0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
25 tayangan88 halaman

Rencana Kerja Rehab Ruang SP3 Catin

Diunggah oleh

Medan Sunggal
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
25 tayangan88 halaman

Rencana Kerja Rehab Ruang SP3 Catin

Diunggah oleh

Medan Sunggal
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Halaman - 1 Rencana Kerja dan Syarat

Rencana Kerja Dan Syarat


Pekerjaan :
Rehab Ruang Pelayanan SP3 (Catin)

BAB I
PEKERJAAN PERSIAPAN
PASAL 1
PEKERJAAN AWAL

1.1. PAPAN NAMA


Kontraktor harus membuat dan memasang papan nama proyek
dengan ukuran 1.20x0.75 m dengan konstruksi tiang dari kayu
ukuran 8/12 cm dan papan tebal 2 cm atau tripleks 6 mm, dan
dilakukan sesuai dengan petunjuk direksi dilapangan.

Contoh Papan Nama Proyek:

LOGO DINAS (..................instansi........................)


cm
75

Alamat :……………………………………….
Nama Pekerjaan :

No. Kontrak :

Tgl. Kontrak :

Masa Pelaksanaan :

Biaya : Rp.
…………………………………………………………………
Rekanan :

Konsultan Pengawas :

Rehab Ruang Pelayanan SP3 (Catin)


Halaman - 2 Rencana Kerja dan Syarat

``120 cm

Rehab Ruang Pelayanan SP3 (Catin)


Halaman - 3 Rencana Kerja dan Syarat

1.2. PENGUKURAN TAPAK KEMBALI

- Pemborong diwajibkan mengadakan pengukuran dan


penggambaran kembali lokasi pembangunan dengan
dilengkapi keterangan-keterangan mengenai peil ketinggian
tanah, letak bangunan, letak batas-batas tanah dengan
menggunakan alat optik dan sudah ditera kebenarannya oleh
pihak yang berwajib
- Ketidak cocokan yang mungkin terjadi antara gambar dan
keadaan lapangan yang sebenarnya harus segera dilaporkan
kepada Direksi Lapangan untuk dimintai keputusannya
- Pemborong harus menyediakan waterpass beserta petugas
yang melayaninya untuk kepentingan pemeriksaan Direksi
Lapangan
- Pengukuran sudut siku-siku dengan prisma atau benang secara
azas segi tiga phytagoras hanya diperkenankan untuk bagian-
bagian kecil yang telah disetujui oleh Direksi Lapangan
- Instalasi-instalasi yang sudah ada dan masih berfungsi harus
diberi tanda yang jelas dan dilindungi dari kerusakan-
kerusakan yang mungkin terjadi akibat pekerjaan proyek ini,
dan untuk itu harus dicantumkan dalam gambar pengukuran
seperti disebutkan dalam pengukuran sesuai dengan ayat (1)
pasal ini. Kontraktor bertanggung jawab atas segala kerusakan
akibat pekerjaan yang sudah dilaksanakannya
- Gambar pengukuran tapak proyek harus mendapat
persetujuan/pengesahan dari Direksi Lapangan, yang meliputi
antara lain :
- System koordinat, sesuai ketentuan gambar
- Peil setiap titik simpul koordinat dan transisi dengan interval
0,25 m (tinggi)
- Rencana Kantor Direksi, Kantor Pemborong, tempat simpan
bahan terbuka, tempat simpan bahan tertutup, los kerja,
sumber air.

Rehab Ruang Pelayanan SP3 (Catin)


Halaman - 4 Rencana Kerja dan Syarat

1.3. PAPAN PATOK UKUR (BOUWPLANK)


Sebelum pekerjaan dimulai terlebih dahulu dilaksanakan
Rekayasa lapangan bersama-sama dengan Direksi /Pemilik Proyek
atau yang mewakili yang bertujuan untuk :
1. Pekerjaan penentuan Peil

- Sebelum pengukuran peil tinggi/lantai, tanah yang ada


dilokasi agar dikupas atau diurug dahulu sampai peil yang
ditentukan oleh Direksi/Pengawas.
- Sebelum peil 0.00 ditentukan oleh Direksi Lapangan atau
sesuai dengan petunjuk Direksi Lapangan.

2. Pengukuran/Penarikan Bowplank
- Penarikan bowplank untuk bangunan-bangunan dapat
dilaksanakan dengan selang ukur atau alat lainnya yang
disetujui Direksi.
- Penarikan bowplank harus dihadiri oleh Pengawas dari pihak
Direksi
- Elevasi 0.00 harus ditentukan bersama oleh
Pengawas/Direksi Teknik sebagai dasar penarikan bowplank
dan elevasi bangunan induk.
- Pengukuran rencana peletakan bangunan harus dilakukan
degan teliti dan seksama, sehingga sesuai dengan rencana
dan gambar bestek.
- Penempatan ukuran-ukuran titik duga dan titik-titik pokok
lainnya yang harus dibuat/dipasang dengan profil-propil

Rehab Ruang Pelayanan SP3 (Catin)


Halaman - 5 Rencana Kerja dan Syarat

atau bowplank yang cukup kuat dari kayu dan sesuai


dengan petunjuk Direksi Lapangan.
- Pemasangan patok-patok ataupun titik-titik duga yang
telah terpasang maupun bowplank, jika Direksi menilai/
mempertimbangkan merasa perlu dirobah/
diperbaiki/dipindahkan/direvisi, kontraktor harus
melakukan dengan petunjuk dan pengarahan Direksi
Lapangan.
- Menggunakan Kayu balok 5/7 cm dan papan kayu 2/20cm,
dengan memperhitungkan mutu bahannya sehingga patok
tersebut cukup kuat hingga selesai pekerjaan
pelaksanaannya.
- Apabila ada patok yang rusak, harus segera diganti dengan
yang baru dan pemasangannnya diketahui dan disetujui
oleh Direksi Lapangan.
-
1.4. PERALATAN KERJA DAN MOBILISASI
1. Pemborong harus mempersiapkan dan mengadakan peralatan-
peralatan kerja dan perlatan bantu yang akan digunakan di
lokasi proyek sesuai dengan lingkup pekerjaan serta
memperhitungkan segala biaya pengangkutan.
2. Pemborong harus menjaga ketertiban dan kelancaran
selama perjalanan ala-talat berat yang menggunakan jalanan
umum agar tidak mengganggu lalulintas.
3. Pengawas atau pemberi tugas berhak memerintahkan untuk
menambah peralatan atau menolak peralatan yang tidak
sesuai atau tidak memenuhi persyaratan.
4. Bila pekerjaan telah selesai, pemborong diwajibkan untuk
segera menyingkirkan alat-alat tersebut, memperbaiki
kerusakan yang diakibatkannya dan membersihkan bekas-
bekasnya.
5. Disamping untuk menyediakan alat-alat yang diperlukan
seperti dimaksudkan pada ayat (1), pemborong harus
menyediakan alat-alat bantu sehingga dapat bekerja pada

Rehab Ruang Pelayanan SP3 (Catin)


Halaman - 6 Rencana Kerja dan Syarat

kondisi apapun, seperti : tenda-tenda untuk bekerja pada


waktu hari hujan, perancah (scafolding) pada sisi luar
bangunan atau tempat lain yang memerlukan, serta peralatan
lainnya.

1.5. PENYEDIAAN AIR DAN DAYA LISTRIK UNTUK KERJA


1. Air untuk bekerja harus disediakan dari PDAM. Air harus bersih
bebas dari lumpur, minyak dan bahan kimia lainnya dengan
dibuktikan dengan pemeriksaan laboratorium
2. Listrik untuk bekerja harus disediakan Pemborong dan
diperoleh dari sambungan sementara PLN setempat selama
masa pelaksanaan pembangunan dengan daya minimal 300
watt. Penggunaan Diesel untuk pembangunan sementara
harus melalui persetujuan Direksi lapangan

1.6. RAPAT LAPANGAN


Sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam 1 (satu) minggu
diadakan Rapat Lapangan (Site Meeting) di Ruang Rapat di Kantor
Direksi yang dipimpin langsung oleh Direksi/Owner

Pokok-pokok pembicaraan dalam rapat ini antara lain :


- Kemajuan Pekerjaan (Progress Report) dan hal-hal yang
tercantum dalam Laporan Mingguan
- Perihal Administrasi Proyek Hal-hal teknis (penjelasan
gambar/spesifikasi serta instruksi Direksi dan Pemberi Tugas)
- Koordinasi Pekerjaan
- Seluruh Hasil Rapat ditulis dalam suatu Risalah Rapat dan
masing-masing peserta rapat menerima satu berkas risalah
rapat yang dapat dijadikan acuan dan kontrol bagi pelaksanaan
pekerjaan selanjutnya.

1.7. LAPORAN-LAPORAN
Kontraktor harus menbuat catatan-catatan berupa laporan harian
yang memberikan gambaran dan catatan singkat dan jelas

Rehab Ruang Pelayanan SP3 (Catin)


Halaman - 7 Rencana Kerja dan Syarat

mengenai :
a. Taraf berlangsungnya pekerjaan-pekerjaan yang dilaksanakan
oleh Kontraktor bawahan
b. Catatan dari Pemberi Tugas/Direksi/Konsultan Pengawas yang
telah disampaikan secara tertulis maupun lisan
c. Hal ikhwal mengenai bahan-bahan, peralatan/mesin yang
masuk
d. Keadaan Cuaca
b. Hal ikhwal mengenai pekerja
c. Hal ikhwal mengenai pekerjaan tambah kurang
d. Hal ikhwal mengenai kesulitan-kesulitan atau gangguan yang
mungkin ada.
Setiap laporan harian pada hari dan tanggal yang sama diperiksa
dan disetujui kebenarannya oleh Pengawas Harian dari Konsultan
Pengawas. Perselisihan mengenai hal ini mengakibatkan
pekerjaan dihentikan untuk diadakan opname. Dan berdasarkan
laporan harian ini, oleh kontraktor disusun laporan mingguan yang
minimal berisikan :
- Jumlah hasil pekerjaan yang diperoleh dalam waktu 1 (satu)
minggu serta perbandingannya dengan schedule yang
disepakati
- Prestasi fisik yang dicapai, dibandingkan dengan program,
dan dibandingkan dengan minggu sebelumnya dalam suatu
curva “S”
- Hambatan-hambatan yang timbul mengenai tenaga, bahan
dan peralatan serta rencana penanggulangannya
- Catatan-catatan mengenai ada tidaknya pekerjaan
tambah/kurang
- Instruksi-instruksi, tegoran-tegoran dan sebagainya yang
telah diterima oleh Kontraktor dari Pemberi Tugas, Direksi
dan Konsultan pengawas dan solusinya.
1.8. JAMINAN DAN KESELAMATAN KERJA
1. Kontraktor diwajibkan menyediakan obat-obatan menurut
Syarat-syarat Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) dan

Rehab Ruang Pelayanan SP3 (Catin)


Halaman - 8 Rencana Kerja dan Syarat

Menerapkan K3 untuk seluruh pekerja yang ada dilapangan


yang selalu dalam keadaan siap digunakan di lapangan, untuk
mengatasi segala kemungkinan musibah bagi semua petugas
dan pekerja dilapangan.
2. Kontraktor wajib menyediakan air minum yang cukup bersih
dan memenuhi syarat- syarat kesehatan bagi semua Petugas
dan Pekerja yang ada dibawah kekuasaan Kontraktor.
3. Segala hal yang menyangkut jaminan sosial dan keselamatan
para pekerja wajib diberikan oleh kontraktor sesuai dengan
peraturan perundangan yang berlaku.

1.9. SITUASI
1. Hal mana pembangunan/perbaikan/pemeliharaan akan
diserahkan kepada pelaksana sebagaimana adanya pada waktu
rapat penjelasan, untuk itu para calon Pemborong wajib
meneliti situasi medan terutama bangunan, sifat dan luasnya
pekerjaan dan hal lain yang berpengaruh terhadap harga
penawaran.
2. Kelalaian dan kekurang telitian dalam hal ini tidak dapat
dijadikan alasan untuk klaim dikemudian hari.
3. Dalam rapat penjelasan akan ditunjukan dimana pekerjaan
akan dilaksanakan

[Link] DAN PENYIMPANAN


a. Bahan yang dipergunakan di dalam Pekerjaan harus :
i. Memenuhi Spesifikasi dan standar yang berlaku.
ii. Sesuai dengan ukuran, kebutuhan, tipe dan mutu yang
dipersyaratkan dalam gambar atau dokumen kontrak.

b. Penyimpanan Material
i. Umum
Material harus disimpan sedemikian rupa sehingga
mutunya terjamin dan terpelihara serta siap untuk
dipergunakan dalam pekerjaan sewaktu-waktu.

Rehab Ruang Pelayanan SP3 (Catin)


Halaman - 9 Rencana Kerja dan Syarat

Penyimpanan bahan penempatannya harus sedemikian


rupa sehingga dapat digunakan sewaktu-waktu dan
mudah untuk diperiksa oleh Konsultan Pengawas.
ii. Tempat Penyimpanan
Tempat penyimpanan bahan di lapangan harus bebas
dari tumbuh-tumbuhan dan sampah, bebas dari
genangan dan bila perlu permukaannya ditinggikan.
Bahan yang ditempatkan di atas tanah tidak
diperkenankan untuk dipakai, kecuali hanya kalau
permukaan tanah tersebut telah disiapkan sebelumnya
dan diberi lapis permukaan.

[Link] PEKERJAAN
Foto dokumentasi dilakukan dengan setiap perkembangan
pekerjaan. Dibuat dalam satu lembar kertas A 4 terdiri dari:

- Photo dokumentasi (photo berwarna) dilampiri dengan laporan


harian pekerjaan dan lain-lain yang dianggap perlu yang
berhubungan dengan administrasi proyek

Rehab Ruang Pelayanan SP3 (Catin)


Halaman - 10 Rencana Kerja dan Syarat

- Dokumentasi dilampiri dengan laporan pekerjaan yang


disusun oleh kontraktor dan yang ditandatangani oleh
pengawas lapangan untuk diserahkan sebagai lampiran
administrasi dalam proses pemeriksaan lapangan maupun
dalam proses pembayaran penagihan pekerjaan

PASAL 2
PEKERJAAN BONGKARAN

2.1. Pekerjaan ini meliputi


Semua pembongkaran dinding bata, plat beton, balok, dan kolom
beton, besi beton atap, plafon dan lain-lain yang diisyaratkan untuk
dibongkar untuk pelaksanaan pekerjaan yang baru baik yang berupa
struktural ataupun yang non struktural.

2.2. Syarat pembongkaran


a. Semua pembongkaran harus menggunakan cara dan alat-alat
khusus yang tidak akan merusak bagian-bagian yang tidak
diisyaratkan di bongkar
b. Tidak diperkenankan menggunakan bahan peledak atau alat
yang dapat membahayakan orang lain
c. Semua puing dan sisa bongkaran harus dibuang secepatnya
di luar kawasan proyek atau atas persetujuan Pengawas sisa
bongkaran tersebut harus dikumpulkan di suatu tempat
diareal proyek
d. Untuk bongkaran genteng, kayu, plywood dan paku harus
dikumpulkan sebagai berikut :
i. Paku. Semua paku yang menepel pada kayu harus
dicabut dan dikumpulkan.
ii. Kayu. Semua kayu harus dikupulkan menurut ukuranya
dan disusun berdiri sesuai dengan panjangnya.
iii. Untuk papan dan plywood harus dikumpulkan dengan
ditumpuk sesuai dengan ukuranya .

Rehab Ruang Pelayanan SP3 (Catin)


Halaman - 11 Rencana Kerja dan Syarat

e. Kontraktor wajib memperbaiki atau mengganti dengan yang


baru apabila ada bagian-bagian bangunan yang rusak akibat
pembongkaran tersebut dengan semua biaya ditanggung
Kontraktor
f. Semua sisa puing/sisa bongkaran tidak diperkenankan di daur
ulang untuk pekerjaan yang baru kecuali atas persetjuan
pengawas.

Rehab Ruang Pelayanan SP3 (Catin)


Halaman - 12 Rencana Kerja dan Syarat

BAB II
PEKERJAAN GALIAN TANAH, URUGAN
& TIMBUNAN/PEMADATAN

3.1. Pekerjaan Galian Tanah Dan Urugan Kembali


1. Pekerjaan galian tanah dapat dilaksanakan setelah bowplank
serta Peil (elevasi 0,00) dan peletakan posisi pondasi dan sloof
sudah disetujui oleh Direksi lapangan/Pengawas lapangan dan
semua pekerjaan harus tarik benang / water pass.
2. Kontraktor harus mempersiapkan peralatan gali dan pengurungan
serta tenaga kerja yang trampil sebelum dilaksanakan pekerjaan
galian.
3. Setelah titik pondasi dan posisi galian sloof, saluran, septictank
disetujui, galian dapat dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan
pekerjaan berdasarkan gambar kerja.
4. Kontraktor harus mengantisipasi kejadian longsoran tanah saat
penggalian tanah dilaksanakan. Demikian juga rembesan air.
5. Untuk mengantisipasi air rembesan saat bekerja, Kontraktor
harus mempersiapkan pompa air sehingga pekerjaan dapat
berlangsung dengan baik. Sesuai dengan kebutuhan.
6. Kontraktor juga harus mengantisipasi keselamatan tenaga kerja
saat mengadakan penggalian.
7. Segala biaya yang timbul untuk mengantisipasi longsoran tanah,
aliran air rembesan adalah tanggungjawab kontraktor
sepenuhnya.
8. Bahan ex galian yang diperkirakan sebagai bahan organis, akar-
akaran, tungkul kayu, sampah harus disingkirkan dan dilarang
keras digunakan sebagai bahan urugan kembali,
9. Pekerjaan urugan kembali harus dilaksanakan dengan baik dan
ex galian harus dikeringkan terlebih dahulu sebelum diurug.
10. Sambil pekerjaan urugan dilaksanakan, dilakukan juga
pemadatan dan setiap 30 cm bahan urugan, pemadatan harus
dilaksanakan.
Rehab Ruang Pelayanan SP3 (Catin)
Halaman - 13 Rencana Kerja dan Syarat

11. Sebelum pekerjaan urugan dapat dilaksanakan sampai padat dan


rapi sehingga nantinya diperkirakan tidak terjadi penurunan
tanah.

3.2. Pekerjaan Urugan Pasir Dan Pemadatan/Timbunan


A. Urugan Pasir

- Bahan urugan pasir harus bermutu baik dan bebas dari bahan-
bahan organis.
- Pekerjaan urugan pasir dilaksanakan dalam kondisi bahan
lembab
- Pekerjaan urugan pasir yang dimaksud harus kondisi padat
dan pemadatan dengan membasahi tidak diperoleh akan
tetap harus dipadat dengan methode pemadatan yang benar

B. Timbunan dan Pemadatan


1. Bahan timbunan harus tanah timbun pilihan, bebas tanah
humus kotoran organik, sampah akar-akaran, bongkol kayu.
2. Tanah timbun pilihan dapat berupa pasir berlempung, pasir
berlanau sedikit lempung atau pasir sedikit lempung
3. Tanah timbun harus dihampar setebal 30 cm kemudian
dipadatkan
4. Penimbunan dan pemadatan dilakukan lapis dari lapis dengan
ketebalan maximum
5. Dilarang memadatkan tanah timbun dengan kondisi bahan
timbunan dalam kondisi basah.
6. Dilarang keras memadatkan tanah timbunan dengan cara
membasahi
7. Penghamparan dan pemadatan harus dilaksanakan dengan
teknis pemadatan yang benar untuk menghasilkan hasil
pemadatan yang baik, kuat dan tidak turun atau lonsor.

Rehab Ruang Pelayanan SP3 (Catin)


Halaman - 14 Rencana Kerja dan Syarat

8. Pekerjaan ini harus disesuaikan sesuai dengan daftar kuantitas


/BQ
9. Timbunan di bawah lantai menggunakan sirtu yang
dipadatkan sesuai dengan gambar kerja

C. Pekerjaan Lantai Kerja


1. Bahan lantai kerja adalah beton cor, beton mutu f'c = 7.4 Mpa
(K 100), slump (3-6) cm, w/c = 0.87
2. Lantai kerja dipasang pada setiap alas pondasi sesuai dengan
gambar kerja.
3. Lantai kerja harus diletakkan di atas pasir urug padat/urug
padat.
4. Lantai kerja harus rata permukaan agar diatas urugan pasir
sehingga, selimut beton (tahu beton) dapat terikat sempurna
dan tahu beton tersebut dapat berfungsi sebagai selimut
beton.

BAB III
PEKERJAAN SUB STRUKTUR
PASAL 1
PEKERJAAN PONDASI

1. Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan pondasi ini meliputi pekerjaan Pondasi Menerus. Pekerjaan
pondasi menerus yang dimaksud adalah meliputi : Urugan Pasir, Lantai
kerja beton cor campuran 1:3:5, Pas. Batu Padas/ Batu Kali, Sloof,
Kolom, Ring Balok, Plat Kanopy, Plat Dak adalah adukan beton Sitemix
: Beton untuk pekerjaan menggunakan: Beton mutu f’ = 19.3 MPa (K

Rehab Ruang Pelayanan SP3 (Catin)


Halaman - 15 Rencana Kerja dan Syarat

225). slump (12 ± 2) cm. w/c = 0.58. Plat Lantai, Balok Utama/ Balok
Plat Lantai adalah adukan beton readymix : Beton untuk pekerjaan
menggunakan: Beton mutu f'c = f’ = 19.3 MPa (K 225). slump (12 ± 2)
cm. w/c = 0.58. Bagian ini meliputi pengadaan bahan-bahan,
peralatan, tenaga kerja dan jasa-jasa lain sehubungan dengan
pekerjaan beton biasa, beton bertulang dan lain-lain sesuai dengan
gambar-gambar persyaratan teknis ini
Dalam hal ini Pemborong yang harus menyediakan tenaga, peralatan
seperti Lift/Crane berikut Concrete Mixer dan peralatan-peralatan lain
yang harus selalu berada di lapangan sesuai dengan standard dan
kapasitas untuk pekerjaan tersebut

2. Pengendalian Pekerjaan
Kecuali disebutkan lain, maka semua pekerjaan beton harus mengikuti
ketentuan-ketentuan seperti tertera dalam :
- SK SNI T-15-1991-03
- NI-2-PBI-1971
- NI-3-1970
- NI-5-1961
- NI-8-1974
- SKTM-JLS G 3445

3. Syarat-syarat Pelaksanaan
Untuk seluruh Pekerjaan Struktur digunakan mutu Beton dua jenis
meliputi :
Mutu beton f'c = 19.3 MPa (K 225). slump (12 ± 2) cm. w/c = 0.58
dengan Site Mix untuk pekerjaan Pondasi Tapak, pondasi bore file,
Sloof, Kolom, Ring Balok, Plat Kanopy, Plat Dak.
Mutu beton f'c = 19.3 MPa (K 225). slump (12 ± 2) cm. w/c = 0.58
dengan Ready Mix untuk Balok Induk dan Plat Lantai.

Bahan-bahan
a. Agregat Beton

Rehab Ruang Pelayanan SP3 (Catin)


Halaman - 16 Rencana Kerja dan Syarat

Agregat Beton berupa batu pecah yang diperoleh dari pemecahan


batu. Sistem penyimpanan harus sedemikian rupa agar
memudahkan pekerjaan dan menjaga agar tidak terjadi
kontaminasi bahan yang tidak diinginkan

b. Agregat Kasar
Agregat Kasar untuk beton harus terdiri dari butir-butir yang kasar,
keras tidak berpori dan berbentuk kubus. Bila ada butir-butir yang
pipih jumlahnya tidak boleh melampaui 20% dari jumlah berat
keseluruhannya. Agregat Kasar harus bersih dari zat-zat organis,
zat-zat reaktif alkali atau substansi yang merusak beton
Gradasi

Lewat Saringan
Saringan Ukuran

3 / 4” 20,00 mm 90 – 100
3 / 8” 95,00 mm 20 – 55
No. 4 04,76 mm 0 – 10

c. Agregat Halus
Agregat Halus dapat menggunakan pasir alam yang berasal dari
Quarry yang telah disepakati pihak Pengawas.
Pasir harus bersih dari zat organis, zat alkali tanah dan substansi
lain yang dapat merusak beton. Pasir tidak boleh mengandung
substansi tersebut lebih dari 5%
Pasir Laut tidak boleh digunakan untuk beton. Pasir harus terdiri dari
partikel-partikel yang tajam dan keras. Cara dan penyimpanan
harus baik agar menjamin kemudahan pelaksanaan pekerjaan
dan menjaga tidak terjadi kontaminasi yang tidak diinginkan.

Rehab Ruang Pelayanan SP3 (Catin)


Halaman - 17 Rencana Kerja dan Syarat

Gradasi

Lewat Saringan
Saringan Ukuran

No. 4 4,760 mm 90 – 100


No. 8 2,380 mm 80 – 100
No. 16 1,190 mm 50 – 85
No. 30 0,595 mm 25 – 65
No. 50 0,297 mm 10 – 30
No. 100 0,149 mm 5 – 10
No. 200 0,074 mm 0–5

d. PC (Portland Cement/PC)
Semen yang dipakai harus dari mutu yang diisyaratkan dalam NI-8
Bab 3.2. Kontraktor harus mengusahakan agar semen yang
dipakai untuk seluruh pekerjaan beton berasal dari satu merk
saja. Semen ini harus dibawa ke tempat pekerjaan dalam zak
yang tertutup oleh pabrik dan terlindung serta harus dalam
jumlah sesuai dengan urutan pengirimannya
Penyimpanannya harus dilaksanakan dalam tempat-tempat rapat air
dengan lantai terangkat dan ditumpuk dalam urutan pengiriman.
Semen yang rusak atau tercampur apapun tidak boleh dipakai
dan harus dikeluarkan dari lapangan pekerjaan

e. Pembesian
Besi penulangan beton harus disimpan dengan cara-cara
sedemikian rupa, sehingga bebas dari hubungan langsung dengan
tanah lembab maupun basah
Besi penulangan harus disimpan berkelompok berdasarkan ukuran
masing-masing. Besi penulangan rata maupun besi penulangan
bergelombang (Deformed Bars) harus sesuai dengan persyaratan
dalam NI-2 Bab 3.7, yang dinyatakan sebagai U-24.
Rehab Ruang Pelayanan SP3 (Catin)
Halaman - 18 Rencana Kerja dan Syarat

Besi penulangan yang akan digunakan harus bebas dari karat dan
kotoran lain, apabila harus dibersihkan dengan cara disikat atau
digosok tanpa mengurangi diameter penampang besi, atau
dengan bahan cairan sejenis “Vikaoxy Off” yang disetujui
Pengawas.

Direksi/Pengawas berhak memerintahkan untuk menambah besi


tulangan di tempat yang dianggap perlu sampai maksimum 5%
dari tulangan yang ada di tempat tersebut, meski tidak tertera
dalam gambar struktur, tanpa biaya tambahan.

f. Kawat Pengikat
Harus berukuran minimal diameter 1 mm seperti diisyaratkan dalam
NI-2 Bab 3.7.

g. Air
Air harus bersih dan jernih sesuai dengan persyaratan dalam NI-2
Bab 3.6. Sebelum air untuk pengecoran beton dipergunakan,
harus terlebih dahulu diperiksa dilaboratorium PAM/PDAM
setempat yang disetujui Pengawas dan biaya sepenuhnya
ditanggung oleh Kontraktor. Dan Kontraktor harus menyediakan
air atas biayanya sendiri

h. Additive
Untuk mencapai slump yang diisyaratkan dengan mutu yang tinggi,
bila diperlukan campuran beton dapat menggunakan bahan-
bahan additive merk POZZOLITK 300 atau yang setara. Bahan
tersebut harus disetujui oleh Pengawas. Additive yang
mengandung chloride atau nitrat tidak boleh dipergunakan.

Pelaksanaan

Sebelum dilaksanakan, Kontraktor harus mengadakan Trial Test atau


Mixed Design yang dapat membuktikan bahwa mutu beton yang

Rehab Ruang Pelayanan SP3 (Catin)


Halaman - 19 Rencana Kerja dan Syarat

diisyaratkan dapat tercapai. Dari hasil test tersebut ditentukan oleh


Pengawas “Deviasi Standard” yang akan dipergunakan untuk menilai
mutu beton selama pelaksanaan.
a. Pengecoran Beton
Pengecoran beton dapat dilaksanakan setelah Kontraktor mendapat izin
secara tertulis dari Pengawas. Permohonan izin rencana pengecoran
harus diserahkan paling lambat 2 (dua) hari sebelumnya.
Sebelum pengecoran dimulai, Kontraktor harus sudah menyiapkan
seluruh steak- steak maupun anker-anker dan sparing-sparing yang
diperlukan, pada kolom- kolom, balok-balok beton untuk bagian yang
akan berhubungan dengan dinding bata maupun pekerjaan instalasi.
Kecuali dinyatakan lain pada gambar, maka stek-stek dan anker-
anker dipasang dengan jarak setiap 1 (satu) meter.

Memberitahukan Direksi selambat-lambatnya 24 (dua puluh empat) jam


sebelum pengecoran beton dilaksanakan
Persetujuan Direksi ini berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan cetakan
dan pemasangan besi serta bukti bahwa Kontraktor dapat
melaksanakan pengecoran tanpa gangguan. Persetujuan di atas tidak
mengurangi tanggung jawab Kontraktor atas pelaksanaan pekerjaan
beton secara menyeluruh

b. Pemadatan Beton
- Kontraktor harus bertanggung jawab untuk menyediakan
peralatan untuk mengangkut dan menuang beton dengan
kekentalan secukupnya agar didapat beton padat tanpa
menggetarkan secara berlebihan
- Pelaksanaan penuangan dan penggetaran beton adalah sangat
penting. Beton digetarkan dengan vibrator secukupnya dan
dijaga agat tidak berlebihan (overvibrate). Hasil beton yang
berongga-rongga dan terjadi pengantongan beton-beton tidak
akan diterima
- Penggetaran tidak boleh dilakukan bila dengan maksud untuk
mengalirkan beton

Rehab Ruang Pelayanan SP3 (Catin)


Halaman - 20 Rencana Kerja dan Syarat

- Pada daerah pembesian yang penuh (padat) harus digetarkan


dengan penggetar dengan frekwensi tinggi 0,2 cm, agar dijamin
pengisian beton dan pemadatan yang baik
- Penggetaran beton harus dilaksanakan oleh tenaga kerja yang
mengerti dan terlatih

c. Slump
Kekentalan beton untuk jenis konstruksi berdasarkan pengujian dengan
PBI-1971 adalah sebagai berikut :
Jenis Konstruksi Slump/Max (mm) Min/(mm)

- Kaki dan dinding Pondasi 125 50


- Pelat, Balok dan Dinding 150 75
- Kolom 150 75
- Pelat di atas tanah 125 50

Bila tidak digunakan alat penggetar dengan frekwensi getaran tinggi


angka tersebut di atas dapat dinaikkan sebesar 50%, tetapi dalam hal
apapun tidak boleh melebihi 150 mm.

d. Sambungan Konstruksi
- Jadwal pembetonan harus disiapkan untuk tiap-tiap struktur
secara lengkap dan Konsultan Pengawas harus menyetujui lokasi
dari sambungan konstruksi pada jadwal tersebut, atau harus
diletakkan seperti yang ditunjukkan pada gambar.
- Bila sambungan vertikal diperlukan, baja tulangan harus
menerus melewati sambungan sedemikian sehingga membuat
struktur tetap monolit.
- Kontraktor harus menyediakan tambahan buruh dan material
sebagaimana diperlukan untuk membuat tambahan sambungan
konstruksi dalam hal penghentian pekerjaan yang tidak
direncanakan dari pekerjaan yang disebabkan oleh hujan atau
macetnya pengadaan beton atau penghentian oleh Konsultan
Pengawas
Rehab Ruang Pelayanan SP3 (Catin)
Halaman - 21 Rencana Kerja dan Syarat

e. Konsolidasi
- Beton harus dipadatkan dengan penggetar mekanis yang
digerakkan dari dalam atau dari luar yang telah disetujui. Bila
diperlukan, dan apabila disetujui oleh Konsultan Pengawas,
penggetaran harus ditambah dengan penusukan batang penusuk
dengan tangan dengan alat yang cocok untuk menjamin
pemadatan yang tepat dan memadai. Penggetar tak boleh
digunakan untuk memindahkan campuran beton dari satu titik ke
titik lain dalam cetakan.
- Harus dilakukan tindakan hati-hati pada waktu pemadatan untuk
menentukan bahwa semua sudut dan diantara dan disekitar besi
tulangan benar-benar diisi tanpa pemindahan kerangka
penulangan, dan setiap rongga udara dan gelembung udara terisi.
- Penggetar harus dibatasi lama penggunaannya, sehingga
menghasilkan pemadatan yang diperlukan tanpa menyebabkan
segregasi (pemisahan) dari agregat.
- Setiap alat penggetar mekanis yang digerakkan dari dalam harus
dimasukkan tegak ke dalam beton basah supaya tembus kedasar
beton yang baru dicor, dan menghasilkan kepadatan pada seluruh
ke dalaman seksi itu. Alat penggetar kemudian harus ditarik pelan-
pelan dan dimasukkan kembali pada posisi lain tidak lebih dari 45
cm jaraknya. Alat penggetar harus tidak berada lebih dari
- 30 detik pada satu lokasi, tidak boleh digunakan untuk
menggeser campuran beton kelokasi lain dan tidak boleh
menyentuh tulangan beton.

Rehab Ruang Pelayanan SP3 (Catin)


Halaman - 22 Rencana Kerja dan Syarat

1.2. Cetakan Beton

1. Standard
Seluruh cetakan harus mengikuti persyaratan-persyaratan
normalisasi dibawah ini : NI-2-1971NI-3-1970

2. Bahan-bahan
- Bahan pelepas acuan (Realising Agent) harus sepenuhnya
digunakan pada semua acuan untuk pekerjaan beton.
- Cetakan beton ditempat biasa
- Bahan cetakan harus dibuat dari bahan yang sesuai dengan
kebutuhannya dengan diberi penguat secukupnya sehingga
keseluruhan form work dapat berdiri stabil dan tidak terpengaruh
oleh desakan-desakan beton pada waktu pengecoran serta dapat
menghasilkan konstruksi akhir yang mempunyai bentuk, ukuran
dan batas-batas yang sesuai dengan yang ditunjukkan dalam
Gambar.
- Pada cetakan kolom, balk, harus diadakan perlengkapan dan
peralatan khusus untuk menyingkirkan kotoran-kotoran, serbuk
gergaji, potongan kawat pengikat dan lain- lain.
- Apabila Acuan harus memikul beban yang besar atau bentang-
bentang yang besar serta memerlukan bentuk yang khusus,
maka harus dibuat perhitungan-perhitungan dan gambar kerja,
guna mengetahui beban pelaksanaan, termasuk beban vertikal
dan horizontal dan kegiatan-kegiatan serta faktor-faktor lain yang
bisa mempengaruhi.
- Sebelum beton dibuang, konstruksi cetakan harus diteliti untuk
memastikan sehingga dapat terjamin kedudukan yang tepat,
kokoh, rapat, tidak terjadi penurunan dan pengembangan pada
saat beton dituang serta bersih dari segala benda dan kotoran-
kotoran yang tidak diinginkan.
- Permukaan cetakan harus diberi minyak yang biasa
diperdagangkan (Form Oil) untuk mencegah lekatnya beton pada
cetakan. Pelaksanaannya dilakukan di tempat pabrikasi bekisting.

Rehab Ruang Pelayanan SP3 (Catin)


Halaman - 23 Rencana Kerja dan Syarat

- Sebelum pengecoran dimulai, permukaan cetakan harus dibasahi


terlebih dahulu dengan rata agar tidak terjadi penyerapan air
beton yang harus dituang.
- Cetakan beton dapat dibongkar dengan persetujuan tertulis dari
Direksi atau jika umur beton telah melampaui waktu sebagai
berikut

- Bagian sisi balok 48 jam


- Balok tanpa beban konstruksi 7 hari
- Balok dengan beban konstruksi 21 hari
- Pelat Lantai/Atap 21 hari
Dengan persetujuan Direksi, cetakan beton dapat dibongkar lebih awal
asal benda uji yang kondisi perawatannya sama dengan beton
sebenarnya telah mencapai kekuatan pada umur 28 hari.
Segala izin yang diberikan oleh Direksi sekali-kali tidak boleh menjadi
bahan untuk mengurangi/membebaskan tanggung jawab Kontraktor
dari adanya kerusakan- kerusakan yang timbul akibat pembongkaran
cetakan tersebut.
Pembongkaran cetakan beton tersebut harus dilaksanakan dengan hati-
hati sehingga tidak menyebabkan cacat pada permukaan beton dan
tetap menghasilkkan sudut-sudut yang tajam dan tidak pecah.

3. Hasil Pengecoran dan Finishing


a. Semua permukaan beton yang dihasilkan harus rapi, bersih
tanpa cacat, lurus dan tepat pada posisinya sesuai dengan
gambar rencana
b. Permukaan beton yang akan difinish dengan cat, tidak akan
diplester lagi tetapi langsung diberi plamur dan cat
b. Pengecatan dapat dilakukan setelah Pengawas memeriksa dan
menyatakan persetujuannya

1.3. Toleransi
a. Toleransi dimensi :
- Panjang keseluruhan sampai dengan 6 m ± 5 mm
- Panjang keseluruhan lebih dari 6 m ± 15 mm
Rehab Ruang Pelayanan SP3 (Catin)
Halaman - 24 Rencana Kerja dan Syarat

- Panjang balok, pelat dek, kolom dinding, atau antara


tembok kepala - 0 dan ±10 mm
b. Toleransi bentuk :
- Siku (selisih dalam panjang diagonal) ±10 mm
- Kelurusan atau lengkungan (penyimpangan dari garis yang
dimaksud) untuk panjang s/d 3m ±12 mm
- Kelurusan atau lengkungan untuk panjang 3 m - 6 m, ±15
mm
- Kelurusan atau lengkungan untuk panjang > 6 m, ±20 mm
c. Toleransi kedudukan (dari titik patokan):
- Kedudukan permukaan horizontal dari rencana ± 10 mm
- Kedudukan permukaan vertikal dari rencana ± 20 mm d.
Toleransi kedudukan tegak :
- Penyimpangan ketegakan kolom dan dinding ±

e. Toleransi ketinggian (elevasi)


- Puncak beton penutup di bawah pondasi ± 10 m
f. Toleransi kedudukan mendatar : ±10 mm dalam 4 m panjang
mendatar g. Toleransi untuk penutup/selimut beton tulangan :
- Selimut beton sampai 3 cm dan ± 5 mm
- Selimut beton 3 cm - 5 cm 0 dan ± l0 mm
- Selimut beton 5 cm - 10 cm ±10 mm

1.4. Sumber Standart

AASHTO M85-75 Semen Portland


Pengisi sambungan yang dibentuk untuk lapisan
AASHTO M2 1374 beton dan
Jumlah material yang lebih halus dari ayakan
AASHTO Tll-78 0.075 mm dalam agregat.
AASHTO M2 1374 Pengisi sambungan yang dibentuk untuk lapisan
beton dan

Jumlah material yang lebih halus dari ayakan


AASHTO T ll-78 0.075 mm dalam agregat.

Rehab Ruang Pelayanan SP3 (Catin)


Halaman - 25 Rencana Kerja dan Syarat

AASHTO T 21-78 Ketidak murnian organis dalam pasir untuk beton.


AASHTO T 26-72 Mutu air yang akan digunakan dalam beton
Abrasi dari agregat kasar dengan menggunakan
AASHTO T 96 -77 mesin Los Angeles.
AASHTO T 104-77 Penentuan mutu agregat dengan menggunakan
sodium sulfat.
AASHTO T 112-78 Gumpalan lempung dan partikel yang dapat
pecah dalam agregat.
AASHTO T 126-76 Pembuatan dan perawatan contoh untuk
pengujian beton di
AASHTO T141-74 Pengambilan contoh beton segar

1.5. Penyimpanan dan perlindungan Material


Untuk penyimpanan semen, kontraktor harus menyediakan tempat
yang tahan cuaca yang kedap udara dan mempunyai lantai kayu
yang dinaikkan yang ditutup dengan lapis selubung plastik.

1.6. Kondisi tempat kerja


Kontraktor harus menjaga temperatur dari seluruh material,
khususnya agregat kasar, pada tingkat yang serendah mungkin dan
harus menjaga temperatur dari beton di bawah 30 °C sepanjang
waktu pengecoran. Sebagai tambahan, kontraktor tidak boleh
melakukan pengecoran bila :
- Tingkat penguapan melampaui 1.0 kg/m2/jam
- Diperintahkan untuk tidak melakukannya oleh Konsultan
Pengawas, selamaperiode hujan atau bila udara penuh debu atau
tercemar.

1.7. Perbaikan dari pekerjaan beton yang tak memuaskan :


a. Perbaikan dari pekerjaan beton yang tidak memenuhi kriteria
toleransi yang disyaratkan atau yang memiliki hasil akhir
permukaan yang tidak memuaskan, atau
yang tidak memenuhi kebutuhan syarat campuran yang
Rehab Ruang Pelayanan SP3 (Catin)
Halaman - 26 Rencana Kerja dan Syarat

dipersyaratkan, meliputi :
- Perubahan dalam proporsi campuran untuk sisa pekerjaan;
- Tambahan perawatan pada bagian dari struktur yang dari
hasil pengujian ternyata gagal;
- Perkuatan atau pembongkaran menyeluruh dan penggantian
bagian pekerjaan yang dipandang tidak memuaskan;
- Penambalan dari cacat-cacat kecil.

b. Dalam hal adanya perselisihan dalam kualitas pekerjaan beton


atau adanya keraguan dari data pengujian yang ada, Konsultan
Pengawas dapat meminta kontraktor melakukan pengujian
tambahan yang diperlukannya untuk menjamin penilaian yang
wajar pada mata pekerjaan yang telah dilaksanakan. Pengujian
tambahan tersebut haruslah atas biaya Kontraktor.

1.8. Perawatan
- Sejak permulaan segera setelah pengecoran. Beton harus
dilindungi dari pengeringan dini, temperatur yang terlalu panas,
dan gangguan mekanis. Beton harus dipertahankan dengan
kehilangan kelembaban yang minimal dan dengan temperatur
yang relatif tetap untuk suatu perioda waktu yang disyaratkan
untuk menjamin hidrasi yang baik dari semen dan pengerasan
betonnya.
- Beton harus dirawat, setelah mengeras secukupnya, dengan
menyelimuti memakai lembaran yang menyerap air yang harus
selalu basah untuk perioda paling sedikit 3 hari. Seluruh
lembaran atau selimut untuk merawat beton harus cukup
diberati atau diikat ke bawah untuk mencegah permukaan
terbuka terhadap aliran udara. Bila cetakan kayu digunakan,
cetakan tersebut harus dipertahankan basah pada setiap saat
sampai dibongkar, untuk mencegah terbukanya sambungan dan
pengeringan beton.

1.9. Pekerjaan Akhir Pelat Beton

Rehab Ruang Pelayanan SP3 (Catin)


Halaman - 27 Rencana Kerja dan Syarat

Pelat beton harus dilicinkan atau dikasarkan sesuai dengan lokasi dan
pemakaian ruang dengan sendok besi/mesin.

Rehab Ruang Pelayanan SP3 (Catin)


Halaman - 28 Spesifikasi Teknis Pekerjaan

BAB I V
SYARAT-SYARAT PELAKSANAAN PEKERJAAN ARSITEKTUR
PASAL 1
PEKERJAAN NON FINISHING

1.1. PEKERJAAN BETON NON FINISHING


a. Lingkup Pekerjaan
- Dalam pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-
bahan, peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang digunakan untuk
melaksanakan pekerjaan ini sehingga dapat dicapai hasil pekerjaan
yang bermutu baik dan sempurna
- Meliputi pekerjaan beton praktis (sloof, kolom, ring balok, neut
kosen, anker beton setempat, dll) serta seluruh detail yang
disebutkan/ditunjukkan dalam gambar

b. Persyaratan Bahan
- Semen Portland
Yang digunakan harus dari mutu yang terbaik, terdiri dari satu jenis
merk dan atas persetujuan/memenuhi persyaratan dalam NI-8.
Semen yang mengeras sebagian/seluruhnya tidak dibenarkan untuk
digunakan
- Pasir Beton
Pasir harus terdiri dari butir-butir yang bersih dan bebas dari bahan-
bahan organis, lumpur dan sebagainya dan harus memenuhi
komposisi butir serta kekerasan yang dicantumkan dalam PBI 1971
- Agregat Halus (Pasir)
Agregat Halus yang digunakan dapat berupa pasir alam atau pasir
buatan yang dihasilkan alat-alat pemecah batu yang terdiri dari
butir-butir yang tajam dan keras artinya tidak pecah atau hancur
oleh pengaruh-pengaruh cuaca. Pasir beton tidak boleh
mengandung lumpur lebih dari 5% dan apabila kadar lumpur

Rehab Ruang Pelayanan SP3 (Catin)


Halaman - 29 Spesifikasi Teknis Pekerjaan

melebihi 5% maka dengan petunjuk Konsultan Pengawas pasir


tersebut harus dicuci lebih dahulu.
Pasir yang mengandung bahan organis dan jenis kimia lainnya juga
pasir laut tidak boleh dipakai dalam pekerjaan ini
- Air yang digunakan harus air tawar yang bersih dan tidak
mengandung minyak, asam, alkali dan bahan-bahan organis/bahan
lain yang dapat merusak beton dan harus mmenuhi NI-3 Pasal 10.
- Baja Tulangan
Digunakan bentuk batang-batang polos U-24 (= 2400 kg/cm² /SN)I).
Diameter besi sesuai dengan yang ditunjukkan dalam detail gambar.
Bahan harus bersih dari lapisan minyak/lemak dan bebas dari cacat
seperti serpih-serpih dan sebagainya
Bila dipandang perlu Pemborong diwajibkan untuk memeriksa mutu
besi beton ke laboratorium (Pemeriksaan bahan yang resmi dan sah)
atas biaya Pemborong
- Pengendalian Pekerjaan ini harus sesuai dengan :
a. Peraturan-peraturan/Standard setempat yang biasanya dipakai
b. Tata Cara Penghitungan Struktur Beton Indonesia untuk
Bangunan Gedung SK SNI T-15-1991-03
c. Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia 1961; NI-5 d. Peraturan
Semen Portland Indonesia 1972; NI-8
b. Peraturan Pembangunan Pemerintah Daerah Setempat
c. Ketentuan-Ketentuan Umum untuk Pelaksanaan Pemborongan
Pekerjaan Umum
d. (A.V) No. 9 tanggal 28 Mei 1941 dan Tambahan Lembaran
Negara No. 14571
e. Peringatan-peringatan Lisan maupun Tertulis yang diberikan
Direksi/Konsultan Pengawas

c. Syarat-Syarat Pelaksanaan
- Pembesian
1. Pembuatan tulangan harus sesuai dengan persyaratan-
persyaratan yang tercantum dalam SK SNI 1991

Rehab Ruang Pelayanan SP3 (Catin)


Halaman - 30 Spesifikasi Teknis Pekerjaan

2. Pemasangan tulangan beton harus sesuai dengan gambar


konstruksi
3. Tulangan beton harus diikat dengan kuat untuk menjamin
besi tersebut tidak berubah tempat selama pengecoran dan
harus bebas dari papan acuan dengan memasang beton
decking selama dengan ketentuan dalam SK SNI 1991
4. Besi beton yang tidak memenuhi syarat harus segera
dikeluarkan dari lapangan kerja dalam waktu 2 x 24 jam setelah
ada perintah tertulis dari Konsultan Pengawas

- Cara Pengadukan
1. Cara pengadukan harus menggunakan Beton Molen
2. Takaran untuk Semen Portland, Pasir dan Agregat Kasar harus
disetujui terlebih dahulu oleh Konsultan Pengawas dan tercapai
mutu pekerjaan seperti yang ditentukan dalam uraian dan
syarat-syarat
3. Selama pengadukan, kekentalan adukan beton harus diawasi
dengan jalan memeriksa slump pada setiap campuran baru,.
Pengujian slump, minimum 5 cm dan maksimum 10 cm

- Pengecoran Beton
1. Pemborong diwajibkan melaksanakan pekerjaan persiapan
dengan membersihkan dan menyiram cetakan-cetakan sampai
jenuh, pemeriksaan ukuran-ukuran, ketinggian, pemeriksaan
penulangan dan penempatan penahan jarak
2. Pengecoran Beton hanya dapat dilaksanakan atas persetujuan
KonsultanPengawas
3. Pengecoran harus dilakukan dengan sebaik mungkin dengan
menggunakan alat penggetar untuk menjamin beton cukup
padat dan harus dihindarkan terjadinya cacat pada beton,
seperti keropos dan sarang-sarang kerikil yang dapat
memperlemah konstruksi

Rehab Ruang Pelayanan SP3 (Catin)


Halaman - 31 Spesifikasi Teknis Pekerjaan

4. Apabila pengecoran beton akan dihentikan dan dilanjutkan


pada hari berikutnya, maka tempat perhentian tersebut harus
disetujui oleh Konsutan Pengawas

- Pekerjaan Acuan/Bekisting
1. Acuan Bekisting harus dipasang sesuai dengan bentuk dan
ukuran-ukuran yang telah ditetapkan/diperlukan dalam
gambar. Dari papan jenis kayu yang memenuhi persyaratan
dalam NI-2 Pasal 5.1
2. Bekisting dalam pekerjaan ini digunakan 2 kali pakai
3. Acuan harus dipasang sebagaimana mestinya dengan
perkuatan-perkuatan sehingga cukup kokoh dan dijamin
tidak berubah bentuk dan tetap dalam kedudukan selama
pengecoran
4. Acuan harus rapat/tidak bocor, permukaannya licin, bebas
dari kotoran-kotoran seperti bekas penggergajian, potongan
kayu dan sebagainya sebelum pengecoran dilakukan dan
harus mudah dibongkar tanpa merusak permukaan beton
5. Tiang-tiang acuan harus di atas papan atau baja untuk
memudahkan pemindahan perletakan. Tiang-tiang tidak
boleh disambung lebih dari satu meter. Tiang-tiang dari
dolken diameter 8-10 cm atau kaso 5/7 cm
6. Tiang acuan satu dengan yang lain harus diikat dengan
palang papan/balok secara cross
7. Pembukaan acuan baru dibuka setelah memenuhi
persyaratan yang dicantumkan dalam PBI-1971
8. Yang dipakai adalah Tripleks dengan tebal 9 mm
9. Pemborong harus mengikuti semua peraturan, baik yang
terdapat pada uraian dan syarat-syarat ataupun yang
tercantum dalam gambar-gambar atau peraturan yang
berlaku
10. Sebelum melaksanakan pekerjaan, Pemborong harus
memberikan contoh-contoh material seperti besi, kerikil,

Rehab Ruang Pelayanan SP3 (Catin)


Halaman - 32 Spesifikasi Teknis Pekerjaan

pasir, PC untuk mendapat persetujuan dari Konsultan


Pengawas
11. Beton yang harus dilindungi dari kemungkinan cacat yang
diakibatkan dari pekerjaan-pekerjaan lain
12. Bila terjadi kerusakan, Pemborong diwajibkan untuk
memperbaikinya dengan tidak mengurangi mutu
pekerjaan, seluruh biaya perbaikan menjadi tanggung
jawab Pemborong
13. Bagian beton setelah dicor selama masa pengerasan harus
selalu dibasahi dengan air terus menerus selama 1 (satu)
minggu atau lebih (sesuai ketentuan PBI 1971)

1.2. PEKERJAAN BESI TULANGAN


a. Lingkup Pekerjaan
- Dalam pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-
bahan, peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang digunakan
untuk melaksanakan pekerjaan ini hingga dapat dicapai hasil
pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna
- Pekerjaan meliputi pemasangan besi-besi angkur kosen, angkur
tiang, pembesian plat (meja washtafel, tutup septic tank, tutup
bak kontrol) serta seluruh detail yang disebutkan/ditunjukkan
dalam gambar

b. Persyaratan Besi Tulangan


- Digunakan bentuk batang-batang polos U-24 (= 2400 kg/cm²
/SN)I). Diameter besi sesuai dengan yang ditunjukkan dalam
detail gambar. Bahan harus bersih dari lapisan minyak/lemak dan
bebas dari cacat seperti serpih-serpih dan sebagainya
- Penampang besi beton adalah bulat atau berulir dan memenuhi
syarat-syarat PBI 1971
- Bila dipandang perlu, Pemborong diwajibkan untuk memeriksa
mutu bahan yang digunakan ke laboratorium/Pemeriksaan
bahan yang resmi dan sah atas biaya Pemborong

Rehab Ruang Pelayanan SP3 (Catin)


Halaman - 33 Spesifikasi Teknis Pekerjaan

- Pengendalian pekerjaan ini harus memenuhi :


a. Tata Cara Penghitungan Struktur Beton Indonesia SK SNI 1991
b. Peraturan Pembangunan Pemerintah Daerah Setempat
b. Ketentuan-Ketentuan Umum untuk Pelaksanaan
Pemborongan Pekerjaan Umum (A.V) No. 9 tanggal 28 Mei
1941 dan Tambahan Lembaran Negara No. 14571
c. Persyaratan Umum Bahan Indonesia (PUBI) 1982, maupun
Peringatan-peringatan
d. Lisan atau Tertulis yang diberikan Konsultan Pengawas

c. Syarat-Syarat Pelaksanaan
- Pabrikasi tulangan dan pemasangan harus sesuai dengan yang
ditentukan dalam gambar dan sesuai persyaratan dan ketentuan
- Penggunaan tulangan beton harus sesuai dengan gambar
rencana
- Bila merupakan suatu rangkaian, tulangan beton harus diikat
dengan kuat untuk menjamin besi tersebut tidak berubah tempat
selama pengecoran dan harus bebas dari papan acuan dengan
memasang beton decking sesuai dengan ketentuan
- Kawat pengikat besi beton/rangka dibuat dari baja lunak dan
tidak disepuh dengan seng, dengan diameter kawat lebih besar
atau sama dengan 0,40 mm. Kawat ini harus memenuhi syarat-
syarat yang ditentukan
- Pemborong harus bertanggung jawab atas kesempurnaan dan
kebenaran dari semua pekerjaan-pekerjaan besi non struktural
tanpa melalaikan semua persyaratan yang ditentukan
- Pemborong harus mengikuti semua peraturan, baik yang
terdapat pada uraian dan syarat-syarat ataupun yang
tercantum dalam gambar
- Bila terjadi kerusakan, Pemborong diwajibkan untuk
memperbaikinya dengan tidak mengurangi mutu pekerjaan,
seluruh biaya perbaikan menjadi tanggung jawab Pemborong

Rehab Ruang Pelayanan SP3 (Catin)


Halaman - 34 Spesifikasi Teknis Pekerjaan

- Pasangan angkur dan lain-lain harus dapat menyatu dengan


adukan beton.
- Pemasangan harus tepat dan kuat pada tempatnya.

PASAL 2
PEKERJAAN DINDING

2.1. PEKERJAAN DINDING BATU BATA


a. Lingkup Pekerjaan
- Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan,
peralatan dan alat-alat bantu yang dibutuhkan dalam
terlaksananya pekerjaan ini untuk memperoleh hasil yang baik
- Pekerjaan pasangan batu bata ini, meliputi pekerjaan dinding
bangunan, dan seluruh detail yang disebutkan/ditunjukkan
dalam gambar atau sesuai petunjuk Konsultan Pengawas
b. Persyaratan Beton
- Batu Merah harus memenuhi ketentuan NI-10
- Semen Portland sesuai dengan NI-3
- Air harus memenuhi ketentuan NI-3

c. Syarat-Syarat Pelaksanaan
- Bahan-bahan yang dipergunakan sebelum dipasang, terlebih
dahulu harus diserahkan contoh-contohnya kepada Konsultan
Pengawas untuk diminta persetujuannya.
- Seluruh dinding dari pasangan batu bata/bata merah, dengan
aduk campuran 1 PC : 4 pasir pasang, kecuali pasangan batu
bata ukuran 1 batu dan ½ batu sebagai pondasi dan trasram
dipasang dengan campuran 1 PC : 2 Pasir.
- Untuk semua dinding trassram/rapat air dengan aduk campuran
1 PC : 2 pasir pasang, yakni pada dinding dan permukaan
sloof/balok/pondasi Ssesuai dengan gambar kerja dari

Rehab Ruang Pelayanan SP3 (Catin)


Halaman - 35 Spesifikasi Teknis Pekerjaan

permukaan lantai setempat dan pasangan batu bata di bawah


permukaan tanah atau seperti yang tertera pada gambar.
- Batu bata merah yang digunakan adalah batu bata merah press
mesin ukuran 5 x 11 x 22 cm ex lokal, dengan kualitas terbaik,
siku dan sama ukuran, sama warna dan tidak diperkenankan
memasang bata merah yang patah dua atau lebih, serta harus
disetujui oleh Konsultan Pengawas.
- Sebelum digunakan batu bata harus direndam air dalam bak atau
drum hingga jenuh

- Setelah batu bata terpasang dengan aduk, naad/siar-siar harus


dikerok sedalam 1 cm dan dibersihkan dengan sapu lidi dan
setelah kering permukaan pasangan disiram air.
- Pasangan dinding batu bata sebelum diplester harus dibasahi
dengan air terlebih dahulu dan siar-siar dibersihkan.
- Pemasangan dinding batu bata dilakukan bertahap, setiap
tahap maksimum 24 lapis per-harinya, serta diikuti dengan cor
kolom praktis.
- Bidang dinding batu bata tebal ½ batu yang luasnya lebih dari 9

m2 harus ditambahkan kolom dan balok penguat praktis dengan


kolom 13 x 13 cm, dengan tulangan pokok 4 diameter 12 mm,
beugel diameter 8 mm jarak 20 cm, jarak antara kolom
maksimum 3 m’
- Pelubangan akibat pembuatan perancah pada pasangan bata
merah sama sekali tidak diperkenankan
- Bagian pasangan bata yang berhubungan dengan setiap bagian
pekerjaan beton harus diberi penguat stek-stek besi beton
dengan diameter 12 mm jarak 75 cm, yang terlebih dahulu
ditanam dengan baik pada bagian pekerjaan beton dan bagian
yang tertanam dalam pasangan bata sekurang-kurangnya 30 cm
kecuali ditentukan lain.

Rehab Ruang Pelayanan SP3 (Catin)


Halaman - 36 Spesifikasi Teknis Pekerjaan

- Pasangan dinding batu bata tebal ½ batu harus menghasilkan


dinding finish setebal 1,3 cm setelah diplester (lengkap acian)
pada kedua belah sisinya. Pelaksanaan
- Pasangan harus cermat, rapi dan benar-benar tegak lurus
terhadap lantai serta merupakan bidang rata.
- Pasangan batu bata 1 PC : 2 Pasir pasang di bawah
permukaan tanah/lantai harus dibrapen dengan adukan 1 PC : 2
Pasir pasang.
- Pasangan batu bata harus dilaksanakan dengan toleransi

deviasi bidang pada arah diagonal dinding seluas 9 m2 tidak


lebih dari 0,5 cm (sebelum diaci/diplester)
- Toleransi terhadap As dinding adalah kurang lebih 1 cm (sebelum
diaci/diplester).

2.2. PEKERJAAN DINDING BATU BATA


Teknik pemasangan batu bata merah Ekspos agar mendapatkan hasil
yang baik dengan spasi rapat tanpa semen adalah dengan metoda
menggosokkan bagian yang kurang rata sehingga antara batu bata
yang dibawahnya dan dengan yang diatas terlihat lapar dan rapi teknik
teknik pemasangan batu bata ini ini disebut juga batu bata gosok asu
batu bata bosok pengikat batu bata antara batu bata sehingga merekat
adalah dengan semen dengan cara membuat lubang atau spasi pada
bagian dalam batu bata nya

2.3. PEKERJAAN PLESTERAN /ACIAN


a. Lingkup Pekerjaan
- Termasuk dalam pekerjaan plesteran/Acian ini meliputi
penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan yang diperlukan
termasuk alat bantu dan alat angkut yang diperlukan untuk
melaksanakan pekerjaan plesteran, sehingga dapat dicapai hasil
pekerjaan yang bermutu baik.

Rehab Ruang Pelayanan SP3 (Catin)


Halaman - 37 Spesifikasi Teknis Pekerjaan

- Lingkup pekerjaan plesteran beton ini meliputi seluruh plesteran


dinding, dinding core dan plafond/grid beton, seperti yang
disebutkan/ditunjukkan dalam gambar.

b. Persyaratan Bahan
- Semen harus memenuhi NI-8
- Pasir harus memenuhi NI-3 Pasal 14, PUBI 1982
- Air harus memenuhi NI-3 Pasal 10
- Campuran (Agregat Halus) untuk plesteran harus dipilih yang
benar-benar bersih dan bebas dari segala kotoran. Pasir untuk
finishing harus bersih dan erlebih dahulu diayak

c. Syarat-Syarat Pelaksanaan
- Seluruh plesteran dengan adukan campuran 1 PC : 2 Pasir
pasang
- Pasir yang digunakan harus diayak/terlebih dahulu dengan mata
ayakan seperti yang dipersyaratkan
- Material lain yang tidak terdapat pada daftar di atas tetapi
dibutuhkan untuk penyelesaian/penggantian pekerjaan dalam
bagian ini, harus bermutu baik dan disetujui oleh Konsultan
Pengawas
- Selain pasir dan air, bahan-bahan yang dikirim ke lapangan
harus dalam keadaan tertutup atau dalam kantong yang masih
disegel dan berlabel pabriknya, bertuliskan type dan
tingkatannya serta dalam keadaan utuh/tidak cacat
- Bahan-bahan harus di tempatkan di tempat yang kering,
berventilasi baik dan bersih.
- Tempat penyimpanan bahan harus cukup untuk proyek ini,
dan dilindungi sesuai dengan jenisnya yang sesuai dengan
persyaratan pabrik
- Semua bahan sebelum dikerjakan harus ditunjukkan kepada
Konsultan Pengawas untuk mendapatkan persetujuan, lengkap
dengan ketentuan/persyaratan pabrik dari produk yang

Rehab Ruang Pelayanan SP3 (Catin)


Halaman - 38 Spesifikasi Teknis Pekerjaan

bersangkutan. Material yang tidak disetujui harus diganti dengan


material yang mutunya sesuai dengan yang diisyaratkan tanpa
biaya tambahan
- Bidang permukaan beton sebelum diplester harus dibersihkan
dari sisa-sisa bekisting dan terlebih dahulu diberi Cold Bord.
Apabila diperlukan maka permukaan beton harus terlebih
dahulu dikretek (Scrath) serta semua lubang bekas
pengikatbekisting atau Form Tie harus tertutup aduk plester
- Sebelum memulai pekerjaan, Pemborong diharuskan memeriksa
site yang telah disiapkan apakah telah sesuai dengan syarat-
syarat hingga pekerjaan ini dapat dimulai.
- Bila ada kelainan dalam hal apapun, antara gambar dan
spesifikasi dan lainnya, Pemborong harus segera melaporkan
kepada Konsultan Pengawas
- Pemborong tidak dibenarkan memulai pekerjaan di suatu tempat
dalam hal kelainan/perbedaan di tempat tersebut sebelum
kelainan tersebut diselesaikan
- Pekerjaan plesteran beton dapat dilaksanakan bilamana
pekerjaan bidang beton telah disetujui oleh Konsultan Pengawas
- Tebal plesteran 1,5 cm atau sesuai seperti yang ditunjuk dalam
detail gambar.
- Ketebalan plesteran yang melebihi 2 cm harus diberi kawat
ayam untuk membantu dan memperkuat daya lekat dari
plesterannya pada bagian pekerjaan yang diizinkan Konsultan
Pengawas
- Plesteran halus (acian) dipakai campuran PC dan air sampai
mendapatkan campuran yang homogen, acian dapat dikerjakan
sesudah plesteran berumur 8 (delapan) hari (kering)
- Kelembaban plesteran harus dijaga sehingga pengeringan
berlangsung wajar (tidak terlalu tiba-tiba), dengan membasahi
permukaan plesteran setiap kering bertujuan untuk melindungi
plesteran dari terik matahari atau dengan bahan penutup yang
bisa mencegah penyerapan air secara cepat

Rehab Ruang Pelayanan SP3 (Catin)


Halaman - 39 Spesifikasi Teknis Pekerjaan

- Pemborong wajib memperbaiki/mengulang/mengganti bila ada


kerusakan yang terjadi selama masa pelaksanaan (dan masa
gransi) atas biaya Pemborong selama kerusakan bukan
disebabkan oleh tindakan Pemborong/orang-orang yang
dipekerjakan Pemborong

2.4. PEKERJAAN PLESTERAN DINDING


a. Lingkup Pekerjaan
- Termasuk dalam pekerjaan plesteran ini meliputi penyediaan
tenaga kerja, bahan- bahan yang diperlukan alat bantu dan alat
angkut yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan
plesteran, sehingga dapat dicapai hasil pekerjaan yang bermutu
baik
- Lingkup pekerjaan plesteran beton ini meliputi seluruh plesteran
dinding batu bata/bata merah bangunan, seperti yang disebutkan
dalam gambar.

b. Persyaratan Bahan
- Semen harus memenuhi NI-8
- Pasir harus memenuhi NI-3 Pasal 14, PUBI 1982
- Air harus memenuhi NI-3 Pasal 10
- Campuran (Agregat) untuk plesteran harus dipilih yang benar-
benar bersih dan bebas dari segala macam kotoran. Pasir untuk
finishing harus bersih dan terlebih dahulu diayak.

c. Syarat-Syarat Pelaksanaan
- Seluruh plesteran batu bata dengan adukan campuran 1 PC : 4
Pasir pasang, kecuali pada dinding batu bata trassram/rapat air
dan seluruh pasangan di bawah permukaan tanah dengan
campuran 1 PC : 2 Pasir.
- Pada dinding batu bata trassram/rapat air diplester dengan
adukan campuran 1 PC : 2

Rehab Ruang Pelayanan SP3 (Catin)


Halaman - 40 Spesifikasi Teknis Pekerjaan

- Pasir pasang seperti dinding ruang toilet, kamar mandi, WC,


dinding bak bunga dan bagian yang berada di bawah permukaan
tanah diplester dengan adukan 1 PC : 2 Pasir.
- Pasir pasang yang digunakan harus layak terlebih dahulu
dengan mata ayakan seperti yang dipersyaratkan.
- Material lain yang tidak terdapat pada daftar di atas tetapi
dibutuhkan untuk penyelesaian/penggantian pekerjaan dalam
bagian ini, harus bermutu baik dan disetujui oleh Konsultan
Pengawas.
- Selain pasir dan air, bahan-bahan yang dikirim ke lapangan
harus dalam keadaan tertutup atau dalam kantong yang masih
disegel dan berlabel pabriknya, bertuliskan type dan
tingkatannya serta dalam keadaan utuh/tidak cacat.
- Bahan-bahan harus ditempatkan di tempat yang kering,
berventilasi baik dan bersih.
- Tempat penyimpanan bahan harus cukup untuk proyek ini, dan
dilindungi sesuai dengan jenisnya yang sesuai dengan
persyaratan pabrik.
- Semua bahan sebelum dikerjakan harus ditunjukkan kepada
Konsultan Pengawas untuk mendapatkan persetujuan, lengkap
dengan ketentuan/persyaratan pabrik dari produk yang
bersangkutan. Material yang tidak disetujui harus diganti dengan
material yang mutunya sesuai dengan yang diisyaratkan tanpa
biaya tambahan.
- Sebelum memulai pekerjaan, Pemborong diharuskan memeriksa
site yang telah disiapkan apakah telah sesuai dengan syarat-
syarat hingga pekerjaan ini dapat dimulai
- Bila ada kelainan dalam hal apapun, antara gambar dan
spesifikasi dan lainnya, Pemborong harus segera melaporkan
kepada Konsultan Pengawas.
- Pemborong tidak dibenarkan memulai pekerjaan di suatu tempat
dalam hal kelainan/perbedaan di tempat tersebut sebelum
kelainan tersebut diselesaikan.

Rehab Ruang Pelayanan SP3 (Catin)


Halaman - 41 Spesifikasi Teknis Pekerjaan

- Tebal plesteran 1,5 cm dengan hasil ketebalan dinding finish 13


cm atau sesuai yang ditunjuk dalam detail gambar. Ketebalan
plesteran yang melebihi 2 cm harus diberi kawat ayam untuk
membantu dan memperkuat daya lekat dari plesterannya pada
bagian pekerjaan yang diizinkan Konsultan Pengawas.
- Untuk setiap pertemuan permukaan dalam satu bidang datar
yang berbeda jenisnya misalnya dengan kosen aluminium dan
lain-lain, harus diberi/dibuat naat (tali air) dengan ukuran lebar 7
mm, kecuali bila ada petunjuk lain dalam gambar.
- Plesteran halus (acian) dipakai campuran PC dan air sampai
mendapatkan campuran yang homogen, acian dapat dikerjakan
sesudah plesteran berumur 8 (delapan) hari (kering).
- Kelembaban plesteran harus dijaga sehingga pengeringan
berlangsung wajar (tidak terlalu tiba-tiba), dengan membasahi
permukaan plesteran setiap kering bertujuan untuk melindungi
plesteran dari terik matahari atau dengan bahan penutup yang
bisa mencegah penyerapan air secara cepat.
- Pemborong wajib memperbaiki/mengulangi/mengganti bila ada
kerusakan yang terjadi selama masa pelaksanaan (dan masa
garansi) atas biaya Pemborong selama kerusakan bukan
disebabkan oleh tindakan Pemborong/orang-orang yang
dipekerjakan oleh Pemborong.

PASAL 3
ADUKAN SEMEN

3.1. URAIAN
Pekerjaan ini harus mencakup pembuatan dan pemasangan adukan
untuk penggunaan dalam beberapa pekerjaan dan sebagai pekerjaan
akhir permukaan pada pasangan batuatau struktur lain sesuai dengan
spesifikasi ini.

3.2. STANDAR RUJUKAN

Rehab Ruang Pelayanan SP3 (Catin)


Halaman - 42 Spesifikasi Teknis Pekerjaan

a. AASHTO M 45 – 70 Agregat untuk adukan pasangan


b. AASHTO M 85 – 75 Semen portland
b. ASTM C476 Adukan dan Bahan pengisi untuk penguatan pasangan

3.3. MATERIAL CAMPURAN


a. Material
- Semen harus sesuai persyaratan dalam AASHTO M 45
- Agregat halus harus memenuhi persyaratan dalam AASHTO M
45

b. Campuran
- Adukan yang digunakan untuk pekerjaan ini, harus terdiri dari
semen dan pasir halus yang dicampur dalam proporsi yang
telah ditentugan dalam Gambar kerja. Adukan yang disiapkan
harus memiliki kuat tekan yang memenuhi persyaratan yang
diperlukan.

3.4. PENCAMPURAN DAN PEMASANGAN


a. Pencampuran
- Seluruh material kecuali air harus dicampur, baik dalam kolak
yang rapat atau dalam alat pencampur adukan yang disetujui,
hingga campuran telah berwarna merata, baru setelah itu air
dimasukan dan pencampuran dilanjutkan selama lima sampai
sepuluh menit. Jumlah air harus sedemikian sehingga
menghasilkan aduk dengan konsistensi (kekentalan) yang
diperlukan tetapi tidak boleh melebihi 70% dari berat semen
yang digunakan
- Adukan dicampur hanya dalam kuantitas yang diperlukan untuk
penggunaan langsung. Jika perlu adukan boleh diaduk kembali
dengan air dalam waktu 30 menit dari proses pengadukan awal.
Pengadukan kembali setelah waktu tersebut, tidak
diperbolehkan.

Rehab Ruang Pelayanan SP3 (Catin)


Halaman - 43 Spesifikasi Teknis Pekerjaan

- Adukan yang tidak digunakan dalam 45 menit setelah air


ditambahkan harus dibuang.

b. Pemasangan
- Permukaan yang akan menerima adukan harus dibersihkan
dari oli atau lempung dan kotoran lainnya dan secara
menyeluruh telah dibasahi sebelum adukan dipasang. Air yang
menggenang pada permukaan harus dikeringkan sebelum
penempatan adukan.
- Bila digunakan sebagai lapis permukaan, adukan harus
dipasang pada permukaan bersih yang lembab dengan jumlah
yang cukup untuk menghasilkan tebal minimum 1.5 cm dan
harus dibentuk menjadi permukaan yang halus dan rata.

PASAL 4
PEKERJAAN WATER PROOFING UNTUK ATAP BETON
DAN KAMAR MANDI LANTAI 2
I. UMUM
1.1. Ketentuan Umum Sebelum pekerjaan water proofing dilakukan,
maka
a. Pemborong wajib mengadakan pemeriksaan dilapangan, agar
mendapat gambaran luas yang presisi atas bidang yang akan
dilapisi bahan waterproofing.
b. Pemborong harus mengajukan terlebih dahulu contoh- contoh
bahan water-proofing yang akan digunakan Contoh-contoh
bahan waterproofing harus disertai brosur yang memuat data
teknis dan cara pemasangan.
1.2. Lingkup Pekerjaan
a. Menyediakan bahan, menyiapkan dan mengerjakan
waterproofing baik jenis maupun fluid pada bagian-bagian yang
sesuai dengan gambar rencana.
b. Aplikasi pemasangan additive waterproofing (scope pekerjaan
struktur) pada lokasi- lokasi seperti :

Rehab Ruang Pelayanan SP3 (Catin)


Halaman - 44 Spesifikasi Teknis Pekerjaan

c. Dinding dan lantai yang ditunjukkan dalam gambar.


d. Aksesori/ perlengkapan lain untuk mendukung pekerjaan terkait
yang dibutuhkan dalam pemasangan.
e. Bagian yang terkait :
- Pekerjaan Slab Beton
- Pekerjaan Plesteran

1.3. Reference
a. Semua pekerjaan harus merefer ke standar: ASTM D 146
Piability
- ASTM D 412-80 Tensile strength
- ASTM D 882
- ASTM E 154 Puncture Resistance
- ASTM G 54
- ASTM C 836-81 Adhesive Strength
- ASTM 624-76 Tear Resistance

b. Quality Assurance
Kualifikasi manufaktur: produk yang digunakan disini harus
diproduksi oleh perusahaan yang sudah terkenal dan
mempunyai pengalaman yang sukses dan diterima oleh
Engineer
Kualifikasi pekerja :
- Sedikitnya harus ada 1 orang yang sepenuhnya mengerti
terhadap bagian ini selama pelaksanaan, paham terhadap
kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan, material, serta
metode yang dibutuhkan selama pelaksanaan.
- Tenaga kerja terlatih yang tersedia harus cukup serta
memiliki skill yang dibutuhkan.
- Dalam penerimaan atau penolakan pekerja, Pengawas,
dan Pemberi Tugas tidak mengijinkan tenaga kerja tanpa
atau kurang skill-nya.

Rehab Ruang Pelayanan SP3 (Catin)


Halaman - 45 Spesifikasi Teknis Pekerjaan

1.4. Pengiriman (Submittals)


a. Kontraktor harus mengirimkan technical spesifikasi dari
fabricator serta contoh bahan.
b. Instalasi manufaktur: kirimkan copy asli instruksi pemasangan
dari pabrik untuk setiap produk, termasuk batas-batas (range)
temperature yang diijinkan.
b. Kontraktor harus mengirimkan shop drawing yang
menunjukkan cara penerapan yang benar, untuk persetujuan
Pengawas dan Pemberi Tugas.
c. Kontraktor harus membuat mock-up untuk area-area yang
sulit, metode finishing dan sebagainya untuk persetujuan
Pengawas dan Pemberi Tugas.

1.5. Perawatan, Pengiriman dan Penyimpanan


a. Kirimkan, simpan, rawat dan lindungi produk sesuai
rekomendasi pabrik.
b. Jangan menumpuk gandakan (double stock) pallets.
c. Simpan primer, mastics dan adhesive pada area yang kering
jauh dari kebakaran, loncatan api dan panas yang tinggi.
d. Lindungi produk dan beri ventilasi secukupnya.

1.6. Garansi
a. Sediakan garansi tertulis dari pabrik selama 10 tahun.

b. Garansi pemasangan system yang bebas dari bocor dan rusak


dalam pengerjaan (workmanship) dan material adalah 10 tahun
terhitung dari tanggal penyelesaian proyek.

1.7. Tahapan (Sequence) dan Schedule


a. Koordinasikan dan buat schedule pekerjaan untuk memastikan
bahwa harus ada pemberitahuan pada 7 hari sebelum
pemasangan bila terdapat hal-hal/ penempatan. material-
material konstruksi yang kurang sesuai dan bertentangan.

Rehab Ruang Pelayanan SP3 (Catin)


Halaman - 46 Spesifikasi Teknis Pekerjaan

b. Perlindungan dengan papan/board selama 24 jam pemasangan


jenis membrane

II. BAHAN
2.0. Bahan Waterproofing
Addhesive waterproofing untuk bidang lantai dan dinding setara
SIKA atau BASF.

2.1. Material
a. Lembaran Membrane
Lembaran untuk atap harus memiliki persyaratan sebagai
berikut:
- Torch adhesive dan cold applied
- Tebal min. 4 mm untuk torch applied dan 1mm untuk cold
applied.
- Tensile strength tidak kurang dari 2800 kpa.
Lembaran untuk struktur tangki beton bagian luar harus
memenuhi persyaratan berikut:
- Self adhesive dan cold applied
- Buatan pabrik, produk komposit dengan ketebalan minimum
1,5 mm terdiri dari 1,4 mm rubberized asphalt dan 0,1 mm
cross laminated polyethylene film
- Tensile strength tidak kurang dari 2800 kpa (ASTM D.412)

b. Primer
Untuk semua area yang akan ditutup dengan waterproofing
memakai: rubber based liquid type.
c. Mastic Untuk semua perlengkapan yang menembus bagian
waterproofing dan retak-retak kecil pada beton sebelum
pemasangan material waterproofing harus memakai:
Rubberized Asphalitic Type
d. Cement mortar Komposisi epoxy atau latex modified
cementitions.

Rehab Ruang Pelayanan SP3 (Catin)


Halaman - 47 Spesifikasi Teknis Pekerjaan

e. Concrete Patching Compound Pemasangan cepat, non-shrinking


patching compound g. Polystyrene Protection Board Expanded
high density polystyrene board, sesuai FSHH-1-524 C, type I,
class A, tebal 30 mm.
f. Protection Board Adhesive Tipe yang direkomendasikan oleh
pabrik pembuat waterproofing dan sesuai dengan

2.2. Bahan Waterproofing


a. Bahan Waterproofing jenis Semen Base (jenis coating) dan
tidak beracun (scope pekerjaan Arsitektur) untuk bak air
bagian dalam setara SIKA atau BASF.
b. Bahan Waterproofing jenis coating untuk toilet.

2.3. Material
a. Epoxy Linning Epoxy material harus dari 2 komponen, system
pelarut yang bebas dari epoxy resin. Epoxy material harus
dari tipe yang non-kontaminasi terhadap potable water dan
harus memiliki sertifikat laboratorium untuk bukti. Karakter
material :
1. Compressive strength tidak kurang dari 600 kg/cm2
2. Flexural strength intension tidak kurang dari 250 kg/cm2
3. Adesi terhadap beton tidak kurang dari 40 kg/cm2
4. Setara dengan Araldite-Top Coat 020, sealocrete.
b. Polyurethane lining: single komponen, bitument-modified
moisture-curing polyurethane.
c. Pembersih, primer dan material aksesori: tipe dan komposisi
yang direkomendasikan oleh pabrik.
d. Air: bersih dan dapat diminum.

3.0. PENERAPAN
3.1. Pemeriksaan
a. Periksa permukaan terhadap kondisi-kondisi yang berpengaruh
merugikan pelaksanaan.

Rehab Ruang Pelayanan SP3 (Catin)


Halaman - 48 Spesifikasi Teknis Pekerjaan

b. Jangan diproses/ ditindaklanjuti sebelum kondisi-kondisi yang


tidak menguntungkan telah diisi beton.
c. Periksa bahwa item-item yang penetrasi ke system
waterproofing sudah terpasang dengan baik dan kuat.
d. Pastikan permukaan sudah halus dan bebas dari lubang- lubang,
retak, atau perkiraan yang mungkin mengganggu pemasangan.
e. Perhitungkan bahwa permukaan beton telah terawat dalam
jangka waktu tertentu yang disetujui oleh pabrik waterproofing
membrane.
f. Perhitungkan bahwa hubungan pasangan bertemu rata dengan
efflorecene, minyak, lemak, partikel-partikel asing, dan
kontaminasi bahan-bahan asing.
g. Jaga area pekerjaan yang masih aktif dan gunakanlah
h. Prosedur khusus yang direkomendasikan oleh pabrik. h.
Rencanakan luas area permukaan yang akan dipasang
waterproofing termasuk bagian pemasangan yang harus naik ke
dinding/ parapet.

3.2. Persiapan
a. Lindungi area yang tidak dimaksudkan untuk terpasang dengan
waterproofing.
b. Bersihkan dan siapkan permukaan sesuai instruksi pabrik.
c. Isilah celah dan hubungan yang retak sesuai instruksi pabrik.
Gunakan ratio panjang dan lebar yang direkomendasikan oleh
pabrik sealent.
d. Pindahkan barang-barang yang tajam, lempengan, dan
material lepas lain. Lepaskan ikatan-ikatan dan tempatkan
pada jarak minimum 18 mm dibelakang muka dinding. Isi
lubang, rongga, dan sisir haluskan area rata dengan tambahan
compound atau adukan semen
e. Penetrasi harus di sealent dengan mastic.
f. Gunakanlah potongan tipis atau bekas barang tertentu pada
pertemuan-pertemuan vertical dan horizontal dengan

Rehab Ruang Pelayanan SP3 (Catin)


Halaman - 49 Spesifikasi Teknis Pekerjaan

menggunakan cast-in-place adukan semen dengan konfigurasi


yang direkomendasikan oleh pabrik membrane.
g. Gunakanlah alat mekanis untuk menghaluskan permukaan yang
halus sampai menghasilkan kehalusan “medium” dalam ukuran
amplas kertas.
h. Bersihkan, gosok, kasarkanlah permukaan, dan padatkan
dengan grouting disekitar drain, pipa-pipa, conduit dan bagian-
bagian lain yang pentrasi ke waterproofing dan tamballah
sesuai dengan instruksi pabrik.
i. Perbaiki retak dan joint-joint dengan material dan prosedur
yang direkomendasikan oleh pabrik waterproofing. Hentikan bila
ada aliran air menuju retakan dan joint dengan sumbat.
i. Jepitlah sisi-sisi dan akhiran perimeter dengan permukaan yang
bersatu.
j. Jepitlah bagian-bagian yang penetrasi ke waterproofing
dengan bahan flashing cair.
k. Pastikan terjepit dengan baik dan penetrasi ke bahan
membrane.
l. Untuk tipe fluid, lembabkan lantai dengan air bersih.
m. Terapkan campuran waterproofing fluid 2 lapis dengan kadar
tertentu untuk menghasilkan ketebalan yang dibutuhkan sesuai
petunjuk pabrik. Biarkan selama 24 jam antara satu lapis
dengan lapisan yang lain. Basahkanlah dengan cairan lapisan
sebelumnya, sebelum menerapkan lapisan berikutnya.
n. Jika akan dilakukan testing aliran air, pemasangan harus
sudah siap minimum 36 jam sebelumnya.

3.3. Pemasangan
a. Pasanglah waterproofing dengan tenaga kerja yang terampil
sesuai dengan instruksi tertulis dari pabrik. Gunakanlah teknik,
prosedur dan peralatan yang direkomendasikan oleh pabrik.

Rehab Ruang Pelayanan SP3 (Catin)


Halaman - 50 Spesifikasi Teknis Pekerjaan

b. Gunakan primer dengan kadar yang ditunjukkan oleh pabrik.


Pakailah primer hanya sebatas area yang dapat ditutup dalam
hari yang sama.
c. Sebelum menempatkan strip penuh pada sisi dalam pojokan,
sisa luar pojokan, dan sambungan kerja, paskan strip ditengah-
tengah sepanjang garis pojok dan sambungan.
d. Pasanglah lembaran dengan sisi dan akhiran yang overlap
dengan ukuran yang direkomendasikan oleh 60 cm dari pabrik.
Pemasangan pada ruang harus naik sampai ke dinding setinggi
termasuk tutup bagian atap beton.
e. Bukalah kertas pelapisnya, gelarlah lembaran dengan memakai
mechanical roller untuk mendapatkan rekatan yang penuh.
f. Rekatlah lembaran dengan penuh pada permukaan, kecuali bila
area tersebut terdapat expansion joints dengan lebar 7,5 cm
atau lebih.
g. Pasanglah mastic pada sisi-sisi sambungan dan lokasi yang
direkomendasikan oleh pabrik.

3.4. Protection Board Screed


Pasanglah screed pelindung dengan tebal 25 mm diatas dan
biarkan sedemikian rupa sesuai petunjuk dari pabrik.

3.5. Protection Board


Pasanglah Polystyrene Board pada dinding vertical basement dan
tangki air.

3.6. Field Quality Control


Flood test (test aliran) – Permukaan horizontal
a. Sebelum semua permukaan ditutup dengan protection board
untuk pekerjaan lain, lakukan test untuk kebocoran dengan
kedalaman air minimum 5 cm selama 48 jam.

Rehab Ruang Pelayanan SP3 (Catin)


Halaman - 51 Spesifikasi Teknis Pekerjaan

b. Perbaiki bila ada kerusakan-kerusakan yang tersembunyi


dengan memeriksa sub- structure, dan ulangi test ini sampai
tidak ada lagi kebocoran yang teramati.

3.7. Perlindungan dan Pembersihan


Lindungi permukaan benda-benda yang berdekatan dari
kerusakan dan cacat. Bersihkan material waterproofing pada
permukaan lapisan benda-benda yang disebabkan penerapan
yang kurang hati-hati

PASAL 5
PEKERJAAN LANTAI/PELAPIS

5.1. PEKERJAAN LANTAI & PLINT KERAMIK


a. Lingkup Pekerjaan
- Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan
yang diperlukan termasuk alat bantu dan alat angkut yang
diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan, sehingga dapat
dicapai hasil pekerjaan yang bermutu baik
- Pekerjaan lantai dan plint keramik ini dilakukan pada ruang dan
toilet, serta seluruh finishing lantai sesuai yang
disebutkan/ditunjukkan dalam detail gambar.

b. Persyaratan Bahan
- Bahan yang digunakan sesuai Spesifikasi Teknis pada Bagian 3
No. 7 dengan pola sesuai yang diisyaratkan dalam detail
gambar

a. Syarat-Syarat Pelaksanaan
- Sebelum pekerjaan dimulai. Kontraktor diwajibkan membuat
Shop Drawing dari pola keramik yang disetujui oleh Konsultan
Pengawas.

Rehab Ruang Pelayanan SP3 (Catin)


Halaman - 52 Spesifikasi Teknis Pekerjaan

- Bahan-bahan yang dipergunakan sebelum dipasang terlebih


dahulu harus diserahkan contoh-contohnya (minimum 3
contoh bahan dari 3 produk yang berlainan) kepada Konsultan
Pengawas.
- Keramik yang terpasang harus dalam keadaan baik, tidak
retak, tidak cacat dan tidak bernoda.
- Adukan pengikat dengan campuran 1 PC : 3 Pasir dan
ditambah bahan perekat seperti yang diisyaratkan.
- Jarak antara unit-unit pemasangan keramik yang terpasang
(lebar-lebar siar) harus sama lebar dengan lebar maksimum
3 mm dan dalam kedalaman maksimum 2 mm, atau sesuai
detail gambar serta petunjuk Konsultan Pengawas, yang
membentuk garis sejajar dan lurus yang sama lebar dan
dalamnya, untuk siar-siar yang berpotongan harus tegak lurus
sesamanya.
- Siar-siar diisi dengan bahan pengisi sesuai ketentuan dalam
persyaratan bahan, warna bahan pengisi sesuai dengan warna
keramik yang dipasang.
- Pemotongan unit-unit keramik tiles harus menggunakan alat
pemotong keramik khusus, sesuai dengan persyaratan dari
pabrik yang bersangkutan.
- Keramik yang sudah terpasang harus dibersihkan darti
segala bentuk noda hingga benar-benar bersih Diperhatikan
adanya pola tali air yang dijumpai pada permukaan pasangan
dinding atau hal-hal lain seperti ditunjukkan dalam gambar.
- Sebelum pasangan keramik, terlebih dahulu unit-unit
keramik direndam dalam air sampai jenuh.
- Diperhatikan adanya pola tali air yang dijumpai pada
permukaan pasangan lantai atau hal-hal lain seperti yang
ditunjukkan dalam gambar.
- Keramik yang terpasang harus dihindarkan dari pengaruh
pekerjaan lain salama 3 x 24 jam dan dilindungi dari
kemungkinan caat pada permukaannya.

Rehab Ruang Pelayanan SP3 (Catin)


Halaman - 53 Spesifikasi Teknis Pekerjaan

5.2. PEKERJAAN LANTAI TEGEL BERMOTIF


Pekerjaan panel lantai dengan memakai material tegel dengan
spesifikasi ukuran 20 cm × 20 cm dengan motif yang sudah ditentukan atau
yang tersedia jenis lantai ini sampai saat ini masih hanya tersedia di daerah
Jawa saja sehingga perlu sehingga perlu diantisipasi pemesanan material
Tegel tersebut serta penentuan motifnya sehingga tidak terkendala dalam
pelaksanaan dan penyelesaian pekerjaan tersebut,

PASAL 6
PEKERJAAN KOSEN, DAUN PINTU, JENDELA, VENTILASI DAN KACA

6.1 PEKERJAAN KOSEN PINTU


a. Lingkup Pekerjaan
- Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan
yang diperlukan termasuk alat bantu dan alat angkut yang
diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan, sehingga dapat
dicapai hasil pekerjaan yang bermutu baik
- Pekerjaan pembuatan kosen pintu dipasang pada seluruh detail
yang dinyatakan/ditunjukkan dalam gambar

b. Persyaratan Bahan
Bahan dari kosen pintu adalah kayu klas II dengan dimensi ukuran
sesuai yang diisyaratkan dalam detail gambar.

c. Syarat-syarat Pelaksanaan
- Sebelum memulai pekerjaan, Kontraktor diwajibkan untuk
meneliti gambar-gambar yang ada dan menyesuaikan dengan
kondisi lapangan serta mengecek kebenaran ukuran di lapanga
- Kontraktor diwajibkan membuat Shop Drawing dengan
mengikuti ukuran, bentuk, mekanisme yang disetujui oleh
Konsultan Pengawas

Rehab Ruang Pelayanan SP3 (Catin)


Halaman - 54 Spesifikasi Teknis Pekerjaan

- Kontraktor diwajibkan membuat material kosen pintu dari kayu


klas I, yang disetujui oleh Konsultan Pengawas.
- Penimbunan bahan-bahan kosen pintu di tempat pekerjaan
harus ditempatkan pada ruangan tempat dengan sirkulasi udara
yang baik, tidak terkena cahaya langsung dan terlindung dari
kerusakan dan kelembaban
- Harus diperhatikan semua sambungan siku dan serutan untuk
rangka pintu dan penguat lain serta memperhatikan sambungan
papan panel dengan rangka pintu, agar tetap terjamin
kekuatannya dengan memperhatikan motif dan corak seperti
yang ditunjukkan dalam detail gambar, tidak boleh terdapat
lubang-lubang atau cacat-cacat bekas penyetelan
- Setelah dipasang daun pintu harus rata, tidak bergelombang,
tidak melintir dan semua peralatan dapat berfungsi dengan baik
dan sempurna.

6.2 PEKERJAAN PINTU TRIPLEKS RANGKA KAYU DILAPIS HPL DAN LUBANG
KACA
a. Lingkup Pekerjaan
- Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan
yang diperlukan termasuk alat bantu dan alat angkut yang
diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan, sehingga dapat
dicapai hasil pekerjaan yang bermutu baik.
- Pekerjaan pembuatan pintu tripleks bingkai rangka kayu
terlebih dulu dibuatkan rangka pintu dengan kualitas kayu kelas
II dengan dimensi/ ukuran yang tertera dalam gambar rencana
dan dipasang pada seluruh detail yang dinyatakan/ditunjukkan
dalam gambar.
- Bingkai pintu yang telah selesai dibuat kemudian dilapis
kembali dengan tripleks tebal
- 4 mm dan dibuat lubang petak untuk tempat kaca tebal 5 mm
sebagai lubang pintu.

Rehab Ruang Pelayanan SP3 (Catin)


Halaman - 55 Spesifikasi Teknis Pekerjaan

- Pintu yang telah selesai dilapis kembali dengan tripleks tebal 4


mm kemudian dibuat lubang petak untuk tempat kaca tebal 5
mm sebagai lubang pintu.
- Kosen yang telah selesai dilapis kembali dengan material
dengan Lebaran Lapisan HPL (High Pressure Laminate).
- Pintu yang telah selesai dilapis kembali dengan tripleks tebal 4
mm kemudian dibuat lubang petak untuk tempat kaca tebal 5
mm sebagai lubang pintu dilapis kembali dengan material
dengan Lebaran Lapisan HPL (High Pressure Laminate)

b. Persyaratan Bahan
- Bahan dari bingkai pintu adalah kayu klas I dengan dimensi
ukuran sesuai yang diisyaratkan dalam detail gambar.
- Bahan dari tripleks lapis bingkai pintu adalah teripleks tebal 4
mm
- Material kaca yang akan dipergunakan untuk lubang petak
daun pintu kaca tebal 5 mm
- Material Lebaran Lapisan HPL (High Pressure Laminate) yang
digunakan adalah bahan merek setara Taco dengan ukuran
lebar 122 cm dan panjang 244 cm ketebalan antara 0,8 mm
hingga 1,5 mm, warna dan corak sesuai kesepakatan bersama
material yang dipakai Dof tipe AA/B/H WARNA dan kualitas
bagus.

c. Syarat-syarat Pelaksanaan
- Sebelum memulai pekerjaan, Kontraktor diwajibkan untuk
meneliti gambar-gambar yang ada dan menyesuaikan dengan
kondisi lapangan serta mengecek kebenaran ukuran di lapanga
- Kontraktor diwajibkan membuat Shop Drawing dengan
mengikuti ukuran, bentuk, mekanisme yang disetujui oleh
Konsultan Pengawas
- Kontraktor diwajibkan membuat material kosen pintu dari kayu
klas I, yang disetujui oleh Konsultan Pengawas.

Rehab Ruang Pelayanan SP3 (Catin)


Halaman - 56 Spesifikasi Teknis Pekerjaan

- Penimbunan bahan-bahan kosen pintu di tempat pekerjaan


harus ditempatkan pada ruangan tempat dengan sirkulasi
udara yang baik, tidak terkena cahaya langsung dan terlindung
dari kerusakan dan kelembaban
- Harus diperhatikan semua sambungan siku dan serutan untuk
rangka pintu dan penguat lain serta memperhatikan sambungan
papan panel dengan rangka pintu, agar tetap terjamin
kekuatannya dengan memperhatikan motif dan corak seperti
yang ditunjukkan dalam detail gambar, tidak boleh terdapat
lubang-lubang atau cacat-cacat bekas penyetelan
- Setelah dipasang daun pintu harus rata, tidak bergelombang,
tidak melintir dan semua peralatan dapat berfungsi dengan baik
dan sempurna.
- Material Lebaran Lapisan HPL (High Pressure Laminate) yang
digunakan adalah bahan merek setara Taco dengan ukuran
lebar 122 cm dan panjang 244 cm ketebalan antara 0,8 mm
hingga 1,5 mm, warna dan corak sesuai kesepakatan bersama
material yang dipakai Dof tipe AA/B/H WARNA dan kualitas
bagus
- Material kaca yang akan dipergunakan untuk lubang petak
daun pintu kaca tebal 5 mm.

6.3 PEKERJAAN KOSEN, BINGKAI ALUMINIUM DAUN JENDELA DAN


VENTILASI
a. Lingkup Pekerjaan
- Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan
yang diperlukan termasuk alat bantu dan alat angkut yang
diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan, sehingga dapat
dicapai hasil pekerjaan yang bermutu baik.

b. Syarat-syarat Pelaksanaan

Rehab Ruang Pelayanan SP3 (Catin)


Halaman - 57 Spesifikasi Teknis Pekerjaan

- Sebelum memulai pekerjaan, Kontraktor diwajibkan untuk


meneliti gambar-gambar yang ada dan menyesuaikan dengan
kondisi lapangan serta mengecek kebenaran ukuran di lapangan
- Kontraktor diwajibkan membuat Shop Drawing dengan
mengikuti ukuran, bentuk, mekanisme yang disetujui oleh
Konsultan Pengawas
- Kontraktor diwajibkan membuat material kosen, daun jendela
dan ventilasi alumunium produksi setara YKK, yang disetujui
oleh Konsultan Pengawas.
- Penimbunan bahan-bahan kosen, daun jendela dan ventilasi
alumunium di tempat pekerjaan harus ditempatkan pada
ruangan tempat dengan sirkulasi udara yang baik, tidak terkena
cahaya langsung dan terlindung dari kerusakan dan kelembaban
- Harus diperhatikan semua sambungan siku dan serutan untuk
rangka pintu dan penguat lain serta memperhatikan sambungan
kosen, daun jendela dan ventilasi alumunium, agar tetap
terjamin kekuatannya dengan memperhatikan ditunjukkan dalam
detail gambar, tidak boleh terdapat kemiringan pada saat
pemasangan.
- Setelah dipasang kosen, daun jendela dan ventilasi alumunium,
tidak bergelombang, tidak melintir dan semua peralatan dapat
berfungsi dengan baik dan sempurna.
- Kontraktor harus memberikan contoh bahan, brosur serta data
teknis kepada
- Pengawas untuk mendapatkan persetujuan.

6.4 PEKERJAAN KACA PINTU UTAMA, JENDELA, VENTILASI


a. Lingkup Pekerjaan
- Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan
yang diperlukan termasuk alat bantu dan alat angkut yang
diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan, sehingga dapat
dicapai hasil pekerjaan yang bermutu baik.

Rehab Ruang Pelayanan SP3 (Catin)


Halaman - 58 Spesifikasi Teknis Pekerjaan

- Material ukuran kaca yang sangat tebal dapat digunakan untuk


berbagai macam konstruksi. Dan sebelum membuat berbagai
macam obyek konstruksi seperti pembatas kamar mandi,
pegangan balkon dan juga konstruksi lainya.
- Maka Anda akan sangat membutuhkan benda yang bernama
kaca sehingga sangat penting untuk Anda mengetahui ukuran
kaca. Dan tentunya juga jenis kaca yang akan di gunakan untuk
pembuatan konstruksi tersebut
- Di dalam pembuatan kaca untuk berbagai macam kebutuhan
seperti konstruksi ataupun untuk kebutuhan yang lainnya.
Maka Anda akan membutuhkan berbagai macam jenis kaca dan
juga ukurannya.
- Perbedaan ukuran kaca dan juga jenis ketebalan kaca tersebut
tidak hanya mempengaruhi harga jualnya saja. Namun juga akan
berpengaruh di dalam pengerjaan kaca hias.
- Semakin besar dan semakin tebal kaca yang digunakan tentu
saja akan membuat pengerjaan menjadi lebih terasa lama
karena banyak ruang yang akan di terapkan pada obyek. Untuk
itu kita bisa melihat berapa saja ukuran dari berbagai macam
kaca yang di jual atau di tawarkan di pasaran.

b. Syarat-syarat Pelaksanaan
- Sebelum memulai pekerjaan, Kontraktor diwajibkan untuk
meneliti gambar-gambar yang ada dan menyesuaikan dengan
kondisi lapangan serta mengecek kebenaran ukuran di lapanga
- Kontraktor diwajibkan membuat Shop Drawing dengan
mengikuti ukuran, bentuk, mekanisme yang disetujui oleh
Konsultan Pengawas
- Kontraktor diwajibkan membuat material kosen, daun jendela
dan ventilasi alumunium produksi setara YKK, yang disetujui
oleh Konsultan Pengawas.
- Penimbunan bahan-bahan kosen, daun jendela dan ventilasi
alumunium di tempat pekerjaan harus ditempatkan pada

Rehab Ruang Pelayanan SP3 (Catin)


Halaman - 59 Spesifikasi Teknis Pekerjaan

ruangan tempat dengan sirkulasi udara yang baik, tidak terkena


cahaya langsung dan terlindung dari kerusakan dan
kelembaban
- Harus diperhatikan semua sambungan siku dan serutan untuk
rangka pintu dan penguat lain serta memperhatikan agar tetap
terjamin kekuatannya dengan memperhatikan ditunjukkan
dalam detail gambar, tidak boleh terdapat kemiringan pada
saat pemasangan.
- Setelah dipasang kaca baik untuk jendela dan ventilasi maupun
untuk daun pitu utama tidak bergelombang, tidak melintir dan
semua peralatan dapat berfungsi dengan baik dan sempurna.

PASAL 7
PEKERJAAN ALAT PENGGANTUNG DAN PENGUNCI

a. Lingkup Pekerjaan
- Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan yang
diperlukan termasuk alat bantu dan alat angkut yang diperlukan
untuk melaksanakan pekerjaan, sehingga dapat dicapai hasil
pekerjaan yang bermutu baik
- Meliputi pengadaan, pemasangan, pengamanan dan perawatan
dari seluruh alat-alat yang dipasang pada daun pintu dan pada
daun jendela serta seluruh detail yang disebutkan/ditentukan dalam
gambar

b. Persyaratan Bahan
- Semua Hardware yang digunakan dalam pekerjaan ini sesuai
Spesifikasi Teknis pada Bagian 3 No. 12 dengan titik dan
jumlah sesuai yang diisyaratkan dalam detail gambar

c. Syarat-Syarat Pelaksanaan

Rehab Ruang Pelayanan SP3 (Catin)


Halaman - 60 Spesifikasi Teknis Pekerjaan

- Semua peralatan yang akan digunakan dalam pekerjaan ini,


sebelum dipasang terlebih dahulu harus diserahkan contoh-
contohnya kepada Konsultan Pengawas guna mendapat persetujuan.
Pengajuan/penyerahan harus disertai brosur/spesifikasi dari pabrik
yang bersangkutan
- Engsel atas dipasang tidak lebih dari 28 cm (as) dari sisi atas
pintu ke bawah. Engsel bawah dipasang tidak lebih dari 32 cm (as)
dari permukaan lantai ke atas Engsel tangan dipasang di tengah-
tengah dengan merk CISA atau setara
- Seluruh kunci pintu yang dipasangkan dengan anak kunci yang
telah direncanakan dan diatur menggunakan Sistem Master, Grand
Master, Emergency Master dan Construction Key dari pabrik yang
bersangkutan. Setiap kunci pintu lengkap 2 (dua) buah anak kunci,
anak kunci Sistem Master, Grand Master, Emergency Master dan
Construction Key disupply.
- Engsel dan Kunci tanam untuk pintu utama, harus terpasang kuat
dimana material yang digunakan mempunyai berat yang cukup
besar untuk itu kontraktor dalam mengerjakan dibutuhkan kehati-
hatian.
- Kunci tanam, harus terpasang kuat pada rangka daun pintu
- Setelah kunci terpasang, noda bekas cat atau bahan fisik lainnya
yang menempel pada kunci harus dibersihkan/dihilangkan

PASAL 8
PEKERJAAN ATAP

8.1. PEKERJAAN
a. Lingkup Pekerjaan
Perkerjaan penutup atap yang dimaksud adalah pekerjaan rangka
atap dan pemasangan penutup yang dipasang dengan kemiringan
atap sesuai dengan gambar. Pekerjaan ini meliputi pengadaan,
penyetelan dan pemasangan penutup Shingles Bitumen dengan

Rehab Ruang Pelayanan SP3 (Catin)


Halaman - 61 Spesifikasi Teknis Pekerjaan

ketebalan seperti yang ditunjukkan dalam detail gambar dengan


hasil yang baik
b. Persyaratan Bahan
- Bahan atap yang digunakan digunakan dalam pekerjaan ini
sesuai Spesifikasi Teknis pada Bagian 3 No. 14 dengan titik dan
jumlah sesuai yang diisyaratkan dalam detail gambar

c. Persyaratan Pelaksanaan
- Pembongkaran atap lama dan pemasangan kembali atap baru
dengan spesifikasi yang telah ditentukan dalam dokumen*
- Pekerjaan pembongkaran dan pergantian atap bitumen ini
berspesifikasi utama adalah jenis bitumen seperti Sirap di mana
warna yang akan ditentukan adalah warna hitam warna hitam
mengacu kepada finishing atap rumah adat pada umumnya di
Sumatera Utara yang memakai atap ijuk
- Pelaksanaan pemasangan penutup atap harus mengikuti
persyaratan pabrik yang bersangkutan berikut kelengkapannya
dan mengikuti petunjuk Direksi/Konsultan Pengawas
- Dalam pemasangan penutup atap harus diperhatikan benar-
benar dan dipasang sedemikian rupa agar jangan sampai terlihat
bergelombang dan alurnya tidak lurus, yang mengakibatkan
kelihatan tidak estetika.
- Kontraktor harus menyerahkan shop drawing kepada Pengawas
untuk persetujuan tertulis bagi pemasangan.
- Sebelum pemasangan penutup atap semua pekerjaan yang
mendahuluinya telah disetujui oleh Pengawas, diantaranya
rangka atap, pekerjaan gording dll.

8.2. PEKERJAAN RANGKA ATAP BAJA RINGAN


a. Lingkup Pekerjaan
- Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan yang
diperlukan termasuk alat bantu dan alat angkut yang diperlukan

Rehab Ruang Pelayanan SP3 (Catin)


Halaman - 62 Spesifikasi Teknis Pekerjaan

untuk melaksanakan pekerjaan, sehingga dapat dicapai hasil


pekerjaan yang bermutu baik
- Pekerjaan ini meliputi antara lain : pengadaan dan pemasangan
rangka-rangka atap, termasuk kuda-kuda, reng, rabung, dan lain-lain
sesuai dengan petunjuk gambar

b. Persyaratan Bahan
- Bahan Rangka atap yang digunakan digunakan dalam pekerjaan ini
sesuai Spesifikasi Teknis pada Bagian 3 No. 13 dengan titik dan
jumlah sesuai yang diisyaratkan dalam detail gambar
-
c. Syarat-Syarat Pelaksanaan
- Semua ukuran Baja Truss yang tertera pada gambar adalah ukuran
jadi dan harus lurus tanpa cacat, tidak melenting dan lain-lain yang
dapat menurunkan mutu Bahan serta mutu pekerjaan
- Semua pekerjaan Baja Truss seperti diuraikan di atas, dipotong
diserut dengan mesin tanpa kecuali
- Pemeriksaan terhadap jenis, ukuran maupun mutu, wajib dilakukan
dengan teliti
- Penimbunan di tempat pekerjaan harus sebaik mungkin di suatu
ruangan yang kering, dan dijaga agar tidak terkena cuaca langsung
dan rusak oleh benturan
- Setelah dipasang, Kontraktor wajib memberikan perhatian
sepenuhnya dan memberikan perlindungan terhadap benturan-
benturan akibat benda lain, termasuk pemakaian pada bidang yang
terlihat apalagi sampai memberkas

1. Syarat-syarat pelaksanaan umum


- Pengerjaan harus bertaraf kelas satu, semua pekerjaan ini harus
diselesaikan bebas dari puntiran, tekukan dan hubungan terbuka.

Rehab Ruang Pelayanan SP3 (Catin)


Halaman - 63 Spesifikasi Teknis Pekerjaan

Semua bagian harus mempunyai ukuran yang tepat sehingga dalam


memasang tidak akan memerlukan pengisi kecuali bila gambar
detail menunjukan hal tersebut.
- Semua detail dan hubungan harus dibuat dengan teliti dan
dipasang dengan hati hati untuk menghasilkan tampak yang rapi
sekali.
- Kontraktor diharuskan mengambil ukuran ukuran sesungguhnya
ditempat pekerjaan dan tidak hanya dari gambar-gambar kerja
untuk memasang pekerjaan pada tempatnya, terutama pada bagian
bagian yang terhalang oleh benda lain.
- Setiap bagian pekerjaan yang buruk yang tidak memenuhi
ketentuan diatas, akan ditolak dan harus diganti. Pekerjaan yang
selesai harus bebas dari puntiran- puntiran, bengkokan-bengkokan
dan sambungan-sambungan yang terbuka.
- Konstruksi baja yang telah selesai dikerjakan harus segera
dilindungi terhadap pengaruh pengaruh udara, hujan dan lain-lain
dengan cara yang memenuhi persyaratan.
- Sebelum bagian - bagian dari konstruksi dipasangkan dimana
semua bagian yang perlu sudah diberi lubang dan sudah dibersihkan
dari tahi besi, maka bagian bagian itu harus diperiksa dalam
keadaan dicat.
- Semua pekerjaan yang akan dimulai kontraktor diwajibkan membuat
detail gambar kerja (shop-drawing) untuk disetujui oleh Direksi dan
Konsultan Pengawas.

2. Penyambungan dan pemasangan


- Pengelasan harus dilaksanakan dengan hati-hati.
Logam yang dilas harus bebas dari retak dan lain-lain cacat yang
mengurangi kekuatan sambungan dan pemukaannya harus halus.
- Permukaan-permukaan yang dilas harus sama dan rata serta
kelihatan teratur.
- Las-las yang menunjukan cacat harus dipotong dan dilas kembali
atas biaya

Rehab Ruang Pelayanan SP3 (Catin)


Halaman - 64 Spesifikasi Teknis Pekerjaan

Kontraktor.
- Pekerjaan las harus dilakukan didalam bengkel, pekerjaan las yang
dilakukan dilapangan harus sama standarnya dengan pekerjaan las
yang dilakukan didalam bengkel, dan tidak diperkenankan
melakukan pekerjaan pada waktu basah atau hujan.
- Untuk penyambungan las lumer permukaan yang akan di las
harus bebas dari kotoran minyak, cat dan lain-lain. Cara pengelasan
harus dilakukan menurut persyaratan yang berlaku atau disetujui
oleh Direksi dan Konsultan Pengawas. Las yang dipakai yaitu las
sudut dan las tumpul. Mutu las minimal harus sama dengan mutu
dari profil yang bersangkutan. Bila diperlukan dengan pengujian
laboratorium. Pekerjaan pengelasan yang akan tampak harus
dihaluskan sehingga sama dengan permukaan sekitarnya.
- Direksi dan Konsultan Pengawas berhak mengadakan test terhadap
hasil pengelasan di Balai Penelitian Bahan bahan menurut standard
yang berlaku di Indonesia atas biaya Kontraktor, jika pekerjaan
penyambungan dinilai meragukan.

3. Pemasangan di tempat pembangunan


- Pemborong berkewajiban untuk menjaga supaya lapangan untuk
menumpuk barang yang telah diserahkan kepadanya, tetap baik
keadaannya dan jika perlu untuk menyokong bagian-bagian
konstruksi yang harus diangkut diberi kayu penutup sandar-sandar
dan sebagainya.
- Bagian bagian profil baja harus diangkat sedemikian rupa
sehingga tidak terjadi puntiran-puntiran, bila perlu digunakan
ikatan-ikatan sementara untuk mencegah timbulnya tegangan yang
melewati tegangan yang diijinkan, dan ikatan sementara tersebut
dibiarkan terpasang sampai pemasangan seluruh konstruksi selesai.
- Pengelasan diatas harus dilaksanakan pada saat konstruksi telah
dalam keadaan diam dan bebas dari beban penutup atap.

Rehab Ruang Pelayanan SP3 (Catin)


Halaman - 65 Spesifikasi Teknis Pekerjaan

d. Meluruskan, memadatkan dan melengkungkan


- Melengkungkan dalam keadaan dingin hanya boleh di lakukan
pada bagian non struktural, untuk melengkungkan harus digunakan
gilingan-gilingan lengkung.
- Melengkungkan pelat dalam keadaan dingin menurut suatu jari-
jari tidak boleh kurang dari tiga kali tebal pelat, demikian juga untuk
batang-batang dibidang dan badannya.
- Melengkungkan batang-batang menurut jari-jari yang kecil harus
dilakukan dalam keadaan panas.
- Melengkungkan dalam keadaan panas harus dilakukan segera
setelah bahannya dipanaskan menjadi merah tua.
- Melengkungkan dan memukul dengan martil tidak boleh dilakukan,
bilamana bahan yang dipanaskan tidak lagi menyinarkan cahaya.

e. Paku keling dan baut


- Baut yang dipergunakan untuk konstruksi harus mempunyai ukuran
sesuai dengan yang tercantum dalam gambar.
- Pemasangan baut harus benar-benar kokoh serta mempunyai
kekokohan yang merata antara yang satu dan lainnya.

f. Perlindungan pekerjaan-pekerjaan baja dengan cara pengecatan.


- Pengecatan baja menggunakan meni besi ICI dan cat enemel ICI
dua kali, warna akan ditentukan kemudian.

g. Sebelum diangkat, pekerjaan baja harus dipasang sementara (montase


percobaan) pada halaman bengkel. Yang terlindung dari cuaca untuk
mendapat persetujuan Pengawas, seluruh bagian dan sambungannya.

h. Kontraktor bertanggung jawab untuk menjaga keamanan pekerjaan besi


dan memperbaiki semua kerusakan sampai diserahkan dan diterima
baik di lapangan.

Rehab Ruang Pelayanan SP3 (Catin)


Halaman - 66 Spesifikasi Teknis Pekerjaan

i. Sebelum pekerjaan dilaksanakan Kontraktor harus mendapatkan


persetujuan tertulis dari Konsultan Pengawas.

8.3. PEKERJAAN RANGKA LANGIT-LANGIT


- Rangka langit-langit gypsum menggunakan rangka Furring cm
dengan bentuk, ukuran dan pola pemasangan sesuai dengan gambar
dan harus sesuai tata cara dan teknis pemasangan dari pabriknya.
- Batang-batang hollow untuk rangka langit-langit dipasang rata
sesuai ukuran yang telah ditentukan. Batang hollow yang dipasang di
pasangan bata harus di fiser masuk dalam tembok sedalam 5 cm.
Pada sambungan antar modul dilas dan di sekru dan sebagainya yang
telah diseleksi dengan baik, lurus, rata, tidak ada bagian yang
bengkok atau melengkung, atau cacat-cacat lainnya, dan tidak
disetujui oleh Pengawas.
- Seluruh rangka langit-langit digantungkan pada pelat beton dan atau
atap dengan menggunakan penggantung dari logam galvanized
suspension / kawat seng BWG 14 yang dapat diatur ketinggiannya
dan dibuat sedemikian rupa sehingga seluruh rangka dapat melekat
dengan baik dan kuat pada pelat beton dan tidak dapat berubah-
ubah bentuk lagi.
- Setelah seluruh rangka langit-langit terpasang, seluruh permukaan
rangka harus rata, lurus dan waterpass, tidak ada bagian yang
bergelombang dan batang-batang rangka harus saling tegak lurus.
- Rangka tersebut mempertimbangkan beban mechanical electrical
equipment yang terletak di plafon.

8.4. PEKERJAAN PLAFOND GYPSUM


a. Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan meliputi pengadaan dan pemasangan plafond dari
Gypsum seperti yang dinyatakan/ditunjukkan dalam detail gambar.
Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan,
peralatan dan alat-alat bantu yang dibutuhkan dalam terlaksananya
pekerjaan ini untuk mendapatkan hasil yang baik.

Rehab Ruang Pelayanan SP3 (Catin)


Halaman - 67 Spesifikasi Teknis Pekerjaan

Pekerjaan ini meliputi rangka baja ringan untuk rakitan papan


gypsum yang tidak menahan beban.
Rakitan papan gypsum yang dipasang pada rangka besi hollow.
Sebelum pelaksanaan, Kontraktor harus mengajukan contoh/sample
untuk disetujui oleh Konsultan Perencana, Pemberi Tugas dan
Pengawas.

b. Persyaratan Bahan
Bahan Penutup Plafond yang digunakan digunakan dalam pekerjaan
ini sesuai Spesifikasi Teknis pada Bagian 3 No. 15 dengan titik dan
jumlah sesuai yang diisyaratkan dalam detail gambar

c. Syarat-Syarat Pelaksanaan
Petunjuk teknis pelaksanaan pekerjaan plafond seperti berikut :
- Pemasangan langit-langit baru boleh dilaksanakan setelah semua
peralatan yang terdapat di dalam langit-langit (kabel-kabel, pipa-
pipa, ducting-ducting, alat penggantung dan penguat langit-
langit) siap dan selesai dikerjakan
- Kontraktor harus mempelajari bentuk dan kebutuhan plafond
sesuai dengan gambar kerja.
- Sambungan rangka plafond Hollow standar harus disambung
dengan kuat, dan kontraktor harus memberi jaminan pada setiap
adanya sambungan furring khususnya untuk membentuk rangka
plafond bertingkat.
- Gantungan rangka plafond harus dipasang pada (1,2 x 2,4) m
dimana gantungan harus terpasang kuat dan rapi tanpa adanya
pergeseran dari rangka plafond. Jika kontraktor memperkirakan
bahwa rangka plafond bukan tergantung sempurna, maka
kontraktor dapat memperpendek jarak gantungan menjadi (1,0 x
2,0) m.
- Rangka plafond yang terpasang harus sama rata bidang
permukaannya agar rangka tersebut mampu menerima plafond
Kalsiboard / gypsum yang bentuknya rata.

Rehab Ruang Pelayanan SP3 (Catin)


Halaman - 68 Spesifikasi Teknis Pekerjaan

- Bahan plafond yang rusak, retak dan bentuknya bergelombang


tidak diijinkan untuk digunakan dan harus disingkirkan dari
lapangan.
- Pelaksanaan pembuatan rangka dan plafond harus selalu tarik
benang agar permukaan plafond terpasang dapat rata dan mulus.
Semua pelaksanaan pembuatan rangka dan plafond harus
dilaksanakan oleh tukang yang berpengalaman. Kontraktor
dapat memasang plafond apabila rangka plafond sudah kuat dan
sudah dapat mendapat persetujuan direksi / pengawas.
- Plafond dapat dipasang dan di kunci dengan paku furring dengan
paku minimal 4 titik /m2
- Setiap pertemuan harus didempul rata dan rapi yang kemudian
diamplas sampai permukaannya sama dengan plafond gypsum.
- Pemasangan corner untuk plafond bertingkat, list profil dan profil
paku harus dilaksanakan dengan methode yang benar dan
pemasangannya harus terikat sempurna.
- Segera bentuk perbaikan, kerusakan, penggantian, kelalaian
pekerjaan menjadi tanggung jawab kontraktor sepenuhnya.
- Pekerjaan plafond dapat mengacu kepada petunjuk pelaksanaan
yang diterbitkan oleh penyedia bahan (Pabricated Material)
- Pemasangan centre panel harus sesuai dengan petunjuk dalam
gambar kerja atau situasi petunjuk PPK.
- Pengecatan plafond dapat dilaksanakan setelah diadakan
pendempulan dan penggosokan / pengamplasan dempul serta
pemberishannya
- Petunjuk pengecatan pada Bab – XII berlaku umum pada
pekerjaan pengecatan Plafond.
- Semua ukuran yang tertera pada gambar adalah ukuran jadi
dan harus lurus tanpa cacat, tidak melenting dan lain-lain yang
dapat menurunkan mutu serta mutu pekerjaan.
- Semua pekerjaan rangka dan plafond Gypsum seperti diuraikan
di atas, di Pemeriksa terhadap jenis, ukuran maupun mutu, wajib
dilakukan dengan teliti.

Rehab Ruang Pelayanan SP3 (Catin)


Halaman - 69 Spesifikasi Teknis Pekerjaan

- Setelah dipasang, Kontraktor wajib memberikan perhatian


sepenuhnya dan memberikan perlindungan terhadap benturan-
benturan akibat benda lain, termasuk pemakaian pada bidang
yang terlihat apalagi sampai memberkas.
- Kontraktor harus memberikan contoh bahan, brosur serta data
teknis kepada Direksi/Konsultan Pengawas untuk mendapatkan
persetujuan.

8.5. PEKERJAAN DINDING ACP (Alumunium Composite Panel)


a. Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan meliputi pengadaan dan pemasangan kisi-kisi alumunium
atap kanopi dari ACP (Alumunium Composite Panel) seperti yang
dinyatakan /ditunjukkan dalam detail gambar. Aluminium composite
panel, atau biasa disingkat ACP, merupakan salah satu jenis
material penutup dinding luar bangunan. Produk ini diklaim lebih
tahan benturan, tahan cuaca, ringan dan mudah diproses, serta
lebih tahan api. Produk ini juga tersedia dalam berbagai warna yang
bisa disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Bahan composite ini
sendiri, meski memiliki bobot yang ringan, tetapi punya kekuatan
yang lebih tinggi, tahan karat, dengan biaya perakitan yang lebih
murah karena berkurangnya jumlah komponen perakitan dan tidak
memerlukan baut-baut penyambung. Dilapisi dengan aluminium
yang dapat diwarnai bermacam-macam, ACP dapat dipakai secara
luas dengan atau tanpa warna metalik, juga dapat menggunakan
pola warna imitasi dari material lain, seperti kayu dan marmer.

b. Persyaratan Bahan
Bahan ACP yang digunakan digunakan dalam pekerjaan ini sesuai
Spesifikasi Teknis pada Bagian 3 No. 17 dengan titik dan jumlah
sesuai yang diisyaratkan dalam detail gambar

c. Syarat-Syarat Pelaksanaan

Rehab Ruang Pelayanan SP3 (Catin)


Halaman - 70 Spesifikasi Teknis Pekerjaan

- Semua ukuran yang tertera pada gambar adalah ukuran jadi


dan harus lurus tanpa cacat, tidak melenting dan lain-lain yang
dapat menurunkan mutu serta mutu pekerjaan
- Semua pekerjaan Listsplank ACP (Alumunium Composite Panel)
seperti diuraikan di atas, di Pemeriksa terhadap jenis, ukuran
maupun mutu, wajib dilakukan dengan teliti.
- Penimbunan di tempat pekerjaan harus sebaik mungkin di suatu
ruangan yang kering, dan dijaga agar tidak terkena cuaca
langsung dan rusak oleh benturan.
- Setelah dipasang, Kontraktor wajib memberikan perhatian
sepenuhnya dan memberikan perlindungan terhadap benturan-
benturan akibat benda lain, termasuk pemakaian pada bidang
yang terlihat apalagi sampai memberkas

PASAL 9
PEKERJAAN PENGECATAN
9.1. PENGECATAN DINDING DAN C A T M I N Y A K
a. Lingkup Pekerjaan
- Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan,
peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam
pelaksanaan, hingga dapat tercapai hasil pekerjaan yang
bermutu baik dan sempurna
- Meliputi pengecatan dinding/beton bagian luar dan dalam
serta seluruh detail yang ditunjukkan/ditentukan dalam gambar
b. Persyaratan Bahan
Bahan Cat yang digunakan digunakan dalam pekerjaan ini sesuai
Spesifikasi Teknis pada Bagian 3 No. 18 dengan titik dan jumlah
sesuai yang diisyaratkan dalam detail gambar

c. Syarat-Syarat Pelaksanaan
- Bahan-bahan yang dipergunakan, sebelum digunakan terlebih
dahulu diserahkan contohnya untuk mendapatkan persetujuan
dari Konsultan Pengawas

Rehab Ruang Pelayanan SP3 (Catin)


Halaman - 71 Spesifikasi Teknis Pekerjaan

- Pemborong harus menyerahkan 2 (dua) copy yang berisikan


ketentuan dan persyaratan teknis operatif dari pabrik dan contoh
percobaan warna cat kepada Konsultan Pengawas
- Sebelum pengecatan dimulai, permukaan bidang pengecatan
harus rata, kering dan bersih dari segala kotoran, minyak dan
debu
- Bidang pengecatan siap dicat setelah diplamur terlebih dahulu.
Sebelum diplamuur, plesteran harus benar-benar kering, tidak
terdapat retak-retak dan telah disetujui oleh Konsultan
Pengawas
- Lapisan plamur dibuat setipis mungkin sampai membentuk
bidang yang rata
- Setelah pelamuran 3 (tiga) dan percobaan warna sudah
disetujui oleh Konsultan Pengawas, bidang pelamuran diamplas
dengan amplas besi yang halus kemudian dibersihkan dengan
bulu ayam sampai bersih
- Sebelum pengecatan dilakukan, Pemborong diwajibkan
membuat contoh-contoh warna, untuk disetujui oleh Konsultan
Pengawas
- Pengecatan diisyaratkan dengan menggunakan roller. Untuk
permukaan dimana pemakaian roller tidak memungkinkan,
dipakai kuas halus/baik
- Setiap kali lapisan cat dilaksanakan harus dihindarkan
terjadinya sentuhan benda- benda dan pengaruh pekerjaan-
pekerjaan sekelilingnya selama 2 (dua) jam

9.2. PENGECATAN DAUN PINTU DAN DAUN JENDELA


a. Lingkup Pekerjaan
- Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan,
peralatan dan alat- alat bantu lainnya yang diperlukan dalam
pelaksanaan, hingga dapat tercapai hasil pekerjaan yang
bermutu baik dan sempurna

Rehab Ruang Pelayanan SP3 (Catin)


Halaman - 72 Spesifikasi Teknis Pekerjaan

- Meliputi pengecatan minyak pada seluruh detail yang


disebutkan/ditunjukkan dalam detail gambar
b. Persyaratan Bahan
- Yang termasuk pekerjaan ini adalah pengecatan seluruh
bagian-bagian Pintu dan Jendela yang terlihat dan pekerjaan
Pintu dan Jendela lain ditentukan dalam gambar, kecuali
ditentukan lain.
- Digunakan bahan cat Produk Dalam Negeri yang bermutu baik
dari jenis merk setara ICI jenis Syntetic Super Gloss, Cat Minyak
(Synthetic Enamel) atau dari produk lain yang setara dan
disetujui oleh Konsultan Pengawas
- Bahan untuk cat dasar digunakan dari bahan yang diisyaratkan
oleh pabrik yang bersangkutan
- Pekerjaaan cat dilakukan setelah bidang yang akan dicat,
selesai diampelas halus dan bebas debu, minyak dan lain-lain.
- Sebagai lapisan dasar dipakai sebagai cat dasar 1 kali.
Sambungan las dan ujung- ujungnya yang tajam diberi “touch
up” dengan 2 lapis, setelah itu lapisan tebal 40 micron diulaskan.
- Setelah kering sesudah 8 jam, dan diampelas kembali disemprot
1 lapis. Setelah 16 jam mengering baru lapisan akhir disemprot 3
lapis.
- Pengecatan dilakukan dengan menggunakan semprot dengan
compressor 3 lapis.
- Bahab yang digunakan harus memenuhi syarat-syarat yang
ditentukan dalam PUBI
- 1982 Pasal 53, BS No. 3200,- 1970/1971, AS K-41 dan NI-4
serta mengikuti ketentuan-ketentuan dari pabrik yang
bersangkutan
- Warna akan ditentukan kemudian

c. Syarat-Syarat Pelaksanaan

Rehab Ruang Pelayanan SP3 (Catin)


Halaman - 73 Spesifikasi Teknis Pekerjaan

- Bahan-bahan yang dipergunakan, sebelum digunakan terlebih


dahulu diserahkan contohnya untuk mendapatkan persetujuan
dari Konsultan Pengawas
- Sebelum pengecatan dimulai, permukaan bidang pengecatan
harus rata, kering dan bersih dari segala kotoran, minyak dan
debu
- Permukaan yang akan dicat diamplas dengan anplas besi yang
halus untuk memperoleh permukaan halus, rata dan bersih dari
karat dan kotoran-kotoran lain
- Sebelum pemakaian, cat harus diaduk dengan rata dan
sempurna sampai jenuh
- Oleskan satu atau dua lapis QD Aretlead Promer 510-2715 dari
produk seperti jenis yang telah diisyaratkan di atas atau sesuai
persyaratan yang ditentukan oleh pabrik yang bersangkutan
- Selanjutnya setelah pengecatan Menie besi telah rata dan kering,
barulah pengecatan akhir dilakukan dengan persyaratan sesuai
dengan yang ditentukan oleh pabrik yang bersangkutan
- Cat akhir dapat dilakukan bila cat dasar telah kering
sempurna serta mendapat persetujuan dari Konsultan Pengawas
- Pengecatan dilakukan dengan kuas yang bermutu baik atau
dengan spray dan bidang pengecatan harus rata dan sama
warnanya

BAB V
SYARAT-SYARAT TEKNIS PEKERJAAN
MEKANIKAL/ELEKTRIKAL
PASAL 1
SYARAT-SYARAT UMUM
Syarat-syarat umum instalasi Mekanikal/Elektrikal ini berisi rincian yang
memperjelas/menambahkan hal-hal yang tercantum dalam Buku Syarat-
syarat Administrasi. Dalam hal ini Buku Syarat-syarat Administrasi saling
melengkapi dengan Syarat-syarat Umum Teknis Mekanikal/Elektrikal
a. Persyaratan Pelaksanaan

Rehab Ruang Pelayanan SP3 (Catin)


Halaman - 74 Spesifikasi Teknis Pekerjaan

1. Instalasi yang dinyatakan dalam spesifikasi ini harus dilaksanakan


sesuai dengan undang- undang dan peraturan-peraturan yang
berlaku saat ini di Indonesia serta tidak bertentangan dengan
ketentuan-ketentuan dari Jawatan Keselamatan Kerja
2. Cara dan teknik pemasangan harus memenuhi syarat-syarat yang
tercantum dan telah ditetapkan sebagai peraturan pemasangan
instalasi ini oleh Badan yang berwenang, dalam hal ini tidak ada
petunjuk dari Konsultan Pengawas
3. Pelaksanaan pekerjaan harus ditangani oleh tenaga-tenaga ahli
dalam bidang Instalai Mekanikal/Elektrikal, untuk dapat
dipertanggung jawabkan
4. Tenaga Ahli harus ditempatkan di lapangan oleh Kontraktor,
sehingga dapat berdiskusi dengan Konsultan Pengawas pada waktu
pelaksanaan pekerjaan Kontraktor diharuskan melaksanakan
pekerjaan Test penuh di bawah persyaratan operasional
5. Penggantian material yang kurang baik atau kesalahan pemasangan
adalah tanggung jawab Kontraktor dan Kontraktor harus
mengganti/memperbaiki hal tersebut di atas
6. Semua biaya dan pengurusan izin, lisensi, pengujian adalah
tanggung jawab Kontraktor
7. Semua syarat-syarat penerimaan bahan-bahan peralatan, cara-cara
pemasangan, kualitas pekerjaan dan lain-lain untuk sistem instalasi
Mekanikal/Elektrikal ini harus sesuai dengan standard :
- Peraturan Umum Instalasi Listrik Tahun 1987
- Peraturan yang ditentukan oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN)
Peraturan Daerah setempat
- Pedoman Plumbing Indonesia
- Pedoman dan petunjuk Keselamatan Kerja PLN Nomor. 48
- Peraturan pokok Teknik Penyehatan mengenai air minum dan
air buangan, ancangan 1968 Direktorat Jenderal Cipta karya,
Direktorat Teknik Penyehatan
- Peraturan Instalasi Air Minum
- Algemeene Voorwerden Voor Drink Water Instalatir (AVWI)

Rehab Ruang Pelayanan SP3 (Catin)


Halaman - 75 Spesifikasi Teknis Pekerjaan

- Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor


173/Men/Per/VIII/77, tentang Pengawasan Pencemaran Air dari
Badan Air untuk berbagai kegunaan yang berhubungan dengan
kesehatan
- Peraturan-peraturan dan standar yang telah disesuaikan
dengan peraturan dan standar internasional dari KRT, ASME,
ASTM, VDE, BS, NEC, IEC, dan lain-lain
- Peraturan perburuhan Departemen Tenaga Kerja
- Peraturan-peraturan yang ditentukan dalam spesifikasi ini
maupun yang terdapat dalam detail gambar
- Pedoman Instalasi Alam Kebakaran Otomatis 1980 (Departemen
Tenaga kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia)
- Pedoman Penanggulangan Bahaya Kebakaran Tahun 1980
(Departemen Pekerjaan Umum Republik Indonesia)
- Ketentuan Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran pada
Bangunan Gedung Tahun 1985 (Departemen Pekerjaan Umum
Republik Indonesia)
- N.F.P.A dan F.O.C sebagai pelengkap
- Peraturan Telekominikasi Tahun 1989
- Peraturan-peraturan lain yang berlaku di daerah setempat
Semua peralatan dan mesin yang dipasang untuk sistem
Mekanikal/Elektrikal ini selain daripada persyaratan-persyaratan
tersebut di atas, juga tidak boleh menyimpang dari persyaratan yang
dikeluarkan pabrik pembuatnya
8. Pekerjaan dianggap selesai, apabila :
- Telah mendapat surat pernyataan bahwa instalasi tersebut baik
dari Konsultan Pengawas
- Semua persoalan mengenai kontrak dengan Pemilik telah
terpenuhi, sehingga Pemilik dapat membenarkannya
- Seluruh instalasi yang terpasang telah ditest, bersama-sama
Konsultan Pengawas, Kontraktor, Konsultan Perencana dan
Pemilik/Direksi dengan hasil baik dan memuaskan sesuai dengan
spesifikasi tekniks

Rehab Ruang Pelayanan SP3 (Catin)


Halaman - 76 Spesifikasi Teknis Pekerjaan

PASAL 2
SYARAT-SYARAT TEKNIS INSTALASI LISTRIK

2.1. TENAGA & PENERANGAN


2.1.1 Lingkup Pekerjaan
a. U m u m
Pemborong harus menawarkan seluruh lingkup pekerjaan yang
dijelaskan baik dalam spesifikasi ini ataupun dalam detail gambar,
dimana bahan dan peralatan yang digunakan sesuai dengan
ketentuan-ketentuan pada spesifikasi ini. Bilamana terdapat
perbedaan antara bahan/peralatan yang terpasang dengan
spesifikasi yang dipersyaratkan pada pasal ini, merupakan
kewajiban Pemborong untuk mengganti bahan/peralatan tersebut
sehingga sesuai dengan ketentuan yang dipersyaratkan pada pasal
ini tanpa adanya tambahan biaya

b. Uraian Lingkup Pekerjaan


Sebagaimana tertera dalam gambar-gambar rencana, Pemborong
pekerjaan instalasi ini harus melakukan pengadaan dan
pemasangan serta menyerahkan dalam keadaan baik dan siap
untuk dipergunakan. Garis besar ruang lingkup pekerjaan yang
dimaksud adalah sebagai berikut :
- Instalasi Panel Tegangan Rendah
- Instalasi Penerangan, stop kontak biasa 200 watt dan stop
kontak tenaga maupun Juction Box
- Armature lampu penerangan biasa dan orientasi dalam dan
luar bangunan
- Terminasi/Penyambungan kabel dari Panel Instalasi baru
- Penggalian dan pengisian kembali tanah untuk kabel tanam
- Pengujian/Test
- Pengurusan Pemasukan Daya

2.1.2 Panel Tegangan Rendah

Rehab Ruang Pelayanan SP3 (Catin)


Halaman - 77 Spesifikasi Teknis Pekerjaan

a. Panel Tegangan Rendah harus mengikuti standar VDE/DIN dan juga


harus mengikuti peraturan IEC dan PUIL
b. Panel-panel harus dibuat dari Pelat Besi tebal 2 mm dengan rangka
besi dan seluruhnya harus dizinchromat dan dicat duco 2 (dua) kali
dan harus dipakai cat dengan cat bakar, warna abu-abu Merk ICI
atau yang setara. Pintu dari panel- panel tersebut harus dilengkapi
dengan Master Key
c. Konstruksi dalam panel-panel serta letak dari komponen-komponen
dan sebagainya harus diatur dengan baik, sehingga bila perlu
dilaksanakan perbaikan- perbaikan, penyambungan pada
komponen-komponen dapat dengan mudah dilaksanakan tanpa
mengganggu komponen-komponen lainnya
d. Setiap panel harus mempunyai 5 (lima) Busbar Copper terdiri dari 3
(tiga) Busbar Phase R-S-T, 1 (satu) Busbar Netral dan 1 (satu)
Busbar untuk Grounding. Besarnya Busbar harus diperhitungkan
untuk beasr arus yang akan mengalir dalam busbar tersebut tanpa

menyebabkan suhu yang lebih dari 65o C. Setiap Busbar Copper


harus diberi warna sesuai dengan peraturan PLN, lapisan yang
dipergunakan untuk memberi warna busbar dan saluran harus
dari jenis yang tahan terhadap kenaikan suhu yang diperbolehkan
e. Alat ukur yang dipergunakan adalah jenis Semi Flush Mouning
dalam kotak tahan getaran, untuk Ampere Meter dan Volt Meter
dengan ukuran 96 x 96 mm dengan skala lincar dan ketelitian 1%
dan bebas dari pengaruh induksi serta ada sertifikat tera dari
LMK/PLN (minimum 1 buah untuk setiap jenis alat ukur)
f. Ukuran dari tiap-tiap unit Panel harus disesuaikan dengan keadaan
dan keperluan dengan persetujuan Direksi/Konsultan Pengawas
g. Komponen-komponen pengaman yang dipakai adalah :
- MCCB
MCCB pada Incoming Out Going
Rated Continous Current : 80 A, 100 A, 125 A, 250 A, atau
dinyatakan lain dalam detail gambar
Type : Fixed Mounted Number of Pole 3 Phase, 4 Pole

Rehab Ruang Pelayanan SP3 (Catin)


Halaman - 78 Spesifikasi Teknis Pekerjaan

Rated Operating Voltage : 380 Volt


Rated Frequency : 50 Hz

Permintted Ambiet Temperature Max 55o C

Rated Peak Withstar current 50 KA


Rated Short Circuit Breaking Cap 35 KA
Operator Mechanism : Manual Operation Over Load Release
Manual Operation Instantenous Uver Current Permanenrly Set
Auxiliary Release (lihat gambar)
(yang mungkin ada)
Auxiliary Switch : 1 NO + 1 NC

- HRC Fuse
Rate Current : Sesuai Gambar
Operating Voltage: 380 V
Frequency : 50 Hz
Breaking Capacity : 100 KA

- Miniatur Circuit Breaker (MCB)


Rated Current : Sesuai Gambar
Operating Voltage : 220 V, 380 V
Frequency : 50 Hz
Breaking Capacity : 10 KA

Permitted Ambien Temperature : 55o C

Overload Release : Sesuai Gambar


- Auxiliary Relay/Contact : dari MCCB

h. Komponen-komponen pengukuran yang dipakai


1. Gedung Kantor :
- Penambahan Daya listrik PLN Kapasitas 38 Ampere
- Pembuatan Lampu Jalan
- Lampu LED

Rehab Ruang Pelayanan SP3 (Catin)


Halaman - 79 Spesifikasi Teknis Pekerjaan

- Tiang Listrik
- Kabel NYY 4 x 6"
- Panel Lampu Jalan (6 MCB)
- Lampu XL18 Watt+ Fitting setara philips
- Kabel NYM 3 x 2.5
- Panel Komplit (6 MCB)
- MCB
- Instalasi Titik Lampu
- Assesories & Material Bantu
- Testing & Commisioning
- Fitting instalasi seperti pipa conduit, fleksible join, T-Dos,
Inbow Dos dan sebagainya menggunakan merk setara
Clipsal.

2.1.3 Kabel Tegangan Rendah


a. Kabel-kabel yang dipakai dapat dipergunakan untuk tegangan
Min. 0,6 KV dan 0,5 KV untuk Kabel NYM
b. Pada prinsipnya kabel-kabel daya yang dipergunakan adalah
jenis NYFGbY dan NYM, untuk kabel penerangan dipergunakan
kabel NYM dan NYFGbY produkti Supreme Cable, Kabelindo,
Tranka, Kabel Metal
c. Sebelum dipergunakan, kabel dan peralatan bantu lainnya
harus dimintakan persetujuan terlebih dahulu kepada Konsultan
Pengawas

d. Penampang kabel minimum yang dapat dipakai 2,5 mm2 atau


sesuai dengan ketentuan dalam detail gambar

2.1.4 Kotak- kotak dan Saklar

Rehab Ruang Pelayanan SP3 (Catin)


Halaman - 80 Spesifikasi Teknis Pekerjaan

a. Kotak-kotak dan Saklar yang akan dipasang pada dinding


tembok bata dengan type pemasangan masuk/inbow (flush-
mounting) setara Panasonik
b. Kotak-kotak biasa (Inbow) yang dipasang mempunyai rating 10
A dan mengikuti standar VDE, sedang Kotak-kotak khusus
mempunyai rating 16 A atau rating amperenya disesuaikan
dengan mesinnya dan mengikuti standar VDE atau BS
c. Flush-Box (inbowa dos) untuk tempat saklar, Kotak-kotak
dinding dan Push
c. Button harus dipakai jenis bahan bakely atau metal
d. Kotak-kotak dinding yang dipasang 30 cm dari permukaan
lantai dari ruang- ruang yang basah/lembab harus dari jenis
Water Dicht (WD), sedangkan saklar dipasang 120 cm dari
permukaan lantai (bila ada)
e. Kotak-kotak daya (khusus) jenisnya industrial dan panel
counting pemasangannya menurut kebutuhan peralatan

2.1.5 konduit
Konduit yang dipakai adalah dari jenis PVC kelas C yang banyak
dipergunakan. Baik yang terpasang expose, di dalam dinding
maupun diletakkan pada kabel tray. Diameter dalam dari konduit
minimum ½ kali diameter kabel dan minimum diameter dalam

adalah 20 mm2 kecuali dinyatakan lain pada detail gambar

2.2. PERSYARATAN TEKNIS PEMASANGAN


2.2.1 Panel-panel
a. Panel-panel harus dipasang sesuai dengan petunjuk dari pabrik
pembuatnya dan harus rata (horizontal)

Rehab Ruang Pelayanan SP3 (Catin)


Halaman - 81 Spesifikasi Teknis Pekerjaan

b. Setiap kabel yang masuk/keluar dari panel harus dilengkapi


dengan gland dari karet atau penutup yang rapat tanpa adanya
permukaan yang tajam
c. Panel L VMDP menggunakan instalasi pengaman petir/penahan
suatu jenis LTM dan tiap Panel Distribusi menggunakan jenis LTD,
dimana tegangan lebih yang tinggi dapat ditahan/dibatasi untuk
mendapatkan tegangan yang aman untuk peralatan
listrik/elektronik.
d. Tegangan operasi yang dibutuhkan adalah sebesar 280 V/50 Hz
dengan response lebih kecil atau sama dengan 2.5 ns, untuk LTM 1
max. sebesar 40 KA untuk LTD 1 max. sebesar 6,5 KA

2.2.2 Kabel-kabel
a. Semua kabel dikedua ujungnya harus diberi tanda dengan kabel
mark yang jelas dan tidak mudah lepas untuk mengindentifikasikan
arah beban
b. Setiap kabel daya pada ujungnya harus diberi isolasi berwarna
untuk mengindentifikasikan phasanya sesuai dengan PUIL
e. Kabel daya yang dipasang pada tangga kabel, diklem dan disusun
rapi
f. Setiap tarikan kabel tidak diperkenankan adanya sambungan,
kecuali pada kabel penerangan
g. Untuk kabel dengan diameter 16 mm atau lebih harus dilengkapi
dengan sepatu kabel untuk terminasinya
h. Pemasangan sepatu kabel yang berukuran 70 mm2 atau lebih harus
mempergunakan alat press hidraulis yang kemudian disolder
dengan timah patri
h. Semua kabel yang ditanam pada kedalaman 100 cm minimum,
dimana sebelum kabel ditanam ditempatkan lapisan pasir setebal
15 cm dan diatasnya diamankan dengan batu bata atau sign
sebagai pelindungnya. Lebar galian minimum adalah 40 cm yang
disesuaikan dengan jumlah kabel

Rehab Ruang Pelayanan SP3 (Catin)


Halaman - 82 Spesifikasi Teknis Pekerjaan

i. Untuk kabel feeder yang dipasang di dalam trench harus


mempergunakan kabel support, minimal setiap 50 cm
j. Pada noute kabel setiap 25 m dan disetiap belokan harus ada tanda
arah jalannya kabel
k. Kabel yang ditanam dan menyeberangi selokan, jalan atau instalasi
harus ditanam lebih dalam dari 50 cm dan diberikan pelindung pipa
galvanis dengan diameter minimum 2 ½ kali penampang kabel
l. Semua kabel yang dipasang di atas langit-langit harus di dalam
konduit dan diletakkan pada suatu trunking kabel
m. Semua kabel yang dipasang menembus dinding atau beton harus
dibuatkan sleeve dari pipa PVC kelas C dengan diameter minimum
2 ½ kali penampang
n. Penyambungan kabel untuk penerangan dan stop kontak harus di
dalam kotak terminal yang terbuat dari bahan yang sama dengan
bahan konduitnya dan dilengkapi dengan sektup untuk tutupnya
demana tebal kotak terminal tersebut minimal 4 cm. Alat
penyembung berupa las-dop merk Legrand atau 3M
o. Setiap pemasangan kabel daya harus diberikan cadangan kurang
lebih 1 m disetiap ujungnya
p. Penyusunan konduit di atas trunking kabel harus rapi dan tidak
saling menyilang

2.2.3. Kotak-kotak dan Saklar


a. Kotak-kotak dan Saklar yang akan dipakai adalah type pemasangan
masuk dan dipasang pada ketinggian 300 mm dari level lantai
untuk kotak-kotak dan 1200 mm untuk saklar
b. Kotak-kotak dan Saklar yang dipasang pada tempat yang
lembab harus type Water Dicht (bila ada)
c. Kotak-kotak yang khusus dipasang di dalam Outket Box bawah
lantai, harus dari jenis yang sesuai dengan box dan under floor
duct, rata dengan permukaan lantai, tahan injakan serta dengan
sistem tutup pengaman lubang kontaknya

Rehab Ruang Pelayanan SP3 (Catin)


Halaman - 83 Spesifikasi Teknis Pekerjaan

d. Kotak-kotak daya untuk mesin-mesin, dipasang dengan ketinggian


60 cm atau sesuai dengan kebutuhan mesin yang bersangkutan

2.2.4. Lampu Penerangan


a. Pemasangan lampu penerangan harus disesuaikan dengan
rencana plafond dari Arsitektur (lihat gambar) dan disetujui oleh
Direksi/Konsultan [Link] mengunakan Downlight 5”
(besar) dengan bola lampu LED sesuai kebutuhan ruangan ukuran
terangnya lampu tersebut, dapat didiskusikan kemudian dengan
Direksi
b. Lampu tidak diperkenankan memberikan beban kepada rangka
plafond yang terbuat dari bahan aluminium

2.2.5. Pentanahan
a. Semua bagian dari sistem listrik harus ditanahkan
b. Elektrode pentanahan harus ditanam sedalam 12 m minimum
untuk mencapai permukaan air tanah
c. Tahanan Pentanahan maksimum adalah 1 ohm
d. Jarak minimum dari elektrode pentanahan adalah 6 m dan
disesuaikan dengan sifat tanahnya

2.3. PENGUJIAN
2.3.1 U m u m
Sebelum semua peralatan utama dari sistem dipasang, harus
diadakan pengujian secara individual. Peralatan tersebut baru dapat
dipasang setelah dilengkapi dengan sertifikat pengujian yang baik
dari pabrik yang bersangkutan dan LMK/PLN serta instalasi lain yang
berwenang untuk itu. Setelah peralatan tersebut dipasang, harus
diadakan pengujian/test secara menyeluruh dari sistem, untuk
menjamin bahwa sistem tersebut berfungsi dengan baik. Semua
biaya untuk mendapatkan sertifikat lulus pengujian dan peralatan
untuk pengujian yang perlu disediakan oleh Pemborong menjadi
tanggung jawab Pemborong sendiri.

Rehab Ruang Pelayanan SP3 (Catin)


Halaman - 84 Spesifikasi Teknis Pekerjaan

2.3.2 Peralatan dan Bahan


Peralatan dan Bahan Instalasi Listrik yang harus diuji adalah sebagai
berikut:
a. Panel-panel Tegangan Rendah
Panel-panel tersebut harus dilengkapi dengan sertifikat lulus
pengujian dari pembuat panel yang menjamin bahwa setiap
peralatan dalam panel tersebut berfungsi dengan baik dan
bekerja dengan sempurna dalam keadaan operasional maupun
gangguan berupa undervoltage, over current, over thermis,
short circuit dan lain-lain serta megger antara phasa, phasa
netral, phasa nol
b. Kabel-kabel Tegangan Rendah
Untuk kabel tegangan rendah, sertifikat lulus pengujian dari PLN
yang terutama menjamin bahan isolasi kabel baik serta tidak
melanggar ketentuan-ketentuan PLN tentang isolasi kabel
tegangan rendah. Pengujian dengan megger harus tetap
dilaksanakan, dengan nilai tahanan isolasi minimum 50 mega
ohm
1. Lighting Fixtures
2. Setiap lighting fixtures yang menggunakan ballast dan
kapasitor harus dilakukan pengujian/pengukuran faktor
daya. Dalam hal ini faktor daya yang diperbolehkan
minimal 0,85
3. Motor-motor Listrik
Pengukuran tahanan isolasi motor-motor listrik harus
dilakukan. Pemasangan motor-motor listrik bisa
dilaksanakan setelah hasil pengukuran tidak melanggar
ketentuan-ketentuan dalam PUIL Tahun 1987
4. Penahanan/Grounding
Semua pentanahan dari sistem harus dilakukan
pengukuran tahanan dengan maksimum 1 ohm pada
masing-masing pentanahan dan dilakukan pada

Rehab Ruang Pelayanan SP3 (Catin)


Halaman - 85 Spesifikasi Teknis Pekerjaan

keadaan cuaca tidak turun hujan minimal 3 (tiga) hari


berturut-turut.

PASAL 3
EKERJAAN INSTALASI AC

Pekerjaan Relokasi Air Condition (AC) diffuser dan Exhaust fan.


a. Lingkup pekerjaan
- Pembongkaran, relokasi dan perapihan kembali supply diffuser AC
- Penambahan flexible duct yang disesuaikan dengan ukuran existing

b. Persyaratan Bahan
1) AC Cassette R32 DAIKIN (BLACK PANEL) FCF-50CVM4 2PK Inverter
- JENIS FREON: R32
- UKURAN INDOOR: 25 X 84 X 84 CM
- TENAGA LISTRIK: 1140 WATT
- KAPASITAS DINGIN: 17100 BTU
- UKURAN PIPA & GAS: 3/8 X 5/8
- KOMPRESSOR: BASIC STANDARD
- GARANSI: KOMPRESSOR 3TAHUN + SPARE PART 1TAHUN
- BERAT INDOOR : 22 KG
2) AC Cassette R32 Daikin FCF-125 CVM4 5 PK Inverter
- JENIS FREON: R32
- UKURAN INDOOR: 29 X 84 X 84 CM
- TENAGA LISTRIK: 4180 WATT
- KAPASITAS DINGIN: 42700 BTU
- UKURAN PIPA & GAS: 3/8 X 5/8
- KOMPRESSOR: BASIC STANDARD
- GARANSI: KOMPRESSOR 3TAHUN + SPARE PART 1TAHUN
- BERAT INDOOR : 24 KG

3) AC Standing 5 PK : Ac Floor Standing 5 Pk Daikin Fvq125cveb4 Inverter

Rehab Ruang Pelayanan SP3 (Catin)


Halaman - 86 Spesifikasi Teknis Pekerjaan

R410a Thailand New

c. Syarat pelaksanaan dan material


- Sebelum melakukan pekerjaan kontaktor harus membuat gambar
shopdrawing yang disesuaikan dengan gambar desain dan kondisi
lapangan
- Ducting utama tidak dirubah sehingga perubahan posisi supply
diffuser harus diikuti dengan penambahan flexible duct
- Flexible duct harus dilapisi insulasi dan aluminium foil d. Ukuran
flexible duct yang digunakan disesuaikan dengan kondisi existing
- Kontraktor/pemborong harus membersihkan kembali bekas pekerjaan
dan material sisa di lapangan

2.2. U m u m
2.2.1 Pengecatan
a. Pemborong harus mengecat semua pipa, rangka penggantung,
rangka penyangga, semua unit yang dirakit di lapangan dan
bahan-bahan yang mudah berkarat dengan lapisan cat dasar
(Prime Coating), cat harus sesuai dengan persyaratan
pengecatan berdasarkan jenis bahan yang dicat
b. Pengecatan tidak diperlukan bila alat-alat sudah dicat di
pabriknya atau dinyatakan lain dalam spesifikasinya atau untuk
bahan aluminium
c. Untuk peralatan yang tampak, maka bahan-bahan tersebut harus
dicat akhir dengan cat besi merk ICI dengan ketentuan sebagai
berikut :

No Bahan-bahan Warna Nomor Cat ICI


1. Pipa air bersih (Supply) Biru Gelap R 404 – 41001
2. Merah Gelap R 404 – 43006
3. Pipa Hydrant Hitam R 404 – 40009
4. Hitam R 404 – 40009
5. Pipa Drain & Waste Putih R 404 – 101

Rehab Ruang Pelayanan SP3 (Catin)


Halaman - 87 Spesifikasi Teknis Pekerjaan

d. Pemborong harus memberikan tanda-tanda huruf dan nomor


identifikasi bagi peralatannya dengan cat. Sebelumnya
Pemborong wajib memberitahukan mengenai tanda-tanda yang
hendak dipasang pada peralatan tersebut kepada
Direksi/Konsultan Pengawas

BAB X
PENYERAHAN PEKERJAAN

1. Kontraktor harus menyelesaikan semua bagian pekerjaan yang tertera


dalam kontrak, Gambar- gambar dan Syarat-syarat pada Dokumen
Pengadaan (Pelelangan) ataupun perubahan yang terdapat dalam Berita
Acara Penjelasan Pekerjaan (Aanwijzing), sehingga pekerjaan dapat
diterima dengan baik oleh Konsultan Pengawas dan Pihak Pemimpin
Proyek/Owner.

2. Pada saat pekerjaan akan diserah-terimakan untuk pertama kalinya


(Provisional Hand Over - PHO), Kontraktor harus menyerahkan :
- Gambar-gambar yang sebenarnya (As Built Drawings) yang telah
disetujui dan gambar-gambar Kerja (shoof drawing) yang ada
dikerjaakan selama berlangsung proyek.
- Terkhusus gambar instalasi listrik,intalasi air limbah,air bersih dan
IPAL yang sebenarnya.
- Laporan harian, mingguan, bulanan, CCO (kalau ada) dan Adendum
(kalau ada), back up data yang real dan foto-foto dokumentasi
pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan aturan yang ada.

Bersama-sama dengan Konsultan Pengawas, kontraktor harus meneliti,


mencatat dan menyetujui, bagian-bagian pekerjaan yang belum
sempurna, untuk dibuatkan daftar (Check List) pekerjaan- pekerjaan yang
akan diperbaiki dalam masa pemeliharaan.

Rehab Ruang Pelayanan SP3 (Catin)


Halaman - 88 Spesifikasi Teknis Pekerjaan

BAB IX
PENUTUP
[Link] syarat-syarat yang tercantum didalam Rencana Kerja dan Syarat
ini harus dilaksanakan dengan baik dan benar oleh kontraktor serta
mengikuti petunjuk-petunjuk Teknis dari Direksi Teknis Kegiatan dan
konsultan Pengawas.
[Link] ketentuan–ketentuan yang belum tertuang dalam Rencana Kerja
dan Syarat umum ini akan diatur pada waktu Aanwijzing, Petunjuk Teknis
lainnya yang dianggap perlu, akan dijelaskan oleh Direksi Teknis
Kegiatan pada saat mulai pelaksanaan dan sedang berlangsung kegiatan
pekerjaan.
[Link] Rencana Kerja dan Syarat umum ini tidak lengkap
dicantumkan satu persatu mengenai bahan dan lain-lain, tapi tercantum
dalam Aanweijzing, maka pekerjaan tersebut harus dikerjakan dan bukan
merupakan pekerjaan tambahan.

Medan, Februari 2023


Konsultan Perencana

Daniel H Siringo-Ringo ST
Team Leader

Rehab Ruang Pelayanan SP3 (Catin)

Anda mungkin juga menyukai