Tugas PKN
1. Model Pembelajaran Kontekstual
Pengertian model pembelajaran kontekstual adalah pembelajaran yang
mendorong guru untuk menghubungkan antara materi pembelajaran yang diajarkan
kepada siswa dengan keadaan nyata yang dialami siswa dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Trianto (2012) model pembelajaran CTL adalah suatu konsepsi yang
membantu guru mengaitkan konten mata pelajaran dengan situasi dunia nyata dan
memotivasi siswa membuat hubungan antara pengetahuan dan penerapannya dalam
kehidupan mereka sebagai anggota keluarga, warga negara, dan tenaga kerja
([Link] of Education. The National School-to-work Office yang dikutif oleh
blancbard, 2001).
Pendekatan
Kontekstual (Contextual Teaching and Learning)
Pendekatan kontekstual membantu siswa mengaitkan materi Pendidikan Pancasila
dengan situasi nyata dalam kehidupan sehari-hari. Ini membuat siswa lebih mudah
memahami nilai-nilai Pancasila dan bagaimana menerapkannya.
Strategi:
I. Pembelajaran berbasis masalah (Problem-Based Learning):
Contoh pembelajaran berbasis masalah perlu diketahui oleh guru yang ingin
menerapkan metode mengajar dengan pendekatan tersebut. Hal ini termasuk salah
satu strategi yang bisa diterapkan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa.
Mengutip buku Implementasi Model Pembelajaran Berbasis Masalah pada Materi
Kubus dan Balok oleh Alex Haris Fauzi (2021), ada beberapa strategi yang dapat di
terapkan, yakni :
a. Tema: Lingkungan dan Kependudukan
b. Subtema: Dampak meningkatnya jumlah penduduk terhadap masalah lingkungan
c. Kompetensi Dasar: Menjelaskan penyebab meningkatnya jumlah penduduk dan
dampaknya untuk lingkungan
d. Indikator:
Menyebutkan dampak peningkatan jumlah penduduk terhadap
masalah lingkungan
Menjelaskan hubungan antara jumlah penduduk dengan jumlah sampah
e. Alokasi Waktu: 2 Pertemuan (2 x 45 menit)
f. Sintaks Pembelajaran dan Kegiatan Belajar
Berikut fase-fase strategi pembelajaran berbasis masalah :
Fase 1 - Orientasi siswa terhadap masalah
Guru menunjukkan pada siswa sebuah gambar tumpukan sampah di tengah-
tengah lingkungan padat penduduk.
Siswa mengamati gambar yang ditunjukkan oleh guru
Siswa di minta untuk memberikan suatu tanggapan mengenai gambar yang di
sajikan oleh guru.
Fase 2 – mengorganisasikan kegiatan belajar
Guru membantu siswa dalam mendefinisikan pertanyaan atau masalah yang
akan ditemukan solusinya
Siswa diberi tugas untuk mencari informasi tentang dampak jumlah penduduk
terhadap sampah yang dihasilkan secara berkelompok
Fase 3 – membina penelitian siswa secara berkelompok
Siswa mengumpulkan informasi dari berbagai sumber untuk menciptakan ide
mereka sendiri dalam memecahkan masalah pengaruh jumlah penduduk
terhadap sampah di lingkungan masyarakat.
Siswa berdiskusi dengan kelompoknya masing-masing untuk menemukan
solusi dari masalah yang tengah diidentifikasi
Guru membagikan lembar kerja kepada siswa
Siswa melakukan penelitian melalui lembar kerja yang dibagikan oleh guru
Guru membimbing penelitian yang dilakukan setiap kelompok.
II. Pembelajaran kooperatif:
Mendorong siswa bekerja sama dalam kelompok untuk mencapai pemahaman
bersama. Contoh pembelajaran kooperatif pada mata pelajaran Fisika untuk materi “
Energi dan Macam-Macamnya “ adalah sebagai berikut.
Metode yang digunakan adalah metode Jigsaw.
1) Guru membuat lima kelompok kecil yang masing-masing kelompoknya terdiri
dari 4-5 peserta didik.
2) Guru memberikan awalan berupa ulasan materi yang akan dibahas, yaitu tentang
energi dan macam-macamnya. Submateri yang akan dibahas ada enam, yaitu
energi kinetik, energi potensial, hukum kekekalan energi, energi mekanik, dan
perubahan energi.
3) Masing-masing kelompok diberikan satu submateri untuk didiskusikan dengan
anggotanya.
4) Setelah selesai diskusi, setiap perwakilan kelompok menyampaikan hasil
diskusinya di kelas. Sementara itu, kelompok lain juga diberi kesempatan untuk
bertanya.
5) Guru memberikan penilaian.
Metode :
a. Diskusi kelompok :
Siswa mendiskusikan penerapan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
b. Studi kasus :
Mengkaji kasus nyata, seperti penerapan gotong royong di masyarakat atau sikap
toleransi antar teman.
Teknik
teknik dan langkah-langkah penerapan CTL dalam kelas sebagai berikut:
a. Kembangkan pemikiran bahwa anak akan belajar lebih bermakna dengan cara
bekerja sendiri, menukan sendiri, dan mengonstruksi sendiri pengetahuan dan
keterampilan barunya.
b. Laksanakan sejauh mungkin kegiatan inkuiri untuk semua topic
c. Kembangkan sifat ingin tahu siswa dengan bertanya
d. Ciptakan masyarakat belajar (belajar dalam kelompok-kelompok)
e. Hadirkan model sebagai contoh pembelajaran
f. Lakukan refleksi di akhir pertemuan
g. Lakukan penilaian yang sebenarnya dengan berbagai cara
Dalam Pembelajaran yang menggunakan model pembelajaran kontekstual ada
beberapa komponen yang dilibatkan dalam pembelajaran. Komponen-komponen
CTL. (contextual teaching and learning) tersebut adalah sebagai berikut:
a. Kontrukstivisme
Dalam CTL, siswa mampu membangun pengetahuan berdasarkan pengalaman
yang dialami dan diamati.
b. Bertanya
Dalam CTL, siswa diharapkan mampu menumbuhkan rasa ingin tahu sehingga
akan menjadikan siswa selalu bertanya terhadap hal-hal yang baru.
c. Inkuiri
Dalam CTL, siswa dilatih untuk menemukan konsep yang dipelajari melalui
proses belajar yang sistematis.
d. Masyarakat belajar
Dalam CTL., siswa diharapkan mampu bekerjasama atau bertukar pikiran dengan
orang lain yang tidak terbatas dalam proses pembelajaran.
e. Pemodelan (Modelling)
CTL dapat memberikan pengalaman yang lebih nyata atau konkret kepada siswa.
Melalui pemodelan ini akan menghindarkan siswa dari pengetahuan yang bersifat
abstrak dan teoritis.
f. Refleksi
Dalam CTL, refleksi yang diperlukan untuk mengevaluasi pengetahuan yang
diperoleh siswa melalui pengalaman yang ia dapatkan.
g. Penilaian sebenarnya (authentic assessment).
Authentic assessment diperlukan untuk mengetahui perkembangan belajar siswa
dan dapat mengetahui apakah pengalaman belajar siswa dapat memberikan
dampak postif atau negatif.
Link refrensi:
[Link]
[Link]
perlu-diterapkan-oleh-guru-20Q8iuiq7Ns
[Link]