0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan4 halaman

Uji Kinerja Pompa dan NPSH Test

Dokumen ini menjelaskan skema instalasi performance test untuk pompa, termasuk fungsi peralatan utama dan prosedur pengujian. Daya hidrolik, daya poros, dan efisiensi pompa dihitung berdasarkan data pengujian dengan fluida air. Selain itu, parameter untuk menentukan NPSH pompa juga dicatat, dan hasil pengujian menunjukkan NPSHr sebesar ± 5 feet.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan4 halaman

Uji Kinerja Pompa dan NPSH Test

Dokumen ini menjelaskan skema instalasi performance test untuk pompa, termasuk fungsi peralatan utama dan prosedur pengujian. Daya hidrolik, daya poros, dan efisiensi pompa dihitung berdasarkan data pengujian dengan fluida air. Selain itu, parameter untuk menentukan NPSH pompa juga dicatat, dan hasil pengujian menunjukkan NPSHr sebesar ± 5 feet.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Nama : Kenedi Pangaribuan

No. : 08
Perusahaan : PT. Biro Klasifikasi Indonesia – SBU ENI

1. Skema Instalasi Performance Test

A. Fungsi/ kegunaan peralatan utama dan peralatan ukur pada skema


instalasi performance test :
➢ Pompa, Berfungsi memindahkan fluida melalui pipa dari suatu
titik ke titik lain dengan mengubah energi mekanik dari
penggerak yang menggerakan poros yang terhubung dengan
sudu-sudu pompa menjadi energi kinetic sehingga terjadi
peningkatan tekanan fluida.
➢ Motor Penggerak, Mesin/ motor listrik yang berfungsi untuk
menggerakkan poros yang terhubung dengan pompa dimana
cara kerjanya mengubah energi listrik menjadi energi mekanik
(gerakan putar).
➢ Voltmeter dan Amperemeter, Voltmeter alat untuk mengukur
tegangan listrik dan Amperemeter alat Untuk mengukur arus
listrik.
➢ Dynamometer, Digunakan untuk mengukur torsi (torque) dan
kecepatan putaran (rpm).
➢ Suction Check Valve, Valve satu arah digunakan untuk
menjaga sisi suction pump tetap vakum.
➢ Suction Pressure Gauge, Untuk mengukur tekanan pada
suction pump.
➢ Discharge Valve, Ball valve digunakan untuk mengatur starting
dan untuk mendapatkan variasi data debit.
➢ Discharge Pressure Gauge, Mengukur tekanan pada sisi
discharge pump.
➢ Flowmeter, Digunakan untuk mengukur kapasitas aliran atau
debit fluida.
➢ Water Tank, Tempat penampungan fluida

[Link] melaksanakan performance test :


1. Pilih putaran kerja pompa ( n1)
2. Variasikan debit Q dgn mengatur bukaan katup,mulai dari Q max
s/d 0. Harga Q dibaca dari flowmeter (venturi)
3. Untuk setiap Q, dihitung:
• Head pompa, bila diasumsikan d pipa isap = d pipa tekan dan
ketinggian alat ukur Pout dan Pin tidak terlalu jauh, H = (Pout–
Pin)/ρg
• DayaPoros pompa: NP= T.ω
• Daya Motor,Nm= E.I
4. Efisiensi, η= ρ.g.Q.H/Nm
5. Lakukan untuk bermacam-macam harga putaran, n

[Link] Instalasi Uji tersebut mempunyai diameter


dalam pipa isap ds = 2,5 in, dan pipa tekan dp = 2 in.
Pengujian menggunakan fluida kerja air suhu 30°C. Pada
pengujian dengan debit Q = 4,5x10-3(m3/s), putaran n =
1530 (rpm), terbaca tekanan keluar pompa Pout = 2
(bara), tekanan sisi hisap pompa Pin = 0,4 (bara), torsi
poros T =5,3 (N.m), tegangan listrik V = 220 (Volt), dan
arus listrik I = 4,2 (Ampere), maka :
➢ Head Pompa
Hp = H2 – H1
Pd−Ps 𝑣𝑑2 −𝑣𝑠2 𝑄
Hp = [ + ] (Rugi2 diabaikan) ( v = 𝜋 2 )
𝜌𝑔 2𝑔 𝑑
4
vd = (4,5 x 10-3 m3/s / ((3,14/4)(0,05082 m)
= (4,5 x 10-3 m3/s) / (2,02 x 10-3 m2)
= 2,23 m/s

Vs = (4,5 x 10-3 m3/s / ((3,14/4)(0,06352 m)


= (4,5 x 10-3 m3/s) / (3,16 x 10-3 m2)
= 1,42 m/s

Hp = ((2 barA – 0,4 barA)/( 1000 kg/m3 x 9,8 m/s2)) + (((2,23


m/s)2 – (1,42 m/s)2) / ( 2 x 9,8 m/s2)
HP = ((1,6 barA)/(9,8x103 kg/m2s2) + ((0,81 m2/s2)/(19,6 m/s2)
1,6 barA = 0,6 barG
1 kg m/s2 = 1 N
1 bar = 1 x 105 N/m2
HP = ((0,6 barG)/(9,8x103 kg/m2s2) + (0,81 m2/s2)/(19,6 m/s2))
HP = (0,6 x 105 N/m2 / 9,8 x 103 N/m3) + 0,04 m
HP = 6,12 m + 0,04 m
HP = 6,16 m

➢ Daya Hidrolik Pompa


PW = ρ x Q x g x h
PW = 1000 kg/m3 x (4,5 x 10-3 m3/s) x 9,8 m/s2 x 6,16
m
PW = 271,6 kg m2/s3
PW = 271,6 Watt
➢ Daya Poros Pompa
Np = T. ω ω = 2 π n / 60
= 2 x 3,14 x 1530 rpm / 60
= 160,14
Np = 5,3 Nm x 160,14
Np = 848,742 Watt

➢ Daya Motor Pompa


Nm = E.I
Nm = 220 x 4,2
Nm = 924 watt

➢ Efisiensi Unit Pompa


 = Pw/Nm
= 271,6 / 924
= 0,3

➢ Penjelasan gambar 2.
Dari Head hasil pengujian dan debit yang ada, pompa akan
efisien jika dijalankan pada n = 992,8 rpm
Nama : Kenedi Pangaribuan
No. : 08
Perusahaan : PT. Biro Klasifikasi Indonesia – SBU ENI

2. Penjelasan gambar 3 dan gambar 4.

Gambar 3. Skema NPSH Test Gambar 4. NPSH Test


curve

A. Parameter yang harus direkam untuk keperluan


menentukan NPSH pompa :
• Flowrate
• Discharge Pressure
• Suction Pressure
• Elevation corrections
• Test Fluid temperature
• Test fluid specific gravity
• Test fluid vapor pressure
• Speed
• Barometric pressure

B. Kurva NPSH saat pengujian dengan debit 197 GPM


Pompa diuji dan di operasikan pada kecepatan dan debit (flow
rate) konstan selanjutnya tekanan hisap (suction pressure) di
turunkan berakibat static head berkurang sampai spesifik head
di setiap flow ratenya.

C. NPSHr hasil pengujian


NPSHr = ± 5 feet
total head = 87,5 feet

Anda mungkin juga menyukai