Metode Efektif Menghafal Al-Qur'an
Metode Efektif Menghafal Al-Qur'an
LANDASAN TEORI
Menurut etimologi, kata menghafal berasaal dari kata dasar hafal yang dalam
bahasa Arab disebut al-Hifdz yang artinya ingat. Kata menghafal juga bisa
yang berusaha meresapkan kedalam pikiran agar selalu ingat. Menghafal adalah
dapat diingat kembali secara harfiah, sesuai dengan materi yang asli.1
menghafal, semisal cara kerja otak atau cara memori otak.2 Menghafal Al-Qur’an
juga merupakan suatu sikap dan aktifitas yang mulia, dengan menggabungkan Al-
Qur’an dalam bentuk menjaga serta melestarikan semua keaslian Al-Qur’an baik
1
Yusron Masduki, Implikasi Psikologis Bagi Penghafal Al-Qur’an, Medina-Te, Vol. 18, No. 1, 2018,
hal. 21
2
Wiwi Alawiyah Wahid, Cara Cepat Bisa Menghafal Al-Qur’an, Jogjakarta:DIVA Press, Cet. VII,
2014, hal. 14
1
dari tulisan maupun pada bacaan dan pengucapan atau teknik melafalkannya.
Menghafal Al-Qur’an yang ideal adalah membaca ayat-ayat itu dengan tajwid
yang benar, memahami makna kata demi kata, lalu berusaha menyimpannya di
dada. Menghafal Al-qur’an adalah menyimpan kata demi kata dari ayat-ayat suci
mengingat ayat-ayat Al-Qur’an secara sempurna baik dari tajwid, tulisan maupun
dalam hati agar ayat yang sudah dihafal tidak mudah lupa.
ayat Al-Qur’an terlebih dahulu, yang mana hal tersebut dianggap sebagai
barisan pertama hingga barisan terakhir secara berulang-ulang sampai ayat yang
dibaca bener-bener hafal. Dan ada juga yang menggunakan metode bagian, yaitu
menghafalkan ayat per ayat, atau kalimat per kalimat yang dirangkai menjadi satu
halaman penuh.5
3
Yusron Masduki, Implikasi Psikologis Bagi Penghafal Al-Qur’an, Medina-Te, Vol. 18, No. 1, 2018,
hal. 22
4
Dina Y. Sulaeman, Mukjizat Abad 20, Doktor Cilik Hafal dan Paham Al-Qur’an: Wonderful Profile
of Husein Tabataba’I, Bandung:Pustaka IIMaN, Cet. Xv, 2008, hal. 130
5
Wiwi Alawiyah Wahid, Cara Cepat Bisa Menghafal Al-Qur’an, Yogyakarta:DIVA Press, Cet. VII,
2014, hal. 69
2
Dalam proses menghafal, peran metode menghafal sangatlah besar untuk
seorang penghafal Al-Qur’an untuk dapat menghafal dengan baik dan cepat.
Menurut Muhaimin zen, secara umum metode yang dipakai dalam menghafal ada
dua macam yaitu metode tahfizh dan takrir. Kedua metode ini pada dasarnya tidak
dapat dipisahkan antara satu dengan yang lain. Metode tahfizh adalah menghafal
materi baru yang belum pernah dihafal, sedangkan metode takrir adalah
a. Metode Wahdah
Metode wahdah adalah menghafal satu persatu ayat yang ingin dihafal.
sepuluh kali atau lebih hingga proses ini mampu membentuk pola dalam
bayangan, agar dapat kemudian membentuk gerak reflek dari lisan. Setelah
satu halaman. Setelah ayat-ayat didalam satu halaman tersebut sudah dihafal ,
6
Yusron Masduki, Implikasi Psikologis Bagi Penghafal Al-Qur’an, Medina-Te, Vol. 18, No. 1,
2018, hal. 23
3
b. Metode kitabah (menulis)
Untuk metode ini, yaitu penghafal Al-Qur’an lebih dulu menulis ayat
dikertas, kemudian dibaca dengan baik dan mulai untuk dihafal . kemudian
dalam hati.
Metode ini sangat cocok untuk anak tunanetra dan anak kecil yang belum
mengenal baca tulis. Metode ini bisa dilakukan dengan mendengar bacaan dari
d. Metode Gabungan
kedua yaitu wahdah dan kitabah. Dengan metode gabungan ini penghafal
7
Yusron Masduki, Implikasi Psikologis Bagi Penghafal Al-Qur’an, Medina-Te, Vol. 18, No. 1, 2018,
hal. 23-24
4
Dalam redaksi yang lain menyebutkan metode untuk menghafal Al-
Qur’an adalah:
a. Bin-Nazhar
tajwid dan makhrajul huruf pada ayat-ayat Al-Qur’an yang akan dihafal
ulama terdahulu.
b. Tahfizh
baris, beberapa kalimat, atau sepotong ayat pendek sampai tidak ada kesalahan
yang menghafalkannya.
c. Talaqqi
baru dihafal kepada seorang ustadz. Proses talaqqi ini dilakukan untuk
d. Takrir
dihafal atau yang sudah pernah disetorkan kepada guru tahfizh. Tujuan dari
takrir ini adalah mengulang supaya hafalan yang sudah dihafalkan tetap
8
Sa’dulloh, 9 Cara Praktis Menghafal Al-Qur’an, Jakarta:Gema Insani, 2008, hal. 52
5
terjaga dengan baik, kuat, dan lancar. Mengulang hafalan selain dengan ustadz
e. Tasmi’
Metode tasmi’ yaitu mendengarkan hafalan kepada orang lain baik kepada
satu orang maupun kepada banyak orang. Dengan metode tasmi’ ini seorang
saja dia lengah dalam mengucapkan huruf atau harakat. Dengan tasmi’ juga
dijelaskan di atas, ada banyak sekali metode dalam menghafal Al-Qur’an dan
Qur’an. Secara umum untuk menghasilkan hafalan yang terjaga dengan baik
atau hafalan yang mutqin (lancar) kebanyakan dari para penghafal Al-Qur’an
9
Wiwi Alawiyah Wahid, Cara Cepat & Mudah hafal Al-Qur’an, Yogyakarta:KAKTUS, Cet.1,
2018, 74-75
10
Sa’dulloh, 9 Cara Praktis Menghafal Al-Qur’an,…hal. 52
6
3. Kendala-Kendala dalam Menghafal Al-Qur’an
sebagai berikut:
a. Banyak dosan dan maksiat. Hal ini bisa membuat seorang hamba lupa pada
Al-Qur’an dan lupa pada dirinya pula, membutakan hatinya dari ingat kepada
Al-Qur’annya.
c. Perhatian yang lebih pada urusan-urusan dunia yang menjadikan hati terikat
dengannya, dan pada gilirannya hati menjadi keras sehingga tidak bisa
d. Menghafal banyak ayat pada waktu yang singkat dan pindah sebelum
meninggalkannya.11
11
Ahmad Salim Badwilan, Cara Mudah Bisa Menghafal Al-Qur’an, Yogyakarta:Bening, 2010, hal.
105-106
7
Pada dasarnya, kendala atau problem dalam menghafalkan Al-Qur’an juga
diantaranya adalah:
2) Terlalu malas
Selain muncul dari dalam diri penghafal, kendala dalam menghafal Al-
mengalami faktor kesulitan. Secara umum faktor kesulitan itu dibagi menjadi dua,
yaitu faktor intern dan faktor ekstern. Faktor intern berasal dari dalam diri
seseorang itu sendiri seperti munculnya rasa malas, tidak semangat dan putus asa
dalam menghafal Al-Qur’an. Kemudian faktor ekstern berasal dari luar seperti
12
Wiwi Alawiyah Wahid, Cara Cepat Bisa Menghafal Al-Qur’an, Yogyakarta:DIVA Press, Cet. VII,
2014, hal. 122-123
8
kesulitan dalam membagi waktu, lingkungan yang tidak mendukung dan tidak
1. Pengertian Motivasi
Istilah motivasi berasal dari bahasa latin yaitu Movere yang berarti bergerak
(move) yang artinya motivasi berasal dari kata motif yang artinya dorongan yang
datang dari dalam untuk berbuat. Motivasi menjelaskan apa yang membuat orang
mereka dalam menyelesaikan tugas-tugas. Hal ini berarti bahwa konsep motivasi
atau prestasi yang sesungguhnya. Karena itu motif diartikan sebagai kekuatan
yang menghasilkan suatu intensitas, arah dan ketekunan individual dalam usaha
untuk mencapai suatu tujuan.14 Motivasi yang ada dalam diri seseorang yaitu
suatu kemampuan atau faktor yang terdapat dalam diri seseorang untuk
13
Angga Sucitra Hendrayaa, Jurnal Pendidikan Terbuka dan Jarak Jauh, Vol. 4, No. 2, 2014, hal.
83
14
Diny Kristianty Wardany, Psikologi Pendidikan Islam, Bandung:CV. CONVIDENT, 2016, hal.
99
15
Yudrik Jahja, Psikologi Perkembangan, Jakarta:Kencana, Cet. 1, 2011, hal. 356
9
adalah suatu dorongan yang diberikan oleh orang lain untuk mencapai suatu
tujuan tertentu.
Motivasi juga tidak hanya mengacu pada beberapa hal saja atau kegiatan saja,
namun motivasi juga memasuki beberapa aspek yang dilakukan oleh makhluk
bukanlah suatu kekuatan yang kebal dan netral terhadap faktor-faktor yang lain
Motivasi adalah proses yang memberi semangat, arah dan kegigihan perilaku.
Artinya perilaku yang termotivasi adalah perilaku yang penuh energi, terarah dan
tujuan itu bagi yang bersangkutan, makin kuat pula motivasinya. Jadi motivasi itu
2. Fungsi Motivasi
Motivasi mempunyai fungsi yang penting dalam belajar, karena motivasi akan
a. Mendorong manusia untuk berbuat. Motivasi dalam hal ini merupakan motor
16
Yudrik Jahja, Psikologi Perkembangan…,hal. 357
17
John W. Santrock, Psikologi Pendidikan, Jakarta:Kencana, Cet. 6, 2015, hal. 510
10
b. Menuntut arah perbuatan, yakni kearah tujuan yang hendak dicapai, dengan
demikian motivasi dapat memberi arah dan kegiatan yang harus dikerjakan
3. Jenis-jenis Motivasi
a. Motivasi instrinsik yaitu motivasi yang lahir dalam diri manusia berupa
dorongan yang kuat yang keluar dari dalam dirinya dan memberikan suatu
b. Motivasi ekstrinsik, yaitu motivasi yang tumbuh karena adanya dorongan dari
luar yang diberikan oleh orang tua, guru dan juga masyarakat. 19 Misalnya,
murid akan belajar keras menghadapi ujian untuk mendaptkan nilai yang
baik.20
18
Suharni dan Purwanti, Jurnal Bimbingan dan Konseling, Upaya menigkatkan Motivasi Belajar
Siswa, Vol. 3, No. 1, 2018, hal. 144. Diakses pada tanggal 02 April 2021, Pukul 14:52
19
Yudrik Jahja, Psikologi Perkembangan…, hal. 357
20
John W. Santrock, Psikologi Pendidikan, Jakarta:Kencana, Cet. 6, 2015, hal. 514
11
Dalam perspektif islam para umatnya sangat dianjurkan untuk memiliki
motivasi belajar yang tinggi, sehingga dengan adanya motivasi yang tinggi, ilmu
diperhatikan dan perlu dipandang dalam Islam. Karena hal ini dapat meningkatkan
ilmu pengetahuan umat atau hamba Allah Swt.21 Allah berfirman dalam Al-
Qur’an:
ات ِم ْن بَْي ِن يَ َديِْه َوِم ْن َخ ْل ِف ِه يَ ْح َفظُونَهُ ِم ْن أ َْم ِر اللَّ ِه إِ َّن اللَّهَ ال يُغَيُِِّر َما بَِق ْوٍ َََّ يُغَيُِِّروا َما ِ
ٌ َلَهُ ُم َع ِّقب
)١١( بِأَنْ ُف ِس ِه ْم َوإِذَا أ ََر َاد اللَّهُ بَِق ْوٍ ُسوءًا فَال َمَرَّد لَهُ َوَما لَ ُه ْم ِم ْن ُدونِِه ِم ْن َوال
Artinya:Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya
bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas
perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merobah Keadaan sesuatu
kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka
sendiri. dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu
kaum, Maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada
pelindung bagi mereka selain Dia.(Qs. Ar-Ra’d 13: 11)22
Dari ayat di atas kita dapat mengambil kesimpulan bahwa motivasi yang
paling kuat adalah motivasi yang timbul dari dalam diri seseorang itu sendiri.
Semangat belajar atau motivasi dalam belajar sudah dikenal lama dalam islam hal
ini dapat dilihat dalam kisah Nabi Musa as , para nabi juga memiliki semangat
yang luar biasa dalam belajar dan menuntut ilmu. Nabi Musa as menuntut ilmu
pada Khidzir as, sebagaimana Allah kisahkan dalam surah al-kahfi ayat 60-82.
ِ ال موس لَِفََّاه ال أَب رح ََّ أَب لُ َغ مجمع الْبحري ِن أَو أَم
)٠٦( ض َي َُ ُقبًا ِ
ْ ْ َْ ْ َ َ َ ْ َ ْ َ ُ َْ ُ َ ُ َ ََوإ ْذ ق
Artinya: Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada muridnya23 "Aku tidak
akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke Pertemuan dua buah
21
Harmalis, Motivasi Belajar Dalam Perspektif Islam, Indonesian Journal of Counseling &
Development, Vol. 01, No. 01, 2019,hal. 59
22
Lihat Qs. Ar-Ra’d ayat 11
23
Menurut ahli tafsir, murid Nabi Musa as. itu ialah Yusya 'bin Nun.
12
lautan; atau aku akan berjalan sampai bertahun-tahun".([Link]-Kahfi
18:60)24
Dapat dipahami dari kisah di atas bahwa para Nabi pun menuntut ilmu dan
memiliki motivasi yang tinggi dalam melakukan aktivitas belajar. Jangan sampai
kita merasa sombong dan tidak mau menuntut ilmu pada orang yang dibawah kita
kalau memang mereka memiliki ilmu lebih daripada kita. Dalam kisah ini Nabi
Musa lebih mulia Karena beliau termasuk seorang Nabi Ulul Azmi, sedangkan
untuk memiliki motivasi belajar yang tinggi. Begitu pun dengan para Nabi,
mereka juga memiliki semangat yang luar biasa dalam belajar dan mencari ilmu.
24
Lihat [Link]-Kahfi ayat 60
25
Lihat Qs. Al- Kahfi ayat 82
26
Harmalis, Motivasi Belajar Dalam Perspektif Islam, Indonesian Journal of Counseling &
Development, Vol. 01, No. 01, 2019, hal. 60
13
Sebagaimana yang sudah dijelaskan di atas dalam surah Ar-Ra’d ayat 11
Ayat ini sebagai bantahan atas ucapan mereka yang meragukan sumber
dengan menggunakan kata kami yakni Allah Swt yang memerintahkan malaikat
Jibril as. Sehingga dengan demikian kami menurunkan Adz-Dzikr yakni Al-
Qur’an yang kamu ragukan itu, dan sesungguhnya kami juga bersama semua
kaum muslimin benar-benar baginya yakni bagi Al-Qur’an adalah yang akan
nilainya tidak akan punah tetapi akan bertahan. Itu berarti bahwa kepercayaan
yang bertentangan dengannya pada akhirnya cepat atau lambat pasti akan
27
Lihat [Link]-Hijr ayat 9
14
dikalahkan oleh ajaran Al-Qur’an. Dengan demikian tidak ada gunanya mereka
Bentuk jamak yang digunakan ayat ini yang menunjukAllah Swt baik pada
kata نَ ْح ُن نََّزلْ َن (kami menurunkan) maupun dalam hal pemeliharaan Al-Qur’an
mengisyaratkan adanya keterlibatan selain Allah Swt yakni malaikat Jibril as,
tidak ada wahyu yang berupa ayat Al-Qur’an yang tidak dibawa oleh malaikat
Jibril as sesuai dengan penegasan Al-Qur’an bahwa wahyu-wahyu Allah Swt itu
Para ulama menggaris bawahi bahwa ada informasi lain dari Allah Swt yang
dapat diterima oleh sementara manusia termasuk Nabi Muhammad Saw bukan
melalui malaikat Jibril as atau bahkan bukan melalui malaikat. Boleh jadi melalui
mimpi, atau percakapan langsung dibelakang hijab atau malaikat yang lain.
ِِ ِِ ِ ِ ِ ِ ِ ِ َّ ِ ِ
َُوَما َكا َن لبَ َشر أَ ْن يُ َكلِّ َمهُ اللهُ إال َو َْيًا أ َْو م ْن َوَراء َ َجاب أ َْو يُْرس َُ َر ُسوال فَيُوَ َي بإ ْذنه َما يَ َشاء
)١١( يم ِ ِ ِ
ٌ إنَّهُ َعل ٌّي ََك
Artinya: Dan tidak mungkin bagi seorang manusiapun bahwa Allah
berkata-kata dengan Dia kecuali dengan perantaraan wahyu atau
dibelakang tabir atau dengan mengutus seorang utusan (malaikat)
lalu diwahyukan kepadanya dengan seizin-Nya apa yang Dia
28
M. Quraish Shihab, Tafsir Al-Mishbah : Pesan, kesan dan keserasian, Jilid 7, Jakarta:Lentera Hati,
2002, hal. 95
29
M. Quraish Shihab, Tafsir Al-Mishbah…,hal 96
30
Lihat Qs. Asy-Syu’ara ayat 193-194
15
kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Tinggi lagi Maha Bijaksana.
(Qs. Asy-Syura [42] : 51)31
dalam berbagai alat seperti piringan hitam, kaset, CD, dan lain-lain ini disamping
memelihara makna-makna yang dikandungnya. Karena itu bila ada yang salah
dalam menafsirkan maknanya kesalahan yang tidak dapat ditoleransi atau yang
keliru dalam membacanya, maka akan tampil sekian banyak orang yang
meluruskan kesalahan dan kekeliruan itu, apa yang dilakukan manusia itu tidak
terlepas dari taufik dan bantuan Allah Swt guna pemeliharaan kitab suci umat
Islam itu.
Para ulama menggarisbawahi perbedaan antara Al-Qur’an dan kitab suci yang
lalu dari segi pemeliharaan otensititasnya yang ditugaskan memelihara kitab suci
ِ ِ َِّ ِ َّ ِ ِ ِ ِ
األَبَ ُار
ْ ادوا َوالَّربَّانيُّو َن َوُ ين َه َ َسلَ ُموا للذ
ْ ين أَ ور يَ ْح ُك ُم ب َها النَّبيُّو َن الذ ٌ ُإنَّا أَنْ َزلْنَا الَّ َّْوَرا َة ف َيها ُه ًدى َون
اخ َش ْو ِن َوال تَ ْشََّ ُروا بِييَاتِي ِ ِ َّ ِ ِ ِ ِ
ْ َّاس َو
َ اسَُّ ْحفظُوا م ْن كََّاب الله َوَكانُوا َعلَْيه ُش َه َداءَ فَال تَ ْخ َش ُوا الن ْ بِ َما
)١١( ك ُه ُم الْ َكافُِرو َن ِ
َ ِثَ َمنًا قَليال َوَم ْن لَ ْم يَ ْح ُك ْم بِ َما أَنْ َزَل اللَّهُ فَأُولَئ
Artinya: Sesungguhnya Kami telah menurunkan kitab Taurat di dalamnya
(ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), yang dengan kitab
itu diputuskan perkara orang-orang Yahudi oleh nabi-nabi yang
menyerah diri kepada Allah, oleh orang-orang alim mereka dan
pendeta-pendeta mereka, disebabkan mereka diperintahkan
memelihara Kitab-Kitab Allah dan mereka menjadi saksi
terhadapnya. karena itu janganlah kamu takut kepada manusia,
(tetapi) takutlah kepada-Ku. dan janganlah kamu menukar ayat-
ayat-Ku dengan harga yang sedikit. Barangsiapa yang tidak
memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, Maka mereka itu
adalah orang-orang yang kafir.(Qs. Al-Maidah [5]:44)32
31
Lihat Qs. Asy-Syura ayat 51
32
Lihat Qs. Al-Maidah ayat 44
16
Selanjutnya karena penganut kitab suci itu lengah, dan tidak melaksanakan
tugas mereka dengan baik, maka kitab-kitab suci tersebut hilang atau berubah
karena Allah Swt yang secara langsung menegaskan bahwa Allah terlibat dalam
sedikitpun.33
Sejak dahulu hingga kini sekian banyak orang bahkan anak-anak sebelum
memahami artinya. Bahkan tidak jarang mereka yang berhasil meraih juara dalam
Sementara orang entah dengan maksud baik atau buruk pernah memasukkan
satu kalimat dalam rangkaian ayat-ayat Al-Qur’an. Kalimat itu adalah shalla
Allahu ‘alaihi wa sallam yang mereka tambahkan pada Qs. Al-Fath [48]: 29 yang
penghormatan kepada Nabi Saw dan anjuran untuk diucapkan setiap mendengar
kedalam Al-Qur’an dan ketika itu juga Mushaf yang mengandung tambahan itu
dimusnahkan.
Dari hari kehari bertambah jelas bukti-bukti kebenaran janji tersebut berkat
33
M. Quraish Shihab, Tafsir Al-Mishbah…, hal 96
17
merupakan janji sebagaimana dipahami dari bentuk kata (حافِظُو َن
َ َ )لtetapi kini
setelah berlalu lebih dari seribu lima ratus tahun, janji itu telah menjadi kenyataan
walaupun sekian banyak upaya yang dilakukan oleh musuh-musuh Islam untuk
masa-masa umat Islam dalam keadaan lemah dan dijajah. Orang-orang yahudi
yang memiliki pengalaman dan keahlian dalam mengubah dan memalsukan kitab
serta memutarbalikkan sejarah Islam, tetapi sedikit pun mereka tidak berhasil
melakukan perubahan terhadap Al-Qur’an. Ini semua adalah bukti kebenaran janji
Menurut pemahaman penulis maksud dari ayat ini dengan merujuk tafsir Al-
selain Allah Swt yaitu malaikat jibril yang diberi tugas menyampaikan ayat-ayat
Al-Qur’an dari Allah swt kepada Nabi Muhammad Saw. Allah menjamin dan
yang dibaca oleh Nabi Saw dulu, itulah yang kita baca sekarang tanpa adanya
Banyak cara yang dilakukan oleh umat muslim dalam menjaga kemurniaan
merekamnya dalam bentuk kaset, CD dan lainnya . Dan ini merupakan jaminan
bahwa Al-Qur’an terjaga kemurniannya sampai sekarang, itu sebabnya Allah akan
34
M. Quraish Shihab, Tafsir Al-Mishbah …, hal 97
18
2. Wahbah Az-Zuhaili (Tafsir Al-Munir)
a. Mufradaat Lughawiyyah
لَ َحافِظُو َنdan kami yang benar-benar menjaga dan memelihara Al-Qur’an dari
pengubahan dan dari usaha menambah dan mengurangi. Hal itu diantaranya
perkataan manusia. Jika ada suatu pengubahan, pasti akan dengan sangat
mudah bisa diketahui oleh orang-orang yang paham bahasa Arab. Atau
maksudnya adalah tidak akan pernah ada suatu kekurangan sedikitpun yang
Qur’an kepada Nabi Muhammad Saw, dan dia yang menjaganya dari
35
Lihat Qs. Al-Hijr ayat 9
36
Wahbah Az-Zuhaili, Tafsir Al-Munir, Jilid 7, Jakarta: Gema Insani, 2013, hal. 282
19
kami mengatakan bahwa kami yang menurunkan dan menjaga Al-Qur’an. Ini
terdahulu, para rahib dan pendeta yang diperintahkan untuk menjaganya justru
Nabi Muhammad Saw dan Allah juga akan menjaganya dan memeliharanya
dan menggantinya. Bahkan kitab-kitab yang terdahulu yang asli telah hilang.
37
Wahbah Az-Zuhaili, Tafsir Al-Munir…, hal 284
20