EMBEDDED SYSTEM
A. Mengenal dan memahami cara kerja Embedded system
Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi menyebabkan banyaknya
perangkat yang diciptakan untuk berbagai kebutuhan, baik kebutuhan bisnis maupun
kebutuhan hidup sehari-hari. Perangkat tersebut dikendalikan atau diotomatisasi dengan
menggunakan sistem yang disebut embedded system.
Selain mengendalikan dan mengotomatisasi kerja perangkat, embedded system
juga sering digunakan untuk memantau kinerja perangkat, merekam data kerja, dan
menghubungkannya dengan internet.
1. Pengertian Embedded system
Embedded system adalah sistem yang memiliki perangkat keras dan perangkat
lunak yang tertanam (embedded) di dalamnya. Embedded system dapat dipandang
sebagai sistem komputer yang memiliki kemampuan untuk diprogram agar dapat
melakukan pekerjaan, tetapi bukan jenis komputer desktop, notebook atau smartphone
yang selama ini dikenal. Jika dibandingkan dengan perangkat-perangkat tersebut, sistem
ini lebih sederhana, tetapi masih memiliki kemampuan untuk melakukan komputasi dan
dapat diprogram.
Sebagai sistem komputer Embedded system dapat bekerja secara independen
maupuan berkerja bersama dengan sistem lain. Embedded system dilengkapi dengan
mikroprosessor atau mikrokontroler yang berfungsi untuk mengontrol dan mengendalikan
kerja yang dijalankan. Untuk menyimpan program yang akan digunakan, embedded
system dilengkapi dengan ROM. Beberapa contoh mikrokontroler yang digunakan pada
embedded system diantaranya mikrokontroler Arduino, PIC, Atmel dan mikrokontroler
MCS51. Embedded system didesain dan diprogram untuk melakukan satu pekerjaan
tertentu saja.
Dalam melakukan fungsinya, komputer desktop sebenarnya dihubungkan dengan
banyak embedded system seperti printer, keyboard, mouse, scanner, modem dan
perangkat lainnya. Masing-masing perangkat tersebut memiliki mikrokontroler sendiri dan
menjalankan fungsinya tertentu.
Beberapa karakteristik dari Embedded system:
a. Fungsi tertentu
Embedded system didesain dan diprogram untuk melakukan pekerjaan tertentu dan
tidak digunakan untuk berbagai fungsi
b. Algoritma tertentu
1
Algoritma pada Embedded system umumnya ssngat spesifik, contohnya pada sensor
asap aktif, algoritma yang digunakan hanya untuk mendeteksi asap CO2 dan
mengirimkan sinyal ke sistem keamanan yang lebih besar jika asap CO2 melebihi
ambang batas yang ditentukan
c. Antarmuka
Embedded system mempunyai antar muka yang didesain agar pengguna dapat
berinteraksi dengan sistem. Antarmuka dapat sangat sederhana, seperti tombol yang
dapat ditekan atau layar yang berbentuk grafis
d. Operasi bersifat real time
Embedded system bekerja secara real time, artinya Embedded system mempunyai
fungsi yang dapat merespon kejadian tertentu secara real time (saat itu juga) dengan
waktu delay yang sangat kecil, yaitu kurang dari 1 ms.
e. Multioperasi
Pada beberapa sistem, embedded system dapat melakukan banyak operasi pada
waktu yang bersamaan dengan kecepatan yang berbeda (multitasking), misalnya
mengumpulkan atau merekam data, memproses data, memproses sinyal suara dan
video serta pekerjaan lainnya secara bersamaan.
f. Kinerja
Embedded system dibuat agar dapat bekerja dengan kecepatan respons, presisi, dan
akurasi yang tinggi, karena beberapa embedded system juga berfungsi sebagai alat
ukur respons cepat.
g. Biaya
Biaya yang digunakan untuk mendesain embedded system dapat saja besar. Namun
jika sistem tersebut diproduksi dalam jumlah yang banyak, biaya tersebut biasanya
relatif kecil
h. Ukuran
Embedded system dibuat memiliki ukuran yang kecil.
i. Konsumsi daya
Embedded system didesain untuk dapat bekerja pada kondisi dengan konsumsi daya
kecil.
j. Reliabilitas
Beberapa batasan yang perlu diperhatikan ketika bekerja dengan embedded system yaitu:
a. Batasan memori
b. Batasan kecepatan memori
2
c. Daya yang tersedia
2. Komponen Embedded System
Sebagai sistem komputer, embedded system mempunyai komponen yang berperan
sebagai input, perangkat pemrosesan dan output. Perangkat pemrosesan terdiri atas
konverter dan mikrokontroler. Pada sisi input konverter berfungsi untuk mengubah sinyal
yang diterima menjadi sinyal digital agar diproses oleh mikrokontroler. Sebaliknya pada
sisi output, untuk mengubah sinyal digital menjadi sinyal analog agar dapat diterima oleh
perangkat output. Adapun perangkat output berupa aktuator, sinyal listrik, suara, data,
pesan, layar display dan sebagainya
Selain berdasarkan fungsinya, kompone-komponen embedded system juga dapat
dikelompokkan berdasarkan jenis sinyal yang digunakan oleh perangkat tersebut, yaitu
sebagai berikut:
a. Komponen analog
b. Komponen digital
c. Konverter
d. Program
Berdasarkan fungsi dan performasinya embedded system dapat dikategorikan sebagai
berikut ini.
1. Embedded System Stand Alone (Berdiri Sendiri)
Yang dimaksud dengan stand alone disini yaitu dimana embedded system ini dapat
bekerja sendiri. Embedded sytem ini dapat menerima input digital atau analog,
melakukan kalibrasi, konversi, pemrosesan data lalu menghasilkan output data ke
peripheral output contohnya display LCD. Contoh alat yang termasuk kategori stand
alone dalam kehidupan sehari-hari ada konsol video game, MP3 player dan kamera
digital.
Gambar 1. Contoh alat stand alone
3
2. Embedded System Real-Time
Dapat dikatakan sebagai embedded system real-time jika waktu respon merupakan
hal yang sangat penting. Ada 2 tipe embedded system real-time yaitu embedded
system hard real-time dan soft real-time.
a. Embedded System Hard Real-time
Pada embedded system ini, jika operasi pengerjaannya melebihi waktu yang
sudah ditentukan dapat mengakibatkan kegagalan yang fatal dan dapat
menyebabkan kerusakan pada alat. Sistem ini memiliki batasan waktu respon
yang sangat kritis, yaitu dalam milidetik bahkan dapat lebih singkat lagi. Dalam
kehidupan sehari-hari embedded system ini dapat kita jumpai contohnya saja
kontrol kantong udara pada mobil. Embedded system ini harus dapat bekerja
dengan batas waktu yang sangat tepat, pemilihan chip dan RTOS sangatlah
penting pada embedded system real-time ini.
b. Embedded System Soft Real-time
Untuk embedded system ini, keterlambatan waktu respon dapat ditoleransi pada
batas yang tertentu. Keterlambatan respon akan menyebabkan performansi
menurun, namun sistem dapat terus berjalan/ beroperasi. Contoh alat dengan
sistem ini dalam kehidupan sehari-hari adalah microwave dan mesin cuci.
Gambar 2. Example Embedded System Soft Real Time
3. Networked Embedded System
Sistem embedded jaringan ini menghubungkan jaringan dengan interface network ke
sumber akses. Jenis jaringan yang dihubungkan bisa berupa Local Area Network
(LAN), Wide Area Network (WAN) atau internet