Peningkatan Hasil Belajar Kelas V SD 108/II
Peningkatan Hasil Belajar Kelas V SD 108/II
SKRIPSI
Oleh :
USWATUN KASANAH
NIM: PM.02.220.0921
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar menggunakan Model
Pembelajaran Experiential Learning dapat meningkatkan hasil belajar pada Siswa
Kelas V Sekolah Dasar Negeri 108/ii Perumnas Kecamatan Rimbo Tengah
Kabupaten Bungo dan untuk mengetahui apakah penerapan model pembelajaran
Experiential Learning dapat meningkatkan hasil belajar Siswa Kelas V Sekolah
Dasar Negeri 108/ii Perumnas Kecamatan Rimbo Tengah Kabupaten Bungo. Jenis
penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas. Penelitian ini terdiri dari 2
siklus dilaksanakan melalui 4 tahap yaitu, perencanaan, tindakan, observasi, dan
refleksi. Setiap siklus terdiri dari 2 kali [Link] pengumpulan data yang
diginakan adalah observasi, tes, dan dokumentasi. Hasil penelitian penerapan
model pembelajaran Experiential Learning dapat meningkatkan hasil terbukti
dengan diperolehnya hasil belajar hasil belajar pada setiap siklusnya.
Peningkatan hasil belajar dimana pada siklus I dengan rata-rata perolehan
56,25%. Pada siklus II rata-rata nilai perolehan kembali meningkat menjadi 81,25%
hal ini membuktikan terjadinya peningkatan hasil belajar pada setiap siklusnya.
Penerapan model pembelajaran Experiential Learning memiliki dampak positif
dalam meningkatkan hasil belajar yang ditandai dengan peningkatan ketuntasan
belajar siswa dalam setiap siklus di Sekolah Dasar Negeri 108/ii Perumnas
Kecamatan Rimbo Tengah Kabupaten Bungo.
i
IMPROVING LEARNING OUTCOMES USING EXPERIANTAL LEARNING
MODELS IN CLASS V PRIMARY SCHOOL NEGERI 108/II PERUMNAS
RIMBO DISTRICT CENTRAL BUNGO DISTRICT
ABSTRACT
This research aims to determine learning outcomes using the Experiential Learning
Learning Model which can improve learning outcomes for Class V Students at State
Elementary School 108/ii Perumnas, Central Rimbo District, Bungo Regency and to
find out whether the application of the Experiential Learning learning model can
improve learning outcomes for Class V Elementary School Students. Negeri 108/ii
Perumnas Tengah Rimbo District, Bungo Regency. This type of research uses
classroom action research. This research consists of 2 cycles carried out through 4
stages, namely, planning, action, observation and reflection. Each cycle consists of 2
meetings. The data collection techniques used are observation, tests and
documentation. The research results of applying the Experiential Learning learning
model can improve results as proven by the achievement of learning outcomes in
each cycle. Increased learning outcomes in cycle I with an average gain of 56.25%.
In cycle II the average gain score increased to 81.25%, this proves that there is an
increase in learning outcomes in each cycle. The application of the Experiential
Learning learning model has a positive impact in improving learning outcomes which
is marked by increasing student learning completeness in each cycle at State
Elementary School 108/ii Perumnas, Central Rimbo District, Bungo Regency.
ii
LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING SKRIPSI
Kepada
Yth. Rektor IAI Yasni Bungo
Di
Muara Bungo
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Setelah membaca dan membimbing, maka kami berpendapat bahwa skripsi
saudari USWATUN KASANAH PM.02.220.0921 yang berjudul:
“MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DENGAN MENGGUNAKAN
MODEL EXPERIENTAL LEARNING DI KELAS V SEKOLAH DASAR
NEGERI 108/II PERUMNAS KECAMATAN RIMBO TENGAH KABUPATEN
BUNGO" telah dapat diajukan untuk dimunaqasyahkan guna melengkapi tugas-tugas
dan memenuhi syarat-syarat untuk mencapai gelar Sarjana Satu (S.1) pada IAI Yas ni
Bungo.
Demikian skripsi ini kami ajukan semoga bermanfaat bagi kepentingan
agama, nusa dan bangsa.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
PEMBIMBING I PEMBIMBING II
iii
YAYASAN NURUL ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM
YASNI BUNGO
Alamat : Jl. Lintas Sumatera KM.04 Sei Binjai Kec. Bathin III Kab. Bungo Kode Pos 37211
HP. 08526674041 Website : [Link] e-mail : [Link]
PENGESAHAN
NIDN : NIDN :
Penguji I Pembimbing I
Penguji II Pembimbing II
iv
SURAT PERNYATAAN ORISINALITAS SKRIPSI
Uswatun Kasanah
NIM : PM.02.220.0921
v
MOTTO
1
Kementerian Agama, Alquran dan Terjemahannya (Jakarta: CV Tahta Media Grup, 2021), h.4
vi
UCAPAN TERIMAKASIH
Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Alhamdulillah, puji dan sukur kehadirat Allah SWT. Yang telah
melimpahkan kemuliaan dan rahmat ilmu serta kekuatan bagi penulis dalam
menyelesaikan skripsi ini. Maka dengan segala kerendahan hati penulis
menyampaikan ucapan terimakasih yang sedalam-dalamnya untuk orang-orang
tersayang yang sangat banyak membantu penulis dalam menyelesaikan skrisi ini,
penulis banyak menerima bimbingan, petunjuk dan bantuan serta dorongan dari
berbagai pihak, baik yang bersifat moral maupun material. Karya ilmiah ini penulis
dedikasikan untuk :
1. Ayahanda dan ibunda tercinta, yang selalu mendukung peneliti dalam bentuk
perhatian, kasih sayang, semangat dan serta doa yang tidak henti- hentinya
mengalir demi kelancaran dan kesuksesan peneliti dalam menyelesaikn skripsi
ini.
3. Terimakasih banyak adik tercinta, yang telah memberikan doa, dukungan serta
perhatian kepada peneliti.
4. Terimakasih banyak kepada seluruh keluarga besar yang telah memberikan doa,
dukungan kepada peneliti.
vii
7. Terimaksih kepada Ibu Fitria Riani [Link]. selaku wali kelas V SD N 108/II
Perumnas Kabupaten Bungo, yang telah membantu peneliti menyelesaikan
penelitian.
viii
KATA PENGANTAR
ix
7. Bapak Dr.M. Syukri Ismail, M.A. selaku Pembimbing I.
8. Bapak Prengki Ade Candra,MPd.I. selaku Pembimbing II
9. Segenap Dosen Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah IAI Yasni
Muara Bungo yang telah mendidik serta memberi izin penelitian guna penulisan
skripsi.
10. Seluruh Civitas Akademik dan Staf Perpustakaan.
11. Ibu Fadilah,[Link]. selaku kepala sekolah SD N 108/II Perumnas Kabupaten
Bungo.
12. Terimaksih kepada Ibu Fitria Riani,[Link]. selaku wali kelas V SD N 108/II
Perumnas Kabupaten Bungo, yang telah membantu peneliti menyelesaikan
penelitian.
13. Keluarga besar SD N 108/II Rantau Panjang Kabupaten Bungo yang sudah
memberikan izin riset dan membantu dalam menyelesaikan penelitian.
Sebagai manusia biasa penulis menyadari penyusunan skripsi ini jauh dari kata
sempurna karena keterbatasan kemampuan dan ilmu pengetahuan yang dimiliki oleh
penulis. Oleh karenanya atas kesalahan dan kekurangan dalam penulisan skripsi ini,
penulis memohon maaf dan bersedia menerima kritikan yang membangun.
Harapan penulis, semoga skripsi ini dapat memberikan manfaat bagi
siapa saja yang membacanya.
USWATUN KASANAH
PM.02.220.0921
x
DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL ..........................................................................................
ABSTRAK ........................................................................................................... i
ABSTRACT .......................................................................................................... ii
LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING ................................................... iii
LEMBAR PENGESAHAN ................................................................................ iv
LEMBAR PERNYATAAN ORISINALITAS .................................................. v
MOTTO ............................................................................................................... vi
UCAPAN TERIMAKASIH................................................................................ vii
KATA PENGANTAR ......................................................................................... viii
DAFTAR ISI ........................................................................................................ ix
DAFTAR TABEL................................................................................................ x
DAFTAR GAMBAR ........................................................................................... xi
DAFTAR LAMPIRAN ....................................................................................... xii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah ................................................................................... 1
B. Identifikasi Masalah ......................................................................................... 6
C. Batasan Masalah .............................................................................................. 7
D. Rumusan Masalah ............................................................................................ 7
E. Tujuan Penelitian .............................................................................................. 7
F. Manfaat Penelitian ............................................................................................ 7
BAB II KAJIAN TEORETIK
A. Landasan Teori ................................................................................................. 9
B. Penelitian Yang Relevan .................................................................................. 9
C. Kerangka Berfikir ............................................................................................. 11
D. Hipotesis Tindakan........................................................................................... 12
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
A. Jenis Penelitian ................................................................................................. 19
B. Setting dan Subjek Penelitian ........................................................................... 20
xi
C. Prosedur Penelitian ........................................................................................... 22
D. Jenis dan Sumber Data ..................................................................................... 24
E. Teknik Pengumpulan Data ............................................................................... 25
F. Instrumen Pengumpulan Data ........................................................................... 25
G. Teknik Analisis Data ........................................................................................ 27
H. Verifikasi Data ................................................................................................. 28
I. Indikator Keberhasilan Tindakan....................................................................... 28
J. Jadwal Penelitian ............................................................................................... 29
BAB IV HASIL PENELITIAN
A. Hasil Penelitian ................................................................................................ 30
B. Pembahasan Hasil Penelitian............................................................................ 46
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan....................................................................................................... 50
B. Saran ................................................................................................................. 51
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN-LAMPIRAN
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
xii
DAFTAR TABEL
xiii
DAFTAR GAMBAR
No. Keterangan Tabel Hal
4.1 Kegiatan Siklus inti Pembelajaran I 31
xiv
DAFTAR BAGAN
xv
No. Keterangan Lampiran
xvi
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pendidikan merupakan hal yang sangat penting dalam kemajuan suatu bangsa.
Demikian dengan bangsa ini, dimana pemerintah sangat memperhatikan bidang
pendidikan, terutama pendidikan dasar untuk membentuk karakter peserta didik.
Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, dijelaskan
bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk
watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan
kehidupan bangsa, kemajuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar
menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan
menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab. 1
Pendidikan di tingkat dasar adalah sebuah Pendidikan yang membantu peserta
didik mendapatkan pengetahuan keterampilan dan menumbuhkan sikap dasar yang
diperlukan dalam masyarakat. Undang -undang sistem Pendidikan nasional pada bab
VI pasal 17 mendeskripsikan Pendidikan dasar berbentuk SD dan MI di sini
merupakan fondasi dari peradaban manusia esensinya ditekankan pada fakta dan
membaca fakta -fakta dalam pergelaran objektivitas alam semesta. Kurikulum
Merdeka Belajar adalah kurikulum baru yang diterapkan di Indonesia dengan tujuan
untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan mempersiapkan siswa untuk
menghadapi tantangan global di masa depan.2
Sebagaimana yang juga telah allah jelas kan dalam ayat alqur’an surah
1
Peraturan Mentri Pendidikan Dan Kebudayaan No. 37 Tahun 2018 Pada Pendidikan Dasar Dan
Pendidikan Menengah Dalam Pasal 2A’, 2018
2
Kemdikbud. (2020) “Asesmen Nasional: AKM, Survey Karakter dan Lingkungan Belajar,” (Jakarta:
Badan Penelitian dan Pengembangan Perbukuan, 2019), h. 123.
1
2
3
Kementerian Agama, Alquran dan Terjemahannya (Jakarta: CV Tahta Media Grup, 2021), h.230
4
Mulyasa,: Pendidikan Bermutu Dan Berdaya Saing. (Bandung: PT Remaja Rosdkary, 2012), h.67.
3
hanya dipelajari secara terpisah, tetapi juga dihubungkan satu sama lain sehingga
peserta didik dapat memahamiketerkaitan antara aspek alamiah dan sosial dalam
kehidupan sehari-hari.
Integrasi IPA dan IPS juga dapat meningkatkan relevansi pembelajaran dengan dunia
nyata dan mengembangkan keterampilan yang diperlukan di era globalisasi seperti
berpikir kritis, berkomunikasi, berkolaborasi, dan berinovasi. Selain itu, integrasi juga
dapat membantu siswa memahami peran ilmu pengetahuan dalam memecahkan
masalah sosial dan lingkungan serta menjawab tantangan masa depan.6IPAS atau Ilmu
Pengetahuan Alam dan Sosial adalah salah satu mata pelajaran yang diajarkan di
sekolah dasar. IPAS memuat pembelajaran tentang sains dan sosial, yang meliputi
kajian tentang alam, teknologi.
Ada beberapa teori pembelajaran yang relevan dengan pembelajaran IPAS, yaitu teori
konstruktivisme, teori pembelajaran kooperatif, dan teori pembelajaran berbasis
proyek. Pembelajaran IPAS bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan prestasi
belajar, serta memperluas wawasan peserta didik dalam pembelajaran, jika dirasa
kurang tercapai apabila peserta didik tidak aktif dalam proses belajar dan tidak
memiliki kreativitas. Untuk mencapai hal itu diharapkan guru memiliki kreativitas dan
kemampuan professional yang baik.7
Pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan merupakan model
pembelajaran yang inovatif untuk peningkatan partisipasi peserta didik dalam
mengikuti berbagai mata pelajaran. Keberhasilan pembelajaran dapat ditunjukkan
dengan dikuasainya tujuan pembelajaran oleh pesertdidik. Diakui bahwa salah satu
faktor keberhasilan dalam pembelajaran adalah faktor kemampuan pendidik dalam
merencanakan dan melaksanakan pembelajaran. Pembelajaran yang berhasil dan
5
Anjarwati, Sulis,. Meningkatkan Keterampilan Proses sain dan Hasil Belajar Biologi Melalui Model
Pembelajaran Experintal Learning Siswa Kelas VIIa SMP Negri 1 Gedung aji. Jurnal Bioedukasi. Vol.
9, no I, h. 45.
6
Afandi, R. (2015). Pengembangan media pembelajaran permainan ular tangga untuk meningkatkan
motivasi belajar siswa dan hasil belajar IPA di sekolah dasar. JINoP (Jurnal Inovasi Pembelajaran),
1(1), 77-89.
4
kondusif biasanya diukur dengan tingkat penguasaan materi pembelajaran melalui tes
dan partisipasi peserta didik selama proses pembelajaran.8
Berdasarkan hasil pengamatan yang peneliti lakukan pada tanggal 07- 12
agustus 2024 yang didampingi oleh Ibu fitria Riani, [Link] selaku pendidik kelas V
dengan topik apa itu magnet dan sifatnya. Bahwa proses pembelajaran IPAS masih
berfokus pada pendidik, rendahnya respon umpan balik dari peserta didik saat proses
pembelajaran, pendidik kurang memvariasikan model pembelajaran, tingkat
penguasaan peserta didik terhadap materi pembelajaran IPAS yang masih rendah.
Berikut data hasil belajar peserta didik kelas V Sekolah Dasar Negeri 108/II
Perumnas.
Tabel 1.1
Hasil Nilai UTS IPAS kelas V SEKOLAH Dasar 108/II Perumnas :
INISIAL SKOR
NO P/L KETUNTASAN
PESERTA DIDIK PEROLEH
1 AM L 70 TIDAK TUNTAS
2 DNS P 60 TIDAK TUNTAS
3 DS L 80 TUNTAS
4 FM P 60 TIDAK TUNTAS
5 HSS P 80 TUNTAS
6 JM P 90 TUNTAS
7 KR P 60 TIDAK TUNTAS
8 MAL L 85 TUNTAS
9 MJ P 50 TIDAK TUNTAS
10 MDA L 60 TIDAK TUNTAS
11 MAA L 60 TIDAK TUNTAS
12 MD L 70 TIDAK TUNTAS
13 MR L 50 TIDAK TUNTAS
14 NMP P 85 TUNTAS
15 NS P 80 TUNTAS
16 RAR L 50 TIDAK TUNTAS
7
Ibid. h. 90
5
17 RS L 70 TIDAK TUNTAS
18 RPA P 60 TIDAK TUNTAS
19 RAK L 65 TIDAK TUNTAS
20 RA P 50 TIDAK TUNTAS
1 ≥ 75 Tuntas 6 30 %
2 ˂ 75 Belum 14 70 %
Tuntas
Jumlah 20 100 %
Sumber : Guru kelas V nilai UTS IPAS Sekolah Dasar Negeri108/II Perumnas
Bedasarkan tabel 1.1 nilai IPAS peserta didik kelas V Sekolah Dasar Negeri
108/II Perumnas menunjukkan masih terdapat banyak peserta didik yang belum tuntas
dalam pembelajaran. Pembelajaran tersebut menggunakan standar nilai KKTP
(Kriteria Ketercapaia Tujuan Pembelajaran) 75, peserta didik yang dinyatakan
tuntas belajar baru mencapai 30% atau jumlah peserta didik yang mencapai nilai
diatas 75 berjumlah 6 orang peserta didik dari 20 peserta didik. Dan peserta didik
yang belum dinyatakan belum tuntas mendapat nilai dibawah 75 berjumlah 14 orang
peserta didik atau 70% dari 20 peserta didik yang ada dikelas. Untuk data nilai
lengkap ada pada lampiran. Berdasarkan fakta yang telah diterangkan pada tabel 1.1,
dapat peneliti simpulkan bahwa seorang pendidik dituntut untuk dapat menarik minat
peserta didik dan dituntut agar dapat membuat peserta didik berperan aktif dalam
proses pembelajaran. Berbagai macam strategi dan jenis media pembelajaran ataupun
model pembelajaran yang bisa digunakan oleh pendidik untuk memfasilitasi dan
memvariasikan kegiatan proses belajar mengajar agar mendapatkan hasil yang baik
pula yang sesuai dengan harapan. Dalam usaha pengembangan tersebut salah satunya
dengan menggunakan model pembelajaran Experintal Lerning.9
Model Experiental learning menyciptakan pembelajaran yang lebih nyata
sehingga di harapkan dapat mebantu peserta didik mudah memahami materi yang di
sampaikan oleh pendidik. Faktor ini juga dapat menjadi permasalahan dalam
8
Muhammad , Experintal Learning. (Englewood Cliffs, Nj: Prentice, 2018), h. 128.
6
9
Hamdani, Strategi Belajar Mengajar, (Bandung: Pustaka Setia,2011), h. 271
10
Abdul Majid, Pembelajaran Tematik Terpadu, (bandung : PT Remaja Rosda Karya, 2014), h.140.
7
pembelajaran IPAS alat peraga dan alat bantu merupakan media pengajaran yang
cukup membantu peserta didik di dalam kelas.
C. Batasan Masalah
Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah yang telah dipaparkan,
penelitian ini difokuskan pada penggunaan model pembelajaran Expriental Learning
untuk meningkatkan proses dan hasil belajar peserta didik pada pembelajaran IPAS
kelas V Sekolah Dasar Negeri 108/II Perumnas.
D. Rumusan Masalah
Berdasarkan batasan masalah, maka rumusan masalah dalam penelitian sebagai
berikut:
a. Bagaimana meningkatan hasil belajar Model Expriental Learning pada mata
Pelajaran IPAS di kelas V Sekolah Dasar Negeri 108/II Perumnas?
b. Bagaimana peserta didik setelah menggunakan Model Expriental Learning
8
E. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan :
a. Mendeskripsikan peningkatan proses belajar IPAS peserta didik melalui Model
Expriental Learning pada pembelajaran IPAS di kelas V SDN 108/II Perumnas.
b. Mendeskripsikan peningkatan hasil belajar IPAS peserta didik Model Expriental
Learning pada pembelajaran IPAS di kelas V Sekolah Dasar Negeri 108/II
Perumnas.
F. Manfaat Hasil Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi berbagai pihak diantaranya
sebagi berikut:
a. Manfaat Teoritis
Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi dalam dunia
pendidikan berupa gambaran mengenai sebuah teori yang menyatakan bahwa
peningkatan proses dan hasil belajar ilmu pengetahuan alam menggunakan model
pembelajaran Experiental Learning terhadap peserta didik sekolah dasar sangat
bermanfaat bagi peserta didik.
6. Manfaat Praktis
Menambah wawasan dan pengetahuan bagi penulis dan diharapkan dapat memberikan
manfaat sebagai peneliti yang relevan yang lain.
BAB II
KAJIAN TEORITIK
A. Landasan Teori
1. Proses dan Hasil Belajar
a. Proses Hasil Belajar
Proses belajar merupakan keseluruhan kegiatan yang untuk membelajarkan
peserta didik. Pada satuan pendidikan proses pembelajaran di selenggarakan secara
interaktif, inspiratif, menyengakan, menantang, memotivasi peserta didik untuk
berpartisipasi aktif sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik serta
psikologis peserta didik.1
Belajar adalah merupakan suatu proses, suatu kegiatan dan bukan suatu hasil
atau tujuan. Belajar bukan hanya mengingat, akan tetapi lebih luas dari itu, yakni
mengalami. Hasil belajar bukan suatu penguasaan hasil latihan melainkan pengubahan
kelakuan. Selain itu belajar adalah stau proses perubahan tingkah laku individu
melalui interaksi dengan lingkungan. Hasil belajar adalah perubahan-perubahan yang
terjadi pada diri peserta didik baik yang menyangkut afektif, dan psikomotorik
sebagai hasil dari kegiatan belajar. Sedangkan hasil belajar di bidang pendidikan
adalah hasil dari pengukuran terhadap peserta didik yang meliputi faktor kognitif,
afektif, dan psikomotor setelah mengikuti proses pembelajaran yang diukur dengan
menggunakan instrumen tes atau instrument yang relevan jadi hasil belajar adalah
pengukuran dari penilaian usaha belajar yang dinyatakan oleh bentuk symbol, huruf
maupun kalimat yang menceritakan hasil yang sudah dicapai oleh setiap peserta didik
pada periode tertentu.2
Berdasarkan beberapa pengertian diatas peneliti menyimpulkan pengertian hasil
1
Abdul Majid, Belajar dan pembelajaran pendidikan Agama Islam, (Bandung
:Remaja Rosdayakarya,2012), h.127.
2
Ibid, h 180.
10
11
Belajar merupakan cara agar manusia dapat lebih disiplin dan mandiri. Dalam
mempelajari suatu bidang, seseorang perlu untuk meluangkan waktu khusus secara
rutin.
2) Mengembangkan Kecerdasan
3
Hamdani, Strategi Belajar Mengajar, (Bandung: Pustaka Setia,2011), h. 271.
12
Hasil belajar yang dicapai siswa dipengaruhi oleh dua faktor utama yaitu faktor
kemampuan siswa dan faktor lingkungan. factor-faktor yang mempengaruhi hasil
belajar ke dalam sepuluh macam, yaitu kecerdasan, kesiapan peserta didik, bakat
peserta didik, kemampuan belajar, minat peserta didik, model penyajian materi, sikap
pendidik, suasana belajar, kopetensi pendidik, kondisi masyarakat.2
2. Pengertian Pembelajaran IPAS
a. Pengertian IPAS
4
Rusmaini,Ilmu pendidikan,([Link] Pelindo Press,2011),h.1.
5
Nana Sudjana, Dasar- dasar Proses Belajar Mengajar, (Bandung: Sinar Baru Algensindo,2013), h. 28.
6
Aunurrahman, belajar dan pembelajaran,(Bandung, Alfabeta, 2014),h.33.
13
7
Lefudin,Belajar dan pembelajaran,(Yogyakarta Deepublish,2012), h. 89.
8
Moh User Usman, Upaya Optimalisasi Kegiatan Belajar Mengajar,(Bandung: PT Remaja
Rosdakarya, 1993) h. 96.
9
Ummy Kalsum, Guru Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Kelas IV di MI
Wahtoniyah Palembang,Wawancara 9 Setember 2017, h.211.
14
Pengetahuan Alam dan sosial (IPAS) merupakan ilmu pengetahuan yang sistematika
dan dapat mengembangkan pemahaman serta penerapan konsep untuk dijadikan
sebuah produk. IPAS adalah ilmu yang mempelajari peristiwa-peristiwa yang terjadi
di alam dengan melakukan pengamatan, percobaan dan penyimpulan yang dilakukan
oleh manusia. Dalam hal ini diharapkan dengan kemampuan yang dimiliki peserta
didik dapat mampu melakukan kerja ilmiah yang diiringi sikap ilmiah maka akan
diperoleh berupa fakta, konsep, hukum, dan teori.
3. Model Pembelajaran Experiental Learning
10
Mel Silberman, Hand Book Experiential Learning ( Strategi Pembelajaran Dari Dunia Nyata), (
Bandung: Nusa Media), h. 2-3.
11
Ibid, hlm. 181
15
bahwa perkembangan koqnitif terjadi ketika peserta didik berinteraksi dengan aspek
lingkungan mereka yang membingungkan atau Nampak bertentangan. Oleh sebab itu,
apabila Model ini digunakan, waktu belajar Harus di isi dengan kegiatan-kegiatan
yang dapat menumbuh kembangkan rasa ingin tahu peserta didik, dan mampu
menyedot seluruh perhatian mereka. Misalnya berupa kegiatan bermain dengan
benda-benda kongkrit atau bahan- bahan yang memungkinkan mereka melihat apa
yang terjadi pada benda atau bahan tersebut.1
b. Langkah-langkah Experiental Learning
11
Abdul Majid, Loc,Cit., h.182.
12
Ibid, h. 134.
16
13
Nasution, Berbagai Pendekatan Dalam Proses Belajar & Mengajar ( Jakarta: Bumi
Aksara,2013), h. 111-112
17
pengambilan keputusan.
8) Sedangkan kekurangan Model pembelajaran Experiential adalah membutuhkan
waktu yang cukup lama dalam melakukan percobaan untuk memperoleh
kesimpulan atau suatu konsep yang utuh.
B. Penelitian yang Relevan
Hasil penelitian yang relevan merupakan uraian sistematis tentang hasil- hasil
penelitian yang dilakukakan oleh peneliti terdahulu yang relevan dengan substansi
yang diteliti. Penelitian terdahulu berfungsi sebagai pendukung untuk melakukan
penelitian. Adapun beberapa penelitian yang dianggap relevan dengan penelitian ini,
yaitu:
a. Haryanti, dkk (2019) dalam jurnalnya dengan judul “penerapan model experiental
learning untuk meningkatkan hasil belajar IPA tema panas dan perpindahannya di
sekolah dasar”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model experiental learning
dapat meningkatkan hasil belajar IPA pada tema panas dan perpindahannya di
kelas V Sekolah Dasar Negeri 3 Waluyo yang dibuktikan dengan presentase
ketuntasan hasil belajar pada siklus I sebesar 76,33% menjadi 92,63% pada siklus
II. dalam jurnal Jurnal Bioedukasi bahwa “model Experiential Learning
menekankan pada keinginan kuat dari dalam peserta didik untuk berhasil dalam
belajarnya”. Peningkatan keterampilan proses sains peserta didik dan hasil belajar
terjadi karena peserta didik tertarik dan sudah terbiasa dengan model pembelajaran
Experiential Learning dimana siswa semangat dalam bereksperimen kelompok
untuk membuktikan sebuah teori yang didukung dengan keterampilan proses sains
sehingga suasana belajar lebih efektif dan menyenangkan sehingga mempengaruhi
cara berpikir peserta didik, sikap dan nilai- nilai, persepsi, dan perilaku peserta
didik.
b. Sedangkan pada Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan oleh
Sholihah., dkk (2016), menyatakan bahwa Model pembelajaran Experiential
Learning berpengaruh signifikan dalam meningkatkan semangat belajar karena
18
C. Kerangka Konseptual
Untuk mencapai hasil belajar yang maksimal pendidik hendaknya
menggunakan Pendekatan, untuk itu peneliti menerapkan model Experiental Leaning
yang sesuai dengan masalah yang telah diuraikan pada latar belakang masalah diatas.
Sorang pendidik ada baik nya dapat menggunakan media dan model pembelajaran
yang tidak monoton sehingga peserta didik merasa senang mengikuti pelajaran dan
tidak merasa bosan. Bahwa tidak ada satu metode pembelajaran yang paling baik di
antara yang lainnya, karena masing-masing metode dapat dirasakan baik apabila diuji
cobakan untuk pembelajaran tertentu. Dalam penelitian ini difokuskan pada salah satu
Peningkatkan proses dan hasil belajar IPAS, yaitu Model Pembelajaran Experiental
Learning. masing-masing metode dapat dirasakan baik apabila diuji cobakan untuk
pembelajaran tertentu. Dalam penelitian ini difokuskan pada salah satu Peningkatkan
proses dan hasil belajar IPAS, yaitu Model PembelajaranExperiental Learning.
19
peningkatkan proses dan hasil belajar IPAS. Pembelajaran ini diharapkan peserta
D. Hipotesis Tindakan
Hipotesis tindakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Proses belajar IPAS peserta didik melalui Model Expriental Learning
2. Hasil belajar IPAS peserta didik Model Expriental Learning pada pembelajaran
IPAS di kelas V Sekolah Dasar Negeri 108/II Perumnas
20
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian tindakan
kelas memiliki peranan yang penting dalam meningkatkan mutu pembelajaran.
Pendidik sebagai pihak yang terlibat dalam PTK berupaya secara sadar
mengembangkan kemampuan mendeteksi masalah dan memecahkan masalah
pembelajaran. Implementasi PTK oleh pendidik yang dilakukan dengan tindakan
bermakna dapat memecahkan masalah berupa perbaikan pembelajaran untuk
mengukur keberhasilan peserta didik. Menurut Hamzah Penelitian Tindakan Kelas
adalah penelitian yang dilakukan oleh pendidik di dalam kelasnya sendiri melalui
refleksi diri, dengan tujuan untuk memperbaiki kinerjanya sebagai pendidik, sehingga
proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik, dan hasil belajar peserta didik
meningkat. 1
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan sebuah kegiatan yang
dilaksanakan untuk mengamati kejadian dalam kelas untuk memperbaiki praktek
dalam pembelajaran agar lebih berkualitas dalam proses sehingga hasil belajarpun
menjadi lebih baik.
Berdasarkan beberapa pendapat ahli di atas, maka dapat disimpulkan bahwa
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan sebuah penelitian yang dilakukan oleh
pendidik di dalam kelas untuk memecahkan masalah yang merupakan temuan dalam
pembelajaran dengan melakukan tindakan-tindakan pembelajaran berdasarkan refleksi
dari hasil tindakan, sehingga dapat memperbaiki proses pembelajaran sehingga hasil
belajar peserta didik meningkat.
1
Wahyudi, Metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK), (Bandung: Alfabeta, 2015), h. 124.
20
21
B. Setting Penelitian
1. Tempat Penelitian
Penelitian tindakan kelas ini akan di lakukan di kelas V Sekolah Dasar Negeri
108/II Perumnas, kecamatan Rimbo tengah , Muara Bungo untuk mata pelajaran IPAS
(Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial)
2. Waktu Penelitian
Penelitian ini akan dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2023/2024
di kelas V Sekolah Dasar Negeri 108/II perumnas.
3. Subjek Penelitian
Subjek penelitian tindakan kelas ini adalah seluruh peserta didik kelas V
Sekolah Dasar Negeri 108/II Perumnas, dengan jumlah peserta didik 23 orang yaitu,
11 orang laki-laki dan 12 orang perempuan.
C. Prosedur Penelitian
Prosedur pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas sesuai dengan prosedur yang
telah dikemukan oleh model kemmis Dan Mc. Taggar. dimana penelitian yang
dilaksanakan oleh pendidik didalam kelasnya melalui refleksi diri yang bertujuan
untuk melakukan perbaikan dalam sebuah pembelajaran. Penelitian Tindakan Kelas
ini secara sistematis dibagi menjadi tiga kata yakni Penelitian, Tindakan dan Kelas.
Penelitian sendiri diartikan sebagai kegiatan mengamati suatu objek tertentu dengan
menggunakan prosedur tertentu untuk menemukan data dengan tujuan meningkatkan
mutu. Kemudian ada tindakan yaitu perlukan yang dilakukan dengan sengaja dan
terencama dengan tujuan tertentu. Penelitian
Tindakan Kelas secara umum terdiri dari dua Siklus yaitu Siklus I dan Siklus
II. Dimana pada setiap Siklus terdapat empat tahapan-tahapan yang terdiri dari : 1.
Perencanaan (Planning), 2. Pelaksanaan Tindakan (Action), 3. Pengamatan
(Observing), dan 4. Refleksi (Reflection). Berikut merupakan Bagan Siklus Penelitian
Tindakan Kelas Menurut Arikunto:
22
2
Ibid, h. 82.
23
3) Pengamatan (observing)
Pengamatan ini berfungsi untuk mengetahui dan mendokumentasikan
pengaruh yang disebabkan oleh tindakan yang sudah dilakukan didalam kelas. Hasil
pengamatan ini merupakan dasar dilakukannya refleksi sehingga pengamatan yang
sudah dilakukan harus dapat diceritakan dengan cerita yang sesungguhnya.
4) Refleksi (reflecting)
Hasil dari refleksi adalah diadakannya revisi terhadap perencanaan yang telah
dilaksanakan, yang akan dipergunakan peneliti untuk memperbaiki kinerja pendidik
pada pertemuan berikutnya. Refleksi dalam PTK adalah upaya untuk mengkaji
kembali apa yang telah terjadi atau yang tidak terjadi saat penelitian, apa yang telah
dihasilkan atau belum berhasil dilaksanakan dengan tindakan perbaikan yang telah
dilakukan. Hasil refleksi ini digunakan untuk menetapkan langkah lebih lanjut dalam
upaya mencapai tujuan PTK. Dengan kata lain, refleksi merupakan kajian terhadap
keberhasilan atau kegagalan dalam pencapaian tujuan sementara dan untuk
menentukan tindak lanjut dalam rangka pencapaian berbagai tujuan sementara lainnya
24
a. Teknik Observasi
Soal Tes dilakukan untuk mendapatkan gambaran terhadap input dan output
berupa hasil belajar peseta didik. Soal Tes diberikan sebelum kegiatan
pembelajaran dan sesudah kegiatan pembelajaran menggunakan model Experiental
Learning. Dengan kegiatan ini dapat di ketahui perbandingan hasil belajar peserta
didik sebelumnya dan hasil peserta didik pada akhir kegiatan pembelajaran. Bentuk
soal tes yang sering digunakan untuk mengukur hasil belajar peserta didik tersebut.
c. Teknik Dokumentasi
3
Ibid., h. 137.
25
2. Instrumen Penelitian
Instrumen merupakan alat pengumpul data yang sesuai dengan masalah yang
diteliti, merumuskan instrumen merupakan kegiatan penting dalam perencanaan
penelitian yang sedang dilakukan. Intrumen penelitian adalah alat yang dapat
digunakan untuk menggumpulkan data atau informasi penelitian. intrumen penelitian
adalah alat atau fasilitas yang digunakan peneliti dalam mengumpulkan data agar
pekerjaannya lebih mudah dan hasilnya lebih baik, lebih lengkap, cermat dan
sistematis sehingga lebih mudah diolah.
Dari penjelasan para ahli diatas dapat disumpulkan bahawa instrument
penelitian adalah alat untuk menggumpulkan data dan mendapatkan informasi agar
mempermudah suatu pekerjaan.
a. Observasi
Observasi adalah metode atau cara-cara menganalisis dan mengadakan
pencatatan secara sistematis mengenai tingkah laku dengan mengamati individu atau
kelompok secara langsung. Dalam penelitian ini, observasi yang dilakukan merupakan
pengamatan terhadap aktivitas peserta didik selama kegiatan pembelajaran dengan
menggunakan model Experiental Learning yang terjadi saat dilakukan pemberian
tindakan.1
b. Instrumen Tes Hasil Belajar Peserta Didik
Instrumen tes hasil belajar digunakan untuk mengukur sejauh mana
kemampuan peserta didik atau tingkat penguasaan materi pembelajaran. Metode tes
digunakan untuk mengetahui kemampuan peserta didik baik sebelum pembelajaran.
Tes adalah beberapa pertanyaan atau latihan serta alat lain yang digunakan untuk
mengukur keterampilan, pengetahuan intelegensi, kemampuan atau bakat yang
4
Arikunto, Prosedur Penelitia: Suatu Pendekatan Praktek. (Jakatra: PT. Rineka Cipta, 2013), h. 97.
26
4
Bahri, Aliem, Penelitian Tindakan Kelas. ( Makassar: Universitas Muhammadiyah Makassar,
2012), h 111.
6
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (2021) Pengembangan Kurikulum
Merdeka Belajar. Available at: [Link]
kurikulummerdeka-belajar
27
nilai = 𝑥 100
Keterangan:
P = Angka Presentase
F = Jumlah frekuensi siswa yang terlibat N
N = Jumlah individu siswa
Tabel 3.2
Kriteria Penilaian Peserta Didik
nilai = 𝑥 100
Keterangan:
Tabel 3.4.
Interval Ketuntasan Belajar
Setelah semua data didapatkan dari hasil penelitian dan pengamatan di lapangan
dan setelah data berhasil diklasifikasikan atau dikelompokkan, selanjutnya peneliti
bisa mulai melakukan reduksi data. Melakukan reduksi data ini artinya peneliti harus
menyederhanakan lagi berbagai data yang didapatkan. Akan tetapi yang perlu
diketahui, dalam mereduksi data, semua data yang direduksi tersebut hasil akhirnya
harus mewakili semua data yang sudah didapatkan.
31
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan secara kolaboratif antara guru kelas dan peneliti. Pada
semester ganjil di tahun ajaran 2024/2025, berlangsung selama kurang lebih satu
bulan yaitu pada tanggal 01—09 oktober 2024 disesuaikan dengn modul ajar yang
telah dibuat dan disetujui oleh kepala sekolah Sekolah Dasar Negeri 108 / II Perumnas
Kecamatan Rimbo Tengah Kabupaten Bungo. Adapun deskripsi pelaksanaan
penelitian tindakan kelas siklus I sebagai berikut:
sebagai berikut:
a. Siklus I Pertemuan 1
Pertemuan 1 pada siklus I dilaksanakan pada hari senin 01 Oktober 2024 dimulai
pukul 08.00 sampai pukul 09.10 WIB, yaitu dengan tahapan sebagai berikut:
c) Menentukan observer dimana yang bertindak sebagai observer yaitu wali kelas dan
teman sejawat.
31
32
2) Pelaksanaan
siklus I dilaksanakan hari selasa 01 oktober 2024 dimulai pukul 08.00 sampai
pembelajaran yang meliputi kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan akhir.
a) Kegiatan Awal
didik dengan mengisi lembar kehadiran, memeriksa kerapian pakaian, dan kebersihan
Pendidik : Sebelum kita memulai pembelajaran pada hari ini kita berdoa dulu ya?
memberikan apresiasi mengenai materi magnet dan sifatnya serta melakukan tanya
b) Kegiatan Inti
Observation). Pendidik melakukan tanya jawab dengan peserta didik, hal ini
contoh serta mengaitkan materi yang diajarkan dengan kehidupan sehari-hari peserta
didik. Setelah itu pendidik memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk
kelompok terdiri dari 5 peserta didik. Setelah pendidik memberikan penjelasan materi
dan peserta didik telah mendapatkan kelompok, tiap kelompok akan menjawab soal
yang telah disiapkan pendidik. Pendidik mengarahkan peserta didik untuk melakukan
pengamatan dan diskusi pendidik mengarahkan peserta didik untuk memasuki kelas
1
Muhammad (2015:128). Experintal Learning. Englewood Cliffs, Nj: Prentice
34
Peserta didik pada siklus I masih kesulitan dalam belajar IPAS materi magnet dan
sifat-sifat magnet . Hal ini dapat terlihat dari hasil tes belajar peserta didik yang belum
sesuai yang diharapkan. Hasil belajar peserta didik pada siklus I menunjukkan nilai
sebagai berikut:
Tabel. 4.1
TIDAK
NAMA PESERTA NILA I TUNT AS
NO KKM TUNTA S
DIDIK
1 AF 75 70 🗸
2 AM 75 75 🗸
3 ASD 75 70 🗸
4 DDA 75 80 🗸
5 DN 75 75 🗸
6 DAS 75 80 🗸
7 EJ 75 70 🗸
8 FR 75 75 🗸
9 FN 75 75 🗸
10 HANH 75 80 🗸
11 JDH 75 70 🗸
12 JAR 75 75 🗸
13 JE 75 80 🗸
14 NLB 75 60 🗸
15 NS 75 70 🗸
16 NA 75 70 🗸
17 S 75 60 🗸
18 SKN 75 70 🗸
19 YNH 75 80 🗸
20 ZAP 75 60 🗸
Nilai Tertinggi 80
Nilai terendah 60
Peserta didik Tuntas 10 50%
Peserta didik Tidak Tuntas 10 50%
Berdasarkan tabel hasil tes belajar diatas dapat diketahui bahwa terdapat 10
36
orang peserta didik yang tidak tuntas dengan persentase ketuntasan yang didapat 50%,
dan 10 orang peserta didik yang tuntas dengan persentase ketuntasan yang didapat
50% Maka, dapat disimpulkan bahwa penelitian siklus I ini dikatakan belum berhasil
bersama observer (Wali kelas V dan teman sejawat) berdiskusi dan sepakat untuk
sejawat dengan menggunakan lembar obserVasi peserta didik yang telah disiapkan
pengamatan teman sejawat dapat diketahui bahwa secara umum proses peserta didik
selama kegiatan pembelajaran berlangsung sudah sesuai harapan. Pada proses belajar
peserta didik yang berada di kategori baik jika dipersentasikan yaitu 50% maka taraf
c. Refleksi
Tahapan keempat dalam penelitian tindakan kelas ini yaitu refleksi. Refleksi
2 32
Bahri, Aliem. (2012). Penelitian Tindakan Kelas. Makassar: Universitas Muhammadiyah Makassar.
37
bertujuan untuk meninjau kembali apa yang diperoleh dari penelitian, mengkaji
penelitian dan mencari pemecahan masalah atau solusi yang akan dilakukan untuk
siklus selanjutnya agar lebih baik. Berdasarkan hasil penelitian siklus I terlihat bahwa
indikator keberhasilan, dapat dilihat dari nilai hasil tes peserta didik yaitu 50% dimana
proses dan hasil belajar belum mencapai indakator keberhasilan maka penelitian ini
Pelaksanaan siklus II dilaksanakan pada hari selasa 08 oktober dan hari rabu 9
oktober 2024 dimana pada siklus II terdiri dari dua kali pertemuan. Tahap pelaksanaan
penelitian pada siklus II sama dengan tahap pelaksanaan penelitian pada siklus I, yang
diawalidengan tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Kegiatan
pembelajaran pada siklus II dilakukan dalam dua kali pertemuan dimana
setiappertemuan berlangsung selama 2 x 35 menit dan 2 x 35 menit . Evaluasi
dilakukan dalam bentuk pemberian tugas tambahan.
Pelaksanaan siklus II dilaksanakan pada hari selasa 08 oktober yang dirincikan sebagai
berikut:
1). Perancangann
Perencanaan pelaksanaan penelitian tindakan kelas siklus II mempertimbangkan
pembelajaran IPAS pada hari selasa 8 oktober 2024 dengan materi pembelajaran
berikut:
c) Menentukan observer dimana yang bertindak sebagai observer yaitu wali kelas
2). Pelaksanaan
a) Kegiatan Awal
dari pendidik)
Pendidik : “Apakah anak-anak ibu tau apa itu magnet dan sifatnya.
39
Peserta didik : “tahu bu” (peserta didik mendengarkan pendidik dan menjawab
secara bersamaan).
a) Kegiatan Inti
Observation). Pendidik melakukan tanya jawab dengan peserta didik, hal ini
menjelaskan contoh serta mengaitkan materi yang diajarkan dengan kehidupan sehari-
hari peserta didik. Setelah itu pendidik memberikan kesempatan kepada peserta didik
untuk bertanya tentang materi yang belum [Link] membagi peserta didik
didik. Setelah pendidik memberikan penjelasan materi dan peserta didik telah
mendapatkan kelompok, tiap kelompok akan menjawab soal yang telah disiapkan
40
dilingkungan sekolah untuk menjawab pertanyaan yang telah diberikan oleh pendidik.
Pendidik membimbing tiap kelompok dalam berdiskusi. Setelah selesai peserta didik
b) Kegiatan Akhir
Pada kegiatan ini pendidik dan peserta didik bersama-sama menyimpulkan materi
kepada peserta didik untuk bertanya tentang materi yang belum paham. Untuk
b. Siklus II pertemuan 2
Pertemuan 2 pada siklus II dilaksanakan pada hari rabu 09 oktober yaitu dengan
Experietal Learning.
d). Menyiapkan soal untuk melihat hasil belajar peserta didik secara indiVidu
2) Pelaksanaan
a) Kegiatan Awal
Pendidik: masih ingat tentang bagian bagian hewan yang bapak ajarkan kemarin?
b) Kegiatan Inti
42
kepada peserta didik untuk bertanya tentang materi yang belum dipahami. Pendidik
membagikan soal yang harus diisi peserta didik secara individu. Sebelum pendidik
didik untuk mengerjakan soal dimana dalam pertemuan 2 ini untuk mengukur tingkat
Sebelum mengakhiri pembelajaran pendidik dan peserta didik aktif dalam tanya
43
Experimental).
Berdasarkan hasil penelitian siklus II peserta didik aktif dan semangat dalam
mengikuti pembelajaran dan umumnya peserta didik sudah fokus dalam mengikuti
pembelajaran baik secara individu maupun kelompok. Serta sudah banyak peserta
didik yang berani mengajukan pertanyaan atau menjawab pertanyaan dari pendidik.
Hal ini dapat terlihat dari hasil tes belajar peserta didik yang belum sesuai yang
diharapkan.
Berdasarkan tabel hasil tes belajar diatas dapat diketahui bahwa terdapat 10
orang peserta didik yang tidak tuntas dengan persentase ketuntasan yang didapat 50%,
dan 10 orang peserta didik yang tuntas dengan persentase ketuntasan yang didapat
50% Maka, dapat disimpulkan bahwa penelitian siklus II ini dikatakan berhasil
bersama observer (Wali kelas V dan teman sejawat) berdiskusi dan sepakat untuk
Pada saat proses pembelajaran, yang bertindak sebagai observer adalah teman
sejawat dengan menggunakan lembar observasi peserta didik yang telah disiapkan
44
bedasarkan pengamatan teman sejawat dapat diketahui bahwa secara umum proses
peserta didik selama kegiatan pembelajaran berlangsung sudah sesuai harapan. Pada
proses belajar peserta didik yang berada di kategori baik jika dipersentasikan yaitu
50% pada pertemuan I sedangkan pada pertemuan II yaitu 80% peserta didik yang
berada di kategori baik Maka peserta didik yang berada di kategori ≥ baik yaitu jika
dipersentasikan 80% maka taraf keberhasilan proses belajar peserta didik berada pada
kategori baik.
2). Serta sudah banyak peserta didik yang berani mengajukan pertanyaan atau
menjawab pertanyaan dari pendidik. Hal ini dapat terlihat dari hasil tes belajar
peserta didik yang belum sesuai yang diharapkan. Hasil belajar peserta didik pada
TIDAK
NAMA PESERTA NILA I TUNT AS
NO KKM TUNTA S
DIDIK
1 AF 75 75 🗸
2 AM 75 75 🗸
3 ASD 75 70 🗸
4 DDA 75 80 🗸
5 DN 75 75 🗸
3
Kemdikbud. (2020) “Asesmen Nasional: AKM, Survey Karakter dan Lingkungan
45
6 DAS 75 80 🗸
7 EJ 75 75 🗸
8 FR 75 75 🗸
9 FN 75 75 🗸
10 HANH 75 80 🗸
11 JDH 75 70 🗸
12 JAR 75 80 🗸
13 JE 75 85 🗸
14 NLB 75 60 🗸
15 NS 75 80 🗸
16 NA 75 80 🗸
17 S 75 75 🗸
18 SKN 75 75 🗸
19 YNH 75 85 🗸
20 ZAP 75 60 🗸
Nilai Tertinggi 85
Nilai terendah 60
Peserta didik Tuntas 16 80%
Peserta didik Tidak Tuntas 4 20%
Tahapan keempat dalam penelitian tindakan kelas ini yaitu refleksi. Refleksi
bertujuan untuk meninjau kembali apa yang diperoleh dari penelitian, mengkaji
kekurangan dan kelebihan dalam asil observasi hsail belajar dan keaktifan siswa.
d. Refleksi
Berdasarkan hasil penelitian siklus II peserta didik aktif dan semangat dalam
mengikuti pembelajaran dan umumnya peserta didik sudah fokus dalam mengikuti
masalah-masalah dalam penelitian dan mencari pemecahan masalah atau solusi yang
akan dilakukan untuk siklus selanjutnya agar lebih baik. .karena peserta didik yang
memperoleh nilai ≥75 (nilai KKM) sudah mencapai indikator keberhasilan yaitu
≥80% dari jumlah seluruh peserta didik yang tuntas belajarnya. Karena dalam
46
pencapaian proses dan hasil belajar sudah mencapai indakator keberhasilan maka
pembelajaran dalam penelitian tindakan kelas ini meliputi kegiatan awal, kegiatan inti
dan kegiatan akhir. Pada kegiatan awal pendidik menyampaikan tujuan pembelajaran
yang akan dicapai sebagai acuan bagi peserta didik. Dalam kegiatan inti penddidk
sebagai upaya dalam peningkatan proses dan hasil pembelajaran IPAS kelas V
Kabupaten Bungo
IPAS kelas V
learning yaitu peserta didik menjadi lebih aktif dan berani mengungkapkan idea atau
pendapat. Menumbuhkan dan menimbulkan minat serta antusias peserta didik dalam
proses belajar. Selain itu, hasil belajar peserta didik meningkat dari pembelajaran
sebelum menggunakan Experiental learning Hal ini terlihat dari hasil lembar
diketahui bahwa sikap belajar peserta didik dalam mata pelajaran IPAS dengan
proses belajar IPAS dan memperbaiki hasil belajar peserta didik. Untuk lebih
jelasnya, peneliti menyajikan dalam bentuk diagram batang penilaian proses belajar
Penilaian proses belajar peserta didik pada siklus 1 yaitu 50% sedangkan pada siklus
IPAS kelas V
Hasil belajar dalam penelitian ini merupakan hasil perolehan nilai peserta didik
saat proses pembelajaran berlangsung. Hasil belajar peserta didik yang dicapai dalam
dikelas. Hasil belajar peserta didik Sekolah Dasar Negeri 108/II perumnas kecamatan
Rimbo Tengah Kabupaten Bungo pada mata pelajaran IPAS dengan model
diketahui bahwa hasil belajar peserta didik dalam mata pelajaran IPAS dengan
yang baik. Berdasarkan indikator keberhasilan dan analisis data penelitian tersebut,
setelah dilakukan proses pembelajaran IPAS selama II siklus diketahui bahwa hasil
pembelajaran dikelas tersebut meningkat dari siklus I ke siklus II. Peneliti menyajikan
dalam bentuk diagram batang hasil belajar peserta didik sebagai berikut:
16
16
14
80%
12 10 10
10 50% 50% 4
8
20%
6 Siklus I Siklus II
0
49
Berdasarkan diagram batang 4.1 hasil belajar peserta didik diatas dapat
diketahui bahwa ketuntasan hasil belajar peserta didik pada siklus I peserta didik yang
peningkatan peserta didik yang tuntas yaitu 16 (80%) peserta didik. Maka dapat
meningkatkan proses dan hasil belajar pada mata pelajaran IPAS kelas V Sekolah
PENUTUP
A. Kesimpulan
apat meningkatkan proses dan hasil belajar IPAS peserta didik kelas sekolah Sekolah
Dasar Negeri 108 / II Perumnas Kecamatan Rimbo Tengah Kabupaten Bungo. Hal ini
langkah pembelajaran untuk meningkatkan proses dan hasil belajar peserta didik.
peserta didik untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik maka terdapat
obserVasi pendidik dalam pembelajaran pada siklus I yaitu 50% menjadi 80%
pada siklus II. Lembar obserVasi peserta didik dalam proses pembelajaran pada
2. Meningkatnya hasil belajar peserta didik yang dilihat dari hasil tes belajar siklus I
peserta didik kelas V yaitu 50% peserta didik yang tuntas sedangkan peserta didik
yang tidak tuntas yaitu 50% dan mengalami peningkatan 80% peserta didik yang
tuntas serta 20% peserta didik yang tidak tuntas pada siklus II.
50
51
B. Saran
Saran dalam proses penelitian meliputi saran untuk peserta didik, Pendidik dan
peneliti yang diuraikan sebagai berikut:
1. Peserta Didik
Pendidik.
pendapat.
2. Pendidik
dalam pembelajaran.
yang sesuai.
3. Peneliti berikutnya
DAFTAR PUSTAKA
Abdul Majid, ( 2012). Belajar dan pembelajaran pendidikan Agama Islam, Bandung :Remaja
Rosdayakarya.
Abdul Majid, (2014). Pembelajaran Tematik Terpadu, Bandung : PT Remaja Rosda Karya.
Abdul Majid, (2015). Strategi [Link]:[Link] Rosdakarya
Afandi, R. (2015). Pengembangan media pembelajaran permainan ular tangga untuk
meningkatkan motivasi belajar siswa dan hasil belajar IPA di sekolah dasar. JINoP
(Jurnal Inovasi Pembelajaran), 1(1), 77-89.
Agus.(2013).Pandun AplikasiTeori-teori belajarmengajar teraktual dan
[Link]:DIVA Press.
Ahmad,Susanto.(2013). Teori belajar dan pembelajaran di sekolah [Link]: kencana
prenada media grup.
Allufia,F.T.,& Setyaningsih,M.(2023).analisis kesiapan guru dalam menghadapi kurikulum
merdekamata pelajaran IPAS kelas [Link] of Education journal,14(2),326-338.
Anjarwati, Sulis. (2018). Meningkatkan Keterampilan Proses sain dan Hasil Belajar Biologi
Melalui Model Pembelajaran Experintal Learning Siswa Kelas VIIa SMP Negri 1
Gedung aji. Jurnal Bioedukasi. Vol. 9 (1)., e- ISSN 2442-9805, p-ISSN 2086-4701
Arikunto. (2013). Prosedur Penelitia: Suatu Pendekatan Praktek. Jakatra: PT. Rineka Cipta
Aunurrahman, (2014). Belajar Dan Pembelajaran, Bandung: Alfabeta
Bahri, Aliem. (2012). Penelitian Tindakan Kelas. Makassar: Universitas Muhammadiyah
Makassar.
Hamdani, (2011). Strategi Belajar Mengajar, Bandung: Pustaka Setia.
Camelia,F.(2020).Analisis Landasan Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi Dalam
Pengembangan [Link](Susunan Artikel Pendidikan),5(1).
Depdiknas.(2003). Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No.20
[Link]:Depdiknas.
Kementrisn Pendidikan,Kebudayaan,Riset Dan Teknologi Republik
Indonesia.(2020).Kajian Akademik Kurikulum Untuk Pemulihan [Link]:Badan
Standar,Kurikulum,Dan Asesmen
[Link]:Https://[Link]/Situsartikel/Pengembangankurikulum
merdeka-Belajar
Kemdikbud. (2020) “Asesmen Nasional: AKM, Survey Karakter dan Lingkungan
Belajar,” Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Perbukuan Kementerian
Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (2021)
Pengembangan Kurikulum Merdeka Belajar. Available at:
[Link]
kurikulummerdeka- belajar.
Lefudin, 2012. Belajar dan pembelajaran,Yogyakarta:Deepublish.
Mariyam,Siti Neng,Sri,Dwiastuti Dan Puguh,Karyanto.(2014). Pengaruh Model Pembelajaran
53
Ekperintal Learning Dengan Studi Kasus Terhadap Kemampuan Berfikir Kritis Siswa
Pad Pad Materi Sistem Repruduksi [Link].3.(1).ISSN:2252-6897.
Mel Silberman, 2012. Hand Book Experiential Learning ( Strategi Pembelajaran Dari Dunia
Nyata), Bandung: Nusa Media
Muhammad.(2015:128).Experintal [Link] Cliffs,Nj:Pretice Hall.