Siter adalah alat musik petik di dalam gamelan Jawa.
Ada hubungannya juga dengan
kecapi di gamelan Sunda.
Siter memiliki 11 pasang senar, direntang kedua sisinya di antara kotak resonator. Ciri
khasnya satu senar disetel nada pelog dan senar lainnya dengan nada slendro. Umumnya sitar
memiliki panjang sekitar 30 cm dan dimasukkan dalam sebuah kotak ketika dimainkan. Siter
dimainkan sebagai salah satu dari alat musik yang dimainkan bersama (panerusan), sebagai
instrumen yang memainkan cengkok (pola melodik berdasarkan balungan). siter dimainkan
dengan kecepatan yang sama dengan gambang (temponya cepat).
Nama "siter" berasal dari Bahasa Belanda "citer", yang juga berhubungan dengan Bahasa
Inggris "zither".
Senar siter dimainkan dengan ibu jari, sedangkan jari lain digunakan untuk menahan
getaran ketika senar lain dipetik, ini biasanya merupakan ciri khas instrumen gamelan. Jari kedua
tangan digunakan untuk menahan, dengan jari tangan kanan berada di bawah senar sedangkan
jari tangan kiri berada di atas senar.
Siter dengan berbagai ukuran adalah instrumen khas Gamelan Siteran, meskipun juga
dipakai dalam berbagai jenis gamelan lain.
Tifa merupakan alat musik khas Indonesia bagian Timur, khususnya Maluku . Alat musik
ini bentuknya menyerupai kendang dan terbuat dari kayu yang di lubangi tengahnya. Ada
beberapa macam jenis alat musik Tifa seperti Tifa Jekir, Tifa Dasar, Tifa Potong, Tifa Jekir
Potong dan Tifa Bas.
Tifa mirip dengan alat musik gendang yang dimainkan dengan cara dipukul. Alat musik
ini terbuat dari sebatang kayu yang dikosongi atau dihilangi isinya dan pada salah satu sisi
ujungnya ditutupi, dan biasanya penutupnya digunakan kulit rusa yang telah dikeringkan untuk
menghasilkan suara yang bagus dan indah. Bentuknyapun biasanya dibuat dengan ukiran. Setiap
suku di Maluku dan Papua memiliki tifa dengan ciri khas nya masing-masing.