INNOVATIVE: Journal Of Social Science Research
Volume 4 Nomor 4 Tahun 2024 Page 3120-3133
E-ISSN 2807-4238 and P-ISSN 2807-4246
Website: [Link]
Pengaruh Pertumbuhan Perusahaan, Profitabilitas dan Struktur Modal
terhadap Nilai Perusahaan Food and Beverage yang Terdaftar di Bursa Efek
Indonesia Tahun 2019-2023
1✉
Tovan Affandi , Indra Cahya Kusuma², Didi³
University Djuanda
1✉
Email: [Link]@[Link]
Abstrak
Pengukuran nilai perusahaan dapat dilakukan dengan mengamati perkembangan perusahaan harga
saham di bursa. Harga saham perusahaan merupakan penanda yang bagus dari nilai perusahaan yang
mencerminkan kepercayaan investor terhadap perusahaan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah
untuk mempelajari pengaruh pertumbuhan perusahaan, profitabilitas, dan struktur modal terhadap
nilai perusahaan yang diproksikan dengan rasio Tobin’s Q pada perusahaan makanan dan minuman
yang terdaftar di BEI pada tahun 2019-2023 secara simultan maupun parsial. Teknik pengambilan
sampel pada penelitian ini yaitu purposive sampling dengan beberapa kriteria yang ditentukan dan
menghasilkan 12 perusahaan makanan dan minuman. Metode analisis data yang digunakan adalah
regresi linear berganda dengan software Eviews 12. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara
simultan pertumbuhan perusahaan, profitabilitas, dan struktur modal berpengaruh terhadap nilai
perusahaan. Secara parsial pertumbuhan perusahaan tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan,
profitabilitas secara parsial berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan, dan struktur modal
berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan.
Kata Kunci: Pertumbuhan Perusahaan, Profitabilitas, Struktur Modal, Nilai Perusahaan
Copyright @ Tovan Affandi, Indra Cahya Kusuma, Didi
Abstract
Measurement of company value can be done by observing the development of the company's stock
price on the stock exchange. The company's stock price is a good marker of the company's value
which reflects investor confidence in the company. The purpose of this study was to study the effect
of company growth, profitability, and capital structure on firm value proxied by the Tobin's Q ratio in
food and beverage companies listed on the IDX in 2019-2023 simultaneously and partially. The
sampling technique in this study was purposive sampling with several criteria determined and resulted
in 12 food and beverage companies. The data analysis method used is multiple linear regression with
Eviews 12 software. The results showed that simultaneously company growth, profitability, and capital
structure affect firm value. Partially, company growth has no effect on firm value, profitability partially
has a positive effect on firm value, and capital structure has a negative effect on firm value.
Keywords: Company Growth, Profitability, Capital Structure, Firm Value
PENDAHULUAN
Tujuan manajemen keuangan adalah memaksimalkan nilai perusahaan. Nilai
perusahaan merupakan kondisi yang menggambarkan pencapaian suatu perusahaan
selama proses beroperasi. Peningkatan nilai perusahaan dipandang sebagai suatu prestasi
yang mencerminkan kemakmuran bagi pemegang saham. Dari sisi investor, informasi
tentang nilai perusahaan penting untuk pengambilan keputusan investasi saham, sebab
informasi ini akan membantu investor mengetahui saham mana yang bertumbuh dan
memiliki kinerja dan memiliki kinerja yang baik
Nilai perusahaan merupakan persepsi investor terhadap Tingkat keberhasilan
perusahaan yang tercermin pada harga saham. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi
nilai perusahaan yaitu Keputusan pendanaan, kebijakan dividen, keputusan investasi,
struktur modal, pertumbuhan perusahaan, dan ukuran perusahaan. Pertumbuhan
mempengaruhi nilai perusahaan karena semakin tinggi kemampuan perusahaan untuk
memperoleh laba, maka semakin besar tingkat pengembalian atas investasi yang
diharapkan oleh para investor. Oleh karena itu perusahaan memiliki pertumbuhan tinggi
akan diminati sahamnya oleh investor. Dengan demikian pertumbuhan dapat
mempengaruhi nilai perusahaan.
Profitabilitas berpengaruh terhadap nilai perusahaan karena semakin tinggi nilai profit
yang didapat makan akan semakin tinggi pula nilai perusahaan. Karena profit yang tinggi
akan memberikan indikasi prospek perusahaan yang baik sehingga dapat memicu investor
untuk ikut meningkatkan permintaan saham. Permintaan saham yang meningkat akan
menyebabkan nilai perusahaan yang meningkat.
Copyright @ Tovan Affandi, Indra Cahya Kusuma, Didi
Perusahaan menganggap struktur modal sangat penting karena memiliki pengaruh
langsung terhadap posisi keuangan. struktur modal adalah framework yang
menggambarkan bagaimana ekuitas dan utang digunakan untuk membiayai operasi
perusahaan dengan mengoptimalkan keseimbangan antara risiko dan return yang
dihasilkan.
Dalam era globalisasi saat ini, perkembangan industri barang maupun jasa semakin
pesat yang menyebabkan persaingan menjadi ketat, sehingga perusahaan harus berlomba-
lomba untuk mencapai tujuannya. Adapun tujuan perusahaan yaitu memaksimalkan
kekayaan pemegang saham dan meningkatkan nilai perusahaan. nilai perusahaan membuat
investor dan kreditor lebih selektif dalam berinvestasi pada suatu perusahaan.
Pada penelitian terdahulu Faizra et al. (2022) Pengaruh Pertumbuhan Perusahaan,
Profitabilitas Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan Pada Perusahaan
Manufaktur Sub Sektor Barang Konsumsi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia. Hasil
penelitian ini menunjukkan bahwa pertumbuhan perusahaan dan profitabilitas secara
parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Sedangkan ukuran
perusahaan tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Perbedaan dengan penelitian
saat ini yaitu pada penelitian ini menggunakan variabel struktur modal dan tidak
mengunakan ukuran perusahaan.
Hamidy et al. (2015) Pengaruh Struktur Modal Terhadap Nilai Perusahaan Dengan
Profitabilitas Sebagai Variabel Intervening Pada Perusahaan Properti dan Real Estate Di
Bursa Efek Indonesia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel struktur modal dan
profitabilitas mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan.
Perbedaan dengan penelitian saat ini yaitu penelitian ini menggunakan variabel
Pertumbuhan Perusahaan.
Penelitian terdahulu ini umumnya telah menguji pengaruh pertumbuhan perusahaan,
profitabilitas dan struktur modal, namun penelitian terbaru ini menyatukan variabel-variabel
tersebut pada nilai perusahaan yang belum dipaparkan dalam penelitian sebelumnya.
Dengan demikian, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pertumbuhan
perusahaan, profitabilitas, dan struktur modal terhadap nilai perusahaan.
Kinerja perusahaan merupakan gambaran kinerja perusahaan periode tertentu. Dalam
penelitian ini rasio yang digunakan adalah Growth, ROE dan DER rasio untuk mengukur nilai
perusahaan adalah Tobin’s Q yang bertujuan untuk mengetahui kinerja perusahaan melalui
perkembangan saham, pengelolaan aktiva dan pertumbuhan investasi. Model paradigma
penelitian ditentukan berdasarkan kerangka pemikiran, apabila dituangkan dalam
Copyright @ Tovan Affandi, Indra Cahya Kusuma, Didi
hubungan antara variabel penelitian maka dapat diungkapkan dalam model pada Gambar
1.
Gambar 1. Model Penelitian
Signalling Theory
Teori sinyal (signalling theory) mengemukakakn bahwa manajemen atau agen sebagai
pemilik sekaligus yang memiliki keunggulan dalam memberikan suatu isyarat berupa
informasi yang menggambarkan keadaan perusahaan yang sesbenarnya (Spence, 1973).
Pertumbuhan Perusahaan
Pertumbuhan perusahaan merupakan ukuran seberapa jauh perusahaan mampu
menempatkan diri dalam sistem ekonomi secara keseluruhan untuk industri yang sama.
Pertumbuhan perusahaan menggambarkan kemampuan perusahaan dalam
mempertahankan kelangsungan hidupnya. pertumbuhan merupakan perubahan total aset,
baik berupa peningkatan maupun penurunan aset yang dialami perusahaan selama satu
periode. Semakin besar aset, diharapkan pula hasil operasional yang dihasilkan akan besar.
Dengan adanya pertumbuhan perusahaan mengindikasikan perkembangan usaha yang
positif sehingga mampu menarik minat investor untuk menambah modal bagi perusahaan
(Kasmir, 2010:116).
Profitabilitas
Profitabilitas merupakan rasio keuntungan atau rasio profitabilitas yaitu rasio yang
menunjukan kemampuan perusahaan dalam mencetak laba. Untuk para pemegang saham,
rasio ini menunjukan tingkat penghasilan mereka dalam berinvestasi (Munawir, 2010:70).
Struktur Modal
Struktur modal merupakan bagian dari struktur keuangan yang mencerminkan
perimbangan (absolut maupun relatif) antara keseluruhan modal eksternal (baik jangka
Copyright @ Tovan Affandi, Indra Cahya Kusuma, Didi
pendek maupun jangka panjang) dengan jumlah modal sendiri. Per definisi, struktur modal
merupakan kombinasi hutang dan ekuitas dalam struktur keuangan jangka panjang
perusahaan (Riyanto, 1999).
Nilai Perusahaan
Nilai perusahaan sering dikaitkan dengan harga saham yang pengukurannya dapat
dilakukan dengan mengamati perkembangan harga saham di bursa, jika harga saham
meningkat, artinya nilai perusahaan pun meningkat. Harga saham yang terus meningkat
menunjukkan bahwa kebanyakan masyarakat percaya terhadap perusahaan sehingga
masyarakat mau membayar lebih tinggi, hal ini sesuai dengan harapan masyarakat untuk
mendapatkan return yang tinggi pula. Nilai perusahaan yang meningkat merupakan sebuah
prestasi karena dengan meningkatnya nilai perusahaan, maka pemiliknya pun akan
meningkat. Kekayaan pemegang saham dan perusahaan dipresentasikan oleh harga pasar
dari saham yang merupakan cerminan keputusan investasi pendanaan dan manajemen aset
(Indrarini, 2019:15).
METODE PENELITIAN
Objek pada penelitian ini yaitu laporan keuangan tahunan perusahaan makanan dan
minuman. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kuantitatif. Peneliti
menekankan pada masalah yang sebenarnya dan penelitian yang mendeskripsikan
pengaruh pertumbuhan perusahaan, profitabilitas, dan struktur modal terhadap nilai
perusahaan makanan dan minuman. Purposive sampling digunakan untuk menentukan
sampel penelitian dengan kriteria tertentu pada perusahaan makanan dan minuman yang
tercatat di BEI pada tahun 2019-2023 dan menghasilkan 12 perusahaan dengan laporan
keuangan selama 5 tahun berturut-turut.
Pada penelitian ini, peneliti menggunakan teknik pengambilan sampel jenis purposive
sampling. Purposive sampling merupakan teknik pengambilan sampel dengan
pertimbangan tertentu. Kriteria sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu:
a. Perusahaan yang termasuk sektor industri makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa
Efek Indonesia tahun 2019-2023.
b. Perusahaan yang termasuk sektor industri makanan dan minuman tidak melakukan
penghapusan perusahaan (delisting) dan pindah sektor selama penelitian.
c. Perusahaan menyediakan laporan keuangan berturut-turut pada tahun 2019-2023
d. Perusahaan memiliki rincian data terkait variabel yang akan diteliti pada laporan
keuangan yang telah diaudit dan dipublikasikan pada website BEI atau laman
perusahaan.
Copyright @ Tovan Affandi, Indra Cahya Kusuma, Didi
Berdasarkan rumusan masalah penelitian ini, maka model penelitian yang digunakan
adalah sebagai berikut:
Model = Y = a + βX1 + βX2 + βX3 + e
Y = nilai perusahaan
a = konstanta
β = koefisien regresi
X1 = pertumbuhan perusahaan
X2 = profitabilitas
X3 = struktur modal
e = error
HASIL DAN PEMBAHASAN
Statistik Deskriptif
Tabel 1. Statistik Deskriptif
Nilai Pertumbuhan Profitabilitas Struktur
Perusahaan Perusahaan Modal
Mean 2.593210 0.093855 0.172550 0.813308
Maximum 12.33820 1.676100 1.454800 2.144100
Minimum 0.724700 -0.140500 -0.684500 -2.127300
Standar 2.057059 0.251421 0.283064 0.668533
Deviasi
Observations 60 60 60 60
Sumber: Data Diolah Eviews 12, 2024
1. Variabel nilai perusahaan dari 12 perusahaan selama 5 tahun (2019-2023) dengan
nilai rata-rata sebesar 2,59 dan nilai rasio tertinggi sebesar 12,3 pada PT Multi Bintang
Indonesia Tbk tahun 2019 dan nilai rasio terendah sebesar 0,72 Sekar Bumi Tbk tahun
2023. Nilai standar deviasi 2,05 lebih kecil dari nilai rata-rata 2,59 yang artinya data
tersebut terdistribusi secara normal. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa
perusahaan dengan nilai perusahaan tinggi, maka semakin besar kemungkinan
investor untuk memberikan dana pada perusahaan tersebut.
2. Variabel pertumbuhan perusahaan dengan nilai rata-rata rasio 0,09 dan nilai tertinggi
sebesar 1,67 pada PT Indofood CBP sukses makmur Tbk tahun 2020 dan nilai rasio
terendah sebesar -0,14 PT Delta djakarta Tbk tahun 2020. Nilai standar deviasi 0,25
lebih besar dari nilai rata-rata 0,09 yang artinya data terdistribusi secara tidak normal.
Pertumbuhan perusahaan mencerminkan seberapa tinggi pertumbuhan aset
Copyright @ Tovan Affandi, Indra Cahya Kusuma, Didi
perusahaaan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa perusahaan dengan
pertumbuhan perusahaaan tinggi merupakan perusahaan yang memiliki aset yang
terus bertambah.
3. Variabel profitabilitas dengan nilai rata-rata 0,17 dan nilai rasio tertinggi sebesar 1,45
pada PT FKS food sejahtera tahun 2020 dan nilai rasio terendah -0,68 pada PT FKS
food sejahtera tahun 2019. Nilai standar deviasi 0,28 lebih besar dari nilai rata-rata
0,17 yang artinya data terdistribusi secara tidak normal. Profitabilitas mencerminkan
seberapa return yang dihasilkan atas setiap investasi dalam bentuk modal. Dengan
demikian dapat disimpulkan bahwa perusahaan dengan profitabilitas tinggi
merupakan perusahaan yang produktif untuk menghasilkan laba yang tinggi.
4. Variabel struktur modal dengan nilai rasio rata-rata sebesar 0,81 dan nilai rasio
tertinggi sebesar 2,14 pada PT Multi bintang indonesia Tbk tahun 2022 dan nilai rasio
terendah sebesar -2,12 pada PT FKS food sejahtera tahun 2019. Nilai standar deviasi
0,66 lebih kecil dari nilai rata-rata 0,81 yang artinya data terdistribusi secara normal.
Struktur modal ini menunjukkan utang perusahaan atas pembiayaan modal usaha
yang dilakukan oleh perusahaan untuk mendukung kegiatan operasionalisasi
perusahaan.
Uji Normalitas
14
Series: Sta ndardi zed Resi duals
12 Sa mpl e 2019 2023
Obs erva ti ons 60
10
Mea n -3.70e-18
8 Medi a n -0.068861
Ma xi mum 4.147235
6 Mi ni mum -2.435918
Std. Dev. 0.787584
4 Skewnes s 2.030517
Kurtos i s 15.26162
2
Ja rque-Bera 417.0983
0 Proba bi l i ty 0.000000
-2 -1 0 1 2 3 4
Gambar 2. Hasil Uji Normalitas
Sumber: Data Diolah Eviews 12, 2024
Pada Gambar 2, dapat dilihat bahwa nilai Jarque-Bera yaitu sebesar 417,0983 dengan
nilai probability sebesar 0,000000. Nilai probability 0,000000< 0,05, maka dapat disimpulkan
bahwa data tersebut tidak terdistribusi secara normal.
Copyright @ Tovan Affandi, Indra Cahya Kusuma, Didi
Uji Multikolinearitas
Tabel 2. Hasil Uji Multikolinearitas
Pertumbuhan Profitabilitas Struktur
Perusahaan Modal
Pertumbuhan 1 0,038977 0,014728
Perusahaan
Profitabilitas 0,038977 1 0,373514
Struktur Modal 0,014728 0,373514 1
Sumber: Data Diolah Eviews 12, 2024
1. Hubungan antara pertumbuhan perusahaan dengan profitabilitas dan sebaliknya
memiliki nilai sebesar 0,038977. Hasil korelasi kedua variabel tersebut mengindikasikan
bahwa tidak terjadi multikolinearitas karena memiliki nilai korelasi dibawah 0,70.
2. Hubungan antara pertumbuhan perusahaan dengan struktur modal dan sebaliknya
memiliki nilai sebesar 0,014728. Hasil korelasi kedua variabel tersebut mengindikasikan
bahwa tidak terjadi multikolinearitas karena memiliki nilai korelasi dibawah 0,70.
3. Hubungan antara profitabilitas dengan struktur modal dan sebaliknya memiliki nilai
sebesar 0,373514. Hasil korelasi kedua variabel tersebut mengindikasikan bahwa tidak
terjadi multikolinearitas karena memiliki nilai korelasi dibawah 0,70.
Uji Autokorelasi
Tabel 3. Uji Autokorelasi
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Probability
Pertumbuhan -0,045183 0,533123 - 0,9328
Perusahaan 0,084752
Profitabilitas 1,545617 0,658741 2,346321 0,0234
Struktur -0,900019 0,350687 - 0,0137
Modal 2,566445
C 3,062742 0,263709 11,61411 0,0000
R-squared 0,853412 Mean dependent 2,593209
var
Adjusted R- 0,807807 S.D. dependent var 2,057063
squared
S. E. of regression 0,901814 Akaike info criterion 2,843500
Sum squared resid 36,59705 Schwarz criterion 3,367086
Copyright @ Tovan Affandi, Indra Cahya Kusuma, Didi
Log likehood - Hannan-Quinn crit. 3,048303
70,30500
F-statistic 18,71303 Durbin-Watson stat 1,082435
Prob (F-statistic) 0,000000
Sumber: Data Diolah Eviews 12, 2024
Berdasarkan Tabel 3, nilai Durbin-Watson Stat sebesar 1,082435, nilai ini akan
dikonfirmasi dengan interpolasi tabel Durbin-Watson. Pada Tabel DW dengan jumlah
sampel penelitian (n) 60 dan jumlah variabel bebas (k) 3, maka diperoleh dL 1,4797 dan dU
1,6889 yang selanjutnya akan dibuat interpolasi sebagai berikut.
Gambar 3. Interpolasi Uji Autokorelasi Durbin-Watson
Sumber: Data diolah
Model regresi yang diajukan bahwa H0 ditolak dan tidak terjadi gejala autokorelasi
positif karena koefisien Durbin-Watson Stat < 1,4797 dimana syarat H0 ditolak adalah 0 < d
< dL atau dari hasil uji autokorelasi Durbin-Watson yaitu 0 < 1,082435< 1,4797.
Uji Heteroskedastisitas
Uji heteroskedastisitas menggunakan teknik pengujian Glejser dilakukan dengan
meregresikan semua variabel independen dengan nilai residual yang telah diabsolutkan.
Kriteria pengambilan keputusan dilakukan dengan melihat taraf signifikansi masing-masing
variabel. Suatu model diasumsikan tidak terjadi gejala heteroskedastisitas jika taraf
signifikansi masing-masing variabel lebih besar dari 0,05 (tidak boleh signifikan). Berikut
hasil uji heteroskedastisitas variabel independen dengan nilai absolut residual.
Tabel 4. Hasil Uji Heteroskedastisitas dengan Nilai Absolut Residual Model
Korelasi Critical
No Probability Keputusan
Variabel Value
Pertumbuhan Bebas gejala
1 0,6942 0,05
Perusahaan heteroskedastisitas
Terjadi gejala
2 Profitabilitas 0,0005 0,05
heteroskedastisitas
Copyright @ Tovan Affandi, Indra Cahya Kusuma, Didi
Struktur Bebas gejala
3 0,0792 0,05
Modal heteroskedastisitas
Sumber: Data diolah Eviews 12, 2024
Identifikasi Pemilihan Model
Berdasarkan hasil pemilihan model regresi data panel yang dilakukan melalui uji
chow, uji hausman maka dapat disimpulkan bahwa metode estimasi regresi data panel yang
digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
Tabel 5. Hasil Kesimpulan Pengujian Pemilihan Model
No. Metode Pengujian Hasil
1 Uji Chow CEM vs FEM FEM
2 Uji Hausman FEM vs REM FEM
Sumber: Data Diolah
Berdasarkan hasil pemilihan model dari ketiga uji model data maka dapat disimpulkan
bahwa model regresi data panel yang digunakan adalah Fixed Effect Model (FEM) untuk
menganalisis data dalam penelitian.
Uji Kecocokan Model
Uji kecocokan model pada penelitian ini menggunakan taraf signifikansi 5% untuk
menekankan kesalahan seminimal mungkin dalam menyimpulkan hasil penelitian.
Tabel 6. Hasil Uji Kecocokan Model (Goodness Of Fit)
Variable Coefficient Std. t- Prob.
Error Statistic
Pertumbuhan -0,045187 0,533112 - 0,9328
Perusahaan 0,084762
Profiitabilitas 1,545688 0,658756 2,34637 0,0234
4
Struktur -0,900050 0,350696 - 0,0137
Modal 2,56646
5
C 3,062760 0,263710 11,61412 0,0000
R-squared 0,853413 Mean dependent 2,593210
Adjusted R- 0,807808 var 2,057059
squared 0,901808 S.D. dependent 2,843487
S.E. of regression 36,59658 var 3,367073
Sum squared resid -70,30462 Akaike info 3,048291
Log likelihood 18,71323 criterion 1,082447
Copyright @ Tovan Affandi, Indra Cahya Kusuma, Didi
F-statistic 0,000000 Schwarz criterion
Prob (F-statistic) Hannan-Quinn
crit.
Durbin-Watson
stat
Sumber: Data Diolah Eviews 12, 2024
1. Uji Koefisien Signifikansi (R2) dan Adjusted (R2)
Berdasarkan Tabel 6, nilai adjusted r-squared sebesar 0,807808 atau 80,78%. Hal ini
menunjukkan bahwa variabel pertumbuhan perusahaan, profitabilitas, dan struktur modal
mampu menjelaskan variabel nilai perusahaan sebesar 80,78% sedangkan sisanya sebesar
19.22% dapat dijelaskan oleh variabel-variabel yang tidak dimasukkan dalam model
penelitian.
2. Uji Signifikansi Parameter Simultan F (Uji Stastistik F)
Berdasarkan Tabel 6, nilai F-statistik yaitu 18,71323. Untuk jumlah variabel independen
3 (Pertumbuhan perusahaan, profitabilitas, dan struktur modal) maka df1 = 3, untuk jumlah
sampel observasi sebanyak 60 dan jumlah variabel bebas dan terikat sebanyak 4 (Nilai
perusahaan, pertumbuhan perusahaan, profitabilitas, dan struktur modal) maka df2 adalah
60-4=56, maka nilai F-tabel sebesar 2,77. Berdasarkan Tabel 4.6 F-statistik dengan nilai
18,71323 > F-tabel dengan nilai 2,77. Sehingga dapat disimpulkan semua variabel
independen yang terdiri dari pertumbuhan perusahaan, profitabilitas, dan struktur modal
berpengaruh simultan signifikan terhadap variabel nilai perusahaan pada tingkat signifikansi
5%.
3. Uji Signifikansi Parameter Individual (Uji Statistik t)
Pengambilan keputusan diambil berdasarkan nilai z dengan nilai 1,65 pada taraf
signifikansi 10%, nilai 1,96 pada taraf signifikansi 5% dan nilai 2,58 pada taraf signifikansi 1%.
a. Berdasarkan Tabel 6, variabel pertumbuhan perusahaan memiliki nilai t-Statistik sebesar
-0,084762> -1,96, artinya variabel pertumbuhan perusahaan tidak berpengaruh
signifikan terhadap variabel nilai perusahaan.
b. Berdasarkan Tabel 6, variabel profitabilitas memiliki nilai t-Statistik sebesar 2,346374 >
1,96, artinya variabel profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap variabel nilai
perusahaan.
c. Berdasarkan tabel 6, variabel struktur modal memiliki nilai t-Statistik sebesar -2,566465<
-1,96, artinya variabel struktur modal berpengaruh negatif signifikan terhadap variabel
nilai perusahaan.
Copyright @ Tovan Affandi, Indra Cahya Kusuma, Didi
Uji Hipotesis
Tabel 7. Uji Hipotesis
Variabel thitun Probabilitas
g
thitung ttabel Kep. Prob. Sig. Kep.
Pertumbuhan - - H0 0,932 0,0 H0
Perusahaan→Nil 0.08476 1,96 diterim 8 5 diterim
ai Perusahaan 2 a a
Profitabilitas→Nil 2,34637 1,96 H0 0,023 0,0 H0
ai Perusahaan 4 ditolak 4 5 ditolak
Struktur - - H0 0,013 0,0 H0
Modal→Nilai 2,56646 1,96 ditolak 7 5 ditolak
Perusahaan 5
Sumber: Data Diolah Eviews 12, 2024
1. Variabel pertumbuhan perusahaan pada variabel nilai perusahaan dengan nilai
signifikansi sebesar 0,9328 > 0,05 dengan H 0 diterima dan Ha (hipotesis) ditolak yang
menunjukkan bahwa pertumbuhan perusahaan tidak berpengaruh pada nilai perusahaan
yang diukur dengan Tobin’s Q.
2. Variabel profitabilitas pada variabel nilai perusahaan dengan nilai signifikansi sebesar
0,0234 < 0,05 dengan H0 ditolak dan Ha (hipotesis) diterima yang menunjukkan bahwa
penerapan profitabilitas berpengaruh positif pada nilai perusahaan yang diukur dengan
Tobin’s Q.
3. Variabel struktur modal pada variabel nilai perusahaan dengan nilai signifikansi sebesar
0,0137 < 0,05 dengan H0 ditolak dan Ha (hipotesis) diterima yang menunjukkan bahwa
struktur modal berpengaruh pada nilai perusahaan yang diukur dengan Tobin’s Q
SIMPULAN
Berdasarkan hasil analisis, pengujian dan pembahasan yang telah diuraikan maka
pertumbuhan perusahaan, profitabilitas, dan struktur modal secara bersama-sama
berpengaruh terhadap nilai perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia pada tahun 2019-2023. Keterbatasan penelitian ini terletak pada objek
perusahaan, yaitu hanya menggunakan perusahaan sektor makanan dan minuman dalam
periode 2019-2023. Selain itu, penelitian ini juga hanya menggunakan variabel
pertumbuhan perusahaan, profitabilitas, struktur modal, dan nilai perusahaan. Peran dari
variabel lain sangat diperlukan untuk mengoptimalkan hasil penelitian selanjutnya.
Penelitian selanjutnya diharapkan dapat memperluas penelitian dengan menambahkan
Copyright @ Tovan Affandi, Indra Cahya Kusuma, Didi
variabel ataupun dengan menggunakan perusahaan pada sektor lain seperti perusahaan
pertambangan, pertanian dan lainnya.
DAFTAR PUSTAKA
Antoro, W., Sanusi, A., & Asih, P. (2020). The Effect of Profitability, Company Size, Company
Growth on Firm Value Through Capital Structure in Food and Beverage Companies on
the Indonesia Stock Exchange 2014-2018 Period. International Journal of Advances in
Scientific Research and Engineering, 6(09), 36-43.
Brigham, F. E., & J. F. Houston. (2011). Dasar-dasar Manajemen Keuangan. Edisi Sebelas.
Salemba Empat. Jakarta.
Dada, A. O., & Ghazali, Z. (2016). The impact of capital structure on firm performance:
Empirical evidence from Nigeria. IOSR Journal of Economics and Finance, 7(04), 23-
30.
Faizra, Y, L., Lubis, P, A., Ifazah, L. (2022). Pengaruh Pertumbuhan Perusahaan, Profitabilitas
Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan Pada Nilai Perusahaan
Manufaktur Sub Sektor Barang Konsumsi Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
Jurnal Riset Akuntansi dan Bisnis. Vol. 22, No 2. ISSN 1693-7597 (Print) ISSN 2623-2650
(online), 176-188.
Handono, M. 2009. Inti sari manajemen keuangan.
Hamidy, R, R., Wiksuana, I, G, B., Artini, L, G, S. (2015). Pengaruh Struktur Modal Terhadap
Nilai Perusahaan Dengan Profitabilitas Sebagai Variabel Intervening Pada Perusahaan
Properti Dan Real Estate Di Bursa Efek Indonesia. E-Jurnal Ekonomi dan Bisnis
Universitas Udayana. Vol. 4. No. 10. ISSN 2337-3067. 665-682.
Indrarini, Silvia. 2019. Nilai Perusahaan Melalui Kualitas Laba (Good Corporate & Kebijakan
Perusahaan). Surabaya: Scopindo Media Pustaka.
Kasmir. (2014). Analisis Laporan Keuangan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Munawir. (2010). Analisa Laporan Keuangan. Yogyakarta: Liberty.
Pakpahan, Rosma. (2010). Pengaruh Faktor-Faktor Fundamental Perusahaan dan Kebijakan
Dividen Terhadap Nilai Perusahaan. Jurnal Ekonomi, Keuangan, Perbankan dan
Akuntansi, Vol.2 No.2, Hlm.211- 227.
Riyanto, Bambang 1999. Dasar-dasar Pembelanjaan Perusahaan, Edisi ke empat, BPFE,
Yogyakarta.
Soliha. E dan Taswan. 2002. “Pengaruh Kebijakan Hutang terhadap Nilai Perusahaan Serta
Beberapa Faktor yang Mempengaruhinya. Jurnal Bisnis dan Ekonomi. Vol.9 No.2.
September: 149-163.
Copyright @ Tovan Affandi, Indra Cahya Kusuma, Didi
Spence, Michael. 1973. Job Market Signalling. The Quarterly Journal of Economics. Vol 87
No 3. Page 355-374. The MIT Press.
Copyright @ Tovan Affandi, Indra Cahya Kusuma, Didi