Praktik Deep Learning di Kelas SMP
Praktik Deep Learning di Kelas SMP
Disampaikan Oleh:
Dr. ILHAM RAHARDJO, [Link].
Widyaprada Ahli Madya BBPMP Provinsi Jawa Timur
Founder & Owner Global Edu Solution
Telp/WA: 08123152876
PENGUMUMAN
2. Mengaplikasi, dan
3. Merefleksi.
KERANGKA KERJA PEMBELAJARAN MENDALAM (PM)
Surface Learning
2. Mengaplikasikan:
Menerapan pengetahuan
2. Mengaplikasi (C3, C4) dalam kehidupan secara
(Mindful/Meaningful/Joyful Learning) nyata (kontekstual), yakni:
Praktik kegiatan, membuat
produk, penerapan sikap
3. Merefleksi (C5, C6) karakter.
(Mindful/Meaningful/Joyful Learning) 3. Merefleksikan:
Mengevaluasi dan
memaknai proses serta
hasil dari praktik nyata.
Regulasi diri
Kerangka Pembelajaran PM
1. Praktik Pedagogis,
2. Kemitraan Pembelajaran,
3. Lingkungan Pembelajaran, dan
4. Pemanfaatan Digital.
Tujuan/Materi 10
1. Pengantar: miskonsepsi pergantian Kurikulum, Pengertian, Sejarah, dan
Kerangka Kerja PM.
2. Aspek Deep Learning:
a. Prinsip-Prinsip: Mindful Learning (Berkesadaran), Meaningful
Learning (Bermakna), dan Joyful Learning (menggembirakan).
b. Pengalaman Belajar: Memahami (C1, C2), Mengaplikasi (C3, C4),
dan Refleksi (C5, C6).
c. Kerangka Pembelajaran: Praktik Pedagogis, Kemitraan, Lingkungan
Pembelajaran, dan Pemanfaatan Digital.
3. Penyusunan RPP/MA terintegrasi pendekatan PM.
4. Praktik Nyata pelaksanaan PM di Kelas.
ILHAM/GES/Deep Learning/2025
Sejarah Deep learning
LAPISAN 2
LAPISAN 3
LAPISAN 4
LAPISAN 1
(Dimensi, Elemen, dan Sub-Elemen)
Komunikasi
LAPISAN 2
LAPISAN 3
LAPISAN 4
Point-point Mindful Learning & Joyful Learning
• Tidak hanya melibatkan pemahaman informasi, tetapi terlibat sepenuhnya
secara mental dan fisik dalam proses pembelajaran, membuka diri terhadap
pengalaman baru, dan berpikir dengan cara yang lebih terbuka dan fleksibel
(Ellen Langer, 1997).
• Memberikan peluang keterlibatan murid secara aktif, menstimulasi refleksi
dalam pembelajaran, dan aplikasi pengetahuan yang lebih global (Fullan et al.,
2018).
• Pelibatan murid secara menyeluruh dalam proses pembelajaran,
meningkatkan kesadaran berpikir, perasaan, dan lingkungan sekitarnya.
• Menstimulasi proses emosional, intelektual, mental, fisik, sosial dan personal
peserta didik (Bentz, 1992),
• Memiliki kesadaran untuk menjadi pembelajar yang aktif dan mampu
meregulasi diri.
• Memahami tujuan pembelajaran, termotivasi secara intrinsik untuk belajar,
serta aktif mengembangkan strategi belajar untuk mencapai tujuan.
• Kenyamanan dalam belajar; Fokus, konsentrasi, dan perhatian; Kesadaran
terhadap proses berpikir; Keterbukaan terhadap perspektif baru;
Keingintahuan terhadap pengetahuan dan pengalaman baru.
Point-point Meaningful Learning & Joyful Learning
• Informasi baru yang dipelajari dikaitkan pengetahuan atau pengalaman yang
sebelumnya sudah dimiliki,
• Mengaitkan informasi baru dengan pengetahuannya yang akhirnya membentuk
pemahaman yang mendalam pada sebuah konsep,
• Relevansi aktivitas pembelajaran dengan dunia nyata, mengaitkan kontribusi
pengetahuan murid pada berbagai konteks lokal, nasional, regional, dan global,
dan pemanfaatan lingkungan sekitar untuk pembelajaran.
• Mengutamakan pemahaman materi secara menyeluruh, tidak sekedar
menghafal.
• Membuat keterkaitan, menganalisis, dan sintesis informasi (fakta dan konsep).
• Merasakan manfaat dan relevansi dari hal-hal yang dipelajari untuk kehidupan.
• Mengkonstruksi pengetahuan baru berdasarkan pengetahuan lama dan
menerapkan pengetahuannya dalam kehidupan nyata.
• Kontekstual dan/atau relevan dengan kehidupan nyata; Keterkaitan dengan
pengalaman sebelumnya; Kebermanfaatan pengalaman belajar untuk
diterapkan dalam konteks baru; Keterkaitan dengan bidang ilmu lain;
Pembelajar sepanjang hayat.
Point-point Joyful Learning
• John Dewey (1936) dan Howard Gardner (1983) menekankan bahwa pembelajaran relevan
dengan kehidupan nyata individu dan mengutamakan pembelajaran yang aktif serta
pengalaman langsung baik secara emosional maupun intelektual.
• Keterlibatan murid secara aktif, menstimulasi refleksi dalam pembelajaran, dan aplikasi
pengetahuan yang lebih global (Fullan et al., 2018).
• Emosi yang positif yang berhubungan dengan proses pembelajaran termasuk rasa ingin tahu,
semangat, dan motivasi.
• Mempercepat rasa nyaman karena memberikan tantangan untuk mengeksplorasi ide-ide
kompleks.
• Mengalami belajar yang interaktif, aktif, serta terpusat pada murid, mereka akan termotivasi
untuk memahami secara mendalam materi pembelajaran, meningkatkan retensi dan
pemahaman.
• Suasana belajar yang positif, menyenangkan, menantang, dan memotivasi.
• Dihargai atas keterlibatan dan kontribusinya pada proses pembelajaran.
• Terhubung secara emosional, sehingga lebih mudah memahami, mengingat, dan
menerapkan pengetahuan.
• Lingkungan pembelajaran yang interaktif; Aktivitas pembelajaran yang menarik:
Menginspirasi; Tantangan yang memotivasi; Tercapainya keberhasilan belajar (AHA
moment).
POINT-POINT PRINSIP PM
LAPISAN 2
LAPISAN 3
Surface Learning
2. Mengaplikasikan:
Menerapan pengetahuan
2. Mengaplikasi (C3, C4) dalam kehidupan secara
(Mindful/Meaningful/Joyful Learning) nyata (kontekstual), yakni:
Praktik kegiatan, membuat
produk, penerapan sikap
3. Merefleksi (C5, C6) karakter.
(Mindful/Meaningful/Joyful Learning) 3. Merefleksikan:
Mengevaluasi dan
memaknai proses serta
hasil dari praktik nyata.
Regulasi diri
Contoh Pengalaman Belajar PM
Mata Pelajaran: IPAS; Topik: Gejala kemagnetan dalam kehidupan sehari-hari.
MEREFLEKSI (Pertemuan 5)
7. Mengevaluasi & refleksi tentang praktik dan hasil terkait keberhasilan dan • Murid mengevaluasi dan memaknai
proses & hasil dari praktik nyata yang
kekurangan ketika membuat mainan atau peralatan dari magnet.
telah mereka lakukan,
8. Refleksi pencapaian tujuan pembelajaran. • Regulasi Diri: mengelola proses
9. Aplikasi dalam konteks lain yang baru. belajarnya secara mandiri (perencanaan,
[Link] belajar selanjutnya (eksplorasi lebih lanjut) pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi)
Pengalaman Belajar
(Dilakukan secara bertahap untuk mencapai level PM)
ILHAM/GES/Deep Learning/2025
Lembar Kerja 1:
Identifikasi
Pengalaman Belajar
PM
Kerangka Kerja
LAPISAN 1
LAPISAN 2
LAPISAN 3
LAPISAN 4
KERANGKA KERJA PEMBELAJARAN MENDALAM (PM)
Surface Learning
2. Mengaplikasikan:
Menerapan pengetahuan
2. Mengaplikasi (C3, C4) dalam kehidupan secara
(Mindful/Meaningful/Joyful Learning) nyata (kontekstual), yakni:
Praktik kegiatan, membuat
produk, penerapan sikap
3. Merefleksi (C5, C6) karakter.
(Mindful/Meaningful/Joyful Learning) 3. Merefleksikan:
Mengevaluasi dan
memaknai proses serta
hasil dari praktik nyata.
Regulasi diri
KERANGKA PEMBELAJARAN
== PRAKTIK PEDAGOGIS ==
Praktik Pedagogis:
Strategi mengajar yang dipilih guru untuk mencapai tujuan
belajar dengan cara memberikan pengalaman belajar
yang autentik, mengutamakan praktik nyata, mendorong
keterampilan berpikir tingkat tinggi dan kolaborasi.
Kemitraan Pembelajaran:
• Membentuk hubungan yang dinamis antara guru,
murid, orang tua, komunitas, dan mitra professional
serta memindahkan kontrol pembelajaran dari guru
saja menjadi kolaborasi Bersama,
• Melibatkan keluarga, masyarakat, komunitas, ahli
atau mitra profesional untuk memberikan umpan
balik dan meningkatkan relevansi pembelajaran
Contoh Kemitraan:
• Lingkungan Sekolah: Kepala sekolah, pengawas sekolah,
guru, dan peserta didik, dan lainnya,
• Lingkungan Luar Sekolah: MGMP, Mitra Profesional, Dunia
Usaha, Dunia Industri, dan Dunia Kerja, Institusi/ lembaga
Pendidikan, Media, dan lainnya,
• Masyarakat: Orang tua, Komunitas, Tokoh Masyarakat,
Organisasi Keagamaan dan/atau Budaya, dan lainnya
KERANGKA PEMBELAJARAN
== LINGKUNGAN PEMBELAJARAN ==
Lingkungan Pembelajaran:
• Ruang fisik dan virtual dirancang fleksibel sebagai tempat yang
mendorong kolaborasi, refleksi, eksplorasi, dan berbagi ide,
sehingga dapat mengakomodasi berbagai gaya belajar, minat, dan
kebutuhan belajar murid,
• Budaya belajar melibatkan pembentukan norma positif yang
berpusat pada nilai-nilai utama DPL,
Integrasi antara ruang fisik, ruang virtual, dan budaya belajar yang
mendukung perkembangan pengetahuan, membentuk keterampilan
dan karakter yang holistik sesuai dengan dimensi profil lulusan
Pemanfaatan Digital:
Dimanfaatkan dalam perencanaan, pelaksanaan, dan
asesmen pembelajaran. Memberikan pengalaman
belajar yang lebih interaktif, fleksibel, dan kolaboratif
ILHAM/GES/Deep Learning/2025 38
Capaian Pembelajaran (CP)
Fase Pondasi Fase A Fase B Fase C
Umumnya Umumnya Umumnya
PAUD Kelas I-II SD Kelas III-IV SD Kelas V-VI SD
Fase D Fase F
Fase E
Umumnya Umumnya
Umumnya
Kelas VII-IX Kelas XI-XII
Kelas X SMA
SMP SMA
Capaian Pembelajaran (CP) merupakan kompetensi pembelajaran yang harus dicapai peserta didik
pada setiap fase, dimulai dari Fase Fondasi pada PAUD. Untuk Pendidikan dasar dan menengah, CP
disusun untuk setiap mata pelajaran.
ILHAM/KUPUKU INDONESIA/2024 39
ILHAM/GES/Deep Learning/2025 40
41
ILHAM/GES/Deep Learning/2025
ILHAM/GES/Deep Learning/2025 42
Point-Point CP dibagi menjadi 3 Kelas
Kelas VII Kelas VIII Kelas IX
1. …………………………………. 1. …………………………………. 1. ………………………………….
2. …………………………………. 2. …………………………………. 2. ………………………………….
3. …………………………………. 3. …………………………………. 3. ………………………………….
4. …………………………………. 4. …………………………………. 4. ………………………………….
5. …………………………………. 5. …………………………………. 5. ………………………………….
6. …………………………………. 6. …………………………………. 6. ………………………………….
7. …………………………………. 7. …………………………………. 7. ………………………………….
8. …………………………………. 8. …………………………………. 8. ………………………………….
9. …………………………………. 9. …………………………………. 9. ………………………………….
10. …………………………………. 10. …………………………………. 10. ………………………………….
11. …………………………………. 11. …………………………………. 11. ………………………………….
12. …………………………………. 12. …………………………………. 12. ………………………………….
13. …………………………………. 13. …………………………………. 13. ………………………………….
14. …………………………………. 14. …………………………………. 14. ………………………………….
15. …………………………………. 15. …………………………………. 15. ………………………………….
16. Dan seterusnya 16. Dan seterusnya 16. Dan seterusnya
ILHAM/GES/Deep Learning/2025
Merumuskan TP berdasarkan CP ➔ 6 Semester
ILHAM/GES/Deep Learning/2025 44
Merumuskan TP berdasarkan CP ➔ 6 Semester
ILHAM/GES/Deep Learning/2025 45
Model Pengelolaan Pembelajaran
dalam Pelaksanaan Kurikulum Merdeka
ILHAM/GES/Deep Learning/2025 47
1
ILHAM/GES/Deep Learning/2025 48
3
ILHAM/GES/Deep Learning/2025 49
PENILAIAN/ASESMEN DALAM PM
Ranah Pengetahuan.
1. Tujuan Pembelajaran (TP) Ranah Keterampilan.
Ranah Sikap.
2. Langkah Pembelajaran
Asesmen Proses Pembelajaran = formatif utk check TP:
• Formatif ranah pengetahuan ➔ tanya-jawab, Kahoot, quizzis,
menti meter, dll.
(Prinsip, Pengalaman Belajar, • Formatif ranah keterampilan ➔ pengamatan ketika murid
Kerangka Pembelajaran) praktik, membuat produk, dan mengerjakan tugas proyek.
• Ranah sikap ➔ pengamatan sewaktu proses pembelajaran.
ILHAM/GES/Deep Learning/2025 51
ILHAM/GES/Deep Learning/2025 52
ILHAM/GES/Deep Learning/2025 53
ILHAM/GES/Deep Learning/2025 54
ILHAM/GES/Deep Learning/2025 55
ILHAM/GES/Deep Learning/2025 56
ILHAM/GES/Deep Learning/2025 57
Tugas 2:
Menyusun RPP/MA pembelajaran mendalam (PM)
1. Siapkan CP dan ATP (silabus) yang akan disusun menjadi RPP/MA, lebih disarankan untuk
tahun pelajaran 2025/2026!
2. Tentukan Tujuan Pembelajaran yang akan disusun menjadi RPP/MA, lebih disarankan
untuk beberapa pertemuan supaya nampak utuh aspek PM!
3. RPP/MA disusun sesuai format atau sistematika di Paparan kemendikdasmen (terlampir).
4. Hasil Tugas 2 dikumpulkan ke link drive yang telah disiapkan panitia dalam
bentuk file word atau PDF dengan format: Jenjang_Nama_Kota/Kab_Provinsi,
Contoh: SD_Tanti_Magetan_Jawa Timur.
5. Selamat bekerja!
ILHAM/GES/Deep Learning/2025
TERIMA KASIH
ILHAM/BBPMP/Kurikulum Merdeka/2023 60