0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
44 tayangan39 halaman

Contoh MAC dan IP Address Dasar

Dokumen ini menjelaskan tentang pengalamatan IP dan MAC dalam jaringan komputer, termasuk definisi, konversi antara biner dan desimal, serta penggunaan netmask. Terdapat penjelasan mengenai tipe IP Address, baik versi 4 maupun versi 6, dan cara menghitung Network ID, Host ID, dan Broadcast Address. Selain itu, dokumen ini juga memberikan contoh alokasi IP Address dan netmask yang relevan.

Diunggah oleh

Simat Hubdamjaya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
44 tayangan39 halaman

Contoh MAC dan IP Address Dasar

Dokumen ini menjelaskan tentang pengalamatan IP dan MAC dalam jaringan komputer, termasuk definisi, konversi antara biner dan desimal, serta penggunaan netmask. Terdapat penjelasan mengenai tipe IP Address, baik versi 4 maupun versi 6, dan cara menghitung Network ID, Host ID, dan Broadcast Address. Selain itu, dokumen ini juga memberikan contoh alokasi IP Address dan netmask yang relevan.

Diunggah oleh

Simat Hubdamjaya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

IP Address

Certified Mikrotik Training Basic Class


Organized by: Citraweb Solusi Teknologi
[Link]
MAC Address
¢ MAC = Media Access Control
¢ Digunakan sebagai identitas yang unik dari setiap
interface hardware, yang merupakan identitas untuk
berkomunikasi di OSI layer 2.
¢ Sebagian bit merupakan identitas pabrik pembuat
hardware
¢ 48 bit hex. Contoh: “AA:BB:CC:DD:EE:FF”
¢ Jika sebuah router memiliki 3 interface fisik, maka
akan memiliki 3 buah mac address
¢ Untuk virtual interface (VLAN, EoIP) maka
ditambahkan mac address virtual.

03-2 Mikrotik Indonesia [Link] 1/13/20


MAC Address

03-3 Mikrotik Indonesia [Link] 1/13/20


Hexadecimal
o Bilangan Hexadecimal (heksadesimal) merupakan
bilangan berbasis16
o Digit angka yang digunakan adalah
0,1,2…8,9,A,B…E,F
o Huruf A s/d F merupakan nilai untuk 10 s/d 15
desimal

o Contoh konversi ke decimal


o F516=…10?
o (15x161)+(5x160)=24510

00-4 Mikrotik Indonesia [Link] 1/13/20


IP Address
¢ Pengalamatan internet menggunakan IP
Address.
¢ Setiap komputer/server/gadget yang kita
gunakan dan terkoneksi ke jaringan, pasti
memiliki IP address
¢ Tipe IP Address:
l IP Address versi 4
• Contoh: [Link]
l IP Address versi 6
Contoh:
FFEE:0100:ABCD:6789:FFEE:0100:ABCD:6789

03-5 Mikrotik Indonesia [Link] 1/13/20


IPv4

[Link]
¢ Terdiri dari 4 bagian, dengan pemisah
tanda “.”
¢ Masing-masing bagian, merupakan angka
desimal 0-255

03-6 Mikrotik Indonesia [Link] 1/13/20


Quizz
¢ Apakah IP address berikut ini dalam bentuk
yang valid?
l [Link]
l [Link]
l 192.168.176
l [Link]
l [Link]
l [Link]

03-7 Mikrotik Indonesia [Link] 1/13/20


IP Address
¢ Adalah sistem pengalamatan setiap host yang
terhubung ke jaringan
¢ Saat ini IP Address yang banyak digunakan adalah
IP versi 4. (32 bits / 4 bytes) - 4,294,967,296 hosts

03-8 Mikrotik Indonesia [Link] 1/13/20


Binary
o Bilangan Binary (Biner) merupakan bilangan berbasis 2
o Digit angka yang digunakan adalah 0 dan 1
o Dalam jaringan komputer semua data yang
ditransmisikan akan diubah ke dalam bentuk biner.

o Contoh bilangan biner : 1001010101111


o Contoh konversi ke decimal :
o 101102 = …10?
o (1x24) + (0x23) + (1x22) + (1x21) + (0x20) =2210

00-9 Mikrotik Indonesia [Link] 1/13/20


Konversi Biner to Decimal
Contoh : 1110102 = … 10 ?
o Bisa dilakukan perhitungan sebagai berikut :
1110102 = (1x25) + (1x24) + (1x23) + (0x22) + (1x21) + (0x20)
= 32 + 16 + 8 + 0 + 2 + 0
= 5810

Biner 1 1 1 0 1 0
Perkalian 25 24 23 22 21 20
Hasil 32 16 8 0 2 0
Desimal 58

00-10 Mikrotik Indonesia [Link] 1/13/20


Konversi Dec to Biner
¢ Contoh : 5810=…2 ?
Pembagi Nilai Sisa
o Dapat dilakukan dengan 58
membagi bilangan desimal 2 0
dengan angka 2 (Basis Biner) 29
secara berulang. 2 1
14
o Sisa pembagian ditulis dari 2 0
bawah ke atas 7
2 1
o Sehingga hasilnya :
3
o 5810 = 1110102
2 1
1
2 1
0

00-11 Mikrotik Indonesia [Link] 1/13/20


Alamat IPv4 – Konversi
o Jika pada sebuah octet semua angka biner bernilai satu, maka
nilai desimal dalam octet tersebut adalah 255
o Cara konversi dari biner ke desimal, sama dengan cara konversi
yang sudah dipelajari sebelumnya

00-12 Mikrotik Indonesia [Link] 1/13/20


Alamat IPv4 – Konversi
o Dalam prakteknya, nilai desimal setiap octet akan
berbeda
o Contoh IP [Link].
o Jika dikonversi ke biner maka akan menjadi
172 16 254 1
10101100 00010000 11111110 00000001
27+0+25+0+23+22+0+0 0+0+0+24+0+0+0+0+0 27+26+25+24+23+22+21+0 0+0+0+0+0+0+0+20

128+0+32+0+8+4+0+0 0+0+0+16+0+0+0+0+0 128+64+32+16+8+4+2+0 0+0+0+0+0+0+0+1

00-13 Mikrotik Indonesia [Link] 1/13/20


IPv4 – Netmask
o Netmask merupakan nilai yang dibentuk dari angka
biner 32 bits, sama seperti IP Address.
o Sering juga disebut “subnet mask”
o Fungsi dari Netmask adalah:
o Menentukan besarnya segmen jaringan.
o Membedakan network id dan host id pada alamat IP
o Menentukan letak suatu host, apakah di jaringan
(segmen) yang sama atau tidak
o Contoh : [Link]

00-14 Mikrotik Indonesia [Link] 1/13/20


Alamat IPv4 – Netmask
o Alamat IP yang dimiliki oleh sebuah host dapat dibagi dengan
menggunakan Netmask jaringan ke dalam 3 bagian, yakni:
o Network ID, Semua host dalam satu network memiliki network
address yang sama. Network address merupakan IP pertama
dalam sebuah subnet IP
o Host ID, IP address yang dapat dipasang ke sebuah perangkat
jaringan seperti komputer atau router agar dapat saling
interkoneksi. Dalam sebuah network tidak boleh ada host IP
yang sama.
o Broadcast address, jenis IP address yang digunakan untuk
mengirim data ke semua host yang masih berada dalam satu
network. Broadcast address adalah ip terakhir dalam sebuah
subnet IP.

00-15 Mikrotik Indonesia [Link] 1/13/20


Penyederhanaan Pengertian
Alamat IP
o IP Host = No rumah
o Network Address = Nama jalan / Blok
o Netmask = Jumlah Quota Kapling rumah
o HostMin = No Rumah paling ujung depan
o HostMax = No Rumah paling belakang
o Broadcast = Speaker balai RT, yang jika kita mengirim
pesan / berbicara, maka semua rumah akan
mendapatkan pesan / mendengar pengumuman

00-16 Mikrotik Indonesia [Link] 1/13/20


[Link]/29
[Link]/29

[Link] Network-ID

[Link]

[Link]

[Link] Host-ID

[Link]

[Link]

[Link]

[Link] Broadcast Address

03-17 Mikrotik Indonesia [Link] 1/13/20


Prefix - Netmask
Prefix Netmask Prefix Netmask Prefix Netmask

/0 [Link] /11 [Link] /22 [Link]


/1 [Link] /12 [Link] /23 [Link]
/2 [Link] /13 [Link] /24 [Link]
/3 [Link] /14 [Link] /25 [Link]
/4 [Link] /15 [Link] /26 [Link]
/5 [Link] /16 [Link] /27 [Link]
/6 [Link] /17 [Link] /28 [Link]
/7 [Link] /18 [Link] /29 [Link]
/8 [Link] /19 [Link] /30 [Link]
/9 [Link] /20 [Link] /31 [Link]
/10 [Link] /21 [Link] /32 [Link]

03-18 Mikrotik Indonesia [Link] 1/13/20


Subnet
Subnet Mask Prefix No of IP Usable IP
[Link] /24 256 254
[Link] /25 128 126
[Link] /26 64 62
[Link] /27 32 30
[Link] /28 16 14
[Link] /29 8 6
[Link] /30 4 2
[Link] /31 2 -
[Link] /32 1 -

00-19 Mikrotik Indonesia [Link] 1/13/20


Contoh Netmask /24
¢ IP Address : [Link]/24
¢ Atau :
l IP Address : [Link]
l Netmask : [Link]
¢ Range : [Link] – [Link]
¢ Network Address : [Link]
¢ Broadcast Address : [Link]
¢ Jumlah IP : 256
¢ Jumlah Host : 254
03-20 Mikrotik Indonesia [Link] 1/13/20
Contoh Netmask /16
¢ IP Address : [Link]/16
¢ Atau :
l IP Address : [Link]
l Netmask : [Link]
¢ Range : [Link] – [Link]
¢ Network Address : [Link]
¢ Broadcast Address : [Link]
¢ Jumlah IP : 256
¢ Jumlah Host : 254
03-21 Mikrotik Indonesia [Link] 1/13/20
Alamat IP – Detail Info
¢ Contoh Alokasi IP Address :
o IP Address : [Link]
o Netmask : [Link]

¢ Perhitungan range host dapat dilakukan dengan langkah berikut


:
- Konversikan IP Address dan Netmask dari Desimal ke Biner
IP Address 11000000.10101000.00000000.00000011 [Link]
Netmask 11111111.11111111.11111111.00000000 [Link]

Dari langkah ini dapat dilihat bahwa Host-Id pada alokasi ip


address tersebut adalah 8 bit terakhir
NetworkID HostID

00-22 Mikrotik Indonesia [Link] 1/13/20


Alamat IP
2. Hitung Network-Id dengan mengubah host-id = 0
IP Network 11000000.10101000.00000000.00000000 [Link]
Netmask 11111111.11111111.11111111.00000000 [Link]

3. Hitung Broadcast dengan mengubah host-id = 1


IP 11000000.10101000.00000000.11111111 [Link]
Broadcast
Netmask 11111111.11111111.11111111.00000000 [Link]

4. Maka, range Host IP Address akan langsung dapat dihitung


Host Min 11000000.10101000.00000000.00000001 [Link]
Host Max 11000000.10101000.00000000.11111110 [Link]

00-23 Mikrotik Indonesia [Link] 1/13/20


IP Subneting
o Merupakan mekanisme perhitungan pembagian
network menjadi skala yang lebih kecil (Subnet)
o Biasa diterapkan dengan mengubah nilai Netmask
o Contoh :
o Di sebuah kantor ingin menerapkan jaringan komputer
dengan 60 PC.
o Artinya sebenarnya hanya membutuhkan 60 host IP
pada jaringan tersebut
o IP =[Link] Netmask = [Link], maka
maksimal host IP = 254
o Untuk alasan keamanan dan efisiensi, maka jumlah
host ip akan dikurangi dari 254 menjadi ± 60 IP

00-24 Mikrotik Indonesia [Link] 1/13/20


IP Subneting
o Kebutuhan IP
o 6010 = 1111002 (6 Bits Binary)

o Netmask
Desimal 255 255 255 0
Netmask 11111111 11111111 11111111 00000000
Host-Id 8 Bits

o Subneting
Desimal 255 255 255 192
Netmask 11111111 11111111 11111111 11000000
Host-Id 6 Bits

00-25 Mikrotik Indonesia [Link] 1/13/20


IP Subneting
o Maka, jaringan tersebut dapat menggunakan
sebanyak 62 Host IP Address, dengan detail :
o Netmask : [Link]
o Network : [Link]
o Range Host IP : [Link] - [Link]
o Broadcast : [Link]

00-26 Mikrotik Indonesia [Link] 1/13/20


CIDR (Classless Inter-Domain
Routing)
o CIDR merupakan cara alternatif baru untuk
merepresentasikan alamat IP dan subnet IP
o CIDR disebut juga Supernetting atau Prefix
o Selain mengurangi alokasi IP address, dengan cara yang
sama dapat digunakan untuk keperluan sebaliknya, yakni
menambah alokasi IP address
o .

00-27 Mikrotik Indonesia [Link] 1/13/20


CIDR
¢ Contoh : /24 disebut dengan prefix,
¢ IP Address : [Link]/24 Menunjukkan berapa banyak bits yang
memiliki nilai biner 1 dalam sebuah
subnetmask
¢ Maka, perhitungan sbb :
IP Address 11000000.10101000.00000000.00000011 [Link]
Netmask 11111111.11111111.11111111.00000000 [Link]
IP Network 11000000.10101000.00000000.00000000 [Link]
IP Host Min 11000000.10101000.00000000.00000001 [Link]
IP Host Max 11000000.10101000.00000000.11111110 [Link]
IP Broadcast 11000000.10101000.00000000.11111111 [Link]
Jumlah Host 254

NetworkID HostID

00-28 Mikrotik Indonesia [Link] 1/13/20


CIDR
¢ Contoh :
¢ IP Address : [Link]/27

¢ Maka, perhitungan sbb :


IP Address 11000000.10101000.00000000.00000100 [Link]
Netmask 11111111.11111111.11111111.11100000 [Link]
IP Network 11000000.10101000.00000000.00000000 [Link]
IP Host Min 11000000.10101000.00000000.00000001 [Link]
IP Host Max 11000000.10101000.00000000.11111110 [Link]
IP Broadcast 11000000.10101000.00000000.11111111 [Link]
Jumlah Host 30

NetworkID HostID

00-29 Mikrotik Indonesia [Link] 1/13/20


CIDR
¢ Contoh :
¢ IP Address : [Link]/23

¢ Maka, perhitungan sbb :


IP Address 11000000.10101000.00000001.00000100 [Link]
Netmask 11111111.11111111.11111110.00000000 [Link]
IP Network 11000000.10101000.00000000.00000000 [Link]
IP Host Min 11000000.10101000.00000000.00000001 [Link]
IP Host Max 11000000.10101000.00000001.11111110 [Link]
IP Broadcast 11000000.10101000.00000001.11111111 [Link]
Jumlah Host 510

NetworkID HostID

00-30 Mikrotik Indonesia [Link] 1/13/20


Subnet
o 2 buah perangkat dikatakan satu subnet / segmen, jika
keduanya menggunakan IP Address yang berasal dari
subnet yang sama

[Link]/27 [Link]/27

o Keduanya dapat terhubung langsung untuk


berkomunikasi menggunakan alamat IP

00-31 Mikrotik Indonesia [Link] 1/13/20


Subnet IP Address
¢ Perhitungan jumlah alamat IP dalam subnet juga
dapat dilakukan dengan cara berikut
¢ Subnet ….. 0 – 32
¢ Melambangkan jumlah IP dalam subnet tersebut
dengan rumus 2(32-x)
¢ Subnet 0 berarti semua IP Address

¢ Subnet 32 berarti 1 IP Address

03-32 Mikrotik Indonesia [Link] 1/13/20


IP Subneting (contoh 1)
¢ Contoh: [Link]/24
l Netmask : [Link]
l Prefix : /24
l IP Network : [Link]
l First HostIP: [Link]
l Last HostIP : [Link]
l Broadcast : [Link]
l HostIP : total IP di dalam Subnet (–) minus 2

03-33 Mikrotik Indonesia [Link] 1/13/20


IP Subneting (contoh 2)
¢ Contoh: [Link]/25
l Netmask : [Link]
l Prefix : /25
l IP Network : [Link]
l First HostIP: [Link]
l Last HostIP : [Link]
l Broadcast : [Link]
l HostIP : total IP di dalam Subnet (–) minus 2

03-34 Mikrotik Indonesia [Link] 1/13/20


Public and Private IP Address
¢ Public IP Address
IP Address yang dapat diakses di jaringan internet.
Kita bisa mendapatkan Public IP Address dari:
¢ Dipinjami/sewa dari ISP

¢ Alokasi dari APNIC/IDNIC ([Link])

¢ Private IP Address
IP Address yang diperuntukkan untuk jaringan lokal (tidak
dapat diakses di jaringan internet)
¢ [Link] – [Link] (10./8)
¢ [Link] – [Link] (172.16./12)
¢ [Link] – [Link] (192.168./16)

RFC1918 [Link]
03-35 Mikrotik Indonesia [Link] 1/13/20
IP Address Khusus Lainnya
RFC6890 April 2013 [Link]
IP Range Penggunaan RFC
1 [Link]/8 Self Identification RFC1122
2 [Link]/10 Shared Address Space RFC6598
3 [Link]/8 Loopback RFC1122
4 [Link]/16 Link Local RFC3927
5 [Link]/24 IETF Protocol Assignments RFC6890
6 [Link]/29 DS-Lite RFC6333
7 [Link]/24 Documentation (TEST-NET-1) RFC5737
8 [Link]/24 6to4 Relay Anycast RFC3068
9 [Link]/15 Benchmarking RFC2544
10 [Link]/24 Documentation (TEST-NET-2) RFC5737
11 [Link]/24 Documentation (TEST-NET-3) RFC5737
12 [Link]/4 Multicast RFC5771
13 [Link]/4 Reserved (Future Use) RFC1112
14 [Link]/32 Limited Broadcast RFC0919

03-36 Mikrotik Indonesia [Link] 1/13/20


Tentukanlah Network-ID dan IP Broadcastnya

No IP Address Prefix Network ID Broadcast


1 [Link] /24
2 [Link] /28
3 [Link] /27
4 [Link] /26
5 [Link] /25
6 [Link] /29
7 [Link] /27

03-37 Mikrotik Indonesia [Link] 1/13/20


Subneting
¢ Apakah IP Address ini, termasuk dalam
network?
IP Address Network
[Link] [Link]/24
[Link] [Link]/25
[Link] [Link]/27
[Link] [Link]/29
[Link] [Link]/23
[Link] [Link]/28
[Link] [Link]/16

03-38 Mikrotik Indonesia [Link] 1/13/20


Quizz
¢ Jika kita menggunakan blok IP
[Link]/25, ingin kita bagi menjadi
blok IP /29, berapakah IP network dari
subnet ke-tiga-nya?

03-39 Mikrotik Indonesia [Link] 1/14/20

Anda mungkin juga menyukai