View metadata, citation and similar papers at [Link].
uk brought to you by CORE
provided by Universitas Sriwijaya (UNSRI): E-Journal
Jurnal Pertambangan
[Link] Jurnal Pertambangan Vol 3. No 4. November 2019
ISSN 2549-1008
PERENCANAAN ALAT GALI MUAT DAN ANGKUT PADA PRODUKSI
BATUBARA 20.000.000 TON DI PT. BUMI MERAPI ENERGI
PLANNING LOADING AND TRANSPORT UNIT ON 20.000.000 TONS COAL
PRODUCTION IN PT. BUMI MERAPI ENERGI
T. Khurrahman1, E. Ibrahim 2, A. Rahman3
1-3
Jurusan Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Sriwijaya
Jl. Raya Palembang-Prabumulih Km.32 Inderalaya Sumatera Selatan, Indonesia
e-mail: *1tkhurrahman@[Link], 2eddyibrahim@[Link], 3rahmanftunsri@[Link]
ABSTRAK
PT. Bumi Merapi Energi berencana meningkatkan target produksi batubara yang awalnya 2.000.000 ton menjadi 20.000.000 ton
sehingga diperlukan perencanaan jumlah alat gali-muat dan alat angkut yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan
jumlah alat gali-muat dan angkut yang diperlukan pada peningkatan produksi. Penelitian ini dilakukan dengan mengevaluasi
produktivitas aktual alat gali muat dan angkut. Selanjutnya dilakukan perhitungan untuk mengetahui jumlah alat yang diperlukan untuk
mencapai target produksi 20.000.000 ton batubara. Data yang diperlukan adalah data perhitungan produktivitas, rencana produksi dan
sekuen penambangan. Data tersebut diolah dengan Minescape dan Microsoft Excel. Evaluasi produktivitas alat gali muat Excavator
Doosan DX 520 LCA sebesar 1.936.832,4 ton/tahun dan produktivitas alat angkut Dumptruck Hino FM 320 sebesar 1.919.862
ton/tahun. Setelah dilakukan perbaikan efisiensi kerja, maka produktivitas alat gali muat Excavator Doosan DX 520 LCA naik menjadi
2.018.671,2 ton/tahun dan produktivitas alat angkut Dumptruck Hino FM 320 naik menjadi 2.000.984,4 ton/tahun sehingga target
produksi tahun 2019 telah tercapai. Berdasarkan hasil produktivitas alat gali muat dan alat angkut yang telah dilakukan evaluasi maka
didapatkan bahwa untuk mencapai target produksi sebesar 20.000.000 ton diperlukan alat gali muat Excavator Doosan DX 520 LCA
sebanyak 10 unit dan alat angkut Dumptruck Hino FM 320 sebanyak 30 unit.
Kata Kunci : Batubara, Produktivitas, Peningkatan, Jumlah alat, Perencanaan
ABSTRACT
PT. Bumi Merapi Energi plans to increase coal production target, which was originally 2.000.000 tons to 20.000.000 tons, so that
planning on number of loading and transport unit is needed. This study aims to plan the number of loading and transport unit to
increase production. This research was conducted by evaluating the actual productivity of loading and transport unit. Afterward,
calculations are performed to determine the number of unit to achieve the production target of 20.000.000 tons of coal. Data required is
productivity data, production plans and mining sequences. The data is processed with Minescape and Microsoft Excel. The productivity
evaluation of Doosan DX 520 LCA Excavator is 1.936.832,4 tons/year and productivity of Hino FM 320 Dumptruck is 1.919.862
tons/year. After improving work efficiency, the productivity of Doosan DX 520 LCA Excavators will increase to 2.018.671,2 tons/year
and productivity of Hino FM 320 Dumptruck will increase to 2.000.984,4 tons/year so production target for 2019 has been reached.
Based on the results of productivity of loading and transport unit that have been evaluated, it was found that to achieve production
target of 20.000.000 tons required 10 units of Doosan DX 520 LCA excavators and 10 units of Hino FM 320 Dumptruck.
Keyword : Coal, Productivity, Increase ,Unit, Plan
PENDAHULUAN sebesar 2.000.000 ton dengan kandungan kalori batubara
sebesar 5760 kkal/kilogram.
PT. Bumi Merapi Energi merupakan salah satu
perusahaani pertambangan milik swasta yang bergerak Mengingat kebutuhan batubara di Indonesia semakin
di bidang pertambangan batubara berlokasi di Lahat, besar, PT. Bumi Merapi Energi ingin meningkatkan
Sumatera Selatan dengan jumlah produksi tahun 2019 produksi batubaranya menjadi 20.000.000 ton agar dapat
38
Jurnal Pertambangan
[Link] Jurnal Pertambangan Vol 3. No 4. November 2019
ISSN 2549-1008
meningkatkan laba perusahaan itu sendiri. Untuk Dimana (a), waktu penggalian (b), waktu swing isi (c),
melakukan peningkatan produksi menjadi 20.000.000 waktu tumpah ke dumptruck (d), dan waktu swing
ton/tahun, PT. Bumi Merapi Energi berencana untuk kosong [5].
menambah jumlah alat gali-muat dan angkut yang ada
sehingga diperlukan perencanaan jumlah alat gali-muat Untuk menghitung produktivitas alat angkut, dapat
dan alat angkut yang dapat digunakan agar peningkatan menggunakan Pers.3 [5]
target produksi batubara dari 2.000.000 ton/tahun
menjadi 20.000.000 ton/tahun dapat tercapai. 60
P = n x q1 x K x x Et x M (3)
𝑐𝑐𝑐𝑐𝑐𝑐
Proses penggalian batubara dilakukan sekaligus dengan
membuat bench dimana cara penggalian tersebut sesuai Dimana P adalah produktivitas alat angkut, n adalah
untuk diterapkan di batubara dengan lapisan yang tebal jumlah pengisian, q1 adalah kapasitas bucket, K adalah
[1]. bucket fill factor, cmt adalah cycle time alat angkut, E
adalah efisiensi kerja dan M adalah jumlah alat angkut.
Semua jenis kegiatan yang berhubungan dengan proses
penggalian (digging, breaking, dan loosening), Waktu siklus (cycle time) dumptruck dipengaruhi faktor-
pemuatan (loading), pengangkutan (hauling), faktor berikut seperti waktu yang dibutuhkan loader
penimbunan (dumping), tanah atau material lain untuk mengisi dump truck (a), waktu angkut (b), waktu
menggunakan alat mekanik (alat berat) disebut sebagai yang dibutuhkan untuk dumping (c), waktu yang
pemindahan tanah mekanis [2]. digunakan untuk kembali (d), dan waktu manuver
kosong (e) [4].Untuk menghitung cycle time dump truck
Excavator Backhoe adalah alat gali yang sesuai untuk digunakan Pers.4 [5].
membangun parit atau saluran serta penggalian
batubara. Excavator Backhoe di dalam proses penggalian Cycle time = a + b + c + d + e + f (4)
biasanya berada di atas bench. Setelah bucket, boom
backhoe diangkat dan dilakukan gerakan memutar Dimana (a), waktu manuver kosong (b), waktu isi (c),
menuju dumptruck yang siap untuk dilakukan pemuatan waktu angkut isi (d), dan waktu manuver isi (e), waktu
dan bucket mengisi bahan galiannya ke dalam dumptruck dumping (f), waktu angkut kosong [5].
[3].
Ada beberapa hal yang dapat mempengaruhi waktu
Dumptruck adalah adalah alat angkut yang di gunakan siklus (cycle time) dari alat gali-muat dan alat angkut
untuk mengangkut material berupa tanah, pasir, kerikil yaitu diantaranya : berat alat yang digunakan, kondisi
dan sebagainya. Dalam pekerjaannya, dumptruck tempat kerja, kondisi jalan angkut, keterampilan dan
biasanya bekerja sama dengan excavator ataupun alat pengalaman operator dalam mengoperasikan alat
gali-muat yang lainnya. [4]. tersebut [7] .
Ketika merencanakan alat kerja mekanis, salah satu Efisiensi kerja merupakan suatu ukuran pekerjaan
bagian terpenting ialah bagaimana untuk menghitung dimana nilainya diketahui dengan membandingkan
produktivitas dari alat mekanis tersebut. Dalam waktu kerja yang digunakan dengan waktu yang tersedia
menghitung produktivitas alat gali-muat, dapat dan dinyatakan dalam persen (%) . Efisiensi kerja ini
menggunakan Pers.1 [5] akan mempengaruhi kemampuan alat. Faktor manusia,
3600
mesin, kondisi cuaca dan medan kerja sangat
Q = q1 x K x xE (1) menentukan nilai dari efisiensi kerja itu sendiri.
𝑐𝑐𝑐𝑐
Efisiensi kerja dapat dihitung menggunakan Pers.5 [8].
Dimana Q adalah produktivitas alat gali-muat, q1 adalah
kapasitas bucket, K adalah bucket fill factor, cm adalah Waktu kerja efektif
𝐸𝐸𝐸𝐸 = 𝑥𝑥 100% (5)
cycle time alat gali-muat dan E adalah efisiensi kerja. waktu tersedia
Secara teoritis, produksi alat gali-muat dan angkut
Ada beberapa faktor dapat mempengaruhi dalam hendaklah sama sehingga perbandingan produksi
produktivitas alat gali-muat dan alat angkut yaitu mempunyai nilai satu atau yang disebut match factor [5].
diantaranya : hambatan kerja, kondisi kerja, efisiensi Match factor dapat;dihitung menggunakan Pers.6 [9].
kerja, waktu siklus alat (cycle time) dan faktor pengisian
bucket (bucket fill factor) [6]., n x Ctm x Na
(6)
MF =
Cta x Nm
Untuk menghitung cycle time excavator digunakan
Pers.2 [5]. Dimana MF adalah match factor, n adalah jumlah
pengisian, Ctm adalah cycle time alat gali-muat, Na
Cycle Time = a + b + c + d (2)
39
Jurnal Pertambangan
[Link] Jurnal Pertambangan Vol 3. No 4. November 2019
ISSN 2549-1008
adalah jumlah alat angkut, Cta adalah cycle time alat 5. Kesimpulan dan Saran
angkut dan Nm adalah jumlah alat gali-muat. Setelah pembahasan dan penelitian ini dilakukan,
maka didapatkan kesimpulan dan saran yang
Untuk mengitung jumlah alat gali-muat dan alat angkut diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan
yang digunakan, dapat menggunakan Pers.7 [10]. untuk pihak perusahaan.
Target Produksi
Jumlah alat = (7) HASIL DAN PEMBAHASAN
Produktivitas alat
1. Rencana Target Produksi Batubara
METODE PENELITIAN Target produksi merupakan hal yang penting dalam
perencanaan, terutama pada perencanaan alat gali muat
PT. Bumi Merapi Energi merupakan perusahaan dan alat angkut. Target produksi ini dapat digunakan
tambang batubara yang secara administrasi terletak di untuk menentukan umur tambang yaitu dengan membagi
desa Ulak Pandan Tanjung Baru Talang Padang dan jumlah cadangan batubara dengan target produksi. PT.
Gunung Agung Kecamatan Merapi Barat Kabupaten Bumi Merapi Energi memiliki cadangan batubara
Lahat Sumatera Selatan PT. Bumi Merapi Energi sebesar 133.347.208 ton dengan rincian sebagai berikut
memiliki beberapa kantor yaitu yang beralamat di Jalan (Tabel 1).
Kolonel Simbolon No.28 Lahat. Penelitian dilakukan di
Pit Serelo. Penelitian dilaksanakan pada 11 Maret 2019- Tabel 1. Rencana Penambangan di Pit Serelo
11 April 2019. Penelitian ini dilakukan untuk
Tahun 2019 2020 2021 2022
merencanakan jumlah alat gali-muat dan alat angkut Target Produksi
yang digunakan dalam peningkatan produksi 2 juta 4 juta 10 juta [Link]
(Ton/tahun)
20.000.000 ton pada tahun 2022. Target Produksi
5.555 11.111 27.777 55.555
(Ton/hari)
Tahapan penelitian diantaranya :
1. Studi Pustaka Berdasarkan pada rencana target produksi tersebut, maka
Studi pustaka dilakukanidengan mengumpulkan didapatkan rencana sekuen penambangan pada target
bahan-bahan pustaka yang mendukung dalam aspek produksi batubara dari 2.000.000 Ton/tahun menjadi
perencanaan jumlah alat gali-muat dan alat angkut. 20.000.000 Ton/tahun.
2. Observasi Lapangan
Orientasi lapangan ini, dapat dilakukan dengan
cara pengamatan langsung serta dilakukan
pencarian informasi yang dapat mendukung dan
dapat dikaitkan dengan permasalahan yang akan
dibahas.
3. Pengambilan Data
Pengambilan data dilakukan dengan
mengumpulkan data primer dan data sekunder.
Selain itu, data dapat diambil dengan cara
sampling terhadap objek penelitian. Dimana data
primer yang diperoleh yaitu cycle time alat gali- Gambar 1. Peta Sekuen Penambangan Tahun ke-1
muat dan alat angkut sedangkan data sekunder yang
diperoleh yaitu data sekuen penambangan,
spesifikasi alat, jumlah jam kerja, waktu hambatan,
dan data curah hujan.
4. Pengolahan Data
Pengolahan data ini dilakukan dengan
menggunakan perangkat lunak Minescape dan
Microsoft Excel, dimana Minescape digunakan
untuk mengolah data sekuen penambangan dan
Microsoft Excel digunakan untuk mengolah data
cycle time alat gali-muat sehingga menghasilkan
rata rata cycle time, mengolah data curah hujan, dan
data hambatan serta jumlah jam kerja.
Gambar 2. Peta Sekuen Penambangan Tahun ke-2
40
Jurnal Pertambangan
[Link] Jurnal Pertambangan Vol 3. No 4. November 2019
ISSN 2549-1008
b. Evaluasi Produktivitas Alat Angkut
Alat angkut untuk batubara yang digunakan PT. Bumi
Merapi Energi pada Pit Serelo adalah Dumptruck Hino
FM 320 sebanyak 3 unit dengan kapasitas vessel 27 m³.
Dalam proses proses produksi batubara, PT. Bumi
Merapi Energi menggunakan Excavator Doosan DX 520
LCA dalam membantu proses pemuatan batubara
sebanyak 1 unit dengan kapasitas bucket 3,6 m3.
Pada produktivitas, faktor yang mempengaruhi adalah
nilai bucket fill factor sebesar 1,1 swell factor batubara
Gambar 3. Peta Sekuen Penambangan Tahun ke-3 0,74 dan densitas batubara 0,89 ton/m3. Pada
pengamatan, maka didapatkan nilai cycle time dari
Dumptruck Hino FM 320 sebesar 10,5 menit sehingga
dapat dilakukan perhitungan produktivitas. Berdasarkan
perhitungan , maka didapatkan nilai produktivitas pada
Tabel 3.
Tabel 3. Evaluasi Produktivitas Alat Angkut Pada
Batubara
Produktivitas Produktivitas
Nama Alat
(ton/hari) (ton/tahun)
Dumptruck Hino FM 320 5.332 1.919.862
Gambar 4. Peta Sekuen Penambangan Tahun ke-4
Berdasarkan hasil perhitungan, diperoleh produktivitas
2. Evaluasi Produktivitas Alat Gali Muat dan Alat Dumptruck Hino FM 320 sebesar 5.332 ton/hari atau
Angkut 1.919.862 ton/tahun untuk 3 unit Dumptruck. Pada
a. Evaluasi Alat Gali-Muat perhitungan, produktivitas yang didapatkan tidak
Alat gali muat dalam kegiatan produksi batubara yang memenuhi target produksi batubara sebesar 5.555
digunakan adalah Excavator Doosan 520 LCA sebanyak ton/hari atau 2.000.000 ton/tahun sehingga harus
1 unit dengan kapasitas bucket 3,6 m³. Produktivitas alat dilakukan perbaikan pada produktivitas.
gali muat dipengaruhi oleh faktor pengisian bucket
backhoe (bucket fill factor) didapat sebesar 1,1 dengan c. Evaluasi Match Factor Excavator Doosan 520
swell factor sebesar 0,74 dan densitas batubara 0,89 LCA dan Dumptruck Hino FM 320
ton/m3. Dari pengamatan di lapangan dengan 30 sampel Perhitungan match factor digunakan untuk mengetahui
cycle time alat gali muat (Cm) pada Excavator Doosan apakah jumlah alat gali muat dan angkut pada suatu
520 LCA didapat selama 26,02 detik dengan efisiensi tambang sudah serasi atau belum. Apabila jumlah alat
kerja sebesar 0,71. Berdasarkan hasil perhitungan, maka yang digunakan belum serasi, maka dapat dikatakan
diperoleh produktivitas alat gali muat pada Tabel 2. tidak efektif dan menyebabkan kerugian pada
perusahaan.
Tabel 2. Evaluasi Produktivitas Alat Gali-Muat
Produktivitas Produktivitas Jika dianalisa melalui perhitungan match factor antara
Nama Alat Dumptruck Hino FM 320 dan Excavator Doosan 520
(ton/hari) (ton/tahun)
Excavator LCA, maka berdasarkan Pers.7 keserasian kerja dari alat
Doosan DX 520 5.380,09 1.936.832,4 gali muat dan alat angkut untuk batubara sebagaimana
LCA yang ada pada Tabel 4.
Tabel 4. Match factor Alat Gali-Muat dan Alat Angkut
Berdasarkan hasil perhitungan, diperoleh produktivitas
alat gali muat yaitu produktivitas Excavator Doosan DX Alat Match Factor
520 LCA sebesar 5.380,09 ton/hari atau 1.936.832,4 Excavator Doosan DX 520
ton/tahun, dimana kondisi menunjukkan bahwa LCA dan Dumptruck Hino FM 0,98
produktivitas alat gali muat belum mencapai target yang 320
ditetapkan oleh perusahaan sebesar 5.555 ton/hari atau
2.000.000 ton/tahun sehingga harus dilakukan perbaikan
pada produktivitas.
41
Jurnal Pertambangan
[Link] Jurnal Pertambangan Vol 3. No 4. November 2019
ISSN 2549-1008
Jadi, berdasarkan perhitungan match factor antara Tabel 6. Perbaikan Produktivitas Alat Angkut Batubara
Dumptruck Hino FM 320 dengan Excavator Doosan DX Setelah Dilakukan Perbaikan
520 LCA di atas, maka diperoleh angka match factor < 1
(satu), berarti terdapat waktu tunggu bagi alat gali muat Nama Alat Produktivitas Produktivitas
Excavator Doosan DX 520 LCA terhadap alat angkut (ton/hari) (ton/tahun)
Dumptruck Hino FM 320. Dumptruck Hino
5.558,29 2.000.984,4
FM 320
3. Perbaikan Produktivitas Alat Gali-Muat dan Alat
Angkut
a. Perbaikan Produktivitas Alat Gali-Muat Berdasarkan hasil perhitungan, diperoleh produktivitas
Pada perhitungan, nilai produktivitas alat gali-muat Dumptruck Hino FM 320 sebesar 5.558,29 ton/hari atau
berupa Excavator Doosan DX 520 LCA adalah 5.380,09 2.000.984,4 ton/tahun, dimana kondisi menunjukkan
ton/hari atau 1.936.832,4 ton/tahun. Pada perhitungan bahwa produktivitas alat angkut telah mencapai target
produktivitas ini, nilai produktivitas alat gali muat belum yang ditetapkan oleh perusahaan sebesar 5.555 ton hari
mencapai target produksi sebesar 5.555 ton/hari atau atau 2.000.000 untuk 3 unit dumptruck.
2.000.000 ton/tahun.
4. Perencanaan Alat Gali Muat dan Alat Angkut
Hal ini dapat dipengaruhi oleh efisiensi kerja sehingga Perencanaan alat gali muat dan alat angkut pada
dilakukan perbaikan. Dalam hal ini, dilakukan batubara sangat penting karena untuk memperhitungkan
perubahan waktu hambatan sehingga efisiensi kerja jumlah alat gali muat dan alat angkut yang dibutuhkan
dapat meningkat dari 71% menjadi 74%. Berdasarkan pada peningkatan produksi 20.000.000 ton sehingga
hasil perhitungan, maka didapatkan produktivitas alat kinerja alat tersebut dapat optimal dan peningkatan
setelah dilakuka perbaikan (Tabel 5). tersebut dapat tercapai.
Tabel 5. Perbaikan Produtivitas Alat Gali-Muat Dalam ketercapaian peningkatan produksi menjadi
20.000.000 ton, PT. Bumi Merapi Energi berencana
Produktivitas Produktivitas untuk melakukan peningkatan produksi secara bertahap.
Nama Alat Dalam melakukan peningkatan produksi ini, harus
(ton/hari) (ton/tahun)
Excavator Doosan mempertimbangkan jarak angkut dari pit menuju ke
5.607,42 2.018.671,2
520 LCA stockpile berdasarkan pada peningkatan produksi
batubara ini dikarenakan pada setiap peningkatan akan
adanya penambahan jarak dari pit menuju stockpile.
Berdasarkan hasil perhitungan, diperoleh produktivitas
maksimum alat gali muat yaitu produktivitas Excavator Pada hasil perhitungan, jumlah unit alat gali muat dan
Doosan DX 520 LCA sebesar 5.607,42 ton/hari atau alat angkut yang didapatkan dalam peningkatan target
2.018.671,2 ton/tahun, dimana kondisi menunjukkan produksi batubara dari 2.000.000 ton menjadi
bahwa produktivitas alat gali muat telah mencapai target 20.000.000 ton ditunjukkan pada Tabel 7.
produksi yang ditetapkan oleh perusahaan sebesar 5.555
ton/hari atau 2.000.000 ton/tahun. Tabel 7. Perencanaan Jumlah Alat Dalam Peningkatan
Produksi
b. Perbaikan Produktivitas Alat Angkut
Pada perhitungan evaluasi, nilai produktivitas alat Jumlah Unit alat
angkut berupa Dumptruck Hino FM 320 adalah 5.332,95 Target Target
Tahun Produksi Produksi Dump
ton/hari atau 1.919.862 ton/tahun untuk 3 unit Excavator
(Ton/tahun) (Ton/hari) Truck
dumptruck dalam 1 fleet. Pada perhitungan produktivitas (Unit)
(Unit)
ini, nilai produktivitas alat angkut belum mencapai target 2019 2.000.000 5.555 1 3
produksi yang telah ditetapkan sebesar 5.555 ton/hari 2020 4.000.000 11.111 2 6
atau 2.000.000 ton/hari, hal ini dapat dipengaruhi oleh 2021 10.000.000 27.777 5 15
efisiensi kerja sehingga dilakukan perbaikan. 2022 20.000.000 55.555 10 30
Pada perbaikan ini, dilakukan perubahan waktu
hambatan sehingga efisiensi kerja dapat meningkat. Jika Berdasarkan data tersebut, apabila target produksi
waktu hambatan dilakukan perubahan, maka efisiensi meningkat maka jumlah alat gali muat dan alat angkut
meningkat menjadi 0,74. Berdasarkan perhitungan akan semakin bertambah sehingga peningkatan produksi
sebagaimana terdapat didalam Tabel 6 maka didapatkan 2.000.000 ton menjadi 20.000.000 ton dapat tercapai.
nilai produktivitas alat angkut.
42
Jurnal Pertambangan
[Link] Jurnal Pertambangan Vol 3. No 4. November 2019
ISSN 2549-1008
KESIMPULAN
[6]. Ardiyan, F . (2015). Kajian Teknis Produksi Alat
Berdasarkan hasil dan pembahasan penelitian yang telah
Gali Muat dan Alat Angkut Pada
dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa PT. Bumi
Pengupasan Overburden di Tambang
Merapi Energi merencanakan pengembangan target
Batubara PT. Rian Pratama Mandiri
produksi setiap tahunnya yaitu : pada tahun 2020
Kabupaten Tanah Laut Provinsi
sebesar 4.000.000 ton, pada tahun 2021 sebesar
Kalimantan Selatan. Jurnal Teknologi
10.000.000 ton, dan pada tahun 2022 sebesar 20.000.000
Pertambangan, 1 (2), 87-92.
ton dengan arah penambangan ke arah timur dari
[7]. Harnanda, S. (2018). Penentuan Armada (Fleet)
penambangan tahun 2019 yaitu 2.000.000 ton/tahun.
pada Tambang Terbuka Batubara di Block
Alat yang digunakan adalah Excavator Doosan DX 520
B PT. Minemex Desa Talang Serdang
LCA untuk alat gali muat dan Dumptruck Hino FM 320
Kecamatan Mandiangin Kabupaten
untuk alat angkut. Dari hasil evaluasi, produktivitas alat
Sarolangun Provinsi Jambi. Jurnal
gali muat dan alat angkut pada tahun 2019 tidak
Program Studi Teknik Pertambangan
mencapai target produksi yang ditetapkan yaitu
Universitas Islam Bandung, 4 (2), 569-
2.000.000 ton sehingga harus dilakukan perbaikan.
576.
Dimana produktivitas alat gali muat sebesar 1.936.832,4
[8]. Putra, J. (2018). Optimasi Kesesuaian Alat Gali-
ton dan produktivitas alat angkut sebesar 1.919.862 ton.
Muat dan Alat Angkut untuk Mengatur
Setelah dilakukan perbaikan, produktivitas alat gali muat
Fuel Ratio dalam Menghemat Pemakaian
dan alat angkut tahun 2019 telah mencapai target
Fuel pada Pengupasan Overburden di Site
produksi 2.000.000 ton. Dimana produktivitas alat gali
Jebak 1 PT. Nan Riang Kabupaten
muat sebesar 2.018.671,2 ton dan produktivitas alat
Batanghari Provinsi Jambi. eJurnal Bina
angkut sebesar 2.000.984,4 ton. Pada perbaikan ini,
Tambang Universitas Negeri Padang,
dilakukan peningkatan efisiensi kerja dari 71% menjadi
3 (4), 1397-1408.
74% sehingga target produksi dapat tercapai.
[9]. Alesandro, C. (2018). Analisis Kebutuhan Alat
Perencanaan jumlah alat gali muat dan alat angkut yang
Mekanis Terhadap Kemampuan Aktual
ada di [Link] Merapi Energi didapatkan pada target
Reclaim Feeder di Muara Tiga Besar
produksi 4.000.000 ton/tahun adalah 2 unit Excavator
Utara PT. Bukit Asam ,Tbk Tanjung Enim
dan 6 unit Dumptruck, target produksi 10.000.000
Sumatera Selatan. Jurnal Pertambangan
ton/tahun adalah 5 unit Excavator dan 15 unit
Universitas Sriwijaya, 2 (4), 44-52.
Dumptruck, dan target produksi batubara 20.000.000
[10]. Rinaldy, F. (2019). Perencanaan Kebutuhan Alat
ton/tahun adalah 10 unit Excavator dan 30 unit
Gali Muat dan Alat Angkut untuk
Dumptruck.
Mencapai Target Produksi Overburden
Pada Penambangann Batubara di PT.
DAFTAR PUSTAKA
Ganda Alam Makmur Kecamatan Kaubun
Kecamatan Kutai Timur Provinsi
[1]. Yuliandy, F. (2013). Kajian Teknis Produktivitas
Kalimantan Timur. Jurnal Mahasiswa
Alat Muat dan Alat Angkut Batubara pada
Teknik Sipil Universitas Tanjung Pura, 6
Penambangan Batubara di PT Bukit Asam.
(1), 169-178.
Site MTBU Tanjung Enim Sumatera
Selatan. UPN Veteran Yogyakarta. Jurnal
Teknologi Pertambangan, 1 (2), 1-10.
[2]. Pratama, O. (2019). Evaluasi Produktivitas Alat
Gali-Muat dan Angkut Terhadap
Ketidakcapaian Produksi Batubara di Pit
2A Kabupaten Lahat Sumatera Selatan.
Jurnal Teknologi Pertambangan, 3 (1),
10-17.
[3]. Indonesianto, Y. (2016). Pemindahan Tanah
Mekanis. Yogyakarta : UPN Veteran.
[4]. Anisari, R. (2012). Keserasian Alat Muat dan Alat
Angkut Untuk Kecapaian Target Produksi
Pengupasan Batuan Penutup pada PT.
Adaro Indonesia Kalimantan Selatan.
Jurnal Poros Teknik, 4 (1), 19-23.
[5]. Komatsu. (2013). Specifications & Application
Handbook Edition 31th. Komatsu.
43