DEEP LEARNING PAUD
PAUD JatengMaret 8, 2025
Deep Learning PAUD: Metode
Pembelajaran Mendalam
Bermakna
Home
Deep Learning PAUD
Deep Learning PAUD: Metode Pembelajaran Mendalam Bermakna
Deep Learning PAUD: Metode Pembelajaran Mendalam Bermakna.
Kementerian Pendidikan Indonesia akan menerapkan pendekatan Deep
Learning mulai tahun ajaran 2025/2026 sebagai bagian dari pembaruan
sistem pendidikan nasional. Dalam paparan yang disampaikan oleh Menteri
Pendidikan Dasar dan Menengah, pendekatan ini bukanlah kurikulum baru
melainkan metode pembelajaran yang lebih mendalam dan bermakna.
Apa itu Deep Learning?
Deep Learning merupakan pendekatan pembelajaran yang berfokus pada
pemahaman mendalam dan bermakna, bukan sekadar menghafal atau
mengejar nilai. Berbeda dengan Surface Learning (pembelajaran permukaan)
dan Achievement Learning (pembelajaran berorientasi pencapaian), Deep
Learning menekankan pada:
1. Mindful Learning – Pembelajaran yang melibatkan murid secara
aktif, memberikan ruang refleksi, dan menghargai kehadiran setiap
murid.
2. Meaningful Learning – Pembelajaran yang bermakna di mana murid
memahami mengapa mereka mempelajari suatu materi dan
bagaimana pengetahuan tersebut bermanfaat dalam kehidupan.
3. Joyful Learning – Pembelajaran yang menyenangkan karena murid
merasa terlibat, dihargai, dan antusias terhadap proses belajar.
Perbedaan dengan Pendekatan Konvensional
Menteri menjelaskan beberapa perbedaan pendekatan Deep Learning
dengan metode pembelajaran konvensional:
Surface Learning hanya fokus pada pengetahuan faktual
(declarative knowledge) dan menghafal tanpa memahami mengapa
dan bagaimana. Ini seperti murid yang hanya belajar “siapa menteri
pendidikan” tanpa memahami signifikansinya.
Achievement Learning berfokus pada nilai dan pencapaian. Murid
belajar hanya untuk lulus ujian, mencari bocoran soal, dan setelah
ujian selesai, ilmu yang dipelajari terlupakan.
Deep Learning menggabungkan pengetahuan deklaratif (mengetahui
apa), prosedural (mengetahui bagaimana), dan pengetahuan
kontekstual (mengetahui mengapa). Pendekatan ini membantu murid
mengaplikasikan ilmu dalam berbagai situasi, bahkan yang belum
pernah mereka alami.
Implementasi Deep Learning
Untuk mengimplementasikan pendekatan ini, beberapa perubahan akan
dilakukan:
1. Pengurangan muatan materi – Mata pelajaran tetap sama, tetapi
jumlah pokok bahasan akan dikurangi. Misalnya, dari 10 pokok
bahasan menjadi 6-7 yang benar-benar penting, sehingga guru tidak
perlu “kejar tayang”.
2. Pelatihan guru – Akan diadakan pelatihan bagi guru-guru untuk
menerapkan pendekatan Deep Learning. Pelatihan ini juga akan
dihitung sebagai pemenuhan 24 jam kerja yang disyaratkan bagi guru
bersertifikasi.
3. Pendekatan pembelajaran kritis – Mendorong critical thinking,
menghubungkan antar ilmu, dan memberikan makna pada setiap
pembelajaran.
4. Sistem evaluasi baru – Akan ada perubahan format ujian untuk
mendukung pendekatan Deep Learning, meskipun detail spesifiknya
belum diumumkan