0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan32 halaman

Tanggapan Raja Spanyol pada Columbus

Dokumen ini adalah modul ajar tentang kolonialisme dan imperialisme yang disusun untuk kelas XI di SMAN 2 Telukjambe Timur. Modul ini mencakup tujuan pembelajaran, kompetensi awal, dan kegiatan pembelajaran yang melibatkan analisis dan evaluasi kedatangan Bangsa Eropa ke Indonesia. Selain itu, terdapat penilaian dan pengayaan untuk mendukung proses belajar peserta didik.

Diunggah oleh

Shellymonica
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan32 halaman

Tanggapan Raja Spanyol pada Columbus

Dokumen ini adalah modul ajar tentang kolonialisme dan imperialisme yang disusun untuk kelas XI di SMAN 2 Telukjambe Timur. Modul ini mencakup tujuan pembelajaran, kompetensi awal, dan kegiatan pembelajaran yang melibatkan analisis dan evaluasi kedatangan Bangsa Eropa ke Indonesia. Selain itu, terdapat penilaian dan pengayaan untuk mendukung proses belajar peserta didik.

Diunggah oleh

Shellymonica
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PERANGKAT PEMBELAJARAN

KOLONIALISME DAN PERLAWANAN


BANGSA INDONESIA

DISUSUN OLEH

NAMA : EVI ZULFIAH


NIM : 24105666850
NO UKG : 202000803432
PRODI : PENDIDIKAN SEJARAH
INSTANSI : SMA2 TELUKJAMBE TIMUR

PENDIDIKAN PROFESI GURU TERTENTU TAHAP 1


UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
TAHUN 2025
MODUL AJAR
KOLONIALISME DAN IMPERIALISME

INFORMASI UMUM
A. IDENTITAS MODUL
Nama Penyusun : Evi Zulfiah

Satuan Pendidikan : SMAN 2 Telukjambe Timur

Fase / Kelas : F / XI
Mata Pelajaran : Sejarah
Alokasi Waktu : 2 JP (40 x 2) 80 Menit
Tahun Penyusunan : 2025 / 2026

B. KOMPETENSI AWAL
Peserta didik memahami pengertian kolonialisme dan imperialisme, tujuan Bangsa
Eropa melakukan petualangan, pelayaran dan penjelajahan samudra, latar belakang
masuknya Bangsa Eropa ke Indonesia dan Bangsa Eropa yang datang ke Indonesia.
C. PROFIL PELAJAR PANCASILA
Dengan mempelajari Kolonialimse dan Imperialisme Bangsa Eropa di Indonesia, peserta
didik diharapkan dapat :
1) Beriman, Bertakwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia
Peserta didik memulai kegiatan pembelajaran dengan berdo’a, memberikan salam
ketika guru memasuki ruangan kelas, menjawab pertanyaan guru dengan sopan
2) Berkebhinekaan Global
Memiliki pandangan yang positif dalam menerima perbedaan tanpa kehilangan jati
diri sebagai pemuda Indonesia
3) Gotong Royong
Melaksanakan kegiatan sosial berupa kerjasama dalam memecahkan sebuah
persoalan agar tercipta sebuah solusi yang tepat. Jiwa gotong royong pada materi
kolonialisme dan imperialisme diterapkan pada upaya pemecahan masalah
4) Mandiri
Sadar dan bertanggungjawab dalam rangka memahami materi kolonialisme dan
imperialisme
5) Kreatif
Memiliki keluwesan berpikir dalam memahami materi kolonialisme dan
imperialisme, menerapkan ide berpikir kreatif saat memberikan hasil analisis
pengamatan
6) Bernalar Kritis
Berpikir secara objektif dan keilmuan berdasarkan data dan fakta dalam memahami
kondisi materi kolonialisme dan imperialisme
D. SARANA DAN PRASARANA
1. Papan Tulis
2. Spidol
3. Laptop
4. LCD
5. Gawai
6. Buku Teks
7. Handout Materi
8. Akses Internet
9. Lembar Kerja
10. Referensi lain yang mendukung

E. TARGET PESERTA DIDIK


Kelas XI

F. MODEL PEMBELAJARAN
Blended Learning melalui model pembelajaran dengan menggunakan Project Based
Learning (PJBL) terintegrasi pembelajaran berdiferensiasi berbasis Social Emotional
Learning (SEL)

G. CAPAIAN PEMBELAJARAN
Peserta didik mampu menganalisis dan mengevaluasi tujuan, latar belakang Bangsa
Eropa melakukan penjelajahan samudra serta Bangsa Eropa yang datang ke Indonesia
mencari rempah-rempah.
KOMPONEN INTI
A. TUJUAN PEMBELAJARAN
Peserta didik mampu menganalisis perkembangan kolonialisme dan imperialisme,
tujuan Bangsa Eropa melakukan petualangan, pelayaran dan penjelajahan samudra,
latar belakang masuknya Bangsa Eropa ke Indonesia dan Bangsa Eropa yang datang ke
Indonesiamencari rempah-rempah serta mampu menyajikannya ke dalam bentuk
tulisan atau media lainnya
B. PEMAHAMAN BERMAKNA
Pembelajaran dengan muatan materi kolonialisme dan imperialisme di Indonesia akan
memberikan penguatan rasa nasionalisme dan melatih belajar sejarah secara kritis.
Peserta didik dalam pembelajaran tema ini dapat mengembangkan kemampuan
keterampilan konsep sejarah, keterampilan berpikir sejarah, keterampilan meneliti,
keterampilan praktis dan tumbuhnya jiwa kesadaran sejarah
C. PERTANYAAN PEMANTIK
1. Apa yang dimaksud dengan kolonialisme dan imperialisme?
2. Faktor apa sajakah yang melatar belakangi kedatangan Bangsa Eropa ke
Indonesia?
D. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Pertemuan 1
Materi : Kedatangan Bangsa Eropa Ke Indonesia
Tahap Deskripsi Kegiatan Alokasi
Pembelajaran Waktu
Kegiatan Pendahuluan
Orientasi 1. Guru dan peserta didik saling memberi dan 15 Menit
menjawab salam
2. Guru dan peserta didik berdo’a sebelum
memulai pembelajaran, dipimpin oleh salah
seorang peserta didik.
3. Guru mengecek kehadiran peserta didik

Pengkondisian 4. Guru menyiapkan fisik dan psikis peserta didik


Kelas sebelum kegiatan pembelajaran dengan
mengecek kerapihan, kebersihan dan
kelompok peserta didik
5. Guru meminta peserta didik untuk
mempersiapkan perlengkapan dan peralatan
yang diperlukan, seperti buku tulis, buku paket,
alat tulis, dll

Motivasi 6. Guru memberikan motivasi kepada peserta didik


agar selalu bersemangat dalam mengikuti
kegiatan pembelajaran dengan menyanyikan lagu
Dari Sabang Sampai Merauke, Lagu Pelajar
Pancasila dan melakukan ice breaking

Apersepsi 7. Guru mengajukan pertanyaan mengenai materi


sebelumnya yakni Kerajaan-Kerajaan Islam di
Indonesia
a. Dimanakah letak Kerajaan Islam pertama di
Indonesia?
b. Siapakah raja pertama Kerajaan Samudera
Pasai?
c. Kerajaan Islam apa sajakah yang ananda
masih ingat?
8. Peserta didik menjawab pertanyaan dari guru
9. Guru menyampaikan pembabakan zaman
dimulai dari masa pra aksara sampai dengan
kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia
Menyampaikan 10. Guru menyampaikan Tujuan Pembelajaran dan
tujuan Asesmen Penilaian
pembelajaran
Menyampaikan 11. Guru menjelaskan garis besar kegiatan
Garis Besar pembelajaran yang akan dilakukan yaitu model
Kegiatan Project Based Learning (PJBL), sehingga peserta
Pembelajaran didik secara berkelompok akan diminta untuk
menganalisis peta buta yang menggambarkan 20
titik awal rekonstruksi jalur rempah.
Mengecek 12. Guru memberikan pertanyaan untuk mengetahui
Kemampuan kemampuan awal peserta didik melalui soal-soal
Awal Peserta yang ditampilkan.
Didik
Kegiatan Inti
Fase 1 Orientasi 10 Menit
Peserta didik
kepada
pertanyaan
mendasar

1. Guru menunjukkan gambar rempah-rempah


yang ada di Indonesia serta meminta peserta
didik untuk memperhatikannya dengan seksama
Guru membimbing peserta didik untuk
menjawab beberapa pertanyaan berikut ini :
a. Rempah-rempah apa saja kah yang kalian
ketahui?
b. Dapat digunakan untuk apa saja
rempah”tersebut?
2. Guru mengajak peserta didik untuk mengikuti
pembelajaran dengan baik guna menganalisis
dan mengevaluasi kolonialisme dan
perlawanan Bangsa Indonesia, jalur rempah,
interkoneksi, dan keberadaan bangsa asing di
nusantara
Fase 2 3. Guru mempersilahkan peserta didik duduk 10 Menit
Mendesain
dengan anggota kelompoknya
Perencanaan
Produl dan 4. Guru membagikan Lembar Kerja Peserta
Menyusun
Didik (LKPD) dan bahan ajar kepada setiap
Jadwal
Pelaksanaan kelompok
Proyek
5. Peserta didik secara berkelompok memilih dan
berdiskusi membagi tugas untuk mencari data
peta Indonesia dengan menyebutkan daerah
asal rempah”dari youtube, google, maupun
dari berbagai sumber sesuai dengan minatnya
(Diferensiasi Konten dan Proses)
6. Guru mengawasi kegiatan diskusi dalam
kelompok tersebut
7. Setelah peserta didik memahami isi dari
LKPD, selanjutnya guru dan peserta didik
melakukan tanya jawab bagian yang belum
dipahami, memastikan setiap peserta didik
memahami tugas sesuai dengan LKPD
Fase 3 1. Peserta didik mulai melakukan kegiatan 25 Menit
Memonitor
mengamati dan menganalisis peta yang berisi
keaktifan dan
perkembangan 20 titik awal rekonstruksi jalur rempah-
proyek
rempah yang ada di Indonesia pada LKPD
2. Guru mengawasi kegiatan berdiskusi dan
berliterasi pada setiap kelompok
3. Guru membimbing peserta didik untuk
mencari informasi yang tepat dalam
memecahkan masalah yang terdapat di dalam
LKPD
4. Guru memberikan arahan dan membimbing
peserta didik untuk menyocokan rempah
rempah yang dibawa peserta didik dengan jalur
rempah yang terdapat pada LKPD.
5. Guru menanggapi kesulitan yang dialami
peserta didik dalam mengumpulkan data pada
LKPD
Fase 4 Penilaian 1. Peserta didik berdiskusi untuk menyelesaikan 10 Menit
Hasil
isian pada LKPD sesuai hasil investigasi untuk
dipresentasikan kepada kelompok lain
2. Guru memantau jalannya diskusi dan
pengerjaan LKPD pada setiap kelompok
3. Guru membimbing pesertadidik untuk
mempresentasikan hasil diskusi dan
dikumpulkan.
4. Guru membimbing presentasi dan memotivasi
setiap kelompok untuk mempresentasikan hasil
karyanya secara bergantian, sedangkan
kelompok yang belum presentasi bisa
menyimak dan memberikan tanggapan
5. Setiap kelompok mempresentasikan hasil
pengerjaan LKPD kepada kelompok lain
6. Guru melakukan elaborasi dengan bertanya
kepada kelompok lain jika ada yang ingin
ditanyakan perihal penjelasan yang sudah
dipaparkan oleh kelompok yang
Mempresentasikan
7. Guru memberikan apresiasi kepada kelompok
yang sudah mempresentasikan hasil karyanya
ataupun kepada kelompok yang sudah
memberikan pertanyaan maupun tanggapan

Fase 5 1. Guru memotivasi terjadinya diskusi antar 10 Menit


Evaluasi kelompok
Pengalaman 2. Guru membimbing peserta didik untuk
Belajar merefleksikan apa yang telah mereka lakukan
dan menganalisis proses pemikiran mereka
selama pembelajaran berlangsung
3. Guru memberikan umpan balik dan penguatan
terhadap pemahaman peserta didik mengenai
latar belakang datangnya Bangsa Eropa ke
Indonesia
Kegiatan Penutup
Menyimpulkan 1. Peserta didik dibimbing oleh guru untuk 10 Menit
Hasil membuat kesimpulan dari materi pembelajaran
Pembelajaran yang relah dipelajari terkait dengan tujuan
pembelajaran yang diinginkan
Melakukan 1. Guru menanyakan pertanyaan atau pernyataan
Refleksi untuk refleksi terkait dari materi jalur rempah
yang ada dinusantara.
2. Guru membimbing peserta didik untuk
mengingat kembali semua proses pembelajaran
serta memperbaiki hal-hal yang masih kurang
selama pembelajaran.
3. Guru memberikan apresiasi kepada seluruh
peserta didik yang telah melakukan proses
pembelajaran dengan baik

Tindak Lanjut 1. Guru menyampaikan rencana pembelajaran pada


pertemuan selanjutnya
2. Guru menutup pembelajaran dengan
memberikan pesan motivasi tetap semangat.
3. Peserta didik berdo’a dan memberi salam
kepada guru

E. ASESMEN / PENILAIAN
Penilaian dilakukan untuk mengukur ketercapaian belajar peserta didik selama proses
pembelajaaran. Selain itu, penilaian merupakan pengukuran ketercapaian kompetensi
peserta didik sesuai dengan CP. Aspek yang dinilai adalah aspek pengetahuan (konten),
keterampilan (proses) dan sikap berdasarkan enam Profil Pelajar Pancasila.
• Aspek pengetahuan yang dinilai yakni pemahaman mengenai materi dan
kemampuan mengasosiasikan materi dengan berbagai kasus
• Aspek keterampilan yang dinilai yakni keterampilan Mencari rempah-rempah dari
daerah yang ada di Indonesia dalam menjelaskan materi tersebut.
• Aspek sikap yang dinilai meliputi, kejujuran, daya juang (ketahanan, ketekunan),
integritas dan kerjasama selama proses pembelajaran.

Adapun aspek penilaian yang hendak dinilai dan diwujudkan dalam lembar penilaian
dijelaskan dalam tabel berikut ini:
Aspek Keterangan Skor
Pengetahuan Sejauh mana peserta didik telah memahami tentang 0 - 10
konsep yang telah dipelajari. Intervalnya mulai dari
kurang memahami, cukup memahami, peserta didik
memahami, peserta didik sangat memahami atau sangat
mampu menjelaskan
Keterampilan Sejauh mana peserta didik Mencari rempah-rempah dari 0 - 10
daerah yang ada di Indonesia dalam menjelaskan materi
tersebut.
Sikap Sejauh mana peserta didik telah melakukan dan 0 - 10
menunjukkan sikap-sikap yang diharapkan mulai dari titik
tidak atau belum menunjukkan, kurang menunjukkan,
cukup menunjukkan, selalu menunjukkan
dan sering menunjukkan

Guru hendaknya mengembangkan interval yang menjadi pembeda atau gradasi dari
berbagai aspek yang hendak dinilai berdasarkan konteks keragaman peserta didik.
Penilaian aspek sikap dapat dipisahkan antara hal yang dilakukan dan ditunjukkan oleh
peserta didik. Penilaian aspek pengetahuan dapat dikembangkan menyesuaikan dengan
kemampuan berpikir tingkat tinggi. Penilaian dilakukan berdasarkan; pengamatan,
dokumentasi, portofolio dan hasil evaluasi.

F. PENGAYAAN DAN REMEDIAL


Pengayaan
Pengayaan adalah memberikan kesempatan bagi peserta didik yang membutuhkan
untuk menguatkan proses belajar baik dari aspek pengetahuan, keterampilan dan sikap.
Mengacu pada Mukhtar dan Rusmini (2005) program pengayaan adalah kegiatan yang
bertujuan untuk memperdalam, memperluas, dan mendukung proses penguatan
ketercapaian belajar peserta didik. Beberapa hal yang dapat dilakukan oleh guru dalam
kegiatan pengayaan yaitu:

• Guru memberikan waktu tambahan untuk menyampaikan materi yang dibutuhkan


dari materi yang dirasa sulit oleh peserta didik.
• Guru memberikan dukungan melalui akses terhadap buku, ataupun sumber belajar
lain. Guru dapat bekerja sama dengan multi pihak seperti orang tua atau wali,
pustakawan, dan teman sebaya untuk melakukan pengayaan.
• Guru memotivasi peserta didik untuk mengembangkan pengetahuan melalui
berbagai sumber dan media belajar.
Remedial
Prinsip dari remedial adalah memberikan kesempatan peserta didik memperbaiki
proses belajar yang belum tercapai. Mengacu dari Mukhtar dan Rusmini (2005)
pembelajaran remedial adalah proses pembelajaran dalam bentuk kegiatan perbaikan
yang terencana, sehingga diharapkan dapat membantu ketuntasan belajar peserta didik.
Remedial terjadi dikarenakan beberapa faktor yaitu: faktor peserta didik yang terkait
dengan kompleksitas masalah maupun kebutuhan peserta didik (terutama untuk
peserta didik berkebutuhan khusus), faktor penyampaian materi yang belum optimal
maupun faktor daya dukung dari sekolah dan orang tua. Beberapa pendekatan yang
dapat dilakukan guru dalam remedial adalah:
• Adaftif: menyesuaikan dengan kebutuhan peserta didik, misalnya guru
menggunakan berbagai media untuk memfasilitasi kebutuhan peserta didik.
• Interaktif: guru melibatkan teman sebaya, orang tua, konselor sekolah untuk
mendukung peserta didik agar mencapai ketercapaian belajar secara optimal.
• Fleksibel: guru meluangkan waktu secara fleksibel untuk mendukung
ketercapaian peserta didik

G. REFLEKSI GURU DAN PESERTA DIDIK


Lembar Refleksi Guru
Aspek Refleksi Guru
Penguasaan Apakah saya sudah memahami cukup baik materi dan aktifitas
Materi pembelajaran ini?
Penyampaian Apakah materi ini sudah tersampaikan dengan cukup baik kepada
Materi peserta didik?
Umpan Balik Apakah 100% peserta didik telah mencapai penguasaan tujuan
pembelajaran yang ingin dicapai?

Lembar Refleksi Peserta Didik


Aspek Refleksi Peserta Didik
Perasaan dalam Apa yang menyenagkan dalam kegiatan pembelajaran hari?
Belajar
Makna Saya dapat menguasai materi pelajaran pada hari ini:
a. Baik b. Cukup c. Kurang
Keaktifan Apakah saya terlibat aktif dalam pembelajaran hari ini?

Gotong Royong Apakah saya dapat bekerjasama dengan teman 1 kelompok?

Mengetahui,
Kepala SMAN 2 Telukjambe Timur Guru Mata Pelajaran

Basuki Priatno, [Link]. Evi Zulfiah, [Link].


NIP. 196809221998021002 NIP.
BAHAN BACAAN GURU DAN PESERTA DIDIK
KOLONIALISME DAN PERLAWANAN
BANGSA INDONESIA
A. Jalur Rempah, Interkoneksi dan Keberedaan Bangsa Asing di Nusantara.

Nusantara atau Indonesia pada masanya dikenal sebagai bangsa yang kaya akan
rempah-rempah. Kekayaan tersebut menarik perhatian dunia dan mendorong
perdagangan global serta penjelajahan lainnya dalam mencari rempah.
Untuk mendapatkan rempah tersebut maka para pencari rempah dari seluruh pelosok
menggunakan jalur rempah Nusantara yang tersebar di beberapa titik daerah di Indonesia.
Lantas seperti apakah jalur rempah Nusantara itu?
Jalur rempah disebut juga sebagai jalur perdagangan maritim yang menghubungkan Asia
Tenggara, khususnya Nusantara dengan India, Timur Tengah, Eropa, dan Afrika. Jalur
ini mencapai puncaknya pada abad ke-15 hingga ke-17, di mana bangsa-bangsa Eropa
berlomba untuk menguasainya.

1. Latar Belakang Masuknya Bangsa Eropa ke Indonesia


Kolonialisme dan imperialisme memiliki arti penjajahan atau penguasaan terhadap
suatu daerah dan suatu bangsa oleh bangsa lainnya. Kata koloni berasal dari bahasa
Latin yaitu colonia yang artinya tanah, tanah permukiman atau jajahan. Kolonialisme
merupakan suatu sistem ketika suatu negara menguasai rakyat dan sumber daya
negara lain. Negara yang dikuasai biasa disebut dengan koloni. Kata imperialisme
berasal dari kata imperior yang artinya memerintah. Imperialisme merupakan suatu
penjajahan langsung yang dilakukan oleh suatu negara terhadap negara lain.
Penjajahan dilakukan dengan membentuk pemerintah jajahan atau dengan
menanamkan pengaruh pada semua bidang kehidupan di daerah jajahan.
Kekuasaan Kerajaan Romawi Timur berakhir setelah jatuhnya Kota
Konstantinopel ke tangan kekuasaan Turki Usmani. Hal tersebut berakibat
tertutupnya perdagangan di Laut Tengah bagi orang-orang Eropa. Bangsa Turki
menjalankan politik yang mempersulit perdagangan Eropa beroperasi di daerah
kekuasaan Bangsa Turki. Dengan keadaan tersebut menyebabkan perdagangan antara
dunia Timur dan Eropa menjadi mundur sehingga barang-barang yang dibutuhkan
orang-orang Eropa menjadi berkurang di pasaran Eropa, barang-barang tersebut
terutama rempah-rempah.
Pelaut-pelaut Bangsa Eropa pada akhir abad ke-15 M dan pada permulaan abad
ke 16 M berhasil menjelajahi samudra yang luas sampai ke negeri-negeri baru, seperti
Amerika, Afrika, dan Asia Timur termasuk Indonesia.
Berikut faktor-faktor yang mendorong Bangsa Eropa mengadakan penjelajahan
samudra.
a. Jatuhnya Kota Konstantinopel tahun 1453 ke tangan penguasa Turki Usmani.
b. Kisah perjalanan Marcopolo ke dunia Timur, yaitu perjalanan kembalinya
Marcopolo dari Negeri Cina melalui pelayaran.
c. Penemuan Copernicus yang didukung oleh Galileo yang menyatakan bumi ini
bulat.
d. Penemuan kompas (petunjuk arah mata angin).
e. Semangat reconquesta, yaitu semangat pembalasan terhadap kekuasaan Islam
dimana pun yang dijumpainya.
Indonesia sejak awal tarikh Masehi dikenal sebagai sumber penghasil rempah-
rempah. Rempah-rempah ini sangat dibutuhkan oleh orang-orang Eropa sebagai obat,
pengawet makanan, dan bumbu masakan. Orang-orang Eropa biasa membeli rempah-
rempah dari pedagang Asia Barat. Oleh karena membelinya dari pedagang
perantara, harga rempah-rempah tersebut menjadi mahal. Mahalnya harga rempah-
rempah tersebut mendorong orang-orang Eropa untuk mencari rempah-rempah
langsung ke daerah sumbernya. Pada awal kedatangannya, Bangsa Eropa hanya ingin
mendapatkan rempah-rempah langsung dari daerah sumber rempah-rempah. Namun,
tujuan tersebut berubah menjadi ingin menguasai Indonesia.
Tujuan Bangsa Eropa menguasai Indonesia antara lain sebagai berikut.
a. Agar dapat menguasai perdagangan rempah-rempah langsung dari daerah
sumbernya. Cara tersebut dilakukan dengan menerapkan monopoli perdagangan.
b. Menguasai wilayah strategis untuk perdagangan dan basis militer.
c. Mengeruk sebanyak mungkin kekayaan sumber daya alam suatu wilayah.
d. Ikut campur dalam urusan politik suatu wilayah.
2. Bangsa Eropa yang Datang ke Indonesia
Berikut bangsa-bangsa Eropa yang mengadakan petualangan, pelayaran dan
penjelajahan samudra menuju ke kepulauan Nusantara.
a. Bangsa Spanyol

Orang-orang Spanyol dan Portugis dapat dikatakan sebagai pelopor dalam


pelayaran dan penjelajahan untuk mencari daerah baru penghasil rempah-
rempah. Dalam perkembangannya terjadi perseteruan antara Spanyol
dan Portugis yang ingin menguasai wilayah lain di dunia. Hal tersebut
mengundang keprihatinan Paus Yulius II.
Untuk menjaga kerukunan antara kedua negara tersebut, diadakan
perjanjian pembagian wilayah. Perjanjian berlangsung di Tordesillas, Spanyol
pada tanggal 7 Juni 1494. Adapun isi perjanjian adalah wilayah luar Eropa dibagi
menjadi dua dengan garis meridian 1.550 km sebelah barat Kepulauan Tanjung
Verde, belahan timur dimiliki oleh Portugis dan belahan barat dikuasai oleh
Spanyol.
Dengan diprakarsai oleh Christophorus Columbus, orang-orang Spanyol
merencanakan melakukan penjelajahan samudra untuk menemukan daerah
penghasil rempah-rempah.
Berdasarkan pengetahuan bahwa dunia ini bulat, Christoporus Columbus
mengajukan permohonan bantuan kepada raja Spanyol untuk berlayar mencari
sumber rempah-rempah ke dunia Timur. Permintaan itu dipanuhi dengan
memberikan tiga kapal yang bernama Pinta, Nina, dan Maria beserta 88 orang
pelaut. Ketika Columbus tiba di Kapulauan Bahama, Columbus merasa dirinya
telah sampai di kepulauan Hindia yang merupakan sumber rempah-rempah.
Columbus mengira telah sampai di tanah Hindia. Oleh karena itu,
penduduk yang menempati daerah setempat disebut dengan orang-orang Indian.
Tempat mendarat Columbus tersebut dinamakan San Salvador. Selanjutnya,
rombongan Columbus kembali berlayar dan mendarat di Haiti. Merasa
ekspedisinya telah berhasil, rombongan Columbus bertolak kembali ke Spanyol
untuk melapor kepada Ratu Isabella. Pada tahun 1493 Columbus sampai di
Spanyol dan kedatangannya disambut dengan sukacita, bahkan karena
keberhasilan Columbus mendarat di Kepulauan Bahama dan Haiti, Columbus
diakui sebagai penemu daerah baru, yaitu Benua Amerika.
Keberhasilan Columbus tersebut mendorong para pelaut yang lain untuk
melanjutkan penjelajahan samudra ke dunia Timur. Ekspedisi tersebut dipimpin
oleh Magellan/Magelhaens atau yang umum menyebut Ferdinand Magelhaens
beserta seorang kapten kapal yang bernama Sebastian del Cano. Dari catatan-
catatan yang telah dikumpulkan Columbus, Magelhaens mengambil jalur yang
mirip dilayari Columbus. Setelah berlayar, Magelhaens beserta rombongan
mendarat di ujung selatan benua yang ditemukan Columbus (Amerika). Di tempat
tersebut terdapat selat yang sempit yang kemudian dinamakan Selat Magellen.
Melalui selat tersebut Magelhaens terus berlayar meninggalkan Samudra
Atlantik dan memasuki Samudra Pasifik. Setelah berlayar sekitar tiga bulan, pada
bulan Maret 1521 Magelhaens mendarat di Pulau Guam, kemudian melanjutkan
penjelajahannya dan pada April 1521 sampai ke Kepulauan Massava (kemudian
dikenal dengan Filipina). Magelhaens menyatakan bahwa daerah yang
ditemukannya sebagai koloni Spanyol. Tindakan Magelhaens tersebut mendapat
tentangan dari penduduk setempat (orang Mactan) dan terjadilah pertempuran.
Dalam pertempuran tersebut, Magelhaens terdesak dan terbunuh. Selanjutnya,
rombongan yang selamat melanjutkan penjelajahan ke arah selatan dan pimpin
oleh Sebastian del Cano. Pada tahun 1521, mereka sampai ke Kepulauan Maluku
yang merupakan tempat penghasil rempah- rempah. Selanjutnya, kapal-kapal
rombongan Sebastian dipenuhi dengan rempah-rempah dan terus bertolak ke
Spanyol.
b. Bangsa Portugis

Berita keberhasilan Columbus menemukan daerah baru sampai pada raja


Portugis (sekarang terkenal dengan sebutan Portugal), Manuel I. Raja Portugis
memanggil Vasco da Gama untuk melakukan ekspedisi menjelajahi samudra
mencari tanah Hindia. Vasco dan Gama mencari jalan agar lebih cepat sampai ke
tanah Hindia. Sebelum Vasco da Gama mendapat perintah melakukan ekpedisi,
sudah ada pelaut Portugis (Bartholomeus Diaz) yang melakukan pelayaran
mencari daerah Timur dengan menelusuri pantai barat Afrika. Pada tahun 1488
karena adanya serangan ombak yang besar, terpaksa Bartholomeus Diaz
mendarat di suatu ujung selatan Benua Afrika, kemudian tempat tersebut
dinamakan Tanjung Harapan. Bartholomeus Diaz tidak melanjutkan
penjelajahannya dan memilih kembali ke negaranya.
Untuk memulai penjelajahannya , Vasco da Gama pada bulan Juli 1497
berangkat dari Pelabuhan Lisabon. Vasco da Gama juga mengambil rute yang
pernah dilalui Bartholomeus Diaz. Rombongan Vasco da Gama juga singgah di
Tanjung Harapan. Atas petunjuk dari pelaut bangsa Moor yang telah disewanya,
Vasco da Gama melanjutkan penjelajahan dan berlayar menyusuri pantai timur
Afrika kemudian berbelok ke kanan untuk mengarungi Lautan Hindia (Samudra
Indonesia).
Pada tahun 1498, Vasco da Gama sampai ke Kalikut (Kalkuta), India dan
juga Goa di pantai barat India. Ternyata rombongan Vasco da Gama sudah
menyiapkan patok batu yang disebut dengan batu padrao yang sudah diberi
pahatan lambang bola dunia. Setiap daerah yang disinggahi diberi patok batu
padrao sebagai tanda bahwa daerah yang ditemukan tersebut milik Portugis. Di
Goa, India, Vasco da Gama berhasil mendirikan kantor dagang. Dengan
kesuksesan tersebut, raja Portugis mengangkat Vasco da Gama sebagai penguasa
di Goa atas nama pemerintah Portugis.
Setelah beberapa tahun tinggal di India, orang-orang Portugis menyadari
bahwa India bukan daerah penghasil rempah-rempah. Orang-orang Portugis
mendapat kabar bahwa Malaka adalah kota pusat perdagangan rempah-rempah.
Selanjutnya, dipersiapkan ekspedisi yang dipimpin oleh Alfonso de Albuquerque
untuk menguasai Malaka. Pada tahun 1511 armada Portugis berhasil menguasai
Malaka. Dengan menguasai Malaka, Portugis semakin mendekati kepulauan
Nusantara dan mereka mengetahui tempat penghasil rempah-rempah yaitu
kepulauan Nusantara, khususnya di Kepulauan Maluku.
Pada waktu itu, Kerajaan Malaka diperintah oleh Sultan Mahmud Syah
(1488-1511). Dengan dikuasainya Malaka, Portugis memperoleh dua keuntungan
yaitu sebagai berikut.
1) Portugis akan menguasai jalur perdagangan penting di Asia, termasuk
perdagangan rempah-rempah.
2) Malaka dapat dijadikan batu loncatan untuk menguasai perdagangan
rempah-rempah di Maluku. Oleh karena itu, kemudian Portugis membangun
basis militer yang kuat di Malaka.
Tindakan Portugis tersebut mendapat protes dan perlawanan dari berbagai
pihak, seperti pada tahun 1512 terjadi perlawanan yang dilancarkan oleh seorang
pemuka masyarakat yang bernama Pate Kadir (Katir). Namun karena senjata
Portugis lebih lengkap, Pete Kadir dapat dipukul mundur dan kemudian
meloloskan diri sampai ke Jepara dan Demak. Tindakan Portugis memonopoli
perdagangan juga mendapatkan perlawanan dari penguasa Demak. Pasukan
Demak di bawah pimpinan Pati Unus melancarkan perlawanan terhadap Portugis
di Malaka. Namun, serangan pasukan Demak (yang diperkuat dengan
bergabungnya Pate Kadir) belum mampu menandingi Portugis.
c. Bangsa Belanda
Setelah mendengar keberhasilan Portugis dan Spanyol menemukan
daerah baru (daerah penghasil rempah-rempah), para pelaut dan pedagang
Belanda tidak mau ketinggalan. Pada tahun 1594, Barents mencoba berlayar
untuk mencari tanah Hindia melalui daerah kutub utara. Barents kurang
mengetahui medan hingga ia gagal melanjutkan penjelajahan karena kapalnya
terjepit es (mengingat air di kutub utara sedang membeku). Barents berhenti di
sebuah pulau dan berusaha kembali ke negerinya, tetapi di perjalanan ia
meninggal.
Pada tahun 1596 penjelajahan dilanjutkan oleh Cornelis de Houtman dan
Pieter de Keyser. Cornelis de Houtman mengambil jalur laut yang biasa dilalui
oleh orang Portugis dan pada tahun 1596 berhasil mencapai kepulauan Nusantara
dan mendarat di Banten. Cornelis diterima dengan baik oleh rakyat Banten karena
niatnya untuk berdagang. Kerajaan Banten pada saat itu diperintah oleh Sultan
Abdul Mufakir Mahmud Abdulkadir. Melihat Pelabuhan Banten yang strategis
dan adanya hasil rempah-rempah, Cornelis de Houtman berusaha memonopoli
perdagangan di Banten. Tindakan Cornelis tersebut tidak dapat diterima rakyat
Banten dan kemudian mengusir orang-orang Belanda. Rombongan Cornelis pun
meninggalkan Banten dan kembali ke Belanda.
Ekspedisi selanjutnya dipimpin oleh Van Heemskerkck. Pada tahun 1598
Van Hemskerkck sampai di Nusantara dan mendarat di Banten. Rombongan Van
Heemskerkck lebih bersahabat, rakyat Banten menerima kedatangannya dan
orang-orang Belanda pun melakukan perdagangan. Kapal mereka berlayar ke
timur dan singgah di Tuban. Dari Tuban dilanjutkan ke arah timur menuju
Maluku. Pada tahun 1599, dibawah pimpinan Jacob van Neck sampai di Maluku.
Kedatangan Belanda tersebut diterima baik oleh rakyat Maluku yang pada
saat itu sedang berkonflik dengan Portugis. Perdagangan Belanda di Maluku
Mendapatkan keuntungan yang banyak dan hal itu menyebabkan banyak kapal
dagang yang berlayar ke Maluku.
d. Bangsa Inggris

Setelah Portugis berhasil menemukan Maluku, perdagangan rempah-


rempah semakin meluas. Dalam waktu singkat, Lisabon berkembang menjadi
pusat perdagangan rempah-rempah di Eropa Barat. Berkaitan dengan hal itu,
Inggris dapat mengambil keuntungan besar dalam perdagangan rempah-rempah
karena Inggris mendapatkan rempah-rempah secara bebas dan dengan harga
murah di Lisabon. Rempah-rempah tersebut kemudian diperdagangkan di Eropa
Barat, bahkan sampai di Eropa Utara. Namun, karena Inggris terlibat konflik
dengan Portugis sebagai bagian dari Perang Delapan Puluh Tahun, Inggris mulai
kesulitan untuk mendapatkan rempah-rempah dari Lisabon. Oleh karena itu,
Inggris berusaha mencari sendiri negara penghasil rempah-rempah.
Sejak abad ke-17 M para pedagang Inggris sudah berdagang sampai ke
daerah India. Para pedagang Inggris di India Timur mendirikan kongsi dagang
yaitu East India Company (EIC) pada tahun 1600.
Daerah operasi EIC di India pusatnya di Kalikut, India. Dari kota inilah
kemudian Inggris meluaskan wilayahnya ke Asia Tenggara. Para pedagang
Inggris ini pada abad ke-18 M sudah banyak berdagang di Indonesia dan menjadi
saingan VOC (Belanda), bahkan sejak belanda menjadi Sekutu Prancis, Inggris
selalu mengancam kedudukan Belanda di Indonesia. Di bawah pemerintahan
Gubernur Jenderal Lord Minto (berkedudukan di Kalkuta) dibentuk ekspedisi
Inggris untuk merebut daerah-daerah kekuasaan Belanda di Indonesia.
INSTRUMEN PENILAIAN

Nama Sekolah : SMAN 2 Telukjambe Timur


Mata Pelajaran : Sejarah
Kelas / Semester : XI / Ganjil
Tahun Ajaran : 2025 / 2026
Tema : Kolonialisme dan Perwananan Bangsa
Alokasi Waktu : 2 x 40 Menit

1. Penilaian Sikap
Lembar Penilaian Sikap
No Nama Sikap Skor
Peserta Didik Percaya Berpikir Aktif Kerjasama Tanggung
Diri Kritis Jawab
1
2
3
4
5
Dst

Rubrik Penilaian Sikap

No Aspek Kriteria yang Dinilai Nilai Pedoman Penilaian


Sikap yang
Diamati

1 Percaya ✓ Peserta ddidik 5 Terpenuhi 4 kriteria


Diri menyampaikan pendappat
tanpa ragu-ragu 4 Terpenuhi 3 kriteria
✓ Peserta didik mampu
3 Terpenuhi 2 kriteria
membuat keputusan
dengan cepat
2 Terpenuhi 1 kriteria
✓ Peserta didik terlihat
antusias
1 Tidak terpenuhi kriteria
✓ Peserta didik tidak ragu
dalam bertindak

Skor Maksimal 5

No Aspek Kriteria yang Dinilai Nilai Pedoman Penilaian


Sikap yang
Diamati

2 Berpikir ✓ Peserta ddidik dapat 5 Terpenuhi 4 kriteria


Kritis menyampaikan informasi
yang dibutuhkan 4 Terpenuhi 3 kriteria
✓ Peserta didik mampu
menemukan pertanyaan 3 Terpenuhi 2 kriteria
penting
✓ Peserta didik dapat 2 Terpenuhi 1 kriteria
menemukan konsep dasar
materi 1 Tidak terpenuhi kriteria
✓ Peserta didik mampu
membuat kesimpulan

Skor Maksimal 5

No Aspek Kriteria yang Dinilai Nilai Pedoman Penilaian


Sikap yang
Diamati
3 Aktif ✓ Peserta ddidik berinisiatif 5 Terpenuhi 4 kriteria
bertindak dalam
penyelesaian tugas 4 Terpenuhi 3 kriteria
✓ Peserta didik cekatan
dalam mengerjakan tugas 3 Terpenuhi 2 kriteria
✓ Peserta didik selalu
berkomunikasi dengan 2 Terpenuhi 1 kriteria
teman diskusinya
✓ Peserta didik menjadi 1 Tidak terpenuhi kriteria
motivasi bagi peserta didik
lainnya

Skor Maksimal 5

No Aspek Kriteria yang Dinilai Nilai Pedoman Penilaian


Sikap yang
Diamati

4 Kerjasama ✓ Peserta ddidik tidak 5 Terpenuhi 4 kriteria


melakukan diskriminasi
pada anggota kelompok 4 Terpenuhi 3 kriteria
tertentu
✓ Peserta didik mau 3 Terpenuhi 2 kriteria
membantu teman
sekelompoknya 2 Terpenuhi 1 kriteria
✓ Peserta didik mau
membagi informasi 1 Tidak terpenuhi kriteria
✓ Peserta didik tidak
bekerjasama

Skor Maksimal 5
No Aspek Kriteria yang Dinilai Nilai Pedoman Penilaian
Sikap yang
Diamati

5 Tanggung ✓ Menyelesaikan tugas yang 5 Terpenuhi 4 kriteria


Jawab diberikan tugas
✓ Menyelesaikan tugas 4 Terpenuhi 3 kriteria
dalam kelompok
✓ Selalu tepat waktu masuk 3 Terpenuhi 2 kriteria
kelas
✓ Selalu tepat waktu dalam 2 Terpenuhi 1 kriteria
mengumpulkan tugas
1 Tidak terpenuhi kriteria

Skor Maksimal 5

Pedoman Penskoran

Nilai = Skor yang diperoleh X 100


Jumlah item X skor maksimal item

Konversi Nilai
Level Nilai Predikat
3,66-4,00 91-100 Amat Baik A
2,66-3,33 83-90 Baik B
1,66-2,33 75-82 Cukup C
1,00-1,33 ∠ 75 Kurang K
Penilaian Pengetahuan

No Indikator Indikator Soal Butir Soal Ranah Kunci Skor


Ketercapaian Bloom Jawab
an
1. Memahami jalur Menjelaskan 1. Perhatikan rempah berikut iini C2 E 20
rempah di kronologi jalur berikut!
Indonesia rempah
a. Cengkeh
diindonesia
b. Pala
c. Kemiri
d. Kayu manis
e. Temulawak
Rempah manakah yang
ditemukan di daerah
surabaya dan
Mojokerto…..
a. D
b. C
c. A
d. B
e. E
2. Mengevaluasi Menilai 2. Jika bangsa Eropa tidak C5 A 20
dampak dampak datang ke Indonesia,
kedatangan kedatangan kemungkinan besar …..
bangsa Eropa ke bangsa Eropa a. Indonesia tidak akan
Indonesia ke Indonesia mengalami penjajahan
b. Bangsa Eropa akan
mendapatkan rempah-
rempah
c. Ilmu pengetahuan
khususnya pada
pelayaran akan
berkembang
d. Kerajaan-kerajaan
kecil masih bertahan
e. Terjadi perjuangan
yang bersifat
kedaerahan
3. Menerapkan Menerapkan 3. Semangat nasionalisme yang C3 B 20
konsep pada konsep kuat pada para tokoh yang
peristiwa nasionalisme bersifat kedaerahan
sejarah dalam konteks tercermin dalam …..
kolonialisme a. Keinginan untuk
dan menguasai kekuasaan
imperialisme b. Tekad yang kuat untuk
membebaskan Indonesia
dari penjajahan
c. Usaha untuk
mendapatkan
dukungan dari
bangsa lain
d. Perbedaan pendapat
antar para tokoh daerah.
e. Rempah-rempah yang
melimpah
4. Memahami Menjelaskan 4. Bagaimana peristiwa C2 A 20
makna makna kolonialisme dan
kolonialisme kolonialisme imperialsime dapat
dan dan memberikan pelajaran bagi
imperialisme imperialisme generasi muda saat ini…
a. Perjuangan generasi
muda sangatlah penting
b. Kolonialisme dan
imperialisme merugikan
Indonesia
c. Penguasaan suatu daerah
atas daerah lain
d. Mengutamakan
kepentingan kelompok
terterntu
e. Penjajahan hanya
memiliki dampak positif
saja
5. Mengevaluasi Mengevalusi 5. Nilai-nilai yang terkandung C5 A 20
dampak dari relevansi nilai- dalam peristiwa
kolonialisme nilai yang kolonialisme dan
dan terkandung imperialisme dan
imperialisme dalam imperialisme yang masih
peristiwa relavan hingga saat ini
kolonialisme adalah …..
dan
a. Sesuai dengan
imperialisme
perkembangan
zaman
b. Menjamin kesejahteraan
rakyat Indonesia
c. Menjadi dasar bagi
persatuan dan kesatuan
bangsa Indonesia
d. Mengutamakan
kepentingan kelompok
tertentu
e. Kerugian yang
didapatkan oleh
Indonesia

Pedoman penilaian

Nilai = skor yang diperoleh X 100


Jumlah item X skor maksimal item
LEMBAR PENILAIAN KETERAMPILAN
HASIL LAPORAN PENYELIDIKAN

Nama Kelompok :
Kelas :

No Aspek Skor
1 Kemampuan menyajikan karya 1 2 3 4
2 Kemampuan bekerja sama dan berinteraksi dengan anggota
kelompok lain
3 Berkontribusi aktif dalam menyampaikan pendapat
4 Kemampuan menggunakan bahasa yang baik dan sopan
5 Kemampuan menanggapi dan berargumentasi
Total Skor
Rubrik Penilaian Keterampilan Presentasi

No Kriteria Baik Sekali (4) Baik (3) Cukup (2) Kurang

1 Kemampuan Menyampaikan Menyampaikan Menyampaikan Menyampaikan


menyampaikan materi dengan materi dengan materi dengan materi dengan
hasil diskusi rinci, jelas dan jelas dan jelas disertai jelas
lantang disertai lantang disertai interaksi yang
interaksi yang interaksi yang baik dengan
baik dengan baik dengan audiens baik
audiens baik audiens baik dari tatapan
dari tatapan dari tatapan mata dan
mata dan dan gesture gestur tubuh
gesture tubuh tubuh

2 Bekerja sama Mampu bekerja Mampu Mampu Tidak dapat


dan berinteraksi sama dan bekerja sama bekerja sama bekerja sama
dengan anggota sangat dan
kelompok lain komunikatigf komunikatif
3 Berkontribusi Selalu Sering Pendapat yang Pendapat yang
aktif memberikan memberikan disampaikan disampaikan
menyampaikan pendapat pendapat kurang kurang
pendapat atau dengan jelas dengan jelas berkaitan berkaitan
jawaban dan diterima dan diterima dengan materi dengan materi
pertanyaan (sesuai materi) (sesuai materi) dan sopan dan kurang
dan sangat dan sopan sopan
sopan

4 Kemampuan Bahasa yang Bahasa yang Bahasa yang Bahasa yang


menggunakan digunakan baik digunakan digunakan digunakan
bahasa yang dan sopan cukup baik dan kurang baik tidak baik dan
baik dan sopan cukup sopan dan kurang tidak sopan
sopan

5 Kemampuan Mampu Mampu Mampu Tidak mampu


menanggapi dan menanggapi menanggapi menanggapi menanggapi
berargumentasi dan dan
berargumentasi berargumentasi
dengan baik cukup baik

Pedoman penilaian

Nilai = Skor yang diperoleh X 100


Jumlah item X skor maksimal item
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

Anda mungkin juga menyukai