Rencana Kerja Rehab Ruang SP3 Catin
Rencana Kerja Rehab Ruang SP3 Catin
BAB I
PEKERJAAN PERSIAPAN
PASAL 1
PEKERJAAN AWAL
Alamat :……………………………………….
Nama Pekerjaan :
No. Kontrak :
Tgl. Kontrak :
Masa Pelaksanaan :
Biaya : Rp.
…………………………………………………………………
Rekanan :
Konsultan Pengawas :
``120 cm
2. Pengukuran/Penarikan Bowplank
- Penarikan bowplank untuk bangunan-bangunan dapat
dilaksanakan dengan selang ukur atau alat lainnya yang
disetujui Direksi.
- Penarikan bowplank harus dihadiri oleh Pengawas dari pihak
Direksi
- Elevasi 0.00 harus ditentukan bersama oleh
Pengawas/Direksi Teknik sebagai dasar penarikan bowplank
dan elevasi bangunan induk.
- Pengukuran rencana peletakan bangunan harus dilakukan
degan teliti dan seksama, sehingga sesuai dengan rencana
dan gambar bestek.
- Penempatan ukuran-ukuran titik duga dan titik-titik pokok
lainnya yang harus dibuat/dipasang dengan profil-propil
1.7. LAPORAN-LAPORAN
Kontraktor harus menbuat catatan-catatan berupa laporan harian
yang memberikan gambaran dan catatan singkat dan jelas
mengenai :
a. Taraf berlangsungnya pekerjaan-pekerjaan yang dilaksanakan
oleh Kontraktor bawahan
b. Catatan dari Pemberi Tugas/Direksi/Konsultan Pengawas yang
telah disampaikan secara tertulis maupun lisan
c. Hal ikhwal mengenai bahan-bahan, peralatan/mesin yang
masuk
d. Keadaan Cuaca
b. Hal ikhwal mengenai pekerja
c. Hal ikhwal mengenai pekerjaan tambah kurang
d. Hal ikhwal mengenai kesulitan-kesulitan atau gangguan yang
mungkin ada.
Setiap laporan harian pada hari dan tanggal yang sama diperiksa
dan disetujui kebenarannya oleh Pengawas Harian dari Konsultan
Pengawas. Perselisihan mengenai hal ini mengakibatkan
pekerjaan dihentikan untuk diadakan opname. Dan berdasarkan
laporan harian ini, oleh kontraktor disusun laporan mingguan yang
minimal berisikan :
- Jumlah hasil pekerjaan yang diperoleh dalam waktu 1 (satu)
minggu serta perbandingannya dengan schedule yang
disepakati
- Prestasi fisik yang dicapai, dibandingkan dengan program,
dan dibandingkan dengan minggu sebelumnya dalam suatu
curva “S”
- Hambatan-hambatan yang timbul mengenai tenaga, bahan
dan peralatan serta rencana penanggulangannya
- Catatan-catatan mengenai ada tidaknya pekerjaan
tambah/kurang
- Instruksi-instruksi, tegoran-tegoran dan sebagainya yang
telah diterima oleh Kontraktor dari Pemberi Tugas, Direksi
dan Konsultan pengawas dan solusinya.
1.8. JAMINAN DAN KESELAMATAN KERJA
1. Kontraktor diwajibkan menyediakan obat-obatan menurut
Syarat-syarat Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) dan
1.9. SITUASI
1. Hal mana pembangunan/perbaikan/pemeliharaan akan
diserahkan kepada pelaksana sebagaimana adanya pada waktu
rapat penjelasan, untuk itu para calon Pemborong wajib
meneliti situasi medan terutama bangunan, sifat dan luasnya
pekerjaan dan hal lain yang berpengaruh terhadap harga
penawaran.
2. Kelalaian dan kekurang telitian dalam hal ini tidak dapat
dijadikan alasan untuk klaim dikemudian hari.
3. Dalam rapat penjelasan akan ditunjukan dimana pekerjaan
akan dilaksanakan
b. Penyimpanan Material
i. Umum
Material harus disimpan sedemikian rupa sehingga
mutunya terjamin dan terpelihara serta siap untuk
dipergunakan dalam pekerjaan sewaktu-waktu.
[Link] PEKERJAAN
Foto dokumentasi dilakukan dengan setiap perkembangan
pekerjaan. Dibuat dalam satu lembar kertas A 4 terdiri dari:
PASAL 2
PEKERJAAN BONGKARAN
BAB II
PEKERJAAN GALIAN TANAH, URUGAN
& TIMBUNAN/PEMADATAN
- Bahan urugan pasir harus bermutu baik dan bebas dari bahan-
bahan organis.
- Pekerjaan urugan pasir dilaksanakan dalam kondisi bahan
lembab
- Pekerjaan urugan pasir yang dimaksud harus kondisi padat
dan pemadatan dengan membasahi tidak diperoleh akan
tetap harus dipadat dengan methode pemadatan yang benar
BAB III
PEKERJAAN SUB STRUKTUR
PASAL 1
PEKERJAAN PONDASI
1. Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan pondasi ini meliputi pekerjaan Pondasi Menerus. Pekerjaan
pondasi menerus yang dimaksud adalah meliputi : Urugan Pasir, Lantai
kerja beton cor campuran 1:3:5, Pas. Batu Padas/ Batu Kali, Sloof,
Kolom, Ring Balok, Plat Kanopy, Plat Dak adalah adukan beton Sitemix
: Beton untuk pekerjaan menggunakan: Beton mutu f’ = 19.3 MPa (K
225). slump (12 ± 2) cm. w/c = 0.58. Plat Lantai, Balok Utama/ Balok
Plat Lantai adalah adukan beton readymix : Beton untuk pekerjaan
menggunakan: Beton mutu f'c = f’ = 19.3 MPa (K 225). slump (12 ± 2)
cm. w/c = 0.58. Bagian ini meliputi pengadaan bahan-bahan,
peralatan, tenaga kerja dan jasa-jasa lain sehubungan dengan
pekerjaan beton biasa, beton bertulang dan lain-lain sesuai dengan
gambar-gambar persyaratan teknis ini
Dalam hal ini Pemborong yang harus menyediakan tenaga, peralatan
seperti Lift/Crane berikut Concrete Mixer dan peralatan-peralatan lain
yang harus selalu berada di lapangan sesuai dengan standard dan
kapasitas untuk pekerjaan tersebut
2. Pengendalian Pekerjaan
Kecuali disebutkan lain, maka semua pekerjaan beton harus mengikuti
ketentuan-ketentuan seperti tertera dalam :
- SK SNI T-15-1991-03
- NI-2-PBI-1971
- NI-3-1970
- NI-5-1961
- NI-8-1974
- SKTM-JLS G 3445
3. Syarat-syarat Pelaksanaan
Untuk seluruh Pekerjaan Struktur digunakan mutu Beton dua jenis
meliputi :
Mutu beton f'c = 19.3 MPa (K 225). slump (12 ± 2) cm. w/c = 0.58
dengan Site Mix untuk pekerjaan Pondasi Tapak, pondasi bore file,
Sloof, Kolom, Ring Balok, Plat Kanopy, Plat Dak.
Mutu beton f'c = 19.3 MPa (K 225). slump (12 ± 2) cm. w/c = 0.58
dengan Ready Mix untuk Balok Induk dan Plat Lantai.
Bahan-bahan
a. Agregat Beton
b. Agregat Kasar
Agregat Kasar untuk beton harus terdiri dari butir-butir yang kasar,
keras tidak berpori dan berbentuk kubus. Bila ada butir-butir yang
pipih jumlahnya tidak boleh melampaui 20% dari jumlah berat
keseluruhannya. Agregat Kasar harus bersih dari zat-zat organis,
zat-zat reaktif alkali atau substansi yang merusak beton
Gradasi
Lewat Saringan
Saringan Ukuran
3 / 4” 20,00 mm 90 – 100
3 / 8” 95,00 mm 20 – 55
No. 4 04,76 mm 0 – 10
c. Agregat Halus
Agregat Halus dapat menggunakan pasir alam yang berasal dari
Quarry yang telah disepakati pihak Pengawas.
Pasir harus bersih dari zat organis, zat alkali tanah dan substansi
lain yang dapat merusak beton. Pasir tidak boleh mengandung
substansi tersebut lebih dari 5%
Pasir Laut tidak boleh digunakan untuk beton. Pasir harus terdiri dari
partikel-partikel yang tajam dan keras. Cara dan penyimpanan
harus baik agar menjamin kemudahan pelaksanaan pekerjaan
dan menjaga tidak terjadi kontaminasi yang tidak diinginkan.
Gradasi
Lewat Saringan
Saringan Ukuran
d. PC (Portland Cement/PC)
Semen yang dipakai harus dari mutu yang diisyaratkan dalam NI-8
Bab 3.2. Kontraktor harus mengusahakan agar semen yang
dipakai untuk seluruh pekerjaan beton berasal dari satu merk
saja. Semen ini harus dibawa ke tempat pekerjaan dalam zak
yang tertutup oleh pabrik dan terlindung serta harus dalam
jumlah sesuai dengan urutan pengirimannya
Penyimpanannya harus dilaksanakan dalam tempat-tempat rapat air
dengan lantai terangkat dan ditumpuk dalam urutan pengiriman.
Semen yang rusak atau tercampur apapun tidak boleh dipakai
dan harus dikeluarkan dari lapangan pekerjaan
e. Pembesian
Besi penulangan beton harus disimpan dengan cara-cara
sedemikian rupa, sehingga bebas dari hubungan langsung dengan
tanah lembab maupun basah
Besi penulangan harus disimpan berkelompok berdasarkan ukuran
masing-masing. Besi penulangan rata maupun besi penulangan
bergelombang (Deformed Bars) harus sesuai dengan persyaratan
dalam NI-2 Bab 3.7, yang dinyatakan sebagai U-24.
Rehab Ruang Pelayanan SP3 (Catin)
Halaman - 18 Rencana Kerja dan Syarat
Besi penulangan yang akan digunakan harus bebas dari karat dan
kotoran lain, apabila harus dibersihkan dengan cara disikat atau
digosok tanpa mengurangi diameter penampang besi, atau
dengan bahan cairan sejenis “Vikaoxy Off” yang disetujui
Pengawas.
f. Kawat Pengikat
Harus berukuran minimal diameter 1 mm seperti diisyaratkan dalam
NI-2 Bab 3.7.
g. Air
Air harus bersih dan jernih sesuai dengan persyaratan dalam NI-2
Bab 3.6. Sebelum air untuk pengecoran beton dipergunakan,
harus terlebih dahulu diperiksa dilaboratorium PAM/PDAM
setempat yang disetujui Pengawas dan biaya sepenuhnya
ditanggung oleh Kontraktor. Dan Kontraktor harus menyediakan
air atas biayanya sendiri
h. Additive
Untuk mencapai slump yang diisyaratkan dengan mutu yang tinggi,
bila diperlukan campuran beton dapat menggunakan bahan-
bahan additive merk POZZOLITK 300 atau yang setara. Bahan
tersebut harus disetujui oleh Pengawas. Additive yang
mengandung chloride atau nitrat tidak boleh dipergunakan.
Pelaksanaan
b. Pemadatan Beton
- Kontraktor harus bertanggung jawab untuk menyediakan
peralatan untuk mengangkut dan menuang beton dengan
kekentalan secukupnya agar didapat beton padat tanpa
menggetarkan secara berlebihan
- Pelaksanaan penuangan dan penggetaran beton adalah sangat
penting. Beton digetarkan dengan vibrator secukupnya dan
dijaga agat tidak berlebihan (overvibrate). Hasil beton yang
berongga-rongga dan terjadi pengantongan beton-beton tidak
akan diterima
- Penggetaran tidak boleh dilakukan bila dengan maksud untuk
mengalirkan beton
c. Slump
Kekentalan beton untuk jenis konstruksi berdasarkan pengujian dengan
PBI-1971 adalah sebagai berikut :
Jenis Konstruksi Slump/Max (mm) Min/(mm)
d. Sambungan Konstruksi
- Jadwal pembetonan harus disiapkan untuk tiap-tiap struktur
secara lengkap dan Konsultan Pengawas harus menyetujui lokasi
dari sambungan konstruksi pada jadwal tersebut, atau harus
diletakkan seperti yang ditunjukkan pada gambar.
- Bila sambungan vertikal diperlukan, baja tulangan harus
menerus melewati sambungan sedemikian sehingga membuat
struktur tetap monolit.
- Kontraktor harus menyediakan tambahan buruh dan material
sebagaimana diperlukan untuk membuat tambahan sambungan
konstruksi dalam hal penghentian pekerjaan yang tidak
direncanakan dari pekerjaan yang disebabkan oleh hujan atau
macetnya pengadaan beton atau penghentian oleh Konsultan
Pengawas
Rehab Ruang Pelayanan SP3 (Catin)
Halaman - 21 Rencana Kerja dan Syarat
e. Konsolidasi
- Beton harus dipadatkan dengan penggetar mekanis yang
digerakkan dari dalam atau dari luar yang telah disetujui. Bila
diperlukan, dan apabila disetujui oleh Konsultan Pengawas,
penggetaran harus ditambah dengan penusukan batang penusuk
dengan tangan dengan alat yang cocok untuk menjamin
pemadatan yang tepat dan memadai. Penggetar tak boleh
digunakan untuk memindahkan campuran beton dari satu titik ke
titik lain dalam cetakan.
- Harus dilakukan tindakan hati-hati pada waktu pemadatan untuk
menentukan bahwa semua sudut dan diantara dan disekitar besi
tulangan benar-benar diisi tanpa pemindahan kerangka
penulangan, dan setiap rongga udara dan gelembung udara terisi.
- Penggetar harus dibatasi lama penggunaannya, sehingga
menghasilkan pemadatan yang diperlukan tanpa menyebabkan
segregasi (pemisahan) dari agregat.
- Setiap alat penggetar mekanis yang digerakkan dari dalam harus
dimasukkan tegak ke dalam beton basah supaya tembus kedasar
beton yang baru dicor, dan menghasilkan kepadatan pada seluruh
ke dalaman seksi itu. Alat penggetar kemudian harus ditarik pelan-
pelan dan dimasukkan kembali pada posisi lain tidak lebih dari 45
cm jaraknya. Alat penggetar harus tidak berada lebih dari
- 30 detik pada satu lokasi, tidak boleh digunakan untuk
menggeser campuran beton kelokasi lain dan tidak boleh
menyentuh tulangan beton.
1. Standard
Seluruh cetakan harus mengikuti persyaratan-persyaratan
normalisasi dibawah ini : NI-2-1971NI-3-1970
2. Bahan-bahan
- Bahan pelepas acuan (Realising Agent) harus sepenuhnya
digunakan pada semua acuan untuk pekerjaan beton.
- Cetakan beton ditempat biasa
- Bahan cetakan harus dibuat dari bahan yang sesuai dengan
kebutuhannya dengan diberi penguat secukupnya sehingga
keseluruhan form work dapat berdiri stabil dan tidak terpengaruh
oleh desakan-desakan beton pada waktu pengecoran serta dapat
menghasilkan konstruksi akhir yang mempunyai bentuk, ukuran
dan batas-batas yang sesuai dengan yang ditunjukkan dalam
Gambar.
- Pada cetakan kolom, balk, harus diadakan perlengkapan dan
peralatan khusus untuk menyingkirkan kotoran-kotoran, serbuk
gergaji, potongan kawat pengikat dan lain- lain.
- Apabila Acuan harus memikul beban yang besar atau bentang-
bentang yang besar serta memerlukan bentuk yang khusus,
maka harus dibuat perhitungan-perhitungan dan gambar kerja,
guna mengetahui beban pelaksanaan, termasuk beban vertikal
dan horizontal dan kegiatan-kegiatan serta faktor-faktor lain yang
bisa mempengaruhi.
- Sebelum beton dibuang, konstruksi cetakan harus diteliti untuk
memastikan sehingga dapat terjamin kedudukan yang tepat,
kokoh, rapat, tidak terjadi penurunan dan pengembangan pada
saat beton dituang serta bersih dari segala benda dan kotoran-
kotoran yang tidak diinginkan.
- Permukaan cetakan harus diberi minyak yang biasa
diperdagangkan (Form Oil) untuk mencegah lekatnya beton pada
cetakan. Pelaksanaannya dilakukan di tempat pabrikasi bekisting.
1.3. Toleransi
a. Toleransi dimensi :
- Panjang keseluruhan sampai dengan 6 m ± 5 mm
- Panjang keseluruhan lebih dari 6 m ± 15 mm
Rehab Ruang Pelayanan SP3 (Catin)
Halaman - 24 Rencana Kerja dan Syarat
dipersyaratkan, meliputi :
- Perubahan dalam proporsi campuran untuk sisa pekerjaan;
- Tambahan perawatan pada bagian dari struktur yang dari
hasil pengujian ternyata gagal;
- Perkuatan atau pembongkaran menyeluruh dan penggantian
bagian pekerjaan yang dipandang tidak memuaskan;
- Penambalan dari cacat-cacat kecil.
1.8. Perawatan
- Sejak permulaan segera setelah pengecoran. Beton harus
dilindungi dari pengeringan dini, temperatur yang terlalu panas,
dan gangguan mekanis. Beton harus dipertahankan dengan
kehilangan kelembaban yang minimal dan dengan temperatur
yang relatif tetap untuk suatu perioda waktu yang disyaratkan
untuk menjamin hidrasi yang baik dari semen dan pengerasan
betonnya.
- Beton harus dirawat, setelah mengeras secukupnya, dengan
menyelimuti memakai lembaran yang menyerap air yang harus
selalu basah untuk perioda paling sedikit 3 hari. Seluruh
lembaran atau selimut untuk merawat beton harus cukup
diberati atau diikat ke bawah untuk mencegah permukaan
terbuka terhadap aliran udara. Bila cetakan kayu digunakan,
cetakan tersebut harus dipertahankan basah pada setiap saat
sampai dibongkar, untuk mencegah terbukanya sambungan dan
pengeringan beton.
Pelat beton harus dilicinkan atau dikasarkan sesuai dengan lokasi dan
pemakaian ruang dengan sendok besi/mesin.
BAB I V
SYARAT-SYARAT PELAKSANAAN PEKERJAAN ARSITEKTUR
PASAL 1
PEKERJAAN NON FINISHING
b. Persyaratan Bahan
- Semen Portland
Yang digunakan harus dari mutu yang terbaik, terdiri dari satu jenis
merk dan atas persetujuan/memenuhi persyaratan dalam NI-8.
Semen yang mengeras sebagian/seluruhnya tidak dibenarkan untuk
digunakan
- Pasir Beton
Pasir harus terdiri dari butir-butir yang bersih dan bebas dari bahan-
bahan organis, lumpur dan sebagainya dan harus memenuhi
komposisi butir serta kekerasan yang dicantumkan dalam PBI 1971
- Agregat Halus (Pasir)
Agregat Halus yang digunakan dapat berupa pasir alam atau pasir
buatan yang dihasilkan alat-alat pemecah batu yang terdiri dari
butir-butir yang tajam dan keras artinya tidak pecah atau hancur
oleh pengaruh-pengaruh cuaca. Pasir beton tidak boleh
mengandung lumpur lebih dari 5% dan apabila kadar lumpur
c. Syarat-Syarat Pelaksanaan
- Pembesian
1. Pembuatan tulangan harus sesuai dengan persyaratan-
persyaratan yang tercantum dalam SK SNI 1991
- Cara Pengadukan
1. Cara pengadukan harus menggunakan Beton Molen
2. Takaran untuk Semen Portland, Pasir dan Agregat Kasar harus
disetujui terlebih dahulu oleh Konsultan Pengawas dan tercapai
mutu pekerjaan seperti yang ditentukan dalam uraian dan
syarat-syarat
3. Selama pengadukan, kekentalan adukan beton harus diawasi
dengan jalan memeriksa slump pada setiap campuran baru,.
Pengujian slump, minimum 5 cm dan maksimum 10 cm
- Pengecoran Beton
1. Pemborong diwajibkan melaksanakan pekerjaan persiapan
dengan membersihkan dan menyiram cetakan-cetakan sampai
jenuh, pemeriksaan ukuran-ukuran, ketinggian, pemeriksaan
penulangan dan penempatan penahan jarak
2. Pengecoran Beton hanya dapat dilaksanakan atas persetujuan
KonsultanPengawas
3. Pengecoran harus dilakukan dengan sebaik mungkin dengan
menggunakan alat penggetar untuk menjamin beton cukup
padat dan harus dihindarkan terjadinya cacat pada beton,
seperti keropos dan sarang-sarang kerikil yang dapat
memperlemah konstruksi
- Pekerjaan Acuan/Bekisting
1. Acuan Bekisting harus dipasang sesuai dengan bentuk dan
ukuran-ukuran yang telah ditetapkan/diperlukan dalam
gambar. Dari papan jenis kayu yang memenuhi persyaratan
dalam NI-2 Pasal 5.1
2. Bekisting dalam pekerjaan ini digunakan 2 kali pakai
3. Acuan harus dipasang sebagaimana mestinya dengan
perkuatan-perkuatan sehingga cukup kokoh dan dijamin
tidak berubah bentuk dan tetap dalam kedudukan selama
pengecoran
4. Acuan harus rapat/tidak bocor, permukaannya licin, bebas
dari kotoran-kotoran seperti bekas penggergajian, potongan
kayu dan sebagainya sebelum pengecoran dilakukan dan
harus mudah dibongkar tanpa merusak permukaan beton
5. Tiang-tiang acuan harus di atas papan atau baja untuk
memudahkan pemindahan perletakan. Tiang-tiang tidak
boleh disambung lebih dari satu meter. Tiang-tiang dari
dolken diameter 8-10 cm atau kaso 5/7 cm
6. Tiang acuan satu dengan yang lain harus diikat dengan
palang papan/balok secara cross
7. Pembukaan acuan baru dibuka setelah memenuhi
persyaratan yang dicantumkan dalam PBI-1971
8. Yang dipakai adalah Tripleks dengan tebal 9 mm
9. Pemborong harus mengikuti semua peraturan, baik yang
terdapat pada uraian dan syarat-syarat ataupun yang
tercantum dalam gambar-gambar atau peraturan yang
berlaku
10. Sebelum melaksanakan pekerjaan, Pemborong harus
memberikan contoh-contoh material seperti besi, kerikil,
c. Syarat-Syarat Pelaksanaan
- Pabrikasi tulangan dan pemasangan harus sesuai dengan yang
ditentukan dalam gambar dan sesuai persyaratan dan ketentuan
- Penggunaan tulangan beton harus sesuai dengan gambar
rencana
- Bila merupakan suatu rangkaian, tulangan beton harus diikat
dengan kuat untuk menjamin besi tersebut tidak berubah tempat
selama pengecoran dan harus bebas dari papan acuan dengan
memasang beton decking sesuai dengan ketentuan
- Kawat pengikat besi beton/rangka dibuat dari baja lunak dan
tidak disepuh dengan seng, dengan diameter kawat lebih besar
atau sama dengan 0,40 mm. Kawat ini harus memenuhi syarat-
syarat yang ditentukan
- Pemborong harus bertanggung jawab atas kesempurnaan dan
kebenaran dari semua pekerjaan-pekerjaan besi non struktural
tanpa melalaikan semua persyaratan yang ditentukan
- Pemborong harus mengikuti semua peraturan, baik yang
terdapat pada uraian dan syarat-syarat ataupun yang
tercantum dalam gambar
- Bila terjadi kerusakan, Pemborong diwajibkan untuk
memperbaikinya dengan tidak mengurangi mutu pekerjaan,
seluruh biaya perbaikan menjadi tanggung jawab Pemborong
PASAL 2
PEKERJAAN DINDING
c. Syarat-Syarat Pelaksanaan
- Bahan-bahan yang dipergunakan sebelum dipasang, terlebih
dahulu harus diserahkan contoh-contohnya kepada Konsultan
Pengawas untuk diminta persetujuannya.
- Seluruh dinding dari pasangan batu bata/bata merah, dengan
aduk campuran 1 PC : 4 pasir pasang, kecuali pasangan batu
bata ukuran 1 batu dan ½ batu sebagai pondasi dan trasram
dipasang dengan campuran 1 PC : 2 Pasir.
- Untuk semua dinding trassram/rapat air dengan aduk campuran
1 PC : 2 pasir pasang, yakni pada dinding dan permukaan
sloof/balok/pondasi Ssesuai dengan gambar kerja dari
b. Persyaratan Bahan
- Semen harus memenuhi NI-8
- Pasir harus memenuhi NI-3 Pasal 14, PUBI 1982
- Air harus memenuhi NI-3 Pasal 10
- Campuran (Agregat Halus) untuk plesteran harus dipilih yang
benar-benar bersih dan bebas dari segala kotoran. Pasir untuk
finishing harus bersih dan erlebih dahulu diayak
c. Syarat-Syarat Pelaksanaan
- Seluruh plesteran dengan adukan campuran 1 PC : 2 Pasir
pasang
- Pasir yang digunakan harus diayak/terlebih dahulu dengan mata
ayakan seperti yang dipersyaratkan
- Material lain yang tidak terdapat pada daftar di atas tetapi
dibutuhkan untuk penyelesaian/penggantian pekerjaan dalam
bagian ini, harus bermutu baik dan disetujui oleh Konsultan
Pengawas
- Selain pasir dan air, bahan-bahan yang dikirim ke lapangan
harus dalam keadaan tertutup atau dalam kantong yang masih
disegel dan berlabel pabriknya, bertuliskan type dan
tingkatannya serta dalam keadaan utuh/tidak cacat
- Bahan-bahan harus di tempatkan di tempat yang kering,
berventilasi baik dan bersih.
- Tempat penyimpanan bahan harus cukup untuk proyek ini,
dan dilindungi sesuai dengan jenisnya yang sesuai dengan
persyaratan pabrik
- Semua bahan sebelum dikerjakan harus ditunjukkan kepada
Konsultan Pengawas untuk mendapatkan persetujuan, lengkap
dengan ketentuan/persyaratan pabrik dari produk yang
b. Persyaratan Bahan
- Semen harus memenuhi NI-8
- Pasir harus memenuhi NI-3 Pasal 14, PUBI 1982
- Air harus memenuhi NI-3 Pasal 10
- Campuran (Agregat) untuk plesteran harus dipilih yang benar-
benar bersih dan bebas dari segala macam kotoran. Pasir untuk
finishing harus bersih dan terlebih dahulu diayak.
c. Syarat-Syarat Pelaksanaan
- Seluruh plesteran batu bata dengan adukan campuran 1 PC : 4
Pasir pasang, kecuali pada dinding batu bata trassram/rapat air
dan seluruh pasangan di bawah permukaan tanah dengan
campuran 1 PC : 2 Pasir.
- Pada dinding batu bata trassram/rapat air diplester dengan
adukan campuran 1 PC : 2
PASAL 3
ADUKAN SEMEN
3.1. URAIAN
Pekerjaan ini harus mencakup pembuatan dan pemasangan adukan
untuk penggunaan dalam beberapa pekerjaan dan sebagai pekerjaan
akhir permukaan pada pasangan batuatau struktur lain sesuai dengan
spesifikasi ini.
b. Campuran
- Adukan yang digunakan untuk pekerjaan ini, harus terdiri dari
semen dan pasir halus yang dicampur dalam proporsi yang
telah ditentugan dalam Gambar kerja. Adukan yang disiapkan
harus memiliki kuat tekan yang memenuhi persyaratan yang
diperlukan.
b. Pemasangan
- Permukaan yang akan menerima adukan harus dibersihkan
dari oli atau lempung dan kotoran lainnya dan secara
menyeluruh telah dibasahi sebelum adukan dipasang. Air yang
menggenang pada permukaan harus dikeringkan sebelum
penempatan adukan.
- Bila digunakan sebagai lapis permukaan, adukan harus
dipasang pada permukaan bersih yang lembab dengan jumlah
yang cukup untuk menghasilkan tebal minimum 1.5 cm dan
harus dibentuk menjadi permukaan yang halus dan rata.
PASAL 4
PEKERJAAN WATER PROOFING UNTUK ATAP BETON
DAN KAMAR MANDI LANTAI 2
I. UMUM
1.1. Ketentuan Umum Sebelum pekerjaan water proofing dilakukan,
maka
a. Pemborong wajib mengadakan pemeriksaan dilapangan, agar
mendapat gambaran luas yang presisi atas bidang yang akan
dilapisi bahan waterproofing.
b. Pemborong harus mengajukan terlebih dahulu contoh- contoh
bahan water-proofing yang akan digunakan Contoh-contoh
bahan waterproofing harus disertai brosur yang memuat data
teknis dan cara pemasangan.
1.2. Lingkup Pekerjaan
a. Menyediakan bahan, menyiapkan dan mengerjakan
waterproofing baik jenis maupun fluid pada bagian-bagian yang
sesuai dengan gambar rencana.
b. Aplikasi pemasangan additive waterproofing (scope pekerjaan
struktur) pada lokasi- lokasi seperti :
1.3. Reference
a. Semua pekerjaan harus merefer ke standar: ASTM D 146
Piability
- ASTM D 412-80 Tensile strength
- ASTM D 882
- ASTM E 154 Puncture Resistance
- ASTM G 54
- ASTM C 836-81 Adhesive Strength
- ASTM 624-76 Tear Resistance
b. Quality Assurance
Kualifikasi manufaktur: produk yang digunakan disini harus
diproduksi oleh perusahaan yang sudah terkenal dan
mempunyai pengalaman yang sukses dan diterima oleh
Engineer
Kualifikasi pekerja :
- Sedikitnya harus ada 1 orang yang sepenuhnya mengerti
terhadap bagian ini selama pelaksanaan, paham terhadap
kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan, material, serta
metode yang dibutuhkan selama pelaksanaan.
- Tenaga kerja terlatih yang tersedia harus cukup serta
memiliki skill yang dibutuhkan.
- Dalam penerimaan atau penolakan pekerja, Pengawas,
dan Pemberi Tugas tidak mengijinkan tenaga kerja tanpa
atau kurang skill-nya.
1.6. Garansi
a. Sediakan garansi tertulis dari pabrik selama 10 tahun.
II. BAHAN
2.0. Bahan Waterproofing
Addhesive waterproofing untuk bidang lantai dan dinding setara
SIKA atau BASF.
2.1. Material
a. Lembaran Membrane
Lembaran untuk atap harus memiliki persyaratan sebagai
berikut:
- Torch adhesive dan cold applied
- Tebal min. 4 mm untuk torch applied dan 1mm untuk cold
applied.
- Tensile strength tidak kurang dari 2800 kpa.
Lembaran untuk struktur tangki beton bagian luar harus
memenuhi persyaratan berikut:
- Self adhesive dan cold applied
- Buatan pabrik, produk komposit dengan ketebalan minimum
1,5 mm terdiri dari 1,4 mm rubberized asphalt dan 0,1 mm
cross laminated polyethylene film
- Tensile strength tidak kurang dari 2800 kpa (ASTM D.412)
b. Primer
Untuk semua area yang akan ditutup dengan waterproofing
memakai: rubber based liquid type.
c. Mastic Untuk semua perlengkapan yang menembus bagian
waterproofing dan retak-retak kecil pada beton sebelum
pemasangan material waterproofing harus memakai:
Rubberized Asphalitic Type
d. Cement mortar Komposisi epoxy atau latex modified
cementitions.
2.3. Material
a. Epoxy Linning Epoxy material harus dari 2 komponen, system
pelarut yang bebas dari epoxy resin. Epoxy material harus
dari tipe yang non-kontaminasi terhadap potable water dan
harus memiliki sertifikat laboratorium untuk bukti. Karakter
material :
1. Compressive strength tidak kurang dari 600 kg/cm2
2. Flexural strength intension tidak kurang dari 250 kg/cm2
3. Adesi terhadap beton tidak kurang dari 40 kg/cm2
4. Setara dengan Araldite-Top Coat 020, sealocrete.
b. Polyurethane lining: single komponen, bitument-modified
moisture-curing polyurethane.
c. Pembersih, primer dan material aksesori: tipe dan komposisi
yang direkomendasikan oleh pabrik.
d. Air: bersih dan dapat diminum.
3.0. PENERAPAN
3.1. Pemeriksaan
a. Periksa permukaan terhadap kondisi-kondisi yang berpengaruh
merugikan pelaksanaan.
3.2. Persiapan
a. Lindungi area yang tidak dimaksudkan untuk terpasang dengan
waterproofing.
b. Bersihkan dan siapkan permukaan sesuai instruksi pabrik.
c. Isilah celah dan hubungan yang retak sesuai instruksi pabrik.
Gunakan ratio panjang dan lebar yang direkomendasikan oleh
pabrik sealent.
d. Pindahkan barang-barang yang tajam, lempengan, dan
material lepas lain. Lepaskan ikatan-ikatan dan tempatkan
pada jarak minimum 18 mm dibelakang muka dinding. Isi
lubang, rongga, dan sisir haluskan area rata dengan tambahan
compound atau adukan semen
e. Penetrasi harus di sealent dengan mastic.
f. Gunakanlah potongan tipis atau bekas barang tertentu pada
pertemuan-pertemuan vertical dan horizontal dengan
3.3. Pemasangan
a. Pasanglah waterproofing dengan tenaga kerja yang terampil
sesuai dengan instruksi tertulis dari pabrik. Gunakanlah teknik,
prosedur dan peralatan yang direkomendasikan oleh pabrik.
PASAL 5
PEKERJAAN LANTAI/PELAPIS
b. Persyaratan Bahan
- Bahan yang digunakan sesuai Spesifikasi Teknis pada Bagian 3
No. 7 dengan pola sesuai yang diisyaratkan dalam detail
gambar
a. Syarat-Syarat Pelaksanaan
- Sebelum pekerjaan dimulai. Kontraktor diwajibkan membuat
Shop Drawing dari pola keramik yang disetujui oleh Konsultan
Pengawas.
PASAL 6
PEKERJAAN KOSEN, DAUN PINTU, JENDELA, VENTILASI DAN KACA
b. Persyaratan Bahan
Bahan dari kosen pintu adalah kayu klas II dengan dimensi ukuran
sesuai yang diisyaratkan dalam detail gambar.
c. Syarat-syarat Pelaksanaan
- Sebelum memulai pekerjaan, Kontraktor diwajibkan untuk
meneliti gambar-gambar yang ada dan menyesuaikan dengan
kondisi lapangan serta mengecek kebenaran ukuran di lapanga
- Kontraktor diwajibkan membuat Shop Drawing dengan
mengikuti ukuran, bentuk, mekanisme yang disetujui oleh
Konsultan Pengawas
6.2 PEKERJAAN PINTU TRIPLEKS RANGKA KAYU DILAPIS HPL DAN LUBANG
KACA
a. Lingkup Pekerjaan
- Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan
yang diperlukan termasuk alat bantu dan alat angkut yang
diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan, sehingga dapat
dicapai hasil pekerjaan yang bermutu baik.
- Pekerjaan pembuatan pintu tripleks bingkai rangka kayu
terlebih dulu dibuatkan rangka pintu dengan kualitas kayu kelas
II dengan dimensi/ ukuran yang tertera dalam gambar rencana
dan dipasang pada seluruh detail yang dinyatakan/ditunjukkan
dalam gambar.
- Bingkai pintu yang telah selesai dibuat kemudian dilapis
kembali dengan tripleks tebal
- 4 mm dan dibuat lubang petak untuk tempat kaca tebal 5 mm
sebagai lubang pintu.
b. Persyaratan Bahan
- Bahan dari bingkai pintu adalah kayu klas I dengan dimensi
ukuran sesuai yang diisyaratkan dalam detail gambar.
- Bahan dari tripleks lapis bingkai pintu adalah teripleks tebal 4
mm
- Material kaca yang akan dipergunakan untuk lubang petak
daun pintu kaca tebal 5 mm
- Material Lebaran Lapisan HPL (High Pressure Laminate) yang
digunakan adalah bahan merek setara Taco dengan ukuran
lebar 122 cm dan panjang 244 cm ketebalan antara 0,8 mm
hingga 1,5 mm, warna dan corak sesuai kesepakatan bersama
material yang dipakai Dof tipe AA/B/H WARNA dan kualitas
bagus.
c. Syarat-syarat Pelaksanaan
- Sebelum memulai pekerjaan, Kontraktor diwajibkan untuk
meneliti gambar-gambar yang ada dan menyesuaikan dengan
kondisi lapangan serta mengecek kebenaran ukuran di lapanga
- Kontraktor diwajibkan membuat Shop Drawing dengan
mengikuti ukuran, bentuk, mekanisme yang disetujui oleh
Konsultan Pengawas
- Kontraktor diwajibkan membuat material kosen pintu dari kayu
klas I, yang disetujui oleh Konsultan Pengawas.
b. Syarat-syarat Pelaksanaan
b. Syarat-syarat Pelaksanaan
- Sebelum memulai pekerjaan, Kontraktor diwajibkan untuk
meneliti gambar-gambar yang ada dan menyesuaikan dengan
kondisi lapangan serta mengecek kebenaran ukuran di lapanga
- Kontraktor diwajibkan membuat Shop Drawing dengan
mengikuti ukuran, bentuk, mekanisme yang disetujui oleh
Konsultan Pengawas
- Kontraktor diwajibkan membuat material kosen, daun jendela
dan ventilasi alumunium produksi setara YKK, yang disetujui
oleh Konsultan Pengawas.
- Penimbunan bahan-bahan kosen, daun jendela dan ventilasi
alumunium di tempat pekerjaan harus ditempatkan pada
PASAL 7
PEKERJAAN ALAT PENGGANTUNG DAN PENGUNCI
a. Lingkup Pekerjaan
- Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan yang
diperlukan termasuk alat bantu dan alat angkut yang diperlukan
untuk melaksanakan pekerjaan, sehingga dapat dicapai hasil
pekerjaan yang bermutu baik
- Meliputi pengadaan, pemasangan, pengamanan dan perawatan
dari seluruh alat-alat yang dipasang pada daun pintu dan pada
daun jendela serta seluruh detail yang disebutkan/ditentukan dalam
gambar
b. Persyaratan Bahan
- Semua Hardware yang digunakan dalam pekerjaan ini sesuai
Spesifikasi Teknis pada Bagian 3 No. 12 dengan titik dan
jumlah sesuai yang diisyaratkan dalam detail gambar
c. Syarat-Syarat Pelaksanaan
PASAL 8
PEKERJAAN ATAP
8.1. PEKERJAAN
a. Lingkup Pekerjaan
Perkerjaan penutup atap yang dimaksud adalah pekerjaan rangka
atap dan pemasangan penutup yang dipasang dengan kemiringan
atap sesuai dengan gambar. Pekerjaan ini meliputi pengadaan,
penyetelan dan pemasangan penutup Shingles Bitumen dengan
c. Persyaratan Pelaksanaan
- Pembongkaran atap lama dan pemasangan kembali atap baru
dengan spesifikasi yang telah ditentukan dalam dokumen*
- Pekerjaan pembongkaran dan pergantian atap bitumen ini
berspesifikasi utama adalah jenis bitumen seperti Sirap di mana
warna yang akan ditentukan adalah warna hitam warna hitam
mengacu kepada finishing atap rumah adat pada umumnya di
Sumatera Utara yang memakai atap ijuk
- Pelaksanaan pemasangan penutup atap harus mengikuti
persyaratan pabrik yang bersangkutan berikut kelengkapannya
dan mengikuti petunjuk Direksi/Konsultan Pengawas
- Dalam pemasangan penutup atap harus diperhatikan benar-
benar dan dipasang sedemikian rupa agar jangan sampai terlihat
bergelombang dan alurnya tidak lurus, yang mengakibatkan
kelihatan tidak estetika.
- Kontraktor harus menyerahkan shop drawing kepada Pengawas
untuk persetujuan tertulis bagi pemasangan.
- Sebelum pemasangan penutup atap semua pekerjaan yang
mendahuluinya telah disetujui oleh Pengawas, diantaranya
rangka atap, pekerjaan gording dll.
b. Persyaratan Bahan
- Bahan Rangka atap yang digunakan digunakan dalam pekerjaan ini
sesuai Spesifikasi Teknis pada Bagian 3 No. 13 dengan titik dan
jumlah sesuai yang diisyaratkan dalam detail gambar
-
c. Syarat-Syarat Pelaksanaan
- Semua ukuran Baja Truss yang tertera pada gambar adalah ukuran
jadi dan harus lurus tanpa cacat, tidak melenting dan lain-lain yang
dapat menurunkan mutu Bahan serta mutu pekerjaan
- Semua pekerjaan Baja Truss seperti diuraikan di atas, dipotong
diserut dengan mesin tanpa kecuali
- Pemeriksaan terhadap jenis, ukuran maupun mutu, wajib dilakukan
dengan teliti
- Penimbunan di tempat pekerjaan harus sebaik mungkin di suatu
ruangan yang kering, dan dijaga agar tidak terkena cuaca langsung
dan rusak oleh benturan
- Setelah dipasang, Kontraktor wajib memberikan perhatian
sepenuhnya dan memberikan perlindungan terhadap benturan-
benturan akibat benda lain, termasuk pemakaian pada bidang yang
terlihat apalagi sampai memberkas
Kontraktor.
- Pekerjaan las harus dilakukan didalam bengkel, pekerjaan las yang
dilakukan dilapangan harus sama standarnya dengan pekerjaan las
yang dilakukan didalam bengkel, dan tidak diperkenankan
melakukan pekerjaan pada waktu basah atau hujan.
- Untuk penyambungan las lumer permukaan yang akan di las
harus bebas dari kotoran minyak, cat dan lain-lain. Cara pengelasan
harus dilakukan menurut persyaratan yang berlaku atau disetujui
oleh Direksi dan Konsultan Pengawas. Las yang dipakai yaitu las
sudut dan las tumpul. Mutu las minimal harus sama dengan mutu
dari profil yang bersangkutan. Bila diperlukan dengan pengujian
laboratorium. Pekerjaan pengelasan yang akan tampak harus
dihaluskan sehingga sama dengan permukaan sekitarnya.
- Direksi dan Konsultan Pengawas berhak mengadakan test terhadap
hasil pengelasan di Balai Penelitian Bahan bahan menurut standard
yang berlaku di Indonesia atas biaya Kontraktor, jika pekerjaan
penyambungan dinilai meragukan.
b. Persyaratan Bahan
Bahan Penutup Plafond yang digunakan digunakan dalam pekerjaan
ini sesuai Spesifikasi Teknis pada Bagian 3 No. 15 dengan titik dan
jumlah sesuai yang diisyaratkan dalam detail gambar
c. Syarat-Syarat Pelaksanaan
Petunjuk teknis pelaksanaan pekerjaan plafond seperti berikut :
- Pemasangan langit-langit baru boleh dilaksanakan setelah semua
peralatan yang terdapat di dalam langit-langit (kabel-kabel, pipa-
pipa, ducting-ducting, alat penggantung dan penguat langit-
langit) siap dan selesai dikerjakan
- Kontraktor harus mempelajari bentuk dan kebutuhan plafond
sesuai dengan gambar kerja.
- Sambungan rangka plafond Hollow standar harus disambung
dengan kuat, dan kontraktor harus memberi jaminan pada setiap
adanya sambungan furring khususnya untuk membentuk rangka
plafond bertingkat.
- Gantungan rangka plafond harus dipasang pada (1,2 x 2,4) m
dimana gantungan harus terpasang kuat dan rapi tanpa adanya
pergeseran dari rangka plafond. Jika kontraktor memperkirakan
bahwa rangka plafond bukan tergantung sempurna, maka
kontraktor dapat memperpendek jarak gantungan menjadi (1,0 x
2,0) m.
- Rangka plafond yang terpasang harus sama rata bidang
permukaannya agar rangka tersebut mampu menerima plafond
Kalsiboard / gypsum yang bentuknya rata.
b. Persyaratan Bahan
Bahan ACP yang digunakan digunakan dalam pekerjaan ini sesuai
Spesifikasi Teknis pada Bagian 3 No. 17 dengan titik dan jumlah
sesuai yang diisyaratkan dalam detail gambar
c. Syarat-Syarat Pelaksanaan
PASAL 9
PEKERJAAN PENGECATAN
9.1. PENGECATAN DINDING DAN C A T M I N Y A K
a. Lingkup Pekerjaan
- Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan,
peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam
pelaksanaan, hingga dapat tercapai hasil pekerjaan yang
bermutu baik dan sempurna
- Meliputi pengecatan dinding/beton bagian luar dan dalam
serta seluruh detail yang ditunjukkan/ditentukan dalam gambar
b. Persyaratan Bahan
Bahan Cat yang digunakan digunakan dalam pekerjaan ini sesuai
Spesifikasi Teknis pada Bagian 3 No. 18 dengan titik dan jumlah
sesuai yang diisyaratkan dalam detail gambar
c. Syarat-Syarat Pelaksanaan
- Bahan-bahan yang dipergunakan, sebelum digunakan terlebih
dahulu diserahkan contohnya untuk mendapatkan persetujuan
dari Konsultan Pengawas
c. Syarat-Syarat Pelaksanaan
BAB V
SYARAT-SYARAT TEKNIS PEKERJAAN
MEKANIKAL/ELEKTRIKAL
PASAL 1
SYARAT-SYARAT UMUM
Syarat-syarat umum instalasi Mekanikal/Elektrikal ini berisi rincian yang
memperjelas/menambahkan hal-hal yang tercantum dalam Buku Syarat-
syarat Administrasi. Dalam hal ini Buku Syarat-syarat Administrasi saling
melengkapi dengan Syarat-syarat Umum Teknis Mekanikal/Elektrikal
a. Persyaratan Pelaksanaan
PASAL 2
SYARAT-SYARAT TEKNIS INSTALASI LISTRIK
- HRC Fuse
Rate Current : Sesuai Gambar
Operating Voltage: 380 V
Frequency : 50 Hz
Breaking Capacity : 100 KA
- Tiang Listrik
- Kabel NYY 4 x 6"
- Panel Lampu Jalan (6 MCB)
- Lampu XL18 Watt+ Fitting setara philips
- Kabel NYM 3 x 2.5
- Panel Komplit (6 MCB)
- MCB
- Instalasi Titik Lampu
- Assesories & Material Bantu
- Testing & Commisioning
- Fitting instalasi seperti pipa conduit, fleksible join, T-Dos,
Inbow Dos dan sebagainya menggunakan merk setara
Clipsal.
2.1.5 konduit
Konduit yang dipakai adalah dari jenis PVC kelas C yang banyak
dipergunakan. Baik yang terpasang expose, di dalam dinding
maupun diletakkan pada kabel tray. Diameter dalam dari konduit
minimum ½ kali diameter kabel dan minimum diameter dalam
2.2.2 Kabel-kabel
a. Semua kabel dikedua ujungnya harus diberi tanda dengan kabel
mark yang jelas dan tidak mudah lepas untuk mengindentifikasikan
arah beban
b. Setiap kabel daya pada ujungnya harus diberi isolasi berwarna
untuk mengindentifikasikan phasanya sesuai dengan PUIL
e. Kabel daya yang dipasang pada tangga kabel, diklem dan disusun
rapi
f. Setiap tarikan kabel tidak diperkenankan adanya sambungan,
kecuali pada kabel penerangan
g. Untuk kabel dengan diameter 16 mm atau lebih harus dilengkapi
dengan sepatu kabel untuk terminasinya
h. Pemasangan sepatu kabel yang berukuran 70 mm2 atau lebih harus
mempergunakan alat press hidraulis yang kemudian disolder
dengan timah patri
h. Semua kabel yang ditanam pada kedalaman 100 cm minimum,
dimana sebelum kabel ditanam ditempatkan lapisan pasir setebal
15 cm dan diatasnya diamankan dengan batu bata atau sign
sebagai pelindungnya. Lebar galian minimum adalah 40 cm yang
disesuaikan dengan jumlah kabel
2.2.5. Pentanahan
a. Semua bagian dari sistem listrik harus ditanahkan
b. Elektrode pentanahan harus ditanam sedalam 12 m minimum
untuk mencapai permukaan air tanah
c. Tahanan Pentanahan maksimum adalah 1 ohm
d. Jarak minimum dari elektrode pentanahan adalah 6 m dan
disesuaikan dengan sifat tanahnya
2.3. PENGUJIAN
2.3.1 U m u m
Sebelum semua peralatan utama dari sistem dipasang, harus
diadakan pengujian secara individual. Peralatan tersebut baru dapat
dipasang setelah dilengkapi dengan sertifikat pengujian yang baik
dari pabrik yang bersangkutan dan LMK/PLN serta instalasi lain yang
berwenang untuk itu. Setelah peralatan tersebut dipasang, harus
diadakan pengujian/test secara menyeluruh dari sistem, untuk
menjamin bahwa sistem tersebut berfungsi dengan baik. Semua
biaya untuk mendapatkan sertifikat lulus pengujian dan peralatan
untuk pengujian yang perlu disediakan oleh Pemborong menjadi
tanggung jawab Pemborong sendiri.
PASAL 3
EKERJAAN INSTALASI AC
b. Persyaratan Bahan
1) AC Cassette R32 DAIKIN (BLACK PANEL) FCF-50CVM4 2PK Inverter
- JENIS FREON: R32
- UKURAN INDOOR: 25 X 84 X 84 CM
- TENAGA LISTRIK: 1140 WATT
- KAPASITAS DINGIN: 17100 BTU
- UKURAN PIPA & GAS: 3/8 X 5/8
- KOMPRESSOR: BASIC STANDARD
- GARANSI: KOMPRESSOR 3TAHUN + SPARE PART 1TAHUN
- BERAT INDOOR : 22 KG
2) AC Cassette R32 Daikin FCF-125 CVM4 5 PK Inverter
- JENIS FREON: R32
- UKURAN INDOOR: 29 X 84 X 84 CM
- TENAGA LISTRIK: 4180 WATT
- KAPASITAS DINGIN: 42700 BTU
- UKURAN PIPA & GAS: 3/8 X 5/8
- KOMPRESSOR: BASIC STANDARD
- GARANSI: KOMPRESSOR 3TAHUN + SPARE PART 1TAHUN
- BERAT INDOOR : 24 KG
2.2. U m u m
2.2.1 Pengecatan
a. Pemborong harus mengecat semua pipa, rangka penggantung,
rangka penyangga, semua unit yang dirakit di lapangan dan
bahan-bahan yang mudah berkarat dengan lapisan cat dasar
(Prime Coating), cat harus sesuai dengan persyaratan
pengecatan berdasarkan jenis bahan yang dicat
b. Pengecatan tidak diperlukan bila alat-alat sudah dicat di
pabriknya atau dinyatakan lain dalam spesifikasinya atau untuk
bahan aluminium
c. Untuk peralatan yang tampak, maka bahan-bahan tersebut harus
dicat akhir dengan cat besi merk ICI dengan ketentuan sebagai
berikut :
BAB X
PENYERAHAN PEKERJAAN
BAB IX
PENUTUP
[Link] syarat-syarat yang tercantum didalam Rencana Kerja dan Syarat
ini harus dilaksanakan dengan baik dan benar oleh kontraktor serta
mengikuti petunjuk-petunjuk Teknis dari Direksi Teknis Kegiatan dan
konsultan Pengawas.
[Link] ketentuan–ketentuan yang belum tertuang dalam Rencana Kerja
dan Syarat umum ini akan diatur pada waktu Aanwijzing, Petunjuk Teknis
lainnya yang dianggap perlu, akan dijelaskan oleh Direksi Teknis
Kegiatan pada saat mulai pelaksanaan dan sedang berlangsung kegiatan
pekerjaan.
[Link] Rencana Kerja dan Syarat umum ini tidak lengkap
dicantumkan satu persatu mengenai bahan dan lain-lain, tapi tercantum
dalam Aanweijzing, maka pekerjaan tersebut harus dikerjakan dan bukan
merupakan pekerjaan tambahan.
Daniel H Siringo-Ringo ST
Team Leader