BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Media Pembelajaran
Dalam proses pembelajaran media pembelajaran adalah salah satu
perantara antara siswa dan guru, selain itu media pembelajaran mempunyai
peran yang sangat penting dalam proses belajar, karena dengan adanya media
pembelajaran proses belajar juga bisa membuat siswa minat untuk belajar.
Menurut Wiratmojo dan Sasonohardjo dalam Junaidi (2019) penggunaan
media pembelajaran pada tahap orientasi pengajaran akan sangat membantu
keefektifan proses pembelajaran dan penyampaian pesan dan isi pelajaran
saat [Link] bantuan media pembelajaran yang menarik siswa akan lebih
mudah dalam memahami pelajaran, apalagi pada mata pelajaran informatika
media pembelajaran sangat dibutuhkan karena siswa bukan hanya
mempelajari teori saja, akan tetapi siswa juga akan praktik untuk lebih
memahami materi.
dalam proses pembelajaran media pembelajaran adalah salah satu
perantara antara siswa dan guru, selain itu media pembelajaran mempunyai
peran yang sangat penting dalam proses belajar, karena dengan adanya media
pembelajaran proses belajar juga bisa membuat siswa minat untuk belajar.
Menurut Wiratmojo dan Sasonohardjo dalam Junaidi (2019) penggunaan
media pembelajaran pada tahap orientasi pengajaran akan sangat membantu
keefektifan proses pembelajaran dan penyampaian pesan dan isi pelajaran
saat itu.
Media pembelajaran adalah alat ajar yang dirancang untuk mendukung
guru dalam menyampaikan materi kepada siswa, media dalam arti terbatas,
yaitu alat bantu yang digunakan guru untuk memotivasi belajar siswa,
memperjelas pesan atau informasi pembelajaran, memberi variasi
pembelajaran, dan memperjelas struktur pembelajaran (Rusman,2018).
3
4
Menurut Pelangi (2020) menyimpulkan bahwa media pembelajaran sangat
diperlukan untuk menunjang suatu pendidikan.
B. Fungsi Media Pembelajaran
Menurut Wina Sanjaya yang dikutip oleh (Rizqi, 2018: 100), terdapat
fungsi media pembelajaran. Berikut ini adalah beberapa fungsi media
pembelajaran:
1. Fungsi komunikatif
Media Pembelajaran digunakan untuk memudahkan komunikasi
antara penyampai pesan dan penerima pesan
2. Fungsi motivasi
Dengan menggunakan media pembelajaran, diharapkan siswa akan
lebih termotivasi dalam belajar. Dengan demikian pengembangan media
pembelajaran tidak hanya mengandung unsur artistik saja akan tetapi juga
memudahkan siswa mempelajari materi pelajaran sehingga dapat
meningkatkan gairah belajar siswa
3. Fungsi kebermaknaan
Melalui penggunaan media, pembelajaran bukan hanya dapat
meningkatkan penambahan informasi berupa data dan fakta sebagai
pengembangan aspek kognitif tahap rendah, akan tetapi dapat
meningkatkan kemauan siswa untuk menganalisis dan menciptakan
sebagai aspek kognitif tahap tinggi. Bahkan lebih dari itu dapat
meningkatkan aspek sikap dan keterampilan.
4. Fungsi penyamaan persepsi
Melalui pemanfaatan media pembelajaran, diharapkan dapat
menyamakan persepsi setiap siswa, sehingga setiap siswa memiliki
pandangan yang sama terhadap informasi yang disuguhkan.
5
5. Fungsi individualitas
Pemanfaatan media pembelajaran berfungsi untuk melayani
kebutuhan setiap individu yang memiliki minat dan gaya belajar yang
berbeda.
a) Jenis Media Pembelajaran
Menurut Aghni (2018: 100), ada 3 jenis media pembelajaran yang
dapat dikembangkan yaitu media visual, media audio-visual dan
multimedia. Dalam proses pembelajaran terdapat beberapa jenis media
pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik pembelajaran yaitu:
1. Media Visual
Media visual adalah media yang hanya mengandalkan indra
penglihatan. Media visual merupakan jenis media yang paling
mendominasi dalam penggunaannya pada proses pembelajaran di kelas.
Baik media visual yang sangat sederhana hingga ke media visual yang
kompleks seperti penggunaan papan tulis, media presentasi, buku teks, dan
alat peraga.
2. Media Audio-Visual
Media audio-visual merupakan perpaduan antara media yang
berkonsentrasi pada penggunaan audio dengan media yang berkonsentrasi
pada penggunaan visual. Media ini biasanya dibuat dalam bentuk video,
film pendek, gambar/slide bersuara atau lainnya.
3. Multimedia
Multimedia adalah jenis media paling kompleks dari keseluruhan
jenis media yang ada. Karakter utama multimedia adalah adanya interaksi
dan kesempatan pengguna untuk mengontrol media menggunakan alat
control yang tersedia pada media. Penggunaan multimedia ini banyak
digunakan dalam bentuk aplikasi permainan (Game) berbasis komputer
ataupun android. Aplikasi permainan ini sering digunakan untuk
6
membantu menanamkan konsep materi, dan pengayaan materi di luar jam
pelajaran.
C. Macam – Macam Media Pembelajaran
Media pembelajaran dapat dikategorikan menjadi beberapa jenis
berdasarkan berbagai aspek. Berikut adalah penjelasan macam-macam media
pembelajaran:
1. Berdasarkan Sifat dan Karakteristiknya
a. Media Visual mencakup semua bahan yang dapat dilihat tanpa
memerlukan peralatan khusus. Contohnya adalah gambar, foto, poster,
grafik, diagram, peta, bagan, dan papan tulis. Media ini sangat efektif
untuk menyampaikan informasi yang bersifat konkret dan membantu
siswa memahami konsep yang abstrak.
b. Media Audio melibatkan indra pendengaran dan mencakup semua media
yang menggunakan suara. Contohnya radio, rekaman suara, musik,
podcast, dan ceramah. Media audio sangat baik untuk pembelajaran
bahasa, musik, dan mata pelajaran yang memerlukan pemahaman
melalui pendengaran.
c. Media Audiovisual menggabungkan unsur visual dan audio secara
bersamaan. Contohnya film, video pembelajaran, televisi, presentasi
multimedia, dan animasi. Media ini sangat efektif karena melibatkan dua
indra sekaligus sehingga meningkatkan daya serap siswa.
2. Berdasarkan Teknologi
(1) Media Tradisional menggunakan teknologi sederhana atau bahkan tanpa
teknologi. Contohnya papan tulis, buku teks, majalah, flipchart, dan
model tiga dimensi. Media ini mudah digunakan dan tidak memerlukan
peralatan khusus.
(2) Media Modern memanfaatkan teknologi canggih untuk menyampaikan
informasi. Contohnya komputer, laptop, tablet, proyektor, interactive
whiteboard, virtual reality, dan augmented reality. Media ini
7
menawarkan interaktivitas tinggi dan pengalaman pembelajaran yang
lebih menarik.
3 Berdasarkan Cara Penggunaan
a. Media Proyeksi memerlukan alat proyeksi untuk menampilkan isi
media. Contohnya slide, transparansi, film strip, dan presentasi
PowerPoint. Media ini cocok untuk pembelajaran dalam kelas besar.
b. Media Non-Proyeksi dapat digunakan langsung tanpa alat proyeksi.
Contohnya buku, majalah, foto, poster, dan specimen. Media ini praktis
dan mudah digunakan kapan saja.
4. Berdasarkan Tempat Penggunaan
a. Media Indoor dirancang untuk digunakan di dalam ruangan seperti
kelas, laboratorium, atau perpustakaan. Contohnya papan tulis,
proyektor, dan komputer.
b. Media Outdoor digunakan untuk pembelajaran di luar ruangan.
Contohnya alam sekitar, museum, kebun binatang, dan objek wisata
edukatif. Media ini memberikan pengalaman pembelajaran yang
nyata dan kontekstual.
D. Prinsip Pemilihan Media Pembelajaran
Prinsip pemilihan media pembelajaran merupakan pedoman yang
harus dipertimbangkan guru untuk memilih media yang paling sesuai dan
efektif dalam mencapai tujuan pembelajaran. Berikut adalah prinsip-
prinsip utama tersebut:
1. Prinsip kesusaian dengan tujuan pembelaran
Media yang dipilih harus mendukung pencapaian tujuan
pembelajaran yang telah ditetapkan. Setiap media memiliki keunggulan
tertentu dalam menyampaikan jenis informasi yang berbeda. Misalnya,
untuk tujuan pembelajaran yang mengharuskan siswa memahami
proses, media video atau animasi akan lebih efektif daripada media
8
gambar statis. Guru perlu menganalisis apakah media tersebut dapat
membantu siswa mencapai kompetensi yang diharapkan.
2. Prinsip kesesuain dengan materi pembelajaran
karakteristik materi pembelajaran menentukan jenis media yang
paling tepat. Materi yang bersifat abstrak memerlukan media yang
dapat memvisualisasikan konsep tersebut, seperti diagram atau model.
Materi yang melibatkan proses dinamis lebih cocok menggunakan
media audiovisual. Sementara materi yang membutuhkan hafalan
dapat menggunakan media audio atau kartu bergambar.
3. Prinsip kesesuaian dengan karakteristik siswa
Pemilihan media harus mempertimbangkan tingkat
perkembangan kognitif, gaya belajar, dan kebutuhan khusus siswa.
Siswa sekolah dasar lebih responsif terhadap media yang berwarna-
warni dan interaktif, sedangkan siswa tingkat menengah dapat
menggunakan media yang lebih kompleks. Guru juga perlu
mempertimbangkan kemampuan membaca, konsentrasi, dan minat
siswa terhadap teknologi.
E. Faktor -Faktor Yang Mempengaruhi Pemilihan Media
Faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan media pembelajaran
sangat beragam, namun secara umum dapat dikelompokkan menjadi
beberapa aspek utama. Pertama, faktor tujuan pembelajaran yang ingin
dicapai, termasuk ranah kognitif, afektif, dan psikomotor. Kedua,
karakteristik peserta didik, seperti usia, tingkat pemahaman, gaya belajar,
dan kebutuhan khusus. Ketiga, ketersediaan dan kualitas teknis media,
termasuk biaya, aksesibilitas, dan kemudahan penggunaan. Keempat,
kemampuan guru dalam mengoperasikan dan memanfaatkan media
tersebut. Terakhir, konteks pembelajaran, seperti waktu, tempat, dan
lingkungan belajar.
Berikut adalah penjabaran lebih detail mengenai faktor-faktor tersebut:
9
1. Tujuan Pembelajaran:
Media pembelajaran harus sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ingin
dicapai. Media yang dipilih harus dapat membantu mencapai tujuan
pembelajaran di ranah kognitif (pengetahuan), afektif (sikap), dan
psikomotor (keterampilan).
2. Karakteristik Peserta Didik:
Usia dan tingkat perkembangan peserta didik sangat mempengaruhi
pemilihan media. Gaya belajar peserta didik (visual, auditori, kinestetik)
perlu diperhatikan. Kebutuhan khusus peserta didik (misalnya, peserta didik
dengan disabilitas) perlu diakomodasi.
3. Ketersediaan dan Kualitas Teknis
Media harus mudah diakses dan digunakan oleh guru dan peserta
didik. Kualitas teknis media, seperti resolusi gambar, kualitas suara, dan
interaktivitas, juga perlu diperhatikan. Biaya pengadaan dan perawatan
media juga menjadi pertimbangan.
4. Kemampuan Guru:
Guru harus memiliki kemampuan untuk memilih, menggunakan, dan
mengevaluasi media pembelajaran. Kemampuan guru dalam
mengoperasikan media juga perlu diperhatikan.
5. Konteks Pembelajaran
Waktu yang tersedia untuk pembelajaran akan mempengaruhi pemilihan
[Link] pembelajaran (di dalam kelas, luar kelas, atau daring) juga
perlu dipertimbangkan. Lingkungan belajar (fasilitas, peralatan, dan
dukungan) juga mempengaruhi pemilihan media.
F. Kriteria Pemilihan Media Pembelajaran
Kriteria pemilihan media pembelajaran merupakan standar atau ukuran
yang digunakan untuk menentukan media yang paling tepat dalam
mendukung proses pembelajaran. Berikut adalah kriteria-kriteria utama
yang harus dipertimbangkan:
1. Kriteria Tujuan Pembelajaran
Kesesuaian dengan Kompetensi Dasar menjadi kriteria utama
dimana media harus mampu mendukung pencapaian kompetensi yang
telah ditetapkan. Media yang dipilih harus dapat membantu siswa
mencapai tujuan pembelajaran kognitif, afektif, dan psikomotorik
sesuai dengan indikator yang ditetapkan.
10
Tingkat Pencapaian Tujuan juga perlu dipertimbangkan, apakah
media tersebut dapat membantu siswa mencapai pemahaman tingkat
dasar, menengah, atau tinggi. Media untuk pembelajaran konsep dasar
berbeda dengan media untuk pembelajaran analisis atau sintesis.
2. Kriteria Karakteristik SiswA
Usia dan Tingkat Perkembangan siswa menentukan jenis media
yang sesuai. Siswa usia dini memerlukan media yang konkret dan
menarik secara visual, sedangkan siswa dewasa dapat menggunakan
media yang lebih abstrak dan kompleks.
Gaya Belajar Siswa menjadi pertimbangan penting karena setiap
siswa memiliki preferensi yang berbeda. Ada siswa yang lebih mudah
belajar melalui visual, auditori, atau kinestetik. Media yang dipilih
sebaiknya dapat mengakomodasi berbagai gaya belajar tersebut.
Kemampuan Prasyarat siswa harus diperhitungkan, termasuk
kemampuan membaca, kemampuan menggunakan teknologi, dan
pengetahuan dasar yang diperlukan untuk menggunakan media
tersebut.
3. Kriteria Materi Pembelajaran
Jenis dan Sifat Materi menentukan media yang paling tepat. Materi
yang bersifat prosedural cocok dengan media video atau demonstrasi,
materi konseptual cocok dengan media visual seperti diagram atau
infografis, sedangkan materi yang memerlukan latihan cocok dengan
media interaktif.
Tingkat Kesulitan Materi mempengaruhi pemilihan media. Materi
yang kompleks mungkin memerlukan media yang dapat
11
menyederhanakan konsep, sementara materi sederhana dapat
menggunakan media yang lebih langsung.
Cakupan Materi juga perlu dipertimbangkan, apakah materi tersebut
luas atau terbatas, sehingga media yang dipilih dapat mengakomodasi
seluruh cakupan materi dengan efektif.