut dihukumi haram karena dampak buruk
yang ditimbulkannya dan juga berita bohong yang dibuat buat tanpa ada bukti
apapun.
أما إذاتضمن التمثيل سواء أكان سينمائيا أو مسرحيا إثارة للغرائر أو تهجما على العقائد أو تطاوال على
الفضائل أو تحبيبا فى الرذائل أو عرضا لما ال يجوز عرضه أو إبداؤه أو كشفه فإن التمثيل فى هذا الوضع
يكون حراما ألنه يؤدي إلى الفساد أو الشر وما يؤدي إلى الحرام فهو حرام أخذا بالمبدأ المعروف فى
.الدين وهو مبدأ سد الذرائع
Artinya : “Adapun jika suatu visual mengandung unsur penipuan,merusak
keyakinan,melebih lebihkan suatu keutamaan,mendorong pada keburukan maka
bentuk visual yang mengandung unsur ini hukumnya haram karena bisa
mendorong pada kerusakan atau keburukan.
sedangkan perkara yang bisa mendorong pada perkara haram maka bisa dihukumi
haram”.(Yas’alunaka Fiddin juz I halalaman 644-645).
Hal ini senada dengan salah satu kaidah fiqih yang berbunyi :
للوسائل حكم المقاصد
Artinya : “hukum suatu perantara tergantung dari tujuannya”.
Apalagi jika tujuan pembuatan video tersebut untuk meremehkan atau bahkan
mengingkari siksaan neraka bukan hanya dihukumi haram tapi bisa sampai
menyebabkan murtad
أو َش عاِئِر أو، أو َمالِئَكِتِه، أو ُر ُس ِلِه، أو ُكُتِبِه،أَّن ُكَّل َعْقٍد أو ِفْعٍل أو َقْوٍل َيُدُّل على اْس ِتهاَنٍة أو اْس ِتْخفاٍف ِباللِه
ُكْفٌر وَمْعِصَيٌة، أو َوِعيِدِه، أو َوْعِدِه، أو أْح كاِمِه،َمعاِلِم ِديِنِه
Artinya : “Segala keyakinan,perbuatan,dan ucapan yang menunjukan untuk
merendahkan dan mempermainkan allah,kitabnya,rosulnya,malaikatnya,simbol
simbolnya dan simbol agamanya ,hukum hukumnya ,ancaman dan janjinya itu bisa
menyebabkan kekufuran dan kemaksiatan”.(sulamuttaufiq hal 86).
Kesimpulannya membuat video yang menggambarkan bahwa siksa neraka itu tidak
pedih ,api neraka itu tidak panas hukumnya haram karena ada unsur kebohongan
dan juga bisa menimbulkan pemahaman yang salah tentang neraka,bahkan jika
ada unsur meremehkan dan merendahkannya bisa dihukumi murtad seseorang
yang membuat video tersebut.
Wallahu a’lam
Tian apriliana (pengajar di ponpes daarul haliim kab bandung barat dan peserta
menulis keislaman NU online 2025)