MODUL 10
TRANFORMATOR
MODUL 11 : TRANSFORMATOR
I. TUJUAN
1. Memahami konsep cara kerja transfer energi tanpa kabel
2. Memahami prinsip GGL Induksi.
II. ALAT DAN BAHAN
1. Kumparan 500 dan 1000 lilitan
2. Set Inti U dan I
3. Multimeter digital
4. Kabel penghubung
5. Catudaya
6. Saklar SPST
III. DASAR TEORI
Transformator adalah sebuah alat untuk menaikkan atau menurunkan
tegangan ac. Transformator memegang peranan penting dalam transmisi
listrik. Sebuah transformator memiliki dua kumparan kawat yang
dinamakan kumparan primer dan kumparan sekunder. Jika tegangan ac
diberikan pada kumparan primer, perubahan medan magnet yang
dihasilkannya akan menginduksi tegangan ac berfrekuensi sama pada
kumparan sekunder. Akan tetapi, tegangan yang timbul akan berbeda sesuai
dengan jumlah lilitan pada setiap kumparan. Dari hukum Faraday, tegangan
atau ggl induksi pada kumparan sekunder adalah
dimana 𝑁𝑆 adalah jumlah lilitan pada kumparan sekunder dan adalah
laju perubahan fluks magnet. Tegangan masukan pada kumparan primer, 𝑉p,
juga berhubungan dengan laju perubahan fluks magnet
dimana 𝑁p adalah jumlah lilitan pada kumparan primer. Kita membagi
kedua persamaan ini dengan asumsi bahwa fluks yang hilang sangat kecil
atau tidak ada, sehingga
Persamaan transformator ini menunjukkan bahwa tegangan sekunder
(keluaran) berhubungan dengan tegangan primer (masukan). Jika 𝑁s lebih
besar dari 𝑁p maka dinamakan transformator step-up. Jika 𝑁s lebih kecil
dari 𝑁p maka dinamakan transformator step-down. Daya masukan pada
dasarnya sama dengan daya keluaran. Karena daya 𝑃 = 𝑉𝐼, maka
Perhatikan gambar 10.1. Fluks dihasilkan oleh arus I1 dan φ1. Fluks ini akan
menginduksi kumparan kedua sehingga menghasilkan φ21 (fluks pada
kumparan kedua akibat diinduksi oleh kumparan pertama). Jika arus I1
berubah maka fluks φ21 juga berubah. Perubahan fluks φ21 menyebabkan
munculnya GGL imbas pada kumparan kedua yang memenuhi persamaan :
𝑑𝜙21
ɛ2 = −𝑁2
𝑑𝑡
Gambar 10.1 Percobaan Transformator Pertama
Gaya gerak listrik (GGL) induksi adalah timbulnya gaya gerak listrik di
dalam kumparan yang mencakup sejumlah fluks garis gaya medan magnet.
Banyaknya garis medan magnet yang menembus suatu permukaan disebut
fluks magnetik.
a. Hukum Faraday
Untuk membahas hukum faraday, perhatikan gambar berikut!
Gambar 10.2 Gerak magnet keluar masuk kumparan akan menghasilkan GGL.
Dari gambar tersebut dapat disimpulkan bahwa jika magnet digerakkan
memotong kumparan maka akan menghasilkan GGL sedangkan jika
magnet diam maka tidak menghasilkan GGL. Percobaan ini pertama
kali dilakukan oleh Michael Faraday sehingga kesimpulan percobaanya
dikenal dengan Hukum Faraday, yang berbunyi seperti berikut:
- Jika jumlah fluks magnetic yang masuk/keluar dari suatu kumparan
berubah maka pada ujung-ujung kumparan akan timbul GGL
induksi.
- Besar GGL induksi bergantung pada laju perubahan fluks magnetic
dan banyaknya lilitan pada kumparan.
b. Hukum Lens
Jika hukum Faraday membahas tentang GGL induksi maka hukum
Lens membahas tentang arus listrik yang diakibatkan oleh pergerakan
magnet memotong medan magnet tersebut. Adapun bunyi hukum Lenz
adalah sebagai berikut: “Arus induksi mengalir pada penghantar atau
kumparan dengan arah berlawanan dengan gerakan yang
menghasilkannya” atau “medan magnet yang ditimbulkannya melawan
perubahan fluks magnet yang menimbulkannya”.
IV. LANGKAH KERJA
1. Siapkan alat-alat
2. Susun rangkaian sesuai gambar berikut
• Pasang kumparan 500 lilitan pada salah satu inti U dan
kumparan lilitan pada sisi yang lain. Kumparan 500 lilitan
menjadi kumparan primer.
• Tutup inti U dengan inti I, kemudian kencangkan dengan baut
pengencang yang tersedia.
• Hubungkan saklar dengan kumparan primer. Pastikan saklar
tersebut dalam keadaan terbuka.
• Gunakan kedua buah multimeter digital sebagai voltmeter
dengan batas ukur 20V AC
3. Pilih tegangan keluaran catudaya 2 V AC
4. Nyalakan catudaya
5. Tutup saklar, kemudian baca tegangan kumparan primer dan
sekunder pada voltmeter. Catat hasilnya pada Tabel.
6. Buka kembali saklar.
7. Ulangi langkah a dan b dengan tegangan masukan 4V dan 6V secara
berurutan.
8. Buka kembali saklar
9. Tukar posisi kumparan (kumparan 1000 lilitan menjadi kumparan
primer)
10. Ulangi langkah a dan b dengan tegangan masukan 8V, 10V, dan 12
V AC secara berurutan.
V. PENGOLAHAN DATA
Jumlah lilitan
Tegangan
Vp Vs 𝑵𝒑 𝑽𝒑
Catudaya Kumparan Kumparan
(V) (V) 𝑵𝒔 𝑽𝒔
(V) Primer Sekunder
(Np) (Ns)
2 500 1000
4 500 1000
6 500 1000
8 1000 500
10 1000 500
12 1000 500