0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan9 halaman

Panduan Lengkap Programmable Logic Controller

Dokumen ini membahas tentang Programmable Logic Controller (PLC), yang merupakan sistem kendali berbasis mikroprosessor yang dapat diprogram untuk menggantikan sistem kontrol mesin berbasis relay. PLC menawarkan keuntungan seperti fleksibilitas, kemudahan dalam pengubahan sistem, dan biaya yang lebih murah dibandingkan dengan relay. Praktikum ini melibatkan pembuatan rangkaian dan pemrograman PLC menggunakan software Siemens S7-200 untuk mengendalikan perangkat seperti traffic light dan buzzer.

Diunggah oleh

Darwito Phd
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan9 halaman

Panduan Lengkap Programmable Logic Controller

Dokumen ini membahas tentang Programmable Logic Controller (PLC), yang merupakan sistem kendali berbasis mikroprosessor yang dapat diprogram untuk menggantikan sistem kontrol mesin berbasis relay. PLC menawarkan keuntungan seperti fleksibilitas, kemudahan dalam pengubahan sistem, dan biaya yang lebih murah dibandingkan dengan relay. Praktikum ini melibatkan pembuatan rangkaian dan pemrograman PLC menggunakan software Siemens S7-200 untuk mengendalikan perangkat seperti traffic light dan buzzer.

Diunggah oleh

Darwito Phd
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER (PLC)

A. Farhan Aqil Syauqi (16010016), 2T1, Teknik Tekstil, Politeknik STTT Bandung
Email: farhanaqilsyauqi@[Link]

Abstrak
Pada praktikum kali ini, kita akan membuat sebuah rangkaian dan membuat program
pada PLC. Pengertian PLC ini adalah elemen sistem kendali berbasis
mikroprosessor yang sistem pengendaliannya dapat di program sesuai kebutuhan.
Pada perancangan PLC ini memiliki alasan utama yaitu untuk menghilangkan
ongkos perawatan dan penggantian sistem kontrol mesin berbasis relay. Pembuatan
program PLC ini dapat dilakukan melalui komputer dengan software yang sesuai
merk dan jenis programable logic controller yang digunakan.

I. PENDAHULUAN
Kehadiran PLC sangat dibutuhkan terutama untuk dunia industri karena dapat
menggantikan sistem pengkabelan yang sebelumnya masih digunakan dalam
mengendalikan suatu sistem. Keuntungan menggunakan PLC diantaranya
fleksibel, pengoreksian dan perubahan kesalahan sistem lebih mudah dalam
waktu yang relatif singkat. Jika tidak menggunakan PLC, misalnya relay sehingga
perubahannya dilakukan dengan cara mengubah sistem pengkabelan. Cara ini
akan memakan waktu lama. Harga PLC lebih murah dan mampu
menyederhanakan banyak pengkabelan dibandingkan dengan sebuah relay.
Maka harga dari sebuah PLC lebih murah dibandingkan dengan harga beberapa
relay yang mampu melakukan pengkabelan dengan jumlah yang sama dengan
sebuah PLC.

II. TUJUAN
- Memahami input output dari Programable logic controller (PLC)
- Memahami pengetahuan dasar tentang Programmable Logic
Controller (PLC).
- Memahami bahasa pemograman pada Programmable Logic Controller
(PLC).
- Mengetahui bagian-bagian dari Programable logic controller (PLC)

III. DASAR TEORI

Programmable Logic Controller (PLC) menurut Capiel (1982) adalah sistem


elektronik yang beroperasi secara dijital dan didisain untuk pemakaian di
lingkungan industri, dimana sistem ini menggunakan memori yang dapat
diprogram untuk penyimpanan secara internal instruksi-instruksi yang
mengimplementasikan fungsi-fungsi spesifik seperti logika, urutan,
perwaktuan, pencacahan dan operasi aritmatik untuk mengontrol mesin atau
proses melalui modul-modul I/O dijital maupun analog
Fungsi dan kegunaan dari PLC dapat dikatakan hampir tidak terbatas. Tapi dalam
prakteknya dapat dibagi secara umum dan khusus.

1. Fungsi Umum

Secara umum fungsi dari PLC adalah sebagai berikut :

1. Kontrol Sekuensial
Memproses input sinyal biner menjadi output yang digunakan untuk keperluan
pemrosesan teknik secara berurutan (sekuensial), disini PLC menjaga agar
semua step / langkah dalam proses sekuensial berlangsung dalam urutan yang
tepat.
2. Monitoring Plant
Memonitor suatu sistem (misalnya temperatur, tekanan, tingkat ketinggian) dan
mengambil tindakan yang diperlukan sehubungan dengan proses yang dikontrol
(misalnya nilai sudah melebihi batas) atau menampilkan pesan tersebut ke
operator.

2. Fungsi Khusus

Sedangkan secara khusus, PLC mempunyai fungsi sebagai pemberi masukan (input)
ke CNC (Computerized Numerical Control) untuk kepentingan pemrosesan lebih
lanjut. CNC mempunyai ketelitian yang lebih tinggi dan lebih mahal harganya jika
dibandingkan dengan PLC. Perangkat ini, biasanya dipakai untuk proses finishing,
membentuk benda kerja, moulding dan sebagainya.

Berdasarkan namanya, konsep PLC adalah sebagai berikut :


[Link]
Programmable ini menunjukkan kemampuan memori untuk menyimpan program
yang telah dibuat dengan mudah diubah kegunaannya.
[Link]
Logic ini menunjukkan kemampuan dalam memproses input secara aritmatik
seperti menjumlahkan, mengalikan, membagi, mengurangi, AND, OR, dan lain
sebagainya.
[Link]
Controller ini menunjukkan kemampuan dalam mengontrol dan mengatur proses
sehingga menghasilkan output yang diinginkan.

Jenis- jenis PLC apabila dilihat berdasarkan ukuran dibedakan menjadi dua tipe,
yaitu:
[Link] Compact
PLC tipe compact disebut juga sebagai mikro PLC. Karena dilihat dari bentuknya
pada tipe compact seluruh komponen (power suplai, CPU, modul input- output
menjadi satu dan umumnya PLC ini berukuran kecil, serta mempunyai modul
input-output yang relatif sedikit dan jumlah analog expansion modul input-output
nya terbatas.

b. Tipe Modular
Komponen utama (power suplai, CPU, modul input-ouput) PLC tipe modular
terdapat didalam modul yang terpisah-pisah, PLC ini memiliki ukuran yang besar
sehingga memungkinkan memiliki jumlah input-output yang lebih banyak.
Secara umum PLC terdiri dari Power Suplai, CPU (Prosessor dan memori), dan
modul input output.
1. Power suplai
Power suplai berfungsi sebagai penyedia daya bagi PLC, bisa berupa tegangan
AC (misal 120/ 240 V) atau tegangan DC (misal 24 V). PLC juga mempunyai
power suplai internal yang dapat digunakan untuk menyediakan daya bagi modul
input-output PLC.

2. CPU
CPU merupakan otak dari sebuah PLC, CPU berfungsi untuk melakukan
komunikasi dengan console atau komputer, interkoneksi dengan komponen-
komponen PLC yang lain, menscan program serta mengatur input dan output dari
sistem yang sudah dibuat. CPU dilengkapi dengan indikator run dan stop program
serta status dari input dan output.

3. Modul Input Output


Modul input dan output pada sebuah PLC berfungsi sebagai penghubung dengan
komponen luar, untuk PLC modular modul input dan output nya terpisah dari CPU
tetapi untuk PLC compact modul input dan outputnya sudah jadi satu dengan
CPU. Semakin banyak input dan output sebuah PLC akan semakin besar atau
komplek program yang dapat kita buat, akan tetapi ukuran PLC akan semakin
besar pula.

Dalam industri-industri yang ada sekarang ini, kehadiran PLC sangat dibutuhkan
terutama untuk menggantikan sistem wiring atau pengkabelan yang sebelumnya
masih digunakan dalam mengendalikan suatu sistem. Dengan menggunakan PLC
akan diperoleh banyak keuntungan diantaranya adalah sebagai berikut:

Ø Fleksibel
Pada masa lalu, tiap perangkat elektronik yang berbeda dikendalikan dengan
pengendalinya masing-masing. Misal sepuluh mesin membutuhkan sepuluh
pengendali, tetapi kini hanya dengan satu PLC kesepuluh mesin tersebut dapat
dijalankan dengan programnya masing-masing.

Ø Perubahan dan pengkoreksian kesalahan sistem lebih mudah


Bila salah satu sistem akan diubah atau dikoreksi maka pengubahannya hanya
dilakukan pada program yang terdapat di komputer, dalam waktu yang relatif singkat,
setelah itu didownload ke PLC-nya. Apabila tidak menggunakan PLC, misalnya relay
maka perubahannya dilakukan dengan cara mengubah pengkabelannya. Cara ini
tentunya memakan waktu yang lama.

Ø Jumlah kontak yang banyak


Jumlah kontak yang dimiliki oleh PLC pada masing-masing coil lebih banyak
daripada kontak yang dimiliki oleh sebuah relay.

Ø Harganya lebih murah


PLC mampu menyederhanakan banyak pengkabelan dibandingkan dengan sebuah
relay. Maka harga dari sebuah PLC lebih murah dibandingkan dengan harga
beberapa buah relay yang mampu melakukan pengkabelan dengan jumlah yang
sama dengan sebuah PLC. PLC mencakup relay, timers, counters, sequencers, dan
berbagai fungsi lainnya.

Ø Pilot running
PLC yang terprogram dapat dijalankan dan dievaluasi terlebih dahulu di kantor atau
laboratorium. Programnya dapat ditulis, diuji, diobserbvasi dan dimodifikasi bila
memang dibutuhkan dan hal ini menghemat waktu bila dibandingkan dengan sistem
relay konvensional yang diuji dengan hasil terbaik di pabrik.

Ø Observasi visual
Selama program dijalankan, operasi pada PLC dapat dilihat pada layar CRT.
Kesalahan dari operasinya pun dapat diamati bila terjadi.

Ø Kecepatan operasi
Kecepatan operasi PLC lebih cepat dibandingkan dengan relay. Kecepatan PLC
ditentukan dengan waktu scannya dalam satuan millisecond.

Ø Metode Pemrograman Ladder atau Boolean


Pemrograman PLC dapat dinyatakan dengan pemrograman ladder bagi teknisi, atau
aljabar Boolean bagi programmer yang bekerja di sistem kontrol digital atau Boolean.

Ø Sifatnya tahan uji


Solid state device lebih tahan uji dibandingkan dengan relay dan timers mekanik atau
elektrik. PLC merupakan solid state device sehingga bersifat lebih tahan uji.

Ø Menyederhanakan komponen-komponen sistem kontrol


Dalam PLC juga terdapat counter, relay dan komponen-komponen lainnya, sehingga
tidak membutuhkan komponen-komponen tersebut sebagai tambahan. Penggunaan
relay membutuhkan counter, timer ataupun komponen-komponen lainnya sebagai
peralatan tambahan.

Ø Dokumentasi
Printout dari PLC dapat langsung diperoleh dan tidak perlu melihat blueprint circuit-
nya. Tidak seperti relay yang printout sirkuitnya tidak dapat diperoleh.

Ø Keamanan
Pengubahan pada PLC tidak dapat dilakukan kecuali PLC tidak dikunci dan
diprogram. Jadi tidak ada orang yang tidak berkepentingan dapat mengubah
program PLC selama PLC tersebut dikunci.

Ø Dapat melakukan pengubahan dengan pemrograman ulang


Karena PLC dapat diprogram ulang secara cepat, proses produksi yang bercampur
dapat diselesaikan. Misal bagian B akan dijalankan tetapi bagian A masih dalam
proses, maka proses pada bagian B dapat diprogram ulang dalam satuan detik.

Ø Penambahan rangkaian lebih cepat


Pengguna dapat menambah rangkaian pengendali sewaktu-waktu dengan cepat,
tanpa memerlukan tenaga dan biaya yang besar seperti pada pengendali
konvensional.

Selain keuntungan yang telah disebutkan di atas maka ada kerugian yang dimiliki
oleh PLC, yaitu:
Ø Teknologi yang masih baru
Pengubahan sistem kontrol lama yang menggunakan ladder atau relay ke konsep
komputer PLC merupakan hal yang sulit bagi sebagian orang

Ø Buruk untuk aplikasi program yang tetap


Beberapa aplikasi merupakan aplikasi dengan satu fungsi. Sedangkan PLC dapat
mencakup beberapa fungsi sekaligus. Pada aplikasi dengan satu fungsi jarang sekali
dilakukan perubahan bahkan tidak sama sekali, sehingga penggunaan PLC pada
aplikasi dengan satu fungsi akan memboroskan (biaya).

Ø Pertimbangan lingkungan
Dalam suatu pemrosesan, lingkungan mungkin mengalami pemanasan yang tinggi,
vibrasi yang kontak langsung dengan alat-alat elektronik di dalam PLC dan hal ini
bila terjadi terus menerus, mengganggu kinerja PLC sehingga tidak berfungsi
optimal.

Ø Operasi dengan rangkaian yang tetap


Jika rangkaian pada sebuah operasi tidak diubah maka penggunaan PLC lebih
mahal dibanding dengan peralatan kontrol lainnya. PLC akan menjadi lebih efektif
bila program pada proses tersebut di-upgrade secara periodik.

IV. METODE EKSPERIMEN

4.1 Alat dan Bahan


- PLC trainer Siemens S7-200
- Kabel penghubung untuk PLC
- PC atau laptop
- USB/ PPI Multi-Master Cable

4.2 Skema Percobaan


Gambar 1. Rangkaian Percobaan

Gambar 2. Ladder Diagram Percobaan pada Network 1 dan 2

Gambar 3. Ladder Diagram Percobaan pada Network 3, 4, dan 5

4.3 Cara Kerja

- Lakukan pengecekkan sumber tegangan yang akan digunakan untuk


praktikum
- Buat ladder diagram sesuai dengan rangkaian yang diberikan dengan melalui
aplikasi
- Sambungkan kabel USB dari PC ke rangkaian PLC
- Download network yang sudah diterjemahkan
- Lalu pastikan network sudah sesuai dengan rangkaian yang diberikan
- Sambungkan kabel penghubung dari output ke buzzer, output ke sensor,
output ke DC 24V, output ke traffic light, buzzer ke DC 24V
- Dan jalankan sesuai rangkaian yang sudah di program pada PLC.

V. HASIL DAN PEMBAHASAN

Gambar 4. Rangkaian PLC sesuai rangkaian yang diberikan.

Gambar 5. Gambar Kabel Penghubung ke traffic light

Pada praktikum PLC ini, praktikan diminta untuk membuat rangkaian secara manual.
Pada saat praktikum, pastikan untuk mengecek sumber tegangan yang akan
digunakan, agar tidak terjadi kesalahan dan sesuai dengan prosedur. Ubahlah
rangkaian tersebut kedalam ladder diagram terlebih dahulu pada aplikasi Siemens
S7-200 dengan memasukan input dan output yang telah ditentukan. Jika ladder
diagram sudah dibuat, sambungkan pada laptop dengan hardware PLC kemudian
ladder diagram disimpan (save) dan download network ladder diagram diagram
yang sudah dibuat dan pastikan sesuai dengan rangkaian yang sudah dibuatkan dan
pastikan input, output, NC dan NO-nya juga benar. Sumber tegangan yang
digunakan adalah 24 V. Langkah selanjutnya adalah memasang kabel output ke
traffic light. Untuk memastikan rangkaiannya sesuai atau tidak akan terlihat pada
lampu. Jika benar maka nanti lampunya akan menyala dan jika salah maka lampu
traffic light-nya tidak akan menyala. Cara untuk menyalakan lampu traffic light-nya
agar menyala adalah dengan menekan tombol input I0.1 keatas dan kebawah dan
amati lampu menyala atau tidak. Kemudian, lampu tersebut akan menyala selama 10
detik karena timer yang digunakan adalah 10 ms dan PT nya 1000 karena agar
menyala selama 10 detik maka 1000 x 10 = 10000ms/1000 = 10 detik. Jika sudah
berhasil menyala traffic light, tambahkan kabel sambungkan dari output ke buzzer,
dari output ke sumber tegangan DC 24V dan dari buzzer ke sumber tegangan DC
24V. Ketika semuanya sudah terpasang dengan benar, nyalakan input 1/I0.1 dan
langsung matikan kembali, maka lampu pada traffic light akan menyala dan buzzer
pun akan berbunyi selama 10 detik kemudian lampu dan timer buzzer pun akan
berhenti menyala. Lakukan untuk input kedua/I0.2 dan lakukan hal yang sama
seperti cara input pertama. Namun jika diamati dengan seksama, pada saat input
dimatikan timer pada buzzer tetap menyala, itu dikarenakan adanya self holding.
Jenis self holding yang dipakai pada praktikum kali ini adalah push button.

VI. KESIMPULAN

Pada dasarnya PLC ini memang dirancang untuk menggantikan suatu rangkaian
relay yang sebelumnya masih digunakan dalam mengendalikan suatu sistem. Selain
dapat diprogram, alat ini juga dapat dioperasikan, dan dikendalikan oleh orang yang
tidak memiliki pengetahuan di bidang pengoperasian komputer. Setelah melakukan
praktikum membuat rangkaian dengan menggunakan PLC dapat disimpulkan bahwa
menggunakan PLC lebih mudah dan lebih otomatis. Namun saat membuat ladder
diagram cukup sulit karena harus memahami alur rangkaian. Hal tersebut bisa dilihat
dari tingkat ketelitian yang dibutuhkan pada saat praktikum. PLC ini memiliki bahasa
pemrograman yang mudah dipahami dan dapat dioperasikan bila program yang telah
dibuat dengan menggunakan software yang sesuai dengan jenis PLC yang
digunakan sudah dimasukkan. PLC juga dapat diterapkan untuk pengendalian
sistem yang memiliki output banyak.
VII. DAFTAR PUSTAKA
1. Dion. (2017) Retrieve October 28, 2017, from
[Link]
[Link]
2. Iebhe (2017) Putra, B.P(2014) Retrieve October 29, 2017, from
[Link]
3. Putra, B.P(2014) Retrieve October 29, 2017, from
[Link]

Anda mungkin juga menyukai