Uraian Tugas Bagian Teknis
1. Identitas Karyawan
a. Nama :
b. Unit Kerja : Bagian Teknis
c. Jabatan : Staff Teknis
d. Kualifikasi Ideal:
1. Laki – laki.
2. Usia minimal 30 tahun.
3. Minimal pendidikan S1 (diutamakan Sarjana Teknik Sipil / Bangunan / Arsitek)
4. Memiliki pengalaman minimal 3 tahun di bidang sejenis, diutamakan yang berkaitan
dengan pekerjaan teknis proyek.
5. Memahami pengetahuan tentang manajemen proyek.
6. Mampu menghitung, membaca dan menterjemahkan gambar konstruksi.
7. Memiliki kemampuan komunikasi tertulis dan lisan yang baik.
8. Mampu mengoperasikan computer Ms Office serta memahami dan membaca Auto
CAD / hal – hal yang berhubungan dengan Estimasi Project.
9. Mahir dalam planning, budgeting, monitoring, implementasi Proyek dan Project Scope
(ruang lingkup proyek)
10. Dapat bekerja dalam Tim.
11. Mampu beradaptasi dengan banyak tipe dan sifat orang termasuk perbedaan pada
aspek pendidikan, budaya, agama, usia, dan pengalaman kerja.
12. Inisiatif dan memiliki kemampuan mediasi.
13. Memiliki integritas, kepercayaan diri, disiplin, tegas dan teliti.
14. Memiliki wawasan yang baik tentang bisnis yang dijalankan Perusahaan (property).
15. Mampu menjaga rahasia perusahaan.
2. Tugas Pokok
Menjadi pelaksana teknis dari setiap proyek yang menjadi tanggung jawab perusahaan.
3. UraianTugas
a. Membina komunikasi dengan semua pihak terkait proyek dari awal perencanaan,
pelaksanaan sampai serah terima proyek. Komunikasi ini juga meliputi pemilihan material,
surat-menyurat, penyelesaian klaim dan sebagainya.
b. Secara organisatoris bertanggung jawab kepada direktur dan atau pemilik perusahaan dan
menjalin koordinasi sebaik-baiknya dengan divisi - divisi yang lain.
c. Bertanggungjawab pada pelaksanaan pembangunan proyek secara keseluruhan baik biaya,
waktu dan mutu.
d. Tugas Perencanaan.
1. Melakukan koordinasi dengan sub divisi konsultan gambar, kontraktor, dan pihak terkait
lainnya.
2. Menyusun perencanaan master plan proyek (gambar kerja, model rumah, desain, type,
luas, dsb).
3. Merencanakan “Time Schedule” pelaksanaan proyek.
4. Menyusun (SPK) Surat Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan dengan pihak ketiga
(kontraktor, dsb).
5. Menyusun (SPK) Surat Perjanjian Pembelian (barang, material).
6. Merencanakan pemakaian bahan dan alat dan pekerjaan instalasi untuk setiap proyek
sesuai dengan volume dan waktu penggunaannnya.
e. Tugas dan controlling pengarahan.
1. Instruksi-instruksi pekerjaan secara umum dapat diberikan secara lisan dan yang bersifat
khusus yaitu buku instruksi.
2. Bersifat mengarahkan agar hasil pekerjaan baik dan hasilnya sesuai dengan yang
diharapkan.
3. Ikut terlibat didalam kegiatan pengerjaan teknis oleh pihak ketiga (fungsi pengawasan:
waktu, kualitas, dsb) oleh pihak ketiga (KONTRAKTOR, PDAM, PLN, dsb).
4. Bersifat bimbingan untuk suatu pekerjaan yang perlu diperhatikan supaya tidak terjadi
kesalahan-kesalahan (mengenai peil bangunan dan sebagainya).
5. Melakukan instruksi perubahan pelaksanaan akibat kesalahan/ketidaksesuaian gambar
perencanaan.
6. Melakukan instruksi suatu pekerjaan terkait dengan target waktu tertentu (misalkan
disebabkan time schedule yang terlambat).
7. Lain-lain (misal: kebersihan proyek, cara penyimpanan/penumpukkan material yang
tidak pada tempatnya).
8. Membuat instruksi tertulis dan diparaf pelaksana atau sub kontraktor agar dapat
digunakan sebagai acuan untuk penge-check-an apakah insruksi sudah
dilaksanakan/belum, dan diberikan target waktu yang jelas.
9. Memeriksa seluruh pekerjaan yang telah dikerjakan apakah sesuai dengan
rencana/design yang dibuat/standard hasil teknis yang dituntut.
10. Menguasai keadaan seluruh bagian proyek, baik apa yang telah dikerjakan, akan
dikerjakan maupun keadaan material di proyek
11. Memperhatikan cara-cara kerja di lapangan apakah sesuai dengan persyaratan-
persyaratan yang dikehendaki (misal: cara pembuatan adukan, pembuatan bekisting,
pemasangan kabel, dan sebagainya).
12. Memberikan teguran-teguran atas kesalahan-kesalahan yang dikerjakan oleh pelaksana,
mandor, instalator dan sub kontraktor.
13. Melihat kemampuan mandor/wakil mandor dalam mengarahkan tukang/tenaga kerja.
14. Mengontrol hasil-hasil yang telah dicapai proyek berdasarkan time schedule.
15. Memberikan teguran-teguran kepada bawahan/instalator dan sub kontraktor, apabila
hasil pekerjaan tidak sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan.
16. Melaksanakan meeting proyek untuk mengejar target atau schedule yang telah
disepakati. Meeting proyek harus dihadiri oleh seluruh pihak yang terkait, baik
pelaksana, mandor, sub kontraktor dan sebagainya.
f. Pengaturan tenaga.
1. Mengusulkan hal-hal yang dapat menunjang efisiensi tenaga pelaksana kepada direktur
dan atau pemilik perusahaan.
2. Memberikan data-data untuk perhitungan upah tenaga untuk dihitung oleh divisi
keuangan, untuk dijadikan pertimbangan oleh direktur dan atau pemilik perusahaan.
g. Tugas-tugas komunikasi.
1. Memberikan informasi yang diperlukan mengenai pekerjaan yang telah akan dikerjakan.
2. Berkomunikasi dengan direktur dan atau pemilik perusahaan untuk keputusan
penggunaan material.
3. Mengusulkan hal-hal yang menguntungkan perusahaan.
4. Memberitahukan jika ada perpanjangan waktu pelaksanaan bilamana terjadi
kelambatan scehedule akibat hambatan tertentu.
5. Sebelum dimulainya proyek harus dipastikan adanya ijin bangunan atau jaminan untuk
dapat dilaksanakan pekerjaan.
6. Sebelum dimulainya proyek harus dibuat surat pemberitahuan ke masyarakat sekitar.
h. Membicarakan masalah-masalah khusus dan kesulitan-kesulitan teknis dengan direktur dan
atau pemilik perusahaan.
i. Membuat laporan mingguan yang mencakup kegiatan proyek, kesulitan-kesulitan proyek,
dan hal-hal khusus yang perlu dilaporkan.
j. Laporan Akhir.