0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
51 tayangan144 halaman

E-Commerce Web untuk Usaha Furniture IHSAN

Skripsi ini membahas tentang perancangan dan pembangunan sistem e-commerce berbasis web untuk Usaha Furniture Ihsan, yang bertujuan untuk meningkatkan efektivitas pemasaran dan memperluas jangkauan pasar. Sistem ini dikembangkan menggunakan model Waterfall dan framework Laravel, serta dilengkapi dengan fitur manajemen produk, keranjang belanja, dan pembayaran. Hasil pengujian menunjukkan bahwa semua fitur berfungsi dengan baik, diharapkan dapat meningkatkan daya saing usaha di pasar digital.

Diunggah oleh

hulaimi hulaimi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
51 tayangan144 halaman

E-Commerce Web untuk Usaha Furniture IHSAN

Skripsi ini membahas tentang perancangan dan pembangunan sistem e-commerce berbasis web untuk Usaha Furniture Ihsan, yang bertujuan untuk meningkatkan efektivitas pemasaran dan memperluas jangkauan pasar. Sistem ini dikembangkan menggunakan model Waterfall dan framework Laravel, serta dilengkapi dengan fitur manajemen produk, keranjang belanja, dan pembayaran. Hasil pengujian menunjukkan bahwa semua fitur berfungsi dengan baik, diharapkan dapat meningkatkan daya saing usaha di pasar digital.

Diunggah oleh

hulaimi hulaimi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SKRIPSI

RANCANG BANGUN SISTEM E-COMMERCE UKM


FURNITURE BERBASIS WEB (STUDI KASUS: USAHA
FURNITURE IHSAN)

Oleh:

Risani Ihsan

NIM: 2103060057

PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA NUSA TENGGARA BARAT
MATARAM
2025

1
RANCANG BANGUN SISTEM E-COMMERCE UKM
FURNITURE BERBASIS WEB (STUDI KASUS: USAHA
FURNITURE IHSAN)

SKRIPSI

Diajukan sebagai salah satu syarat


memperoleh gelar Sarjana Komputer (S. Kom)

Oleh:
Risani Ihsan
NIM : 2103060057

PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA NUSA TENGGARA BARAT
MATARAM
2025

ii
HALAMAN PERNYATAAN
Yang bertanda tangan di bawah ini :
NIM : 210060057
Nama : Risani Ihsan
Judul Skripsi : RANCANG BANGUN SISTEM E-
COMMERCE UKM FURNITURE
BERBASIS WEB (STUDI KASUS:
USAHA FURNITURE IHSAN).

Menyatakan bahwa laporan Tugas Akhir saya adalah hasil karya


saya sendiri dan bukan plagiat. Apabila ternyata ditemukan di dalam
laporan Tugas Akhir saya terdapat unsur plagiat, maka saya siap untuk
mendapatkan sanksi akademik yang terkait dengan hal tersebut.

Mataram,............................2025

Risani Ihsan
NIM : 2103060057

iii
HALAMAN PERSETUJUAN
Judul Skripsi

RANCANG BANGUN SISTEM E-COMMERCE FURNITURE BERBASIS


WEB (STUDI KASUS: USAHA FURNITURE IHSAN)

Disusun Oleh:

Risani Ihsan
NIM : 2103060057

Skripsi ini telah memenuhi syarat dan disetujui oleh Dosen Pembimbing untuk
diajukan ke sidang Tim Penguji Skripsi Program Studi Strata (S1) Sistem
Informasi Fakultas Teknik Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat.

Disetujui :

Mataram,………,…................................,2025
Pembimbing I, Pembimbing II,

Sunardi, [Link]., MT. Dedy Sofian MZ, ST., [Link].


NIDN: 0807128904 NIDN: 0815018301

Ketua Program Studi


Sistem Informasi

Sunardi, [Link]., M.T


NIDN: 0807128904

iv
HALAMAN PENGESAHAN

RANCANG BANGUN SISTEM E-COMMERCE FURNITURE BERBASIS


WEB (STUDI KASUS: USAHA FURNITURE IHSAN)

Dipersiapkan dan disusun oleh:

Risani Ihsan
2003060057
Telah dipertahankan dihadapan Tim Penguji Skripsi Program Studi Strata (S1)
Sistem Informasi Fakultas Teknik Universitas Nahdlatul Ulama
Nusa Tenggara Barat
Pada tanggal,………,…....................,2025

Tim Penguji

1. Sunardi, [Link].,MT.
Ketua Penguji Tanggal:
2. Dedy Sofian MZ,ST.,[Link].
Sekretaris Penguji Tanggal:
3. Jian Budiarto, S.T., [Link].
Penguji Utama Tanggal:

Mataram,………,…..................2025
Dekan Fakultas Teknik

Taufikul Hadi, S.T., [Link].


NIDN: 0817118502

v
MOTTO DAN PERSEMBAHAN

Seburuk apapun halaman sebelumnya, langkahmu tetaplah untuk masa depan.


Tugasmu hanyalah satu yaitu menjadi lebih baik, bukan sempurna.

“Keberhasilan bukanlah milik orang yang pntar. Keberhasilan adalah kepunyaan


mereka yang senantiasa berusaha”. (BJ. Habibie)

Dipersembahkan Kepada:

- Ayahanda dan Ibunda Tercinta


- Saudara-Saudariku Tersayang
- Para Pendidik yang Terhormat
- Diri SendirI

vi
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT Tuhan Yang Maha
Kuasa, karena hanya atas perkenan-Nya tugas penyusunan skripsi ini dapat
terselesaikan.. Penyusunan skripsi ini merupakan bagian dari rencana penelitian
sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Komputer pada
Program Studi Sistem Informasi.

Pada kesempatan ini penulis ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya


kepada:

1. Ibu Dr. Baiq Mulianah, [Link]., [Link].I selaku Rektor Universitas


Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat.
2. Bapak Taufik Hadi, S.T., [Link]. selaku Dekan Fakultas Teknik
Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat.
3. Bapak Sunardi, [Link], M.T. selaku Ketua Program Studi Sistem
Informasi dan sekaligus Dosen Pembimbing 1 yang selalu membimbing
dan memberikan arahan selama proses penyusunan skripsi.
4. Bapak Dedy Sofian MZ, ST., [Link]. selaku Dosen Pembimbing 2 yang
juga selalu memberikan bimbingan dan arahan selama proses penyusunan
skripsi ini.
5. Orang tua tercinta yang selaku mendukung dan mendo’akan penulis
sehingga penulis bisa sampai di titik ini.
6. Teman-teman Sistem Informasi terutama Angkatan 2021 yang telah
membantu penyelesaian proposal skripsi ini.
7. Dan semua pihak yang tidak dapat saya sebutkan satu-persatu terimakasih
banyak atas bantuan dan motivasinya.
8. Dan semua pihak yang tidak dapat saya sebutkan satu-persatu terimakasih
banyak atas bantuan dan motivasinya.

Mataram, ......,.......................2025

vii
Risani Ihsan
NIM.2103060069

viii
ABSTRACT

The advancement of information technology has significantly transformed


the trading sector, including Micro, Small, and Medium Enterprises
(MSMEs). Ihsan Furniture, engaged in the production and sale of
furniture, still relies on conventional sales methods, resulting in limited
market reach and inefficient transaction management. This study aims to
design and develop a web-based e-commerce system to enhance marketing
effectiveness, facilitate transactions, and expand market reach. The system
was developed using the Waterfall model, comprising requirement
analysis, design, implementation, testing, and maintenance stages. Built
with the Laravel framework, the system offers core features such as
product and category management, shopping cart, order processing, bank
transfer payment, and payment confirmation via WhatsApp. The system
was tested using the black box testing method to ensure that all functions
operate as intended. The test results show that all features work properly,
enabling customers to place orders more conveniently and helping the
business owner manage sales data more effectively. Therefore, this e-
commerce system is expected to improve Ihsan Furniture’s
competitiveness in the digital market.

Keywords: E-commerce, Laravel, MSMEs, Sales Information System,


Waterfal

ix
ABSTRAK

Perkembangan teknologi informasi telah mendorong perubahan signifikan


pada sektor perdagangan, termasuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah
(UMKM). Usaha Furniture Ihsan, yang bergerak di bidang produksi dan
penjualan furnitur, masih mengandalkan metode penjualan konvensional
sehingga jangkauan pasar terbatas dan pengelolaan transaksi kurang
efisien. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sistem
e- commerce berbasis web yang dapat meningkatkan efektivitas
pemasaran, mempermudah proses transaksi, serta memperluas jangkauan
pasar. Metode pengembangan sistem menggunakan model Waterfall yang
meliputi tahap analisis kebutuhan, perancangan, implementasi, pengujian,
dan pemeliharaan. Sistem dibangun menggunakan framework Laravel
dengan fitur utama seperti manajemen produk, kategori, keranjang belanja,
pemesanan, pembayaran melalui transfer bank, serta konfirmasi
pembayaran via WhatsApp. Pengujian sistem dilakukan dengan metode
black box testing untuk memastikan fungsi berjalan sesuai kebutuhan.
Hasil pengujian menunjukkan seluruh fitur berfungsi dengan baik dan
sistem mampu mempermudah konsumen dalam melakukan pemesanan
serta membantu pemilik usaha mengelola data penjualan secara efektif.
Dengan demikian, sistem e-commerce ini diharapkan dapat meningkatkan
daya saing Usaha Mebel Ihsan di pasar digital.

Kata kunci: E-commerce, Laravel, UMKM, Sistem Informasi Penjualan,


Waterfall.

x
DAFTAR ISI

SKRIPSI...................................................................................................................ii
HALAMAN PERNYATAAN................................................................................iii
HALAMAN PERSETUJUAN................................................................................iv
HALAMAN PENGESAHAN..................................................................................v
MOTTO DAN PERSEMBAHAN..........................................................................vi
KATA PENGANTAR............................................................................................vii
ABSTRACT............................................................................................................ix
ABSTRAK...............................................................................................................x
DAFTAR ISI...........................................................................................................xi
DAFTAR TABEL..................................................................................................xv
DAFTAR GAMBAR............................................................................................xvi
BAB I PENDAHULUAN........................................................................................1
1.1 Latar Belakang...........................................................................................1
1.2 Identifiksi Masalah.........................................................................................2
1.3 Rumusan Masalah......................................................................................3
1.4 Batasan Masalah........................................................................................3
1.5 Tujuan Penelitian.......................................................................................3
1.6 Manfaat Penelitian.....................................................................................4
a. Bagi Peneliti.................................................................................................4
b. Bagi Pengguna..............................................................................................4
c. Bagi Pemilik Usaha......................................................................................4
1.7 Sistematika Penulisan................................................................................5
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI................................6
2.1 Tinjauan Pustaka........................................................................................6
2.2 Landasan Teori..........................................................................................9
a. E-Commerce.................................................................................................9
b. Sistem Informasi Penjualan........................................................................10
c. Usaha Kecil dan Menengah (UKM)...........................................................10
d. Website sebagai media promosi.................................................................10
e. Perangkat Lunak dan Bahasa Pemrograman..............................................11

xi
f. Unifield Modeling Langue (UML).............................................................13
BAB III METODE PENELITIAN........................................................................23
3.1 Lokasi Penelitian...........................................................................................23
3.2 Waktu Penelitian...........................................................................................23
3.3 Alat dan Bahan Penelitian.......................................................................24
a. Data.............................................................................................................24
b. Perangkat Keras..........................................................................................24
c. Perangkat Lunak.........................................................................................24
3.4 Cara Kerja................................................................................................25
a. Metode Pengumpulan Data........................................................................25
b. Metode Pengembangan Sistem...................................................................26
c. Kerangka Berpikir......................................................................................28
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM.......................................29
4.1 Gambaran Umum Instansi.......................................................................29
4.2 Analisis Permasalahan.............................................................................29
a. Analisis Sistem yang Berjalan....................................................................29
b. Analisis Sistem Yang Diusulkan................................................................31
c. Struktur Tabel.............................................................................................32
4.3 Perancangan Sistem.................................................................................34
a. ERD (Entity Relationship Diagram)..........................................................34
b. Use Case Diagram.....................................................................................35
c. Activity Diagram........................................................................................37
d. Sequence Diagram....................................................................................45
4.4 Perancangan Database.............................................................................53
1. Class Diagram............................................................................................53
4.5 Desain Interface............................................................................................55
a. Halaman Login Admin...............................................................................55
b. Halaman Dashboard Admin.......................................................................56
c. Halaman Kelola Category..........................................................................57
d. Halaman Mengelola Orders.......................................................................58
e. Halaman Mengelola Produk........................................................................59
f. Halaman Home...........................................................................................60

xii
g. Halaman Melihat Detail..............................................................................61
h. Halaman Tambah Keranjang......................................................................62
i. Halaman Checkout.....................................................................................63
j. Halaman Buat Pesanan...............................................................................64
BAB V IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN SISTEM.....................................66
5.1 Implementasi............................................................................................66
a. Persiapan Hardware...................................................................................66
b. Persiapan Software.....................................................................................66
5.2 Implementasi Basis Data (Database).......................................................66
a. Menjalankan Aplikasi Laragon..................................................................66
5.3 implementasi Tabel Basis Data (Database)..................................................68
a. Tabel Users.................................................................................................68
b. Tabel Category...........................................................................................69
c. Tabel orders................................................................................................69
d. Tabel produk...............................................................................................70
5.4 Deskripsi dan Interface (Antar Muka Sistem).........................................71
a. Tampilan Halaman Home...........................................................................71
b. Tampilan Halaman Lihat Detail.................................................................72
c. Tampilan Halaman Tambah Keranjang......................................................73
d. Tampilan Halaman Checkout.....................................................................74
e. Tampilan Halaman Upload Bukti Pembayaran..........................................75
f. Halaman Login Admin...............................................................................76
g. Halaman Dashboard Admin.......................................................................77
h. Halaman Categories Admin.......................................................................77
i. Halaman Orders Admin..............................................................................78
j. Halaman New Orders.................................................................................79
k. Halaman Kirim WhatsApp.........................................................................80
l. Halaman Produk Admin.............................................................................81
[Link] New Produk.................................................................................82
5.5 Black Box Testing....................................................................................83
BAB VI PENUTUP...............................................................................................97
6.1 Kesimpulan..............................................................................................97

xiii
6.2 Saran........................................................................................................97
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................99
LAMPIRAN.........................................................................................................101

xiv
DAFTAR TABEL

Tabel 2. 1 Simbol ERD (Entity Relationahip Diagram)........................................14


Tabel 2. 3 Simbol Flowchart..................................................................................17
Tabel 2. 4 Simbol Use Case Diagram....................................................................18
Tabel 2. 5 Simbol Activity Diagram......................................................................20
Tabel 2. 6 Simbol Sequance Diagram....................................................................21
Tabel 2. 7 Simbol Class Diagram...........................................................................22
Tabel 3. 1 Jadwal Penelitian...................................................................................23
Tabel 4. 1 Tabel User.............................................................................................32
Tabel 4. 2 Tabel Kategori.......................................................................................32
Tabel 4. 3 Tabel Produk.........................................................................................33
Tabel 4. 4 Tabel Orders.........................................................................................33
Tabel 5. 1 Black Box Testing.................................................................................83
Tabel 5. 2 Rekapitulasi Black Box Testing............................................................87
Tabel 5. 3 Daftar Pertanyaan..................................................................................88
Tabel 5. 4 Skala Penilaian......................................................................................89
Tabel 5. 5 Hasil pengujian Pertanyaan 1................................................................90
Tabel 5. 6 Hasil Pengujian Pertanyaan 2...............................................................90
Tabel 5. 7 Pengujian Pertanyaan 3.........................................................................91
Tabel 5. 8 Hasil Pengujian Pertanyaan 4...............................................................91
Tabel 5. 9 Hasil Pengujian Pertanyaan 5...............................................................92
Tabel 5. 10 Hasil Pengujian Pertanyaan 6.............................................................93
Tabel 5. 11 Hasil Pengujian Pertanyaan 7.............................................................93
Tabel 5. 12 Hasil Pengujian Pertanyaan 8.............................................................94
Tabel 5. 13 Hasil Pengijian Pertanyaan 9..............................................................94
Tabel 5. 14 Persentase Hasil Pengujian.................................................................95

xv
DAFTAR GAMBAR

Gambar 3. 1 Metode Waterffal...............................................................................26


Gambar 3. 2 Kerangka Berpikir.............................................................................28
Gambar 4. 1 Sistem Yang Berjalan........................................................................30
Gambar 4. 2 Sistem Yang Diusulkan.....................................................................31
Gambar 4. 3 ERD (Entity Relationship Diagram...................................................34
Gambar 4. 4 Use Case Diagram.............................................................................36
Gambar 4. 5 Activty Diagram Login Admin.........................................................37
Gambar 4. 6 Activity Diagram Mengelola Data Pelanggan...................................38
Gambar 4. 7 Mengelola Order................................................................................39
Gambar 4. 8 Mengelola Produk.............................................................................41
Gambar 4. 9 Melihat Halaman Home....................................................................42
Gambar 4. 10 Halaman Keranjang.........................................................................44
Gambar 4. 11 Sequence Diagram Login Admin....................................................46
Gambar 4. 12 Sequence Diagram Produk..............................................................47
Gambar 4. 13 Squance Diagram Mengelola Order................................................48
Gambar 4. 14 Squance Diagram Mengelola Produk..............................................49
Gambar 4. 15 Halaman Home................................................................................51
Gambar 4. 16 Squance Diagram Checkout............................................................52
Gambar 4. 17 Class Diagram Database..................................................................54
Gambar 4. 18 Halaman Login Admin....................................................................56
Gambar 4. 19 Halaman Dashboard Admin............................................................57
Gambar 4. 20 Halaman Kelola Category...............................................................58
Gambar 4. 21 Halaman Mengelola Orders.............................................................59
Gambar 4. 22 Halaman Mengelola Produk............................................................60
Gambar 4. 23 Halaman Home................................................................................61
Gambar 4. 24 Halaman Melihat Detail..................................................................62
Gambar 4. 25 Halaman Tambah Keranjang...........................................................63
Gambar 4. 26 Halaman Checkout..........................................................................64
Gambar 4. 27 Halaman Buat Pesanan....................................................................65
Gambar 5. 1 Menjalankan Aplikasi Laragon.........................................................67
Gambar 5. 2 Membuat Tabel users........................................................................69
Gambar 5. 3 Membuat Tabel Category..................................................................69
Gambar 5. 4 Membuat Tabel Orders......................................................................70
Gambar 5. 5 Membuat Tabel Produk.....................................................................71
Gambar 5. 6 Halaman Home..................................................................................72
Gambar 5. 7 Halaman Lihat Detail........................................................................73
Gambar 5. 8 Halaman Tambah Keranjang.............................................................74
Gambar 5. 9 Halaman Checkout............................................................................75

xvi
Gambar 5. 10 Upload Bukti Pemmbayaran............................................................76
Gambar 5. 11 Halaman Login Admin....................................................................77
Gambar 5. 12 Halaman Dashboard Admin............................................................77
Gambar 5. 13 Halaman Categories Admin............................................................78
Gambar 5. 14 Halaman Orders Admin..................................................................79
Gambar 5. 15 Halaman New Order........................................................................80
Gambar 5. 16 Halaman Kirim WhatsApp..............................................................81
Gambar 5. 17 Halaman Produk Admin..................................................................82
Gambar 5. 18 Halaman New Produk.....................................................................83

xvii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Seiring waktu, kemajuan teknologi telah mengalami pertumbuhan


yang signifikan di berbagai sektor di seluruh dunia. Salah satu contohnya
adalah penerapan teknologi di ranah perdagangan. Dahulu, aktivitas
perdagangan dilakukan secara langsung dengan menawarkan atau menjual
barang kepada pembeli, serta dilaksanakan secara manual tanpa bantuan
teknologi apapun. Namun, dengan munculnya internet dan inovasi
teknologi, perdagangan kini bisa dilakukan secara online, menghilangkan
keharusan untuk melakukan transaksi secara fisik, yang lebih dikenal
dengan istilah e-commerce.
Usaha kecil dan menengah (UKM) adalah fondasi utama bagi
ekonomi Indonesia, termasuk sektor furnitur.. Namun, banyak UKM di
bidang ini masih mengandalkan metode penjualan konvensial, seperti
pemasaran dari mulut ke mulut, pelanggan harus datang langsung untuk
melihat produk. Selain itu, proses pengelolaan pesanan dan informasi
produk masih dilakukan secara manual belum memiliki sistem digital ynng
mendukung transaksi secara online. Oleh karena itu, penelitian ini
ditujukan untuk merancang dan menciptakan sebuah sistem e-commerce
berbasis web yang dapat membantu memajukan penjualan UKM furniture.
Usaha Furniture Ihsan merupakan salah satu pelaku usaha kecil
menengah (UKM) yang bergerak di bidang produksi dan penjualan
furniture seperti kursi tamu, meja rias, lemari dan lain-lain. Usaha ini
berlokasi di Lendang-re, Desa Paokmotong, Kecamatan Masbagik,
Kabupaten Lombok Timur, dan telah beroperasi selama beberapa tahun
melayani permintaan lokal dalam skala kecil. Sistem penjualan dan
promosi masih menggunakan konvensial yang hanya dibatasi pada
pertemuan di tempat penjualan produk, dan rekomendasi pelanggan dari
mulut ke mulut. Hal ini menyebabkan keterbatasan dalam menjangkau
pasar yang lebih luas, terutama di era
1
digital saat ini dimana perilaku konsumen mulai beralih ke platform
online. Kurangnya emanfaatan teknologi infirmasi dalam sistem penjualan
juga mengakibatkan proses promosi, transaksi, dan menyulitkan
perkembangan usaha.
Indikasi masalah ini merupakan bahwa Usaha Furniture Ihsan
membutuhkan inovasi dalam sistem penjualannya agar mampu
memperluas pasar dan meningkatkan efisiensi. Salah satu solusi yang
potensional adalah Perancangan dan pembentukan sistem e-commerce
yang berbasis web, yang memungkinkan aktivitas jual beli secara daring
dilakukan kapan saja dan di mana [Link] ini tidak hanya
mempermudah konsumen dalam mengakses produk, tetapi juga membantu
pelaku usaha dalam mengelola data produk, pesanan, dan pembayaran
secara terstruktur.
Berdasarkan permasalahan di atas peneliti tertarik mengambil judul
“Rancanng Bangun Sistem E-Commerce UKM Furniture Berbasis Web
(Studi Kasus: Usaha Furniture Ihsan)” permasalahan yang diangkat dalam
penelitian ini adalah belum tersedianya sistem e- commerce berbasis web
yang dapat digunakan oleh UKM Ihsan untuk mendukung proses
penjualan secara digital. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk
mengembangkan sistem e-commerce berbasis web yang disesuaikan
dengan karakteristik usaha mabel lokal, sehingga dapat mendorong
peningkatan penjualan, memperluas jangkauan konsumen, dan
memperkuat, daya saing UKM Ihsan di pasar digital.

1.2 Identifiksi Masalah


Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, dapat diidentifikasi
beberapa permasalahan utama yang menjadi dasar dilakukannya penelitian
ini antara lain:
1. UKM Furniture Ihsan belum memiliki sistem penjualan berbasis
digital sehingga seluruh proses pemasaran dan transaksi masih
dilakukan secara manual.

2
2. Proses pengelolaan data produk, pesanan, dan pelanggan belum
terdigitalisasi sehingga rawan kesalahan, kurang efisien, dan sulit
untuk dikembangkan lebih lanjut.
3. Tidak adanya media visual online yang menampilkan katalog produk,
padahal produk mabel memerlukan informasi visual yang detail agar
konsumen tertarik untuk membeli.

1.3 Rumusan Masalah


Dari identifikasi masalah yang telah di uraikan maka dapat ditarik
rumusan masalahnya sebagai berikut:
1. Bagaimana merancang dan mengembangkan sistem e-commerce
berbasis web yang sesuai dengan kebutuhan UKM Furniture Ihsan?
2. Fitur-fitur apa saja yang dibutuhkan dalam sistem e-commerce untuk
mendukung proses pemasaran dan penjualan produk furnitre secara
digital?
3. Bagaimana sistem e-commerce yang dikembangkan dapat
meningkatkan efektivitas penjualan dan memperluas jangkauan pasar
UKM Furniture Ihsan?

1.4 Batasan Masalah


Agar ruang lingkup penelitian menjadi lebih jelas dan terfokus,
batasan masalah yang berikut ini dapat diterapkan::
1. Sistem yang dibangun hanya difokuskan pada penjualan produk dari
Usaha Furniture Ihsan.
2. Sistem yang dikembangkan merupakan Analisis kebutuhan dan desain
sistem yang user friendly.
3. Perancangan sistem menggunakan framework Laravel dengan
pendekatan metode Waterfall.

1.5 Tujuan Penelitian


Berdasarkan rumusan masalah di atas, tujuan dan penelitian ini
adalah sebagai berikut:

3
1. Mengembangkan sistem e-commerce berbasis web yang sesuai dengan
kebutuhan dan karakteristik UKM Furniture Ihsan.
2. Merancang fitur-fitur fungsioanl dalam sistem e-commerce yang dapat
mendukung proses promosi, transaksi, dan pengelolaan produk secara
efisien.
3. Meningkatkan efektivitas penjualan dan memperluas jangkauan pasar
UKM Furniture Ihsan melalui pemanfaatan teknologi informasi
berbasis web.

1.6 Manfaat Penelitian


a. Bagi Peneliti
a. Menerapkan ilmu pengetahuan yang didapat selama
perkuliahan ke dalam penelitian yang bermanfaat bagi
Masyarakat.
b. Menambah pengalaman dalam melakukan penelitian dan
menyelesaikan skripsi sebagai salah satu syarat untuk
memperoleh gelar sarjana.
b. Bagi Pengguna
a. Mempermudah pemesanan produk mabel secara online tanpa
harus datang ke lokasi.
b. Memudahkan proses pemesanan, pengguna dapat melakukan
pemesanan produk secara lebih praktis dan efisen kapan saja
dan di mana saja.
c. Mempermudah proses pembayaran, sistem menyediakan
berbagai metode pembayaran digital yang mempermudah
pengguna dalam menyelesaikan transaksi sesuai kebutuhan.

c. Bagi Pemilik Usaha


a. Mempercepat proses pemesanan dan pencatatan transaksi secara
otomatis.
b. Menyediakan data penjualan yang lebih akurat untuk evaluasi
bisnis

4
c. Mengurangi kesalahan input dan proses verifikasi pembayaran
manual.

1.7 Sistematika Penulisan


Adapun sistemtika penlisan yang digunakan sesuai buku
panduan adalah seabagai berikut:
BAB I PENDAHULUAN
Dalam Bab Pendahuluan ini, merupakan bab yang mengemukakan
beberapa sub topik yaitu latar belakang masalah yang akan dibahas,
perumusan masalah, Batasan masalah, tujuan dan manfaat
dilakukannya penelitian dan sistematika penulisan.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI
Bab ini berisi tinjauan teoris di mana menjelaskan tentang uraian-uraian
sistem yang mendukung judul penelitian.
BAB III METODE PENELITIAN
Bab ini berisi metode pengumpulan data, metode perancangan sistem, dan
Teknik pengujian sistem.
BAB IV ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM
Bab ini berisi tentang gambaran umum tentang profil
lembaga/instansi/perusahaan, analisis masalah sistem yang berjalan,
analisis hasil solusi, kebutuhan sistem usulan, rancangan basis data,
dan ramcangan interface sistem.
BAB VI: PENUTUP
Bab ini berisi tentang kesimpulan, saran, menyimpulkan bukti-bukti yang
diperoleh dan akhirnya menarik kesimpulan apakah hasil yang
dikerjakan layak untuk diimplementasikan.
DAFTAR PUSTAKA
Daftar Pustaka berisi refrensi yang djadikan acuan dalam penyusunan
proposal tersebut.

5
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI

2.1 Tinjauan Pustaka


Tinjauan Pustaka merupakan bagian yang membahas beberapa
teori, konsep, dan hasil penelitian sebelumnya yang relevan dengan topik
penelitian.
Penelitian yang dilakukan oleh (Usman & Susanti, 2021) dengan
judul “Sistem Informasi Penjualan Furniture Berbasis Website pada CV
Sinar Terang Furniture” membahas pengembangan sistem e-commerce
berbasis web sebagai solusi atas permasalahan promosi dan perluasan
pasar yang dihadapi oleh pelaku usaha mebel. CV Sinar Terang Furniture
sebelumnya belum memanfaatkan teknologi internet untuk mendukung
proses penjualan, sehingga jangkauan pemasaran produk menjadi terbatas.
Melalui penelitian ini, peneliti merancang dan membangun sistem
informasi penjualan online menggunakan metode pengembangan
Waterfall, dimulai dari tahap analisis kebutuhan, perancangan,
pengkodean, hingga pengujian dengan metode Black Box. Sistem yang
dikembangkan memungkinkan pelanggan untuk mengakses informasi
produk secara detail, melakukan pemesanan, dan melacak status
pembelian, sementara admin dapat mengelola data produk, kategori,
pesanan, hingga laporan transaksi secara terstruktur.
Penelitian oleh (Tirozul Achyar et al., 2021) mengenai “Sistem
Informasi E-Commerce Furniture Berbasis Web pada Toko Mebel
Ubaidillah Kamal Jepara” membahas tentang pengembangan sistem
informasi penjualan berbasis web untuk mendukung aktivitas bisnis mebel
yang sebelumnya masih dijalankan secara konvensional. Penelitian ini
bertujuan untuk mengatasi kendala dalam hal penyebaran informasi
produk dan proses transaksi yang belum efektif, terutama bagi konsumen
yang berada di lokasi jauh. Metode pengembangan yang digunakan adalah
model Waterfall, dengan tahapan meliputi analisis kebutuhan, desain
sistem,

6
implementasi, pengujian, hingga pemeliharaan. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa sistem yang dikembangkan mampu memberikan
kemudahan bagi pelanggan dalam melakukan pemesanan produk secara
online, serta mempermudah admin toko dalam mengelola data produk,
transaksi, laporan penjualan, dan informasi pelanggan. Selain itu, sistem
ini juga menyediakan fitur katalog produk, halaman checkout, histori
pembelian, serta pengelolaan laporan yang terstruktur.
Penelitian yang dilakukan oleh (Rutama et al., 2023) berjudul
“Sistem Informasi Penjualan Produk pada Meubel Kayu Jati UD. Jati Setia
Berbasis Web Menggunakan Framework CodeIgniter” merupakan studi
yang relevan dalam konteks pengembangan sistem e-commerce untuk
UKM mebel. Penelitian ini dilatar belakangi oleh permasalahan pemasaran
dan transaksi yang masih dilakukan secara konvensional, seperti promosi
melalui brosur dan pencatatan manual, yang dinilai tidak efisien dalam
menghadapi persaingan digital. Untuk itu, peneliti merancang sistem
informasi penjualan berbasis web dengan menggunakan framework
CodeIgniter dan metode pengembangan Waterfall. Sistem yang
dikembangkan mencakup fitur manajemen produk, transaksi, stok barang,
akun pelanggan, hingga laporan penjualan, serta diuji menggunakan
metode Black Box.
Penelitian yang dilakukan oleh (Nurjani & Lazuardi, n.d.) berjudul
“E-Commerce pada Mebel Bintang Jaya” mengkaji pengembangan sistem
informasi berbasis web untuk mendukung proses penjualan dan
manajemen produk pada usaha mebel. Studi ini dilatar belakangi oleh
masih digunakannya metode manual dalam pencatatan transaksi dan
laporan penjualan, yang berdampak pada rendahnya efisiensi kerja dan
tingginya risiko kesalahan data. Sistem yang dikembangkan
memanfaatkan bahasa pemrograman PHP dan database MySQL untuk
membangun platform e- commerce yang memungkinkan proses pendataan
produk, pengelolaan transaksi, hingga pelaporan dilakukan secara
terintegrasi. Peneliti juga menerapkan pendekatan prototyping dalam
pengembangan sistem, dengan

7
berfokus pada kebutuhan pengguna serta melakukan iterasi untuk
penyempurnaan fitur berdasarkan umpan balik. Hasil dari penelitian ini
menunjukkan bahwa sistem e-commerce yang dibangun mampu
membantu proses promosi, pemesanan, hingga pelaporan penjualan
dengan lebih cepat dan akurat. Selain itu, sistem juga memberikan manfaat
langsung bagi pihak manajemen dalam memantau kinerja penjualan serta
meningkatkan kepuasan pelanggan melalui kemudahan dalam mengakses
informasi produk dan melakukan pemesanan secara online.
Penelitian oleh (Handayani & Lubis, n.d.) dalam jurnal berjudul
“Rancang Bangun Sistem Informasi Pemesanan Furnitur Berbasis Website
dengan Metode RAD (Studi Kasus di CV. Tujuh Samudra)”
mengembangkan sistem informasi pemesanan furnitur berbasis web untuk
mempermudah konsumen dalam melakukan pemesanan produk tanpa
harus datang langsung ke toko. Penelitian ini menggunakan metode Rapid
Application Development (RAD) yang terdiri dari tahapan pemodelan
bisnis, pemodelan data, pemodelan proses, aplikasi generasi, pengujian,
dan implementasi. Sistem yang dibangun menggunakan bahasa
pemrograman PHP, JavaScript, HTML, CSS, database MySQL, dan
framework Laravel. Hasilnya menunjukkan bahwa sistem ini mampu
mengelola data penjualan secara efektif dan efisien, serta memudahkan
konsumen dalam melihat informasi produk dan melakukan pembayaran
secara online.
Perbedaan utama antara penelitian ini dengan penelitian-penelitian
sebelumnya yang telah ditinjau terletak pada penyertaan metode
pembayaran dalam sistem e-commerce yang dikembangkan. Penelitian-
penelitian sebelumnya umumnya berfokus pada pengelolaan produk,
transaksi, laporan, dan pemesanan secara online, namun belum secara
spesifik menekankan atau mengintegrasikan sistem pembayaran otomatis
yang dapat memverifikasi transaksi pelanggan secara efisien. Sementara
itu, penelitian ini memberikan niai tambah dengan menghadirkan fitur
pembayaran via transfer bank yang terotomatisasi, yang tidak hanya
mempermudah proses transaksi bagi pelanggan tetapi juga meningkatkan

8
efisiensi dan keamanan dalam pencatatan serta verifikasi pembayaran.
Selain itu, sistem juga dilengkapi dengan fitur konfirmasi pembayaran
melalui WhatsApp. Dengan demikian, sistem yang peneliti kembangkan
lebih lengkap dan sesuai dengan kebutuhan e-commerce modern yang
menuntut proses transaksi yang cepat, aman, dan minim kesalahan
manusia.

2.2 Landasan Teori


a. E-Commerce
E-commerce atau perdagangan elektronik merupakan proses
pembelian, penjualan, transfer, atau pertukaran produk, layanan,
maupun informasi yang dilakukan melalui jaringan komputer,
termasuk internet. E-commerce sendiri memiliki beberapa jenis yang
berbeda berdasarkan karakteristik dan pihak-pihak yang terlibat di
dalamnya. Manfaat e-commerce pun dirasakan secara luas, baik oleh
organisasi, konsumen, maupun masyarakat. Bagi organisasi, e-
commerce dapat memperluas jangkauan pasar hingga ke tingkat
nasional dan global, sekaligus menekan biaya dalam penyusunan,
pemrosesan, distribusi, penyimpanan, dan akses informasi yang
sebelumnya berbasis kertas. Selain itu, e-commerce juga
memungkinkan perusahaan untuk fokus pada bisnis yang lebih
terspesialisasi. Dari sisi konsumen, e-commerce memberikan
kemudahan dalam berbelanja kapan saja dan memungkinkan mereka
mendapatkan produk maupun jasa dengan harga yang lebih kompetitif
karena memiliki akses ke berbagai pilihan pasar. Sedangkan bagi
masyarakat secara umum, e-commerce membuka peluang kerja dari
rumah dan memungkinkan distribusi barang dengan harga lebih
terjangkau. Dengan demikian, e-commerce tidak hanya menjadi alat
perdagangan modern, tetapi juga menciptakan dampak sosial dan
ekonomi yang luas dalam kehidupan masyarakat masa kini (Santoso et
al., 2022).

9
b. Sistem Informasi Penjualan
Sistem informasi penjualan adalah sub sistem informasi bisnis
yang mencakup kumpulan prosedur bisnis yang mencakup kumpulan
prosedur yang melaksanakan, mencatat, mengkalkulasi, membuat
dokumen dan informasi penjualan untuk keperluan manajemen mulai
dari diterimanya order penjualan sampai mencatat timbulnya tagihan
dagang(Anggraini et al., 2020). Berdasarkan pengertian tersebut, dapat
disimpulkan bahwa komponen-komponen dari sistem informasi
penjualan secara umum terdiri dari:
a. Pencatatan transaksi penjualan
b. Pengecekan stok barang
c. Kalkulasi jumlah harga
d. Pencetakan nota penjualan
e. Pembuatan dokumen atau informasi penjualan untuk keperluan
manajemen.

c. Usaha Kecil dan Menengah (UKM)


Usaha Kecil dan Menengah (UKM) merupakan salah satu bidang
yang memberikan kontribusi yang segnifikan dalam memacu
pertumbuhan ekonomi Indonesia. UKM memiliki peran yang sangat
penting dalam perekonomian suatu negara, terutama dalam
menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat,
dan mendorong pertumbuhan ekonomi. (Kementrian Koperasi dan
UKM, 2021).

d. Website sebagai media promosi


Website adalah platform online dimana anda dapat menampilkan
produk, layanan, dan profil bsisnis. Website memiliki beberapa
keunggulan, antara lain:

a. Aksesbilitas: Dapat diakses kapan saja dan dari mana saja.


b. Interaktivitas: Memungkinkan interaksi langsung dengan
pelanggan melalui fitur seperti formulir kontak atau chat.

10
c. Kredibilitas: Memungkinkan kepercayaan pelanggan terhadap
produk dan bsinis (Dimas et al., 2022).

e. Perangkat Lunak dan Bahasa Pemrograman


1. Laragon
Laragon ialah perangkat lunak bebas yang di dalamnya terdapat
banyak sistem operasi sebagai localhost atau server mandiri.
Laragon menyediakan banyak layanan, peralatan, dan fitur yang
terdiri dari Apache, PHP Server, PhpMyAdmin, MySQL,
Memchaced, Redis, Composer, Xdebug, Cmder, dan Laravel.
(Handoyo & Anwar, 2023).

2. PHP (Hypertext Preprocessor)


PHP adalah bahasa pemrograman yang digunakan untuk
menerjemahkan kode program menjadi kode mesin yang dapat
dipahami oleh komputer. PHP bekerja di sisi server (server-side)
dan dapat disiipkan ke dalam HTML. Bahasa ini merupakan salah
satu bahasa pemrograman web yang dibuat oleh dan ditujukan
untuk pengembang web (A. S. Putra, 2021)
Selain itu PHP mendukung berbagai jenis database seperti
MySQL, PostgreSQL, dan Oracle, serta dilengkapi dengan banyak
kerangka kerja (framework) seperti Laravel, CodeIgniter, dan
Symfony yang membantu mempercepat proses pengembangan.
Karena kemudahan belajar dan fleksibilitasnya, PHP banyak
digunakan oleh pengembang, baik pemula maupun profesinal, untk
membangun website yang kompleks dan fungsional.

3. Framework Laravel
Kerangka kerja adalah komponen pemrograman yang dapat
digunakan kembali kapan saja, sehingga pemrograman tidak perlu
menulis skrip yang sama untuk tugas yang sama. Misalnya, jika
seorang program code ingin menampilkan data di halaman web
berdasarkan pagination halaman ini. Tentu saja programmer bisa

11
saja meggunakan fitur ini saat coding, namun harus mengikuti
aturan yang diterapkan oleh masing-masing kerangka kerja.

Laravel adalah kerangka web open source dengan basisi bahasa


pemrigraman PHP yang dikembangkan oleh Taylor Otwell untuk
mengupgrade aplikasi web menggunakan skema MVC. MVC
Laravel sedikit bereda dari MVC yang lain. Laravel memiliki
routing yang membantu permintaan dari pengguna dan pengontrol.
Oleh karena itu, perwakilannya tidak akan serta merta menerima
permintaan tersebut. (Putri et al., 2022).

4. Filament
Filament adalah framework PHP modern yang dirancang untuk
membangun antarmuka pengguna (UI) web yang elegan dan
responsive. Dikembangkan oleh Dan Harrin, Filament menawarkan
pendekatan yang sederhana namun kuat untuk membuat komponen
UI yang dapat disesuaikan dan mudah diintegrasikan dengan
aplikasi PHP yang ada (Sudarsono & Vebriandi, 2025).

5. Visual Studio Code


Visual Studio Code adalah editor kode yang dikembangkan
oleh Microsoft untuk Windows, Linux, and macOS. Editor ini
dirancang sebagai alat yang ringan namun sangat powerful untuk
pengembangan perangkat lunak, mendukung berbagai bahasa
pemrograman seperti JavaScript, Pyhton, PHP, C++, dan banyak
lagi. Visual Studio Code memiliki berbagai fitur unggulan seperti
syntax highlighting, IntelliSense (penyelesaian kode cerdas),
debugging langsung. Integrasi Git, serta dukungan terhadap
ekstensi yang memungkinkan pengguna menambahkan
fungsionalias serta kebutuhan. Dengan anttarmuka yang bersih dan
fleksibel serta komunitas pengguna yang aktif, Visual Studio Code
menjadi salah satu editor kode paling popular di kalangan
pengembang web maupun aplikasi. (Putra et al., 2021)

12
6. HTML (Hypertext Markup Language)
HTML (HyperText Markup Language) merupakan bahasa
pemrograman dasar dalam pengembangan web yang digunakan
untuk memberi instruksi kepada peramban web (web browser)
mengenai cara Menyusun, menampilkan, dan menyajikan konten di
halaman web. HTML berfungsi sebagai kerangka utama dari
sebuah halaman web, di mana setiap elemen seperti teks, gambar,
tautan, table, dan multimedia lainnya diatur dalam struktur tertentu
agar dapat ditampilkan secara terorganisir dan menarik. Dengan
menggunakan tag-tag tertentu, HTML memungkinkan pengembang
untuk mengontrol tampilan dan susunan elemen-elemen pada
halaman serta memberikan semantic yang memudahkan
pengindeksan oleh mesin pencari dan kompatibilitas dengan
teknologi web lainnya. Meskipun HTML sendiri bersifat statis,
namun biasanya digunakan bersama CSS untuk mempercantik
tampilan dan JavaScript untuk menambhakan interaktivitas,
sehingga menjadi fondasi penting dalam pembuatan website
modern (A. S. Putra, 2021).

7. MySQL
MySQL merupakan sistem manajemen basis data SQL yang
bersifat open source dan menjad salah satu yang paling populer
saat ini. Sistem database ini mendukung fitur-fitur seperti
multithreaded, multi-user, dan merupakan bagian dari SQL
Database Management System (DBMS). MySQL dirancang untuk
memenuhi kebutuhan sistem basis data yang cepat, andal, dan
menggunakan bahasa Structured Query Language (SQL).(Sularno
et al., n.d.)

f. Unifield Modeling Langue (UML)


Unified Modeling Language disebut UML adalah sebuah
teknik pengembangan sistem yang menggunakan bahasa grafis sebagai
alat untuk pendokumentasian dan melakukan spesifikasi pada sistem.

13
UML

14
pertama kali dipopulerkan oleh Grady Booch dan James Rumbaugh
pada tahun 1994 untuk mengkombinasikan dua metodologi terkenal
yaitu Booch dan OMT, kemudian Ivar Jacobson, yang menciptakan
Object Oriented Software Engineering (OOSE) ikut bergabung
(Mulyani, 2016).

1. Entity Relationship Diagram (ERD)


ERD adalah singkatan dari Entity Relationship Diagram
ERD adalah suatu cabang jenis dari Flowchart tang
menggambarkan bagaimana ragam entitas data seperti manusia,
objek, dan konsep saling berhubungan dalam satu sistem tertentu.
(Abdullah et al., 2020).

Tabel 2. 1 Simbol ERD (Entity Relationahip Diagram)

Simbol Keterangan Fungsi


Entitas digunakan
Entity atau Entitas untuk
mempresentasikan
objek nyata
Atribut digunakan
Atribut untuk menggambarkan
sifat atau informasi
yang melekat pada
entitas
Belah ketupat
Belah ketupat atau menunjukkan
Relasi bagaimana dua atau
lebih entitas saling
berhubungan
atau
berinteraksi

15
Suatu entity yang
Week Entity tidak dapat
diidentifikasikan
melalui atributnya
dengan sendirinya.
Keberadaan weak
entity bergantung
kepada entity lain
yang
disebut owner entity.
Atribut yang dapat
Rey Atribut memuat lebih dari satu
nilai (Multivalued).
Multivalued Attribute
digambarkan dengan
dua oval.
Attribute yang dapat
Multiyalue Attribute memuat lebih dari satu
nilai (Multivalued).
Multivalued Attribute
digambarkan dengan
dua oval.
Suatu attribute di
Drived Atribute mana nilainya
dihitung atau berdasar
dari atribut lain.
Derived attribute
mungkin atau tidak
dapat disimpan dalam
database. Attribute ini
digambarkan dengan
oval putus-putus.

16
Suatu relationship
Weak Identifying dimana keberadaan
Relationship Child entity
bergantung pada
induknya, dan PK
Child entity memuat
komponen PK Parent
entity. Weak
Relationship
digambarkan dengan
dua belah ketupat.
Entitas yang
Associative Entity digunakan pada many-
to-many relationship
(banyak antar banyak).

Sumber : (Abdullah et al., 2020)

2. Flowchart
Flowchart adalah representasi adalah secara simbolik dari
suatu algoritma atau untuk menyelesaikan suatu masalah, dengan
menggunakan Flowchart akan memudahkan pengguna melakukan
pengecekan bagian-bagian yang terlupakan dalam analisis (Abdullah
et al., 2020).

17
Tabel 2. 2 Simbol Flowchart

Simbol Flowchart Nama Fungsi


Yaitu symbol untuk permulaan
Terminator (star) atau akhir (stop) dari
symbol suatu kegiatan.

Simbol yang meyatakan input


Magnetik Tape berasal dari pita magnetic atau
unit
output disimpan ke pita
magnetic.

Simbol yang menyatakan


Symbol Display peralatan output yang
digunakan yaitu layer, plotter,
printer dan sebagainya.

Simbol yang menyatakan


Input- Outout proses input dan output tanpa
tergantung dengan jenis
peralatannya.

Simbol pemilihan proses


Decision berdasarkan kondisi yang ada.

Simbol yang menunjukkan


Processing pengolahan yang dilakukan
symbol oleh computer.

18
Symbol untuk pelaksanaan
Symbol suatu bagian (sub-program)/
predefine prosedure
process

Untuk menghubungkan simbol


Flow direction yang satu dengan simbol yang

symbol lain.

Yaitu symbol untuk keluar-


Connector masuk atau menyambungkan

symbol proses pada lembar/ halaman


yang sama.

Yaitu symbol untuk keluar-


Connector masuk atau menyambungkan

symbol proses pada lembar/ halaman


yang berbeda

Sumbur: (Abdullah et al., 2020)

3. Use Case Diagram


Use case diagram memiliki fungsi untuk melihat interaksi
antara pengguna dan admin dalam sistem informasi gografis. Pada
kasus ini admin memiliki akses untuk memodifikasi data seperti
menambah mengubah dan menghapus data-data. Pengguna dapat
melihat lokasinya, foto, menu makan, alamat toko, dan deskripi toko.
Pengguna tidak dapat menambah mengubah dan menghapus data
(Abdullah et al., 2020)

Tabel 2. 3 Simbol Use Case Diagram

Simbol Fungsi
Use Case menggambarkan fungsionalitas yang
Use Case disediakan sistem sebagai unit-unit yang bertukar

19
pesan antar unit dengan aktor, yang dinyatakan
dengan menggunakan kata kerja

Actor Actor atau Aktor adalah Abstraction dari orang


atau sistem yang lain yang mengaktifkan fungsi
dari target sistem. Orang atau sistem bisa muncul
dalam beberapa peran. Perlu dicatat bahwa aktor
berinteraksi dengan Use Case, tetapi tidak
memiliki 19ontrol terhadap use case
Assocition Asosiasi antara aktor dan use case, digambarkan
dengan garis tanpa panah yang mengindikasikan
siapa atau apa yang meminta interaksi secara
langsung dan bukannya mengindikasikan data
Assocition Asosiasi antara aktor dengan use case yang
menggunakan panah terbuka untuk
mengindikasikan bila aktor berinteraksi secara
pasif dengan sistem
Include Include, merupakan di dalam use case lain
(required) atau pemanggilan use case oleh use
case contohnya adalah pemanggilan sebuah
fungsi
program
Extend Extend, merupakan perluasan dari use case lain
jika kondisi atau syarat terpenuhi

Sumber : (Abdullah et al., 2020)

4. Activity Diagram
Activity Diagram merupakan sebuah gambaran aliran kerja
atau sebuah aktivitas yang dilakukan pada sebuah sistem ataupun
proses bisnis. Dan diagram aktivitas ini hanyalah menggambarkan
kegiatan aktivitas sistem bukan apa yang dilakukan oleh aktor

20
(Maydianto &

21
Ridho, RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI POINT OF
SALE, 2021)

Tabel 2. 4 Simbol Activity Diagram

Manambahkan aktivitas
Activity baru pada diagram

Memperlihatkan dimana
Start Point aliran kerja berawal

Memperlihatkan dimana
End Point aliran kerja berakhir

Menambah transisi dari


State transtition suatu aktivitas k aktivitas
yang lainnya
Digunakan untuk
Fork (Percabangan) menunjukkan kegiatan
yang digunakan secara
parallel

Digunakan untuk
Join (Penggabungan) menunjukkan kegiatan
yang digunakan

Menambahkan titik
Decision keputusan pada aliran
kerja

Sumber : (Abdullah et al., 2020)

22
5. Sequance Diagram
Sequence Diagram adalah sebuah diagram yang
menggambarkan kelakuan dari objek yang ada pada use case dengan
cara mendeskripsikan waktu kejadian objek dan pesan yang akan
dikirim dan diterima oleh antar objek (Maydianto & Ridho,
RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI POINT OF SALE,
2021)

Tabel 2. 5 Simbol Sequance Diagram


Simbol Keterangan Fungsi

Menggambarkan orang yang


sedang berinteraksi dengan
Actors
sistem

Object
Simbol yang
Objects menggambarkan objek-objek
pada Class

Menggambarkan suatu objek


Life Lines
yang berjalan pada proses

Menggambarkan lamanya
Activator Bar suatu objek berjalan pada
suatu proses

Menggambar Input pada


Input Massages
suatu objek

23
Menggambar Output
Output Massages
pada suatu objek

Sumber: Wahyu Wijaya (2020)

6. Class Diagram

Class Diagram merupakan sebuah gambaran pada system


yang didalamnya menggambarkan sebuah struktur sistem dari segi
pendefinisian kelas yang akan dibuat agar dapat melakukan sesuai
dengan kebutuhan fungsinya pada sistem, guna untuk membangun
sistem (Maydianto & Ridho, RANCANG BANGUN SISTEM
INFORMASI POINT OF SALE, 2021)

Tabel 2. 6 Simbol Class Diagram

Simbol Nama dan Keterangan


Class menggambarkan keadaan
(atribut/properti) dari suatu objek.
Class memiliki tiga area pokok,
yaitu nama, atribut dan method.

Associations
menggambarkan mekanisme
komunikasi suatu objek dengan
objek lainnya, atau dapat juga
menggambarkan
ketergantungan antar class
Sumber : (Abdullah et al., 2020)

24
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Lokasi Penelitian

Tempat yang dijadikan peneliti sebagai objek penelitian adalah


Usaha Mabel Ihsan yang berlokasi di Lendangre, Desa Paokmotong,
Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.

3.2 Waktu Penelitian


Penulis membutuhkan jadwal penelitian yang dilakukan agar
penelitan ini lebih terkonsep dan tepat waktu dalam proses pengerjaannya.
Untuk penjelasan lebih detail pada waktu penelitian bisa diihat pada table
berikut:

Tabel 3. 1 Jadwal Penelitian

Ja A M J J
dw p e u u
al r i n l
Pe i i i
nel l
itia
n
Me
lak
uk
an studi literatur
ter
kai
t
top
ik
pe
nel
itia
n
Ob
ser
vas
i,
wa
wa
nc
ara
25
da
n
Pe
ng
um
pul
an
Da
ta
Me
ng
an
alis
is kebutuhan
sist
em
ya
ng
dib
an
gu
n
Me
ran
ca
ng
sist
em
inf
or
ma
si
Me
ngi
mp
le
me
nta
sik
an
ran
ca
ng
an
sist
em
Pe
ng
26
uji
an
Sis
te
m
Me
ny
us
un
lap
ora
n
ak
hir

27
3.3 Alat dan Bahan Penelitian
Pada tahapan penelitian ini penulis menganalisis kebutuhan
spesifik sistem yang diperlukan untuk menyelesaikan penelitian skripsi.
Adapun kebutuhan dalam pembuatan sistem yang dibangun adalah sebagai
berikut:

a. Data
Bahan penelitian dalam studi ini mencakup data penjualan dan
produk pada Usaha Furniture Ihsan, yang terdiri atas informasi produk
mabel (nama, harga, dan stok) data transaksi, serta proses bisnis yang
berjalan saat ini. Data tersebut diperoleh melalui wawancara langsung
dengan pemilik usaha dan observasi aktivitas penjualan secara manual.

Selain itu penelitian ini juga meggunakan berbagai refrensi


pendukung berupa artikel jurnal, buku akademik, dan dokumentasi
teknis terkait sistem informasi penjualan, integrasi payment gateway,
dan pengembangan web

Dengan penggunaan data yang bersumber dari kebutuhan


pengguna serta didukung oleh refrensi teknis yang relevan, sistem yang
dikembangkan diharapkan dapat berjalan optimal, akurat, dan sesuai
dengan proses bisnis pada Usaha Furniture Ihsan.

b. Perangkat Keras
Persyaratan perangkat keras yang diperlukan untuk memproduksi
sistem adalah sebagai berikut::
1. Laptop: Aspire A514-54
2. Processor: Intel® Core™ i3-1115G4
3. Memory: 4096MB RAM

c. Perangkat Lunak
Adapun kebutuhan spesifik perangkat lunak yang digunakan dalam
perancangan sistem sebagai berikut:
1. Sistem Operasi Windows 11 Pro
2. Microsoft Office 2019

28
3. Laragon
4. Visual Studio Code
5. Browser (Gogle Chrome)

3.4 Cara Kerja


Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data kualitatif
seperti observasi, wawancara, dan studi Pustaka. Selain itu, metode
pengembangan sistem penelitian menggunakan metode Waterfall, atau
dikenal juga dengan metode air terjun merupakan salah satu jenis
paradigma pengembangan aplikasi yang setiap langkahnya dilakukan
secara metodis, dimulai dari atas dan diakhiri di bawah. (Erawati, 2019).

a. Metode Pengumpulan Data


Pengumpulan data dilakukan untuk mendapatkan informasi
yangdiperlukan untuk mencapai tujuan penelitian. Dalam
pengambilan data menggunakan metode pengumpulan data sebagai
berikut:

1. Observasi
Observasi dilakukan untuk mengumpulkan data dengan melakukan
pengamaatan terhadap situasi yang ada pada objek penelitian. Hal
ini dilakukan dengan cara melakukan pengamatan langsung ke
lokasi untuk melihat secara langsung proses kerja aktivitas UKM
Furnitre Ihsan.

2. Wawancara
Wawancara dilakukan untuk mengumpulkan data melalui tanya
jawab langsung antara peneliti dan narasumber dengan tujuan
memeperoleh informasi lebih mendalam terkait kondisi UKM
Furniture Ihsan.

3. Studi Pustaka
Peneliti melakukan Studi Pustaka dengan mengumpulkan data dari
jurnal, laporan tugas akhir, dan internet. Ini dilakukan untuk

29
membantu dalam penulisan laporan dan mendapatkan refrensi
untuk perancangan web.

4. Dokumentasi
Pengumpulan data melalui dokumen-dokumen yang relevan
seperti catatan keuangan, foto, dan dokumen lain yang berkaitan
dengan akivitas UKM.

b. Metode Pengembangan Sistem

Gambar 3. 1 Metode Waterffal


1. Analisa Kebutuhan (Requirement Analysis)
Untuk memahami dan mencapai tujuan, analisis kebutuhan
sangat penting. Penulis perlu memahami masalah yang dihadapi
dan mengumpulkan data yang diperlukan..

2. Perancangan (Design)
Setelah kebutuhan sistem dikumpulkan dan dianalisis, tahap
selanjutnya adalah merancang sistem. Pada tahap ini, dilakukan
perancangan antarmuka pengguna (user interface), struktur basis
data, serta alur proses pengkodean (coding) agar sistem sesuai
dengan kebutuhan yang telah ditentukan. Peneliti menggunakan
UML (Unified Modelling Language) untuk merancang sistem,
yang menggunakan use case diagram, class diagram, sequence

30
diagram, dan activity diagram. Selain itu, penulis juga akan
merancang interface.

3. Penerapan (Implementation)
Tahap implementasi adalah proses penerjemahan dari hasil
perancangan ke dalam bentuk program. Pada peneletian ini sistem
dibangun menggunakan framework Laravel dan pembayaran
melalui transfer bank.
4. Pengujian (Implementation)
Setelah sistem selesai diimplementasikan dilakukan
pengujian untuk memastikan bahwa semua fungsi berjalan sesuai
dengan yang diharapkan. Pengujian dilakukan menggunakan
metode balck box testing, yaitu memperhatikan kode program.
Tujuannya adalah untuk menemukan dan memperbaiki kesalahan
atau bug sebelum sistem digunakan oleh pengguna.

5. Pemeliharaan (Maintenance)
Penginstalan dilakukan setelah sistem yang telah diuji layak
digunakan pada tahap sebelumnya. Tahap ini juga dapat dipahami
sebagai kewajiban untuk menjamin bahwa sistem beroperasi
dengan baik dan memperbaiki kemampuannya..

31
c. Kerangka Berpikir

Gambar 3. 2 Kerangka Berpikir

32
BAB IV
ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM

4.1 Gambaran Umum Instansi


Usaha Furniture Ihsan merupakan salah satu usaha kecil menengah (UKM)
yang bergerak di bidang produksi dan penjualan mebel atau perabotan rumah
tangga berbahan dasar kayu. Usaha ini berlokasi di Lendangre, Desa
Paokmotong, Kecamatan Masbagik, dan telah berdiri sejak tahun 2010.
Furniture Ihsan telah berkembang menjadi salah satu penyedia furniture lokal
yang cukup dikenal masyarakat sekitar karena kualitas produk dan pelayanan
yang baik.

Sejak awal berdirinya, Usaha Furniture Ihsan secara konsisten


memproduksi berbagai jenis furnitur rumah tangga seperti lemari, meja, kursi,
tempat tidur, rak, dan berbagai kebutuhan furniture lainnya yang dibuat secara
manual maupun semi-mesin oleh tenaga kerja lokal yang berpengalaman.
Furniture Ihsan mengutamakan penggunaan bahan baku kayu pilihan serta
desain yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen, baik untuk keperluan
rumah tangga, kantor, maupun instansi pendidikan.

4.2 Analisis Permasalahan


Sebelum sampai pada tahap pengembangan sistem, maka perlu dilakukan
analisis terlebih dahulu, Dimana analisis ini ditujukan untuk melihat dan
memahami kebutuhan yang diperlukan oleh pengguna website.

a. Analisis Sistem yang Berjalan


Analisa sistem yang berjalan didefinisikan sebagai penguraian
suatu informasi yang sudah utuh ke dalam bagian-bagian komponennya
dengan tujuan dapt mengidentifikasi permasalahan yang terjadi. Ini
merupakan gambar sistem yang berjalan yang digambarkan:

33
Gambar 4. 1 Sistem Yang Berjalan
Proses penjualan furniture secara manual dimulai dari produksi
furniture oleh pemilik usaha, setelah produk selesai di produksi, Langkah
berikutnya adalah memasarkan produk secara offline, yaitu dengan cara
menawarkan produk langsung kepada calon pelanggan, atau melalui
promosi dari orang ke orang. Pelanggan potensial yang berminat
selanjutnya datang ke tempat produksi untuk melihat langsung produk
yang ditawarkan. Setelah berada di lokasi, pelanggan akan menanyakan
harga dan detail produk yang diminatinya. Pihak penjual kemudian
memberikan informasi terkait produk, termasuk harga, bahan, ukuran, dan
proses produksinya. Jika pelanggan tertarik, maka proses berlanjut
ke pembelian produk.

34
Selanjutnya, pelanggan kan melakukan pembayaran secara langsung
kepada pemilik usaha, secara tunai. Setelah pembayaran dilakukan,
pelanggan akan menerima produk.

b. Analisis Sistem Yang Diusulkan


Setelah menganalisi dan mengilustrasikan secara rinci sistem yang
sedang beroperasi dan mengidentifikasi permasalahan yang terjadi, maka
akan dilakukan analisis sistem baru untuk memperbaiki sistem yang
sekarang beroperasi. Berikut adalah sistem yang diusulkan:

Gambar 4. 2 Sistem Yang Diusulkan


Sistem ini bertujuan untuk mempermudah UKM dalam mengelola
dan memasarkan produk mereka secara onine.

35
c. Struktur Tabel
1. Tabel User
Tabel user menyimpan username dan password user untuk
login, dengan id_user sebagai primary key. Struktur tabel adalah
sebagai berikut:

Tabel 4. 1 Tabel User

No Nama Type Keterangan


1 id bigint Primary Key
2 nama varchar(255) Nama Pengguna
3 email varchar(255) Email Pengguna
4 email_verified_at timestamp Password Pengguna
5 password varchar(255) Password Pengguna
6 remember_token varchar(100) Token untuk remember me
7 created_at timestamp Waktu dibuat
8 update_at timestamp Waktu diperbarui

2. Tabel Kategori
Tabel kategori berfungsi untuk menyimpan informasi tentang
kategori produk dalam sebuah e-commerce

Tabel 4. 2 Tabel Kategori

No Nama Type Keterangan


1 id bigint Primary Key
2 nama varchar(255) Nama Kategori
3 created_at timestamp Waktu dibuat
4 update_at timestamp Waktu diperbarui

36
3. Tabel Produk
Tabel produk berfungsi untuk menyimpan data semua produk
atau barang yang dijual atau ditampilkan dalam sistem e-commerce.

Tabel 4. 3 Tabel Produk

No Nama Type Keterangan


1 id bigint Primary Key
2 name varchar(255) Nama produk
3 description text Deskripsi produk
4 price decimal(10,2) Harga produk
5 category_id bigint Kategori produk
6 image varchar(255) Gambar produk
7 created_at timestamp Waktu dibuat
8 updated_at timestamp Waktu diperbarui

4. Tabel Orders
Tabel Orders digunakan untuk menyimpan data transaksi
pemesanan yang dilakukan oleh pengguna.

Tabel 4. 4 Tabel Orders

No Nama Type Keterangan


1 id bigint Primary Key
2 customer_name varchar(255) Nama pelanggan
3 customer_address text Alamat pelanggan
4 customer_phone varchar(255) Nomor telepon pelanggan
5 product json Nama produk yang dipesan
6 total_price decimal(10,2) Total harga
7 status enum Status pesanan
8 payment_proof varchar(255) Bukti Pembayaran
9 created_at varchar Waktu_dibuat

37
10 update_at varchar Waktu_diperbarui

4.3 Perancangan Sistem


Perancangan sistem bertujuan untuk memberikan gambaran
perencanaan dan pembuatan sketsa secara umum kepada user tentang sistem
usulan. Perancangan sistem menggunakan Use case diagram, activity
diagram, sequence diagram, dan class diagram.

a. ERD (Entity Relationship Diagram)


ERD adalah singkatan dari Entity Relationship Diagram. ERD
adalah suatu cabang jenis dari Flowchart yang menggambarkan
bagaimana ragam entitas data seperti, manusia, objek, dan konsep
saling berhubungan dalam satu sistem tertentu (Iwana, 2024).

Gambar 4. 3 ERD (Entity Relationship Diagram


Entity Relationship Diagram (ERD) pada sistem e-commerce ini
menggambarkan hubungan antar entitas utama yang terdiri dari user,
order, produk, dan kategori. Entitas user merepresentasikan pengguna

38
sistem yang memiliki beberapa atribut penting seperti ID pengguna,
nama, email, kata sandi, serta informasi waktu pembuatan dan
pembaruan akun. Seorang pengguna dapat melakukan lebih dari satu
pemesanan, yang direpresentasikan melalui relasi "membuat" terhadap
entitas order. Entitas order mencakup data pesanan yang dibuat oleh
pengguna, seperti nama pelanggan, nomor telepon, alamat, bukti
pembayaran, daftar produk yang dipesan, total harga, status pesanan,
dan waktu transaksi. Setiap pesanan dapat berisi lebih dari satu produk,
yang ditunjukkan oleh hubungan "memiliki banyak" dengan entitas
produk. Produk sendiri memiliki atribut seperti ID produk, nama,
deskripsi, gambar, harga, serta ID kategori sebagai penanda klasifikasi.
Produk ini terhubung dengan entitas kategori, yang berfungsi untuk
mengelompokkan produk berdasarkan jenis tertentu. Hubungan antara
kategori dan produk bersifat satu ke banyak, artinya satu kategori dapat
mencakup beberapa produk. Secara keseluruhan, struktur ERD ini
dirancang untuk mendukung proses bisnis penjualan online secara
efisien dan terorganisir, mulai dari interaksi pengguna, pemesanan,
hingga pengelompokan produk berdasarkan kategori.

b. Use Case Diagram


Use case diagram merupakan salah satu alat bantu dalam tahap
perancangan sistem yang bertujuan untuk menggambarkan interaksi
antara sistem dan penggunanya. Diagram ini digunakan untuk
memvisualisasikan kebutuhan fungsional dari sistem yang aka
dibangun, sehingga memberikan gambaran menyeluruh mengenai peran
pengguna serta layanan yng disediakan sistem. Dengan use case
diagram, hubungan antara aktor dan fitur sistem dapat ditampilkan
secara jelas, sehingga memudahkan pengembang dalam menentukan
ruang lingkup dan alur kerja aplikasi yang dirancang.

39
Gambar 4. 4 Use Case Diagram
Use case diagram di atas menggambarkan interaksi antara dua
aktor utama, yaitu admin dan pembeli. Admin memiliki akses penuh
terhadap sistem dengan beberapa fungsi utama, seperti login, mengelola
kategori, mengelola produk, dan mengelola order. Dalam pengelolaan
kategori, admin dapat melakukan penambahan, pengeditan,
penghapusan, serta melihat daftar kategori. Sementara pada pengelolaan
produk, admin memiliki hak untuk menambahkan, mengedit, dan
menghapus data produk. Selain itu, admin juga berperan dalam proses
pengelolaan pesanan, seperti melihat pesanan masuk, mengubah
informasi pesanan, mengonfirmasi pembayaran, mengirimkan pesanan,
serta membatalkan pesanan jika diperlukan. Di sisi lain, pembeli dapat
mengakses halaman utama website, melihat daftar produk, melihat
detail produk, menambahkan produk ke dalam keranjang, serta melihat
isi keranjang belanja. Setelah itu, pembeli dapat melanjutkan ke
halaman checkout untuk membuat pesanan dan mengunggah bukti
pembayaran.

40
c. Activity Diagram
Activity Diagram, juga dikenal sebagai diagram aktivitas, dibuat
dalam Unified Modeling Language (UML) untuk menjelaskan aktivitas
komputer dan alur aktivitas dalam organisasi. Ini adalah bentuk visual
dari alur kerja yang berisi aktivitas dan tindakan, serta pilihan dan
pengulangan. Selain itu, diagram aktivitas menampilkan alur kontrol
dalam bentuk garis besar.

1. Activity Diagram Login Admin

Gambar 4. 5 Activty Diagram Login Admin


Activity diagram ini menggambarkan alur proses login admin
pada sistem. Proses dimulai ketika pengguna membuka halaman
web, yang secara default akan menampilkan halaman Home. Untuk
masuk sebagai admin, pengguna mengubah alamat URL menjadi
[Link] Setelah itu, sistem akan
menampilkan form login yang berisi kolom untuk memasukkan
kredensial akun. Pengguna kemudian mengisi form login dan

41
mengirimkan data tersebut untuk divalidasi oleh sistem. Apabila
proses validasi gagal, pengguna akan diarahkan kembali ke form
login untuk mengulangi pengisian. Namun, jika validasi berhasil,
sistem akan mengarahkan pengguna ke halaman dashboard admin
sebagai tanda bahwa login telah berhasil dan akses admin diberikan.

2. Activity Diagram Mengelola Kategori

Gambar 4. 6 Activity Diagram Mengelola Data Pelanggan


Activity diagram di atas menggambarkan alur aktivitas
dalam
proses pengelolaan kategori pada sistem e-commerce. Proses dimulai
ketika admin mengakses menu kategori. Setelah itu, admin diberikan
tiga pilihan aksi, yaitu menambah, mengedit, atau menghapus
kategori. Jika admin memilih untuk menambah kategori, maka
sistem akan menampilkan form tambah kategori. Setelah mengisi
data yang diperlukan, admin dapat memilih untuk menyimpan data
tersebut atau membatalkan proses. Jika disimpan, data akan masuk
ke sistem dan

42
kembali ke tampilan kategori. Jika dibatalkan, proses juga akan
kembali ke tampilan kategori.
Pilihan kedua adalah mengedit kategori yang sudah ada. Setelah
memilih kategori yang ingin diubah, sistem akan menampilkan form
edit. Admin kemudian bisa melakukan perubahan data dan memilih
untuk menyimpan perubahan atau membatalkannya. Sama seperti
proses tambah, aksi ini juga akan membawa admin kembali ke
halaman kategori setelah disimpan atau dibatalkan.
Pilihan ketiga adalah menghapus kategori. Setelah admin
memilih kategori yang akan dihapus, sistem akan menampilkan
konfirmasi penghapusan. Jika admin memilih untuk membatalkan,
maka akan kembali ke halaman sebelumnya, dan jika memilih untuk
melanjutkan penghapusan, sistem akan menghapus data kategori dan
kembali ke halaman kategori. Seluruh proses ini berakhir ketika
semua tindakan telah selesai dilakukan.

3. Activity Diagram Mengelola Order

Gambar 4. 7 Mengelola Order

43
Proses dimulai dari aktivitas utama “order”, di mana admin
dapat melakukan beberapa aksi, seperti menambah, melihat,
mengubah, mengirim, mengonfirmasi, atau membatalkan pesanan. Saat
admin memilih untuk menambah order, sistem memberikan opsi
untuk menyimpan atau membatalkan. Fitur melihat order
memungkinkan admin meninjau detail pesanan dan kemudian
menutup tampilan tersebut. Pada proses mengubah order, admin
dapat membatalkan atau mengonfirmasi perubahan. Ketika memilih
mengirim, admin dapat melanjutkan dengan mengirim data pesanan
melalui WhatsApp atau membatalkannya. Dalam proses konfirmasi
maupun pembatalan pesanan, sistem memberikan opsi konfirmasi
ulang agar tidak terjadi kesalahan. Setiap alur aktivitas yang dipilih
akan kembali ke halaman utama order, sehingga proses pengelolaan
pesanan dapat dilakukan secara berulang dan fleksibel. Diagram ini
menunjukkan bahwa admin memiliki kontrol penuh atas proses order
dengan tahapan yang jelas dan terstruktur.

44
4. Mengelola Produk

Gambar 4. 8 Mengelola Produk


Activity diagram di atas menggambarkan alur aktivitas dalam
proses pengelolaan produk oleh admin pada sistem e-commerce
Mebel Ihsan. Proses diawali ketika admin masuk ke halaman
pengelolaan produk. Di dalam halaman ini, admin diberikan tiga
pilihan tindakan utama, yaitu menambah, mengedit, atau menghapus
produk.
Jika admin memilih untuk menambah produk, maka sistem
akan menampilkan form penambahan produk. Setelah mengisi data
produk secara lengkap, admin memiliki dua pilihan: menyimpan data
atau membatalkan proses. Jika memilih "simpan", data produk akan
ditambahkan ke dalam sistem dan proses kembali ke halaman
produk. Jika memilih "batal", maka tidak ada perubahan yang
dilakukan dan kembali ke halaman produk. Jika admin memilih
45
untuk mengedit

46
produk, maka sistem akan menampilkan form edit produk
berdasarkan data produk yang telah dipilih sebelumnya. Setelah
melakukan perubahan, admin kembali diberikan dua opsi:
menyimpan perubahan atau membatalkan proses. Aksi ini juga akan
membawa admin kembali ke halaman produk setelah selesai.
Sementara itu, jika admin memilih untuk menghapus produk,
sistem akan memberikan konfirmasi penghapusan. Admin dapat
memilih untuk membatalkan penghapusan atau melanjutkannya. Jika
dibatalkan, maka proses kembali ke halaman produk. Jika
dikonfirmasi untuk dihapus, maka produk akan dihapus dari sistem
dan kembali ke halaman pengelolaan produk.

5. Activity Diagram Melihat Halaman Home

Gambar 4. 9 Melihat Halaman Home

47
Activity diagram di atas menggambarkan alur aktivitas
pengguna dari halaman home dalam melakukan proses pembelian di
sistem e-commerce. Proses dimulai ketika pengguna membuka
halaman keranjang yang diakses melalui halaman utama (home).
Setelah melihat isi keranjang belanja, pengguna melanjutkan ke
proses checkout untuk memulai transaksi. Selanjutnya, pengguna
diminta untuk mengisi form berisi data pemesanan seperti nama,
alamat, dan metode pengiriman. Setelah semua data lengkap,
pengguna menekan tombol buat pesanan untuk menyimpan transaksi
ke sistem. Langkah terakhir adalah mengunggah bukti pembayaran
sebagai konfirmasi bahwa pembayaran telah dilakukan. Seluruh
proses ini menunjukkan bagaimana halaman home menjadi pintu
masuk menuju proses pembelian yang sistematis dan mudah
digunakan oleh pelanggan.

6. Activity Diagram Halaman Keranjang

48
Gambar 4. 10 Halaman Keranjang
Activity diagram ini menggambarkan alur proses pemesanan
produk oleh pengguna dari halaman keranjang pada sistem e-
commerce. Proses dimulai ketika pengguna membuka halaman
keranjang untuk meninjau produk yang akan dibeli. Setelah itu,
pengguna melanjutkan dengan menekan tombol checkout. Pada
tahap berikutnya, pengguna diminta untuk mengisi form yang berisi
informasi seperti nama, alamat, nomor telepon, dan metode
pengiriman. Setelah form diisi, pengguna melakukan aksi buat
pesanan

49
untuk menyimpan data pesanan ke sistem. Tahap terakhir dalam alur
ini adalah mengunggah bukti pembayaran sebagai konfirmasi bahwa
transaksi telah dilakukan. Setelah semua langkah selesai, proses
pemesanan berakhir. Diagram ini menunjukkan alur yang sederhana
dan jelas dalam proses pembelian, yang memudahkan pengguna
untuk melakukan transaksi hingga selesai.

d. Sequence Diagram
Sequance Diagram juga dikenal sebagai diagram urutan, adalah
sebuah diagram yang digunakan nntuk menjelaskan dan menunjukkan
interaksi antar objek-objek dalam sebuah sistem secara menyeluruh.
Diagram urutan juga menunjukkan pesan atau perintah yang dikirim,
serta waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikannya, Biasanya,
barang- barang yang berkaitan dengan proses operasi diurutkan dari kiri
ke kanan.

1. Sequence Diagram Login Admin


Sequence Diagram Login menjelaskan atur user saat melakukan
login untuk untuk mengakses laman masing-masing. Berikut
Sequence Diagram Login yang digambarkan:

50
Gambar 4. 11 Sequence Diagram Login Admin
Sequence diagram di atas menggambarkan alur proses login
admin ke dalam sistem. Proses dimulai ketika admin mengisi email
dan password pada halaman login. Informasi tersebut kemudian
dikirimkan ke komponen Admin Login, lalu diteruskan ke Sistem,
yang selanjutnya mengirimkan data admin ke Database untuk
dilakukan proses validasi. Jika email atau password yang dimasukkan
tidak sesuai dengan data yang tersimpan di database, maka sistem
akan mengembalikan respon bahwa email atau password salah, dan
informasi ini ditampilkan kembali kepada admin. Namun, jika
validasi berhasil (email dan password sesuai), maka database akan
mengirimkan perintah untuk menampilkan dashboard. Perintah ini
dikirim ke sistem, lalu diteruskan ke halaman dashboard, dan
akhirnya dashboard ditampilkan kepada admin sebagai tanda bahwa
proses login berhasil.

51
2. Sequence Diagram Mengelola Kategori
Sequence Diagram Kelola Kategori menjelaskan alur saat
mengelola data kategori. Berikut Squance Diagram yang
digambarkan:

Gambar 4. 12 Sequence Diagram Produk


Sequence diagram tersebut menjelaskan alur proses
pengelolaan data kategori oleh admin. Proses diawali saat admin
memilih salah satu aksi, yaitu menambah, mengedit, atau
menghapus kategori melalui halaman kelola kategori. Setelah itu,
halaman tersebut mengirimkan form sesuai dengan aksi yang
dipilih ke sistem untuk diproses lebih lanjut. Sistem kemudian
melakukan penyimpanan data ke dalam database. Sebelum data
benar-benar disimpan, database melakukan proses validasi. Jika
proses validasi gagal, maka sistem akan membatalkan proses dan
mengirimkan notifikasi pembatalan secara bertahap kembali ke
halaman kelola kategori dan kemudian ditampilkan kepada
admin. Namun, jika
52
validasi berhasil, sistem akan mendapatkan konfirmasi dari
database bahwa penyimpanan data berhasil. Sistem kemudian
mengirimkan notifikasi keberhasilan tersebut ke halaman kelola
kategori untuk ditampilkan kepada admin. Terakhir, data kategori
yang telah diperbarui atau diubah akan ditampilkan kembali kepada
admin sebagai hasil dari proses pengelolaan data.

3. Sequance Diagram Mengelola Order


Squance Diagram Order menjelaskan alur saat mengelola data
order. Berikut Squance Diagram yang digambarkan:

Gambar 4. 13 Squance Diagram Mengelola Order


Proses diawali saat admin memilih salah satu aksi pada
halaman order, seperti tambah, lihat, ubah, kirim, konfirmasi, atau
batal. Halaman order kemudian mengirimkan permintaan ke sistem
untuk menampilkan konfirmasi atas aksi yang dipilih.
Setelah itu, sistem akan memproses permintaan dan
melakukan penyimpanan data ke dalam database. Database
kemudian

53
melakukan proses validasi, dan jika validasi gagal, sistem
mengirimkan status batal ke halaman order, yang kemudian
diteruskan kembali ke admin sebagai informasi bahwa proses
dibatalkan.
Sebaliknya, jika validasi berhasil, sistem akan mengirimkan
status konfirmasi berhasil dan notifikasi berhasil ke halaman order.
Halaman order lalu menampilkan informasi terbaru kepada admin,
termasuk daftar pelanggan terbaru.

4. Sequance Diagram Mengelola Produk


Squance Diagram Mengelola Produk menjelaskan alur saat
mengelola produk. Berikut Squance Diagram yang digunakan:

Gambar 4. 14 Squance Diagram Mengelola Produk


Sequence diagram ini menjelaskan proses interaksi antara
Admin, Halaman Kelola Produk, Sistem, dan Database dalam
mengelola data produk pada sistem e-commerce. Proses dimulai

54
ketika admin memilih salah satu aksi pada halaman kelola produk,
yaitu tambah, edit, atau hapus produk. Halaman kelola produk
kemudian mengirimkan form sesuai dengan aksi tersebut ke sistem.
Setelah menerima form, sistem akan melakukan proses
penyimpanan data ke dalam database. Database kemudian
melakukan validasi terhadap data yang masuk. Jika validasi gagal,
sistem akan mengirimkan pesan batal ke halaman kelola produk
dan diteruskan ke admin sebagai notifikasi bahwa proses tidak
berhasil. Namun jika validasi berhasil, sistem akan mengirimkan
konfirmasi berhasil dan halaman akan menampilkan notifikasi
berhasil ke
admin.
Langkah akhir dalam proses ini adalah sistem
menampilkan kembali data produk terbaru kepada admin, sebagai
hasil dari aksi yang telah dilakukan. Diagram ini menunjukkan
bahwa setiap aksi pengelolaan produk yang dilakukan admin
berjalan secara berurutan dan divalidasi oleh sistem, sehingga
menjamin keakuratan dan integritas data produk dalam database.

5. Squance Diagram Halaman Home


Squance Diagram Halaman Home pengguna mengakses
halaman home. Berikut Squance Diagram yang digunakan:

55
Gambar 4. 15 Halaman Home
Sequence diagram ini menggambarkan proses interaksi
antara pembeli, Halaman Home, Halaman Detail Produk, dan
Database dalam melihat detail produk dan menambahkan produk
ke keranjang. Proses dimulai saat pembeli membuka halaman detail
produk dari halaman home. Permintaan ini diteruskan ke halaman
detail produk yang kemudian mengirim perintah untuk mengambil
data produk dari database. Database akan memanggil dan
mengirimkan data produk kembali ke halaman detail produk.
Setelah itu, detail produk ditampilkan kembali ke halaman
home dan selanjutnya ditampilkan kepada pembeli. Jika pembeli
tertarik, maka mereka dapat melakukan aksi tambah ke keranjang.
Aksi ini mengirimkan perintah kembali ke halaman detail produk,
yang kemudian menyimpan data penambahan ke keranjang ke
dalam database.

56
Setelah penyimpanan berhasil, sistem akan mengirimkan
notifikasi berhasil ke halaman home, yang kemudian ditampilkan
kepada pembeli sebagai konfirmasi bahwa produk berhasil
ditambahkan ke keranjang. Diagram ini menunjukkan alur proses
yang runtut dan efisien dalam membantu pembeli melakukan
transaksi awal dalam sistem e-commerce.

6. Squance Diagram Halaman Checkout

Gambar 4. 16 Squance Diagram Checkout


Proses dimulai ketika pembeli mengisi formulir
pemesanan dan mengunggah bukti pembayaran melalui halaman
checkout. Setelah data diisi, halaman checkout mengirimkan
perintah ke sistem untuk memproses pesanan. Selanjutnya, sistem
akan meneruskan data ke database untuk menyimpan data pesanan.

57
Setelah proses penyimpanan data berhasil, database akan
melakukan validasi dan mengirimkan respon bahwa validasi dan
penyimpanan berhasil ke sistem. Sistem kemudian mengirimkan
konfirmasi bahwa pesanan berhasil kembali ke halaman checkout.
Langkah berikutnya, pembeli mengunggah bukti
pembayaran, yang diteruskan dari halaman checkout ke sistem.
Sistem lalu mengirimkan bukti pembayaran tersebut ke database
untuk disimpan. Setelah bukti pembayaran berhasil disimpan,
sistem mengirimkan notifikasi pembayaran berhasil ke halaman
checkout, dan akhirnya halaman checkout menampilkan notifikasi
keberhasilan kepada pembeli.

4.4 Perancangan Database


1. Class Diagram
Class diagram adalah jenis diagram struktur statis dalam UML
yang menggambarkan struktur sistem dengan menunjukkan sistem class,
atributnya, metode dan hubungan antar objek. Berikut adalah tata letak
class diagram.

58
Gambar 4. 17 Class Diagram
Class diagram pada sistem e-commerce ini menggambarkan
struktur kelas dan relasi antar objek yang membentuk dasar
fungsionalitas sistem. Diagram terdiri dari empat kelas utama, yaitu User,
Order, Produk, dan Kategori. Kelas User merepresentasikan pengguna
sistem dengan atribut seperti ID, nama, email, kata sandi, serta informasi
waktu pembuatan dan pembaruan akun. Setiap pengguna dapat
melakukan lebih dari satu pemesanan, sebagaimana ditunjukkan oleh
relasi satu ke banyak terhadap kelas Order. Kelas Order menyimpan data
transaksi seperti nama dan alamat pelanggan, produk yang dipesan
(dalam format JSON), total harga,

59
status pesanan, bukti pembayaran, dan waktu transaksi. Kelas ini juga
memiliki beberapa metode yang berkaitan dengan pengelolaan pesanan,
seperti membaca data pesanan, memperbarui status, mengirim notifikasi
WhatsApp, dan menghapus status pesanan. Selanjutnya, kelas Produk
memuat informasi terkait produk yang dijual, seperti nama, deskripsi,
harga, gambar, dan kategori produk. Produk memiliki relasi satu ke
banyak dengan pesanan, serta terhubung ke kelas Kategori, yang
berfungsi untuk mengelompokkan produk berdasarkan jenis atau
kelompok tertentu. Kategori memiliki atribut seperti ID, nama, serta
waktu pembuatan dan pembaruan, dan dapat mencakup banyak produk.
Setiap kelas juga dilengkapi dengan metode untuk menambahkan,
memperbarui, dan menghapus data. Secara keseluruhan, class diagram ini
dirancang untuk menggambarkan alur kerja sistem e-commerce secara
efisien dan terstruktur, mulai dari pengelolaan pengguna, transaksi,
hingga pengelompokan produk.

4.5 Desain Interface


Pembuatan aplikasi tentu harus melewati tahapan pembuatan
desain interface atau antarmuka pengguna. Desain antarmuka akan
dirancang agar sedapat mungkin bersifat user friendly sehingga dapat
dioperasikan dengan mudah oleh pengguna awam sekalipun.

Desain interface diharapkan dapat memberikan Gambaran GUI


bagi pengguna dari sistem yang akan dibuat sehingga dapat memberikan
Gambaran tata letak menu dan fungsionalitas yang ditawarkan oleh
sistem.

a. Halaman Login Admin


Halaman Login ditujukan untuk admin yang akan mengakses
website. Admin diwajibkan untuk melakukan login sebelum
mengakses website tersebut.

60
Gambar 4. 18 Halaman Login Admin
Tampilan halaman login ini diperuntukkan bagi admin yang
akan menginput data. Admin diwajibkan untuk melakukan login
terlebih dahulu sebelum mengakses halaman utama. Admin harus
mengisi username dan password yang sesuai. Jika berhasil login, maka
admin akan diarahkan ke halaman utama sesuai hak akses yan
dimiliki.

b. Halaman Dashboard Admin


Halaman Dashboard Admin berisi beberapa menu yang hanya
bisa di akses oleh admin itu sendiri. Berikut tampilannya:

61
Gambar 4. 19 Halaman Dashboard Admin
Halaman ini berfungsi sebagai pusat kendali (control panel)
yang memberikan ringkasan serta akses cepat ke berbagai fitur
pengelolaan toko dalam sistem e-commerce. Pada tampilan
dashboard, admin disambut dengan informasi pengguna yang sedang
aktif login, tombol untuk keluar (sign out), dan menu navigasi di sisi
kiri layar yang terdiri dari beberapa modul utama, seperti Dashboard,
Shop Management, dan submenu yang mencakup Categories, Order,
dan Products. Melalui dashboard ini, admin dapat dengan mudah
berpindah antar fitur untuk mengelola data kategori produk, pesanan
pelanggan, serta produk yang tersedia di toko. Secara umum,
halaman dashboard mempermudah admin dalam memantau dan
mengelola aktivitas operasional toko secara efisien dan terstruktur.

c. Halaman Kelola Category


Halaman Category berfungsi sebagai pusat pengelolaan data
kategori produk oleh admin. Melalui halaman ini, admin dapat
melakukan berbagai tindakan penting, seperti menambahkan
kategori baru, mengedit kategori yang sudah ada, serta menghapus
kategori yang tidak lagi digunakan.

62
Gambar 4. 20 Halaman Kelola Category
Halaman ini menyediakan daftar kategori yang telah dibuat
oleh admin, lengkap dengan informasi seperti nama kategori dan
tanggal serta waktu pembuatan. Pada sisi kanan setiap baris data,
tersedia tombol Edit untuk memperbarui informasi kategori, serta
tombol Delete untuk menghapus kategori yang tidak diperlukan. Di
bagian atas halaman, terdapat tombol New Categories yang
digunakan untuk menambahkan kategori baru ke dalam sistem, serta
fitur Search untuk memudahkan pencarian kategori berdasarkan kata
kunci tertentu. Dengan tampilan yang terstruktur ini, admin dapat
dengan mudah mengelola dan memantau seluruh kategori produk
yang digunakan dalam toko online secara efisien dan terorganisir.

d. Halaman Mengelola Orders


Halaman Order berfungsi sebagai pusat kendali bagi admin
untuk mengelola seluruh data pesanan dari pelanggan.

63
Gambar 4. 21 Halaman Mengelola Orders
Halaman ini menyajikan informasi lengkap terkait pesanan
dalam bentuk tabel, termasuk ID Pesanan, Nama Pelanggan, Nomor
WhatsApp, Total Harga, Status, Bukti Pembayaran, Produk yang
dipesan, serta Tanggal Pembuatan Pesanan. Selain itu, admin juga
diberikan kontrol untuk melakukan berbagai tindakan, seperti melihat
bukti pembayaran, mengubah status pesanan, dan mengirim pesan
konfirmasi melalui WhatsApp kepada pelanggan. Di bagian kanan
atas, terdapat fitur Search untuk memudahkan pencarian data pesanan
berdasarkan kata kunci tertentu, serta tombol New Orders untuk
mencatat pesanan baru secara manual jika dibutuhkan. Dengan
tampilan ini, admin dapat mengelola proses pemesanan dengan lebih
efisien, cepat, dan terorganisir..

e. Halaman Mengelola Produk


Halaman Product berfungsi sebagai sarana bagi admin untuk
mengelola data produk yang ditampilkan pada sistem e-commerce.

64
Gambar 4. 22 Halaman Mengelola Produk
Halaman ini menyajikan daftar produk dalam bentuk tabel yang
menampilkan beberapa elemen penting, yaitu nama produk, harga
(price), kategori, gambar (image), dan tanggal dibuat (created at).
Admin dapat menambahkan produk baru melalui tombol New Product
yang tersedia di bagian atas halaman, serta memanfaatkan fitur Search
untuk mencari produk berdasarkan nama. Untuk setiap produk yang
ditampilkan, tersedia pula opsi Edit untuk memperbarui data produk
dan Delete untuk menghapus produk dari sistem. Tampilan ini
memberikan kemudahan bagi admin dalam mengelola konten toko
secara fleksibel, memastikan bahwa informasi produk selalu up-to-
date, relevan, dan terorganisir dengan baik.

f. Halaman Home
Halaman utama pengunjung berfungsi untuk menampilkan
seluruh produk yang tersedia kepada pengguna atau calon pembeli.

65
Gambar 4. 23 Halaman Home
Pada halaman ini, ditampilkan informasi dasar dari masing-
masing produk, seperti gambar produk, nama produk, harga, dan
tombol "Lihat Detail" yang mengarahkan pengguna untuk melihat
informasi lebih lengkap mengenai produk tersebut. Di bagian atas
halaman, terdapat elemen navigasi seperti logo toko, judul halaman
"Daftar Produk", serta tautan menuju keranjang belanja yang
memungkinkan pengguna untuk melihat item yang telah mereka pilih.
Desain halaman ini bertujuan untuk memberikan tampilan yang bersih
dan intuitif agar pengunjung dapat dengan mudah menelusuri,
memahami, dan tertarik untuk melihat atau membeli produk yang
ditawarkan.

g. Halaman Melihat Detail


Halaman ini merupakan halaman detail yang ditujukan untuk
memberikan informasi lebih lengkap kepada pengunjung mengenai
suatu produk tertentu dalam sistem e-commerce.

66
Gambar 4. 24 Halaman Melihat Detail
Pada halaman ini, pengguna dapat melihat gambar produk secara
lebih besar, nama produk, harga produk, serta tombol "Tambah ke
Keranjang" yang berfungsi untuk menambahkan produk tersebut ke
dalam daftar belanja. Halaman ini diakses setelah pengguna memilih
opsi "Lihat Detail" dari halaman daftar produk. Tampilan ini dirancang
agar mempermudah pengunjung memahami spesifikasi atau informasi
penting sebelum melakukan pembelian, sehingga mendukung proses
pengambilan keputusan dan meningkatkan kenyamanan dalam
berbelanja.

h. Halaman Tambah Keranjang


Halaman yang ditampilkan merupakan halaman keranjang belanja
pada sistem e-commerce yang berfungsi untuk menampilkan produk-
produk yang telah dipilih oleh pengguna sebelum melanjutkan ke
proses pembayaran (checkout).

67
Gambar 4. 25 Halaman Tambah Keranjang
Dalam halaman ini, pengguna dapat melihat daftar produk yang
ditambahkan ke keranjang lengkap dengan informasi seperti nama
produk, harga satuan, jumlah yang dipesan, total harga untuk setiap
produk, serta total keseluruhan harga belanja.
Selain itu, terdapat juga tombol "Hapus" yang memungkinkan
pengguna menghapus produk tertentu dari daftar pesanan, serta tombol
"Checkout" yang digunakan untuk melanjutkan ke proses pembayaran.
Pesan notifikasi “Produk ditambahkan ke Keranjang” juga ditampilkan
untuk memberi konfirmasi kepada pengguna bahwa produk berhasil
dimasukkan ke keranjang. Halaman ini bertujuan untuk memberikan
kendali penuh kepada pengguna terhadap barang yang akan dibeli
sebelum menyelesaikan transaksi.

i. Halaman Checkout
Halaman yang ditampilkan merupakan halaman checkout pada
sistem e-commerce yang berfungsi sebagai tahap akhir dalam proses
pembelian.

68
Gambar 4. 26 Halaman Checkout
Di halaman ini, pengguna diminta untuk mengisi data penting
seperti nama lengkap, alamat pengiriman, dan informasi tambahan
lainnya yang dibutuhkan untuk memproses pesanan. Informasi total
harga pesanan juga ditampilkan agar pengguna dapat memastikan
jumlah yang harus dibayar sebelum melakukan konfirmasi.
Terdapat tombol “Buat Pesanan” yang berfungsi untuk
mengirimkan data pesanan ke sistem dan menyimpannya ke dalam
basis data agar dapat diproses lebih lanjut oleh pihak penjual.
Halaman ini menjadi langkah penting untuk memastikan bahwa
informasi pembeli dan detail pengiriman telah lengkap dan benar
sebelum transaksi dilanjutkan.

j. Halaman Buat Pesanan


Halaman yang ditampilkan merupakan halaman upload bukti
pembayaran pada sistem e-commerce. Berikut tampilannya:

69
Gambar 4. 27 Halaman Buat Pesanan
Halaman ini muncul setelah pesanan berhasil dibuat dan
digunakan untuk menginformasikan detail pembayaran kepada
pembeli serta menyediakan form untuk mengunggah bukti transfer. Di
dalamnya tercantum informasi penting seperti ID pesanan, total
pembayaran, dan nomor rekening tujuan yang harus dituju oleh
pembeli, lengkap dengan nama pemilik rekening.
Pengguna diminta untuk mentransfer sejumlah uang sesuai
total pesanan ke rekening yang ditentukan, kemudian mengunggah
bukti pembayaran melalui kolom yang disediakan. Setelah bukti
diunggah dan tombol "Upload" ditekan, sistem akan menyimpan bukti
tersebut untuk diverifikasi oleh admin atau sistem secara otomatis.
Halaman ini menjadi bagian penting dalam proses verifikasi
pembayaran agar pesanan dapat segera diproses dan dikirimkan
kepada pembeli.

70
BAB V
IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN SISTEM

5.1 Implementasi
Langkah awal dalam mengimplementasikan sistem adalah
mempersiapkan kebutuhan hardware dan software guna pembuatan dan
pengimplemtasian sistem baru.

a. Persiapan Hardware
Kebutuhan perangkat keras (hardware) untuk proses
perancangan sistem dan penerapan sistem ini adalah perangkat
computer atau laptop dengan spesifikasi sebagai berikut:

1. Laptop Aspire A514-54


2. Processor: Intel® Core™ i3-1115G4
3. Memory: 4096MB RAM

b. Persiapan Software
Kebutuhan perangkat lunak (software) untuk sistem berbasis
web ini menggunakan beberapa teknologi. Berikut adalah sfesifikasi
perangkat lunak yang digunakan:

1. Sistem Operasi Windows 11 Pro


2. Microsoft Office 2021
3. Laragon
4. Visual Studio Code
5. Browser (Gogle Chrome)

5.2 Implementasi Basis Data (Database)


Selanjutnya dibuat sebuah database baru dengan nama mebel untuk
menyimpan semua data terkait produk,kategori,pesanan,pengguna, dan
transaksi.

a. Menjalankan Aplikasi Laragon

71
Gambar 5. 1 Menjalankan Aplikasi Laragon
Untuk memulai pembuatan sistem website mebel, kita perlu
menjalankan aplikasi Laragon sebagai web server lokal. Berikut adalah
langkah langkah menjalankan aplikasi Laragon:
1. Buka Laragon dan pastikan Anda memilih Nginx sebagai web
server default.
2. Pada halaman utama Laragon, klik menu Menu > Preference >
Services & Ports, di bagian Web Server, pilih Nginx sebagai
server default lalu klik SAVE untuk menyimpan pengaturan.
3. Klik Mulai Semua untuk menjalankan semua service (Nginx,
MySQL, dll.). Setelah itu, Laragon akan menjalankan Nginx
sebagai sever lokal.
4. Untuk membuat project Laravel, buka Terminal/Cmd pada
Laragon, lalu ketikkan perintah ‘’ composer create-project
laravel/laravel tugas-akhir” untuk membuat project baru, ini akan
mengunduh dan mengonfigurasi project Laravel di folder www
Laragon.

72
5. Setelah project Laravel selesai diinstall, jalankan aplikasi dengan
perintah “php artisan serve” akses aplikasi dengan membuka
browser dan mengetikkan alamat localhost:8000. Aplikasi
Laravel Anda kini sudah bisa diakses.
b. Membuat Database Baru
Berikut adalah Langkah-langkah membuat database baru di
MySQL:
1. Buka browser, akses ke [Link]
2. Di sidebar kiri, klik menu "New" atau tombol "Database" di
atas.
3. Isi nama database di kolom yang tersedia disini saya
membuatnya dengan nama mebel.
4. Pilih collaction(biasanya biarkan default, satu pilih
utf8mb4_general_ci)
5. Klik tombol Create.

5.3 implementasi Tabel Basis Data (Database)


Langkah berikutnya adalah membuat table yang mendukung
sistem yang akan dibangun.

a. Tabel Users
Tabel users pada database merupakan tabel yang digunakan
untuk menyimpan informasi akun pengguna dalam sistem. Setiap
pengguna memiliki id unik yang bersifat auto increment sebagai
primary key. Kolom name dan email digunakan untuk menyimpan
nama dan alamat email pengguna, sedangkan kolom password
menyimpan kata sandi yang telah di-hash untuk keamanan. Kolom
email_verified_at mencatat waktu ketika email pengguna berhasil
diverifikasi. Terdapat juga kolom remember_token yang berfungsi
untuk menyimpan token autentikasi saat pengguna memilih opsi
"remember me" saat login. Selain itu, sistem juga mencatat waktu

73
pembuatan data pengguna melalui kolom created_at, serta waktu
terakhir data diperbarui melalui kolom updated_at.

Gambar 5. 2 Membuat Tabel users


b. Tabel Category
Tabel categories pada database berfungsi untuk menyimpan
data kategori produk yang tersedia dalam sistem, seperti "Meja",
"Kursi", atau "Lemari". Tabel ini memiliki kolom id sebagai primary
key yang bersifat auto increment dan digunakan untuk
mengidentifikasi setiap kategori secara unik. Kolom name menyimpan
nama kategori dan bersifat wajib diisi, karena setiap produk harus
dikaitkan dengan suatu kategori. Selain itu, terdapat kolom created_at
dan updated_at yang masing-masing mencatat waktu saat data
kategori dibuat dan diperbarui. Keberadaan tabel ini memudahkan
pengelompokan serta pengelolaan produk dalam sistem e-commerce
secara lebih terstruktur dan efisien.

Gambar 5. 3 Membuat Tabel Category


c. Tabel orders
Tabel orders pada database meubel berfungsi untuk menyimpan
seluruh informasi terkait transaksi pemesanan yang dilakukan oleh

74
pelanggan. Setiap pesanan memiliki id unik sebagai primary key yang
diatur secara otomatis melalui fitur auto increment. Kolom
customer_name, customer_address, dan customer_phone mencatat
identitas pelanggan, termasuk nama, alamat pengiriman, dan nomor
telepon yang bisa dihubungi. Kolom products bertipe JSON
menyimpan data produk yang dipesan dalam satu transaksi, sedangkan
total_price mencatat jumlah total biaya pembelian. Status pemesanan
dikelola melalui kolom status dengan nilai seperti ‘pending’,
‘confirmed’, atau ‘canceled’. Untuk memastikan pembayaran, tersedia
kolom payment_proof yang menyimpan bukti transfer dari pelanggan.
Sementara itu, kolom created_at dan updated_at mencatat waktu
pembuatan dan pembaruan data pesanan. Tabel ini menjadi komponen
penting dalam sistem e-commerce untuk melacak, memverifikasi, dan
mengelola proses transaksi secara menyeluruh.

Gambar 5. 4 Membuat Tabel Orders


d. Tabel produk
Tabel products pada database meubel digunakan untuk
menyimpan data seluruh produk yang dijual dalam sistem e-commerce.
Setiap produk memiliki id unik sebagai primary key yang bersifat auto
increment. Kolom name menyimpan nama produk dan wajib diisi,
sedangkan description berisi penjelasan atau detail mengenai produk,
seperti bahan atau ukuran, dan sifatnya opsional. Harga produk dicatat
pada kolom price dalam format desimal dua angka di belakang koma.
Produk juga dikaitkan dengan kategori tertentu melalui kolom

75
category_id, yang merujuk pada tabel categories. Selain itu, kolom
image digunakan untuk menyimpan nama file atau jalur gambar produk
agar dapat ditampilkan di halaman toko. Informasi waktu pembuatan
dan pembaruan data produk dicatat melalui kolom created_at dan
updated_at. Dengan struktur ini, tabel products memungkinkan
pengelolaan data produk secara lengkap, terorganisir, dan efisien dalam
sistem penjualan berbasis web.

Gambar 5. 5 Membuat Tabel Produk

5.4 Deskripsi dan Interface (Antar Muka Sistem)


a. Tampilan Halaman Home
Halaman Home Toko Mebel pada tampilan ini merupakan
beranda utama dari sebuah situs e-commerce yang menampilkan
berbagai produk mebel yang tersedia.

76
Gambar 5. 6 Halaman Home
b. Tampilan Halaman Lihat Detail
Halaman Lihat Detail pada Toko Mebel berfungsi untuk
menampilkan informasi lengkap dari satu produk yang dipilih oleh
pengguna.

77
Gambar 5. 7 Halaman Lihat Detail
c. Tampilan Halaman Tambah Keranjang
Halaman Cart (Keranjang Belanja) adalah halaman yang
menampilkan daftar produk yang telah dipilih oleh pengguna sebelum
melakukan pembayaran. Di halaman ini, pengguna dapat melihat
detail produk seperti gambar, nama, harga, jumlah, serta total harga.
Pengguna juga dapat menambah atau mengurangi jumlah produk,
menghapus item, mengosongkan keranjang, dan melanjutkan ke
proses checkout. Halaman ini berfungsi sebagai tempat sementara
untuk menyimpan produk yang akan dibeli.

78
Gambar 5. 8 Halaman Tambah Keranjang

d. Tampilan Halaman Checkout


Halaman Checkout adalah halaman akhir dalam proses
pembelian yang digunakan untuk mengisi data pembeli sebelum
pesanan diproses. Di halaman ini, pengguna diminta untuk
melengkapi informasi seperti nama lengkap, alamat pengiriman, dan
nomor WhatsApp. Selain itu, halaman ini juga menampilkan total
pembayaran yang harus dibayarkan oleh pembeli. Setelah semua data
diisi, pengguna dapat menekan tombol "Buat Pesanan" untuk
menyelesaikan transaksi. Halaman ini memastikan bahwa penjual
mendapatkan informasi yang dibutuhkan untuk memproses dan
mengirim pesanan dengan tepat.

79
Gambar 5. 9 Halaman Checkout

e. Tampilan Halaman Upload Bukti Pembayaran


Halaman Upload Bukti Pembayaran adalah halaman yang
digunakan oleh pembeli untuk mengonfirmasi pembayaran setelah
melakukan pemesanan. Pada halaman ini, ditampilkan detail pesanan
seperti Order ID dan total pembayaran, informasi rekening tujuan
transfer, serta fitur untuk mengunggah bukti pembayaran dalam
format JPG, PNG, atau PDF. Pembeli cukup memilih atau menarik
file bukti pembayaran ke area yang disediakan, lalu menekan tombol
"Upload Bukti Pembayaran". Setelah bukti diunggah, pesanan akan
diproses lebih lanjut setelah bukti pembayaran diverifikasi oleh
penjual.

80
Gambar 5. 10 Upload Bukti Pemmbayaran

f. Halaman Login Admin


Halaman login admin yang hanya di Kelola oleh admin saja.
Diantaranya admin di suruh untuk memasukkan email dan password
admin yang sudah di berikan oleh penulis, email dan password ini
bersifat sangat rahasia di karnakan bisa mengakses seluruh website.
Setelah itu, jika sudah memasukkan email dan password yang valid
maka system akan langsung menampilkan halaman dashboard admin.
Jika tidak valid maka system akan menolak proses loginnya atau
muncul notifikasi “email dan password yang anda masukkan salah”.

81
Gambar 5. 11 Halaman Login Admin
g. Halaman Dashboard Admin
Jika sudah masuk kedalam dashboard admin maka admin akan
langsung di sapa oleh system dengan kata “Welcome”, dashboard
admin memiliki 3 menu yaitu categories, orders, dan products, serta
memiliki fitur sign in out jika admin ingin keluar dari halaman admin.

Gambar 5. 12 Halaman Dashboard Admin


h. Halaman Categories Admin
Setelah admin masuk ke dalam menu Categories, admin dapat
melihat daftar kategori produk yang tersedia. Menu ini menampilkan
informasi nama kategori dan waktu kategori tersebut dibuat. Admin
juga dapat melakukan tindakan Edit untuk mengubah kategori yang

82
sudah ada, dan Delete untuk menghapus kategori yang tidak
diperlukan. Di pojok kanan atas terdapat tombol "New Category"
yang berfungsi untuk menambahkan kategori baru sesuai kebutuhan
toko. Selain itu, tersedia kolom Search untuk memudahkan pencarian
kategori secara cepat.

Gambar 5. 13 Halaman Categories Admin


i. Halaman Orders Admin
Halaman Orders admin sistem e-commerce Meubel berfungsi
untuk menampilkan dan mengelola seluruh data pesanan dari
pelanggan. Pada halaman ini, admin dapat melihat informasi penting
seperti bukti pembayaran, daftar produk yang dipesan, serta tanggal
pesanan dibuat. Terdapat beberapa fitur tindakan yang disediakan untuk
setiap pesanan, yaitu melihat bukti pembayaran, mengonfirmasi
pesanan, membatalkan pesanan, mengubah status, dan mengirim pesan
melalui WhatsApp kepada pelanggan. Halaman ini juga dilengkapi
dengan fitur pencarian, pagination untuk navigasi data, serta tombol
"New Order" untuk membuat pesanan baru. Dengan tampilan yang
terstruktur dan interaktif, halaman ini membantu admin dalam
memproses dan memantau pesanan secara efisien guna menunjang
kelancaran operasional toko online

83
Gambar 5. 14 Halaman Orders Admin
j. Halaman New Orders
Formulir Create Order pada sistem admin e-commerce Meubel
berfungsi untuk menambahkan pesanan baru secara manual ke dalam
sistem. Formulir ini ditampilkan dalam bentuk pop-up dan berisi
beberapa kolom input penting seperti nama pelanggan, alamat
pelanggan, nomor WhatsApp, produk yang dibeli, total harga, status
pesanan, serta fitur unggah bukti pembayaran. Admin dapat mengisi
informasi tersebut dengan lengkap, kemudian memilih untuk
menyimpan pesanan menggunakan tombol "Create", atau menyimpan
sekaligus membuka formulir baru dengan tombol "Create & create
another". Tersedia juga tombol "Cancel" untuk membatalkan proses
input. Dengan tampilan yang ringkas dan intuitif, fitur ini
mempermudah admin dalam mengelola pesanan yang masuk melalui
jalur luar sistem seperti pesan langsung atau pembelian offline.

84
Gambar 5. 15 Halaman New Order
k. Halaman Kirim WhatsApp
Jika admin sudah mengecek pembayaran pelanggan berhasil
maka admin langsung mengirimkan pesan whatsapp ke pelanggan
melalui fitur kirim pesan wa. Admin akan langsung di arahkan ke
whatsapp pelanggan dan langsung mengirimkan pesan ke pelanggan.

85
Gambar 5. 16 Halaman Kirim WhatsApp
l. Halaman Produk Admin
Pada halaman ini, ditampilkan informasi penting mengenai
setiap produk dalam bentuk tabel, seperti nama produk, harga (dalam
satuan IDR), kategori produk, gambar/foto produk, dan waktu
pembuatan atau penambahan produk ke sistem. Admin dapat dengan
mudah menambahkan produk baru melalui tombol "New Product"
yang terletak di pojok kanan atas. Selain itu, tersedia juga fitur Edit
untuk mengubah data produk, dan Delete untuk menghapus produk
yang tidak lagi tersedia. Dengan menu ini, admin dapat memastikan
bahwa seluruh produk yang tampil di etalase online selalu terupdate,
lengkap, dan sesuai dengan kategori yang telah ditentukan.

86
Gambar 5. 17 Halaman Produk Admin
m. Halaman New Produk
Halaman Create Product merupakan fitur yang disediakan
untuk admin dalam menambahkan produk baru ke dalam sistem toko
mebel. Pada halaman ini, admin diminta untuk mengisi beberapa
informasi penting seperti nama produk, deskripsi produk, harga dalam
satuan rupiah, kategori produk yang dapat dipilih dari daftar yang
telah tersedia, serta mengunggah gambar produk melalui fitur drag &
drop atau tombol browse. Setelah semua data terisi, admin dapat
menyimpan produk dengan menekan tombol Create, atau
menggunakan opsi Create & create another untuk langsung
menambahkan produk berikutnya. Jika proses ingin dibatalkan,
tersedia tombol Cancel. Fitur ini memastikan agar setiap produk yang
ditampilkan di toko memiliki informasi yang lengkap dan menarik
bagi pelanggan.

87
Gambar 5. 18 Halaman New Produk

5.5 Black Box Testing


Ini menggunakan black box pengujian untuk perencanaan
pengujian yang telah dibuat. Pengujian black box merupakan suatu
teknik untuk mengevaluasi perangkat lunak atau perangkat keras dan
menganalisis aplikasi untuk mengetahui apakah berfungsi dengan baik
dan optimal atau tidak.

Tabel 5. 1 Black Box Testing

No Skenario Pengujian Hasil yang Diusulkan Sesuai Tidak


Sesuai
Halaman Utama

1 Akses Halaman Menampilkan Halaman



Utama Home.
2 Pengguna Mengklik cari Menampilkan produk yang

produk dicari.
Halaman Lihat Detail

1 Pengguna memilih lihat Menampilkan produk.



detail

88
2 Filter Produk berdasarkan Menampilkan produk

harga berdasarkan harga yang
sudah ditentukan.
3 Filter produk berdasarkan Menampilkan produk

nama produk berdasarkan nama produk
yang dipilih
4 Mengklik tombol (+) Produk bertambah 1 setiap

pada jumlah produk kali tombol (+) ditekan.
5 Mengklik tombol (-) pada Produk berkurang 1 setiap

jumlah produk kali tombol (-) ditekan.
6 Mengklik tombol Tambah Menambahkan produk

Kekeranjang yang ada kekeranjang.
pada detail produk
7 Mengklik Kembali ke Kembali ke halaman utama.

beranda
Halaman Keranjang
1 Mengklik halaman Menampilkan halaman

tambah keranjang keranjang.
2 Mengklik tombol hapus Menampilkan keranjang

belanja kosong.
Halaman Checkout
1 Mengklik lanjut ke Menampilkan halaman

Checkout checkout dan pengguna
diminta untuk mengisi
informasi pembeli.
Halaman buat pesanan
1 Mengklik buat pesanan Menampilkan pesanan

berhasil dibuat dan pembel
diminta untuk upload bukti
pembayaran.

89
2 Mengklik copy Nomor Menampilkan Nomor

Rekening admin Rekening berhasil di copy.
3 Mengklik upload file Menampilkan bukti

bukti pembayaran pembayaran yang akan di
upload.
4 Mengklik hapus file Menampilkan file berhasil

di hapus.
5 Mengklik upload bukti Menampilkan bukti

pembayaran pembayaran berhasil
diunggah dan Kembali ke
halaman utama.
Halaman Login Admin
1 Admin memasukkan Berhasil masuk ke halaman

username dan password dashboard admin.
lalu klik tombol Sign in.
2 Admin mengklik tombol Berhasil kembali ke

Sign out halaman Sign in atau login
admin.
Halaman Dashboard Admin
1 Klik menu Pages Menampilkan menu

“Categories”, “Orders”,
“Product”.
Menu Categories
1 Mengklik menu Menampilkan list

Categories Categories
2 Mengklik New category Menampilkan modal

tambah category.
3 Mengklik tombol Search Menampilkan nama

category yang telah dicari.
4 Mengklik tombol edit Menampilkan modal untuk

edit categories

90
5 Mengklik tombol delete Menampilkan modal

peringatan untuk
konfirmasi hapus categori.
6 Mengklik tombol Per Menampilkan jumlah item

page yang dipilih.
Menu Orders
1 Mengklik menu Orders Menampilkan list

Orders.
2 Mengklik New Orders Menampilkan modal

tambah orders baru.
3 Mengklik tombol Menampilkan nama

Search pelanggan yang dicari
4 Mengklik Lihat Menampilkan bukti

Bukti pembayaran.
5 Mengklik Confirm Menampilkan pertanyaan

“apakah anda yakin
mengkonfirmasi pesanan
ini”.
6 Mengklik Cancel Menampilkan pertanyaan

“apakah anda yakin
membatalkan pesanan ini”
7 Mengklik ubah status Menampilkan ubah status

pesanan.
8 Mengklik kirim Mengirimkan pesan sesuai

WhatsAapp detail pesanan ke
pelanggan.
Menu Product
1 Mengklik menu Menampilkan list

Product. Product.

91
2 Klik Tombol New Menampilkan modal

Product tambah produk baru.
3 Klik Tombol Search Menampilkan produk yang

dicari.
4 Klik tombol edit Menampilkan modal edit

product.
5 Klik tombol delete Menampilkan modal

peringatan untuk
konfirmasi hapus produk.

Berikut ini adalah rekapitulasi Black Box Testing dari beberapa


responden yang sudah melakukan pengujian pada Sistem Penjualan
Furniture Berbasis Web.

Tabel 5. 2 Rekapitulasi Black Box Testing

No Hasil yang Diharapkan Dari


Responden Sistem

Sesuai Tidak Sesuai


1 Ulfa Restutin Aini √
2 Ruka’iya Akhtiari Imalia √
3 Sahru Ramdani √
4 M. Amirullah √
5 M. Zahid Alwatoni √
6 Hospiadi √
7 M. Ridho Rizky Ilhami √
8 Rangga Yudha Defri √
9 Lalu Habib Affandi √
10 Maulana Algifari √
11 Ihsan √
12 Lalu M. Khaerul Anam √

92
13 Hajrul Aswadi √
14 Diana Lestari √
15 Awaludin √

Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan oleh 15 responden. Rancang


Bangun Sistem E-Commerce Penjuala Furniture yang dirancang mennjukkan
kinerja yang sangay baik dan diterima positif oleh seluruh responden, di mulai ari
setiap navigasi atau menu ada di sistem semua berjalan sesuai dengan fungsinya.

Berikut beberapa pertanyaan yang digunakan untuk mengukur tingkat


kepuasan responden terhadap rancangan sistem yang dibuat:

Tabel 5. 3 Daftar Pertanyaan

No Pertanyaan SS S KS TS STS

1 Tampilan mudah dipahami

2 Tampilan menarik

3 Desain dan warna menarik

4 Tampilan halaman utama

5 Tampilan halaman login

6 Jenis huruf yang digunakan

7 Tombol yang digunakan mudah dipahami

8 Aplikasi nyaman digunakan

9 Keseluruhan aplikasi menarik

Untuk menilai aplikasi E-Commerce Penjualan Furniture yang tekah diisi


oleh 15 responden, tahap selanjutnya adalah rekapitulasi dari hasil kuesioner yang
dibagikan. Kuesioner menggunakan skala likert dari 1 hingga 5. Skor penilaian
dapat dilihat sebagai berikut:

93
Tabel 5. 4 Skala Penilaian

Tingkat Kepuasan Skala


Sangat Setuju 5
Setuju 4
Kurang Setuju 3
Tidak Setuju 2
Sangat Tidak Setuju 1

Setelah menyelesaikan tes, tahap selanjutnya adalah menyelidiki hasil


eksperimen. Pengujian pemeriksaan dengan memastikan konsekuensi dari
pertanyaan yang diajukan oleh responden. Hasil penelitian diperoleh dengan
menggunakan resep yang menyertainya:

𝑦 =
x

𝑆𝑐𝑜𝑟𝑒 𝐼𝑑𝑒𝑎𝑙 × 100%

𝑋 = ∑(𝑁𝑥𝑅)

Skor Ideal = Nilai linkert tertinggi x jumlah responden

Keterangan:

Y = Nilai persentase yang dicari

X = Jumlah dari hasil perkalian nilai setiap jawaban dengan responden

N = Nilai dari setiap jawaban

R = Jumlah responden

Berikut hasil jawaban dari kuesioner yang pertama soal mudah


dipahami:

94
Tabel 5. 5 Hasil pengujian Pertanyaan 1

Pertanyaan Keterangan Skala Responden N.R


(N)
Sangat Setuju 5 13 65
Setuju 4 2 8
1 Kurang Setuju 3 0 0
Tidak Setuju 2 0 0
Sangat Tidak 1 0 0
Setuju
Jumlah 15 73

Hasil pengujian berdasrkan jawaban responden terhadap soal


tampilan mudah dipahami menunjukkan 15 responden memberikan nilai,
73
x 100% = 97%.
75
sehingga diperoleh nilai y =

Pertanyaan kedua membahas tentang tampilan menarik berikut


hasilnya:

Tabel 5. 6 Hasil Pengujian Pertanyaan 2

Pertanyaan Keterangan Skala Responden N.R


(N)
Sangat Setuju 5 6 30
Setuju 4 7 28
2 Kurang Setuju 3 2 6
Tidak Setuju 2 0 0
Sangat Tidak 1 0 0
Setuju
Jumlah 15 64

95
Hasil pengujian berdasaran jawaban responde terhadap soal tampilan
menarik menunjukkan 15 responden memberikan nilai, sehingga diperoleh
64
x 100% = 85%.
75
nilai y =

Pertanyaan ketiga membahas tentang desain dan warna yang menarik


berikut hasilnya:

Tabel 5. 7 Pengujian Pertanyaan 3

Pertanyaan Keterangan Skala Responden N.R


(N)
Sangat Setuju 5 6 30
Setuju 4 8 32
3 Kurang Setuju 3 1 3
Tidak Setuju 2 0 0
Sangat Tidak 1 0 0
Setuju
Jumlah 15 65

Hasil pengujian berdasaran jawaban responde terhadap soal desain


dan warna yang menarik menunjukkan 15 responden memberikan nilai,
sehingga diperoleh nilai y = 65 x 100% = 86%.
75

Pertanyaan keempat membahas tentang tampilan halaman utama


berikut hasilnya :

Tabel 5. 8 Hasil Pengujian Pertanyaan 4

Pertanyaan Keterangan Skala Responden N.R


(N)
Sangat Setuju 5 4 20
Setuju 4 11 44
4 Kurang Setuju 3 0 0

96
Tidak Setuju 2 0 0
Sangat Tidak 1 0 0
Setuju
Jumlah 15 64

Hasil pengujian berdasaran jawaban responde terhadap soal tampilan


halaman utama menunjukkan 15 responden memberikan nilai, sehingga
diperoleh nilai y = 64 x 100% = 85%.
75

Pertanyaan kelima membahas tentang tampilan halaman login


berikut hasilnya :

Tabel 5. 9 Hasil Pengujian Pertanyaan 5

Pertanyaan Keterangan Skala Responden N.R


(N)
Sangat Setuju 5 8 40
Setuju 4 6 24
5 Kurang Setuju 3 1 3
Tidak Setuju 2 0 0
Sangat Tidak 1 0 0
Setuju
Jumlah 15 67

Hasil pengujian berdasaran jawaban responde terhadap soal tampilan


halaman login menunjukkan 15 responden memberikan nilai, sehingga
67
x 100% = 89%.
75
diperoleh nilai y =

Pertanyaan keenam membahas tentang jenis huruf yang digunakan


berikut hasilnya :

97
Tabel 5. 10 Hasil Pengujian Pertanyaan 6

Pertanyaan Keterangan Skala Responden N.R


(N)
Sangat Setuju 5 8 40
Setuju 4 7 28
6 Kurang Setuju 3 0 0
Tidak Setuju 2 0 0
Sangat Tidak 1 0 0
Setuju
Jumlah 15 68

Hasil pengujian berdasaran jawaban responde terhadap soal jenis


huruf yang digunakan menunjukkan 15 responden memberikan nilai,
68
x 100% = 90%.
75
sehingga diperoleh nilai y =

Pertanyaan ketuju membahas tentang tombol yang digunakan mudah


dipahami berikut hasilnya :

Tabel 5. 11 Hasil Pengujian Pertanyaan 7

Pertanyaan Keterangan Skala Responden N.R


(N)
Sangat Setuju 5 8 40
Setuju 4 5 20
7 Kurang Setuju 3 2 6
Tidak Setuju 2 0 0
Sangat Tidak 1 0 0
Setuju
Jumlah 15 66

98
Hasil pengujian berdasaran jawaban responde terhadap soal tombol
yang digunakan mudah dipahami menunjukkan 15 responden memberikan
66
x 100% = 88%.
75
nilai, sehingga diperoleh nilai y =

Pertanyaan kedelapan membahas tentang aplikasi nyaman digunakan


berikut hasilnya :

Tabel 5. 12 Hasil Pengujian Pertanyaan 8

Pertanyaan Keterangan Skala Responden N.R


(N)
Sangat Setuju 5 6 30
Setuju 4 9 36
8 Kurang Setuju 3 0 0
Tidak Setuju 2 0 0
Sangat Tidak 1 0 0
Setuju
Jumlah 15 66

Hasil pengujian berdasaran jawaban responde terhadap soal aplikasi


nyaman digunakan menunjukkan 15 responden memberikan nilai, sehingga
66
x 100% = 88%.
75
diperoleh nilai y =

Pertanyaan kesembilan membahas tentang keseluruhan aplikasi


menarik berikut hasilnya :

Tabel 5. 13 Hasil Pengijian Pertanyaan 9

Pertanyaan Keterangan Skala Responden N.R


(N)
Sangat Setuju 5 9 45
Setuju 4 6 24
9 Kurang Setuju 3 0 0

99
Tidak Setuju 2 0 0
Sangat Tidak 1 0 0
Setuju
Jumlah 15 69

Hasil pengujian berdasaran jawaban responde terhadap soal


keseluruhan aplikasi nyaman menunjukkan 15 responden memberikan nilai,
69
x 100% = 92%.
75
sehingga diperoleh nilai y =

Untuk menggambarkan skala keputusan berdasarkan presentase


dilakukan pembagian tentang presentase yang mewakili skala Sangat Tidak
Setuju (STS) hingga Sangat Setuju (SS):

1. Sangat Tidak Setuju (STS): 0% - 20%


2. Tidak Setuju (TS) : 21% - 40%
3. Kurang Setuju (KS) : 41% - 60%
4. Setuju (S) : 61% - 80%
5. Sangat Setuju : 81% - 100%

Hasil perhitungan menghasilkan presentase untuk setiap pertanyaan


dari 9 pertanyaan seperti ysng ditampilkan pada table berikut:

Hasil perhitungan menghasilkan persentase untuk setiap pertanyaan


dari 9 pertanyaan, seperti yang ditampilkan pada tabel berikut :

Tabel 5. 14 Persentase Hasil Pengujian

Pertanyaan Persentase
1 97%
2 85%
3 86%
4 85%
5 89%

100
6 90%
7 88%
8 88%
9 92%

Berdasarkan hasil dari pengujian yang dilakukan, sistem Web Penjualan


Furniture yang dirancang menunjukkan kinerja yang sangat baik dan diterima
positif oleh pengguna. Penguji black box menunjukan bahwa semua fitur dan
fungsi ssitem berjalan sesuai yang diharapkan. Sementara itu, hasil kuesioner
kepuasan pengguna yang diisi oleh 15 responden menunjukkan tingkat kepuasan
yang tinggi, dengan presentase penilaian berkisar antara 85% hingga 97% untuk
berbagai aspek seperti tampilan, desain, kemudahan penggunaan, dan
kenyamanan aplikasi. Secara keseluruhan, tampilan aplikasi mudah dipahami
dinilai dengan presentase 97%. Hasil ini mengidentifikasikan bahwa sistem Web
penjualan Furniture yang dikembangkan telah berhasil memenuhi kebutuhan
pengguna dan memberikan pengalaman yang positif, meskipun masih ada ruang
untuk perbaikan, terutama pada aspek tampilan halaman utama dan tampilan
menarik yang mendapatkan persentase terendah sebesar 85%.

101
BAB VI
PENUTUP

6.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat
disimpulkan bahwa:

a. Sistem e-commerce berbasis web berhasil dirancang dan


dikembangkan sesuai dengan kebutuhan UKM Furniture Ihsan untuk
mengatasi permasalahan penjualan yang sebelumnya masih dilakukan
secara manual. Sistem ini memberikan kemudahan dalam mengelola
produk, pesanan, dan pelanggan secara digital.
b. Sistem yang dikembangkan dilengkapi dengan fitur-fitur utama,
seperti pengelolaan data produk, kategori, pesanan, bukti pembayaran,
serta konfirmasi melalui WhatsApp, yang secara langsung
mendukung proses pemasaran dan transaksi secara online.
c. Implementasi sistem e-commerce ini mampu meningkatkan efektivitas
penjualan dan memperluas jangkauan pasar, karena pelanggan dapat
melihat katalog produk dan melakukan transaksi kapan saja dan dari
mana saja tanpa harus datang langsung ke lokasi usaha. Hal ini
mendorong digitalisasi UKM dan meningkatkan daya saing di era
digital.

6.2 Saran
Untuk pengembangan lebih lanjut dari sistem e-commerce pada
UKM Furniture Ihsan, berikut beberapa saran yang dapat dipertimbangkan:

a. Penambahan fitur seperti penilaian dan ulasan produk oleh pelanggan,


fitur wishlist (produk favorit), sistem notifikasi pesanan melalui email
atau WhatsApp, serta integrasi dengan layanan pengiriman dapat
meningkatkan pengalaman pengguna dan kepercayaan konsumen
terhadap toko online.

102
b. Integrasi dengan Metode Pembayaran Digital yang
BeragamPenggunaan payment gateway dapat dikembangkan lebih
lanjut dengan menambahkan metode pembayaran lain seperti e-
wallet (OVO, DANA, GoPay), QRIS, dan virtual account agar
konsumen memiliki lebih banyak pilihan pembayaran yang sesuai
dengan preferensi mereka.
c. Optimalisasi Tampilan Responsif untuk Perangkat Mobile
Mengingat banyak pengguna yang mengakses internet melalui
smartphone, pengoptimalan tampilan website agar mobile-friendly
menjadi penting. Hal ini mencakup penyesuaian layout, kecepatan
akses, serta navigasi yang lebih mudah di layar kecil.

103
DAFTAR PUSTAKA

Abdul Rosid, U., Sidiq, M., Mulyana, D., & Yudi Permana, N. (2023).
Perancangan Website Dengan Metode Waterfall Di Kabupaten Ciamis
(Study Kasus Di Komunitas Peduli Alam Dan Lingkungan Galuh Ciamis).
Jurnal Sistem Informasi Galuh, 1(2), 52–58.
[Link]
Abdullah, D., Asmi, K., & Warmayana, I. G. A. K. (2020). Perancangan dan
Pembuatan Aplikasi File Server Berbasis Web Menggunakan Metode
Interpolation Search.
Andriasari, S. (2017). Pengembangan Aplikasi E-Commerce Menggunakan
Metode WISDM (Web Information System Developmnet Methodology)
(Studi Kasus: Pt. Sinar Jati Meubel Bandar Lampung). Jurnal Cendikia,
14(2), 8–15. [Link]
Dimas, N., Dewi, I., Latiefa, Z., Rosanto, A., & Amin, S. (2022). Perancangan
Website sebagai Media Digital Marketing untuk Mendorong Pemasaran
UMKM. Jurnal Bina Desa, 3(3), 176–180.
[Link]
Handayani, D., & Lubis, H. (n.d.). Rancang Bangun Sistem Informasi Pemesanan
Furnitur Berbasis Website Dengan Metode Rad (Studi Kasus Di Cv. Tujuh
Samudra).
Handoyo, F., & Anwar, N. (2023). Rancang Bangun Aplikasi Penjualan Buket
Bunga Berbasis Web. IKRA-ITH Informatika : Jurnal Komputer Dan
Informatika, 7(3), 40–46. [Link]
informatika.v7i3.3054
Nurjani, Y., & Lazuardi, F. (n.d.). E-Commerce Pada Mebel Bintang Jaya.
Orinaldi, M. (2020). Peran E-commerce dalam Meningkatkan Resiliensi Bisnis
diera Pandemi. ILTIZAM Journal of Shariah Economics Research, 4(2), 36.
[Link]
Putra, A. B., Mukaromah, S., Riza, M., Oding, R., & Rizky, M. (2021).
Techniques Display Data in A Visual Database Programming Language.
2021, 93–99. [Link]
Rutama, I., Tristono, T., & Susila, C. B. (2023). Sistem Informasi Penjualan
Produk Pada Meubel Kayu Jati “UD. Jati Setia” Berbasis Web
Menggunakan Framework CodeIgniter (Vol. 8). Pilar Teknologi | 27.
Sularno, S., Purwanto, E., & Permatasari, H. (n.d.). SISTEM INFORMASI E-
COMMERCE PADA SABARSHA GALERRY FURNITURE SUKOHARJO.

Tirozul Achyar, M., Indra Pratama, F., & Jl Menoreh Tengah, H. X. (2021).
Jurnal Informatika dan Rekayasa Perangkat Lunak Sistem Informasi E-
Commerce Furniture Berbasis Web Pada Toko Mebel Ubaidillah Kamal
Jepara. 3(2),
104
156–161.

Usman, R., & Susanti, S. (2021). SISTEM INFORMASI PENJUALAN


FURNITURE BERBASIS WEBSITE PADA CV SINAR TERANG
FURNITURE. In POTENSI) (Vol. 2, Issue 1).
[Link]

105
LAMPIRAN

106
Lampiran 1. Surat Izin Penelitian

107
Lampiran 2 Surat Balasan Dari Usaha Furniture Ihsan

108
Lampiran 3 Black Box Testing

109
110
111
112
113
114
115
116
117
118
119
120
121
122
123
Berikut dokumentasi Ketika melakukan Pengujian Black Box Testing

Foto bersama pemilik usaha saat melakukan Foto bersama mahasiswa saat melakukan
Pengujian Black Box Testing pengujian Black Box Testing

Foto bersama mahasiswa saat melakukan Foto bersama mahasiswa saat melakukan
pengujian Black Box Testing pengujian Black Box Testing

124
Foto bersama mahasiswa saat melakukan Foto bersama mahasiswa saat melakukan
pengujian Black Box Testing pengujian Black Box Testing

Foto bersama mahasiswa saat melakukan Foto bersama mahasiswa saat melakukan
pengujian Black Box Testing pengujian Black Box Testing

125
126

Anda mungkin juga menyukai