0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
47 tayangan60 halaman

Praktik Deep Learning di Kelas SMP

Dokumen ini membahas tentang praktik pelaksanaan Deep Learning dalam pembelajaran di kelas SMP/MTs, yang berfokus pada pendekatan Pembelajaran Mendalam (PM) dengan prinsip berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Tujuan dari PM adalah untuk meningkatkan pemahaman, aplikasi, dan refleksi pengetahuan siswa melalui pengalaman belajar yang kontekstual dan interaktif. Selain itu, dokumen ini juga mencakup kerangka kerja dan contoh pengalaman belajar yang dapat diterapkan di kelas.

Diunggah oleh

halimatussyadiyah82
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
47 tayangan60 halaman

Praktik Deep Learning di Kelas SMP

Dokumen ini membahas tentang praktik pelaksanaan Deep Learning dalam pembelajaran di kelas SMP/MTs, yang berfokus pada pendekatan Pembelajaran Mendalam (PM) dengan prinsip berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Tujuan dari PM adalah untuk meningkatkan pemahaman, aplikasi, dan refleksi pengetahuan siswa melalui pengalaman belajar yang kontekstual dan interaktif. Selain itu, dokumen ini juga mencakup kerangka kerja dan contoh pengalaman belajar yang dapat diterapkan di kelas.

Diunggah oleh

halimatussyadiyah82
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Bimbingan Teknis

Praktik Pelaksanaan Deep Learning


dalam Pembelajaran di Kelas
Jenjang SMP/MTs

Disampaikan Oleh:
Dr. ILHAM RAHARDJO, [Link].
Widyaprada Ahli Madya BBPMP Provinsi Jawa Timur
Founder & Owner Global Edu Solution
Telp/WA: 08123152876
PENGUMUMAN

• Deep Learning adalah Pendekatan Pembelajaran


bukan nama kurikulum,
• Kurikulum tahun ajaran 2025/2026 tetap Kurikulum
Merdeka atau K13,
• Istilah resmi Deep Learning yakni Pembelajaran
Mendalam (PM).
[Link]/rujukan
Prinsip-Prinsip PM
1. Berkesadaran (Mindful Learning),
2. Bermakna (Meaningful Learning), dan
3. Menggembirakan (Joyful Learning).
Pengalaman Belajar PM
1. Pengetahuan Esensial,
1. Memahami,➔ 2. Pengetahuan Aplikatif,
3. Pengetahuan Nilai & Karakter.

2. Mengaplikasi, dan
3. Merefleksi.
KERANGKA KERJA PEMBELAJARAN MENDALAM (PM)

Surface Learning

• Pembelajaran sekedar mengumpulkan


dan mengetahui berbagai pengetahuan 1. Memahami:
(fakta/konsep) tetapi tidak mengerti
mengapa mempelajari itu, tidak mengerti
Pengetahuan Esensial,
maksud/maknanya, yang penting hafal Pengetahuan Aplikatif,
1. Memahami (C1, C2)
dan bisa menjawab soal tes.
(Mindful/Meaningful/Joyful Learning) Pengetahuan Nilai &
• Fokus pada hasil akhir yakni nilai atau Karakter.
skor.

2. Mengaplikasikan:
Menerapan pengetahuan
2. Mengaplikasi (C3, C4) dalam kehidupan secara
(Mindful/Meaningful/Joyful Learning) nyata (kontekstual), yakni:
Praktik kegiatan, membuat
produk, penerapan sikap
3. Merefleksi (C5, C6) karakter.
(Mindful/Meaningful/Joyful Learning) 3. Merefleksikan:
Mengevaluasi dan
memaknai proses serta
hasil dari praktik nyata.
Regulasi diri
Kerangka Pembelajaran PM
1. Praktik Pedagogis,
2. Kemitraan Pembelajaran,
3. Lingkungan Pembelajaran, dan
4. Pemanfaatan Digital.
Tujuan/Materi 10
1. Pengantar: miskonsepsi pergantian Kurikulum, Pengertian, Sejarah, dan
Kerangka Kerja PM.
2. Aspek Deep Learning:
a. Prinsip-Prinsip: Mindful Learning (Berkesadaran), Meaningful
Learning (Bermakna), dan Joyful Learning (menggembirakan).
b. Pengalaman Belajar: Memahami (C1, C2), Mengaplikasi (C3, C4),
dan Refleksi (C5, C6).
c. Kerangka Pembelajaran: Praktik Pedagogis, Kemitraan, Lingkungan
Pembelajaran, dan Pemanfaatan Digital.
3. Penyusunan RPP/MA terintegrasi pendekatan PM.
4. Praktik Nyata pelaksanaan PM di Kelas.
ILHAM/GES/Deep Learning/2025
Sejarah Deep learning

Fase 2 (Th 1990-2000 an):


• Teori konstruktivistik Piaget & Vygotsky, yakni
belajar adalah proses aktif membangun
pengetahuan memperkuat gagasan tentang PM.
PM merujuk pada pembelajaran mesin yang telah • Mempopulerkan model pembelajaran PjBL, PBL,
dikembangkan melalui riset sejak tahun 1940 dari dan kolaboratif bertujuan menguasai Tahun Ajaran 2025/2026:
tahap awal sibernetika sampai dengan kecerdasan Keterampilan Abad ke-21 yakni keterampilan Kebijakan penerapan
buatan dan jejaring syaraf pada otak ➔ Mechine berpikir kritis, kreativitas, dan pemecahan masalah. pendekatan Deep learning
Research Learning. • Semua telah diterapkan di Indonesia (CBSA) tetapi (Pembelajaran Mendalam)
proses dan hasilnya masih jauh dari harapan. dilaksanakan di Indonesia

1940 1970 2000 2010 2025


1990
Fase 1 (Th 1970):
• PM dikaitkan teori pembelajaran dangkal (Marton Fase 3 (Th 2010 - 2025):
& Säljö, 1976). • Dilakukan integrasi teknologi pendidikan untuk mendukung PM
• Pengembangan kemampuan membaca teks dengan dengan menggunakan simulasi, pembelajaran berbasis
PM (memahami makna, menghubungkan ide, dan permainan, dan pembelajaran berbasis data.
melihat pada konteks yang lebih luas) lebih efektif • Paling mutakhir, PM mencakup isu-isu global, seperti
dibandingkan pembelajaran dangkal (menghafal keberlanjutan, literasi digital, dan pembelajaran sosial
fakta yang tersurat dalam teks tanpa pemahaman emosional.
mendalam baik) untuk pembelajaran jangka • Singkat kata, penerapan PM pada konteks pendidikan lebih
panjang dan pemecahan masalah. menekankan pada pemahaman mendalam oleh peserta didik
dalam mengaplikasi pengetahuan dalam berbagai konteks.
KERANGKA KERJA
PEMBELAJARAN MENDALAM (PM)

(Michael Fulan, dkk.)


Kerangka Kerja
LAPISAN 1

LAPISAN 2

LAPISAN 3

LAPISAN 4
LAPISAN 1
(Dimensi, Elemen, dan Sub-Elemen)

Komunikasi

ILHAM BBPMP JATIM/Kurikulum Merdeka/2024 16


Kerangka Kerja
LAPISAN 1

LAPISAN 2

LAPISAN 3

LAPISAN 4
Point-point Mindful Learning & Joyful Learning
• Tidak hanya melibatkan pemahaman informasi, tetapi terlibat sepenuhnya
secara mental dan fisik dalam proses pembelajaran, membuka diri terhadap
pengalaman baru, dan berpikir dengan cara yang lebih terbuka dan fleksibel
(Ellen Langer, 1997).
• Memberikan peluang keterlibatan murid secara aktif, menstimulasi refleksi
dalam pembelajaran, dan aplikasi pengetahuan yang lebih global (Fullan et al.,
2018).
• Pelibatan murid secara menyeluruh dalam proses pembelajaran,
meningkatkan kesadaran berpikir, perasaan, dan lingkungan sekitarnya.
• Menstimulasi proses emosional, intelektual, mental, fisik, sosial dan personal
peserta didik (Bentz, 1992),
• Memiliki kesadaran untuk menjadi pembelajar yang aktif dan mampu
meregulasi diri.
• Memahami tujuan pembelajaran, termotivasi secara intrinsik untuk belajar,
serta aktif mengembangkan strategi belajar untuk mencapai tujuan.
• Kenyamanan dalam belajar; Fokus, konsentrasi, dan perhatian; Kesadaran
terhadap proses berpikir; Keterbukaan terhadap perspektif baru;
Keingintahuan terhadap pengetahuan dan pengalaman baru.
Point-point Meaningful Learning & Joyful Learning
• Informasi baru yang dipelajari dikaitkan pengetahuan atau pengalaman yang
sebelumnya sudah dimiliki,
• Mengaitkan informasi baru dengan pengetahuannya yang akhirnya membentuk
pemahaman yang mendalam pada sebuah konsep,
• Relevansi aktivitas pembelajaran dengan dunia nyata, mengaitkan kontribusi
pengetahuan murid pada berbagai konteks lokal, nasional, regional, dan global,
dan pemanfaatan lingkungan sekitar untuk pembelajaran.
• Mengutamakan pemahaman materi secara menyeluruh, tidak sekedar
menghafal.
• Membuat keterkaitan, menganalisis, dan sintesis informasi (fakta dan konsep).
• Merasakan manfaat dan relevansi dari hal-hal yang dipelajari untuk kehidupan.
• Mengkonstruksi pengetahuan baru berdasarkan pengetahuan lama dan
menerapkan pengetahuannya dalam kehidupan nyata.
• Kontekstual dan/atau relevan dengan kehidupan nyata; Keterkaitan dengan
pengalaman sebelumnya; Kebermanfaatan pengalaman belajar untuk
diterapkan dalam konteks baru; Keterkaitan dengan bidang ilmu lain;
Pembelajar sepanjang hayat.
Point-point Joyful Learning
• John Dewey (1936) dan Howard Gardner (1983) menekankan bahwa pembelajaran relevan
dengan kehidupan nyata individu dan mengutamakan pembelajaran yang aktif serta
pengalaman langsung baik secara emosional maupun intelektual.
• Keterlibatan murid secara aktif, menstimulasi refleksi dalam pembelajaran, dan aplikasi
pengetahuan yang lebih global (Fullan et al., 2018).
• Emosi yang positif yang berhubungan dengan proses pembelajaran termasuk rasa ingin tahu,
semangat, dan motivasi.
• Mempercepat rasa nyaman karena memberikan tantangan untuk mengeksplorasi ide-ide
kompleks.
• Mengalami belajar yang interaktif, aktif, serta terpusat pada murid, mereka akan termotivasi
untuk memahami secara mendalam materi pembelajaran, meningkatkan retensi dan
pemahaman.
• Suasana belajar yang positif, menyenangkan, menantang, dan memotivasi.
• Dihargai atas keterlibatan dan kontribusinya pada proses pembelajaran.
• Terhubung secara emosional, sehingga lebih mudah memahami, mengingat, dan
menerapkan pengetahuan.
• Lingkungan pembelajaran yang interaktif; Aktivitas pembelajaran yang menarik:
Menginspirasi; Tantangan yang memotivasi; Tercapainya keberhasilan belajar (AHA
moment).
POINT-POINT PRINSIP PM

Mindful Learning (berkesadaran) & Joyful learning


• Motivasi dari dalam (intrinsik) yang tinggi sehingga memiliki kesadaran yang
tinggi.
• Keingintahuan dan semangat yang tinggi
• Terlibat aktif (emosional, intelektual, mental, fisik, sosial dan personal)
• Memiliki kemampuan regulasi diri: mengatur, memantau, dan mengontrol
proses belajarnya sendiri

Meaningful Learning (Bermakna) & Joyful learning


• Aktivitas pembelajaran dengan dunia nyata/kontekstual keterkaitan dengan bidang ilmu lain.
• Merasakan manfaat dan relevansi dari hal-hal yang dipelajari untuk kehidupan.
• Mengkonstruksi (membangun) pengetahuan baru berdasarkan pengetahuan lama.
• Membentuk pemahaman yang mendalam, tidak sekedar menghafal.

Joyngful Learning (Bergembira) & Joyful learning


• Pembelajaran relevan dengan kehidupan nyata, terlibat aktif, dan mendapatkan pengalaman langsung,
• Mengalami belajar yang interaktif, aktif, dan terpusat pada murid sehingga termotivasi untuk memahami secara
mendalam materi pembelajaran dan meningkatkan retensi (daya ingat).
• Emosi yang positif dan rasa aman & nyaman sehingga memiliki rasa ingin tahu, semangat, dan motivasi yang tinggi,
• Memberikan tantangan untuk mengeksplorasi ide-ide kompleks.
Kerangka Kerja
LAPISAN 1

LAPISAN 2

LAPISAN 3

Memahami= Mengingat (C1) dan Memahami C2)


LAPISAN 4 Mengaplikasi= Menerapkan (C3) dan Menganalisis C4)
Merefleksi= Mengevaluasi (C5) dan Mencipta (C6)
KERANGKA KERJA PEMBELAJARAN MENDALAM (PM)

Surface Learning

• Pembelajaran sekedar mengumpulkan


dan mengetahui berbagai pengetahuan 1. Memahami:
(fakta/konsep) tetapi tidak mengerti
mengapa mempelajari itu, tidak mengerti
Pengetahuan Esensial,
maksud/maknanya, yang penting hafal Pengetahuan Aplikatif,
1. Memahami (C1, C2)
dan bisa menjawab soal tes.
(Mindful/Meaningful/Joyful Learning) Pengetahuan Nilai &
• Fokus pada hasil akhir yakni nilai atau Karakter.
skor.

2. Mengaplikasikan:
Menerapan pengetahuan
2. Mengaplikasi (C3, C4) dalam kehidupan secara
(Mindful/Meaningful/Joyful Learning) nyata (kontekstual), yakni:
Praktik kegiatan, membuat
produk, penerapan sikap
3. Merefleksi (C5, C6) karakter.
(Mindful/Meaningful/Joyful Learning) 3. Merefleksikan:
Mengevaluasi dan
memaknai proses serta
hasil dari praktik nyata.
Regulasi diri
Contoh Pengalaman Belajar PM
Mata Pelajaran: IPAS; Topik: Gejala kemagnetan dalam kehidupan sehari-hari.

MEMAHAMI (Pertemuan 1 dan 2)


1. Penjelasan guru disertai tanya jawab tentang jenis, gejala kemagnetan, ciri- • Tahap awal murid aktif mengkonstruksi
ciri, fungsi, cara membuat magnet. pengetahuan agar dapat memahami
2. Membaca bahan bacaan tentang gejala kemagnetan, ciri, dan fungsi magnet. materi dari berbagai sumber dan konteks.
• Pengetahuan pada fase ini:
3. Menayangkan video tentang gejala kemagnetan dan pemanfaatan magnet
❑ pengetahuan esensial,
dalam kehidupan sehari-hari. ❑ pengetahuan aplikatif, dan
4. Diskusi kelompok tentang jenis, gejala kemagnetan, ciri-ciri, fungsi, cara ❑ pengetahuan nilai dan karakter.
membuat magnet.

MENGAPLIKASI (Pertemuan 3 dan 4)


• Aktivitas murid mengaplikasikant 3 (tiga)
5. Membuat mainan magnetik: Seperti magnet yang dapat menarik benda-
pengetahuan dalam kehidupan secara
benda kecil, seperti bola, kubus, atau figur. kontekstual (Nyata).
6. Membuat Proyek lain, yakni: • Pendalaman Materi: Memperluas atau
• Membuat permainan puzzle magnet: mengembangkan pemahaman,
• Membuat mainan konstruksi magnet: Seperti Lego magnetik.
• Permainan edukasi magnet: seperti magnetisme, gravitasi, dan lain-lain

MEREFLEKSI (Pertemuan 5)
7. Mengevaluasi & refleksi tentang praktik dan hasil terkait keberhasilan dan • Murid mengevaluasi dan memaknai
proses & hasil dari praktik nyata yang
kekurangan ketika membuat mainan atau peralatan dari magnet.
telah mereka lakukan,
8. Refleksi pencapaian tujuan pembelajaran. • Regulasi Diri: mengelola proses
9. Aplikasi dalam konteks lain yang baru. belajarnya secara mandiri (perencanaan,
[Link] belajar selanjutnya (eksplorasi lebih lanjut) pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi)
Pengalaman Belajar
(Dilakukan secara bertahap untuk mencapai level PM)

Memahami (C1, C2):


Tahap awal murid untuk aktif mengkonstruksi pengetahuan agar dapat memahami
secara mendalam konsep atau materi dari berbagai sumber dan konteks. Pengetahuan
pada fase ini terdiri dari pengetahuan esensial, pengetahuan aplikatif, dan
pengetahuan nilai dan karakter.
Pengetahuan Pengetahuan dasar yang fundamental dalam suatu bidang atau disiplin
Esensial ilmu, yang harus dipahami dan dikuasai untuk membangun pemahaman
yang lebih kompleks dan dapat diterapkan dalam berbagai konteks.
Contoh: Bahasa Kosa kata, tata bahasa dasar, pengetahuan wacana, dan
empat keterampilan berbahasa)
Pengetahuan Pengetahuan yang berfokus pada penerapan konsep, teori, atau
Aplikatif keterampilan dalam situasi nyata. Pengetahuan ini digunakan untuk
menyelesaikan masalah, membuat keputusan, atau menciptakan sesuatu
yang berdampak.
Contoh: Bahasa (Memahami cara menggunakan keterampilan menulis untuk
membuat laporan atau bahan presentasi yang efektif)
Pengetahuan Nila Pengetahuan yang berkaitan dengan pemahaman tentang nilai-nilai moral,
i dan Karakter etika, budaya, dan kemanusiaan yang berperan penting dalam membentuk
kepribadian, sikap, dan perilaku seseorang
Contoh: Bahasa (Memahami cara menggunakan bahasa untuk membangun
hubungan baik, menghindari konflik, serta menunjukkan empati dan
kepedulian)
Pengalaman Belajar
(Dilakukan secara bertahap untuk mencapai level PM)

Mengaplikasi (C3, C4):


Pengalaman belajar yang menunjukan aktivitas peserta didik mengaplikasikan
pengetahuan dalam kehidupan secara kontekstual. Pengetahuan yang diperoleh oleh
peserta didik melalui pendalaman pengetahuan.
Pendalaman Memperluas atau mengembangkan pemahaman terhadap konsep dengan
Pengetahuan menghubungkannya ke situasi baru, pengalaman lain, atau bidang ilmu
yang berbeda
Karakteristik • Menghubungkan konsep baru dengan pengetahuan sebelumnya,
• Menerapkan pengetahuan ke dalam situasi nyata atau bidang lain,
• Mengembangkan pemahaman dengan eksplorasi lebih lanjut. Topik:
Persamaan Linear,
• Berpikir Kritis dan mencari solusi inovatif berdasarkan pengetahuan yang
ada.
Contoh Topik: Persamaan Linier:
Dasar: Peserta didik memahami bentuk umum persamaan linear dan cara
menyelesaikannya.
Pendalaman Pengetahuan: Peserta didik menerapkan persamaan linear
dalam masalah keuangan, seperti menghitung keuntungan bisnis atau
menentukan titik impas dalam penjualan produk.
Pengalaman Belajar
(Dilakukan secara bertahap untuk mencapai level PM)
Merefleksi (C5, C6):
Proses di mana peserta didik mengevaluasi dan memaknai proses serta hasil dari
tindakan atau praktik nyata yang telah mereka lakukan. Tahap refleksi melibatkan
regulasi diri sebagai kemampuan individu untuk mengelola proses belajarnya secara
mandiri, meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi terhadap cara
belajar mereka.
Regulasi Diri Individu mampu mengendalikan pikiran, emosi, dan perilaku dalam mencapai
tujuan tertentu. Dalam konteks pendidikan, regulasi diri sangat penting bagi
peserta didik untuk mengelola proses belajar mereka secara mandiri dan
efektif.
Karakteristik • Memotivasi diri sendiri untuk terus belajar bagaimana cara belajar,
• Refleksi terhadap pencapaian tujuan pembelajaran (evaluasi diri),
• Menerapkan strategi berpikir,
• Memiliki kemampuan metakognisi (meregulasi diri dalam pembelajaran),
• Meregulasi emosi dalam pembelajaran
Contoh • Menyampaikan motivasi belajar sesuai pengalaman yang diperoleh,
• Penilaian diri sendiri terhadap pencapaian tujuan pembelajaran,
• Peserta didik dapat membuat ringkasan materi yang dipahami untuk
menguji pemahaman mereka sendiri,
• Peserta didik mampu mengendalikan emosi negatif seperti kecemasan,
stres, dan frustasi saat belajar dengan strategi coping seperti bernapas
dalam-dalam, istirahat sejenak, atau mencari dukungan sosial, dan lain-lain.
Tugas 1:
Identifikasi Pengalaman Belajar PM

1. Bukalah Lembar Tugas 1!


2. Tentukan Tujuan Pembelajaran yang akan menjadi acuan pengalaman belajar siswa!
3. Tuliskan Pengalaman Belajar di tahap:
a. Memahami
b. Mengaplikasi, dan
c. Merefleksi.
4. Hasil Tugas 1 dipresentasikan, direvisi, dan dikumpulkan ke link drive yang telah disiapkan
dalam bentuk file word dengan format: Mapel_Nama_Sekolah,
Contoh: Matematika_Ilham Rahardjo_SDN Majujaya.
5. Selamat bekerja!

ILHAM/GES/Deep Learning/2025
Lembar Kerja 1:
Identifikasi
Pengalaman Belajar
PM
Kerangka Kerja
LAPISAN 1

LAPISAN 2

LAPISAN 3

LAPISAN 4
KERANGKA KERJA PEMBELAJARAN MENDALAM (PM)

Surface Learning

• Pembelajaran sekedar mengumpulkan


dan mengetahui berbagai pengetahuan 1. Memahami:
(fakta/konsep) tetapi tidak mengerti
mengapa mempelajari itu, tidak mengerti
Pengetahuan Esensial,
maksud/maknanya, yang penting hafal Pengetahuan Aplikatif,
1. Memahami (C1, C2)
dan bisa menjawab soal tes.
(Mindful/Meaningful/Joyful Learning) Pengetahuan Nilai &
• Fokus pada hasil akhir yakni nilai atau Karakter.
skor.

2. Mengaplikasikan:
Menerapan pengetahuan
2. Mengaplikasi (C3, C4) dalam kehidupan secara
(Mindful/Meaningful/Joyful Learning) nyata (kontekstual), yakni:
Praktik kegiatan, membuat
produk, penerapan sikap
3. Merefleksi (C5, C6) karakter.
(Mindful/Meaningful/Joyful Learning) 3. Merefleksikan:
Mengevaluasi dan
memaknai proses serta
hasil dari praktik nyata.
Regulasi diri
KERANGKA PEMBELAJARAN
== PRAKTIK PEDAGOGIS ==

Praktik Pedagogis:
Strategi mengajar yang dipilih guru untuk mencapai tujuan
belajar dengan cara memberikan pengalaman belajar
yang autentik, mengutamakan praktik nyata, mendorong
keterampilan berpikir tingkat tinggi dan kolaborasi.

• Pembelajaran Berbasis Inkuiri, Pembelajaran Berbasis


Proyek (PjBL), Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL),
Pembelajaran Kolaboratif, Pembelajaran STEM (Science,
Technology, Engineering, Mathematic), Pembelajaran
Berdiferensiasi, dan sebagainya.
• Diskusi, peta konsep, advance organiser, kerja
kelompok, dan sebagainya,
• CBSA, CTL, PAKEM, Pendekatan SAINTIFIK 5 M, dll.
KERANGKA PEMBELAJARAN
== KEMITRAAN PEMBELAJARAN ==

Kemitraan Pembelajaran:
• Membentuk hubungan yang dinamis antara guru,
murid, orang tua, komunitas, dan mitra professional
serta memindahkan kontrol pembelajaran dari guru
saja menjadi kolaborasi Bersama,
• Melibatkan keluarga, masyarakat, komunitas, ahli
atau mitra profesional untuk memberikan umpan
balik dan meningkatkan relevansi pembelajaran

Contoh Kemitraan:
• Lingkungan Sekolah: Kepala sekolah, pengawas sekolah,
guru, dan peserta didik, dan lainnya,
• Lingkungan Luar Sekolah: MGMP, Mitra Profesional, Dunia
Usaha, Dunia Industri, dan Dunia Kerja, Institusi/ lembaga
Pendidikan, Media, dan lainnya,
• Masyarakat: Orang tua, Komunitas, Tokoh Masyarakat,
Organisasi Keagamaan dan/atau Budaya, dan lainnya
KERANGKA PEMBELAJARAN
== LINGKUNGAN PEMBELAJARAN ==

Lingkungan Pembelajaran:
• Ruang fisik dan virtual dirancang fleksibel sebagai tempat yang
mendorong kolaborasi, refleksi, eksplorasi, dan berbagi ide,
sehingga dapat mengakomodasi berbagai gaya belajar, minat, dan
kebutuhan belajar murid,
• Budaya belajar melibatkan pembentukan norma positif yang
berpusat pada nilai-nilai utama DPL,
Integrasi antara ruang fisik, ruang virtual, dan budaya belajar yang
mendukung perkembangan pengetahuan, membentuk keterampilan
dan karakter yang holistik sesuai dengan dimensi profil lulusan

Kegiatan Pembelajaran Siswa SD Negeri 388


Gresik (Pulau Bawean)
Contoh Lingkungan Pembelajaran:
• Ruang fisik: ruang kelas, laboratorium, ruang konseling, lingkungan sekolah, perpustakaan,
lingkungan/alam sekitar, ruang seni, ruang praktik keterampilan, ruang ibadah, aula/auditorium,
museum, dan lainnya,
• Ruang virtual: Platform pembelajaran daring/hybrid, dan penilaian daring, dan lainnya,
• Budaya belajar: iklim belajar yang aman, nyaman, dan saling memuliakan untuk pembelajaran yang
kondusif, interaktif, dan memotivasi peserta didik bereksplorasi, berekspresi, dan kolaborasi.
KERANGKA PEMBELAJARAN
== PEMANFAATAN DIGITAL==

Pemanfaatan Digital:
Dimanfaatkan dalam perencanaan, pelaksanaan, dan
asesmen pembelajaran. Memberikan pengalaman
belajar yang lebih interaktif, fleksibel, dan kolaboratif

Contoh Pemanfaatan Digital:


• Perencanaan Pembelajaran: merancang dan mengelola kelas digital, manajemen
perencanaan (PjBL & PBL), desain bahan ajar visual dan infografis, pembuatan
konten interaktif seperti kuis dan simulasi, pemanfaatan kecerdasan artifisial,
serta aplikasi desain instruksional, dan perencanaan pembelajaran lainnya
• Pelaksanaan Pembelajaran: pembelajaran sinkronus, kolaborasi daring,
pembelajaran asinkronus, laman sumber belajar, perpustakaan digital,
pemanfaatan kecerdasan artifisial, video edukasi, multimedia Interaktif, simulasi
dan animasi, gamifikasi dan kuis, serta sumber lainnya.,
• Asesmen Pembelajaran: pembuatan tes otomatis, evaluasi orisinalitas dan
kualitas tulisan, tes formatif berbasis interaktif, pemanfaatan kecerdasan artifisial,
pengelolaan portofolio digital, dan sebagainya.
Bagaimana Memulai
Praktik Pelaksanaan PM?

ILHAM/GES/Deep Learning/2025 38
Capaian Pembelajaran (CP)
Fase Pondasi Fase A Fase B Fase C
Umumnya Umumnya Umumnya
PAUD Kelas I-II SD Kelas III-IV SD Kelas V-VI SD
Fase D Fase F
Fase E
Umumnya Umumnya
Umumnya
Kelas VII-IX Kelas XI-XII
Kelas X SMA
SMP SMA

Capaian Pembelajaran (CP) merupakan kompetensi pembelajaran yang harus dicapai peserta didik
pada setiap fase, dimulai dari Fase Fondasi pada PAUD. Untuk Pendidikan dasar dan menengah, CP
disusun untuk setiap mata pelajaran.

ILHAM/KUPUKU INDONESIA/2024 39
ILHAM/GES/Deep Learning/2025 40
41
ILHAM/GES/Deep Learning/2025
ILHAM/GES/Deep Learning/2025 42
Point-Point CP dibagi menjadi 3 Kelas
Kelas VII Kelas VIII Kelas IX
1. …………………………………. 1. …………………………………. 1. ………………………………….
2. …………………………………. 2. …………………………………. 2. ………………………………….
3. …………………………………. 3. …………………………………. 3. ………………………………….
4. …………………………………. 4. …………………………………. 4. ………………………………….
5. …………………………………. 5. …………………………………. 5. ………………………………….
6. …………………………………. 6. …………………………………. 6. ………………………………….
7. …………………………………. 7. …………………………………. 7. ………………………………….
8. …………………………………. 8. …………………………………. 8. ………………………………….
9. …………………………………. 9. …………………………………. 9. ………………………………….
10. …………………………………. 10. …………………………………. 10. ………………………………….
11. …………………………………. 11. …………………………………. 11. ………………………………….
12. …………………………………. 12. …………………………………. 12. ………………………………….
13. …………………………………. 13. …………………………………. 13. ………………………………….
14. …………………………………. 14. …………………………………. 14. ………………………………….
15. …………………………………. 15. …………………………………. 15. ………………………………….
16. Dan seterusnya 16. Dan seterusnya 16. Dan seterusnya

ILHAM/GES/Deep Learning/2025
Merumuskan TP berdasarkan CP ➔ 6 Semester

ILHAM/GES/Deep Learning/2025 44
Merumuskan TP berdasarkan CP ➔ 6 Semester

Kelas VII Kelas VIII Kelas IX

ILHAM/GES/Deep Learning/2025 45
Model Pengelolaan Pembelajaran
dalam Pelaksanaan Kurikulum Merdeka
ILHAM/GES/Deep Learning/2025 47
1

ILHAM/GES/Deep Learning/2025 48
3

ILHAM/GES/Deep Learning/2025 49
PENILAIAN/ASESMEN DALAM PM

Capaian Pembelajaran (CP)

Ranah Pengetahuan.
1. Tujuan Pembelajaran (TP) Ranah Keterampilan.
Ranah Sikap.

2. Langkah Pembelajaran
Asesmen Proses Pembelajaran = formatif utk check TP:
• Formatif ranah pengetahuan ➔ tanya-jawab, Kahoot, quizzis,
menti meter, dll.
(Prinsip, Pengalaman Belajar, • Formatif ranah keterampilan ➔ pengamatan ketika murid
Kerangka Pembelajaran) praktik, membuat produk, dan mengerjakan tugas proyek.
• Ranah sikap ➔ pengamatan sewaktu proses pembelajaran.

Awal Pembelajaran: Kognotif (pretes) & Diagnostik nonkognitif


3. Penilaian/Asesmen Proses Pembelajaran: Formatif
Akhir Pembelajaran: Sumatif
Ranah Pengetahuan ➔ Tes (Tulis dan Lisan)
Ranah Keterampilan ➔ PPP (Praktik, Produk, Proyek)
Ranah Sikap ➔ Observasi, Evaluasi Diri, Antar teman, Jurnal)
ILHAM/GES/Deep Learning/2025 50
Contoh MA (RPP)
Pembelajaran Mendalam (PM)

ILHAM/GES/Deep Learning/2025 51
ILHAM/GES/Deep Learning/2025 52
ILHAM/GES/Deep Learning/2025 53
ILHAM/GES/Deep Learning/2025 54
ILHAM/GES/Deep Learning/2025 55
ILHAM/GES/Deep Learning/2025 56
ILHAM/GES/Deep Learning/2025 57
Tugas 2:
Menyusun RPP/MA pembelajaran mendalam (PM)

1. Siapkan CP dan ATP (silabus) yang akan disusun menjadi RPP/MA, lebih disarankan untuk
tahun pelajaran 2025/2026!
2. Tentukan Tujuan Pembelajaran yang akan disusun menjadi RPP/MA, lebih disarankan
untuk beberapa pertemuan supaya nampak utuh aspek PM!
3. RPP/MA disusun sesuai format atau sistematika di Paparan kemendikdasmen (terlampir).
4. Hasil Tugas 2 dikumpulkan ke link drive yang telah disiapkan panitia dalam
bentuk file word atau PDF dengan format: Jenjang_Nama_Kota/Kab_Provinsi,
Contoh: SD_Tanti_Magetan_Jawa Timur.
5. Selamat bekerja!

ILHAM/GES/Deep Learning/2025
TERIMA KASIH

Dr. ILHAM RAHARDJO, [Link].


Global Edu Solution
Widyaprada Ahli Madya BBPMP Jawa Timur
Telp/WA: 08123152876
ILHAM/GES/Deep Learning/2025
Miskonsepsi Pandangan tentang
Mengajar & Belajar
1. Mengajar adalah menyampaikan (memindahkan
materi) yang ada di buku teks & LKS ke siswa,
secara runtut dan urut,
2. Guru sudah mengajar apabila sudah
menyampaikan atau menjelaskan materi yang ada
di buku teks dan LKS,
3. Siswa sudah belajar apabila sudah menguasai
materi di buku teks dan mampu menjawab soal-
soal tertulis di LKS,
4. Instrumen penilaian (tes Tulis PTS/PAS) seragam
satu Gugus, KKG, MGMP dan mengacu pada Buku
Teks yang digunakan,

ILHAM/BBPMP/Kurikulum Merdeka/2023 60

Anda mungkin juga menyukai