Persiapan membuat laporan laba rugi
Sebelum menyusun laporan laba rugi perusahaan dagang, persiapan apa saja yang
diperlukan?
Menghitung Pendapatan
Langkah pertama yang perlu kamu lakukan adalah menghitung segala bentuk
pendapatan dari usaha dagangmu. Jika kamu kesulitan menghitung pendapatan apa
saja yang harus dimasukkan dalam laporan laba rugi, di bawah ini ada 2 jenis tipe
pendapatan yang bisa menjadi acuan:
1. Pendapatan Kegiatan Pokok
Pendapatan Kegiatan Pokok adalah seluruh pendapatan yang berasal dari kegiatan
operasional sehari-hari. Seperti jual beli barang dagangan. Pendapatan kegiatan pokok
sering disebut juga sebagai pendapatan usaha.
2. Pendapatan Kegiatan Di Luar Usaha Pokok
Jika pendapatan kegiatan pokok merupakan penghasilan utamanya, maka pendapatan
kegiatan di luar usaha pokok adalah penghasilan sampingan. Contohnya, ketika kamu
memiliki usaha dagang peralatan otomotif, tapi kamu juga membuka jasa bengkel.
Penghasilan dari jasa bengkel inilah, yang menjadi pendapatan kegiatan di luar usaha
pokok.
Setelah mengetahui kedua pendapatan tersebut, siapkan segala bentuk nota, dokumen,
serta pencatatan dari pendapatan-pendapatan tersebut tanpa terkecuali.
Menghitung Beban Usaha
Setelah menghitung hasil pendapatan, selanjutnya yang perlu kamu lakukan adalah
menghitung beban usaha. Beban usaha merupakan sejumlah pengeluaran yang
dilakukan oleh perusahaan dagang untuk kegiatan operasionalnya. Ada beberapa
macam akun beban usaha yang harus kamu ketahui dalam menyusun laporan laba
rugi.
Macam-macam akun beban usaha dalam laporan laba rugi perusahaan dagang:
Gaji karyawan
Sewa
Penjualan
Perlengkapan
Pajak
Penyusutan
Asuransi
Tidak perlu menjumlahkan akun beban usaha di atas secara keseluruhan. Kamu hanya
perlu menjumlah setiap beban usaha untuk nantinya dimasukkan dalam laporan laba
rugi.
Menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP)
Ketika sudah mengetahui beban usaha, kamu perlu menghitung HPP atau Harga Pokok
Penjualan untuk melengkapi laporan laba rugi. Cara menghitungnya adalah dengan
menambahkan pembelian bersih dengan persediaan awal, lalu dikurangi persediaan
akhir.
Rumus Harga Pokok Penjualan (HPP):
HPP = Pembelian Bersih + Persediaan Awal – Persediaan Akhir
Menghitung Laba Kotor
“Menghitung pendapatan dan beban usaha sudah, HPP juga sudah, lalu apalagi yang
harus dihitung?” Nah, berikutnya kita harus menghitung laba kotor. Laba kotor bisa
kamu hitung dari hasil penjualan bersih dikurangi harga pokok penjualan (HPP). Oh ya,
laba kotor juga memiliki fungsi lain, lho! Laba kotor berguna sebagai bahan
pertimbangan apakah perusahaan dagang harus mengurangi atau menaikkan biaya
HPP.
Rumus Laba Kotor:
Laba Kotor = Pendapatan penjualan bersih – Harga Pokok Penjualan
Menghitung Laba Bersih atau Penghasilan
Setelah laba kotor, kamu juga perlu menghitung laba bersih atau penghasilan usaha.
Dikatakan penghasilan karena perhitungannya didapat dari pengurangan laba kotor
dengan beban-beban operasional, dan pajak penghasilan.
Rumus Laba Bersih:
Laba Bersih = Laba kotor – (Beban Usaha + Pajak Penghasilan)
Format Penyusunan Laba Rugi Perusahaan Dagang
Setelah mempersiapkan segala perhitungan di atas, saatnya kita mulai memasukkannya
ke tabel laporan laba rugi perusahaan dagang. Pada dasarnya ada 2 tipe format dalam
penyusunan laporan laba rugi perusahaan dagang, yaitu single step dan multiple step.
Apa yang menentukan penggunaan format single step dan multiple step? Apa
perbedaannya?
Tenang, kamu nggak perlu bingung menentukan format mana yang tepat bagi usaha
dagangmu.
Semua jenis perusahaan dagang bisa menggunakannya. Tidak ada ketentuan jika
perusahaanmu kecil maka harus menggunakan single step atau sebaliknya.
Perbedaannya hanya terletak pada penulisan elemen dalam tabelnya.
Di bawah ini akan ada sedikit penjelasannya dan contoh langsung laporan laba
rugi single step maupun multiple step.
Laporan Laba Rugi Single Step
Dalam laporan laba rugi perusahaan dagang single step, pos pendapatan kegiatan
pokok dan pendapatan di luar kegiatan pokok ditempatkan di atas laporan pada satu
kelompok. Sedangkan seluruh pos beban usaha serta biaya operasional akan
ditempatkan berkelompok pula pada bagian bawah laporan.
Selisih yang terdapat pada penghitungan total pendapatan dan total beban akan
menunjukkan laba atau rugi bersih. Jika jumlah pendapatan lebih besar dari beban,
maka perusahaan dagangmu mendapatkan laba bersih. Sebaliknya, jika yang lebih
besar adalah beban, maka yang didapatkan adalah rugi bersih.
Laporan ini tentu memiliki kelebihan dan kekurangan, seperti di bawah ini:
Kelebihan laporan laba rugi perusahaan dagang single step:
Mudah dibuat.
Mudah dibaca.
Kekurangan laporan laba rugi perusahaan dagang single step:
Kurang detail menjelaskan gambaran laba atau rugi perusahaan dagang.
Contoh laporan laba rugi perusahaan dagang single step:
Contoh laporan laba rugi perusahaan dagang multiple step: